Protected Brother . . . Part 7

Standar

Author By : Shania9ranger

Cast : Cho Kyuhyun, Choi Siwon, Lee Sungmin, Leeteuk, Kim Kibum, Lee Donghae

~o~

Saat sarapan di meja makan…

“Hari ini diantara kalian siapa yang bisa menjemput Kyuhyun pulang Sekolah nanti?” Tanya Eeteuk yang sedang melahap makanan.

Sungmin : “Aku ada panggilan ke studio rekaman jam 10 nanti.”

Siwon : “Aku tidak bisa hyung, harus bertemu klien untuk projek iklan yang baru.”

Kibum : “Jadwal Kuliahku full sampai sore, hyung.”

Sungmin, Siwon, dan Kibum saling pandang satu sama lain, kemudian mereka memandang Eeteuk dengan tatapan memojokkan.

“Hyung saja yang menjemput Kyu.” Kata mereka serempak.

“Aku juga harus MC di Starking dan KBS Music Core.” Kata Eeteuk membela diri.

“Lalu siapa yang akan menjemput Kyunie?” Tanya Sungmin melirik ke arah hyung dan dongsaengnya. Kyuhyun sendiri justru tidak mendengarkan percakapan hyung-hyungnya, dia sibuk melahap makanan sambil mendengarkan musik dari iPodnya.

“ . . . . . . . . . . . . . . . “ Sesaat mereka semua terdiam.

“Hhuufff . . . terpaksa hari ini kita membiarkan Kyu pulang sendiri.” Akhirnya Eeteuk pasrah.

“Ne? Jinja?!” Kyuhyun mendengarkan perkataan hyungnya yang pasrah dengan semangat.

“Mau bagaimana lagi . . .” Ujar Siwon lemas.

Kyuhyun senyum-senyum sendiri disaat hyung-hyungnya merasa berat membiarkan dongsaeng kesayangan mereka pulang sendiri. ‘Hari ini aku bebas?! Aku bisa main seharian di Game Center. Horeeee . . !!!’ Teriak Kyuhyun dalam hati dengan penuh kebahagiaan.

Kyuhyun diantar ke Sekolah oleh Eeteuk. Dalam perjalanan Eeteuk memperhatikan dongsaengnya yang terlihat sangat ceria, Kyuhyun terus menerus menunjukkan senyum manisnya pada Eeteuk. Di satu sisi dia senang melihat ekspresi wajah Kyuhyun yang ceria, namun disisi lain dia pun tidak rela membiarkan dongsaeng kesayangannya pulang sendiri. Entah kenapa ada perasaan yang mengganjal di hati Eeteuk, dia merasa keceriaan di wajah dongsaengnya itu akan menghilang.

“Kyu, ingat pulang Sekolah harus segera pulang ke rumah. Kemungkinan kami akan pulang agak sore.” Kata Eeteuk memperingatkan Kyuhyun setelah mereka sampai di gerbang sekolah.

“Ne..hyung.” Kyuhyun tersenyum lagi. “Pokoknya hyung tenang saja, aku bisa menjaga diriku sendiri.”

Eeteuk mengacak rambut Kyuhyun dengan lembut sambil membalas tersenyum, setelah itu dia melajukan mobilnya meninggalkan Kyuhyun.

Kyuhyun menatap mobil hyungnya pergi menjauh dari sekolah sampai berbelok menghilang dari pandangan. Sesaat muncul perasaan yang tidak enak di hatinya, seperti biasa dengan cuek dia mengabaikan perasaan itu dan melanjutkan langkahnya menuju kelas. Namun baru beberapa langkah, dari belakang sudah ada seseorang yang membekap Kyuhyun dengan sapu tangan yang telah di lumuri obat bius. Kyuhyun seketika pingsan tak sadarkan diri.

~~~~~~~~~~

Beberapa jam kemudian Kyuhyun sadarkan diri, dia mencoba membuka matanya namun tak berhasil yang terlihat hanyalah kegelapan. Sampai dirinya tersadar bahwa matanya ternyata tertutup oleh penutup mata, mulutnya terplester lakban, kedua tangan dan kakinya terikat kuat, sehingga dia tidak bisa berteriak ataupun bergerak. Dirasakannya lantai yang dingin agak basah dan udara lembab berbau tak sedap, tidak jauh darinya terdengar bunyi tetesan air dari atap. Dia merasa dirinya sedang berada di sebuah gudang tua. Kyuhyun berontak-rontak berusaha melepaskan ikatan pada tangan dan kakinya ketika mendengar langkah kaki beberapa orang.

“Hyung, kita apakan dia sekarang? Aku sudah tidak sabar untuk menghajarnya.” Kata seseorang yang bersuara agak tinggi.

“Tunggu sampai ketua datang baru kita bertindak. Kau sudah menghubungi salah satu hyung bocah itu untuk mengelabuhi mereka?”

“Hyung tenang saja, tadi aku sudah menghubungi salah satu hyungnya yang bernama Siwon dan mengatakan bahwa Kyuhyun akan main ke rumahku. Sepertinya dia percaya begitu saja.”

“Jangan sampai mereka curiga karna dongsaengnya belum pulang sebelum rencana ini selesai.”

Kyuhyun berusaha mendengarkan percakapan mereka secara seksama, dan menerka-nerka jumlah mereka, sekitar 5 atau 6 orang. Tidak lama setelah itu seseorang datang dengan membawa beberapa bungkusan plastik besar yang berisikan sesuatu.

“Ketua, akhirnya kau datang juga. Apa itu yang kau bawa?”

“Tadi aku mempersiapkan ini dulu agar permainan jadi lebih seru.” Orang itu terkekeh-kekeh dengan puas. Dia membuka salah satu dari bungkusan lalu menunjukkan isinya pada anak buahnya.

“Wow,, menggelikan. Memangnya kau mau apakan dengan semua ini?”

“Liat saja nanti. Kalian sudah menyiapkan apa yang aku suruh tadi?”

“Ketua tenang saja, kami sudah menyiapkan segalanya termasuk akuarium besar itu.”

“Bagus, akuarium itu cukup untuk dirinya bermain-main dengan ini.”

Di pojok ruangan gudang itu sudah terdapat sebuah akuarium besar yang cukup untuk satu orang berada di dalamnya dan berisikan air.

“Buka bajunya dan telanjangi dia!”

Kyuhyun kaget mendengarnya lalu berusaha sekuat tenaga meronta-ronta, dia tidak ingin di telanjangi. Anak buahnya bergegas melaksanakan perintah sang ketua, mereka melepaskan ikatan tangan dan kaki Kyuhyun sebelum membuka baju seragam dan celananya dengan paksa. Kini Kyuhyun bisa merasakan betapa dingin serta lembabnya gudang itu dengan kulitnya tanpa sehelai kain yang menutupi tubuhnya.

“Lepaskan plester pada mulutnya.”

“MAU APA KALIAN??? LEPASKAN AKU. . . LEPASKAN!!!” Kyuhyun berteriak sangat kencang, matanya tetap tidak bisa melihat karna penutup matanya belum dilepas.

“Aku tidak akan melepaskanmu sampai kau merasakan penderitaan yang adikku rasakan.” Seseorang menjawabnya dengan santai.

Kyuhyun agak bingung dengan kata-kata orang itu. ‘Adik? Memangnya aku telah melukai siapa?’ pikirnya dalam hati.

“Masukkan dia kedalam sana, sekarang!” Kini orang itu memerintahkan anak buahnya untuk memasukkan Kyuhyun kedalam akuarium.

“LEPASKAN AKU ATAU KALIAN AKAN MENYESAL JIKA HYUNG-HYUNGKU MENEMUKAN KALIAN. . . LEPASKAN!!!” Teriak Kyuhyun lagi sambil berusaha menakut-nakuti mereka.

Kyuhyun diseret oleh salah satu dari mereka, kemudian menyeburkannya kedalam Akuarium berisi air yang letaknya tak jauh darinya.

“Buka penutup matanya lalu tutup akuariumnya kembali.” Perintah sang ketua.

Kini Kyuhyun merasakan dinginnya air dari ujung kaki hingga leher, perlahan dia bisa melihat apa yang ada di sekelilingnya dengan samar-samar karna kaca akuarium yang kotor menghalangi penglihatannya. Sebuah akuarium besar berisikan air yang hampir menengelamkan dirinya, sehingga cukup sulit bagi Kyuhyun untuk bisa bernafas di dalamnya. Dua orang dari mereka mendekati akuarium dengan membawa 2 bungkus plastik besar yang tadi dibawa oleh sang ketua, kemudian menuangkan seluruh isinya ke dalam akuarium yang tidak lain adalah berbagai macam hewan menjijikan seperti cacing, lintah, belut dan berbagai macam ular tak berbisa dari yang berukuran kecil hingga besar. Kyuhyun sangat terkejut atas apa yang menghujani tubuhnya. Dia merontak-rontak dengan hebatnya berusaha memecahkan kaca Akuarium, namun tidak berhasil. Kyuhyun terus berteriak meminta tolong dan menyebut nama hyung-hyungnya, berharap hyungnya mendengar teriakannya.

“TOLONG. . . TOLONG LEPASKAN AKU!!! AKU MOHON KELUARKAN AKU DARI SINI. . . HYUNG! HYUNG TOLONG AKU . . . !!! AKU TAKUUTTTT . . .” Teriak Kyuhyun ketakutan setengah mati. Mereka hanya tertawa puas melihat Kyuhyun tersiksa didalam akuarium, bahkan salah satu diantara mereka merekam seluruh kejadiannya.

Hewan-hewan menjijikan tersebut mulai menggerayangi seluruh tubuh Kyuhyun, lintah yang dengan laparnya menyedot darah disana-sini dan ular-ular melilit-lilit diseluruh tubuhnya. Kyuhyun masih terus meronta-ronta dengan memukul-mukul kaca hingga kehabisan tenaga. Rasa nyeri disekujur tubuhnya sudah tak tertahankan lagi, pandangannya mulai gelap dan akhirnya Kyuhyun kehilangan kesadarannya.

“Keluarkan dia dari dalam sana.” Perintah sang ketua setelah melihat Kyuhyun mengambang bagai mayat didalam akuarium. Beberapa orang anak buahnya berusaha mengeluarkan Kyuhyun yang sudah tak sadarkan diri.

“Apa dia mati?”

“Tidak ketua, dia masih bernafas.”

“Hajar dia sepuas kalian, tapi jangan sampai mati. Kemudian buang dia di pingir jalan yang sepi agar tidak ada orang yang melihatnya.”

“Kenapa kita tidak menghabisinya saja?”

“Jangan, aku ingin melihat penderitaannya setelah penyiksaan ini.”

“Baiklah kalau begitu. Ayo kita hajar dia!”

Sebuah mobil berhenti mencurigakan di pinggir jalan yang sepi, kemudian dari dalam terguling keluar karung besar yang membungkus tubuh seseorang yang telah basah kuyup. Karung besar itu tergeletak di pinggir jalan dengan ikatan yang terbuka, didalamnya terlihat sesosok wajah yang membiru bagaikan mayat namun masih ada kehidupan didalamnya. Semua baju, celana, sepatu, tas dan beserta isinya di hamburkan begitu saja seperti sampah. Tidak ada satu orang atau kendaraan yang melintasi jalan tersebut karena sudah malam.

~~~~~~~~~~

Minji keluar dari restoran tempatnya bekerja part-time, kemudian melihat jam yang ada di pergelangan tangannya, waktu menunjukan pukul 22:30. Dia bergegas pulang kerumah untuk segera menghilangkan kelelahannya. Dalam perjalanan pulang Minji harus melewati jalan sepi satu-satunya yang menghubungkan antara restoran dan rumahnya. Jarang sekali orang atau pun kendaraan yang melintas, walau begitu tidak ada perasaan takut sama sekali di dalam hati Minji. Dia berjalan kaki sambil menikmati suasana malam dengan melihat pemandangan indah dilangit, cahaya rembulan dan kerlap-kerlip bintang membuatnya terpesona hingga tak memperhatikan langkahnya.

BRRUUKKK . . . Minji tersandung sesuatu yang membuatnya terjatuh cukup keras di aspal. Dia meringis kesakitan memegangi lututnya yang terbentur, sebelum melihat sebuah karung besar yang telah menghadang jalannya.

“Aish. . . pasti orang tak berotak yang membuang sampah sebanyak itu di pinggir jalan.” Dia menganggap bungkusan itu adalah sampah. “Aku harus memindahkannya.” Lalu dia mendekati karung tersebut, ternyata bukan sampah yang ada di dalamnya melainkan sesosok tubuh yang telah membiru. Minji sangat terkejut ketakutan dan hendak berlari sekencang-kencangnya. Namun sebelum melangkahkan kakinya, dia tertegun seperti mengenali wajah pemilik tubuh tersebut. Dengan mengumpulkan segenap keberanian yang di miliki, dia perlahan kembali untuk menghampiri karung tersebut agar dapat lebih jelas melihat tubuh yang tergeletak itu.

“Aigo~ KYUHYUN!!!” Benar saja, setelah melihatnya lebih jelas dia mengenali sosok tubuh teman sebangkunya.

“Ya tuhan. . . Kyuhyun bangun! Kenapa bisa begini, apa yang telah terjadi?! Kyuhyun . . . !!!” Minji mengguncang-guncangkan tubuh Kyuhyun yang telah membiru. “Apa dia sudah mati?!” Ujarnya dengan nada sangat panik. ‘Minji, kau harus tenang. Jangan panik, itu akan memperburuk keadaan.’ Dia berkata pada dirinya sendiri untuk berusaha tetap tenang.

Kemudian dia menempelkan telinganya di dada Kyuhyun. “Syukurlah, jantungnya masih berdenyut dan dia masih bernafas.” Kondisi Kyuhyun sangat mengenaskan, dia terbungkus karung besar dalam keadaan basah kuyup, tubuhnya telah membiru, terdapat luka-luka memar dan gigitan disekujur tubuh. Tanpa sadar Minji meneteskan air matanya.

“Dia pasti sangat kedinginan…” Dengan cepat Minji melepaskan mantel yang dikenakannya untuk melindungi Kyuhyun dari hawa dingin, lalu duduk di aspal agar bisa memangku tubuh Kyuhyun. Minji memeluk tubuh Kyuhyun sangat erat, hanya cara ini yang dia pikirkan untuk bisa menghangatkannya.

“Kyu bertahanlah . . . Aku mohon bertahanlah . . .” Ujar Minji dengan air mata yang terus mengalir di pipinya.

Minji mengambil ponsel yang ada di saku celananya untuk menghubungi seseorang.

“Yoboseyo”

“Yoboseyo, Donghae ini aku Minji. Kau tau nomor rumah Kyuhyun?” Hanya Donghae yang bisa dia hubungi.

“Oh Minji.. Aku tau, memangnya ada perlu apa?”

“Aku mohon cepat berikan nomornya.”

“Tunggu sebentar, nomornya 09918567xxxx.” Donghae agak bingung namun tetap memberikan nomor rumah Kyuhyun. Ketika dia hendak bertanya lagi, Minji telah menutup teleponnya.

Setelah mendapatkan nomor rumah Kyuhyun dari Donghae, Minji segera menghubunginya.

~~~~~~~~~~

“Hyung sebaiknya kita lapor pada polisi.” Kata Sungmin yang sudah mulai panik.

“Kau tenang dulu, kita harus berkepala dingin jangan sembarangan mengambil tindakan.” Eeteuk menanggapinya dengan tenang.

“Tapi hyung. . . tidak mungkin tidak terjadi apa-apa kalau Kyunie belum pulang juga sampai sekarang. Ini sudah hampir tengah malam.” Ujar Sungmin lagi.

“Ponselnya juga tidak aktif.” Kibum menambahkan.

“Siwon, tadi kau bilang ada teman Kyu yang menghubungimu dan mengabarkan bahwa Kyu akan pulang telat karna main dirumahnya kan?” Eeteuk menanyakan penjelasan dari Siwon.

“Ne..” Siwon menjawabnya dengan singkat.

“Apa kau tanyakan rumahnya dimana?” Tanya Eeteuk lagi.

“Aniyo, tadi aku sedang buru-buru jadi langsung memutuskan pembicaraan.” Siwon hanya bisa menggelengkan kepalanya.

“Kenapa kau tidak tanya dulu?” Kata Sungmin yang sudah sangat cemas.

“Mianhe hyung.” Siwon menundukkan kepalanya meminta maaf pada hyung-hyungnya.

“Apa Kyunie telah diculik?!” Kata Eeteuk yang membuat semua dongsaengnya sontak kaget.

“Hyung jangan berpikir yang tidak-tidak.” Ujar Kibum.

Disaat mereka sibuk mencemaskan Kyuhyun, telpon rumah berdering.

Kriiiiiiiiiiiing . . . Kriiiiiiiiiiiiiing . . .

“Itu pasti Kyunie! Biar aku yang angkat.” Sungmin bergegas meraih teleponnya.

“Yoboseo Kyunie, kau ada dimana sekarang? Kenapa belum pulang juga? Kami hyung-hyungmu sudah sangat mengkhawatirkanmu? Cepat pulang!” Kata Sungmin tanpa basa-basi sebelumnya menanyakan siapa yang menelpon.

“Mi.. mian.. a..ak..aku..bu..bukan..Kyuhyun.” Ujar Minji yang terbata-bata karna bercampur dengan isak tangisnya.

“O,, jeongmal mianhe, ku pikir kau adikku. Tapi siapa ini?” Sungmin agak merasa malu, karna bukan Kyuhyun yang menelpon melainkan seorang gadis.

“A.. ak.. aku Minji, teman sebangkunya Kyu..” Ujar Minji lirih.

“Kau pasti mencari Kyuhyun? Tapi sampai saat ini Kyuhyun belum pulang, jadi kau bisa menghubunginya bes…” Sungmin menjelaskan bahwa Kyuhyun sedang tidak ada di rumah, namun belum selesai menjelaskan ucapannya terputus oleh Minji.

“Aku menemukannya! Aku menemukan Kyuhyun tergeletak di pinggir jalan dalam keadaan yang sangat mengenaskan. Jadi aku mohon cepatlah kesini…” Minji menegaskan perkataannya dengan isak tangis.

“Mwo! Kau tidak bercanda kan?! Lalu kalian sekarang ada dimana???” Sungmin sangat terkejut dengan apa yang di ucapkan Minji.

“Di pinggir jalan Kangdong.”

“Baiklah aku akan segera kesana!”

Setelah telepon terputus wajah Sungmin langsung pucat, dia segera berlari mengambil kunci mobil.

“Sungmin, ada apa? Tadi yang telepon itu siapa?” Eeteuk menghadang langkah Sungmin.

“Temannya Kyunie, dia menemukan Kyunie tergeletak di pinggir jalan Kangdong.” Sungmin memberitahukan pada semuanya.

“Mwo?!” Wajah Eeteuk terlihat sangat terkejut.

“Sepertinya telah terjadi sesuatu pada Kyunie, aku akan menjemputnya.” Ujar Sungmin lagi.

“Kami ikut!” kata Eeteuk, Siwon dan Kibum bersamaan.

Eeteuk dengan gesit mengambil kunci mobilnya, lalu bergegas menyusul Sungmin ke bagasi. Sungmin bersama Siwon dan Kibum ikut dengan Eeteuk. Mereka menyetir mobil dengan cepat tanpa menghiraukan lagi rambu-rambu lalu lintas, yang ada didalam pikiran mereka hanyalah keadaan Kyuhyun yang belum jelas.

Jalan Kangdong adalah jalan yang terkenal seram karna kesunyiannya, banyak yang bilang jalan tersebut sangat angker dan rawan kecelakaan sehingga tidak ada yang berani melewatinya kecuali terpaksa. Tidak butuh waktu cukup lama bagi mereka untuk sampai di jalan Kangdong, karna letaknya yang tidak begitu jauh dari tempat tinggal mereka.

“Hyung, jangan-jangan itu.” Siwon menunjuk pada sosok seorang gadis yang sedang duduk di aspal jalan tersebut. Sungmin dan Eeteuk menghentikan mobil beberapa meter di belakang Minji, mereka bergegas berlari mendekati sosok gadis itu.

“Minji?!” Teriak Sungmin.

Minji berusaha membalikkan badan dengan Kyuhyun yang masih berada dipelukkannya untuk bisa melihat siapa yang memanggil dirinya. Di lihatnya empat orang laki-laki yang berlari kearahnya.

Langkah kaki ke empatnya terhenti ketika melihat keadaan di sekeliling Minji berantakan dengan barang-barang yang berhamburan dan dikenalinya sebagai milik dongsaeng mereka. Terlihat Minji menangis sesunggukkan, tubuhnya bergetar ketakutan. Kemudian mata mereka terbelalak kaget ketika melihat tubuh seseorang yang berada dipelukkan Minji, yaitu Kyuhyun yang telah membiru kedinginan dan tak sadarkan diri.

“Kyuhyun!!!” mereka serentak menhampiri Minji dan Kyuhyun.

“Ya tuhan.. Apa yang terjadi padanya?!” Mata Sungmin berair melihat kondisi dongsaeng kesayangannya.

“Kenapa bisa begini.. Kyu bangun. Kyu!!!” Kibum berusaha menyadarkan Kyuhyun dengan menggunca-guncangkan tubuhnya.

“Hyung sebaiknya kita bawa Kyu ke Rumah Sakit. Ayo cepat hyung!” Kata Siwon yang sudah tidak tega melihat tubuh Kyuhyun terkulai lemas.

Siwon membopong tubuh Kyuhyun dan memasukannya kedalam mobil dengan hati-hati. Kibum mencoba menenangkan Minji yang masih menangis lalu mengajaknya ikut serta mereka untuk pergi kerumah sakit.

~~~~~~~~~~

Mereka membawa Kyuhyun ke rumah sakit Seoul Center, tempat dimana dokter Jang bekerja. Kyuhyun segera dibawa ke ruang UGD oleh beberapa suster. Dokter Jang yang terkejut dengan kedatangan mereka pun segera menangani Kyuhyun.

Mereka semua hanya bisa menunggu diluar, berharap Kyuhyun akan baik-baik saja. Minji yang sudah berhenti menangis, menjelaskan kepada ke empat hyung Kyuhyun bagaimana dia bisa menemukan Kyuhyun yang kondisinya sudah sangat mengenaskan di jalan Kangdong. Satu jam kemudian Dokter Jang keluar, mereka langsung menghampiri Dokter Jang dengan wajah-wajah kecemasan.

“Ajushi, bagaimana keadaan Kyuhyun?” Tanya Eeteuk.

Dokter Jang menghela nafas panjang. “Keadaan Kyuhyun… kritis…”

. . . . to be continued . . . .
NB: Harap kasih koment ya chingu.

22 responses »

  1. huwaaaaa T_____T

    Kyu!!! Bangun! Bangun!!! andwae!!!! TToTT

    gila bgt tuh org!! tga bnr mlakukan hal keji ma kyu!!
    psti tuh adkx cwe yg dtolak kyu kmrn! haiissshhh… bkin kesel… untung ad minji~~~

    keren bgt!! SUKI DESU!! ddd>__<bbb

    lannnjjjuuuuttttt!! *gag sbr*

    • dalangx??? hmmm… parto kan?? *wkwkwkwkwkwkwk*sarap kmbuh*

      jiahahhahaha nymbung k OVJ…

      sp ya??? hmmm… *mikir mode on*
      kykx sih cwe yg dtolak kyu kmrn itu tuh… tp… ad kcurigaan sm jess jg sih… *bngung*O_o

      pokoke lanjjuuut deh… ^^b

  2. Seru…seru…seru ! ! !
    Palli-palli, lanjutkan ceritanya. Aku penasaran banget nie . . .

    Keren FFnya, penggambaran situasi dan tempat ngena banget.
    I like this >.<

  3. wuaaaahh. . . seruu. . . kira2 siapa yaaa yang ngerjain kyu??!! hmmm. . . buat pembaca jangan bayangin adegan kyu lg bugil yaaa!!! (~~_~~)

  4. akhirnya saya sudah baca dari part 1 mpe 7 *marathon bacanya*
    ceritanya bagoessss
    yang neror ga punya ati, si kyu dah lemah tapi disiksa gitu
    i hope u’ll get well soon, oppa and back!!!!
    hyaaaaaaaaaaaa…. kalo dianalisis dari ep ep part sebelume kayanya jessica yang mencurigakan
    tapi kog saya merasa ada yang mengganjal *conan mode on*
    si donghae……????????????

  5. San,w mkin niat ngasie tau tersangka alias pelakuny

    emmm
    eh ga jdi dech part 8 jga bntar lgi d taro

    san,w kira U adegan yg ntu bkal d pke,kira2 pas d pangku ma minji tu kyu msie d karungin ya??(untung cma di ff klo bneran ga cma lka memar ma gigitan aja tpi da bentol2 gara2 gatel)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s