Protected Brother . . . Part 3

Standar

Author By : Shania9ranger

Cast : Cho Kyuhyun, Choi Siwon, Lee Sungmin, Leeteuk, Kim Kibum, Lee Donghae

~o~

Kyuhyun terbangun setelah mendengar keramaian yang terdengar dari bawah, dia melihat kearah jam ternyata sudah jam 7 malam. “Lama juga aku tertidur.” Sambil mengucek matanya. Kyuhyun segera mengganti pakaiannya karena tadi dia tertidur masih mengenakan pakaian seragam sekolah. Di bawah terdengar ramai sekali, Kyuhyun segera keluar kamar untuk melihat apa yang terjadi.

Dilihatnya Kibum dan Henry yang sedang asik bermain game X-box console diruang keluarga.

“Kyu, kau sudah bangun.” Sapa Eeteuk yang saat itu sedang duduk bersantai disalah satu sofa panjang.

“Hyung, kenapa tidak membangunkan aku?” Kyuhyun menuruni anak tangga sambil mengucek matanya.

“Kau tidur nyenyak sekali, kami tidak tega membangunkanmu.” Eeteuk tampak wibawa.

“Ya! Kau kalah lagi Kibum hyung.” Henry tersenyum penuh kemenangan pada Kibum.

“Aiiiissshh. . . kenapa hari ini aku kalah terus darimu?” Dengan agak kesal Kibum berdiri. “Kita berhenti mainnya, aku sudah lelah.” Ujar Kibum sambil pergi meninggalkan Henry, lalu ke dapur mencari cemilan.

“Henry sudah malam, kau harus pulang sekarang. Nanti hyungmu Ryeowook mencemaskanmu.” Eeteuk menyuruh Henry untuk segera pulang.

“Hyungku tidak akan cemas karna dia tidak sayang padaku seperti Eeteuk hyung menyayangi dongsaeng-dongsaengnya.” Dengan entengnya Henry mengatakan hal itu.

“Jangan berkata seperti itu, setauku Ryeowook juga sangat menyayangi dirimu. Sudah sana pulang..” Eeteuk masih berusaha membujuk Henry.

“Baiklah aku pulang . . .” Kata Henry dengan malas, lalu pergi berpamitan. “Aku pulang dulu ya hyung. Besok aku akan kesini lagi untuk menantang dirimu, Kyuhyun-ah.” Tantang Henry sambil menunjuk kearah Kyuhyun yang baru saja turun dari tangga, Kyuhyun hanya membalasnya dengan tersenyum tanda setuju.

Henry adalah tetangga sebelah rumah Kyuhyun. Dia sering main ke rumah Kyuhyun, terutama saat dirinya bertengkar dengan hyungnya Ryeowook. Mereka adalah kakak-adik yang sangat aneh, setiap harinya selalu bertengkar walaupun terkadang masalahnya sepele. Oleh sebab itu Henry selalu merasa iri pada Kyuhyun karna memiliki hyung-hyung yang pengertian dan sangat sayang padanya.

“Kyu, kau belum makan sejak sore tadi kan?” Tanya Eeteuk pada Kyuhyun yang saat ini sedang menonton tv.

“Aku tidak lapar hyung.” Dia menjawab tanpa menoleh ke arah hyungnya.

Mendengar perkataan dongsaengnya, Eeteuk segera pergi ke dapur dan kembali dengan sepiring makanan di tangannya. Dia duduk disamping Kyuhyun, tanpa ada aba-aba terlebih dahulu kepada dongsaengnya, dia melayangkan sendok yang berisi nasi dan lauk ke mulut Kyuhyun.

“Hyung, aku tidak lapar . . .” Kyuhyun menolaknya dengan cepat. “Lagipula aku bukan anak kecil lagi yang masih harus disuapi.” Rengek Kyuhyun pada hyungnya itu.

“Andwae, kau harus makan! Ayo aaaaaa. . . “ Tegas Eeteuk memaksa. Kyuhyun hanya bisa pasrah menuruti hyungnya yang satu ini, sebab jika Kyuhyun tidak menurut maka Eeteuk akan menangis dan menganggap dirinya telah gagal dalam menjaga dan merawat dongsaengnya.

Keramaian tadi kini berubah jadi kesunyian, yang terdengar hanya suara televisi. Kibum sudah masuk kamarnya sejak tadi, Eeteuk tetap fokus menyuapi Kyuhyun, Siwon belum pulang, dan Sungmin sudah pergi ke Café tempatnya bekerja sebagai penyanyi.

Seusai Eeteuk menyuapi Kyuhyun, Kyuhyun beranjak dari tempat duduknya hendak meninggalkan hyungnya. “Hyung, aku mau masuk ke kamar.”

“Baiklah, kau jangan tidur malam-malam ya.” Ujar Eeteuk sambil mengecup kening Kyuhyun.

~

Di kamar Kyuhyun melihat jam weker yang terletak diatas meja kecil sebelah tempat tidurnya, jam menunjukkan pukul 10 malam. Setelah itu dia mengambil PSPnya di laci, sambil tiduran dia memainkannya dengan asik. Tidak lama ponselnya berdering.

Sorry . . . Sorry . . . Sorry . . . Sorry . . .

Kyuhyun segera mengangkatnya.

“Yoboseyo.”

“Kyunie . . . !!! Umma rindu sekali padamu.”

“Ada apa?” Kata Kyuhyun datar menerima telepon dari ummanya.

“Kau ini dingin sekali pada ummamu.” Ujar umma Kyuhyun. “Memangnya kau tidak rindu pada Umma?” Terdengar suara ummanya agak manja.

Kyuhyun hanya terdiam tidak menanggapi pertanyaan Ummanya.

“Ah baiklah, umma tau kau pasti malu menjawabnya. Umma punya kabar baik untukmu, dan kaulah yang pertama umma beritahu karna hyung-hyungmu belum mengetahuinya.” Kata umma Kyuhyun dengan bersemangat.

“Kabar apa?” Ada rasa penasaran dibenak Kyuhyun, namun dia tetap menanggapinya dengan dingin.

“Kyunie, Umma akan menikah lagi!!!” Teriak ummanya.

DUAAARRR . . . Kyuhyun bagai tersambar petir mendengar perkataan Ummanya.

“Bagaimana, kau senang tidak? Kau akan mendapatkan Appa baru, dia seorang dokter yang baik hati. Kemarin malam dia melamar Umma.” Nada riang terdengar dari mulut Ummanya. “Kyunie, kau jangan beritahu hyung-hyungmu dulu ya? Umma ingin memberikan kejutan pada mereka semua.”

Kyuhyun diam mematung, amarah dan kebencian yang selama ini terpendam didalam hati akhirnya memuncak dan tak tertahankan lagi. Dia langsung menutup telpon Ummanya, dengan amarah yang meluap-luap dia membanting ponselnya ke lantai hingga hancur. Matanya penuh dengan kebencian dan kesedihan.

“Umma, kenapa kau tega sekali padaku. . . “ Kyuhyun mengatakannya dengan lirih.

Kyuhyun melampiaskan amarahnya dengan meninju tembok beberapa kali dengan tangan kanannya hingga biru. Malam itu Dia tidak bisa tidur, bayang-bayang akan masa lalu terus menghantuinya, dimana saat-saat dia merasa bahagia telah memiliki keluarga harmonis yang indah leyap begitu saja, karena umma menuntut cerai appanya dan lebih memilih pergi bersenang-senang berkeliling dunia. Beberapa kali Kyuhyun berusaha memejamkan matanya, namun dia selalu terbangun kembali dengan kaget.

~

Surya menyongsong dengan cepat, Kyuhyun melihat jam dengan lemas, semalaman dia tidak bisa tidur. Sudah jam 6, dia pun segera kekamar mandi, memakai seragam sekolahnya, lalu bergegas meninggalkan kamarnya. Diam-diam dia keluar rumah dengan perlahan, saat ini Kyuhyun tidak ingin hyung-hyungnya melihat keadaannya yang kusut karena mereka pasti akan ribut kepanikkan. Tidak sarapan ataupun berpamitan, dia pergi begitu saja ke sekolah dengan berjalan kaki.

Dikelas Kyuhyun jadi lebih diam, bahkan Donghae pun di acuhkannya. Donghae menatap heran pada sahabatnya, terutama saat jam istirahat Kyuhyun menolak ajakan Donghae untuk pergi ke kantin.

Kyuhyun hanya ingin sendiri saat ini, dia berjalan dengan lunglai di taman belakang sekolah. Tiba-tiba ada seorang gadis menghadang langkahnya, kemudian gadis itu memperkenalkan diri.

“Annyonghaseyo Kyuhyun sunbae, Jhoneun Yuri-imnida kelas 1A. Maaf telah menggagumu, aku hanya ingin menyerahkan ini.” Gadis itu menjulurkan sebuah amplop berwarna pink dengan gambar hati ditengahnya, itu adalah surat cinta. “Aku mohon terimalah perasaanku.” Ujarnya sambil menundukkan kepala.

Kyuhyun terdiam sesaat memandang gadis yang ada dihadapannya, lalu mengambil surat itu. Yuri tersenyum dengan sumringah karna surat cintanya diterima oleh sumbae yang selama ini dia cintai, namun senyum tersebut memudar seketika melihat Kyuhyun merobek suratnya dengan tatapan dingin.

“Kau tidak punya kerjaan ya?! Mengganggu saja, sana pergi dari hadapanku!” Bentak Kyuhyun, kemudian mengusir Yuri dengan kasar. Yuri tersentak kaget akan sikap Kyuhyun padanya, air matanya mulai mengalir dengan derasnya. Gadis itu berlari meninggalkan Kyuhyun sambil menangis.

“Kyuhyun-ssi, jangan bersikap seperti itu pada seorang gadis yang menyukaimu. Kau akan menghancurkan hatinya berkeping-keping.” Minji muncul dari balik pohon yang letaknya tidak jauh dari Kyuhyun berdiri.

“Jangan ikut campur! Urus saja urusanmu sendiri. Dasar tukang nguping!” Ujar Kyuhyun dengan ketusnya.

“Aku tidak menguping, sejak tadi aku memang sudah ada disana membaca komik. Kau saja yang tidak menyadarinya.” Minji menanggapi tuduhan Kyuhyun dengan sabar, kemudian Minji tersenyum meninggalkan laki-laki yang ada dihadapannya. Kyuhyun merasa dirinya kacau atas sikapnya, waktu istirahat telah berakhir tapi dia tetap tidak masuk ke kelas dan hanya duduk terdiam dibawah pohon hingga tertidur.

“anak ini kemana sih, kenapa sejak tadi tidak kembali ke kelas?” Donghae yang berkata pada dirinya sendiri, masih menunggu Kyuhyun didepan kelas, tapi songsaengnim telah datang. Donghae terpaksa kembali ke mejanya.

~

Kyuhyun terbangun dari tidurnya, dia menyadari bahwa dirinya sudah tertidur cukup lama dibawah pohon. Dia kembali ke kelas, sekolah sudah sangat sepi tak berpenghuni karna sekitar satu jam yang lalu sekolah sudah bubar. Dikelas dia mengambil tasnya, diatas meja dia melihat 2 buah buku yang bukan milikinya dan selembar kertas. Kyuhyun membaca tulisan yang ada dikertas itu.

“Ini buku catatan pelajaran IPA dan Matematika hari ini,

karna kau tidak kembali ke kelas maka aku akan meminjamkan catatan ini padamu.”

By : Minji

Kyuhyun hendak meninggalkan buku Minji begitu saja, tapi diurungkan niatnya kemudian dia mengambil buku-buku catatan itu dan memasukkannya kedalam tas lalu pulang.

~

“Akhirnya selesai juga.” Desah Kibum yang sudah merasa bosan akan ocehan dosennya yang tiada henti-hentinya. Hari ini dia harus menerima kuliah tambahan yang dosennya berikan.

“Kibum-ah, kita jalan-jalan ke Mall yuk?” Ujar seseorang yang duduk disamping Kibum. Dia adalah Eunhyuk teman kuliah Kibum. Anaknya memang terlihat agak menyebalkan dan sombong, tapi sebenarnya dia sangat baik dan setia kawan. Mereka telah berteman sejak awal masuk kuliah, jadi pertemanan mereka sudah cukup kuat terjalin.

“Tidak bisa, aku harus menjemput Kyuhyun sekarang.” Kibum memasukkan buku-buknya kedalam tas.

“ah,, kau ini. Dongsaengmu itu kan sudah besar dia pasti bisa pulang sendiri.” Kata Eunhyuk sambil merangkul bahu Kibum.

“Ani.. dia tidak boleh pulang sendiri. Aku tidak ingin hal buruk terjadi padanya. Apalagi pagi ini dia berangkat ke sekolah sendiri tanpa pamit dan sarapan pada hyung-hyungnya, tidak seperti biasanya. Aneh . . .” Kibum mencoba mengingat kejadian janggal pagi ini.

“Aku sungguh tidak menyangka orang yang cuek pada setiap gadis-gadis cantik di kampus ini ternyata ‘brother complex’.” Kata Eunhyuk sambil meledek Kibum.

“Diam kau.. Kyuhyun itu adikku satu-satunya, jadi aku harus menjaganya dengan baik. Kau tidak akan merasakan hal itu karna kau tidak punya adik, iya kan?” Kibum membela diri dan balik menyerang Eunhyuk.

“Ehm.. memang. Tapi rasanya noonaku tidak memperlakukanku seperti kau memperlakukan Kyuhyun.” Eunhyuk memutar otak untuk menjawabnya.

“Tentu saja, kau kan monyet yang super hiperaktif. Jadi dia tidak perlu mencemaskanmu.” Kibum terkekeh puas.

Setelah mendengarkan perkataan Kibum, Eunhyuk agak sedikit memanyunkan bibirnya beberapa centi. Mereka berjalan di halaman kampus yang cukup luas menuju tempat parkir, banyak gadis-gadis yang terus memandang kearah mereka terkagum-kagum. Eunhyuk yang dengan percaya dirinya melambaikan tangan seolah mengenalinya satu persatu, sedangkan Kibum hanya beberapa kali menyunggingkan senyumannya. Sesampainya di tempat parkir Kibum segera menemukan mobil sedan berwarna hitam miliknya.

“Lain kali saja kita pergi bersenang-senangnya ya?” Kata Kibum sambil membuka pintu mobilnya.

“Baiklah, kau hati-hati di jalan.” Eunhyuk menepuk-nepuk pundak Kibum.

“Oke, kau juga jangan ngebut bawa motornya. Oh iya, titip salam juga buat noonamu. Ok!” Kibum mengedipkan matanya genit.

“Wae? Akhir-akhir ini kau jadi sering titip salam buat dia.” Sindir Eunhyuk kepada temannya itu.

“Habis noonamu manis sih.” Seulas senyum nakal terpancar dari bibir KIbum.

“Aish.. kau bilang dia manis?! Asal kau tau dia itu monster yang sangat menakutkan.” Desah Eunhyuk yang tidak percaya atas pujian yang di lontarkan oleh Kibum untuk nonnanya.

“Hahaha. . . sudah-sudah. Aku hampir terlambat menjemput Kyuhyun. Aku duluan ya?” Kibum meninggalkan Eunhyuk sendirian di tempat parkir.

Kemudian Eunhyuk pun menuju motornya yang di parkir tidak jauh dari tempat berdirinya tadi.

~

KIIIIIIIIIIITTTTT . . . Mobil sedan hitam berdecit keras ketika Kibum mengerem mendadak, dia tidak sengaja menyerempet seseorang. Kibum lekas keluar mobil dan melihat keadaan orang yang diserempetnya. Ternyata yang diserempet Kibum adalah seorang gadis yang sedang membawa sekantong plastik belanjaan. Gadis itu meringis kesakitan pada siku lengan dan lututnya yang tergores aspal. Dengan cekatan Kibum membantu gadis itu untuk berdiri.

“Gwaenchana?” Tanya Kibum panik.

“A.. ad.. aduh sakiiiitttt . . .” Gadis itu merintih kesakitan.

“Mi.. mianhe… Jeongmal mianhe! Aku benar-benar tidak sengaja menyerempetmu.” Kata Kibum mencoba meminta maaf.

Gadis itu tidak berkata apa-apa, dia hanya sibuk memperhatikan lukanya. Barang belanjaannya kini berhamburan di jalan, kemudian dia berusaha memungutinya satu persatu. Kibum terpesona melihat gadis yang ada dihadapannya sekarang, jantungnya tiba-tiba berdetak lebih cepat. Untuk pertama kalinya Kibum terpesona melihat seorang gadis. Gadis itu berambut panjang dengan hiasan bando kecil diatasnya, dia memiliki rambut hitam legam yang indah. Penampilannya sangat sederhana tanpa make up yang menghiasi wajah, namun tetap terlihat cantik karna wajahnya memancarkan sinar kecantikan alami.

“Kau tidak usah memungutinya lagi, aku akan ganti rugi untuk semuanya.” Kibum melarang gadis itu. “Sebaiknya kita ke rumah sakit untuk memeriksa dan mengobati luka-lukamu.” kata Kibum agak khawatir akan luka di lutut gadis itu yang mulai mengeluarkan darah.

“Tidak usah, aku tidak apa-apa.” Gadis itu menolak tawar Kibum. “Aku harus segera pulang, kalau tidak majikanku akan marah besar.” Katanya lagi.

Kibum merasa heran dengan penolakkan gadis itu. Biasanya gadis-gadis tidak akan pernah menolak Kibum, terutama jika dia sudah mengeluarkan killer smilenya, mereka justru berlomba-lomba menarik perhatian Kibum untuk dapat menjadi kekasihnya.

“Tapi kau terluka.” Kibum berkata dengan lembut. Dia menyadari bahwa gadis yang ada di hadapannya sangat berbeda dengan gadis-gadis kebanyakan lainya.

Namun gadis itu tetap tidak memperdulikan kata-kata Kibum. Kibum yang tidak bisa membiarkannya begitu saja melihatnya terluka, dengan sigap membopong gadis itu masuk kedalam mobilnya. “Kita harus ke rumah sakit sekarang.”

“Tu.. tunggu . . . tunggu dulu.” Gadis itu berusaha berontak, namun usahanya sia-sia karna Kibum telah melajukan mobilnya. Kibum membawa gadis itu menuju rumah sakit terdekat.

~

Di rumah sakit.

“Anda tidak usah khawatir, nona ini hanya mengalami luka ringan.” Ujar dokter setelah memeriksa gadis itu.

“Syukurlah, kamsahamnida dokter.” Kibum membungkukkan tubuhnya pada dokter.

“Ne, kalau begitu sekarang kalian sudah boleh pulang.” Dokter sudah mengijinkan mereka untuk pulang.

Kibum memapah gadis itu keluar dari rumah sakit, dan memasukkannya kembali kedalam mobil. Dia mengantar gadis itu pulang.

“Sekali lagi aku benar-benar minta maaf padamu. Jhoneun Kibum imnida.” Kibum mengulurkan tangan untuk memperkenalkan dirinya.

“O,, Kim Seoeun imnida. Tidak apa-apa Kibum-ssi, lagi pula kau sudah mengobati lukaku.” Seoeun ragu-ragu membalas jabatan tangan Kibum.

“Aniyo, yang mengobati lukamu itu dokter bukan aku.” Kibum tersenyum lebar memamerkan deretan gigi-gigi putihnya. “Ini sebagai uang ganti rugi atas barang belanjaanmu yang rusak tadi.” Dia menyerahkan sejumlah uang ganti rugi pada Seoeun.

“Ne, kamsahamnida Kibum-ssi.” Seoeun menerimanya agak sungkan.

“Ah,, jangan panggil aku seperti itu. Panggil saja aku oppa, kelihatannya kau lebih muda dariku.” Kibum berusaha membuat dirinya dan Seoeun jadi lebih akrab.

“Ne, o..op..oppa.” Kata Seoeun canggung.

Mereka sampai di sebuah rumah besar dengan pilar-pilar yang menjulang tinngi dengan megahnya, pagar besi terukir indah di setiap tangkainya, dan halamannya yang luas dihiasi oleh bunga-bunga cantik.

“Ini rumahmu? Wah besar sekali…” Kibum terperangah melihat rumah tersebut.

“Aniyo, ini bukanlah rumahku oppa. Aku hanya bekerja sebagai housekeeper saja disini. Kalau begitu aku masuk dulu oppa, kamsahamnida telah mengantarku pulang.” Senyum manis mengembang di wajah Seoeun.

Sebelum Kibum hendak berkata lagi, Seoeun sudah masuk kedalam halaman rumah besar itu tanpa berpaling ke arah Kibum. Kibum hanya bisa melihat sosok Seoeun yang berjalan perlahan dengan tertatih-tatih di halaman rumah itu.

“Betapa cantiknya dia . . . Tapi tunggu dulu, kenapa gadis secantik dia menjadi seorang housekeeper. . .?” Kibum berpikir sejenak, lalu dia teringat akan tugasnya. “Aish… aku lupa harus jemput Kyuhyun!!!”

~

Kyuhyun sampai di rumah dengan susah payah, kepalanya terasa sangat pusing dan nafasnya sudah tersengal-sengal. Dia mencoba membuka pintu, namun pintu tidak bisa dibuka karena terkunci. Menyadari bahwa hyung-hyungnya belum pulang, dia menunggu sambil duduk di salah satu kursi depan. Matanya terpejam . . .

Tidak lama kemudian Siwon pulang dengan peralatan lengkap pemotretan di tangannya. Dia kaget melihat dongsaengnya yang tertidur di kursi depan, perlahan Siwon membangunkan Kyuhyun yang baru saja terlelap.

“Kyu bangun, jangan tidur di luar nanti kau masuk angin.” Siwon mengguncang-guncang tubuh dongsaengnya dengan lembut. “Kyu. . .” Kata Siwon lagi sambil mencoba membuka pintu yang ternyata masih terkunci. ‘Pantas saja Kyu tertidur di luar ternyata hyung-hyung belum pulang, tapi bukannya tugas Kibum untuk menjemputnya. Lalu Kibum kemana?’ pikir Siwon dalam hati. Untungnya Siwon memegang kunci cadangan, dia pun segera mengambil kunci kemudian membuka pintunya.

“Kyu, ayo bangun.” Siwon membangunkan Kyuhyun lagi, kali ini dia mendekatkan wajahnya lebih dekat ke wajah Kyuhyun. ‘Aneh.. nafas Kyu tersengal-sengal, lalu wajahnya pucat.’

“Siwon hyung, kau sudah pulang…” Kyuhyun terbangun. “Ada apa hyung?” Dia menatap wajah hyungnya.

“Seharusnya aku yang bilang ‘ada apa’ padamu!” Ujar Siwon yang sudah menunjukkan raut wajah kecemasannya.

“Wae?” Kyuhyun bingung dengan perkataan hyungnya.

“Nafasmu tersengal-sengal dan wajahmu pucat.” Jelas Siwon kepada Kyuhyun.

“Ne? Pucat bagaimana?” tanyanya lagi. Siwon kemudian mendekatkan jemarinya pada Kyuhyun, dia menyentuh dahi Kyuhyun dengan telapak tangannya yang hangat.

“Mwo?! Kyu, kau sakit???” Siwon tersentak kaget.

‘Aku merasa bahwa badanku baik-baik saja, hanya rasanya hari ini sangat melelahkan.’ Dalam hati Kyuhyun menjawab pertanyaan hyungnya, namun dia hanya menggelengkan kepalanya perlahan menjawab pertanyaan siwon. ‘Sedikit pening memang, tapi tidak apa-apa.’

“Jangan bohong, aku tau kau demam.” Ujar Siwon yang mengetahui bahwa dongsaengnya berusaha menutup-nutupinya.

Kyuhyun menggelengkan kepalanya lagi untuk meyakinkan hyungnya, beberapa saat kemudian dia merasakan ada cairan hangat berwarna merah pekat keluar dari hidungnya. Tetes demi tetesan, cairan itu keluar begitu saja menodai seragam Kyuhyun. Mata Siwon terbelalak melihatnya, pandangannya bergoyang dan seketika berubah menjadi gelap. BRUUUUKKK. . . !

“Hyung. . .  Hyung, gwaenchana?! Siwon hyung . . . !”

. . . . to be continued . . . .

One response »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s