Yes, I too (part-2)

Standar

By: putrysukajerukunyil

Aku kaget sekali saat aku melihat wajah orang yang memelukku sekarang, ternyata dia oppah hyuk. Kini aku berada dalam pelukannya, aku mencium aroma tubuhnya. Bau Papermint, ahh.. segar sekali! Walaupun bau itu sudah samar-samar karena lebih banyak tercium keringatnya tapi aku suka sekali dengan bau ciri khas seperti ini.

“Gwaenchana?” Tanya eunhyuk kepadaku sambil melepas pelukannya.
“Ne, gwaenchana! Tadi aku hanya sedikit pusing saja! Mianhe..” jawabku sedikit berbohong,
‘ huuughh…padahal sebenarnya aku melamun karena kau oppah! >.<’ batinku.
“Ohh.. lain kali hati-hati, jangan ceroboh lagi!” ucapnya seraya menasihatiku.

Kyaaa~ >//< oppah hyuk menghawatirkanku. Senang rasanya..
Pelukan tadi rasanya seperti mimpi menjelang malam saja! Walaupun singkat, tapi.. sudah membuat jantungku rasanya mau copot, >//<. Setelah itu kami pun melanjutkan langkah kami, sesekali aku melihat donghae yang tersenyum geli melihat adegan tadi yang terlihat agak romantis juga sih. Hehehe..^^. Saat sampai diluar aku dan donghae berjalan menuju gerbang, sedangkan eunhyuk pergi menuju parkiran. Selama perjalanan menuju gerbang utama donghae meledekku terus, membuatku salting sejadi-jadinya.

“Cie.. ehem, enak ya yang tadi habis di peluk!” ledek donghae kepadaku. Membuat aku benar-benar malu saat itu, dan aku pun memutuskan untuk diam saja.
“Oia tapi itu bukan rekayasa kamu kan? Maksudku kamu bena-benar jatuh kan?” tanyanya yang nadanya seperti mengintrogasiku.
“Yaiyalah, itu tadi aku benar-benar jatuh. Ahh.. sudahlah oppah jangan meledekku terus! Aku malu..!” jawabku dengan wajah tertunduk karena tak ingin menunjukka wajahku yang sudah merah seperti tomat ke donghae.
“Oohh.. bagus-bagus! Lanjutkan usahamu ya. Aku akan selalu menyupportmu!” ucapnya menyemangatiku.

Lalu tak lama kemudian eunhyuk keluar dengan motornya.
“Ayo, naik!” eunhyuk menyuruhku untuk segera naik ke motornya.
“Hati-hati Hyuk membawa temanku, awas kalau terjadi apa-apa padanya!” ancam donghae.
“Haha.. kau tenang saja hae!” jawabnya dengan tawa khasnya.
Lalu aku pun langsung menududuki jok belakang motor eunhyuk yang lebih tinggi dari jok depan. Donghae hanya senyam-senyum saja melihatku, aku tahu apa yang ada di otaknya sekarang. Sebelum eunhyuk menarik gas dia mengucapkan kata perpisahan kepada donghae.
“Hae, aku pulang dulu ya..! sampai jumpa besok. Oia tolong kau cari beberapa gerakan untuk kompetisi ya, Okeh..! daah..” ucap eunhyuk lalu meninggalkan donghae. Dari kejauhan aku lihat donghae melambaikan tangan kepada kami dengan sedikit hiasan senyuman dibibirnya.

_Di jalan_
“Oia rumahmu dimana??” Tanya eunhyuk kepadaku sambil mengendarai motornya.
“Rumahku di jalan Heiji No. 20! Apa oppah tahu?” tanyaku.
“Yuph.. aku tahu, soalnya rumah nenekku juga disekitar situ! Wahh.. berarti rumahmu lumayan jauh juga ya?”
“Yah.. begitulah!” jawabku singkat.
“Oia kalau boleh tahu, kau ini siapanya donghae? Sepertinya kalian akrab sekali sampai-sampai kau tak pernah absen untuk datang menonton club dance ku berlatih!”
‘aku sering datang ke clubmu bukan karena oppad donghae oppah! Tapi.. karena kamu!’ batinku. Lalu tak lama aku menjawab pertanyaan yang diajukkan kepada eunhyuk.
“A..aku tak ada hubungan apa-apa dengannya, dia hanya ku anggap seperti kakak ku sendiri.” Jawabku seadanya.
“Ooaa.. begitu ya?” ucapnya singkat.
Lalu ia menaikkan kecepatannya hingga aku ketakutan, dan tanganku dengan reflek sudah melingkari pinggang eunhyuk. Aku heran kenapa aku jadi seberani ini. Tubuhku yang agak berjaga jarak dengannya kini semakin dekat dengan tubuhnya, dan yuph.. posisiku sekarang seperti memeluk dari belakang.
“Ahh.. oppah jangan ngebut-ngebut! Aku takut…!!!” teriakku sambil terus memeluk erat eunhyuk, tapi dia tidak memperdulikan perkataanku. Bahkan sepertinya kecepatannya makin bertambah! Ahhh… bisa-bisa aku mati duduk ini

**************************

*

“Sudah sampai! Ini rumahmu kan??” Tanya eunhyuk kepadaku, namun tidak ada jawaban dariku.
Sebenarnya bukannya aku tak menjawab, tapi efek kebutan tadi yang membuat aku syook dan sulit berbicara. Sampai akhirnya eunhyuk menggoyang-goyangkan tubuhnya, dan tidak ada respon juga dariku. Lalu akhirnya dia memegang tanganku, aku merasakan kehangatan tangannya. Begitu tentram rasanya.

“Hey..Rheina! ada apa denganmu? Ini rumahmu kan?” teriaknya kepadaku.
Aku pun kaget saat aku melihat kearah samping, yang ternyata aku sudah berada di depan rumahku. Aku langsung cepat-cepat turun dari motor dan meminta maaf kepada eunhyuk.
“Mi.. mianhe oppah buat semuanya..! go.. gomawo sudah diantar pulang!” ucapku gugup tanpa menatap wajah eunhyuk. Aku tidak ingin menunjukkan wajahku yang sudah merah sekali ke eunhyuk. Lalu tanpa fikir panjang aku langsung meninggalkannya dan langsung masuk ke rumah. *Huughh.. tak sopan sekali aku!*

Eunhyuk POV,
Huuffftt.. akhirnya selesai juga rapatnya, aku pun memutuskan untuk mengikuti kompetisi “LET’S DANCE WORLD” yang akan diselenggarakan sebulan lagi, hadiah yang menggiurkan yang membuatku menggebuh-gebuh untuk mengikuti ajang paling bergengsi yang diselenggarahkan tiap 2 tahun sekali ini. Jurinya pun berasal dari Amerika, Australia, dan Kanada. Jika mendapatkan juara pertama maka akan diberi kesempatan untuk belajar dance di Amerika selama 3 tahun. Untunglah yang lainnya setuju dengan keputusanku. Mulai sekarang aku harus berlatih lebih ekstra lagi, agar aku bisa menang!!

Saat aku membereskan tasku untuk pulang, donghae memanggilku. Dia meminta tolong kepada ku untuk mengantarkan gadis yang selalu melihat latihan clubku. Oh.. ternyata gadis itu namanya Rheina. Yah.. kerena aku tidak enak dengan donghae akhirnya aku mengiyakan untuk mengantarkan gadis itu. Lalu aku melihat gadis itu, hmm.. sepertinya setiap aku melihatnya dia selalu memalingkan wajahnya, kenapa? Apa mukaku aneh? Haduh.. kenapa aku jadi mikirin hal ini sih! Ah.. babo! Babo! Babo!

Hari mulai gelap, setelah mengunci ruangan kami bertiga berjalan bersama menuju keluar ruangan sekolah. Ketika kami hendak melangkah ke 3 anak tangga yang ada di depan kami tiba-tiba Rheina terjatuh, tapi sebelum ia mendarat ke lantai aku menarik salah satu tangannya. Karena tarikanku yang begitu kuat sampai-sampai tubuhnya mendekat ke tubuhku dan refleknya aku memeluknya. Saat ini perasaanku tak menentu, aku tak tahu kenapa? Tapi.. jujur jantung ku berdegup kencang sekali! “semoga dia tidak mendengar debaran ini” batinku berharap. Lalu dengan segera aku langsung melepaskan pelukanku dan memberikan sedikit nasihat kepadanya. Kami melanjutkan langkah kami kearah pintu utama sekolah. Aku pergi menuju parkiran, sedangkan donghae dan Rhiena terlihat menuju kearah gerbang.

Setelah aku mengambil motorku, aku langsung menuju ke arah mereka. Aku melihat mereka akrab sekali. Lalu Aku langsung menyuruh rheina tuk segera menaiki motorku karena berhubung hari sudah semakin gelap aku berpamitan dengan donghae singkat dan langsung pergi meninggalkan dia.
Dengan kecepatan yang tinggi aku mengendarai motorku, ku dengar rheina merintih ketakutan kepadaku sampai-sampai dia memelukku erat, namun aku tidak memperdulikannya. Karena sesekali aku lihat jam tanganku yang sekarang sudah menunjukkan angka 6! Lalu aku menambahkan kecepatan agar aku cepat sampai kerumah rheina.

Aku pun sampai di rumah rheina tepat jam 18.30, aku memanggil rheina untuk memastikan apakah ini rumahmnya atau bukan? Tapi.. tidak ada jawaban darinya, aku menggoyang-goyangkan badanku, tapi.. masih tidak ada jawaban darinya. Sesekali aku melihat ke kaca sepion namun wajah rheina tepat dibelakang bahuku sehingga aku tidak tahu apa yang telah terjadi dengannya. Lalu aku melihat tangannya yang masih melingkar di pinggangku, dengan refleknya aku memegang tangannya berniat untuk melepaskan pelukannya sambil menanyakan keadaannya.

Dan syukurlah ada respon darinya, lalu dia langsung turun dari motorku dan meminta maaf padaku sekaligus mengucapkan terima kasih kepadaku tanpa melihat wajahku sedikit pun. Dengan cepat ia langsung pergi menuju rumahnya dan menutup pintu.

(………)
“Dasar wanita aneh! Sopan sekali dia seperti itu padaku” gerutuhku sambil menyala motorku dan dengan cepat aku meninggalkan rumah rheina karena hari mulai malam.

Rheina POV,

“Aaaahhhh… Babo! Babo! Babo! Kenapa aku bisa sebodoh ini sih? Sopan sekali aku meninggalkan oppah begitu saja!” ucapku menyalahkan diri sambil memukul-mukul kepalaku dan menuju ke kamar.
“Rheina… ada apa denganmu? Kenapa kau biacara sendiri..?!” teriak eomma yang sedang ada di dapur.
“Ahh… tidak apa-apa eomma!” jawabku tak kalah teriaknya dengan eomma karena sekarang aku sudah berada di kamar.
“Yasudah, cepat kau mandi. Setelah itu kau turun ya! Kita makan malam bersama,,” teriak eomma lagi.
“Iyaa…!” jawabku singkat.
Setelah mandi aku pun langsung menuju kearah dapur untuk makan malam bersama eomma, karena sekarang kami hanya tinggal berdua saja. Appah yang bekerja sebagai GUIDE sering sekali mendapat pelanggan untuk dimintai tolong memandu pelanggannya pergi ke luar negeri dan sering sekali meninggalkan kami. Aku saja hanya bisa bertemu dengannya sebulan hanya 6x saja, sedih juga sih tapi mau diapakan lagi? Apalagi aku anak tunggal, semakin sepi saja kalau berada dirumah ketika eomma bekerja.

“Ahh… kenyaang!! Masakan eomma emang jempolan deehh!” pujiku sambil mengancungkan jempolku.
Aku melihat reaksi eomma yang sepertinya ia tersipu malu dengan pujianku. Setelah itu aku mengecup kening eomma dan pergi ke kamar.
Sesampai di kamar ku raih Hp ku yang tergeletak dikasur, terlihat di layar telah tercantum 2 panggilan tak terjawab, dan 4 pesan masuk. Cepat-cepat aku langsung melihat siapa yang menelponku. Hmm… ternyata nomor yang tidak aku kenal. “kira-kira siapa ya?”
Lalu tak ketinggalan aku membuka inbox ku yang sudah ada 4 pesan, ternyata dari nomor yang sama. Langsung saja aku membaca satu persatu pesan itu.

Pesan 1:
Hayyy… malam-malam gini, sedang apa nih??

Pesan 2:
Kok gak di bales sih? Emang lagi ngapain sih?! Sok sibuk sekali kau,,,! Hehehe..

Pesan 3:
Oia maaf, mungkin karena kau belum tahu siapa aku sehingga kau tidak membalas SMS ku! Ini aku Donghae si pria tampan..! hahaha,,😄

Pesan 4:
Waduh,, masih gak di bales juga! Kau ini malas membalasnya atau tidak punya pulsa sih? Aku isiin deh pulsa, biar kamu balas SMS ku!

Setelah membaca pesan yang ke-4 cepat-cepat aku langsung mengecek pulsa ku, dan ternyata dia benar-benar mengisikan aku pulsa. Dan tidak tanggung-tanggung dia mengisikanku pulsa 50.000. aissshh.. kenapa dia begitu baik padaku?

“Shining star!
Like a little diamond…
makes me love, nehgen ggoomgyul gateun…
dalkohman misolo nal balabomyuh soksakyuhjwuh…
hangsang hamggeh halgguhla till the end of time…”

Terdengar nada dering di Hpku, seseorang menelponku. Sebelum mengangkat aku lihat nomor yang tertera di layar Hpku, ternyata nomor donghae yang belum sempat aku save.

“Hallo..!” sapaku.
“Hoy… kenapa SMS ku tak kau balas satupun?” ucapnya sedikit membentakku.
“Mianhe.. aku tadi sedang makan malam bersama eomma ku!” jawabku pelan, karena takut kalau donghae membentakku lagi.
“Oh.. habis makan ya? Hehe… mian, udah membentakmu!” ucapnya yang kini terdengar lebih tenang dari yang awal.
“Hmm.. ada apa oppah menelpon ku malam-malam begini?” tanyaku penasaran.
“Aku bosan! Oia gimana nih rencana selanjutnya agar kamu bisa jadian sama Hyukie??” ucapnya, yang membuat jantungku berdebar kencang. Entah kenapa setiap kali nama Eunhyuk masuk ke telingaku dengan refleknya jantungku berdenyut 2x lebih cepat dari biasanya.
“Hmm… aku tidak tahu oppah! Oia oppah, kenapa kau mengisikan aku pulsa? Aku baru saja mengisinya! Hehe..” jawabku singkat.
“Ahh… jangan kau pedulikan pulsa itu! Sudah masuk ya? Wah.. bagus deh kalau begitu! Oia gimana nih? Kau tidak ada usul apa?? Cobalah kau fikir-fikir lagi!” desak donghae agar aku mau memberikan usul kepadanya.
“Eh besok ada latihan club, kau jangan lupa datang ya! Soalnya ada latihan buat kompetisi..!” ucapnya lagi.
“Ohh.. yasudah oppah, lihat besok saja! Okehh..” jawabku singkat karena aku belum menemukan rencana selanjutnya di otakku.
“Hmm… baiklah! Oia kau sudah mau tidur ya?”
“Tidak, aku hanya ingin mengerjakan tugasku dan kebetulan besok ada hafalan juga!”
“Ohh.. kalau begitu kita lanjutkan pembicaraan kita besok lagi yaa! Daahh.. jagi!” jawab donghae sambil menggodaiku.
“Oppah.. kau ini apa-apaan sih! Jangan memanggilku seperti itu lagi..! yasudah daahh.. nite!” ucapku kesal.
“Hahaha.. becanda ko! Nite too..” jawab donghae lalu dia langsung menutup teleponnya.
Aku jadi kepikiran dengan omongan donghae tadi, kira-kira apa yang harus aku lakukan ya untuk rencanaku selanjutnya??
“TRING” *gambar lampu nyala diatas kepalaku*
“Ahaaa… aku punya ide!!”

_Esok Hari di Sekolah_
Kring… kring…
Bel pulang pun berbunyi, aku langsung mengambil Hp yang ada di saku ku dan menekan nomor donghae untuk menelponnya karena aku ingin memberikan bekal makanan ke eunhyuk untuk makan siangnya beserta sebotol jus stawberry dan handuk kecil berwarna biru, warna kesukaan eunhyuk.
“Aku tunggu di halaman belakang sekolah ya! Awas.. jangan lama-lama!” ucapku kepada donghae dengan nada mengancam. Lalu ku tutup telepon dan beranjak pergi ke halaman belakang sekolah sesuai perkataanku tadi.

Sesampai di belakang halaman sekolah aku melihat donghae sudah menungguku, dengan cepat aku menghampirinya.
“Oppah, mianhe lama menunggu!” ucapku meminta maaf.
“Ne, ahh.. tidak lama kok. Aku juga baru saja sampai! Ada perlu apa?” tanyanya.
“Ini, tolong oppah berikan ke oppah hyuk! Tapi ingat.. jangan bilang dariku oke!” pintaku sambil menyodorka bekal, sebotol jus, dan handuk ke donghae.
“Okeh..!” ucapnya singkat
“Yasudah cepat kau berikan sana, nanti oppah hyuk sudah makan duluan di kantin lagi!” suruhku.

Setelah memberikan bekal ke donghae aku pun beranjak ke kantin untuk makan siang, kemudian seperti biasa aku tak pernah absen datang ke ruangan club dance yang hanya sekedar untuk melihat Eunhyuk saja! ^.^

“Kok masih sepi ya?!” ucapku sambil melihat isi dan setiap sudut ruangan club dance itu. Tapi..aku lihat ada Eunhyuk disudut paling ujung sedang asyik menyantap bekal ku. Ahhh… senangnyaaa dia memakan bekalku! Ternyata usahaku tuk membuat bekal untuknya tidak sia-sia. Aku hanya bisa memperhatikan dia dari pantulan kaca yang bisa dilihat dari balik pintu. Dia menghabiskan bekalku tanpa ada sisa sedikit pun, dan meminum jus strawberry ku dengan mimik muka yang sebelumnya tidak pernah aku lihat. Sesekali setelah dia meminum jusnya dia melihat botolnya lalu tertawa sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Kyaaaaa~ imut sekali oppah kalau sedang tertawa seperti itu >.<” aku ingin mencubitnya.

“Hayoo.. lagi ngapain!!” seseorang berbisik ke telingaku, membuat ku kaget dan langsung menengok ke belakang. Aiiisshhh~ ternyata donghae, huugghh… mengganggu saja!
“Cie.. yang bekalnya dimakan! Hihihi..” ucapnya sambil meledekku.
“Gomawo oppah! Besok lagi ya..!” jawabku dengan senyum sumeringah.
“Eitss.. tapi ada syaratnya! Buatkan aku bekal dan jus yang sama seperti hyukie..!” ucapnya sambil mendekatkan wajahnya ke wajahku. Aku pun memalingkan wajahku secepatnya. “kenapa oppah donghae jadi bertingkah aneh seperti ini?!” batiku.
“Gak Mau!!” jawabku singkat.
“Ugghhh.. pelit sekali kau!” ucapnya ngambek.

Setelah berbinacang-bincang donghae mengajakku masuk ke ruangan dance tersebut. Dan aku melihat eunhyuk membereskan tempat makanku, lalu diberikannya ke donghae. Aku hanya tersenyum mendengar dia mngucapkan sesuatu ke donghae.

“Sampaikan terima kasih dariku untuknya hae! Dan beritahu dia kalau aku menyukai masakannya!”
Yupzz.. kata-kata itu yang selalu membayangiku. Sungguh senangnya hari ini, pokoknya mulai sekarang aku harus bangun lebih pagi untuk menyiapkan bekal untuknya. Huwaitingg!! \(^.^)/
Seselesainya club dance, aku menarik donghae ke ruang kelas yang kosong untuk meminta kotak tempat makan dan botol minuman agar aku bisa memberikannya bekal lagi besok. Huufftt.. syukurlah hari belum terlalu sore, jadi aku bisa pulang sendiri tanpa ada rasa khawatir. Walaupun donghae menawari ku lagi agar aku diantar eunhyuk lagi, tapi dengan tegas aku bilang tidak mau, karena masih malu dengan kejadian kemarin.

Eunhyuk POV,

Hari ini adalah hari dimulainya latihan untuk kompetisi yang akan tim ku ikuti, semenjak kejadian waktu itu cheirin sudah tidak pernah mengSMSin ku lagi atau bahkan selalu meReject teleponku. Hmm.. aku fikir mungkin cheirin masih marah padaku. Tapi yasudahlah.. sekarang bukan saatnya memikirkan itu.
Kring… Kring..
Akhirnya bel pulang berbunyi juga, rasa kantuk yang dari tadi menyerangku kini hilang! Kenapa bisa begitu ya? Ahh.. tidak penting, yang penting sekarang aku bisa latihan Dance. Entah kenapa aku begitu menyukai Dance bagiku dance adalah hidupku. Aku menyukai Dance sejak aku menginjak SMP, aku tertarik pada dance karena waktu itu sepupuku menyetel kaset yang aku pun tidak tahu judulnya apa sampai sekarang. Tapi yang aku ingat itu film dari Amerika. Hehehe.. ^.^).
Mengingat perutku yang dari tadi berbunyi tak karuan aku buru-buru pergi menuju kantin, belum sampai ke kantin aku melihat donghae menghampiriku lalu memberikanku kotak bekal, sebotol jus, dan handuk kecil warna biru.

“Dari siapa hae?” tanyaku penasaran.
“Dari penggemarmu, sekarang kau percayakan dengan perkataanku waktu itu!” jawabnya sambil mengacak-acak rambutku. Aiiissshhh~ jail sekali dia, tahu saja dia kalau rambutku habis ku sisir.
“Perkataan waktu itu? Hmm… yang mana?” tanyaku polos.
“Waktu itu aku bilang kalau kau dapat salam dari adik kelas, dan kau malah menganggapku bergurau! Dan sekarang kau percaya kan kalau itu bukan gurauanku?!” jelasnya.

“Ohh..” jawabku senyam-senyum sambil melihat kotak makanan yang berwarna pink yang ada digenggaman tanganku.
“Heii..Heii.. jangan bangga dulu, baru saja beginian doang!” ucapnya sambil menunjuk-nunjuk kotak makanannya.
“Hahaha…, terbuktikan hae?!” jawabku yang membuat donghae bingung.
“Terbukti apanya hyuk??” tanyanya penasaran.
“Ternyata aku lebih tampan darimu..!! hahahaha..” jawabku dengan rasa percaya diri.
“AAAhhhh… aku kira apa!! Dasar kau ini, pede sekali! Tetap saja yang tampan akuuu…! hahaha,,,” ucapnya bangga.

“Kau? apa buktinya?? Hahaha… Yasudah, aku mau makan bekalnya dulu ya…! Daaahh..”
Lalu dengan cepat aku meninggalkan donghae dan pergi menuju ruang dance untuk makan bekal yang baru saja donghae kasih kepadaku. Ku buka perlahan kotak makan yang berwarna pink itu, ku lihat isinya.

“Waaahhh… sepertinya enak!” ucapku dengan mata berbinar-binar, karena aku melihat isinya ada ayam goreng, capcay, dan daging tongseng! Tanpa fikir panjang aku pun langsung menyantap makanannya, setelah selesai memakan bekalnya aku meminum jus stawberrynya. Entah kenapa setiap aku meneguk jus itu, muncul pertanyaan dibenakku untuk mengetahui siapa gadis yang memberikan bekal ini untukku. Terkadang botol itu berubah menjadi wajah Rheina. Aissshhh~ kenapa gadis itu ya yang ada di imajinasiku?? Ahh… babo sekali aku!

*Singkat cerita, rheina pun selalu mengirim bekal untuk eunhyuk melalui perantara donghae. sekarang sudah terhitung seminggu rheina mengirimkan bekalnya. Dan eunhyuk pun semakin hari semakin penasaran dengan si pembuat bekal itu*

Rheina POV,
“Oppahh donghae…!” panggilku sambil menghampirinya. Ini adalah yang ke-8 kalinya aku memberikan bekal untuk eunhyuk.
“Ada apa?” jawabnya dengan nada malas.
“Tolong berikan ini ke oppah hyuk ya..!” pintaku sambil menyerahkan bekal dan sebotol jus kearah donghae.
“KAU KASIH SAJA SENDIRI!!!” bentaknya sambil membanting bekal dan sebotol jus yang aku pegang, lalu sekejap dia meninggalkanku tanpa pamit. Jangankan pamit, menatap wajahku saja tidak.
“Oppah.. sebenarnya ada apa denganmu??”

to be countinue…

NB: mian klo ceritanya kurang nyambung sama part 1 nya…
Gomawoo~ buat yang udah baca! ^.^

2 responses »

  1. Annyeong author! Ffnya bagus! Hae naksir rheina y? Andwae! Hae! Jangan nakal y?! Aku istrimu! Istrimu *nangis di pojokan*
    aq bru nemu niy blog tadi sore. .
    Yaudah dEh. . Baca part 3 dlu. . Lam kenal author!

    NB : nama qt sama lho! *nunjuk2 papan nama author*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s