Diposkan pada Fanfiction

Protected Brother . . . Part 2

Author By : Shania9ranger

Cast : Cho Kyuhyun, Choi Siwon, Lee Sungmin, Leeteuk, Kim Kibum, Lee Donghae

~o~

Sudah seminggu ini Kyuhyun tidak masuk sekolah karna para hyungnya yang melarang, padahal dirinya sudah merasa baik-baik saja, luka-luka di tubuh Kyuhyun pun sudah sembuh. Bukan tanpa sebab hyung-hyungnya terlalu berlebihan mencemaskan dia, tapi di antara mereka memang hanya Kyuhyunlah yang memiliki tubuh lemah dan rentan akan penyakit. Sejak kecil Kyuhyun sudah sering sakit-sakitan dan mengidap Anemia, yaitu penyakit kurang darah yang membuat si penderitanya menjadi lemas, dan akan merasa pusing jika kelelahan. Wajah penderita Anemia akan terlihat sangat pucat bila tidak meminum obat penambah darahnya setiap hari. Olehkarna itu keempat hyungnya sangat menjaga Kyuhyun.

Orang tua mereka sudah bercerai sejak Kyuhyun kelas 5 SD. Saat itu Appa dan Umma mereka berselisih memperebutkan hak asuh anak. Terutama Umma yang ingin sekali membawa Kyuhyun untuk tinggal bersama dengan dirinya, namun hal itu tidak terjadi karena ikatan persaudaraan mereka sangat kuat. Mereka tidak ingin dipisahkan satu sama lain, lalu memilih untuk tetap tinggal di korea dan tidak ikut siapa pun baik Appa atau Umma mereka. Pada awalnya kedua orang tua mereka tidak mengizinkannya, setelah melihat kegigihan anak-anak untuk tetap bersama-sama akhirnya orang tua mereka pun mengizinkan. Umma mereka yang sudah lama mempunyai impian untuk bisa berkeliling dunia, setelah bercerai dia melakukan perjalanan keliling dunianya. Sedangkan Appa mereka yang seorang pengusahawan terkenal akan sahamnya yang tersebar diseluruh dunia, lebih memilih fokus pada kerjaannya di London.

Walaupun tanpa orang tua, mereka bisa hidup bahagia, saling menjaga dan menyayangi satu sama lain. Setiap bulan Appa dan Umma mereka selalu mentransfer uang cukup banyak, agar dapat memenuhi kebutuhan anak-anaknya dengan mewah. Tapi mereka tidak mau hidup mewah dan menghambur-hamburkan uang begitu saja. Uang itu mereka simpan dalam tabungan dan hanya menggunakannya jika butuh dan terdesak. Mereka sudah cukup bahagia dengan hidup sederhana.

~

Hari ini Kyuhyun sudah diizinkan hyung-hyungnya untuk masuk sekolah lagi, setelah satu minggu lamanya istirahat dirumah. Siwon mengantar Kyuhyun sampai didepan sekolah.

“Kyu, ingat kalau ada apa-apa atau kau merasa pusing hubungi kami, araseo?” Titah Siwon mengingatkan adiknya.

“Ne..” Kyuhyun hanya menganggukkan kepalanya.

“O,,satu lagi. Pulang sekolah nanti kau akan di jemput oleh salah satu dari kami.” Siwon hampir lupa menyampaikannya pada Kyuhyun.

“Siwon hyung. . . aku kan sudah besar, aku bisa pulang sendiri ko.” Rengek Kyuhyun pada hyungnya itu.

“Andwae! Ingat terakhir mengatakan hal itu, kau tidak sadarkan diri ditaman dengan luka disekujur tubuh.” Siwon menunjuk bekas luka dikening Kyuhyun. “Olehkarna itu kami tidak akan membiarkan hal yang serupa terjadi lagi. Cobalah mengerti perasaan kami sebagai hyungmu yang tidak ingin hal buruk terjadi pada dongsaeng tersanyangnya.” Wajah Siwon berubah sedih.

“Aku tau karna kejadian kemarin aku sudah membuat hyung-hyung bersedih. Hyung mianhe. . . ” Kyuhyun hanya bisa menundukkan kepalanya sekarang sebagai tanda menyesal.

“Sudah-sudah, masuk sana nanti keburu bell.” Siwon menyudahi pembicaraan sambil tersenyum dan mengelus kepala Kyuhyun ketika melihat wajah penyesalan adiknya. Lalu Kyuhyun keluar dari mobil dan segera masuk ke dalam gerbang sekolahnya.

Kyuhyun berjalan menuju kelasnya dengan cuek tanpa memperdulikan banyaknya pasang mata yang memperhatikan dirinya. Gadis-gadis di sekolahnya sangat terkagum-kagum oleh ketampanan serta kepandaiannya. Di sekolah Kyuhyun selalu menjadi inceran mereka, bahkan ada diantara mereka yang membentuk fans club khusus para penggemar Kyuhyun. Sedangkan anak laki-laki yang lain menmandang Kyuhyun dengan sinis, iri dan sebal padanya, karena semua gadis di sekolah hanya memandang dirinya.

Sesampainya di kelas dia melihat Donghae yang sedang asik mendengarkan musik dari earphonenya. Kyuhyun menepuk bahu sahabatnya itu. Donghae membalikan badan dan langsung tersenyum lebar melihat Kyuhyun yang berdiri dihadapannya. Lee Donghae adalah satu-satunya orang yang dianggap sahabat oleh Kyuhyun di sekolah. Dia lumayan tampan, ramah, dan pembawaannya selalu ceria, dengan sifanya yang seperti itu dia mudah sekali mendapatkan pacar. Doanghae bukanlah berasal dari keluarga kaya, sehabis pulang sekolah dia harus membantu ayahnya di toko. Mereka sudah bersahabat sejak masuk di sekolah ini.

“Kyu! Akhirnya kau masuk sekolah lagi.” Wajah donghae tampak berseri-seri karna sudah satu minggu ini Kyuhyun tidak masuk sekolah. “Kau tau aku merasa sangat kesepian, soalnya tidak ada yang cerewet mengajariku Matematika.” Dia lalu hendak memeluk Kyuhyun, tapi Kyuhyun segera menghindar.

“Dasar Kau ini, aku tidak cerewet! Justru kaulah yang cerewet minta diajarin terus, kau kan babo dalam matematika.” Ujar Kyuhyun dengan nada agak ketus.

Donghae hanya tersenyum mendengar sahabatnya itu.

“Kyu gwaenchanayo? bagaimana dengan luka-lukamu?” Donghae memperhatikan sahabatnya itu dengan seksama.

“Ne, gwaenchana.”

“Mianhe aku tidak sempat menjengukmu, kau kan tau sehabis pulang sekolah aku harus membantu ayah bekerja.” Kepala Donghae tertunduk lemas.

“Hal itu tidak usah kau pikirkan, lagipula aku tidak apa-apa hanya luka-luka ringan. Ayo duduk!” ajak Kyuhyun menuju kursi mereka.

Meja Kyuhyun tepat berada di belakang meja Donghae. Kyuhyun duduk menghadap jendela yang terbuka, ketika hendak mengeluarkan bukunya dia bingung melihat sebuah tas manis berwarna pink di kursi sebelahnya.

“Tas ini milik siapa?” Tanya Kyuhyun pada Donghae.

“Oh, tas itu milik Park Minji. Dia murid pindahan karna mendapat beasiswa dari sekolah kita, dan Shindong Songsaengnim menyuruhnya untuk duduk disitu soalnya sudah tidak ada bangku kosong lainnya lagi.” Jawab Donghae. “Mian,,. aku lupa ngasih tau kamu.”

“Sejak kapan dia pindah kesini?” Tanya Kyuhyun yang agak penasaran.

“Sudah empat hari yang lalu. Kau tidak usah khawatir, dia anaknya baik dan manis ko.” Donghae berusaha menenangkan sahabatnya.

Selama ini Kyuhyun sudah terbiasa duduk sendirian di kelasnya, jadi dia agak tidak rela jika harus berbagi meja dengan seseorang apalagi seorang gadis. Baginya anak perempuan itu merepotkan, cerewet, tukang gosip, dan menyebalkan. Itu kesimpulan yang dia ambil dari pengalamannya di kejar-kejar makhluk yang bernama perempuan.

“Itu dia.” Donghae menunjuk seorang gadis yang sedang berjalan dan tersenyum kearah mereka.

Gadis yang cantik, tingginya kira-kira 165cm. Rambut ikalnya sebahu membuat dia tampak manis dan imut. Kulitnya putih namun terlihat segar. Gaya jalan yang anggun dan mempesona. Dia memiliki wajah yang memancarkan kelembutan, serta senyumannya terlihat tulus membuat orang disekitarnya merasakan kenyamanan. Kyuhyun sesaat terpesona melihatnya namun buru-buru memalingkan wajah dari makhluk cantik itu. Baginya semua perempuan sama saja, hanya penampilannya saja yang baik tapi hatinya belum tentu sebaik penampilannya.

“Annyonghaseo Minji-ssi!” Sapa Donghae kepada gadis itu dengan senyum khasnya.

“Ne, annyong Donghae-ssi.” Minji balik menyapa Donghae. “Tangsinun. . . Kyuhyun-ssi imnida?!” Tanya gadis itu kepada Kyuhyun, lalu dia memperkenalkan namanya. “Cheirumun Park Minji-imnida, Aku murid pindahan dari Pulau Jeju, dan akan menjadi teman sebangkumu sekarang. Salam kenal!” Dengan tersenyum ramah Minji mengulurkan tangan kanannya untuk berjabatan. Tapi Kyuhyun dengan cuek tidak menggubris uluran tangan Minji, dia malah memalingkan wajah dengan malas menghadap ke jendela.

Minji agak kaget dengan reaksi Kyuhyun terhadap dirinya, dia pikir Kyuhyun akan sama seperti laki-laki kebanyakan yang tidak pernah menolak senyumannya. Walau sikap teman sebangkunya seperti itu, Minji tidak ambil pusing dan tanpa ragu duduk di samping Kyuhyun.

~

Jam istirahat tiba, beberapa murid langsung mengeluarkan bekal makanan mereka dan sebagiannya lagi pergi ke kantin. Minji adalah gadis yang supel dan ramah, jadi mudah baginya untuk beradaptasi di kelas. Beberapa murid perempuan mengajak Minji untuk makan bekal bersama, tapi dia menolak karna tidak membawa bekal seperti yang lain. Lalu Minji beranjak pergi dari kursinya keluar kelas.

Donghae mengajak Kyuhyun untuk makan di kantin. Berjalan di sepanjang koridor sekolah, secara kebetulan mereka bertemu dengan Hankyung sunbae, dia adalah kapten tim basket sekolah yang terkenal akan kelincahan gerakannya dilapangan.

“Kebetulan bertemu kalian disini, aku baru saja akan mencarimu Donghae.” Hankyung berjalan mendekati mereka.

“Ada perlu apa hyung?” Tanya Donghae.

“Aku hanya ingin memberitahumu latihan malam ini di batalkan, karna aku ada urusan mendadak. Sebagai gantinya sore ini kita latihan sehabis pulang sekolah.” Hankyung memberitahu perubahan jadwal latihan basket mereka.

“Tapi hyung aku harus membantu ayah di Toko.” Kata Donghae.

“Kau tenang saja hari ini latihan tidak akan lama, hanya membahas sedikit teknik-teknik baru.”  Jelas Hankyung kepada Donghae.

“Baiklah kalau begitu.” Dengan segera Donghae menyetujuinya.

“Kyu, kau seharusnya masuk club basket kami. Ku lihat kau memiliki bakat menjadi seorang pemain basket profesional.” Tawar Hankyung yang kini beralih kepada Kyuhyun.

“Aku memang ingin sekali masuk club basketmu hyung, tapi pasti hyung-hyungku tidak akan mengijinkannya.” Kyuhyun menghela nafas panjang dengan agak sedikit penyesalan.

“Begitu ya, sayang sekali.” Hankyung menepuk-nepuk bahu Kyuhyun. “Baiklah kalau begitu aku harus pergi meninggalkan kalian, kepala sekolah sedang menungguku.” Hankyung berpamitan kepada keduanya lalu pergi.

Di kantin mereka memesan makanan dan lebih memilih meja yang ada di pojok ruangan untuk menyantap makanan mereka. Keduanya ngobrol banyak hal dengan asik, sampai akhirnya Donghae mengganti topik membicarakan tentang Minji.

“Kemana dia, kenapa disini juga tidak ada?” Donghae berkata sambil mencari-cari sosok seseorang.

“Nuguseyo?” Kyuhyun penasaran dan matanya ikut mencari.

“Park Minji.” Dengan polosnya Donghae menjawab pertanyaan Kyuhyun.

“Aissh. . . Ku pikir siapa. Kau suka ya padanya?” Kyuhyun jadi agak sebal mendengarnya.

“Ani… aniyo. Aku hanya heran dia seperti ditelan bumi setiap jam istirahat.” Bantah Donghae yang kini asik memainkan sendok di mulutnya.

“Jangan mengelak. Kau pasti suka kan padanya?” Kyuhyun tetap pada tuduhannya.

“Sungguh, aku hanya penasaran padanya yang selalu menghilang pada jam istirahat.” Donghae berusaha menjelaskan pada sahabatnya.

Kyuhyun hanya terdiam dan tidak merespon apa-apa, dia hanya sibuk menyantap makanannya dengan lahap. Setelah selesai makan mereka kembali kekelas, disana sudah ada Minji yang sedang membaca sebuah komik.

‘Hari ini pelajaran di sekolah berakhir dengan membosankan’ pikir Kyuhyun setelah bell pulang sekolah berdering. Donghae yang terlihat terburu-buru segera meninggalkan Kyuhyun sambil berkata “Kyu, catatan Sejarahmu aku pinjam dulu ya!” kemudian dia melesat cepat menuju lapangan basket. Tidak lama Minji pun sudah bersiap untuk pulang “Kyuhyun-ssi aku juga duluan ya, sampai jumpa.” Gadis itu tersenyum.

Kyuhyun tetap bersikap dingin padanya, bahkan dia seperti pura-pura tak medengarkan perkataan Minji. ‘Memangnya dia pikir aku ini siapanya, kenapa harus berpamitan kepadaku.’ pikir Kyuhyun sambil menyumpal telingannya dengan earphonenya.

~

Saat di depan gerbang sekolah Kyuhyun melihat hyungnya yang sudah menunggu dengan setia, kali ini Kibum yang menjemputnya. Dari kejauhan Kibum sudah melambaikan tangan lalu tersenyum. Setiap gadis yang melewatinya terpesona dengan sosok Kibum, hal itu terlihat jelas sekali di kening mereka.

“Kyu, akhirnya kau keluar juga.” Kibum masih tetap dengan senyuman mautnya.

“Hyung sudah lama menungguku?” Kyuhyun yang setengah berlari menghampiri hyungnya.

“Lumayan, sudah sekitar 30 menit yang lalu.” Kata Kibum sambil melihat jam pada pergelangan tangan kirinya.

“Mianhe, tadi aku harus mencatat pelajaran Sejarah dulu.” Kyuhyun mencoba menjelaskan keterlambatanya meninggalkan kelas.

“Gwaenchana, lagi pula jadwal kuliahku sedang tidak padat hari ini” Kibum berkata dengan lembut. “Ayo pulang! Yang lain pasti sudah menunggu kita di rumah.” Kemudian mereka memasuki mobil sedan berwarna hitam.

Di jalan Kyuhyun melihat sosok seseorang yang dikenalnya sedang mengayuh sepeda, dilihatnya Minji yang sedang menikmati perjalanannya dengan bersepeda dan sesekali tersenyum melihat sesuatu yang menarik perhatiannya. Tanpa sadar Kyuhyun tersenyum dan terus memperhatikan gadis itu, sampai akhirnya sosok Minji menghilang setelah berbelok kearah yang berlawanan.

~

Kakak beradik tersebut sampai di rumah. “Kami pulang…!”

Sungmin yang masih mengenakan celemek menyambut kedatangan mereka, “Kalian sudah pulang, aku sudah siapkan makanan enak untuk kalian.”

“Hyung kau memang hebat, aku memang sudah lapar sekali.” Kibum langsung berlari menuju meja makan yang kemudian disusul Kyuhyun dan Sungmin.

“Eeteuk hyung dan Siwon hyung mana?” Kyuhyun bertanya pada Sungmin.

“Hari ini Siwon akan pulang telat, dia sibuk dengan pemotretan sebuah iklan. Dan Eeteuk hyung belum pulang, mungkin masih berada di kantornya.” Ujar Sungmin sambil merapikan dapur.

Kibum langsung menyerbu makanan yang ada dihadapannya, “Wah,,mashida!!!”

“Aissh. . . cara makanmu seperti orang yang 3 hari tidak makan saja.” Tapi Kibum tidak mendengarkan perkataan Sungmin dan makin merajalela melahap makanannya. “Ya! Pelan-pelan makannya nanti kau tersedak.”

TIIING . . . TOONG . . .

Bell rumah mereka berbunyi, sungmin bergegas kepintu depan menemui si penekan bell. Beberapa menit kemudian seorang wanita masuk bersamaan dengan Sungmin dan langsung menyapa Kibum yang sedang makan.

‘Hah.. Mak Lampir itu lagi.’ Desah Kyuhyun setelah melihat wanita itu. Diam-diam dia melangkahkan kakinya menuju tangga untuk melarikan diri dari tempat itu, namun usahanya gagal ketika wanita tersebut melihat Kyuhyun.

“Akh… Kyu, aku rindu sekali padamu!!!” Jeritnya sambil  berlari kearah Kyuhyun dan berusaha memeluknya. Kyuhyun tidak dapat lagi menghindar dari cengkraman Mak Lampir, dia kesal dan hanya bisa membiarkan tubuhnya dipeluk-peluk.

“Bagaimana sekolahmu hari ini? Pasti menyenangkan!” Ujar wanita itu dengan penuh semangat. Kyuhyun mengangguk dan memasang senyum palsu yang dipaksakan. “Mmmm,, kau cute sekali!!!” Kali ini wanita tersebut menyubit pipi Kyuhyun dengan gemasnya. Lalu dia tersenyum memamerkan gigi putihnya tanpa merasa bersalah telah mencubit pipi Kyuhyun hingga merah.

“Oh iya, aku bawakan ini untukmu.” Dia menyerahkan bungkusan besar kepada Kyuhyun.

“Apa ini?” Ujar Kyuhyun dengan malas.

“Kue buatanku, aku khusus buatkan untukmu. Dimakan ya?” Sambil mengedipkan matanya dengan genit.

“Ne,, Kamsahamnida.” Kyuhyun mengambil bungkusan itu dan menyerahkan pada hyungnya. Kedua hyungnya kini sibuk membuka bungkusan, melihat kagum isinya yang merupakan kue Tar berlapis coklat. Tanpa permisi pada si pembuat kue, keduanya langsung menyantapnya.

“Kyunie, kau harus makan kue ini. Rasanya enak sekali!” Mulut Sungmin kini sudah dipenuhi dengan kue.

“Nanti saja hyung.” Kata Kyuhyun dengan cueknya.

Wanita itu bernama Jessica, dia adalah kekasih Eeteuk. Mereka sudah berpacaran sejak 3 bulan yang lalu, sejak itu pulalah dia jadi sering kerumah Eeteuk, walaupun Eeteuk tidak ada dirumah. Jessica memang cantik dan memiliki tubuh yang luar biasa indah bagai boneka Barbie, tapi sifatnya yang bawel, berisik, manja, tidak tau malu dan suka mencari-cari perhatian membuat Kyuhyun sangat tidak menyukainya. Bahkan Kyuhyun menjulukinya dengan sebutan ‘Mak Lampir’. Kyuhyun selalu tidak habis pikir ‘Apa yang dilihat Eeteuk hyung dari Mak Lampir itu sampai mau memacarinya?’

“Nonna, aku mau kekamar dulu. Capek. . .” Akhirnya Kyuhyun mendapatkan alasan untuk meninggalkan Jessica.

“Kau capek ya? Kalau begitu cepat istirahatlah, nanti kau sakit.” Ujar Jessica dengan penuh perhatian. Kyuhyun pergi meninggalkannya begitu saja menaiki anak tangga menuju kamarnya.

“Akhirnya bisa menghindar juga dari Mak Lampir.” Kyuhyun kini berada dikamar, meletakkan tasnya diatas meja belajar. Lalu menghempaskan tubuhnya sendiri diatas kasur yang empuk. Dia mengambil handphone yang ada disaku celana, memeriksa apakah ada yang mengSMS dirinya setelah itu meletakannya kembali di meja. Angin yang berhembus perlahan dari jendela membuat Kyuhyun memejamkan matanya dan tertidur lelap.

. . . . to be continued . . . .

Diposkan pada Fanfiction

Protected Brother . . . Part 1

Author By : Shania9ranger

Cast : Cho Kyuhyun, Choi Siwon, Lee Sungmin, Leeteuk, Kim Kibum, Lee Donghae

~o~

Jam pulang sekolah seorang laki-laki bernama Kyuhyun berjalan tertunduk sambil sibuk membaca buku yang dipegangnya dan tidak memperdulikan sekitarnya. Hari ini dia tidak langsung pulang ke rumah karna ada yang ingin di belinya di game center, yaitu game console keluaran terbaru. Kyuhyun sangat suka sekali bermain game, bahkan dia bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk bermain game. Namun dia juga tidak melupakan kewajibannya sebagai pelajar, itu terbukti dari prestasinya di sekolah yang selalu juara di kelas. Kyuhyun telah sampai di depan game center, senyum bahagia menghiasi wajahnya. Dia pun langsung masuk ke tempat yang menurutnya adalah surga dunia itu, menghabiskan waktunya berjam-jam untuk memilih-milih game console yang baru diluncurkan.

Sorry . . . sorry . . . sorry . . . sorry . . .

Nada dering sorry-sorry terlantun, dengan segera dia merogoh saku celananya mengambil handphone yang sejak tadi sudah bergetar-getar.

“Yoboseo . . .” Sambil tetap fokus memilih game yang akan dia beli nanti.

“Kyu, kau dimana? Kenapa sudah sesore ini kau belum pulang juga? Kami semua sudah mengkhawatirkanmu.” kata seseorang diseberang sana. Kyuhyun langsung mengenali suara orang yang menelponnya.

“Oo,, Siwon hyung. Mianhe, aku sedang berada di game center sekarang, sedang memilih game console keluaran terbaru.” Masih tetap sibuk memilih-milih.

“Kau ini suka lupa waktu kalau sudah kesana, cepat pulang! Atau perlu aku menjemputmu sekarang?” Nada kekhawatiran hyungnya terdengar jelas di telinga Kyuhyun.

“Iya sebentar lagi aku pulang. Hyung tidak usah menjemputku, aku bisa pulang sendiri. Lagipula jarak antara game center dan rumah kan tidak begitu jauh.” Kyuhyun mencoba menenangkan hyungnya itu.

“Baiklah kalau begitu, cepat pulang!” tuuuuuuut . . . telpon terputus.

Kyuhyun akhirnya mendapatkan game console yang dicarinya, lalu pergi ke kasir membayar game tersebut. Terlihat sekali pancaran kebahagiaan dan rasa puas di wajahnya setelah mendapatkan game yang selama ini dia inginkan. Dia melihat jam yang ada pada pergelangan tangan kirinya, jarum jam sudah menunjukan pukul setengah 6. ‘Ternyata sudah sesore ini, pantas saja hyung khawatir dan menyuruhku pulang.’ Pikir Kyuhyun dalam benaknya. Dengan segera dia bergegas pulang.

~

Kyuhyun adalah anak bungsu di keluarganya, dia memiliki 4 orang saudara yang semuanya laki-laki. Hyung pertamanya bernama Leeteuk, dia bekerja sebagai seorang penyiar radio dan MC serta presenter di berbagai acara yang di siarkan televisi. Hyung ke duanya bernama Sungmin, dia adalah yang terimut dan termanis diantara hyungnya yang lain. Sungmin bekerja sebagai penyanyi di beberapa café mewah, karena kemampuannya dalam menulis lirik lagu sangat hebat dan dia juga memiliki suara yang indah. Hyungnya yang ketiga bernama siwon, merupakan mahasiswa semester akhir pada jurusan Desain Grafis, dia juga seorang photografer yang sangat berbakat. Siwonlah hyung Kyuhyun yang paling memilki karismatik tertinggi dimata para wanita, wajahnya yang sangat tampan serta postur tubuh yang sangat menawan dengan mudah membuat hati para wanita yang melihat dirinya di buat meleleh. Dan hyungnya yang terakhir bernama Kibum, seorang mahasiswa semester 2 jurusan arsitektur dan sangat menyukai berbagai jenis olahraga. Hyungnya yang satu ini sangat terkenal akan Killer Smilenya, yang membuat semua orang tidak dapat menolak untuk dekat-dekat dengannya. Kyuhyun sendiri saat ini bersekolah di sebuah SMA negri terelit di korea yaitu Yumkwang High School, kelas 2.

~

Dalam perjalanan pulang Kyuhyun merasakan perutnya yang sudah berkonser ria karna kelaparan, dan teringat bahwa sejak tadi siang dia belum makan apa-apa. Dia membayangkan apa yang dimasak Sungmin hyung hari ini, semoga saja makanan kesukaannya pikirnya dalam hati. Hanya tinggal beberapa blok lagi Kyuhyun sampai di rumahnya, namun pada saat dia melewati taman kota ada beberapa anak SMA lain yang tidak dikenal menghalangi langkahnya.

“Hei bocah, kalau mo lewat berikan dulu uangmu?” Seseorang yang berbadan paling besar dia antara yang lain, lalu menarik kerah baju Kyuhyun.

Dengan cueknya Kyuhyun berkata “Aku tidak punya uang.” Sambil berusaha melepaskan kerah bajunya.

“Berani-beraninya kau melawan kami hah?!” Anak yang lain maju sambil menunjuk-nunjuk kearah dada Kyuhyun.

Kyuhyun sangat tidak suka akan sikap anak-anak nakal tersebut, tapi dia juga malas meladeni mereka. “Aku sungguh tidak memiliki uang, jadi biarkan aku pulang sekarang.” Dia ucapkan dengan ketusnya.

“Dasar bocah tengik, kau mo cari mati ya!” Kyuhyun didorong hingga terjatuh, tapi dia tetap berusaha bersikap tenang dan berjalan menghiraukan mereka. Setelah beberapa langkah, tiba-tiba salah seorang dari mereka memukul wajah Kyuhyun. Kini kesabarannya telah habis dan dia sudah tidak memikirkan apapun lagi bahkan kesehatannya. Kyuhyun balik menghajar mereka, walaupun jumlah mereka lebih banyak tapi Kyuhyun bukanlah laki-laki yang lemah. Pada saat dia hendak memukul anak yang berbadan besar, Kyuhyun mulai merasakan kepalanya pusing. Kakinya tidak mampu menopang tubuhnya, sudah tidak ada tenaga yang tersisa pada dirinya. Pandangannya berubah menjadi gelap, dalam hitungan detik Kyuhyun sudah tersungkur di tanah. Anak-anak nakal yang berkelahi dengannya tadi terlihat kaget, dan mereka meninggalkan Kyuhyun begitu saja.

~

Eeteuk terus melihat ke arah jam yang tergantung di dinding, “Sudah jam 8. Kemana saja dia sampai jam segini belum juga pulang?” desahnya kepada adik-adiknya. Sungmin terus saja berjalan mondar-mandir kaya gosokkan. Siwon yang sifatnya paling dewasa tetap berusaha tenang, walaupun dikeningnya terpancar rasa kekhawatiran. Dan Kibum terus berusaha menghubungi handphone dongsaengnya itu, namun tetap tidak ada jawaban.

“Siwon, tadi Kyunie bilang apa waktu kau menyuruhnya pulang?” Tanya Sungmin yang sudah tidak bisa diam. Kyunie adalah panggilan sayang Sungmin terhadap Kyuhyun.

“Dia hanya bilang akan secepatnya pulang hyung. Waktu aku katakan akan menjemputnya, dia bilang bisa pulang sendiri.” Jawab Siwon tetap tenang.

“Kemana anak ini . . . ?” Eeteuk tidak henti-hentinya memandangi jam.

“Hyung, handphonenya juga tidak diangkat-angkat oleh Kyuhyun.” Sela Kibum.

“Eeteuk hyung, aku akan mencarinya.” Sungmin yang sudah bersiap-siap mengambil kunci mobilnya. “Aku ikut!” kata Eeteuk dan Siwon secara bersamaan. “Bumie, kau disini saja jaga rumah.” Lanjut Eeteuk. Kibum hanya mengangguk cepat.

Mereka bertiga mulai mencari Kyuhyun, Sungmin menyetirkan mobilnya dengan cepat menuju game center. Mereka beranggapan bahwa Kyuhyun mungkin masih berada disana, tapi sesampainya di game center tidak ada tanda-tanda keberadaan Kyuhyun. Kemudian mereka melanjutkan kembali pencarian di sepanjang jalan, Sungmin kini menyetirkan mobilnya perlahan, sedangkan Eeteuk dan Siwon melihat kanan kiri jalan.

Pada saat mobil mereka melewati taman kota, dengan samar-samar Siwon melihat sosok seseorang yang tidak asing baginya. “Itu Kyuhyun !!!” pekiknya sehingga membuat hyung-hyungnya kaget. Sungmin menghentikan mobilnya, Eeteuk dan Siwon segera berhambur menuju sosok Kyuhyun yang kemudian disusul Sungmin.

“Benar, itu Kyunie!” Teriakan Sungmin mulai panik. Mereka semua berlari kearah Kyuhyun dengan cepat.

Eeteuk langsung memangku tubuh adiknya yang tak sadarkan diri dan penuh dengan luka memar. “Kyuhyun!!!   Kyuhyun!!!   Kyuhyun bangun . . . !” Tapi tidak ada reaksi apapun dari Kyuhyun.

“Hyung, wajah Kyuhyun pucat sekali sebaiknya cepat kita bawa pulang.” Seru Siwon sambil bersiap menggendong adiknya. Dengan perlahan Kyuhyun di masukkan kedalam mobil, mereka pun segera pulang.

“Hyung, ada apa dengan Kyuhyun?! Kenapa wajahnya penuh dengan luka memar seperti ini?!” Kibum yang panik saat membuka pintu dan dilihatnya kondisi adiknya yang sudah tidak sadarkan diri.

“Nanti saja penjelasannya.” Eeteuk tidak menghiraukan pertanyaan Kibum. “Siwon cepat bawa Kyu kekamarnya!” setengah berlari. “Sungmin, Kibum, tolong bawakan air hangat serta handuk kecil dan kotak obat ke atas.” Komando Eeteuk memberi perintah kepada adik-adiknya.

Mereka semua dengan kompak mengganti baju Kyuhyun dan mengobati luka-lukanya.

“Hyung, apa tidak sebaiknya kita bawa dia ke rumah sakit?” Tanya Sungmin kepada Leeteuk.

“Kau tau kan kalau Kyuhyun paling malas dengan yang namanya rumah sakit.” Jawab Eeteuk sambil mengobati luka di jari adiknya.

“Tapi hyung, aku mengkhawatirkan keadaannya.” Kibum yang sejak tadi diam kini angkat bicara.

“Kita lihat dulu keadaannya besok.” Eeteuk berusaha tetap tenang.

Malam itu mereka semua bersama-sama tidur di kamar Kyuhyun untuk menjaganya. Siwon tidur di meja belajar, Eeteuk tertidur di sofa dengan Kibum yang tidur di pangkuannya, sedangkan Sungmin tidur dipinggir tempat tidur Kyuhyun.

~

Besok paginya.

“. . . . Nnnggg . . . .” Kyuhyun sadarkan diri.

Mendengar itu Sungmin terbangun dari tidurnya. “Kyunie, kau sudah sadar?” Kata Sungmin dengan semangat. “Eeteuk hyung, Siwon, Bumie bangun. Kyunie sudah sadar!” panggil sungmin sambil mengguncang-guncang tubuh mereka.

“Benarkah!” dengan segera Eeteuk mendekati Kyuhyun, yang kemudian disusul Siwon dan Kibum.

“ . . . hyung . . .” perlahan Kyuhyun membuka matanya.

“Syukurlah kau sudah sadar.” Siwon bernafas lega.

Mata Kyuhyun melihat berkeliling dan melihat keempat hyungnya yang masih tidak bisa menghilangkan raut kecemasan di wajah mereka.

“Hyung mianhe . . . mianhe karena aku tidak cepat pulang . . . mianhe karna telah membuat hyung-hyung khawatir . . . aku tau kalian pasti marah, hukum aku saja hyung. . .” kata Kyuhyun lemah.

“Bodoh siapa yang akan marah padamu.” Eeteuk berkata dengan lembut sambil mengusap kepala Kyuhyun.

“Iya Kyu, kami mana mungkin marah padamu.” Lanjut Siwon.

“Gomawo . . . Hyung, Kenapa aku bisa ada di rumah?” Kata Kyuhyun lagi.

Kemudian Sungmin menjelaskan kepada dongsaeng yang paling disayanginya itu. “Semalam karna sampai jam 9 kau belum pulang juga, kami khawatir sekali. Tidak seperti biasanya jam segitu kau belum pulang. Akhirnya aku, hyung Eeteuk dan siwon pergi mencarimu di game center, tapi disana tidak ada dirimu. Lalu kami mencarimu sepanjang pulang dan pada saat melewati taman kota kami melihat dirimu yang sudah tersungkur tak sadarkan diri disana.”

“Kyunie, kenapa kau bisa tidak sadarkan diri di taman dan babakbelur begitu?” Kibum mulai penasaran.

Kyuhyun hanya terdiam, melihat reaksi adiknya Eeteuk langsung mengerti, lalu berkata “Sudahlah, Kyu sebaiknya kau jangan banyak bicara dulu, kondisimu masih lemah lebih baik sekarang kau istirahat saja.”

Kyuhyun mengangguk pelan menuruti perkataan hyungnya itu. Kyuhyun merasakan perutnya sudah sangat lapar karna sejak kemarin belum terisi makanan, dia berkata lagi pada hyung-hyungnya.

“Hyung . . . aku lapar . . .” dengan wajah yang sangat memelas.

“Oo, aku akan segera masakan bubur ayam terenak untukmu. Tenang saja aku tidak akan lama!” Sungmin berdiri dan segera turun kedapur. Kyuhyun hanya tersenyum simpul dan mengangguk pelan.

~

Kyuhyun menunggu Sungmin yang sedang memasak bubur untuknya, namun dia tertidur kembali. Hari ini Eeteuk harus menjadi MC disebuah acara besar, Siwon sedang melakukan pemotretan di studio miliknya, dan Kibum pergi kuliah. Mereka terpaksa tidak bisa menjaga Kyuhyun, untung saja jadwal Sungmin hari ini sedang kosong jadi dia bisa menjaga Kyuhyun dengan baik.

Sungmin masuk kekamar Kyuhyun dengan membawa semangkuk bubur, segelas air, dan dua botol kecil yang berisi obat dan vitamin. Dilihatnya Kyuhyun sedang tertidur lelap, dengan perasaan tidak tega dia membangunkan adiknya.

“Kyunie . . . bangun. Buburnya sudah matang, kau harus makan sekarang.” Sungmin membangunkannya dengan lembut. Kyuhyun membuka matanya, perlahan Sungmin membantu Kyuhyun duduk bersandar. Sungmin menyuapi adiknya dengan penuh kasih sayang.

“Kyunie minum ini.” Sungmin menyerahkan sebutir obat penambah darah dan suplemen vitamin. “Wajahmu pucat sekali, dan Eeteuk hyung menyuruhku agar kau meminumnya.”

Dengan enggan Kyuhyun meminum obat yang diberikan Hyungnya.

“Sebenarnya apa yang terjadi padamu kemarin?” Ucap Sungmin yang sudah penasaran sejak kemarin, tapi Kyuhyun hanya diam saja. ‘Sepertinya saat ini dia tidak ingin menceritakannya’ pikir Sungmin. “Ya sudahlah, kalau kau tidak ingin menceritakannya. Aku tidak akan memaksamu.”

Kyuhyun bukannya tidak ingin menceritakan kejadian kemarin malam, tapi karna dia takut akan reaksi dari hyung-hyungnya itu. Dulu waktu SMP dia pernah dikerjai oleh para seniornya dan pulang kerumah dalam keadaan basah kuyup. Lalu Kyuhyun menceritakan kejadiannya, setelah itu keempat hyungnya pergi kesekolah mencari informasi tentang siapa senior yang telah berani mengerjai adik mereka. Keesokannya hyung-hyung Kyuhyun menemui senior itu sepulang sekolah, membawanya pergi dengan paksa, lalu menceburkannya di sungai Han sambil mengancam “Jangan pernah berani-beraninya mengganggu Kyuhyun lagi atau kau akan menghadapi kami semua. Araseo?!” Sejak saat itu Kyuhyun tidak berani menceritakan kejadian buruk yang dia alami, takut akan reaksi para hyungnya yang terlalu over protektif.

“Ah,, game console terbaruku . . .” Kyuhyun mengalihkan pembicaraan.

“Kau ini sudah babakbelur seperti ini masih saja memikirkan game consolemu itu.” Kata Sungmin yang tak habis pikir pada adiknya. “Game consolemu itu baik-baik saja didalam tas.” Dia menunjuk kearah sebuah tas ransel milik Kyuhyun.

. . . . to be continued . . . .

Diposkan pada News

Super Junior Leeteuk likes Wondergirls Sunye since 10 years ago

Super Junior Leeteuk mengatakan tentang ingatan nya terhadap Wondergirls Sunye ketika masih duduk di sekolah dasar 10 tahun lalu.

leader Leeteuk dan leader Sunye hadir bersama grup mereka di MBC Yoo Jae Seok – Kim Won Hee Come To Play. Sunye mangatakn pengalaman nya, pada sesi ‘Pertemuan Larut Malam’ di acara ini, Sunye mengatakan dia mendapatkan pesan dengan tulisan ‘apakah kamu ingat sama oppa??’

dengan ini Leeteuk mengatakan ‘pada waktu itu Sunye mengikuti sebuah program audisi, dan saya melihat dia, debut sebagai anggota Wondergirls akhir nya, sejak saat itu saya menjadi fans dia’. ‘setelah sebuah program acara selesai, saya bener2 gugup ketika berpapasan dengan Sunye, sampai saya tdk bisa bernapas ’

dari percakapan ini, terungkaplah jarak umur mereka berdua, Leeteuk waktu itu adalah seorang murid SMA yang menyukai Sunye yang masih duduk di sekolah dasar, LOL. acara ini tayang pada 31 Mei, jam 11.15 malam.