Yes, I too (part-1)

Standar

By: Putrysukajerukunyil

Nb: FF pertama, fuuuhh… gak tw deh gmn ceritanya! asal-asalan bgt.. hehe…
baca silahkan, gak dibaca gpp! tapi maaf sebelumya klo bahasanya belang belonteng.. hehehe..^^

Salahkah bila aku menyukainya..??
Salahkah bila aku jatuh cinta padanya..??
Aku tidak mengerti bagaimana perasaanku saat ini,,
Tapii..entah mengapa setiap aku memperhatikannya aku merasa sangat bahagia..
Huuuufftt… membingungkan!

“Rheina.. sedang apa kau disini? Ini kan ruangan khusus untuk Club Dance! Memangnya kau berminat untuk bergabung ke club ini??” seseorang membuyarkan lamunanku.
“Ahh.. tidak aku hanya sedang iseng-iseng saja duduk disini! Lagi pula oppah hyuk tidak melarangku tuk duduk disini! Kau sendiri, untuk apa kesini?” tanyaku pada Shelly teman sebangkuku.
“Hihihihi.. iseng-iseng atau mau lihat Hy..” belum selesai Shelly bicara tiba-tiba Rheina membekap mulutnya.
“Sssshhhttt… kau ini berisik sekali, kalau dia dengar bagaimana?!” jelasku sambil terus membekap mulut Shelly.
Shelly pun berusaha untuk melepaskan bekapan Rheina, dan Berhasil..!!
“Kau ini ingin membuatku mati, hampir saja aku tidak bisa bernafas! Bagaimana kalau aku mati? Kau mau bertanggung jawab?!” kata Shelly dengan nada Emosi dan nafas yang tersenggah senggah akibat dibekap oleh Rheina.
“Aduhh.. sorry deh, aku tidak sengaja! Habis, kau ini berisik sekali,, aku tidak ingin oppah hyuk tahu!” jawabku menyesal sambil menyodorkan kelingkingku kearah Shelly sebagai tanda permintaan maaf dan tidak lama disambut oleh Shelly.
Lalu kami pun menonton latihan Club Dance bersama, Club itu diketuai oleh Lee Hyuk Jae, kakak kelasku. Dia sangat pandai dan hebat dalam berDANCE! Dia juga sangat ramah dan baik dengan siapa saja, dan dia juga sangat humoris membuat banyak orang yang menyukainya, begitu pula denganku.
Akhirnya Club Dance pun selesai, aku dan Shelly pun beranjak pulang. Ketika kami berjalan menuju arah koridor tiba-tiba aku melihat oppah hyuk bersama dengan seorang wanita yang sebaya dengannya, lalu..
PLAAAAKK!!
Oppah hyuk di tampar, aku pun sangat syook melihatnya. Sebenarnya apa yang telah terjadi denganmu oppah??


Eunhyuk POV,
“Huuufffttt… hari ini ada club dance, sedangkan Cheirin menyuruhku menjemputnya? Haduuuh.. bagaimana ini? Bisa-bisa dia marah lagi padaku! T.T” batin Eunhyuk yang pada saat itu sedang menyantap makan siangnya dikantin.
Drrrttt…Drrrtttt…Drrrtttt.

.
Hp ku bergetar dan terlihat ada 1 pesan yang tertulis pengirimnya adalah Lee Donghae sahabatku. Dengan cepat aku langsung membuka pesan itu, dan betapa kagetnya aku saat membaca pesan itu,
“Hyukie, aku tadi melihat pacarmu sedang berjalan dengan laki-laki itu lagi, kalau diperhatikan sepertinya dia adik kelas kita! Mereka terlihat mesra sekali, dan aku lihat dia pergi ke café! Maaf hyukie, jika pesanku ini mengejutkanmu.. tapi, aku hanya ingin kau tahu kalau Cheirin itu tidak pantas untukmu! Ini sudah yang ke 5 kalinya aku melihatnya dengan laki-laki itu”
Seketika aku pun lemas membacanya, tapi entah bisikan apa aku pun tidak memperdulikan pesan dari sahabatku itu. Aku tidak percaya kalau Cheirin menghiyanatiku. Aku pun langsung menghapus pesan itu dan menganggap tidak ada pesan aneh yang masuk ke Hp ku. Setelah itu aku langsung pergi menuju club dance ku, dan seperti biasa ada seorang gadis yang selalu duduk manis melihat club ku berlatih. Kalau di perhatikan dia manis juga! Hehehe.. tapi aku bingung, kenapa dia tidak pernah absen untuk melihat club ku latihan ya? Dasar cewek aneh..! tiap haripun aku selalu memperhatikan pandangan gadis itu, hmmm… sepertinya ia memandangiku terus! Tapi… ahh… palingan hanya rasa pede ku saja! Dan dance pun selesai,, aku pun langsung cepat-cepat kearah parkiran berniat untuk menjemput Cheirin. Saat aku berjalan menuju koridor kelas aku terkejut, ternyata Cheirin ada disini! Sepertinya dia sedang menungguku, dan aku pun langsung menghampirinya.
“Loh jagi, kenapa kamu ada disini? Niatnya aku ingin menjemputmu loh..!” sapa ku sambil menggodainya.
“Heh, kau tidak mengerti ya? Sekarang tuh sudah jam berapa?! jam 5 sore!! Memangnya kau fikir aku mau menunggu di sekolah sendirian sampai jam segini?!! Fikir dong pakai otak.. jangan pakai dengkull,,,, dasar CULUN!!” bentak Cheirin.
“Mianhe jagi, hari ini kan aku ada latihan club dance. Sedangkan aku harus melatih mereka berdance, jadi mian, kalau hari ini aku tidak bisa menjemputmu!” jawabku sambil cengengesan.
“Ooohh.. jadi sekarang kau lebih mementingkan club mu itu daripada aku?!!” tanyanya sambil membentakku.
“Mianhe, bukan itu maksudku!” aku berusaha mengelak, lalu aku kembali berbicara.
“Jagi, bukannya tadi kau sudah dijemput oleh laki-laki lain ya? Lalu kalian pergi ke café?”
“Ne, kau tahu darimana??” tanyanya penasaran.
“Ooohh.. jadi ternyata benar ya tadi kau jalan dengan laki-laki lain?? Aku tahu dari temanku katanya saat dia pulang dia melihatmu sedang berjalan dengan adik kelasku ke dalam café. Apa benar seperti itu jagi??”
PLAAAKK!!
Cheirin menampar pipiku..
“Jadi kau lebih percaya dengan temanmu itu daripada aku?!! Yasudahlah.. lebih baik aku pergi saja kalau kau lebih percaya dengan temanmu!” bentaknya lalu pergi meninggalkannku. Aku pun berlari mengejarnya, tapi langkah dia terlalu cepat sehingga aku kehilangan jejaknya.

Rheina POV,
‘Kenapa dia menampar oppah hyuk??
Dan siapa wanita itu?
Kasar sekali dia dengan oppahku, aku tak terima oppah di perlakukan seperti itu! Pokoknya mulai saat ini, detik ini aku ingin mencari tahu siapa wanita itu!’ batinku dengan semangat, sambil merencanakan misi besar. Hahahaha..

_Esoknya di Sekolah_
Aku mencari oppah Donghae untuk meminta informasi tentang oppah hyuk, dan aku pun menemukannya. Tapi dia sedang bersama dengan oppah hyuk. Aduuuhh.. Gaswat nih! Gimana mau nyulik oppah Donghae dari oppah hyuk ya? Beberapa kali aku mengutak atik otakku untuk mencari jalan keluarnya. Namun kesimpulan yang ditemukan cuman 1 yaitu dengan berani aku harus meminta kepada oppah hyuk untuk meminjam oppah Donghae sebentar. Lalu aku pun mencoba memberanikan diri untuk menghampiri mereka dengan detakkan jantung yang tidak karuan. Aku gugup! Tuhan.. tolong aku..!
“Hmm.. mianhe oppah hyuk, apa aku boleh pinjam oppah donghae sebentar?” tanyaku gugup kepada eunhyuk.
“Ne, oohh.. mau mijem donghae? Tidak kau balikin juga tak apa kok! Hehe..” Eunhyuk pun menjawab dengan senyuman khasnya. Membuat aku semakin gugup.
“Memangnya ada perlu apa??” Tanya dongahe.
“Hmm.. nanti saja kita bicaranya kalau sudah jauh dari oppah hyuk!^.^” jawabku singkat.
“Hey..hey.. jangan-jangan kau ingin membicarakanku ya? Ayolah mengaku saja!” ledeknya ke arahku.
Ahhh~ aku tak sanggup melihat senyumnya, rasanya jantungku mau copot!
“Hahaha.. pede sekali kau oppah! Oia gimana oppah donghae, mau membantuku? Aku butuh oppah sekarang!”
“Hmm.. yasudah, tapi jangan lama-lama ya karena aku dan Hyukie sedang membicarakan club dance kami!”
“Oke oppah, gak lama kok!”
Lalu aku pun mengajak oppah donghae ke tempat yang menurutku agak sepi, yaitu di halaman belakang sekolah.
“Oppah, kenalkan aku Rheina anak kelas XI IPA-3!” aku pun memperkenalkan diri sebelumnya.
“Yuph.. aku sudah tahu! Ada apa? Cepat katakanalah apa yang bisa aku bantu??” Tanya donghae, sepertinya terlihat buru-buru sekali.
“Hmm.. tapi oppah janji dulu, jangan bocorin ke siapa-siapa! Janji..!” kataku membuka topik pembicaraan sambil menyodorkan kelingkingku lalu tak lama disambut donghae sambil berkat “Janji”
“Hmm.. sebenarnya aku kesini ingin menanyakan kepadamu soal oppah hyuk!” tanyaku gugup sambil menyembunyikan rasa Maluku.
“Ne, Hyukie? Memangnya ada apa dengan dia?” Tanya donghae penasaran.
“Apakah oppah tahu kalau sekarang dia sedang menjalin asmara dengan seseorang?” jawabku sambil tertunduk malu.
“Hahahahaha…!” tawa donghae langsung pecah.
“Kenapa oppah tertawa? Aku seriuss! Aku benar-benar ingin tahu!” jawabku sambil membujuknya untuk berhenti tertawa.
“Hahaha.. sorry,, sorry,, aku tak tahan mendengarnya! Ternyata kau suka dengan hyukie ya?? Hahaha.. kok bisa? Dia kan culun? Hahaha..” jawab donghe sambil tertawa dan sesekali meledekku. Aku pun hanya bisa manyun, dan kecewa melihat reaksi oppah yang satu ini.
“Oppah.. aku seriuss! Tolong jawab pertanyaanku oppah!” pintaku sambil merengek-rengek seperti anak kecil.
“Hehehe.. okeh,,okeh,, tapi sebelumnya jawab pertanyaanku dulu! Apa kau serius menyukainya??” Tanya donghe yang kini tertawanya mulai meredah.
Karena malu, aku hanya mengangguk saja mengisyaratkan iya kalau aku menyukainya.
“Nih, aku kasih tahu! Sebenarnya Hyukie itu memang sedang menjalin hubungan dengan seorang gadis, gadis itu dari sekolahan yang berbeda. Walaupun dia sangat cantik tapi.. aku tidak setuju kalau sahabatku berhubungan dengan gadis itu! Karena hyukie selalu ditindas, dibentak, dikucilkan dengan gadis itu! Bahkan gadis itu sering berjalan dengan laki-laki lain, terutama dengan laki-laki angkatanmu! Aku kasihan dengannya, lebih baik berhubungan denganmu saja dari pada dengan nenek sihir itu!” jawab donghe panjang lebar.
Aku pun tersipu malu ketika donghe bilang lebih baik berhubungan denganku daripada dengan gadis itu. Tapi.. siapa angkatanku yang menjadi selingkuhan gadis itu ya?
“Mian, kalau boleh tahu siapa laki-laki angkatanku yang menjadi selingkuhan gadis itu? Lalu kenapa oppah hyuk masih bersama dengannya meskipun pacarnya sering melakukan hal yang tidak semena-mena dengannya??”tanyaku.
“Hmm… aku tidak tahu siapa nama laki-laki itu, tapi aku mengenali wajahnya! Yah.. entahlah.. mungkin hyukie sudah terlanjur cinta buta dengan wanita itu! Aku pun tak mengerti kenapa dia bisa sebodoh itu. Ah,, entahlah yang pasti aku ingin sekali memisahkan mereka!” jawab donghae.
“Oppah kau jahat sekali, ingin menghancurkan kebahagiaan sahabatmu sendiri! Memangnya ada motiv apa sehingga oppah ingin melakukan hal itu?” tanyaku lagi penasaran.
“Aku tak ingin melihat sahabatku ditindas terus-terusan oleh gadis itu, aku sedih melihat dia diperlakukan seperti itu! Kau pasti mengerti bagaimana perasaanku?” jawab donghae sambil menatapku tajam.
“Yuph.. aku mengerti!” jawabku singkat.
“Bagus..! tapi sekarang aku sudah menemukan bagaimana cara memisahkan mereka berdua! Untunglah ada kamu Rheina, aku sangat senang sekali ternyata kau ada hati dengannya! Apa kau mau mendapatkan cinta hyukie? Kalau begitu rencana A ku adalah “mencomblangimu”! okeh..! hehehe..” kata-kata donghe membuat aku gugup tak karuan.
“Haaah oppah!! A..a..ku, tidak mau..!” kataku gugup.
“Mwo? Bukankah kau menyukainya?” ucapnya dengan wajah terkejutnya yang khas.
“Iya sih,, tapi aku malu!!” jawabku sambil menutup wajahku dengan kedua tanganku.
“Ooohh.. jadi itu masalahnya?? Hahaha… kau tenang saja, rencana kita tidak akan diketahui oleh siapapun! Terutama oleh hyukie! Kita lakukan rencana ini dengan rahasia okeh..!!? yasudah.. aku pergi dulu ya, besok kita lanjutkan lagi!”
“Okeh oppah, oia titipkan salam dariku tuk oppah hyuk ya! Tapi jangan bri tahu kalau itu dari ku!” pintaku.
“Okeh.. Daaah!”
Donghe pun langsung pergi meninggalkan ku, aku pun masih memikirkan perkataan donghe tadi yang membuatku menjadi salah tingkah. Lalu aku pun kembali ke kelas, setelah mendengar bel berbunyi.

Eunhyuk POV,
Cheirin dari semalam tidak mau mengangkat telepon ku, sepertinya dia marah besar denganku! Ahhhh~ kenapa kau selalu begini kepadaku cheirin??
“Hoy… ngelamun aja!” seseorang mengagetkan lamunanku, lalu aku memutar wajahku untuk melihat siapa orang itu. Uuuugghh… ternyata Donghae sahabatku.
“Ahh… kau ini selalu saja mengagetkanku! Maumu apa sih??” tanyaku kesal.
“Hehehe.. maaf, aku cuman ingin membuatmu ceriah saja! Kau kenapa sih? Ada masalah lagi dengan pacarmu?? Haha.. sudah lah kau putuskan saja, dari pada kau tersiksa seperti ini terus!!” kata donghe sambil mengacak-ngacak rambutku.
“Aisssh~ memangnya segampang itu apa? Seenaknya saja memutuskan hubungan! Lagi pula dia itukan gadis pertama yang menyukaiku, aku tidak mau kehilangan dia! Aku belum siap untuk menjadi Jomblowan!” jawabku kesal sambil merapihkan rambutku yang telah di acak-acak oleh donghae.
“Masih banyak wanita di luar sana yang lebih baik dari dia hyuk! Untuk apa kau masih mempertahankan dia?? Bikin kau sakit hati saja!” jawab donghe santai.
“Enak saja kau ngomong! Memangnya siapa yang menyukaiku?” keluhku sambil menundukkan kepala ku.
“Aku menyukaimu hyuk!!” ledek donghae.
“Hahaha… sayangnya aku masih normal hae! Huffftt.. seandainya ada gadis yang menyukaiku, mungkin aku akan mengikuti perkataanmu hae!” kataku sambil menatap donghe serius.
“Oyah?? Baiklah akan ku carikan nanti! Hehe..” jawab donghae sambil mengacak-ngacak rambutku yang baru saja aku rapihkan.
“Hehe.. silangkan saja! Asal jangan seorang banci! Hahaha…” celetukku sambil menarik donghae menuju keluar kelas.
“Hyuk,, bulan depan ada kompetisi dance, apakah kau ingin mendaftarkan kelompok kita??” Tanya donghae.
“Hmm.. aku masih bingung, lihat nanti saja deh!” jawabku singkat.
Tiba-tiba ada seorang gadis yang menghampiri ku, lalu dia meminta izin untuk meminjam donghe sebentar. ‘ini kan gadis yang sering melihat latihan club dance ku!’ batinku.
Setelah berbasa-basi meminta izin denganku, akhirnya dia membawa donghae pergi dariku. Hmmm.. sepertinya gadis itu menyukai donghae. Waahh… beruntung sekali dia disukai dengan adik kelas, aku jadi iri. Bermenit-menit aku menunggu donghe, waaahh.. ternyata lama juga dia pergi dengan gadis itu. Tapi setelah aku berhenti memikirkannya dan memalingkan fikiranku ke salah satu buku tiba-tiba donghae sudah ada di hadapanku. Aku pun kaget sekali, dia datang seperti hantu saja.
“Ada apa? Kenapa kau memasang wajah seperti itu?” Tanya donghae bingung.
“Dasar kau ini, mengagetkanku saja!” omelku sambil memukulnya dengan buku yang sedang aku pegang.
“Hihihihi… maaf deh kalau gitu! Ayo dong jangan marah..!” bujuk donghae.
“Iya, aku tidak marah kepadamu!” jawabku singkat.
“Oia kau dapat salam dari adik kelas!!” bisik donghae di telingaku.
Aku kaget bukan kepalang saat dia berbicara seperti itu, hmm.. rasanya itu hanya kejailan donghae saja.
“Mwo?? Haha,, kau ini bergurau saja! Kau hanya ingin membuatku senang semenit saja kan??” tanyaku sambil melirik jahil.
“Yasudah kalau kau tak percaya, aku tidak memaksamu! Yang penting aku sudah menyampaikannya padamu!” jawabnya singkat, lalu dia kembali ke tempat duduknya.
Akupun yang bingung kini tak bisa berbicara apa-apa, aku bingung dengan omongan donghae tadi. Apakah dia serius? Atau hanya bergurau? Tapi kalau di perhatikan wajahnya, sepertinya ia serius! Tapi siapa gadis itu? Membuat aku jadi penasaran saja! >.<”
Sepulang sekolah**

“Hae, ngumpul yuk sama anak-anak club buat ngomongin kompetisi itu! Aku sudah memberitahu ke yang lain soal ini!” ajakku kepada donghae.
“Baiklah.. tapi kita makan dulu kan? Soalnya lapar banget nih!” jawabnya sambil menarikku ke kantin.
Setelah makan, kami pun langsung menuju ke ruangan club dance ku. Dan seperti biasa, gadis itu sudah duduk manis di salah satu tempat duduk. Aku tak mengerti kenapa dia tahu jadwal clubku? Padahalkan jadwalnya terkdang tidak menentu! Apa mungkin dia tahu dari donghe, hmm… sepertinya gadis itu ingin melihat donghae.
“hey donghe, itu gadis yang kemarin mencarimu kan? Sepertinya dia menyukaimu, habis setiap kita latihan pasti dia selalu ada disini! Atau jangan-jangan kalian sudah jadian ya??” tanyaku sambil meledeknya.
“Aahh.. dia hanya temanku saja! kau kenapa meledekku seperti itu? Kau cemburu ya?? Hehehe..” jawab donghae yang tidak mau kalah meledekku.
“Maksudmu apa sih? Aku hanya bercanda ko!” kataku gugup.
“Hyukie.. kenapa mukamu merah?? Apa kau menyukainya? Ayolah jujur saja padaku!” ledeknya lagi, hingga membuat wajahku menjadi panas dan merah. Ahh… sudah lah donghae, kenapa kau meledekku terus!! Tapi.. kenapa perasaanku menjadi seperti ini ya? Semestinya aku bersikap biasa saja. Arrrggghh.. kenapa denganku.
Setelah rapat selesai, aku melihat gadis itu menghampiri donghae. Sedang apa mereka, sepertinya mereka dekat sekali? Aissshh~ kenapa aku jadi penasaran dengan urusan orang??

Rheina POV,
“Hey Yoona, kau ikut club dance kan?? Apakah sekarang ada jadwal di club mu itu?” tanyaku sambil mendekati yoona yang sedang berjalan ke luar kelas.
“Hmm.. sebenarnya sih tidak ada, tapi tadi aku dapat kabar dari oppah hyuk katanya sekarang mau rapat untuk membicarakan soal kompetisi dance!” yoona pun menjawab sambil sesekali melihat jam tangan yang ia kenakan.
“Oohh.. begitu ya? Gomawo atas informasinya ya..!” ucapku.
“sama-sama chingu..!” jawabnya lalu langsung pergi meninggalkanku.
Aku berniat untuk datang ke club itu, tapi sebelummya mengisi perut terlebih dahulu! Coz perutku sudah berkonser dari tadi. Hehehe..

“Ahh..kenyang!!!” keluhku setelah menyantap seporsi nasi dan berbagai macam lauk. Setelah itu aku langsung pergi menuju ruang club dance yang tidak jauh dari kantin sekolah. Sesampai disana, sudah banyak anggota club yang berdatangan hanya donghae dan eunhyuk saja yang belum Nampak batang hidungnya.
Tapi… belum ada 2 menit aku mencari 2 makhluk itu mereka sudah muncul dari balik daun pintu. Aku hanya terus-terusan memperhatikan oppah hyuk, walaupun terkadang aku memalingkan pandanganku ketika dia menyadari kalau aku sedang memperhatikannya. Aku lihat dia sedang memimpin rapat dan membicarakan tentang kompetisi dance yang diikuti oleh tim mereka bulan depan. Saat berbicara di depan, oppah hyuk terlihat sangat berkarisma dari biasanya. Penyampaiannya yang santai tapi serius, bahasa yang lugas dan jelas. Semakin aku memperhatikannya semakin aku menyukainya. Ahhh~ oppah sepertinya aku benar-benar menyukaimu, jantungku selalu berdegup kencang saat melihat sosokmu, wajahku merona saat aku melihat senyummu, dan hatiku memanas saat aku mendengar suaramu. Rasa ini? Yuph.. rasa ini memang cinta! Aku ingin kau tahu oppah bagaimana perasaanku saat ini, agar aku tidak menjadi gila seperti ini! >//<
2 jam pun telah berlalu, tidak terasa kalau waktu bisa secepat ini. Semuanya pun mulai bubar dan pulang, tapi pandanganku masih tetap sama seperti awal aku memandang oppah hyuk. Aku lihat dia sedang sibuk membereskan tasnya, dengan posisi menyender pada dinding. Hmm,, sepertinya dia sangat lelah sekali, aku jadi ingin memijatnya, tapi.. sayangnya tidak bisa aku melakukan itu padanya.
“Doorrr!! Hayoo.. ngapain kamu masih disini? Sudah sore, ayo pulang! Kau dari tadi aku perhatikan melamun saja!” donghae berusaha mengagetkanku, tapi sayang aku tidak memperdulikan perkataanya.
“Oppah, sepertinya aku memang sedang kasmaran dengan oppah hyuk! Tolong aku oppah..!” bisikku ke telinga donghae. Seketika wajahnya pun berubah menjadi ceriah. Entah apa yang ia fikirkan, aku tidak mengerti.
“Oyah? Benarkah? Wahhh.. bagus-bagus! Kalau begitu rencanaku pasti akan berhasil, karena sepertinya dia juga sedang menunggu seorang gadis yang benar-benar mencintainya!” jawab donghae yang membuatku rasanya ingin pingsan. “Oppah hyuk.. I’m Coming!!” batinku senang.
“Woy.. cengar-cengir aja! Dasar cewek aneh..! Oia nomor Hp mu berapa sih? Aku belum punya nomormu, apa aku boleh tahu?” Tanya donghae sambil mengambil Hp disakunya.
“Enak saja memanggilku cewek aneh! Aku cewek normal tahu..! oh mau save nomor ku? Nih..” jawabku sambil menunjukkan kartu namaku.
“Gomawo~.. Oia kau pulang dengan siapa sudah sesore ini??” Tanya donghae.
“Yah.. sendirilah, memangnya dengan siapa lagi?” jawabku seadanya. Hmm.. padahal aku juga bingung pulang sendirian jam segini? takut juga sih, tapi.. apa boleh buat. Biasanya sih ada Shelly yang menjadi teman barengan pulangku, tapi akhir-akhir ini appahnya sering menjemputnya jadi aku sering pulang sendiri sekarang.
“Sama Hyukie saja ya?!!” tawar donghae kepada ku.
“Apa? Sa..sama oppah hyuk?? Ah.. tak usah, aku bisa pulang sendiri kok! Lagi pula juga aku tidak ingin merepotkan dia oppah..!” jawabku yang mulai gugup.
“Ahh.. tidak apa-apa, dia tidak berbahaya kok! Lagi pula, kau sudah lupa ya dengan rencanaku yang akan mencomblangimu??” ucapnya santai sambil membujuknya agar aku mau diantar oleh Eunhyuk.
“I..iya sih! Ta.. tapi.. a.. aku..” belum selesai aku bicara. Tiba-tiba donghae memanggil eunhyuk.
“Hyukie..!!” panggilnya.
“Ne, ada apa??” jawabnya santai sambil membereskan tasnya.
“Tolong antarkan rheina ya? Sekarang kan sudah sore sekali, aku takut dia kenapa-napa dijalan, aku tidak bisa mengantarkannya. Tolong ya hyukie!” pintanya.
“Ohh.. yasudah kalau begitu!” jawab eunhyuk sambil melihat ke arahku.
Aiisshh~ tatapannya menusuk jantungku. Aku.. aku.. lemas! Aku hanya bisa menunduk saja sampai akhirnya donghae menepuk pundakku.
“Sudahlah kau tenang saja, kau akan selamat dengannya!” bisik donghae dengan sedikit tawa kecil dari bibirnya.
Aku hanya bisa mengangguk saja, lalu donghae menyuruhku untuk keluar karena ruangan ini akan dikunci. Setelah dikunci kami bertiga beranjak meninggalkan sekolah, eunhyuk yang berjalan disampingku sedangkan donghae di depanku. Jantungku semakin berdegup kencang membuatku tidak memperhatikan jalan yang ada didepanku sekarang, sampai-sampai aku tidak sadar kalau didepanku ada 3 anak tangga. Dan aku jatuh, tapi sebelum mendarat ke lantai ada seseorang yang menarik tanganku lalu memelukku.

To be continue…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s