Protected Brother . . . Part 1

Standar

Author By : Shania9ranger

Cast : Cho Kyuhyun, Choi Siwon, Lee Sungmin, Leeteuk, Kim Kibum, Lee Donghae

~o~

Jam pulang sekolah seorang laki-laki bernama Kyuhyun berjalan tertunduk sambil sibuk membaca buku yang dipegangnya dan tidak memperdulikan sekitarnya. Hari ini dia tidak langsung pulang ke rumah karna ada yang ingin di belinya di game center, yaitu game console keluaran terbaru. Kyuhyun sangat suka sekali bermain game, bahkan dia bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk bermain game. Namun dia juga tidak melupakan kewajibannya sebagai pelajar, itu terbukti dari prestasinya di sekolah yang selalu juara di kelas. Kyuhyun telah sampai di depan game center, senyum bahagia menghiasi wajahnya. Dia pun langsung masuk ke tempat yang menurutnya adalah surga dunia itu, menghabiskan waktunya berjam-jam untuk memilih-milih game console yang baru diluncurkan.

Sorry . . . sorry . . . sorry . . . sorry . . .

Nada dering sorry-sorry terlantun, dengan segera dia merogoh saku celananya mengambil handphone yang sejak tadi sudah bergetar-getar.

“Yoboseo . . .” Sambil tetap fokus memilih game yang akan dia beli nanti.

“Kyu, kau dimana? Kenapa sudah sesore ini kau belum pulang juga? Kami semua sudah mengkhawatirkanmu.” kata seseorang diseberang sana. Kyuhyun langsung mengenali suara orang yang menelponnya.

“Oo,, Siwon hyung. Mianhe, aku sedang berada di game center sekarang, sedang memilih game console keluaran terbaru.” Masih tetap sibuk memilih-milih.

“Kau ini suka lupa waktu kalau sudah kesana, cepat pulang! Atau perlu aku menjemputmu sekarang?” Nada kekhawatiran hyungnya terdengar jelas di telinga Kyuhyun.

“Iya sebentar lagi aku pulang. Hyung tidak usah menjemputku, aku bisa pulang sendiri. Lagipula jarak antara game center dan rumah kan tidak begitu jauh.” Kyuhyun mencoba menenangkan hyungnya itu.

“Baiklah kalau begitu, cepat pulang!” tuuuuuuut . . . telpon terputus.

Kyuhyun akhirnya mendapatkan game console yang dicarinya, lalu pergi ke kasir membayar game tersebut. Terlihat sekali pancaran kebahagiaan dan rasa puas di wajahnya setelah mendapatkan game yang selama ini dia inginkan. Dia melihat jam yang ada pada pergelangan tangan kirinya, jarum jam sudah menunjukan pukul setengah 6. ‘Ternyata sudah sesore ini, pantas saja hyung khawatir dan menyuruhku pulang.’ Pikir Kyuhyun dalam benaknya. Dengan segera dia bergegas pulang.

~

Kyuhyun adalah anak bungsu di keluarganya, dia memiliki 4 orang saudara yang semuanya laki-laki. Hyung pertamanya bernama Leeteuk, dia bekerja sebagai seorang penyiar radio dan MC serta presenter di berbagai acara yang di siarkan televisi. Hyung ke duanya bernama Sungmin, dia adalah yang terimut dan termanis diantara hyungnya yang lain. Sungmin bekerja sebagai penyanyi di beberapa café mewah, karena kemampuannya dalam menulis lirik lagu sangat hebat dan dia juga memiliki suara yang indah. Hyungnya yang ketiga bernama siwon, merupakan mahasiswa semester akhir pada jurusan Desain Grafis, dia juga seorang photografer yang sangat berbakat. Siwonlah hyung Kyuhyun yang paling memilki karismatik tertinggi dimata para wanita, wajahnya yang sangat tampan serta postur tubuh yang sangat menawan dengan mudah membuat hati para wanita yang melihat dirinya di buat meleleh. Dan hyungnya yang terakhir bernama Kibum, seorang mahasiswa semester 2 jurusan arsitektur dan sangat menyukai berbagai jenis olahraga. Hyungnya yang satu ini sangat terkenal akan Killer Smilenya, yang membuat semua orang tidak dapat menolak untuk dekat-dekat dengannya. Kyuhyun sendiri saat ini bersekolah di sebuah SMA negri terelit di korea yaitu Yumkwang High School, kelas 2.

~

Dalam perjalanan pulang Kyuhyun merasakan perutnya yang sudah berkonser ria karna kelaparan, dan teringat bahwa sejak tadi siang dia belum makan apa-apa. Dia membayangkan apa yang dimasak Sungmin hyung hari ini, semoga saja makanan kesukaannya pikirnya dalam hati. Hanya tinggal beberapa blok lagi Kyuhyun sampai di rumahnya, namun pada saat dia melewati taman kota ada beberapa anak SMA lain yang tidak dikenal menghalangi langkahnya.

“Hei bocah, kalau mo lewat berikan dulu uangmu?” Seseorang yang berbadan paling besar dia antara yang lain, lalu menarik kerah baju Kyuhyun.

Dengan cueknya Kyuhyun berkata “Aku tidak punya uang.” Sambil berusaha melepaskan kerah bajunya.

“Berani-beraninya kau melawan kami hah?!” Anak yang lain maju sambil menunjuk-nunjuk kearah dada Kyuhyun.

Kyuhyun sangat tidak suka akan sikap anak-anak nakal tersebut, tapi dia juga malas meladeni mereka. “Aku sungguh tidak memiliki uang, jadi biarkan aku pulang sekarang.” Dia ucapkan dengan ketusnya.

“Dasar bocah tengik, kau mo cari mati ya!” Kyuhyun didorong hingga terjatuh, tapi dia tetap berusaha bersikap tenang dan berjalan menghiraukan mereka. Setelah beberapa langkah, tiba-tiba salah seorang dari mereka memukul wajah Kyuhyun. Kini kesabarannya telah habis dan dia sudah tidak memikirkan apapun lagi bahkan kesehatannya. Kyuhyun balik menghajar mereka, walaupun jumlah mereka lebih banyak tapi Kyuhyun bukanlah laki-laki yang lemah. Pada saat dia hendak memukul anak yang berbadan besar, Kyuhyun mulai merasakan kepalanya pusing. Kakinya tidak mampu menopang tubuhnya, sudah tidak ada tenaga yang tersisa pada dirinya. Pandangannya berubah menjadi gelap, dalam hitungan detik Kyuhyun sudah tersungkur di tanah. Anak-anak nakal yang berkelahi dengannya tadi terlihat kaget, dan mereka meninggalkan Kyuhyun begitu saja.

~

Eeteuk terus melihat ke arah jam yang tergantung di dinding, “Sudah jam 8. Kemana saja dia sampai jam segini belum juga pulang?” desahnya kepada adik-adiknya. Sungmin terus saja berjalan mondar-mandir kaya gosokkan. Siwon yang sifatnya paling dewasa tetap berusaha tenang, walaupun dikeningnya terpancar rasa kekhawatiran. Dan Kibum terus berusaha menghubungi handphone dongsaengnya itu, namun tetap tidak ada jawaban.

“Siwon, tadi Kyunie bilang apa waktu kau menyuruhnya pulang?” Tanya Sungmin yang sudah tidak bisa diam. Kyunie adalah panggilan sayang Sungmin terhadap Kyuhyun.

“Dia hanya bilang akan secepatnya pulang hyung. Waktu aku katakan akan menjemputnya, dia bilang bisa pulang sendiri.” Jawab Siwon tetap tenang.

“Kemana anak ini . . . ?” Eeteuk tidak henti-hentinya memandangi jam.

“Hyung, handphonenya juga tidak diangkat-angkat oleh Kyuhyun.” Sela Kibum.

“Eeteuk hyung, aku akan mencarinya.” Sungmin yang sudah bersiap-siap mengambil kunci mobilnya. “Aku ikut!” kata Eeteuk dan Siwon secara bersamaan. “Bumie, kau disini saja jaga rumah.” Lanjut Eeteuk. Kibum hanya mengangguk cepat.

Mereka bertiga mulai mencari Kyuhyun, Sungmin menyetirkan mobilnya dengan cepat menuju game center. Mereka beranggapan bahwa Kyuhyun mungkin masih berada disana, tapi sesampainya di game center tidak ada tanda-tanda keberadaan Kyuhyun. Kemudian mereka melanjutkan kembali pencarian di sepanjang jalan, Sungmin kini menyetirkan mobilnya perlahan, sedangkan Eeteuk dan Siwon melihat kanan kiri jalan.

Pada saat mobil mereka melewati taman kota, dengan samar-samar Siwon melihat sosok seseorang yang tidak asing baginya. “Itu Kyuhyun !!!” pekiknya sehingga membuat hyung-hyungnya kaget. Sungmin menghentikan mobilnya, Eeteuk dan Siwon segera berhambur menuju sosok Kyuhyun yang kemudian disusul Sungmin.

“Benar, itu Kyunie!” Teriakan Sungmin mulai panik. Mereka semua berlari kearah Kyuhyun dengan cepat.

Eeteuk langsung memangku tubuh adiknya yang tak sadarkan diri dan penuh dengan luka memar. “Kyuhyun!!!   Kyuhyun!!!   Kyuhyun bangun . . . !” Tapi tidak ada reaksi apapun dari Kyuhyun.

“Hyung, wajah Kyuhyun pucat sekali sebaiknya cepat kita bawa pulang.” Seru Siwon sambil bersiap menggendong adiknya. Dengan perlahan Kyuhyun di masukkan kedalam mobil, mereka pun segera pulang.

“Hyung, ada apa dengan Kyuhyun?! Kenapa wajahnya penuh dengan luka memar seperti ini?!” Kibum yang panik saat membuka pintu dan dilihatnya kondisi adiknya yang sudah tidak sadarkan diri.

“Nanti saja penjelasannya.” Eeteuk tidak menghiraukan pertanyaan Kibum. “Siwon cepat bawa Kyu kekamarnya!” setengah berlari. “Sungmin, Kibum, tolong bawakan air hangat serta handuk kecil dan kotak obat ke atas.” Komando Eeteuk memberi perintah kepada adik-adiknya.

Mereka semua dengan kompak mengganti baju Kyuhyun dan mengobati luka-lukanya.

“Hyung, apa tidak sebaiknya kita bawa dia ke rumah sakit?” Tanya Sungmin kepada Leeteuk.

“Kau tau kan kalau Kyuhyun paling malas dengan yang namanya rumah sakit.” Jawab Eeteuk sambil mengobati luka di jari adiknya.

“Tapi hyung, aku mengkhawatirkan keadaannya.” Kibum yang sejak tadi diam kini angkat bicara.

“Kita lihat dulu keadaannya besok.” Eeteuk berusaha tetap tenang.

Malam itu mereka semua bersama-sama tidur di kamar Kyuhyun untuk menjaganya. Siwon tidur di meja belajar, Eeteuk tertidur di sofa dengan Kibum yang tidur di pangkuannya, sedangkan Sungmin tidur dipinggir tempat tidur Kyuhyun.

~

Besok paginya.

“. . . . Nnnggg . . . .” Kyuhyun sadarkan diri.

Mendengar itu Sungmin terbangun dari tidurnya. “Kyunie, kau sudah sadar?” Kata Sungmin dengan semangat. “Eeteuk hyung, Siwon, Bumie bangun. Kyunie sudah sadar!” panggil sungmin sambil mengguncang-guncang tubuh mereka.

“Benarkah!” dengan segera Eeteuk mendekati Kyuhyun, yang kemudian disusul Siwon dan Kibum.

“ . . . hyung . . .” perlahan Kyuhyun membuka matanya.

“Syukurlah kau sudah sadar.” Siwon bernafas lega.

Mata Kyuhyun melihat berkeliling dan melihat keempat hyungnya yang masih tidak bisa menghilangkan raut kecemasan di wajah mereka.

“Hyung mianhe . . . mianhe karena aku tidak cepat pulang . . . mianhe karna telah membuat hyung-hyung khawatir . . . aku tau kalian pasti marah, hukum aku saja hyung. . .” kata Kyuhyun lemah.

“Bodoh siapa yang akan marah padamu.” Eeteuk berkata dengan lembut sambil mengusap kepala Kyuhyun.

“Iya Kyu, kami mana mungkin marah padamu.” Lanjut Siwon.

“Gomawo . . . Hyung, Kenapa aku bisa ada di rumah?” Kata Kyuhyun lagi.

Kemudian Sungmin menjelaskan kepada dongsaeng yang paling disayanginya itu. “Semalam karna sampai jam 9 kau belum pulang juga, kami khawatir sekali. Tidak seperti biasanya jam segitu kau belum pulang. Akhirnya aku, hyung Eeteuk dan siwon pergi mencarimu di game center, tapi disana tidak ada dirimu. Lalu kami mencarimu sepanjang pulang dan pada saat melewati taman kota kami melihat dirimu yang sudah tersungkur tak sadarkan diri disana.”

“Kyunie, kenapa kau bisa tidak sadarkan diri di taman dan babakbelur begitu?” Kibum mulai penasaran.

Kyuhyun hanya terdiam, melihat reaksi adiknya Eeteuk langsung mengerti, lalu berkata “Sudahlah, Kyu sebaiknya kau jangan banyak bicara dulu, kondisimu masih lemah lebih baik sekarang kau istirahat saja.”

Kyuhyun mengangguk pelan menuruti perkataan hyungnya itu. Kyuhyun merasakan perutnya sudah sangat lapar karna sejak kemarin belum terisi makanan, dia berkata lagi pada hyung-hyungnya.

“Hyung . . . aku lapar . . .” dengan wajah yang sangat memelas.

“Oo, aku akan segera masakan bubur ayam terenak untukmu. Tenang saja aku tidak akan lama!” Sungmin berdiri dan segera turun kedapur. Kyuhyun hanya tersenyum simpul dan mengangguk pelan.

~

Kyuhyun menunggu Sungmin yang sedang memasak bubur untuknya, namun dia tertidur kembali. Hari ini Eeteuk harus menjadi MC disebuah acara besar, Siwon sedang melakukan pemotretan di studio miliknya, dan Kibum pergi kuliah. Mereka terpaksa tidak bisa menjaga Kyuhyun, untung saja jadwal Sungmin hari ini sedang kosong jadi dia bisa menjaga Kyuhyun dengan baik.

Sungmin masuk kekamar Kyuhyun dengan membawa semangkuk bubur, segelas air, dan dua botol kecil yang berisi obat dan vitamin. Dilihatnya Kyuhyun sedang tertidur lelap, dengan perasaan tidak tega dia membangunkan adiknya.

“Kyunie . . . bangun. Buburnya sudah matang, kau harus makan sekarang.” Sungmin membangunkannya dengan lembut. Kyuhyun membuka matanya, perlahan Sungmin membantu Kyuhyun duduk bersandar. Sungmin menyuapi adiknya dengan penuh kasih sayang.

“Kyunie minum ini.” Sungmin menyerahkan sebutir obat penambah darah dan suplemen vitamin. “Wajahmu pucat sekali, dan Eeteuk hyung menyuruhku agar kau meminumnya.”

Dengan enggan Kyuhyun meminum obat yang diberikan Hyungnya.

“Sebenarnya apa yang terjadi padamu kemarin?” Ucap Sungmin yang sudah penasaran sejak kemarin, tapi Kyuhyun hanya diam saja. ‘Sepertinya saat ini dia tidak ingin menceritakannya’ pikir Sungmin. “Ya sudahlah, kalau kau tidak ingin menceritakannya. Aku tidak akan memaksamu.”

Kyuhyun bukannya tidak ingin menceritakan kejadian kemarin malam, tapi karna dia takut akan reaksi dari hyung-hyungnya itu. Dulu waktu SMP dia pernah dikerjai oleh para seniornya dan pulang kerumah dalam keadaan basah kuyup. Lalu Kyuhyun menceritakan kejadiannya, setelah itu keempat hyungnya pergi kesekolah mencari informasi tentang siapa senior yang telah berani mengerjai adik mereka. Keesokannya hyung-hyung Kyuhyun menemui senior itu sepulang sekolah, membawanya pergi dengan paksa, lalu menceburkannya di sungai Han sambil mengancam “Jangan pernah berani-beraninya mengganggu Kyuhyun lagi atau kau akan menghadapi kami semua. Araseo?!” Sejak saat itu Kyuhyun tidak berani menceritakan kejadian buruk yang dia alami, takut akan reaksi para hyungnya yang terlalu over protektif.

“Ah,, game console terbaruku . . .” Kyuhyun mengalihkan pembicaraan.

“Kau ini sudah babakbelur seperti ini masih saja memikirkan game consolemu itu.” Kata Sungmin yang tak habis pikir pada adiknya. “Game consolemu itu baik-baik saja didalam tas.” Dia menunjuk kearah sebuah tas ransel milik Kyuhyun.

. . . . to be continued . . . .

3 responses »

  1. chingu saya reader baru boleh saya minta pw nya..
    tapi boleh dikirim lewat fb saya saja di:Salamun Muchtar Lubis ya..
    gomawo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s