Protected Brother . . . Part 6

Standar

Author By : Shania9ranger

Cast : Cho Kyuhyun, Choi Siwon, Lee Sungmin, Leeteuk, Kim Kibum, Lee Donghae

~o~

“Emmm… Donghae, aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu.” Kata Minji takut-takut dan salah tingkah.

“Katakan saja padaku, tidak usah takut seperti itu. Aku tidak akan menerkammu.” Ledek Donghae kepada Minji.

“Donghae, apa… apa aku bau?” Tanya Minji malu-malu.

“Hah?!” Donghae tidak mengerti pertanyaan yang Minji lontarkan.

“Ma… maksudku apa menurutmu tubuhku bau?” Wajah Minji sudah memerah seperti kepiting rebus.

“Bbbb… bwahahahaha… hahahahahaha. . .” Tiba-tiba tawa Donghae meledak begitu saja. Minji bertambah malu dengan reaksi Donghae dan melihat anak-anak di sekitar mereka yang memberikan pandangan aneh.

“Aku serius, tolong jawab pertanyaanku.” Ucap Minji berubah jadi serius.

“Kau ada-ada saja menanyakan hal aneh seperti itu.” Donghae menahan tawanya setelah melihat ekspresi wajah Minji yang serius. Kemudian Donghae mendekatkan wajahnya ke arah Minji, lalu dengan senyuman nakal dia mengendus-ngendus pelan. “Tidak bau apa-apa.”

“Benarkah?!” Tanya Minji lagi. Donghae menganggukan kepalanya dengan pasti. Setelah itu Minji segera mengambil sesuatu dari dalam tasnya, dia mengeluarkan sebuah botol kecil berwarna biru muda. ”Bagaimana baunya menurutmu?”

Donghae mengambil botol itu dari tangan Minji, lalu mendekatkannya ke hidung. “Ini parfume ya?” Minji mengangguk-nganggukkan kepalanya dengan semangat. “Wanginya soft and fresh, semua orang yang menciumnya pasti akan merasakan kelembutan.”

Tanpa pikir panjang Minji segera menyemprotkan parfume tersebut ke tubuhnya. “Bagaimana?” Dia menanyakan pendapat Donghae lagi. Donghae tersenyum dan mengacungkan ibu jarinya.

Tidak lama kemudian Kyuhyun sampai di Sekolah, hampir saja dia terlambat karna harus mendengarkan nasehat hyung-hyungnya. ‘Dasar hyung-hyung menyebalkan.’ Umpat Kyuhyun dalam hati. Dia mengingat kembali apa yang dikatakan oleh hyung-hyungnya.

*Flashback*

Eeteuk : “Kyu, kau tidak boleh makan dan minum sembarangan.”

Sungmin : “Di dalam tasmu aku sudah menyiapkan bekal dan kau harus menghabiskannya.”

Siwon : “Jangan Lupa minum obat dan vitaminmu.”

Kibum : “Kalau terjadi apa-apa, kau harus segera menghubungi kami.”

Eeteuk : “Nanti pelajaran olahraga kan? Sebaiknya kau tidak usah mengikutinya.”

Sungmin : “Jika kau merasa lelah, kau harus meminta izin pada Songsaengnim untuk istirahat.”

Siwon : “Jangan pulang dulu sebelum salah satu dari kami menjemputmu.

Kibum : “Jangan memaksakan diri untuk belajar, araseo!”

Blaa. . . Blaaaaa. . . Blaaaaaaaa . . . Kyuhyun bergidik mengingat semua ucapan hyung-hyungnya. “Mereka cerewet sekali!”

Kyuhyun berjalan menuju kelasnya, di kelas dia sudah melihat Donghae dan Minji sedang asik mengobrol.

“Hei Kyu, kenapa wajahmu di tekuk begitu, jelek tau?!” Ledek Donghae melihat wajah Kyuhyun yang sedang bad mood.

“Berisik!” Kyuhyun malas menimpalinya.

“Aku tau, kau begitu pasti karna ulah hyung-hyungmu. Ya kan?” Donghae mulai sok tau.

Kyuhyun tetap tidak menjawab pertanyaan Donghae, dia justru mengalihkan pembicaraan. “Kau kenapa tidak masuk Sekolah kemarin?”

“Wae? Kau merindukanku ya?”

Kyuhyun menatap dingin ke arah Donghae, hari ini dia benar-benar sedang tidak ingin bercanda.

“Baik-baik… aku tidak akan meledekmu lagi. Kemarin aku menemani Ummaku menjenguk nenek yang sedang sakit.” Kata Donghae yang takut melihat tatapan dingin Kyuhyun.

Bell Sekolah telah berdering, semua anak kembali ke tempat duduknya masing-masing menunggu shindong songsaengnim datang. Pelajaran hari ini adalah Matematika, Kyuhyun mengeluarkan buku Matematikanya dan beberapa alat tulis. Kyuhyun mencium aroma wangi dari Minji.

“Minji, kau memakai parfume ya?”

“Ne. Karna kemarin kau bilang aku bau, jadi hari ini aku memakai parfume.” Kata Minji sambil tersenyum. “Bagaimana menurutmu, wangi kan?” Tanya Minji dengan wajah polos.

“Babo, baunya tidak enak. Aku tidak suka!” Kyuhyun menjawabnya dengan ketus.

“Masa sih? Tadi Donghae bilang wanginya soft and fresh…” Kata Minji agak kecewa dengan perkataan Kyuhyun.

Donghae yang mendengar percakapan mereka, ikut menanggapinya. “Menurutku bau parfumenya Minji enak kok Kyu.”

“Tapi bagiku tidak.” Ujar Kyuhyun balas menanggapi ucapan Donghae.

“Begitu ya… Baiklah, besok aku akan menggantinya dengan parfume yang lain.” Minji mulai memikirkan aroma seperti apa yang Kyuhyun suka.

“Tidak usah, kau lebih baik tidak memakai parfume apa pun. Aku lebih suka dengan baumu yang biasa.”

“Tapi… kemarin kau bilang tidak suka dengan bau tubuhku?” Kata Minji bingung.

~~~~~~~~~~

Sungmin ingin membuat pudding chocolate, namun persediaan telur di lemari es telah habis. Dia memutuskan pergi ke minimarket yang letaknya tidak jauh dari rumah untuk membeli sejumlah telur. Secara kebetulan Sungmin bertemu seseorang disana. ‘Dia kan gadis kasar yang waktu itu?!’ Katanya dalam hati. Dia melihat Hee Joon melakukan sesuatu yang mencurigakan. Gadis itu dengan sembunyi-sembunyi mengambil beberapa barang yang ada di minimarlet, lalu memasukkannya ke dalam tas dan saku roknya. “Apa yang di lakukannya?” Sungmin mengatakannya dengan setengah berbisik.

Diam-diam dia terus memperhatikan tindak-tanduk Hee Joon. “Jadi dia sedang mengutil? Dasar anak nakal!” Ujar Sungmin yang sudah lupa pada niatnya untuk membeli telur. “Aku tidak akan membiarkannya begitu saja.” Sungmin mulai geregetan akan ulah Hee Joon, dia berjalan mendekati gadis itu. Kemudian Sungmin menarik tangannya dengan paksa menuju kasir.

Hee Joon yang sedang beraksi sontak kaget melihat seseorang menyeret dirinya, dia berontak berusaha melepaskan tangannya, tapi genggaman tangan orang itu sangat erat sehingga Hee Joon tidak bisa melepaskan diri. Di kasir Sungmin mengeluarkan semua barang yang di sembunyikan Hee Joon, gadis itu membelalakkan matanya lebar-lebar.

“Gadis ini…” Sungmin hendak melaporkan perbuatan Hee Joon kepada penjaga kasir.

“Dia yang akan membayarnya!” Hee Joon segera memotong perkataan Sungmin.

“Mwo?!” Pekik Sungmin mendengar perkataan Hee Joon.

“Ne. Oppa kan yang akan membayar semua ini?” Kata Hee Joon memasang wajah polos dan tidak bersalahnya kepada Sungmin.

“Ya! Kau…” Sungmin mulai kesal dengan gadis nakal ini.

“Oppa, aku tidak bisa menemanimu lagi. Appa menyuruhku segera pulang, aku pulang dulu ya oppa.” Hee Joon memotong kembali perkataan Sungmin. Dengan lihai Hee Joon melarikan diri dari Sungmin.

“Ya! Gadis nakal kembali kau?! Aish . . .” Dalam sekejap sosok Hee Joon sudah menghilang dari pandangan. Dengan terpaksa Sungmin lah yang membayar semua barang-barang yang di ambil Hee Joon tadi. ‘Kenapa justru aku yang malah kena imbasnya…’

~~~~~~~~~~

“Yoboseo Kibum-ah, kau ada dimana sekarang? Biasanya jam segini kau sudah sampai di kampus.” Kata Eunhyuk yang sedang menunggu kedatangan Kibum.

“Aku masih di jalan, 5 menit lagi juga sampai.”

“Kalau gitu belikan aku makanan ya? Lapar. . .”

“Memangnya kau belum sarapan?”

“Sudah, tapi lapar lagi.”

“Mwo?! Dasar perut monyet.”

“Aish,, Pokoknya belikan saja, nanti uangnya ku ganti. Araseo?!” Ujar Eunhyuk lalu memutuskan sambungan teleponnya.

Setelah menerima telepon Eunhyuk, Kibum mencari restoran Fast Food. Tidak jauh Kibum melihat Mc Donnal, dia memutuskan untuk membeli beberapa makanan disana. Saat memesan makanan Kibum melihat Jessica, dia mendekati gadis itu untuk sekedar menyapanya, namun sepertinya Jessica sedang memarahi seseorang.

“Annyeong Nonna.” Sapa Kibum kepada Jessica.

Jessica yang sedang sibuk marah, akhirnya menyadari kehadiran Kibum di belakangnya. “Bumie.. annyeong!” Jessica segera merapikan dandanannya lalu menundukkan kepala semangat. “Kau sedang apa disini? Kau tidak pergi ke Kampus?”

“Aku sedang membelikan makanan untuk temanku. Nonna sendiri sedang apa disini?” Kata Kibum singkat sambil mencoba melirik ke seorang gadis yang sedang di marahi oleh Jessica.

“O.. pembantu bodoh ini telah menumpahkan minuman di bajuku.” Jessica menempeleng kepala gadis itu dengan kasar. Gadis itu hanya menundukkan kepalanya dalam-dalam.

“Seoeun. . . ?” Kibum mengenali gadis yang sedang di marahi Jessica.

Seoeun memberanikan diri untuk melihat siapa yang memanggilnya. “A..ann…annyeong.” Sapa Seoeun yang juga mengenali sosok Kibum.

“Bumie, kau mengenali gadis bodoh dan jelek ini?!” Tanya Jessica dengan tatapan jijik.

“Ne, beberapa waktu yang lalu aku tidak sengaja menabraknya.” Kata Kibum kepada Jessica. “Seoeun, bagaimana keadaan lukamu?” Kali ini Kibum beralih ke Seoeun.

“Kau jangan membuang waktu untuk menanyakan keadaan pembantuku. Dia terlihat sudah sangat sehat.” Ujar Jessica dengan nada malas. “Bumie, aku harus ke salon sekarang. Duluan ya?” Jessica tersenyum sangat manis ke Kibum, lalu menarik paksa tangan Seoeun.

‘Jadi dia bekerja di rumah Jessica…’ Kibum membatin dalam hati.

~~~~~~~~~~

Semenjak kejadian kemarin sikap dingin Kyuhyun terhadap Minji perlahan mencair, walau pun kata-katanya masih terdengar ketus. Saat Kyuhyun kembali dari kantin bersama Donghae, dia melihat Minji sedang berbicara dengan Zoumi di koridor sekolah.

“Minji mengenal Zoumi sumbae? Mereka terlihat sangat dekat…” Kata Donghae yang menganalisa dua orang itu.

Kyuhyun merasakan perasaan yang aneh saat melihat Minji tersenyum kepada Zoumi, tapi dia tidak bisa mengartikan perasaan apa itu. Kyuhyun pergi begitu saja tanpa peduli perkataan Donghae menuju kelas, kemudian Donghae menyusul di belakangnya.

Seusai jam istirahat berakhir, semua anak bersiap mengganti pakaiaannya dengan seragam olahraga. Kyuhyun tidak menemukan seragam olahraganya, padahal dia ingat sekali bahwa tadi pagi Sungmin hyung memasukkan seragam olahraganya ke dalam tas. ‘Kenapa bisa tidak ada di dalam tas?’ Kyuhyun berkata dalam benaknya. Karna Kyuhyun tetap tidak menemukan seragan olahraganya, dia mengatakan kepada Songsaengnim bahwa dia lupa membawa seragam olahraganya.

Kyuhyun hanya bisa melihat teman-temannya berolahraga dari dalam kelas, tanpa sadar perhatiannya hanya terfokus pada seorang gadis yaitu Minji. Merasa bosan di dalam kelas Kyuhyun pergi menuju Perpustakaan untuk menemukan buku-buku yang menarik. Setelah meminjam buku di perpustakaan Kyuhyun kembali ke kelasnya, jarak antara gedung Perpustakaan dan Sekolah tidak begitu jauh. Ketika Kyuhyun akan memasuki belakang gedung sekolah, sesuatu jatuh tepat di atas kepalanya. Dia mengambil sesuatu yang menimpanya dari atas kepalanya. Kyuhyun melihat seragam olahraga miliknya yang sudah tercabik-cabik, lalu dia melihat ke atap gedung Sekolah mencari tau siapa yang melakukannya, tapi tidak ada siapa-siapa disana. Dia hanya bisa menghela nafas panjang melihat seragamnya hancur. Kyuhyun mengambil seragam olahraganya, lalu membuangnya di tempat sampah dan kembali ke kelas tanpa ekspresi takut sedikit pun.

~~~~~~~~~~

Jam 10 malam Sungmin menyelesaikan penampilannya di hadapan para pengunjung café setelah menyanyikan beberapa lagu ciptaanya. Dia segera pamit kepada pemilik café untuk pulang. Dalam perjalanan Sungmin melihat gadis yang di kenalnya sedang di kejar-kejar beberapa pria yang berusaha menangkapnya. Sosok Hee Joon yang terlihat ketakutan menghilang dari pandangan Sungmin ketika gadis itu berbelok ke gang yang gelap.

‘Aish… pasti dia berulah lagi.’ Sungmin yang sebenarnya malas mencampuri masalah gadis itu, akhirnya merasa kasihan dan turun dari dalam mobilnya lalu berlari turut mengejar Hee Joon.

Hee Joon menghentikan langkahnya, karna gang yang di masuki ternyata jalan buntu. Kini dia sudah terkepung oleh beberapa pria yang siap menyerangnya. Mereka tersenyum puas dan nakal saat mendapati Hee Joon telah terpojok. Dua dari mereka memegangi tangan Hee Joon, tapi gadis itu tidak diam begitu saja dia berusaha melawan mereka. Namun usahanya tidak berhasil, dia justru mendapat tamparan kuat yang melayang dipipinya. Hee Joon tersungkur di tanah, dia merasakan sakit luar biasa dan darah keluar dari ujung bibirnya. Salah seorang dari mereka menjambak rambut Hee Joon lalu menamparnya lagi.

Tenaga Hee Joon yang sudah terkuras karna berlari tadi sudah tidak memiliki tenaga untuk berontak. Mereka mendorong Hee Joon sampai tertidur di aspal. Salah seorang dari mereka membuka dua kancing kemeja yang Hee Joon kenakan dan menindih tubuh gadis itu lalu menciumnya dengan paksa. Hee Joon terisak berusaha berontak saat bibirnya di cium, tapi tenaganya tidak cukup kuat untuk melepaskan diri. Kemeja yang Hee Joon kenakan berhasil di lucuti, dia sudah tidak bisa melakukan apa-apa selain pasrah.

“Lepaskan dia!” Teriak Sungmin marah ketika melihat Hee Joon yang sudah tak berdaya.

“Siapa kau?! Beraninya mengganggu kesenangan kami.” Mereka semua menghentikan perbuatannya kepada Hee Joon, lalu mendekati Sungmin.

Tanpa rasa takut sedikit pun Sungmin menghajar mereka semua. 1 lawan 4 memang bukan perkelahian yang seimbang, tapi Sungmin tidak mau kalah menghajar mereka. Sungmin mati-matian berusaha melindungi Hee Joon. Hee Joon hanya menatap perkelahian itu dengan isak tangis, dia tidak menyangka bahwa masih ada orang yang mau melindunginya.

Perkelahian berlangsung cukup lama, sampai akhirnya keempat berandal itu melarikan diri meninggalkan Sungmin yang tak terkalahkan. Sungmin yang sudah babakbelur jatuh terduduk di tanah. Dia melihat ke arah Hee Joon yang menangis ketakutan, lalu bangkit mendekati gadis itu. Kondisi Hee Joon sangat mengenaskan hanya memakai rok mini dan tanktop.

Sungmin melepaskan jaket yang di kenakannya, lalu memakaikannya pada Hee Joon. “Tenanglah semuanya sudah berakhir.” Ujar Sungmin pelan. Hee Joon hanya terdiam, tubuhnya masih gemetar ketakutan.

Sungmin melihat luka di lutut Hee Joon, dia membopong tubuh gadis itu dengan sisa-sisa tenaga yang di milikinya menuju mobil. Sesampainya di mobil sungmin memasukkan Hee Joon perlahan.

“Rumahmu dimana? Biarku antar kau pulang.” Tanya Sungmin yang sudah memasuki mobil.

“. . .” Hee Joon tidak menjawab pertanyaan Sungmin dan tatapan matanya kosong.

Sungmin merasa kasihan kepada gadis yang ada di hadapannya. ‘Dia pasti sangat terguncang.’ Sungmin berkata dalam hatinya. “Baiklah karna sudah larut malan sebaiknya kau menginap di rumahku.”

~~~~~~~~~~

“Kita sudah sampai di rumahku.” Sungmin dan Hee Joon telah sampai di halaman rumah yang bergayakan minimalis serta elegan. Sungmin memapah Hee joon memasuki rumah itu. “Aku pulang~”

“Hyung, kau sudah pulang. Aigoo… hyung gwaenchana?!” Kata Kibum yang menyambut kedatangan Sungmin terperangah kaget melihat kondisi hyungnya yang penuh dengan luka-luka memar.

“Sungmin, kau kenapa?” Tanya Eeteuk setelah melihat Sungmin.

“Sungmin hyung. . .” Siwon yang sedang nonton tv ikut terpekik melihat hyungnya.

“Aku tidak apa-apa, kalian tenang saja.” Sungmin hanya tersenyum melihat ekspresi panik dari hyung dan dongsaengnya.

“Tapi hyung bagaima…” Siwon hendak menanyakan kejadiannya, namun kata-katanya langsung terpotong Sungmin.

“Nanti aku ceritakan kejadiannya pada kalian. Sekarang gadis ini butuh istirahat.” Ujar Sungmin sambil memapah tubuh Hee Joon menuju kamarnya yang ada di lantai dua.

Sungmin dan Hee Joon memasuki sebuah kamar yang bernuansa merah muda. Kamar Sungmin di penuhi dangan propertis dan pernak-pernik berwarna merah muda, serta terdapat banyak boneka di atas tempat tidurnya. Kamar tersebut layaknya seperti kamar seorang gadis.

“Ini kamarku, kau tidak usah sungkan disini, anggap saja seperti kamarmu sendiri.” Ujar Sungmin menunjukkan senyum manisnya. Dia membuka lemarinya dan mengeluarkan pakaian dan handuk bersih untuk Hee Joon.

“Ganti seragammu yang kotor dengan ini.” Sungmin menjulurkan pakaian dan handuk yang dia ambil dari dalam lemari. “Kau juga harus mandi untuk menghilangkan kotoran yang melekat pada tubuhmu.”

Hee Joon tetap terdiam, dia hanya menatap heran pada Sungmin yang sudah begitu baik padanya. ‘Kenapa kau baik sekali padaku? Padahal gara-gara aku, kau jadi babakbelur begitu.’ Hee Joon membatin dalam hatinya.

“Aku keluar dulu, nanti kalau kau membutuhkan sesuatu panggil saja aku.” Sungmin melangkahkan kakinya keluar kamar.

~~~~~~~~~~

Sungmin lekas pergi mandi untuk membersihkan tubuhnya, setelah mandi dan berpakaian lengkap dia kembali keruang keluarga. Di ruang keluarga sudah ada Eeteuk, Siwon dan Kibum yang menunggu dirinya untuk menceritakan apa yang sebenarnya telah terjadi. Sungmin menceritakan seluruh kejadian yang dia alami dengan Hee Joon kepada hyung dan dongsaengnya, sampai akhirnya dia mendapatkan pukulan dari preman-preman yang hampir memperkosa Hee Joon.

“Kyunie mana?” Tanya Sungmin yang menyadari bahwa dongsaeng kesayangannya tidak ada bersama yang lain.

“Tadi ku lihat dia sudah terlelap di kamarnya, hyung.” Kibum menjawab pertanyaan Hyungnya.

Eeteuk pergi mengambil kotak obat, lalu kembali dengan segera. “Minnie, sini luka-lukamu harus segera di obati.” Kata Eeteuk yang sudah siap dengan kapas dan salep di tangannya.

“Tidak usah hyung, aku bisa mengobatinya sendiri.” Tangan Sungmin menolak Eeteuk dengan lembut. “Hyung, berikan kotak obat itu kepadaku.” Eeteuk meyerahkan kotak obat itu pada Sungmin. Sungmin beranjak dari tempatnya duduk, lalu meninggalkan hyung dan dongsaengnya menuju kamar.

Tok- tok . . . !

Sungmin mengetok pintu kamarnya. “Ini aku, aku masuk ya?” Tanpa menunggu jawaban dari Hee Joon, Sungmin membuka pintu dan masuk kedalamnya.

Hee Joon duduk tertunduk di atas kasur, dia sudah memakai pakaian yang Sungmin berikan padanya. Sungmin berjalan mendekati Hee Joon, kemudian dengan perlahan Sungmin mengobati luka pada lutut gadis itu. “Istirahatlah, kau pasti sangat lelah.” Setelah mengobati luka Hee Joon, Sungmin menyuruhnya untuk segera istirahat. Hee Joon merbahkan dirinya di ranjang dan Sungmin menyelimuti tubuhnya.

“Lalu kau tidur dimana?” Akhirnya Hee Joon berkata saat Sungmin hendak meninggalkan kamar itu.

Sungmin membalikan tubuhnya mentap Hee Joon dengan tersenyum. “Kau tidak usah khawatir, aku akan tidur di kamar hyungku.”

“Gomawo…” Kata Hee Joon lirih.

~~~~~~~~~~

Hee Joon terbangun saat sinar matahari menembus jendela kamar, jam sudah menunjukkan pukul 9. Dia beranjak dari ranjang dan pergi keluar kamar, menuruni anak tangga dengan perlahan karna lututnya masih terasa sakit. Hee Joon melihat Sungmin yang sedang memasak di dapur.

“Kau sudah bangun? Mudah-mudahan tidurmu nyenyak semalam.” Sungmin menyapa gadis itu dengan senyuman manisnya. Hee Joon agak terkejut ketika Sungmin menyapanya.

“Sini duduk, aku sudah buatkan sarapan untukmu.” Sungmin menarik tangan Hee Joon dengan lembut, lalu mempersilahkan gadis itu duduk di meja makan. Hee Joon melihat berkeliling dapur.

“Kau tidak usah takut, hyung dan dongsaeng-dongsaengku sudah berangkat pagi-pagi sekali.” Sungmin berpikir mungkin Hee Joon akan merasa takut pada yang lain. Sungmin menyuguhkan nasi, lauk pauk dan segelas susu di hadapan Hee Joon. “Makanlah.”

Hee Joon memakan makanan yang di suguhkan oleh Sungmin. “Oh iya, ini seragam sekolahmu. Sudah ku cuci bersih dan ku perbaiki.” Sungmin menyerahkan seragam sekolah Hee Joon yang sudah terlipat dengan rapi. “O,,hampir lupa. Ini nametagmu.”

~~~~~~~~~~

Sudah satu minggu Kyuhyun terus-terusan mendapatkan teror-teror yang mengerikan dari seseorang yang sangat membencinya, namun Kyuhyun tidak pernah ambil pusing dan merasa takut sama sekali dengan teror-teror tersebut.

Orang yang meneror Kyuhyun merasa sangat kesal, karna Kyuhyun tidak bergeming ketakutan sedikit pun. Dia meluncurkan rencana selanjutnya dengan memerintahkan kepada anak buahnya untuk memberikan pelajaran pada Kyuhyun.

Kyuhyun menunggu Siwon di depan gerbang sekolah, tiba-tiba ponselnya berdering dan layar menunjukan nama ‘Siwon hyung’. Siwon memberitahukan bahwa dirinya akan menjemput Kyuhyun agak telat karna ada urusan yang harus segera diselesaikan, dan berpesan untuk tetap menunggu hingga Siwon datang. Kyuhyun menuruti perintah hyungnya, dan menunggu hyungnya sambil memainkan PSP.

Kyuhyun asik memainkan game kesayangannya, hingga lupa akan sekitarnya yang sudah sangat sepi. Tanpa Kyuhyun sadari ada segerombol anak yang mendekati Kyuhyun.

“Hei, kau yang bernama Kyuhyun kan?”

“Ne.” Kyuhyun menoleh kearah yang seseorang yang menyebut namanya. “Kalian siapa? Dan ada perlu apa denganku?”

“Wah,, sombong sekali cara bicaramu. Kau tidak perlu tau siapa kami!” Salah satu dari mereka mendorong tubuh Kyuhyun dengan kasar hingga tersungkur di tanah. Saat orang itu hendak memukul wajah Kyuhyun dengan tinjunya, tiba-tiba sebuah tangan mungil menahannya.

“Minji…” Ujar Kyuhyun kaget melihat tangan mungil yang ternyata milik Minji.

“Kyuhyun-ssi, gwaenchana??” Tanya Minji.

“Babo, kenapa kau kesini?! Sebaiknya kau cepat pergi!” Kyuhyun tidak menjawab pertanyaan Minji, dia justru memarahi dan menyuruh gadis itu untuk segera pergi.

“Hei,, Hentikan bermesra-mesraannya, aku muak melihat kalian. Hajar mereka!” Serempak mereka mengepung Kyuhyun dan Minji. Kyuhyun bangkit dan menyuruh Minji untuk tetap berada di balik punggungnya, namun Minji menolak. Dengan cekatan Minji bergerak ke depan Kyuhyun, lalu menghajar mereka seorang diri. Kyuhyun melongo dan terpaku berdiri melihat aksi Minji yang menghajar mereka sendirian. Kyuhyun sungguh tidak menyangka tubuh mungil dihadapannya ini ternyata sangat lihai beladiri. Dalam sekejap Minji berhasil melumpuhkan mereka dengan jurus-jurus taekwondonya. Merasa sudah kalah, mereka berlarian kalang kabut meninggalkan Minji dan Kyuhyun.

Mobil Siwon muncul tidak lama kemuadian, dia segera keluar dari dalam mobil mmendekati dongsaengnya. “Kyu, mianhe hyung terlambat menjemputmu. Jeongmal mianhe…”

Kyuhyun yang sejak tadi hanya terpaku, akhirnya menyadari bahwa hyungnya sudah datang menjemputnya. “Ne, gwaenchana hyung.”

“Minji, bagaimana bisa kau melakukan semua itu?” Kyuhyun merasa kagum melihat aksi Minji.

“Sejak kecil Appaku sudah mengajariku taekwondo.” Jawab Minji singkat.

“Annyeong, kau temannya Kyuhyun? Gomawo telah menemani Kyuhyun menungguku.” Siwon menyapa Minji.

“Ne, annyeong oppa.” Minji sedikit membungkukkan tubuhnya. “Baiklah kalau begitu, aku pulang dulu ya Kyuhyun-ssi.” Gadis itu pergi dengan sepedanya.

~~~~~~~~~~

“SIIIAAAALLLLL!!!!!!!! Kali ini kau ku biarkan selamat, tapi aku pasti akan membuatmu sangat menderita nanti. Terpaksa aku menggunakan cara keji lainya. Tunggu saja kau pasti habis di tanganku. . .” Kata seseorang yang sejak tadi terus memperhatikan Kyuhyun, dan bersembunyi tak jauh dari tempat Kyuhyun berdiri dengan kebencian dan amarah yang membara.

. . . . to be continued . . . .

One response »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s