Yes, I too (part-3)

Standar

By: Putrysukajerukunyil

“KAU KASIH SAJA SENDIRI!!!” bentaknya sambil membanting bekal dan sebotol jus yang aku pegang, lalu sekejap dia meninggalkanku tanpa pamit. Jangankan pamit, menatap wajahku saja tidak.
“Oppah.. sebenarnya ada apa denganmu??”
Aku pun memungut bekal dan botol yang tergeletak di atas rumput. Lalu ku langkahkan kaki ku sambil berlari menuju toilet, aku menangis dengan sikap Donghae yang seperti itu kepadaku. Tapi langkahku terhenti saat aku melihat seseorang berdiri dihadapanku.
“Oppah??!” ucapku terheran-heran karena orang itu adalah Eunhyuk.
“Kau.. kenapa??” tanyanya dengan tatapan tajam.
“Ak..aku tidak apa-apa kok!” jawabku sambil mengusap air mataku yang kini telah membasahi pipiku.
“Kalau tidak apa-apa kenapa kau menangis?!!” tanyanya penasaran.
“Mianhae oppah, aku buru-buru!” jawabku singkat sambil segera meninggalkan Eunhyuk.
“Rheina, tunggu!!” teriaknya tapi aku tidak memperdulikan teriakkan eunhyuk.
Aku memasuki toilet yang ada dihadapanku, lalu ku hadapkan diriku di kaca dan ku pandangi diriku. Aku melihat diriku sedang menangis, kenapa aku menangis?? Dan kenapa hatiku begitu sakit saat donghae membentakku?? Pertanyaan itu yang membuatku sangat bingung. Terlebihnya lagi saat ada pertanyaan yang terbesit di benakku, apa jangan-jangan aku mulai menyukai Donghae?? Aisshh~~ ada apa denganku.
Kutatapi kotak makan dan botol yang kini aku genggam, lalu tiba-tiba bayangan Eunhyuk saat dia memakan bekalku dengan senyuman khasnya muncul dari tutupan kotak makanku. Aku jadi bimbang dengan semua ini! Apakah aku harus meneruskan permainan ini? Atau harus ku hentikan.
“Shining star!
Like a little diamond…
makes me love, nehgen ggoomgyul gateun…”
tiba-tiba Hpku berbunyi, ku raih Hpku yang ku taruh di saku kemejaku dan dilayar tertera nama Donghae!! dengan cepat ku angkat panggilannya.
“Yoboseo..!” sapanya.
“Ne yoboseo.. ada apa oppah menelponku??” tanyaku bingung.
“Mianhae jeongmal mianhae atas sikapku tadi!!” ucapnya lirih.
“Hehehe… tidak apa-apa oppah, hanya saja aku bingung dengan sikap oppah tadi padaku! Huggghh… >.< galak sekali oppah..!!” jawabku sambil meledek.
“Aku menyesal..! gara-gara aku bekalmu jadi rusak, lalu mau kau apakan bekalmu itu? Masih berani kau kasih ke Hyukie?” ucapnya lagi dengan nada yang sama.
“Hmm,, biar ku yang makan saja oppah!” jawabku dengan nada agak menyesal.
“Ooohh… oia nanti ada latihan, kau mau datang kan??” tanyanya.
“Sepertinya aku pusing oppah, mungkin hari ini aku tidak bisa melihat kalian latihan! Mianhe oppah…!” jawabku sedikit mengeluh.
“Pasti karena kejadian tadi ya?”
“Ahh… bukan kok! Yasudah ya oppah aku harus pulang. Daaahh..” ucapku sambil menutup telponnya.
Huuuffttt… kenapa aku bicara seperti itu ya pada donghae? dan kenapa aku berbohong kalau aku pusing, padahal kan aku baik-baik saja! Hmmph.. tapi yasudahlah lebih baik aku pulang saja untuk menenangkan fikiranku..
_Esok Harinya_
Hari ini aku berniat tuk memberikan bekal lagi ke Eunhyuk, kali ini aku membuat telur gulung dan udang tepung. Lalu tak ketinggalan aku membuat minumannya, jus strawberry+lemon.
Kringgg…. Kringgg…
Yeaaahhh… akhirnya waktu pulang pun tiba juga, aku segera meninggalkan kelas dan menelpon donghae.
“Hallo oppah!! Tolong aku berikan bekal buatanku untuk oppah hyuk ya!!” ocehku dengan cepat tanpa memperdulikan jawaban dari donghae.
“Oohh.. sekarang kau ada dimana??” tanyanya kepadaku.
“Aku ada ditempat biasa oppah!” jawabku semangat.
“Tunggu aku!!” ucapnya lalu memutuskan telepon dariku.
Belum lama ku tunggu donghae ku lihat dia sudah datang menghampiriku.
“Ayoo ikut aku!!” ajaknya sambil menarik tanganku.
“Kemana oppah??” tanyaku bingung.
“Sudah ikut saja, ada yang ingin ku tunjukkan padamu!!” jawabnya sambil terus menarik tanganku.
Aku pun mengikuti perintah donghae, ku ikuti setiap langkahnya. Aku mulai memasuki tiap lorong-lorong kelas, dan keadaan sekolah saat ini sudah sepi. Hanya anak-anak yang mengikuti eskul saja yang ada disekolah ini. Aku menaiki tangga ke-2 sekolah, dan aku baru menyadari kalau ini adalah lantai ruangan kelas 3. Aku bingung kenapa dia mengajakku ke ruang kelas? Dan sepertinya ia ingin menuju kelasnya, ‘sebenarnya apa yang ingin oppah tunjukkan kepadaku?’ batinku.
Dan ternyata firasatku benar kalau donghae mengajakku ke kelasnya.
“Ayooo.. cepat sedikit!! Aku ingin menujukkan i…” ucapan donghae terhenti, lalu dia membelalakkan matanya saat dia melihat Euhyuk dan Cheirin sedang berciuman dibelakang jejeran bangku kelas.
“Oppah.. apa ini yang ingin kau tunjukkan padaku??!” jawabku lirih. perlahan air mataku mulai jatuh sedikit demi sedikit dari pelupuk mataku. Namun kini tangisanku mulai pecah, dengan cepat ku tinggalkan ruangan itu, tapi langkahku terhenti saat donghae mengejarku dan memelukku dari belakang.
“Jangan menangis..!” pinta donghae berbisik di telingaku.
“Kenapa oppah menunjukkan ini padaku??!!” jawabku kesal sambil terus menangis.
“Sebenarnya bukan ini yang ingin ku tunjukkan padamu!” jawabnya lembut, dan semakin mempererat pelukannya. Aku hanya bisa terdiam dan sulit untuk berbicara, rasanya hatiku kini terasa sakit sekali.
“Rheina, kenapa kau menangisi orang seperti dia yang jelas-jelas tidak akan mencintaimu.” Ucapnya, lalu dia melepaskan pelukannya dan berbalik ke arahku. Perlahan dia mulai menghapus air mataku dengan sapu tangannya, dan mengucapkan beberapa kata di telingaku.
“Sarangheo Rheina..”
Aku tersentak kaget mendengar pernyataan donghae, lalu dia memelukku.
“Rheina, mianhae sudah membuatmu kaget! Tapi aku ingin jujur dengan perasaanku,,” ucapnya lirih dan mempererat pelukannya.
“Ta..Tapi oppah, Aku…”
“Kalian? Apa yang kalian lakukan disini??” Tanya seseorang yang ada di belakangku.
Ku dorong donghae lalu ku lihat orang yang ada dibelakangku. Eunhyuk Oppah??
“Ahh.. Kau ini mengganggu saja hyuk!!” jawab donghae.
“Ooohh.. maaf kalau aku mengganggu kalian, yasudah ya aku ke kantin dulu!!” ucapnya lalu meninggalkan kami.
“Hyukie.. tunggu!! Kau tidak mengantar pulang Cheirin? Bukannya tadi dia kesini ya??” Tanya donghae menghentikan langkah eunhyuk.
“Aku sudah memutuskan dia hae..!! sudah ya aku lapar, aku mau ke kantin!!” jawab eunhyuk lalu meneruskan langkahnya.
“Hahaha… kau bercanda yah hyuk??” Tanya donghae tak percaya.
“Terserah kau saja Hae, aku sudah muak dengannya!!” jawabnya tanpa memandang donghae dan terus berjalan meninggalkan kami.
“Rheina, sepertinya sekarang aku harus bersaing dengannya untuk mendapatkanmu!” ucapnya sambil menunjuk dengan jari telunjuknya ke arah eunhyuk.
“Mianhae oppah.. sepertinya yang aku cintai hanya dia!” jawabku sambil menunjuk eunhyuk yang kini mulai hilang dari pandanganku karena ia sudah menuruni tangga.
“Hehehe… jadi di tolak mentah-mentah ya?” Tanya donghae penasaran.
“Mianhae oppah… mungkin aku hanya bisa menganggapmu sebagai oppah saja! Mianhae..” jawabku sambil meminta maaf kepada donghae.
“Okeh.. kalau maumu seperti itu dongsaeng ku! Hehehe..” ucapnya sambil mengacak-acak rambutku.
“Yahh.. nasib bekalku bagaimana oppah?!?” tanyaku dengan suara parau karena habis menangis.
“Untukku saja ya? Lagi pula hyukie pasti sudah makan dikantin.” tawarnya.
“Hmm.. baiklah! Untuk bekal hari ini oppah saja yang memakannya!!” jawabku sambil memberikan kotak makan dan botol jus.
“Asyiikk!! Oia temani aku makan ya di kelas, aku takut sendirian!” pintanya dengan nada sedikit manja.
“Baiklah… baiklah…! Dasar oppah yang menyusahkan! >.<” keluhku.
Akhirnya akupun menemani donghae sampai bekalku habis dilahapnya.
“Ahh… kenyang! Waahh.. Rheina bekalmu enak sekali..!! uugghh… enak sekali Hyukie selalu dikasih bekal seenak ini!” ocehan donghae yang seperti anak kecil membuatku tertawa geli melihatnya.
“Oia oppah, kalau aku boleh tahu sebenarnya kejutan apa sih yang ingin oppah tunjukkan kepadaku??!” tanyaku penasaran.
“Hmm.. aku ingin kau memberikan bekal ini langsung dihadapannya, biar dia tahu kalau kau yang selama ini dia cari! Kau tahu dia itu penasaran sekali denganmu, sampai-sampai aku dipaksa setiap hari untuk memberitahu siapa identitas yang memberinya bekal! Aahh.. itu membuatku sangat terganggu, menyebalkan sekali!!” ucapnya panjang lebar.
“Jinca?? Oppah,,, aku belum siap kalau harus menunjukkan diriku sekarang padanya!” jawabku malu.
“Hei.. kalau kau bersikap seperti ini terus bagaimana dia tahu perasaanmu??” Tanya donghae dengan nada kesal.
“Biarlah oppah.. lebih baik aku jadi pengagum rahasianya saja selamanya.” Jawabku singkat.
“Kau ini…! Bikin aku geregetan!! Ayo Rheina kita ke ruangan club dance pasti hyukie sudah menunggu kita!” ajaknya.
“Kita?? Bukannya yang dia tunggu hanya kau saja oppah? Kenapa aku juga?!!” ucapku sambil memasukkan kotak makan dan botol minuman ke dalam tasku.
“Ahh.. kau ini bertanya terus! Ayoo cepat..!!” ajaknya sambil menarik tanganku.
Tak lama kami pun tiba di ruangan club dance dan disitu sudah ada Eunhyuk dan anggota yang lain.
“Hae, darimana saja kau? Tumbenan telat!” Tanya eunhyuk.
“Hehehe… mian, tadi aku makan dulu!” jawab donghae singkat.
“Yasudah ayo kita mulai latihannya!” ucap eunhyuk sambil menyetel music yang sudah diaransemen mereka.
Aku melihat eunhyuk yang kini sedang mengajarkan gerakan-gerakan yang telah ia pelajari ke anak-anak didiknya, dia begitu tampan ketika ia melakukan gerakan Dance. Aku selalu tersenyum melihatnya, tak peduli apa pendapat orang yang melihatku. Ku lihat eunhyuk memandangku dan membalas senyumanku dengan senyuman khasnya, pipiku memerah dan suasana pun kini terasa agak panas. Tapi tumben sekali aku tidak membuang muka saat dia membalas pandanganku, bahkan aku terus menerus memandangnya. Dan eunhyuk pun jadi sering memandangiku lalu dari kejauhan aku mengucapkan kata-kata yang sudah lama ingin ku ucapkan padanya “Sarangheo oppah..!”. aku tidak tahu dia menyadari perkataanku tadi atau tidak tapi aku lihat dia malah tidak konsen dengan dancenya dan jatuh. Ku dengar dia berteriak kesakitan, aku hanya tersenyum kecil melihat tingkahnya.
Eunhyuk POV,
kenapa kotak makan rheina mirip sekali dengan kotak makan yang selalu donghae kasih ke aku ya?? Benarkah kalau rheina adalah gadis misterius itu? Hmmphh.. tapi memangnya di dunia ini cuman ada satu jenis kotak makan saja? Pasti setiap perusahaan kotak makan memproduksi banyak kotak makan. Mungkin ini cuman kebetulan saja! Lalu siapa gadis misterius itu?
“Hyukie, kita mau ke toko mana?” Tanya donghae yang membuyarkan lamunanku.
“Sudah ikuti aku saja..!!” jawabku yang kini sedang berada di sebuah pusat perbelanjaan yang tidak begitu jauh dari sekolah. Karena setelah pulang latihan tadi aku dan donghae langsung mencari perlengkapan untuk lomba dance yang akan kami ikuti 2 minggu lagi.
Kami mencari-cari toko aksesoris dan toko pakaian, sepanjang kami jalan belum ada satu pun toko yang membuat kami tertarik untuk memasukinya. Sudah hampir satu jam kami mengitari setiap lantai mall ini, tapi tetap saja kami belum menemukan toko yang kami cari.
“Hae.. sepertinya toko itu unik sekali. Gimana kalau kita coba lihat-lihat dulu?” tawarku kepada donghae sambil menunjuk toko yang tidak jauh dari hadapanku.
“Hmmph.. boleh!!” jawabnya singkat sambil menarikku untuk segera masuk ke toko itu.
Kami pun memasuki toko itu yang diberi nama oleh pemiliknya “JINKA”. Kedengarannya nama itu unik sekali sampai-sampai membuatku penasaran ingin melihat isi toko tersebut. Ku lihat toko itu berwana warni dindingnya, dan banyak gambar graffity di setiap dinding toko ini. Sungguh menawan!! Ku lihat baju-baju yang tertata rapi dan ada satu baju yang sangat ku sukai, ku niatkan baju itu yang akan ku kenakan untuk lomba dance.
Bajunya itu sangat simple, hanya sebuah kaos lengan pendek berwarna hitam dengan sablonan pelastik tulisan warna-warni. Setelah menemukan kaosnya aku berniat untuk mencari jaket kulit untuk memvariasikan kaos hitamku, saat ku menuju kearah jejeran jaket yang letaknya di paling ujung toko aku melihat sosok wanita yang sangat ku kenal. Wanita itu sedang membelakangiku, sehingga aku tidak dapat melihat wajah wanita itu.
Aku mengenal sekali rambutnya dan sepatunya, apa jangan-jangan itu Cheirin?? Apa mungkin cheirin ada di tempat ini malam-malam begini? Lantas kalau memang itu benar-benar dia, dengan siapa dia kesini? Seribu pertanyaan kini hinggap di otakku. Tanpa fikir panjang aku mendekatkan diriku kearahnya, lalu langkahku terhenti saat seorang laki-laki menghampirinya lalu memeluknya kemudian mencium wanita itu. Kini aku melihat adegan kissing secara langsung tanpa memperdulikan niat ku yang ingin menegur wanita itu. Tapi… aku kaget sekali saat aku melihat wajah wanita itu, ternyata benar kalau itu adalah cheirin!!!
Dadaku sesak tak karuan, aku terus melihat cheirin berciuman dengan seorang laki-laki yang tidak asing bagiku. Tubuh ku kaku tak berdaya, aku bingung apa yang harus aku lakukan? Aku ingin sekali lari dari suasana ini tapi.. aku tak bisa!! Perlahan aku mulai merasakan kalau air mataku mulai jatuh ke pipiku, lalu tiba-tiba tanpa aku sadari aku menyapanya.
“Cheirin.. sedang apa kau??”
Dia menghentikan ciumannya dan memandang ke arahku.
“Eunhyuk??!!” ucapnya terkejut.
“DASAR PENGHINAT!!!!!!!!” ucapku berteriak tanpa memperdulikan orang-orang yang ada disekitarku.
Aku cepat-cepat meninggalkan toko ini tanpa menghiraukan donghae yang masih ada didalam toko. aku meninggalkan ia di toko itu, kini aku berlari tidak karuan keluar mall.
Aku menelusuri tiap-tiap keramaian jalan, saat ini suasana jalanan sangatlah ramai. Tapi tidak seperti hatiku yang kalang kabut tak menentu, hatiku sakit.. sakit sekali..!! baru kali ini aku merasakan sakit hati yang seperti ini. Tololnya kenapa aku baru percaya kalau Cheirin adalah wanita penghianat. Aku menyesal telah mengabaikan nasihat donghae dan cerita-cerita donghae. mianhaeo donghae… “ahh… bodohnya aku!!” teriakku sambil terus berlari menuju rumahku.
Aku terus menerus berlari melewati tiap jalan untuk menyembuhkan rasa sakit hatiku, sampai akhirnya aku pun tiba di depan rumahku. Padahal jarak dari mall ke rumahku cukup jauh tapi entah kenapa aku tidak merasa capek namun kini aku sangat berkeringat sampai-sampai baju yang aku pakai sekarang sudah basah oleh keringatku.
_Esok harinya_
Aku masih teringat kejadian semalam, dadaku masih terasa sesak, mataku sembap, dan hatiku sakit. Dari semalam sampai sekarang aku belum tidur, aku tidak bisa tidur karena kejadian tadi malam. Tapi gara-gara kejadian semalam aku berniat untuk memutuskan Cheirin. Yuphh.. tekatku kini sudah bulat, aku sudah sangat muak dengannya.
Kringgg… Kringgg…
Fuwhh…. Akhirnya Pulang juga, setelah seharian menghayal tidak karuan. Sekarang aku lapar sekali karena tadi pagi aku belum sempat sarapan. Kuniatkan diriku untuk cepat-cepat meninggalkan kelas dan pergi menuju kantin, tapi niatku itu terhambat gara-gara donghae menyuruhku untuk berhenti.
“Hyukie… tunggu! Ada yang ingin aku bicarakan padamu..!!” teriaknya yang sedang berada di belakangku.
“Ada apa?” ucapku dengan nada malas
“Semalam kenapa kau meninggalkan aku sendirian?? Ada apa denganmu? Kau jahat sekali hyuk!!” tanyanya dengan nada kesal.
“Mianhaeo hae.. semalam aku melihat Cheirin berciuman dengan laki-laki lain di toko itu.” Jawabku lirih
“Sekarang kau sudah percayakan kalau Cheirin wanita penghianat??” Tanya donghae sambil mendekatkan wajahku yang murung lalu dia meniup wajahku.
“Haee.. kau ini jail sekali!! Iya aku sekarang sudah percaya padamu” jawabku kesal.
“Nah.. gitu dong! Dari dulu kek percayanya, hahaha..” ucapnya membanggakan diri.
“Aiiissshhh… kau menyebalkan sekali!!” sambil menjitak kepala donghae agak keras.
“Awww!! Atiiit tau!” keluhnya
“Hahahaha… rasakan!!” ucapku sambil tertawa puasss.
“Oia hyuk, kau tunggu disini ya, aku akan membawa gadis misterius itu kehadapanmu!
“Benarkah??” tanyaku tak percaya.
“Kau masih tak mau mempercayaiku?? Yasudah kau tunggu disini, aku mau menarik gadis itu kesini! Okeh..” ucapnya lalu meninggalkanku.
Belum lama donghae meninggalkanku, aku melihat cheirin berdiri dipintu kelasku.
“Cheirin??” ucapku terkejut.
“Eunhyuk” ucapnya datar lalu menghampiriku dan memelukku.
Aku yang menyadari dipeluk cheirin langsung melepaskan pelukan itu dengan kasar.
“Kenapa kau kemari? Masih butuh aku? Kau tahu, sekarang aku sudah muak padamu!! Aku tidak ingin melihat dirimu lagi!! Aku ingin KITA PUTUS!!!” ucapku membentak cheirin.
“Mianhae eunhyuk.. aku tahu pasti kau akan berbicara seperti itu padaku. Aku memang salah, tapi aku mencintai kau dan dia. Ini sulit bagiku, tapi.. kalau memang itu keputusanmu baiklah akan ku terima KITA PUTUS! Tapi dengan satu syarat! Sebelum aku pergi maukah kau menciumku?? Kalau itu kau lakukan aku janji aku tidak akan lagi mucul dihadapanmu. Bagaimana??”
“Mwo?? Syarat macam apa itu? Tidak ada syarat lain selain itu?” tanyaku membantah persyaratan yang diajukan cheirin kepadaku.
Cheirin pun hanya menggelengkan kepalanya lalu mulai mendekatkan wajahnya ke wajahku dan.. dia mulai menciumku!! Aku tak bisa berbuat apa-apa lagi, aku hanya bisa menyambut bibirnya yang telah mendarat di bibirku.
“Gomawo eunhyuk..” ucapnya setelah selesai menciumku, lalu dia meninggalkan kelas dan pergi.
Aku pun juga meninggalkan kelas dan pergi menuju donghae. tapi tak jauh dari kelas aku melihat donghae dan rheina sedang berpelukan. Deg..! jantungku kenapa mendadak sakit begini melihat rheina dipeluk donghae??
Aku pun langsung menghampiri mereka, bukan dengan niat mengganggu tapi aku ingin bertanya kepada mereka apa yang terjadi? Karena aku melihat rheina menangis didalam pelukan donghae.
Ku Tanya donghae sebagai awal pertanyaanku, tapi dia malah bilang kalau aku ini pengganggu. Huuffttt… yasudah lebih baik aku ke kantin saja, lagi pula perutku sudah sangat lapar. Lalu donghae malah bertanya tentang cheirin yang menyebalkan itu, aku bilang saja kalau aku sudah putus dengannya tapi donghae sepertinya tidak percaya denganku namun tak aku pedulikan. Dengan segera aku pergi meninggalkan mereka tapi sebelum aku meninggalkan mereka, kulihat mata rheina sembap sekali. Sebenarnya apa yang telah terjadi dengannya ya? Aku jadi khawatir dengannya.
(……)
Setelah makan aku langsung menuju ruangan club dance karena ada latihan sekarang. Semuanya sudah berkumpul diruangan ini, hanya donghae saja yang belum datang. Aku menunggu dia hampir 15 menit, setelah itu dia datang bersama rheina. Aku lihat wajah rheina sudah agak baikkan, matanya juga tidak sembap lagi. Aku lihat dia duduk di bagian sisi kiriku sambil menyenderkan tubuhnya ke dinding.
Aku memulai latihan karena jumlah anggota sudah lengkap. Aku mulai dengan menyetel musik yang sudah diaransemen dan aku pun mulai berdance tanpa diikuti oleh yang lain karena aku ingin menunjukan setiap hentakan-hentakan dancenya. Saat aku memandang diriku dikaca, aku melihat rheina memandangku lalu tersenyum kepadaku, dan aku membalas senyumannya itu. Terus menerus aku melihat kaca sekaligus melirik kearah rheina, dan dia masih tersenyum kepadaku. Lalu aku lihat dia mengucapkan sesuatu, aku tak begitu jelas apa yang dia ucapkan tapi setelah dia mengucapkan sesuatu dia tersenyum kepadaku dengan senyuman termanis yang pernah aku lihat. Karena terlalu fokus melihat senyuman rheina sampai-sampai aku menyabet kakiku dengan kakiku sendiri hingga jatuh! “Awwww!!!” teriakku kesakitan.
“Gwenchana hyuk??” Tanya semua timku.
“Ne Gwenchana! Hehehe..” jawabku malu.

****

huuuffftt… dance pun selesai juga, sekarang jarum jam sudang menunjukkan ke angka 7. disini tinggal aku dan donghae saja sedangkan yang lain sudah pulang termasuk rheina. kami berdua berlama-lama diruangan ini karena kami sedang mencari gerakan bersama. karena malam yang semakin larut akhirnya kami pun beranjak pulang.

“Hyukie, tunggu dulu! ada yang ingin ku bicarakan denganmu!!” ucap donghae ketika aku sedang beranjak pergi meninggalkan ruangan ini.
“Ada apa hae?” tanyaku bingung.
“Aku ingin memberitahumu tentang gadis yang selalu memberikanmu bekal!” ucapnya kaget, membuatku tersentak kaget.
“Benarkah?? siapa hae orangnya? siapa? cepat beritahu aku!!!” jawabku tak sabar.
“Hmm… langsung saja deh hyuk! gadis itu gadis yang selalu melihat kita latihan dance, gadis itu adik kelas kita, gadis itu gadis yang selalu bersamaku, gadis yang aku peluk tadi siang…!!”
Degg..*
jantungku berdetak hebat.
“Ap…apa yang kau maksud gadis itu adalah Rheina???!!!” tebakku.

To be countinue…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s