Protected Brother . . . Part 5

Standar

Author By : Shania9ranger

Cast : Cho Kyuhyun, Choi Siwon, Lee Sungmin, Leeteuk, Kim Kibum, Lee Donghae

~o~

“Apa ini?” Siwon menemukan sesuatu saat sedang membersihkan kamar Kyuhyun. “Ini kan ponsel milik Kyuhyun. Kenapa bisa ada di tempat sampah dan hancur begini?” Siwon tampak bingung, lalu dia menyimpan kepingan-kepingan ponsel Kyuhyun yang telah hancur untuk di tunjukkan pada hyungnya nanti.

Jika siwon sedang tidak bekerja di studio photonya, maka dialah yang akan melakukan bersih-bersih di setiap sudut rumahnya.

“Aku pulang.” Sungmin telah sampai di rumahnya.

“Sungmin hyung sudah pulang.” Siwon cepat-cepat menyelesaikan pekerjaannya, dan segera turun ke bawah untuk melaporkan apa yang dia temukan di kamar Kyuhyun.

Sungmin melangkahkan kakinya menuju dapur mengambil es batu kecil, lalu mengusap-ngusapkan pada ujung bibirnya yang agak memar. “Akh. . .” Sungmin merasakan rasa perih pada luka memarnya.

“Hyung, syukurlah kau sudah pulang. Ada yang ingin aku beritahu padamu. Loh mana Eeteuk hyung?” Ujar Siwon yang telah sampai di dapur menemui Sungmin.

“O,, Wonnie, Eeteuk hyung harus segera ke studio tempatnya bekerja. Kau sendiri tidak ada pemotretan hari ini?” Tanya Sungmin yang masih mengelus-ngelus ujung bibirnya dengan es.

“Jadwalku sedang kosong. Hyung, ujung bibirmu kenapa memar begitu?”

“Biasa, hanya kecelakaan kecil.” Sungmin menjawab singkat.

“Oh iya, aku menemukan ini di tempat sampah kamar Kyuhyun.” Siwon mengambil ponsel Kyuhyun yang sudah hancur dari dalam saku celananya.

“Ponsel milki Kyunie kan? Kenapa bisa hancur?” Tanya Sungmin bingung kepada Siwon.

“Aku juga tidak tau hyung. Aku menemukannya sudah dalam keadaan hancur.” Siwon mengangkat bahunya sebagai tanda tidak tau.

“Kalau begitu belikan saja posel yang baru untuk Kyunie.” Ucap Sungmin dengan enteng.

“Apa hyung tidak merasakan keanehan?” Tanya Siwon.

“Aneh apanya?” Sungmin menatap serius pada Siwon.

“Iya aneh. Kyuhyun kan paling sayang pada ponsel ini, dan terlihat sangat jelas sekali bahwa posel ini telah di bantingnya hingga hancur. Apa ada sesuatu yang di sembunyikan oleh Kyu?”

“. . .” Sungmin memikirkan kata-kata Siwon sejenak. “Nanti akan ku tanyakan langsung pada Kyunie tentang hancurnya ponsel ini.”

~~~~~~~~~~

Selama jam pelajaran Kyuhyun dan Minji seperti biasa, yaitu saling diam seribu bahasa. Di antara mereka tidak ada yang membahas masalah kotak menyeramkan tadi.

‘Tumben Donghae tidak masuk hari ini. Ada apa dengannya?’ Pikir Kyuhyun yang terus menatap bangku kosong di hadapannya yang biasa di duduki oleh Donghae, sahabatnya.

Saat jam istirahat seseorang bernama Zoumi datang ke kelas Kyuhyun, dia adalah ketua OSIS sekaligus sumbae Kyuhyun. Orangnya terkenal sangat ramah dan berwibawa, selama 2 tahun berturut-turut dialah yang menjabati kedudukan sebagai ketua OSIS yang paling di hormati oleh anak-anak di Sekolah. Hari ini dia khusus datang mencari Kyuhyun untuk mengundangnya menghadiri rapat OSIS yang akan membicarakan masalah calon-calon pengganti kedudukan Zoumi nanti.

“Kau Kyuhyun kan? Aku khusus datang kesini untuk mengundangmu menghadiri rapat OSIS sekarang. Ku harap kau mau menerima undanganku.” Zoumi menyodorkan sebuah kertas undangan rapat.

“Aku?” Kyuhyun menunjuk dirinya sendiri heran.

“Ne, aku sangat ingin kau ikut menghadiri rapat.”  Kemudian Zoumi menjelaskan niatnya mengundang Kyuhyun untuk turut serta dalam rapat. Zoumi mengajukan beberapa orang sebagai calon penggantinya dan Kyuhyun termasuk salah satu orang pilihannya. Kyuhyun tidak menolak undangan Zoumi, baginya tidak ada salahnya jika dia menghadiri rapat itu. Kemudian Zoumi dan Kyuhyun pergi menuju ruang rapat.

Rapat berlangsung cukup lama, untung saja Zoumi telah meminta izin kepada Songsaengnim untuk membawa beberapa murid dalam rapat, jadi mereka yang ikut serta dalam rapat tidak akan di marahi karna tidak kembali ke kelas setelah jam istirahat berakhir.

Setelah rapat berakhir, Kyuhyun segera kembali ke kelasnya. Dalam perjalanan menuju kelas, tiba-tiba Kyuhyun merasakan kepalanya pusing. “Aish . . . Coba aku menuruti apa kata hyung tadi pagi.” Makin lama kepalanya semakin terasa pusing. Dia berjalan sambil berpegangan pada dinding, pandangannya mulai berputar-putar. Kyuhyun pun sudah tidak sanggup menopang tubuhnya sendiri.

Minji yang baru saja keluar dari toilet melihat Kyuhyun berjalan tidak jauh dari tempatnya berdiri. Dia melihat tubuh Kyuhyun yang gontai sudah tidak sanggup berdiri lagi. Minji terkejut lalu segera berlari berusaha menopang tubuh Kyuhyun agar tidak jatuh ke lantai.

“Kyuhyun-ssi, gwaenchana?!” Minji berhasil menopang tubuh Kyuhyun.

Kyuhyun tidak menjawab pertanyaan Minji, dia hanya memegangi kepalanya yang terasa sangat pusing.

“Kau keringat dingin, sebaiknya kita ke ruang kesehatan.” Ujar Minji yang mulai panik melihat wajah pucat Kyuhyun. Dia memapah Kyuhyun ke ruang kesehatan, sesampainya disana tidak ada siapa pun. Minji membaringkan Kyuhyun di salah satu ranjang yang ada di ruangan itu. “Kyuhyun-ssi, apa yang kau rasakan sekarang?”

“Kepalaku pusing.” Jawab Kyuhyun setengah berbisik.

Mendengar jawaban Kyuhyun, Minji bergegas mencari-cari obat penghilang rasa pusing.

“Minji… obatku ada di dalam tas.” Kata Kyuhyun yang baru ingat perkataan Sungmin tadi pagi.

“Araseo, aku akan mengambilnya. Kau tunggu sebentar ya?” Minji berhenti mencari obat. Setelah itu dia menyelimuti Kyuhyun dengan selimut dan pergi meninggalkan ruang kesehatan untuk mengambil obat yang Kyuhyun katakan padanya.

5 menit kemudian Minji sudah kembali ke ruang kesehatan dengan membawa obat dan bekal Kyuhyun. “Mianhae bekalmu ku bawa sekalian, kau pasti belum memakannya kan? Karena selama jam istirahat tadi kau ikut serta dalam rapat OSIS.” Kyuhyun hanya bisa menjawab Minji dengan anggukan lemah.

“Kalau begitu kau harus memakannya terlebih dahulu sebelum minum obat.” Minji membuka bekal Kyuhyun, lalu menyuapinya dengan perlahan. Disuapan ke 6 Kyuhyun menolaknya, sepertinya dia sudah tidak sanggup lagi untuk menelannya. Minji langsung berhenti menyuapinya.

“Setidaknya sudah ada beberapa suap nasi yang telah kau makan.” Kata Minji mengambil obat-obat milik Kyuhyun. “Kyuhyun-ssi sekarang minum obatnya.” Dia membantu Kyuhyun meminum obatnya, kemudian membaringkan Kyuhyun kembali dan menyelimutinya. “Sebaiknya kau istirahat disini, aku tidak akan mengganggumu lagi. Biar nanti aku katakan pada Songsaengnim, kalau kau sedang sakit.”

Saat Minji hendak meninggalkan Kyuhyun sendirian, Kyuhyun justru memegang tangan Minji, dan menahan gadis itu agar tidak pergi.

“Ja… jangan. Jangan pergi, aku tidak ingin sendirian disini.” Ujar Kyuhyun dengan mata yang sudah di pejamkannya. ”Aku mohon jangan pergi…”

“Tapi… bukankah kau membenciku?” Raut wajah Minji berubah sedih.

“Aku sama sekali tidak membencimu, hanya saja aku tidak suka dengan bau tubuhmu. Baunya selalu mengingatkanku pada orang yang paling ku benci.” Akhirnya Kyuhyun menjelaskan alasannya bersikap dingin selama ini terhadap Minji. Mata Kyuhyun masih terpejam, tapi tangannya tetap menggenggam erat tangan Minji.

Minji terkejut dengan penjelasan Kyuhyun tadi, bahkan dia mencoba mencium dirinya sendiri mencari bau yang di maksud oleh Kyuhyun. ‘Rasanya aku tidak memakai minyak wangi, atau memang aku yang bau?’ Minji mencoba mencerna perkataan Kyuhyun sejenak.

“Kyuhyun-ssi, memangnya aku bau apa?” Tanya Minji penasaran, karna dia merasa tidak mencium bau apa-apa pada dirinya.

“…” Kyuhyun hanya diam.

“Kyuhyun…” Panggil Minji sekali lagi, tapi sepertinya Kyuhyun sudah terlelap dalam tidurnya. Minji terus menatap wajah Kyuhyun yang tertidur.

~~~~~~~~~~

Siwon membersihkan camera kesayangannya dan perlengkapan lain dengan hati-hati di ruang keluarga. Camera itu adalah hadiah terakhir yang diterima Siwon sewaktu Appa dan Ummanya masih bersama. Baginya perayaan ualng tahun yang ke-12 adalah hari yang paling membahagiakan dalam hidupnya. Dimana seluruh keluarga berkumpul untuk merayakan ulang tahunnya. Kebahagiaan, keceriaan, tawa dan canda larut menjadi satu di ruang keluarga ini. Ketika sedang membersihkan lensa camera Siwon teringat akan masa lalunya, saat dia sangat terkejut dan bahagia mendapatkan hadiah berupa camera yang sudah sejak lama dia inginkan dari Appa dan Ummanya.

‘Ja ireona, ja ireona, da iriwa, da iriwa.

Mak heundeureo, ni saengak modu, just shake it up, shake it up.

Ja ireona, ja ireona, da iriwa, da iriwa.

Mak heundeureo, ni saengak modu, just shake it up, shake it up.

Shake it up . . . Shake it up . . . Shake it up.’

Poselnya berdering dan Siwon tersadar dari lamunannya. Dia segera mengambil ponselnya, lalu melihat siapa yang menghubunginya. ‘Siapa?’ Tanya Siwon dalam benaknya, karna nomor tersebut tidak tercantumkan nama.

“Yoboseo.”

“Yoboseo Siwon-ah, ini aku Bin.” Yoon Bin merupakan sumbae Siwon di kampusnya, dia jugalah yang mengajari Siwon tentang beberapa teknik photografi. Pada awalnya Siwon tidak begitu serius menggeluti dunia photogarfi, selama ini baginya photografi hanyalah sebuah hobby. Namun ketika melihat hasil foto Yoon Bin pada seorang model, hatinya merasa tergugah untuk lebih mendalami lagi tekniknya dalam berfoto. Siwon sering mencari Yoon Bin hanya untuk mengomentari hasil jepretannya, dia mendapatkan banyak pelajaran dari Yoon Bin. Setelah lulus dari Universitas Yoon Bin mendirikan agensi photografinya sendiri.

“O,,hyung, kau ganti nomor?”

“Aniyo, nomorku masih yang lama. Aku sedang menggunakan telepon kantor.”

“Pantas saja nomornya asing di ponselku.”

“Siwon-ah, hari ini kau ada waktu?”

“Kebetulan hari ini waktuku kosong. Memangnya ada apa hyung?”

“Bukan apa-apa, aku hanya ingin meminta sedikit bantuanmu saja.”

“Baiklah selagi aku bisa bantu, aku akan membantumu. Bantu apa hyung?”

“Bantu aku memotret seorang model untuk iklan Style.”

“Bukankah itu projek besar yang hyung dapatkan?”

“Iya, tapi aku sedang tidak enak badan hari ini dan aku tidak mungkin melepaskan projek ini kepada agensi yang lain. Jadi aku mohon kau yang memotretnya? Aku akan membayarmu dengan bayaran besar.”

“Tidak usah seperti itu hyung. Tapi aku kan masih amatiran?”

“Kau jangan merendah, ku lihat hasil jepretanmu sangat bagus dan kemampuan fotomu pun sudah seperti seorang photografer professional.”

“Hyung terlalu memuji. Baiklah aku akan membantumu. Pemotretannya kapan dan dimana hyung?”

“Kau datanglah ke studioku sekarang.”

“Oke, aku akan segera kesana.”

“Jeongmal gomawo Siwon-ah, aku sangat tertolong.”

“Cheonmaneyo hyung.”

Setelah itu Siwon membereskan camera dan perlengkapannya. Siwon pergi ke kamar berganti pakaian lalu mempersiapkan barang bawaannya. Dia mencari Sungmin yang sedang berkutat dengan gitar dan not balok di teras belakang rumah mereka.

“Hyung, aku pergi keluar sebentar ya. Ada kerjaan mendadak.” Ujar Siwon berpamitan pada Sungmin.

“Kalau begitu pergilah, hati-hati di jalan.” Sungmin menghentikan permainan gitarnya, lalu mengizinkan Siwon untuk pergi.

“Ne. Hyung nanti yang akan menjemput Kyu siapa?”

“Biar aku yang menjemputnya.” Kata Sungmin lagi.

Siwon tersenyum dan menganggukan kepalanya kepada Sungmin.

“Aku berangkat Hyung.” Siwon beranjak pergi.

~~~~~~~~~~

Kriiiiiiiiiiiing . . . Kriiiiiiiiiiiing . . .

2 Jam kemudian bell sekolah berdering, tanda bahwa jam sekolah telah berakhir. Kyuhyun terbangun dari tidurnya, dia melihat Minji yang tetap terus berada di sampingnya sambil membaca sebuah buku obat-obatan herbal.

“kyuhyun-ssi, kau sudah bangun?” Tanya Minji yang menyadari bahwa Kyuhyun telah bangun.

“Ne, mianhae telah merepotkanmu.” Ujar Kyuhyun singkat.

“Aniyo, aku sama sekali tidak merasa repot.” Minji membalasnya sambil tersenyum manis. Kyuhyun yang baru menyadari tangannya masih menggenggam tangan Minji sedari tadi pun segera melepaskannya.

“Apa kau masih merasa pusing?” Tanya Minji lagi.

“Ani, aku sudah merasa baikan.” Kyuhyun menjawabnya sambil memalingkan wajahnya.

“Syukurlah kalau begitu, sebaiknya kita pulang sekarang.” Minji beranjak dari tempat duduknya, lalu meletakan buku yang dia baca tadi di atas rak buku. Kemudian mereka berdua kembali ke kelas untuk mengambil tas. Kyuhyun dan Minji pergi ke locker masing-masing untuk mengganti sepatu sekolah dengan sepatu pantofel hitam. Kyuhyun membuka lockernya, dia terkejut melihat secarik kertas yang tertempel di dalamnya. Kertas tersebut berlumuran darah segar dan terdapat tulisan di atasnya ‘KAU AKAN SEGERA MATI!’. Kyuhyun tersenyum mengambil kertas tersebut, dan membuangnya di tempat sampah. “Orang iseng lagi.” Lalu dia pergi dari tempat itu tanpa merasakan ketakukan sedikit pun.

Kyuhyun melihat Minji yang masih berusaha memakai sepatu pantofelnya dan mendekati gadis itu.

“Minji, gomawo karna telah menjagaku tadi.” Kyuhyun mengucapkan dengan sedikit membungkukkan tubuhnya. Tanpa di sengaja Kyuhyun melihat sepatu pantofel milik Minji yang sudah sangat usang.

“Kyuhyun-ssi, kau tidak usah berterimakasih seperti itu. Lagi pula aku merasa tidak membantu apa pun.” Minji berkata sambil tersenyum manis.

Kyuhyun yang tetap berusaha bersikap dingin kepadanya, hanya terdiam saja. “Kalau begitu aku duluan.”

“Ne, hati-hati di jalan Kyuhyun-ssi.” Minji membalasnya dengan melambaikan tangannya pada Kyuhyun, walaupun laki-laki itu tidak memalingkan wajahnya.

Kyuhyun berjalan menuju gerbang sekolah, dari kejauhan dia sudah melihat Sungmin yang sedang menunggunya. Tanpa sepengetahuan Kyuhyun, seseorang sedang memantau gerak-geriknya dari kejauhan. Rasa benci orang itu makin meluap melihat Kyuhyun yang memiliki kesempurnaan.

~~~~~~~~~~

“Jagiya, temenin aku shoping ya?” Kata Jessica yang sedang berjalan bersama Eeteuk menuju parkiran mobil sambil bergelayut manja padanya dengan tidak tau malu.

“Tidak bisa, aku harus segera pulang Kyu sedang sakit.” Eeteuk melepaskan rangkulan tangan Jessica.

“Sebentar aja, aku janji shopingnya ngga akan lama. Masa kamu tega sih ngebiarin princess secantik aku shoping sendirian?” Bujuk Jessica lagi.

“Tetap tidak bisa Jess, kemarin kata dokter kami harus lebih menjaga dan memberikan perhatian ekstra kepada Kyuhyun.” Jawab Eeteuk sambil membuka pintu mobil.

“Jadi kau lebih memilih menjaga dongsaengmu daripada jalan nemenin aku pacarmu?” Nada bicara Jessica meninggi karna kesal.

“Yups.” Eeteuk membalasnya santai lalu ia pergi meninggalkan Jessica sendirian. “Aku pulang duluan yah?”

“Tu… tunggu oppa!” Jessica melongo melihat Eeteuk yang pergi begitu saja tanpa mengantarnya pulang ke rumah. “Sebal… Sebal… Sebal ! ! !” Teriakan Jessica membuat semua orang takut kepadanya. ‘Ini semua gara-gara bocah sialan itu, semua perhatian oppa direbut olehnya dariku.’ Gerutu Jessica dalam hatinya. ‘Lihat saja nanti aku pasti akan menyingkirkan bocah tengik itu dari oppa, agar dia tidak menggangguku lagi.’ Jessica mengancam dalam benaknya dan mulai merencanakan hal yang tidak-tidak.

~~~~~~~~~~

Selama perjalanan pulang Kyuhyun tertidur kembali di mobil. ‘Mungkin hari ini cukup melelahkan baginya.’ Pikir sungmin melirik ke arah dongsaengnya.

Sesampainya di rumah Kyuhyun langsung menuju kamarnya, dia tidak mengucapkan sepatah kata pun pada Sungmin. Sungmin mengeluarkan ponsel dari dalam sakunya untuk menghubungi Eeteuk.

“Yoboseo.” Eeteuk mengangkat telepon masuk dari ponselnya.

“Yoboseo, hyung ada dimana sekarang?”

“Aku sedang ada di jalan menuju rumah. Wae?”

“Hyung sebelum pulang belikan Kyunie ponsel baru.”

“Memangnya ponsel Kyu yang lama kenapa?”

“Nanti saja aku jelaskan di rumah.”

“Lihat ini hyung.” Sungmin menyodorkan kepingan-kepingan ponsel Kyuhyun yang telah hancur kepada Eeteuk yang sudah sampai di rumah.

“Aigoo… Kenapa bisa hancur begini?” Eeteuk mengambil dan memeriksa kepingannya.

“Siwon yang telah menemukannya sudah hancur di kamar Kyunie.” Kemudian Sungmin menceritakan bagaimana Siwon menemukannya. “Hyung sepertinya ada yang Kyunie sembunyikan dari kita?”

“Sekarang Kyu ada dimana?” Tanya Eeteuk.

“Sejak pulang tadi dia langsung masuk ke kamarnya.” Jari telunjuk Sungmin menunjuk ke atas.

“Aku akan mencoba menanyakan pada Kyu tentang ponsel yang hancur ini.” Eeteuk beranjak dari sofa yang dia duduki menuju kamar Kyuhyun.

Tok… Tok…

“Kyu, aku masuk ya?” Eeteuk masuk ke kamar Kyuhyun, di lihat dongsaengnya sedang memainkan PSP sambil berbaring di ranjang. Kyuhyun hanya melirik sekilas ke arah Eeteuk, kemudian fokus kembali pada game yang dimainkannya.

Eeteuk merasa diacuhkan oleh dongsaengnya, kemudian mengambil PSP yang ada di tangan Kyuhyun. “Hyung! Aku kan sedang main…”

“Ini untukmu.” Eeteuk menyerahkan sebuah ponsel Lolipop berwarna biru yang sedang trend. “Ponselmu sudah hancur kan?” Kata Eeteuk dengan tenang. Kyuhyun mengambil ponsel yang di berikan hyungnya.

“Tadi Siwon menemukan ponselmu yang sudah hancur saat sedang membersihkan kamarmu.” Kali ini Eeteuk mengeluarkan kepingan ponsel Kyuhyun yang telah hancur. “Kyu, kenapa ponsel ini bisa hancur?”

Kyuhyun diam seribu bahasa, dia bingung untuk menjawabnya. Jika dia berkata bohong, hyungnya pasti akan tau kalau dirinya sedang berbohong. Dan jika dia mengatakan tentang perasaannya yang sakit perihal keputusan Umma untuk menikah lagi, dia takut hyungnya akan lebih mencemaskannya lalu membenci Umma mereka. Akhirnya dia lebih memilih untuk tidak menjawab pertanyaan hyungnya.

“Kyu…?” Tanya Eeteuk lagi, Kyuhyun tetap diam. “Baiklah jika kau tidak mau mengatakannya, aku tidak akan memaksamu.” Eeteuk tau pasti Kyuhyun tidak akan mengatakannya. “Tapi dengan adanya kejadian ini kami akan lebih ekstra menjagamu.” Eeteuk pun pergi meninggalkan Kyuhyun.

~~~~~~~~~~

Siwon melakukan pemotretan dengan serius. Pemotretan yang kali ini Siwon tangani adalah untuk iklan sebuah perusahaan pakaian ternama di seluruh dunia, jadi dia harus mengerahkan seluruh kemampuannya agar mendapatkan hasil jepretan terbaik. Yang menjadi model dalam pemotretan ini merupakan seorang artis yang sedang naik daun dan terkenal akan kecantikannya bernama Uhey. Model itu tidak henti-hentinya mencoba menarik perhatian Siwon dengan kedipan mata nakalnya. Sepertinya Uhey sangat tertarik pada Siwon, namun Siwon tidak menghiraukannya.

Bukannya Siwon tidak tertarik pada gadis cantik seperti Uhey, baginya kecantikan yang sesungguhnya bukanlah terpancar hanya dari fisiknya saja melainkan dari hati. Oleh karna itu dia tidak sembarangan melirik seorang gadis.

Pemotretan baru berakhir sekitar jam 8 malam, Siwon beserta kru merapikan semua perlengkapan dan lainnya. Ketika Siwon hendak pulang beberapa kru mengajaknya ke sebuah club malam yang letaknya tidak jauh dari studio. Dia ingin menolak ajakan mereka, tapi karna merasa tidak enak akhirnya dia menyetujuinya. Club malam yang mereka datangi sangat ramai, banyak gadis-gadis cantik yang menari-nari dan mereka pun mulai menggerakan badan mengikuti hentakan musik yang di mainkan oleh DJ. Siwon yang pada dasarnya tidak begitu suka dengan keramaian club malam, dia hanya duduk terdiam di salah satu bangku. Diantara banyaknya orang tiba-tiba matanya terpaku pada sosok seorang gadis yang sedang mabuk, menari beberapa jarak dari hadapannya. ‘Cantik . . .’ Katanya dalam hati menilai penampilan gadis itu. ‘Gerakan tubuhnya boleh juga, tapi… sepertinya dia menangis…’ Siwon menatap aneh ke arahnya. Gadis itu menari dengan semangat, namun jika memperhatikan wajahnya dengan seksama sebenarnya dia sedang menangis dalam kepedihan. Siwon dapat merasakan kepedihan dengan melihat wajahnya, walau dia tidak mengenal siapa gadis itu. Entah kenapa muncul perasaan ingin melindungi gadis itu dari dalam lubuk hati Siwon. Dia terus memperhatikan gadis itu, kali ini menatapnya dengan pandangan lembut. ‘Siapa dia? Kenapa dia bersedih dalam keramaian?’ Berbagai pertanyaan mulai berputar-putar di benak Siwon.

~~~~~~~~~~

Keesokan harinya di kelas Minji menghampiri Donghae yang baru saja datang. “Donghae-ssi, kemarin kenapa kau tidak masuk?” Tanya Minji ketika Donghae meletakkan tasnya di atas meja.

“Kemarin aku menemani Ummaku menjenguk nenek yang sedang sakit.” Kata Donghae yang sudah duduk di kursinya. “Minji, kau tidak usah terlalu formal denganku.”

“Maksudnya?” Minji pasang tampang bingung.

“Maksudku jangan panggil aku dengan embel-embel ssi segala, Donghae saja sudah cukup.” Kata Donghae sambil tersenyum.

“Apa tidak apa-apa?” Minji agak ragu.

“Tentu saja tidak apa-apa. Kedengarannya akan lebih akrab, lagi pula kan kita teman sekelas.” Donghae memasang wajah imut, kalau gadis lain yang melihatnya pasti langsung pingsan di tempat.

“Emmm… Donghae, aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu.” Kata Minji takut-takut dan salah tingkah.

. . . . to be continued . . . .

3 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s