Protected Brother . . . Part 2

Standar

Author By : Shania9ranger

Cast : Cho Kyuhyun, Choi Siwon, Lee Sungmin, Leeteuk, Kim Kibum, Lee Donghae

~o~

Sudah seminggu ini Kyuhyun tidak masuk sekolah karna para hyungnya yang melarang, padahal dirinya sudah merasa baik-baik saja, luka-luka di tubuh Kyuhyun pun sudah sembuh. Bukan tanpa sebab hyung-hyungnya terlalu berlebihan mencemaskan dia, tapi di antara mereka memang hanya Kyuhyunlah yang memiliki tubuh lemah dan rentan akan penyakit. Sejak kecil Kyuhyun sudah sering sakit-sakitan dan mengidap Anemia, yaitu penyakit kurang darah yang membuat si penderitanya menjadi lemas, dan akan merasa pusing jika kelelahan. Wajah penderita Anemia akan terlihat sangat pucat bila tidak meminum obat penambah darahnya setiap hari. Olehkarna itu keempat hyungnya sangat menjaga Kyuhyun.

Orang tua mereka sudah bercerai sejak Kyuhyun kelas 5 SD. Saat itu Appa dan Umma mereka berselisih memperebutkan hak asuh anak. Terutama Umma yang ingin sekali membawa Kyuhyun untuk tinggal bersama dengan dirinya, namun hal itu tidak terjadi karena ikatan persaudaraan mereka sangat kuat. Mereka tidak ingin dipisahkan satu sama lain, lalu memilih untuk tetap tinggal di korea dan tidak ikut siapa pun baik Appa atau Umma mereka. Pada awalnya kedua orang tua mereka tidak mengizinkannya, setelah melihat kegigihan anak-anak untuk tetap bersama-sama akhirnya orang tua mereka pun mengizinkan. Umma mereka yang sudah lama mempunyai impian untuk bisa berkeliling dunia, setelah bercerai dia melakukan perjalanan keliling dunianya. Sedangkan Appa mereka yang seorang pengusahawan terkenal akan sahamnya yang tersebar diseluruh dunia, lebih memilih fokus pada kerjaannya di London.

Walaupun tanpa orang tua, mereka bisa hidup bahagia, saling menjaga dan menyayangi satu sama lain. Setiap bulan Appa dan Umma mereka selalu mentransfer uang cukup banyak, agar dapat memenuhi kebutuhan anak-anaknya dengan mewah. Tapi mereka tidak mau hidup mewah dan menghambur-hamburkan uang begitu saja. Uang itu mereka simpan dalam tabungan dan hanya menggunakannya jika butuh dan terdesak. Mereka sudah cukup bahagia dengan hidup sederhana.

~

Hari ini Kyuhyun sudah diizinkan hyung-hyungnya untuk masuk sekolah lagi, setelah satu minggu lamanya istirahat dirumah. Siwon mengantar Kyuhyun sampai didepan sekolah.

“Kyu, ingat kalau ada apa-apa atau kau merasa pusing hubungi kami, araseo?” Titah Siwon mengingatkan adiknya.

“Ne..” Kyuhyun hanya menganggukkan kepalanya.

“O,,satu lagi. Pulang sekolah nanti kau akan di jemput oleh salah satu dari kami.” Siwon hampir lupa menyampaikannya pada Kyuhyun.

“Siwon hyung. . . aku kan sudah besar, aku bisa pulang sendiri ko.” Rengek Kyuhyun pada hyungnya itu.

“Andwae! Ingat terakhir mengatakan hal itu, kau tidak sadarkan diri ditaman dengan luka disekujur tubuh.” Siwon menunjuk bekas luka dikening Kyuhyun. “Olehkarna itu kami tidak akan membiarkan hal yang serupa terjadi lagi. Cobalah mengerti perasaan kami sebagai hyungmu yang tidak ingin hal buruk terjadi pada dongsaeng tersanyangnya.” Wajah Siwon berubah sedih.

“Aku tau karna kejadian kemarin aku sudah membuat hyung-hyung bersedih. Hyung mianhe. . . ” Kyuhyun hanya bisa menundukkan kepalanya sekarang sebagai tanda menyesal.

“Sudah-sudah, masuk sana nanti keburu bell.” Siwon menyudahi pembicaraan sambil tersenyum dan mengelus kepala Kyuhyun ketika melihat wajah penyesalan adiknya. Lalu Kyuhyun keluar dari mobil dan segera masuk ke dalam gerbang sekolahnya.

Kyuhyun berjalan menuju kelasnya dengan cuek tanpa memperdulikan banyaknya pasang mata yang memperhatikan dirinya. Gadis-gadis di sekolahnya sangat terkagum-kagum oleh ketampanan serta kepandaiannya. Di sekolah Kyuhyun selalu menjadi inceran mereka, bahkan ada diantara mereka yang membentuk fans club khusus para penggemar Kyuhyun. Sedangkan anak laki-laki yang lain menmandang Kyuhyun dengan sinis, iri dan sebal padanya, karena semua gadis di sekolah hanya memandang dirinya.

Sesampainya di kelas dia melihat Donghae yang sedang asik mendengarkan musik dari earphonenya. Kyuhyun menepuk bahu sahabatnya itu. Donghae membalikan badan dan langsung tersenyum lebar melihat Kyuhyun yang berdiri dihadapannya. Lee Donghae adalah satu-satunya orang yang dianggap sahabat oleh Kyuhyun di sekolah. Dia lumayan tampan, ramah, dan pembawaannya selalu ceria, dengan sifanya yang seperti itu dia mudah sekali mendapatkan pacar. Doanghae bukanlah berasal dari keluarga kaya, sehabis pulang sekolah dia harus membantu ayahnya di toko. Mereka sudah bersahabat sejak masuk di sekolah ini.

“Kyu! Akhirnya kau masuk sekolah lagi.” Wajah donghae tampak berseri-seri karna sudah satu minggu ini Kyuhyun tidak masuk sekolah. “Kau tau aku merasa sangat kesepian, soalnya tidak ada yang cerewet mengajariku Matematika.” Dia lalu hendak memeluk Kyuhyun, tapi Kyuhyun segera menghindar.

“Dasar Kau ini, aku tidak cerewet! Justru kaulah yang cerewet minta diajarin terus, kau kan babo dalam matematika.” Ujar Kyuhyun dengan nada agak ketus.

Donghae hanya tersenyum mendengar sahabatnya itu.

“Kyu gwaenchanayo? bagaimana dengan luka-lukamu?” Donghae memperhatikan sahabatnya itu dengan seksama.

“Ne, gwaenchana.”

“Mianhe aku tidak sempat menjengukmu, kau kan tau sehabis pulang sekolah aku harus membantu ayah bekerja.” Kepala Donghae tertunduk lemas.

“Hal itu tidak usah kau pikirkan, lagipula aku tidak apa-apa hanya luka-luka ringan. Ayo duduk!” ajak Kyuhyun menuju kursi mereka.

Meja Kyuhyun tepat berada di belakang meja Donghae. Kyuhyun duduk menghadap jendela yang terbuka, ketika hendak mengeluarkan bukunya dia bingung melihat sebuah tas manis berwarna pink di kursi sebelahnya.

“Tas ini milik siapa?” Tanya Kyuhyun pada Donghae.

“Oh, tas itu milik Park Minji. Dia murid pindahan karna mendapat beasiswa dari sekolah kita, dan Shindong Songsaengnim menyuruhnya untuk duduk disitu soalnya sudah tidak ada bangku kosong lainnya lagi.” Jawab Donghae. “Mian,,. aku lupa ngasih tau kamu.”

“Sejak kapan dia pindah kesini?” Tanya Kyuhyun yang agak penasaran.

“Sudah empat hari yang lalu. Kau tidak usah khawatir, dia anaknya baik dan manis ko.” Donghae berusaha menenangkan sahabatnya.

Selama ini Kyuhyun sudah terbiasa duduk sendirian di kelasnya, jadi dia agak tidak rela jika harus berbagi meja dengan seseorang apalagi seorang gadis. Baginya anak perempuan itu merepotkan, cerewet, tukang gosip, dan menyebalkan. Itu kesimpulan yang dia ambil dari pengalamannya di kejar-kejar makhluk yang bernama perempuan.

“Itu dia.” Donghae menunjuk seorang gadis yang sedang berjalan dan tersenyum kearah mereka.

Gadis yang cantik, tingginya kira-kira 165cm. Rambut ikalnya sebahu membuat dia tampak manis dan imut. Kulitnya putih namun terlihat segar. Gaya jalan yang anggun dan mempesona. Dia memiliki wajah yang memancarkan kelembutan, serta senyumannya terlihat tulus membuat orang disekitarnya merasakan kenyamanan. Kyuhyun sesaat terpesona melihatnya namun buru-buru memalingkan wajah dari makhluk cantik itu. Baginya semua perempuan sama saja, hanya penampilannya saja yang baik tapi hatinya belum tentu sebaik penampilannya.

“Annyonghaseo Minji-ssi!” Sapa Donghae kepada gadis itu dengan senyum khasnya.

“Ne, annyong Donghae-ssi.” Minji balik menyapa Donghae. “Tangsinun. . . Kyuhyun-ssi imnida?!” Tanya gadis itu kepada Kyuhyun, lalu dia memperkenalkan namanya. “Cheirumun Park Minji-imnida, Aku murid pindahan dari Pulau Jeju, dan akan menjadi teman sebangkumu sekarang. Salam kenal!” Dengan tersenyum ramah Minji mengulurkan tangan kanannya untuk berjabatan. Tapi Kyuhyun dengan cuek tidak menggubris uluran tangan Minji, dia malah memalingkan wajah dengan malas menghadap ke jendela.

Minji agak kaget dengan reaksi Kyuhyun terhadap dirinya, dia pikir Kyuhyun akan sama seperti laki-laki kebanyakan yang tidak pernah menolak senyumannya. Walau sikap teman sebangkunya seperti itu, Minji tidak ambil pusing dan tanpa ragu duduk di samping Kyuhyun.

~

Jam istirahat tiba, beberapa murid langsung mengeluarkan bekal makanan mereka dan sebagiannya lagi pergi ke kantin. Minji adalah gadis yang supel dan ramah, jadi mudah baginya untuk beradaptasi di kelas. Beberapa murid perempuan mengajak Minji untuk makan bekal bersama, tapi dia menolak karna tidak membawa bekal seperti yang lain. Lalu Minji beranjak pergi dari kursinya keluar kelas.

Donghae mengajak Kyuhyun untuk makan di kantin. Berjalan di sepanjang koridor sekolah, secara kebetulan mereka bertemu dengan Hankyung sunbae, dia adalah kapten tim basket sekolah yang terkenal akan kelincahan gerakannya dilapangan.

“Kebetulan bertemu kalian disini, aku baru saja akan mencarimu Donghae.” Hankyung berjalan mendekati mereka.

“Ada perlu apa hyung?” Tanya Donghae.

“Aku hanya ingin memberitahumu latihan malam ini di batalkan, karna aku ada urusan mendadak. Sebagai gantinya sore ini kita latihan sehabis pulang sekolah.” Hankyung memberitahu perubahan jadwal latihan basket mereka.

“Tapi hyung aku harus membantu ayah di Toko.” Kata Donghae.

“Kau tenang saja hari ini latihan tidak akan lama, hanya membahas sedikit teknik-teknik baru.”  Jelas Hankyung kepada Donghae.

“Baiklah kalau begitu.” Dengan segera Donghae menyetujuinya.

“Kyu, kau seharusnya masuk club basket kami. Ku lihat kau memiliki bakat menjadi seorang pemain basket profesional.” Tawar Hankyung yang kini beralih kepada Kyuhyun.

“Aku memang ingin sekali masuk club basketmu hyung, tapi pasti hyung-hyungku tidak akan mengijinkannya.” Kyuhyun menghela nafas panjang dengan agak sedikit penyesalan.

“Begitu ya, sayang sekali.” Hankyung menepuk-nepuk bahu Kyuhyun. “Baiklah kalau begitu aku harus pergi meninggalkan kalian, kepala sekolah sedang menungguku.” Hankyung berpamitan kepada keduanya lalu pergi.

Di kantin mereka memesan makanan dan lebih memilih meja yang ada di pojok ruangan untuk menyantap makanan mereka. Keduanya ngobrol banyak hal dengan asik, sampai akhirnya Donghae mengganti topik membicarakan tentang Minji.

“Kemana dia, kenapa disini juga tidak ada?” Donghae berkata sambil mencari-cari sosok seseorang.

“Nuguseyo?” Kyuhyun penasaran dan matanya ikut mencari.

“Park Minji.” Dengan polosnya Donghae menjawab pertanyaan Kyuhyun.

“Aissh. . . Ku pikir siapa. Kau suka ya padanya?” Kyuhyun jadi agak sebal mendengarnya.

“Ani… aniyo. Aku hanya heran dia seperti ditelan bumi setiap jam istirahat.” Bantah Donghae yang kini asik memainkan sendok di mulutnya.

“Jangan mengelak. Kau pasti suka kan padanya?” Kyuhyun tetap pada tuduhannya.

“Sungguh, aku hanya penasaran padanya yang selalu menghilang pada jam istirahat.” Donghae berusaha menjelaskan pada sahabatnya.

Kyuhyun hanya terdiam dan tidak merespon apa-apa, dia hanya sibuk menyantap makanannya dengan lahap. Setelah selesai makan mereka kembali kekelas, disana sudah ada Minji yang sedang membaca sebuah komik.

‘Hari ini pelajaran di sekolah berakhir dengan membosankan’ pikir Kyuhyun setelah bell pulang sekolah berdering. Donghae yang terlihat terburu-buru segera meninggalkan Kyuhyun sambil berkata “Kyu, catatan Sejarahmu aku pinjam dulu ya!” kemudian dia melesat cepat menuju lapangan basket. Tidak lama Minji pun sudah bersiap untuk pulang “Kyuhyun-ssi aku juga duluan ya, sampai jumpa.” Gadis itu tersenyum.

Kyuhyun tetap bersikap dingin padanya, bahkan dia seperti pura-pura tak medengarkan perkataan Minji. ‘Memangnya dia pikir aku ini siapanya, kenapa harus berpamitan kepadaku.’ pikir Kyuhyun sambil menyumpal telingannya dengan earphonenya.

~

Saat di depan gerbang sekolah Kyuhyun melihat hyungnya yang sudah menunggu dengan setia, kali ini Kibum yang menjemputnya. Dari kejauhan Kibum sudah melambaikan tangan lalu tersenyum. Setiap gadis yang melewatinya terpesona dengan sosok Kibum, hal itu terlihat jelas sekali di kening mereka.

“Kyu, akhirnya kau keluar juga.” Kibum masih tetap dengan senyuman mautnya.

“Hyung sudah lama menungguku?” Kyuhyun yang setengah berlari menghampiri hyungnya.

“Lumayan, sudah sekitar 30 menit yang lalu.” Kata Kibum sambil melihat jam pada pergelangan tangan kirinya.

“Mianhe, tadi aku harus mencatat pelajaran Sejarah dulu.” Kyuhyun mencoba menjelaskan keterlambatanya meninggalkan kelas.

“Gwaenchana, lagi pula jadwal kuliahku sedang tidak padat hari ini” Kibum berkata dengan lembut. “Ayo pulang! Yang lain pasti sudah menunggu kita di rumah.” Kemudian mereka memasuki mobil sedan berwarna hitam.

Di jalan Kyuhyun melihat sosok seseorang yang dikenalnya sedang mengayuh sepeda, dilihatnya Minji yang sedang menikmati perjalanannya dengan bersepeda dan sesekali tersenyum melihat sesuatu yang menarik perhatiannya. Tanpa sadar Kyuhyun tersenyum dan terus memperhatikan gadis itu, sampai akhirnya sosok Minji menghilang setelah berbelok kearah yang berlawanan.

~

Kakak beradik tersebut sampai di rumah. “Kami pulang…!”

Sungmin yang masih mengenakan celemek menyambut kedatangan mereka, “Kalian sudah pulang, aku sudah siapkan makanan enak untuk kalian.”

“Hyung kau memang hebat, aku memang sudah lapar sekali.” Kibum langsung berlari menuju meja makan yang kemudian disusul Kyuhyun dan Sungmin.

“Eeteuk hyung dan Siwon hyung mana?” Kyuhyun bertanya pada Sungmin.

“Hari ini Siwon akan pulang telat, dia sibuk dengan pemotretan sebuah iklan. Dan Eeteuk hyung belum pulang, mungkin masih berada di kantornya.” Ujar Sungmin sambil merapikan dapur.

Kibum langsung menyerbu makanan yang ada dihadapannya, “Wah,,mashida!!!”

“Aissh. . . cara makanmu seperti orang yang 3 hari tidak makan saja.” Tapi Kibum tidak mendengarkan perkataan Sungmin dan makin merajalela melahap makanannya. “Ya! Pelan-pelan makannya nanti kau tersedak.”

TIIING . . . TOONG . . .

Bell rumah mereka berbunyi, sungmin bergegas kepintu depan menemui si penekan bell. Beberapa menit kemudian seorang wanita masuk bersamaan dengan Sungmin dan langsung menyapa Kibum yang sedang makan.

‘Hah.. Mak Lampir itu lagi.’ Desah Kyuhyun setelah melihat wanita itu. Diam-diam dia melangkahkan kakinya menuju tangga untuk melarikan diri dari tempat itu, namun usahanya gagal ketika wanita tersebut melihat Kyuhyun.

“Akh… Kyu, aku rindu sekali padamu!!!” Jeritnya sambil  berlari kearah Kyuhyun dan berusaha memeluknya. Kyuhyun tidak dapat lagi menghindar dari cengkraman Mak Lampir, dia kesal dan hanya bisa membiarkan tubuhnya dipeluk-peluk.

“Bagaimana sekolahmu hari ini? Pasti menyenangkan!” Ujar wanita itu dengan penuh semangat. Kyuhyun mengangguk dan memasang senyum palsu yang dipaksakan. “Mmmm,, kau cute sekali!!!” Kali ini wanita tersebut menyubit pipi Kyuhyun dengan gemasnya. Lalu dia tersenyum memamerkan gigi putihnya tanpa merasa bersalah telah mencubit pipi Kyuhyun hingga merah.

“Oh iya, aku bawakan ini untukmu.” Dia menyerahkan bungkusan besar kepada Kyuhyun.

“Apa ini?” Ujar Kyuhyun dengan malas.

“Kue buatanku, aku khusus buatkan untukmu. Dimakan ya?” Sambil mengedipkan matanya dengan genit.

“Ne,, Kamsahamnida.” Kyuhyun mengambil bungkusan itu dan menyerahkan pada hyungnya. Kedua hyungnya kini sibuk membuka bungkusan, melihat kagum isinya yang merupakan kue Tar berlapis coklat. Tanpa permisi pada si pembuat kue, keduanya langsung menyantapnya.

“Kyunie, kau harus makan kue ini. Rasanya enak sekali!” Mulut Sungmin kini sudah dipenuhi dengan kue.

“Nanti saja hyung.” Kata Kyuhyun dengan cueknya.

Wanita itu bernama Jessica, dia adalah kekasih Eeteuk. Mereka sudah berpacaran sejak 3 bulan yang lalu, sejak itu pulalah dia jadi sering kerumah Eeteuk, walaupun Eeteuk tidak ada dirumah. Jessica memang cantik dan memiliki tubuh yang luar biasa indah bagai boneka Barbie, tapi sifatnya yang bawel, berisik, manja, tidak tau malu dan suka mencari-cari perhatian membuat Kyuhyun sangat tidak menyukainya. Bahkan Kyuhyun menjulukinya dengan sebutan ‘Mak Lampir’. Kyuhyun selalu tidak habis pikir ‘Apa yang dilihat Eeteuk hyung dari Mak Lampir itu sampai mau memacarinya?’

“Nonna, aku mau kekamar dulu. Capek. . .” Akhirnya Kyuhyun mendapatkan alasan untuk meninggalkan Jessica.

“Kau capek ya? Kalau begitu cepat istirahatlah, nanti kau sakit.” Ujar Jessica dengan penuh perhatian. Kyuhyun pergi meninggalkannya begitu saja menaiki anak tangga menuju kamarnya.

“Akhirnya bisa menghindar juga dari Mak Lampir.” Kyuhyun kini berada dikamar, meletakkan tasnya diatas meja belajar. Lalu menghempaskan tubuhnya sendiri diatas kasur yang empuk. Dia mengambil handphone yang ada disaku celana, memeriksa apakah ada yang mengSMS dirinya setelah itu meletakannya kembali di meja. Angin yang berhembus perlahan dari jendela membuat Kyuhyun memejamkan matanya dan tertidur lelap.

. . . . to be continued . . . .

5 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s