Protected Brother . . . Part 4

Standar

Author By : Shania9ranger

Cast : Cho Kyuhyun, Choi Siwon, Lee Sungmin, Leeteuk, Kim Kibum, Lee Donghae

~o~

“Hyung. . .  Hyung, gwaenchana?! Siwon hyung . . . !” Kyuhyun perlahan beranjak dari kursinya mendekati hyungnya yang sudah tergeletak di lantai. Dia berusaha mengguncang-guncang tubuh Siwon padahal kondisi tubuhnya sendiri sedang tidak baik. “Hyung bangun. . . kau kenapa?”

“Sungmin!”

‘Sepertinya ada seseorang yang memanggilku.’ Sungmin mencari-cari sumber suara yang memanggilnya.

“Oo.. Eeteuk hyung.” Akhirnya Sungmin menemukan orang yang memanggilnya diseberang jalan. Dia segera berjalan mendekati Eeteuk. “Hyung, kenapa bisa ada disini?”

“Tadi aku tidak sengaja melihatmu keluar dari minimarket itu. Dan sepertinya kau tidak membawa mobilmu, jadi ku pikir kita bisa pulang bersama.” Ujar Eeteuk keluar dari dalam mobil dan membantu Sungmin membawakan barang belanjaannya.

“Wah,, tumben hyung baik sekali.” Sungmin menatap hyungnya dengan heran.

“Memangnya kapan aku pernah jahat kepadamu?” Kata Eeteuk sambil memicingkan mata pada dongsaengnya.

Sungmin hanya menjawab pertanyaan hyungnya dengan senyuman termanis. Seperti biasa Sungmin melakukan pekerjaan rutinitasnya tiap bulan, yaitu belanja bahan makanan dan keperluan lainnya. Tidak butuh waktu lama untuk sampai kerumah mereka, karena letak minimarket dan rumah hanya beberapa blok saja.

Sesampainya didepan rumah Sungmin sangat terkejut melihat kondisi kedua dongsaengnya. “Eeteuk hyung, itu . . . Siwon dan Kyunie!” Pekik Sungmin sambil menunjuk ke arah Siwon dan Kyuhyun.

“Mwo . . . ?!“ Eeteuk ikut terkejut.

Sungmin segera keluar dari dalam mobil dan berlari mendekati dongsaengnya, Eeteuk menyusul setelah mematikan mesin mobil.

“Aigooo… Kyunie!” Ujar Sungmin yang melihat Kyuhyun berlumuran darah.

“Si. . . Siwon..” Disusul dengan keterkejutan Eeteuk dibelakang Sungmin.

“Hy . . . hyung . . . Siwon hyung . . .” Kata Kyuhyun lemas.

“Gwaenchanayo???” Sungmin mendekatinya lalu memegang dahi Kyuhyun. “Panas sekali, kau demam Kyu?!” Mata Sungmin terbelalak panik.

“Gwaenchana hyung…” Kyuhyun menepis tangan Sungmin dengan lembut. “Siwon hyung . . . aku tidak tau kenapa, tiba-tiba dia pingsan begitu saja . . .” Katanya lagi dengan nafas yang tersengal-sengal.

“Nafasmu sudah tersengal-sengal begini masih saja kau bilang baik-baik saja. Kau tidak akan bisa membohongiku.” Sungmin mendengus pada Kyuhyun.

“Syukurlah, sepertinya Siwon hanya pingsan saja karena phobianya, tidak ada keanehan pada tubuhnya.” Eeteuk memeriksa kondisi Siwon.

“Ommo,, Kyu wajahmu pucat sekali. Sungmin cepat bawa Kyu ke kamarnya! Siwon biar aku yang mengurusnya.” Perintah Eeteuk pada Sungmin.

“Ne… Ayo Kyu.” Sungmin segera menjalankan perintah hyungnya, dan memapah Kyuhyun perlahan masuk ke dalam.

Setelah itu Eeteuk pun membawa Siwon masuk kedalam dan membaringkannya sementara di sebuah sofa panjang yang ada di ruang keluarga. Dia bergegas mengambil ponsel dari dalam sakunya, mencari-cari kontak seseorang lalu menghubunginya.

“Yoboseo.” Ucap seseorang di seberang sana yang di hubungi Eeteuk.

“Yoboseo Ajhussi.” Eeteuk sangat lega mendengar suara yang sudah sangat familiar di telinganya.

“O,, Eeteuk-ah, apa kabar? Dan bagaimana kabar dongsaeng-dongsaengmu?” Sapanya dengan ramah kepada Eeteuk.

“Ajhussi nanti saja berbincang-bincangnya, aku mohon cepatlah datang kesini.” Eeteuk segera mengalihkan pembicaraan.

“Ada apa? Apa telah terjadi sesuatu??” Terdengar nada kekhawatiran.

“Ne,, Kyuhyun demam tinggi dan Siwon pingsan. Ajhussi cepatlah datang, aku mohon.” Eeteuk sedikit menjelaskan apa yang telah terjadi, lalu memohon agar segara datang ke rumahnya.

“Baiklah,, aku akan sampai disana 15 menit lagi.”

“Ne,, Kamsahamnida Ajhussi.”

~

Sesampainya di kamar.

“Kyu berbaringlah.”

Kyuhyun menuruti perintah hyungnya, dia berbaring dengan lemah di atas ranjang. Sungmin melepaskan sepatu dan seragam sekolah yang Kyuhyun kenakan. “Kau istirahatlah, aku akan turun sebentar mengambil kompresan.” Kata Sungmin sambil menyelimuti Kyuhyun dan mencium keningnya, Kyuhyun hanya mengangguk pelan.

Sepeninggalannya Sungmin, mata Kyuhyun terus berputar memperhatikan setiap sisi kamarnya. Matanya terhenti pada satu foto terbingkai yang terpajang di atas meja kecil, di foto tersebut terpotret sebuah keluarga utuh yang tersenyum sangat bahagia. Kyuhyun tersenyum miris melihat foto itu, dan tanpa di sadari air mata mengalir perlahan dari ujung pelipis matanya.

“Appa . . . Umma . . . aku sakit. Bisakah kalian mendengarku . . . aku sangat merindukan keluarga bahagia kita dulu.” Kyuhyun berkata seakan Appa dan Ummanya dapat mendengarnya.

Tidak lama kemudian Sungmin kembali dengan sebaskom air es serta handuk kecil di tangannya. Dia terkejut melihat Dongsaengnya menangis, lalu Sungmin segera berlari ke arah Kyuhyun.

“Kyunie, gwaenchana?! Apa ada yang sakit??” Tanya Sungmin dengan khawatir.

“Ani. . . hyung.” Kyuhyun berusaha menghapus air matanya.

“Jangan bohong, jelas-jelas tadi aku melihatmu menangis. Katakan padaku mana yang sakit??” Sungmin mulai memeriksa tubuh Kyuhyun

“Hyung. . . tidak ada yang sakit.” Kata Kyuhyun lagi.

“Kalau tidak ada yang sakit, lalu kenapa kau menangis?” Wajah Sungmin memperlihatkan betapa khawatirnya dia kepada Kyuhyun.

“Ak . . . aku . . . aku hanya iri pada keluarga yang ada pada foto itu, karna mereka terlihat sangat bahagia.” Kyuhyun memaksakan tersenyum pada hyungnya.

Sungmin melihat ke arah foto yang di tunjuk Kyuhyun, dia yang mengerti akan perasaan dongsaengnya pun ikut tersenyum. “Sayang ya keluarga itu kini sudah tidak utuh lagi.” Sungmin memeluk Kyuhyun yang tengah terbaring lalu berbisik “Jangan kau pikir aku tidak mengerti perasaanmu. Aku dan hyungmu yang lain sangat mengerti perasaan kehilangan ini, rasanya sungguh sangat sakit sekali. Oleh karna itu baik aku maupun yang lain, bahkan kau pasti tidak ingin merasakan kehilangan untuk kesekian kalinya. Kita harus saling menjaga satu sama lain, araseo.” Sungmin selalu berusaha tegar dan tidak pernah sekalipun menunjukkan kesedihannya kepada yang lain.

“Ne..” Kyuhyun terisak dalam pelukan hyungnya, namun perasaannya kini jauh lebih lega dan terasa sangat nyaman. Walaupun Appa dan Umma tidak berada di dekatnya, tapi dia masih memiliki hyung-hyung yang telah menjaga dan melindunginya seperti orang tuanya sendiri.

“Kyu, kau mimisan lagi!” Sungmin terkejut setelah melepaskan pelukkan dari dongsaengnya dan melihat noda merah pada kemeja yang ia kenakan. Sungmin mengambil tissue lalu menyekanya, setelah itu dia mengambil handuk kecil untuk mengompres dahi Kyuhyun.

~

Ting . . . Tong . . .

Eeteuk segera membukakan pintu.

“Ajhussi, syukurlah anda sampai juga.” Seseorang yang di tunggu Eeteuk sejak tadi telah datang.

“Bagaimana keadaan keduanya?” Orang itu bermarga Jang, dia adalah dokter pribadi keluarga Eeteuk.

“Siwon masih belum sadar, dan Kyuhyun sedang di kompres oleh Sungmin.” Jelas Eeteuk singkat.

“Biar aku lihat kondisi Siwon terlebih dahulu.” Kata Dokter Jang yang segera melihat kondisi Siwon terlebih dahulu.

“Ne, silahkan.” Eeteuk mempesilahkannya.

Dokter Jang memeriksa Siwon, setelah itu dia berkata lagi pada Eeteuk. “Keadaan Siwon tidak apa-apa, dia hanya pingsan karena phobianya terhadap darah. Sebaiknya kau cepat mengganti pakaiannya yang terkena noda darah ini sebelum dia sadarkan diri.”

“Baiklah Ajhussi.” Eeteuk bergegas melepas kemeja Siwon yang terkena noda darah Kyuhyun, lalu menggantinya dengan t-shirt yang bersih.

“Eeteuk-ah, Kyu dimana?” Tanya Dokter Jang.

“Kyuhyun ada di kamarnya.” Jawab Eeteuk sambil memakaikan t-shirt kepada Siwon.

“Kalau begitu lebih baik aku ke kamar Kyuhyun sekarang.” Dokter Jang melangkahkan kakinya menuju kamar Kyuhyun. Eeteuk menganggukkan kepalanya.

Tok- tok . . . !

Sungmin membukakan pintu kamar Kyuhyun.

“Ajhussi kau datang.”

“Bagaimana keadaan Kyuhyun?”

“Tubuhnya panas sekali dan sejak tadi darah segar terus keluar dari hidungnya.”

“Coba ku periksa.” Dokter Jang memeriksa kondisi Kyuhyun yang sudah tak sadarkan diri dengan teliti. Kyuhyun mulai mengigau-ngigau pelan, tidurnya sangat gelisah dan nafasnya masih tersengal-sengal.

Sungmin hanya bisa memperhatikan Dokter Jang yang sedang memeriksa Kyuhyun dari kejauhan, karena dia tidak ingin mengganggu konsentrasi Dokter Jang yang sangat serius.

BRAAAKK ! ! !

Tiba-tiba pintu kamar terbanting kencang, seseorang telah membukanya dengan kasar.

“Kyu !” Kibum mencari-cari sosok dongsaengnya. Kibum terpaku melihat keadaan Kyuhyun. “Hyung, ada apa dengan Kyuhyun . . .?”

“Kyunie demam tinggi.” Sungmin memberitahukan keadaan Kyuhyun pada Kibum.

“Kibum, kau kemana saja? Kenapa tidak pergi menjemput Kyuhyun?!” Ujar Eeteuk dengan wajah serius yang kini telah berdiri di ambang pintu kamar Kyuhyun. Siwon yang telah sadar pun bergegas ke kamar Kyuhyun. Kibum menundukkan kepala mendengar pertanyaan hyungnya.

“Sudah-sudah. . . Kalian jangan seperti ini, nanti Kyuhyun bisa terbangun.” Kata Dokter Jang yang baru saja menyuntikkan obat penurun demam kepada Kyuhyun. “Sebaiknya kita semua turun ke bawah, biarkan Kyuhyun istirahat dengan tenang. Selain itu ada yang ingin saya bicarakan dengan kalian semua.” Kini raut wajah Dokter Jang tak kalah seriusnya dengan wajah Eeteuk.

Mereka pun menuruti perkataan Dokter Jang, lalu satu persatu keluar dari kamar Kyuhyun. Dokter Jang, Eeteuk, Sungmin, Siwon dan Kibum, duduk di ruang keluarga. Semuanya terdiam tanpa kata, sampai akhirnya Dokter Jang membuka pembicaraan.

“Aku ingin tanyakan satu hal pada kalian. Apa akhir-akhir ini telah terjadi sesuatu di rumah ini?”

“Aniyo Ajhussi, disini tidak terjadi apa-apa. Kami baik-baik saja.” Jawab Sungmin singkat.

“Sungguh?!” Ujar Dokter Jang tidak percaya.

“Ne, waeyo?” Eeteuk membenarkan perkataan Sungmin.

Dokter Jang terlihat menarik nafas lebih dalam sebelum mengatakan sesuatu. “Sepertinya demam yang di alami Kyuhyun kali ini di sebabkan oleh suatu beban pikiran. Dia sangat memikirkannya, hingga daya tahan tubuhnya turun drastis bahkan sampai mengeluarkan darah dari hidung.”

“Mwo?!” Mereka sontak kaget atas pernyataan Dokter Jang.

“Kalian tau sendiri sejak kecil tubuh Kyuhyun sudah lemah serta rentan terhadap berbagai penyakit, dan sudah sering ku katakan pada kalian kalau Kyuhyun tidak boleh memiliki beban pikiran. Jika dia memiliki beban pikiran sedikit saja maka akan mudah baginya jatuh sakit. Setelah memeriksa kondisi Kyuhyun tadi, aku melihat kesedihan mendalam di raut wajahnya.” Dokter Jang menjelaskan kondisi Kyuhyun. “Sebaiknya kalian memberikan perhatian yang lebih lagi kepada Kyuhyun, mengertikan maksudku. Aku tau berat rasanya hidup tanpa kedua orang tua kalian, tapi keputusan inilah yang memang kalian pilih.” Dokter Jang menatap satu persatu kepada mereka yang sudah dia anggap seperti anak-anaknya sendiri. “Baiklah ini resep obat untuk Kyuhyun, aku harus kembali kerumah sakit.”

“Ne, kamsahamnida Ajhussi.” Ujar keempatnya dengan kompak. Lalu Sungmin mengantar Dokter Jang keluar.

~

Sungmin kembali ke ruang keluarga, semuanya terdiam tanpa kata.

“Sungmin hyung, mana resep obatnya? Biar aku yang menebusnya.” Ujar Siwon memecahkan keheningan.

“Ini.” Sungmin menyerahkan selembar kertas yang berisi resep obat dari Dokter Jang.

“Aku pergi dulu ya hyung.” Pamit Siwon meninggalkan ruangan tersebut.

“Hati-hati di jalan.” Kata Sungmin kepada Siwon. Siwon hanya mengangguk sesaat lalu pergi.

“Hyung jeongmal mianhe, gara-gara aku Kyunie sakit.” Kata Kibum kepada kedua hyungnya sambil menundukkan kepala.

“Ini bukan salahmu, kau dengarkan apa yang di katakan Dokter Jang tadi.” Sungmin mencoba mencairkan suasana.

“Sebenarnya tadi kau pergi kemana? Kenapa tidak menjemput Kyuhyun?” Tanya Eeteuk setenang mungkin.

“Tadi waktu ingin menjemput Kyu, aku tidak sengaja menabrak seorang gadis hyung.”

“Mwo?! Kenapa kau tidak memberitahu kami. Lalu gadis yang kau tabrak bagaimana?” Sungmin terkejut mendengar alasan Kibum telat menjemput Kyuhyun.

“Aku langsung membawanya ke rumah sakit terdekat, untungnya gadis itu hanya mengalami luka-luka ringan. Habis mengantar gadis itu pulang, aku langsung ke sekolah Kyuhyun tapi ternyata disana sudah tidak ada orang. Itulah sebabnya aku terlambat menjemput Kyuhyun. Hyung mianhe?”

“Baiklah, lain kali kalau terjadi sesuatu padamu lagi hubungi salah satu dari kami.” Ujar Eeteuk lembut pada dongsaengnya.

“Gomawo hyung.” Kibum yang sejak tadi terlihat muram, kini sebersit senyuman terpancar di wajahnya.

‘Kyuhyun punya beban pikiran apa? Mungkinkah ada sesuatu yang terjadi padanya tanpa sepengetahuan kami? Benar apa kata Dokter Jang, aku harus lebih memperhatikan dan menjaga Kyuhyun. Aku tidak ingin dia demam seperti lagi. . .’ Eeteuk berkata dalam hatinya penuh tanda tanya.

~

‘Pagi yang sejuk.’ Pikir Sungmin membuka jendela kamarnya, setelah itu dia bersiap turun kebawah untuk menyiapkan sarapan. Sarapan pagi ini Sungmin memasak omelet dan memanggang beberapa lembar roti, lalu menuangkan susu hangat pada gelas-gelas yang ada di atas meja makan. Eeteuk keluar kamar masih dengan piyama lengkapnya, Siwon telah kembali dari runtinitas pagi harinya yaitu lari pagi, dan Kibum sudah sangat rapih dengan t-shirt serta jaket yang dia kenakan. Mereka semua berkumpul di meja makan dan menikmati sarapan yang telah dibuatkan oleh Sungmin.

Kyuhyun yang sudah lengkap dengan seragam sekolahnya menuruni anak tangga dengan gontai. Ke empat hyungnya yang melihat Kyuhyun menuruni anak tangga sontak kaget. Eeteuk yang sedang minum, seketika menyemburkan air dari dalam mulutnya tepat di wajah Sungmin yang berada dihadapannya, dan Siwon tersedak saat sedang melahap rotinya.

“Kyu…!” Dengan gerakan cepat mereka mendekati Kyuhyun. “Kau mau kemana???”

“Berangkat ke sekolah.” Jawab Kyuhyun polos.

“ANDWAEEE ! ! !” Mereka kompak meneriakkannya secara bersamaan. “Kau ini masih sakit.” Kali ini eeteuk yang berbicara.

“Hyung~ aku sudah tidak apa-apa kok. Demamnya juga sudah turun.” Kyuhyun memegang dahinya sendiri untuk meyakinkan hyung-hyungnya.

“Tetap tidak boleh ! Walau demammu sudah turun, kau harus banyak istirahat di rumah.” Sungmin memegangi pergelangan tangan Kyuhyun.

“Tapi hyung~ hari ini di sekolah akan ada ulangan matematika. Lagipula belum lama aku tidak masuk sekolah selama seminggu, masa sekarang tidak masuk lagi?” Ujar Kyuhyun yang tetap bersikukuh ingin masuk sekolah. “Aku mohon izinkan aku masuk ya hyung . . .” tambah Kyuhyun sambil mengatupkan kedua tangannya memohon.

“Aish . . . Kau ini, kalau nanti terjadi apa-apa padamu bagaimana?” Ujar Kibum.

“Hyung~ aku mohon…” Kyuhyun mulai merengek kepada hyung-hyungnya.

“Hmmm… baiklah kau boleh masuk sekolah.” Kata Eeteuk.

“Hyung !!!” Serempak Sungmin, Siwon dan Kibum protes.

“Tapi ada syaratnya.” Eeteuk melanjutkan perkataannya.

“Syarat???” Tanya Kyuhyun dengan penuh tanda tanya.

~

‘Kenapa Eeteuk hyung tega sekali kepadaku, kalau seperti ini bisa-bisa yang lain akan menertawakanku.’ Umpat Kyuhyun dalam hati yang sedang melangkahkan kakinya di koridor sekolah menuju kelasnya dengan diapit oleh kedua hyungnya yaitu Eeteuk dan Sungmin. Kyuhyun terus menundukkan kepalanya dengan malu.

Namun bagi siswa yang lain tidak seperti itu, mereka justru terkagum-kagum melihat ada 3 orang yang bagaikan ‘angel’ berjalan di koridor sekolah mereka. Beberapa dari siswi saling berbisik satu sama lain, mereka tidak tahan terkena pancaran pesona ketampanan dari 3 namja tersebut. Sungmin tersenyum ramah pada setiap siswa ataupun siswi yang memperhatikannya, Eeteuk sibuk membalas pesan yang masuk di ponselnya, dan Kyuhyun masih tetap menundukkan kepalanya karna malu.

“Sungmin, kau antar Kyuhyun sampai ke kelasnya. Aku akan menemui wali kelasnya Kyuhyun di kantor sekolah terlebih dahulu.” Eeteuk menyuruh Sungmin untuk mengantarkan Kyuhyun sampai ke kelasnya, kemudian pergi meninggalkan keduanya.

“Ayo Kyunie.” Lalu Sungmin mengajak Kyuhyun. Sebenarnya Kyuhyun agak merasa risih berjalan di koridor sekolah dengan Sungmin yang merupakan hyungnya sendiri. “Rasanya aku jadi rindu sekolah.” Sungmin tampak menikmati suasana sekolah dongsaengnya, sedangkan Kyuhyun sama sekali tidak menikmati suasana seperti ini terlalu banyak pasang mata yang terus memperhatikan mereka.

“Kyunie, jangan lesu seperti itu.” Ujar Sungmin yang melihat dongsaengnya tampak lesu. “Apa kau marah karna kami mengantarkanmu ke sekolah?”

Kyuhyun tidak menjawab pertanyaan hyungnya, dia hanya memanyunkan sedikit bibirnya sebagai jawaban.

“Sepertinya aku tau jawabannya.” Ledek Sungmin dengan tersenyum manis. “Ini semua demi kebaikanmu juga, kau kan baru sembuh.” Ujar Sungmin lagi.

“Tapi ini keterlaluan hyung, aku kan bukan anak TK lagi yang harus di antar sampai ke kelas.” Akhirnya Kyuhyun bicara pada hyungnya.

“Bukannya keterlaluan, hanya saja inilah wujud rasa sayang kami kepadamu. Memang benar kau bukan anak TK lagi tapi selain dongsaeng, kau juga seorang anak semata wayang bagi kami.” Sungmin mengucapkannya dengan lemah lembut sambil mengacak-ngacak rambut Kyuhyun.

“aku kan malu hyung.” Kyuhyun menatap ke arah sungmin.

“Kenapa harus malu?” Tanya Sungmin.

Kyuhyun hanya bisa diam ke habisan kata-kata untuk menjawab pertanyaan hyungnya. Sesampainya di depan kelas, Kyuhyun langsung menyuruh Sungmin pulang. “Hyung, sampai disini saja kau mengantarku. Sebaiknya hyung pulang sekarang.”

“Aku harus memastikanmu sampai di tempat dudukmu.” Sungmin tetap ingin mengantar Kyuhyun ke dalam kelas.

“Sudah, tidak usah hyung. Aku bisa pastikan kalau aku sampai dengan selamat. Sebaiknya hyung pulang saja ya?” Kyuhyun membujuk Sungmin lagi agar segera pulang.

“Apa benar tidak apa-apa?” Tanya Sungmin agak ragu untuk meninggalkan dongsaengnya. Kyuhyun langsung mengangguk-nganggukkan kepalanya. “Baiklah kalau begitu aku pulang. Oh iya, nanti aku sendiri yang akan menjemputmu. Satu lagi jangan lupa habiskan bekalmu dan di minum obatnya. Kalau terjadi apa-apa padamu segera hubungi salah satu dari kami, araseo.” Sungmin mengingatkan semuanya pada Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum lebar meyakinkan hyungnya kalau dia akan baik-baik saja. Akhirnya dengan berat Sungmin pergi meninggalkan Kyuhyun di depan kelas.

Kyuhyun berjalan memasuki kelas, dilihatnya beberapa gadis tersenyum-senyum aneh kepadanya. Namun Kyuhyun tetap cuek dan berpura-pura tidak melihatnya. Sesampainya Kyuhyun di bangku, dia melihat ada sebuah kotak hadiah berukuran sedang yang masih terbungkus rapi dengan sebuah pita cantik menghiasi atasnya.

‘Hebat juga gadis itu, baru masuk sekolah ini beberapa hari sudah punya penggemar rahasia.’ Pikir Kyuhyun dalam hati yang mengira bahwa hadiah tersebut adalah untuk Minji dari seseorang yang menyukainya secara diam-diam.

Tidak lama kemudian Minji datang setengah berlari, dia segera duduk di samping Kyuhyun dan terlihat dia sedang mengatur nafasnya perlahan. “Huuuh . . . untung aku tidak terlambat.” Gumam Minji pelan.

Minji menyadari ada sebuah kotak hadiah di atas mejanya, dia mengambilnya lalu melihat sebuah nama yang tertera pada bungkusnya.

“Kyuhyun-ssi sepertinya ini untukmu, karna namamu tertera disini.” Minji memberitahukan kepada Kyuhyun.

Kyuhyun menatap kotak hadiah tersebut. ‘Untukku?’ Pikir Kyuhyun yang kemudian mengambil kotak itu lalu membukanya. Setelah membukanya Kyuhyun agak kaget melihat isinya, tapi dia berusaha setenang mungkin. Karena ternyata isi dari kotak hadih tersebut adalah sebuah boneka vodo menyeramkan yang tercabik-cabik serta puluhan tusuk jarum yang tertancap dan berlumuran darah.

Minji yang melihat tingkah Kyuhyun yang kaku seketika, jadi penasaran lalu ikut melihat isi yang ada di dalamnya. “Ommo!” Dia dengan cepat menjauhi kotak tersebut dari tangan Kyuhyun.

“Aish . . . pasti kerjaannya orang iseng.” Kata Kyuhyun hendak mengambil kotak itu.

“Kyuhyun-ssi sebaiknya jangan. . .” Minji melarang Kyuhyun untuk mengambilnya lagi.

Kyuhyun tidak mendengarkan perkataan Minji dan tetap mengambil kotak itu, lalu segera beranjak dari tempat duduknya menuju tempat sampah yang ada di luar kelasnya.

Ketika sedang membuangnya, Kyuhyun berpapasan dengan Yesung dan Kangin yang merupakan sunbaenya. “Hei Kyu, sedang apa kau di depan kelas?” Sapa Yesung.

“Annyeong hyung.” Balas Kyuhyun agak membukukkan badannya.

“Wah… pagi-pagi kau sudah dapat hadiah ya? Pasti dari para gadis-gadis yang menyukaimu.” Sindir Kangin dengan senyuman nakalnya.

“Bukan hyung, ini cuma dari orang iseng yang engga punya kerjaan.” Kata Kyuhyun lalu membuangnya kedalam tempat sampah.

Yesung menyerngitkan alisnya. “Maksudmu?”

Kriiiiiiiiiiiing . . . Kriiiiiiiiiiiing . . .

“Yah. . . bell sudah berbunyi, kita lanjutkan ngobrolnya nanti saja ya Kyu.” Kata Yesung sambil menepuk bahu Kyuhyun.

“Ne, kalau begitu aku masuk kelas dulu hyung.” Lalu Kyuhyun pergi memasuki kelasnya. Tanpa dia sadari ada seseorang yang menatapnya dengan kebencian yang sangat dalam.

~

“Sungmin, aku harus segera pergi ke studio sekarang. Jadi tidak bisa mengantarmu pulang, kau pulang naik bis saja ya?” Eeteuk tergesa-gesa setelah mendapatkan pesan dari manajernya. Mereka saat ini berada di tempat parkir sekolah Kyuhyun.

“Ne, aku bisa pulang sendiri hyung.” Sungmin mengerti dengan melihat tingkah hyungnya.

“Sungmin-ah mianhe, aku duluan.” Eeteuk meminta maaf dan pamit pada dongsaengnya.

“Gwaenchana hyung, hati-hati di jalan” Jawab Sungmin singkat.

Eeteuk pergi meninggalkan Sungmin sendirian. Sungmin dengan santai berjalan melewati gerbang sekolah Kyuhyun. Dia harus berjalan agak jauh menuju halte bis. Saat melewati sebuah pohon cemara dia melihat seorang gadis yang sedang memalaki temannya. Sungmin berusaha tidak peduli dengan kejadian itu, tapi dia merasa kasihan juga pada orang yang sedang di palak gadis itu.

“Serahkan uangmu padaku!” Ujar seorang gadis yang dandanannya sangat berantakan, seragam sekolah yang tidak di kancing dengan benar, roknya kusut, dan rambut tidak tersisir dengan rapi. Tingkah lakunya seperti seorang preman jalanan yang kasar.

“Ak.. aku tidak punya uang onnie.” Jawab seorang gadis lain yang ada di hadapannya tertunduk ketakutan.

“Aish,, jangan bohong padaku. Tampangmu ini anak orang kaya, masa tidak punya uang. Mana, serahkan semua uangmu sekarang?!” Gadis kasar mulai tidak sabar.

“Ja.. jangan onnie. Ku mohon . . .” Tapi percuma saja, kini gadis kasar itu mengambil tasnya dengan paksa dan mengeluarkan semua isinya.

Sungmin tidak tahan melihat kekerasan itu, dia segera mendekatinya.

“Hei, berikan tas itu kepadanya.” Kata Sungmin kepada gadis kasar itu.

“Kau ini siapa? Berani sekali kau memerintahku!” Gadis itu merasa terganggu dengan kehadiran Sungmin. Dia berhasil menemukan dompet lalu mengambilnya dan melempar tas tadi kepada pemiliknya.

“Benarkan kau berbohong padaku. Cih,, pergi kau dari hadapanku.” Gadis kasar itu memerintahkan korbannya untuk segera pergi. Si korban langsung mengambil tasnya lalu pergi sambil menangis.

“Hei kembalikan dompet itu sekarang!” Sungmin kini mulai menunjukan ketegasannya.

“Aish… kau ini berisik tau!” Ujar gadis kasar itu tidak menghiraukan Sungmin, lalu beranjak pergi.

Sungmin yang mulai geram memegang paksa tangan gadis itu. “Kau ini seorang gadis, tidak sepantasnya bersikap kasar dan tidak sopan seperti ini.” Sungmin menatap tajam pada gadis kasar itu.

“Lepaskan tanganku!” balas gadis kasar itu dengan tatapan yang sama tajamnya dengan tatapan Sungmin.

“Tidak akan ku lepaskan sebelum kau mengembalikan dompet dan meminta maaf kepada gadis yang telah kau palak tadi.” Sungmin terus memegang erat tangan gadis kasar itu.

“Cih… baiklah kalau itu maumu.” Gadis kasar itu membalikan badan dengan senyuman sinisnya, lalu dia mengepalkan tangannya yang bebas dan BUUUGGGHH!!! Dia meninju wajah Sungmin dengan kencang hingga tersungkur. Setelah itu dia kabur melarikan diri dari Sungmin.

“Yak! KEMBALI KAU!!!” Sungmin hendak berusaha mengejarnya, tapi gadis kasar itu berlari dengan sangat cepat. Sungmin merasakan telah menginjak sesuatu, dia mengangkat kaki kanannya. “Sepertinya ini milik gadis kasar tadi.” Sebuah name tag yang biasa di kenakan para pelajar “Kang Hee Joon, jadi namanya Hee Joon. Kalau aku bertemu dengannya lagi, aku pasti akan memberimu pelajaran sopan santun…” Umpat Sungmin sambil menyeka darah yang keluar dari ujung bibirnya yang terkena tinju.

. . . . to be continued . . . .

One response »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s