SM Couple… part 2

Standar

By: shania9ranger

“SEOHYUN AWAS!!!”

Aku hendak membalikkan badan, belum sempat berbalik aku melihat sebuah truk berjalan kearahku tak terkendali. Truk itu semakin mendekat aku tak bisa berpikir apa-apa lagi selain menutupkan mata karna takut. Seketika ada seseorang yang menarik tangan lalu mendekapku erat, aku merasakan tubuhku terhempas dan berguling beberapa saat ke pinggir jalan. Setelah itu aku mencoba membuka mata, ‘Apa aku sudah mati?’ tanyaku dalam hati. “Ugghh…” Samar-samar aku mendengar desahan seseorang. Ternyata aku selamat dari maut yang mengincarku tadi, seseorang telah menyelamatkanku. Orang itu bangkit lalu menatapku dengan khawatir.

“Seohyun gwaenchana?! Apa ada yang luka???” Dia menguncang-guncang tubuhku dengan cemas.

“Ne.. gwaenchanayo.” Aku yang masih syok, menjawab pertanyaannya perlahan. Saat kulihat wajah orang itu lekat-lekat, aku tersentak kaget lalu mendorong dirinya menjauh hingga terjatuh. Ternyata orang yang telah menyelamatkanku adalah orang yang palingku benci didunia, dia adalah Kyuhyun.

Aku segera berdiri “Jauh-jauh dariku! Dasar menyebalkan.” Tanpa berpikir panjang aku meninggalkannya yang masih terduduk di pinggir jalan begitu saja.

~~~~~~~~~~

Di ruang make-up aku terus berpikir akan kejadian sore tadi. ‘Kenapa tadi aku bersikap kasar dan meninggalkannya begitu saja? Padahalkan dia sudah menyelamatkanku dari kecelakaan itu, kalau dia tidak menyelamatkanku mungkin sekarang aku sudah tak bernyawa lagi, aku juga tidak mengucapkan terimakasih padanya. Ahk.. Seohyun babo, kenapa kau bersikap buruk pada dirinya yang telah menyelamatkanmu?!’ Kataku sambil menjitak kepalaku sendiri.

“Seohyun, apa kau sudah siap?” Kata Sunny yang menyadarkanku dari lamunan.

“Ne,, sudah onnie.”

“Kalau begitu, ayo cepat. Acaranya sudah akan dimulai, semuanya sudah menunggu kita.”

Malam ini SNSD, Super Junior dan beberapa artis lain akan tampil dalam sebuah acara yang diselenggarakan oleh KBS. Kami akan tampil pertama setelah itu disusul oleh penampilan dari Super Junior.

“Wah…penampilan kalian tadi keren sekali, HEBAT!” kata salah satu kru di belakang stage, setelah kami selesai menyanyikan lagu Gee dan Oh!.

“Kamsahamnida.” Ucap kami dengan kompak.

Kemudian Jessica mengajak kami ke samping panggung untuk melihat penampilan Super Junior, penampilan mereka selalu memukau mata walau mereka tidak hadir dengan lengkap karena Hankyung, Kangin dan Kibum tidak bisa datang. Tapi.. rasanya ada yang ganjil, kenapa malam ini dia tidak seperti biasanya. Biarpun aku sangat membenci Kyuhyun, tidak ku pungkiri kalau aku selalu memperhatikan dia dan ke 12 anggota yang lainnya dengan sangat seksama pada saat mereka tampil. Jadi aku bisa tau seluruh formasi dance mereka. ‘Ada apa dengan dirinya?’ aku membatin dalam hati.

Acaranya berjalan dengan sukses, SNSD dan Super Junior kembali ke gedung SMentertaiment, sekeluarnya dari dalam bus aku berpapasan dengan Kyuhyun. Wajahnya terlihat pucat, lesu dan tidak bersemangat, dia lewat begitu saja tanpa menoleh kearahku. Padahal biasanya jika berpapasan denganku dia akan tersenyum jahil sambil meledekku dengan kata-katanya yang pedas. ‘Aneh . . .’

Di sepanjang koridor SNSD dan Super Junior membaur menjadi satu. Kami bercanda dan tertawa bersama bagaikan saudara. Hanya ada satu orang yang ku lihat tidak ikut tertawa, Kyuhyun hanya diam seribu bahasa. Padahal biasanya dialah yang paling berisik, dan kalau sudah bercanda dia tidak kalah konyolnya dari kelakuan Shindong, Eunhyuk dan Heechul.

“Kyu, kenapa kau diam saja sejak tadi?” Tanya Heechul sambil menepuk punggung Kyuhyun.

“Ugghhh . . .” Kyuhyun terlihat meringis kesakitan.

“Kyu, gwaenchana?!” Kata Heechul agak panik melihat reaksi Kyuhyun.

“Gwaenchanayo Hyung, punggungku hanya terasa pegal.” Kyuhyun menepis tangan Heechul dengan sopan.

“Mau ku pinjamkan alat pemijat?” Tanya Heechul lagi.

“Tidak usah hyung, gomawo.”

~~~~~~~~~~

Super Junior mengajak SNSD makan bersama untuk merayakan atas keberhasilan mereka menduduki chart pertama selama berminggu-minggu di semua chanel musik atas lagu Sorry-sorry. Leeteuk memesan makanan Jepang, tidak lama kemudian makanan diantar. Kami menggunakan ruangan meeting di SMentertaiment untuk makan bersama. Secara tidak sengaja aku dan Kyuhyun duduk berhadapan. Karna malas melihat wajahnya ku putuskan untuk pindah kesisi yang lain, namun semua kursi sudah ditempati dengan yang lain. Terpaksa aku duduk kembali, dan suka tidak suka harus berhadapan dengan Kyuhyun yang menyebalkan. Hari ini dia berna-benar aneh, dia hanya menundukkan kepalanya mengaduk-ngaduk makanan dalam diam dan tidak memasukkan sedikit pun makanan ke dalam mulutnya. Diam-diam aku terus memperhatikannya.

Setelah makan, semua memutuskan untuk pulang ke dorm masing-masing karna sudah merasa lelah. Aku tidak ikut pulang ke dorm bersama onnie-onnie yang lain, aku harus menghafal script terlebih dahulu untuk acara besok. Jika di dorm aku tidak bisa konsentrasi, ada saja gangguan yang dilakukan member SNSD yang lain. Satu jam lebih aku berkutat dengan script-script, setelah menghafalnya aku memutuskan untuk pulang.

Saat melewati ruang pelatihan dance, aku mendengar dentuman pelan sebuah lagu. Ku buka perlahan ruangan itu karna rasa penasaran. Di ruangan itu kulihat Kyuhyun sedang berlatih menari. Tubuhnya bercucuran keringat dan nafasnya sudah terengah-engah. Sebelah tangannya terus memegangi bahu kirinya, sekali lagi aku melihatnya meringis kesakitan. Dia kelelahan kemudian duduk di salah satu bangku ruangan tersebut. Aku masuk mendekatinya dari belakang dan sengaja menepuk bahu kirinya.

“Ya! Kau belum pulang?” Kataku sambil duduk disebelahnya.

“Uuuuggggghhhhh . . .” Dia meringis kesakitan sampai menundukkan kepalanya.

“Kyu gwaenchana???” Kataku setelah melihat reaksinya.

Dia diam tidak menjawab pertanyaanku dan masih meringis menahan sakit luar biasa. Aku mulai mengkhawatirkannya. Penasaran dengan bahu kirinya, aku menarik ke atas secara paksa baju yang dikenakannya dari belakang dan . . .

“Ommo!” Aku sontak kaget melihat bahunya yang penuh dengan luka-luka. “Kyu, bahumu kenapa?” Tanyaku panik. “Sebaiknya kita cepat kerumah sakit untuk mengobati lukamu.”

“A…ani…aniyo. Aku tidak mau ke rumah sakit, lagi pula ini hanya luka ringan.” Dia menolak ajakanku.

“Tapi Kyu, lukamu bisa infeksi.”

Kyuhyun hanya diam, dia justru menyuruhku untuk segera pulang karna sudah larut malam, tapi aku tidak bisa meninggalkannya begitu saja dalam kondisi seperti itu.

“Kau tunggu disini, aku akan segera kembali.”

Aku pergi mencari apotik terdekat, lalu membeli alkohol, betadine, kapas dan perban. Dalam perjalanan aku terus berpikir ‘Kenapa dia bisa luka seperti itu?’. Entah kenapa tiba-tiba aku teringat akan kejadian tadi sore yang hampir saja merenggut nyawaku.

“Jangan-jangan dia terluka gara-gara menyelamatkanku?”

~~~~~~~~~~

Sekembalinya ke ruang pelatihan dance, aku melihat Kyuhyun duduk di lantai memainkan PSPnya.

“Aish…padahal bahunya sedang terluka.” Umpatku kesal. Aku mendekatinya dan tanpa basa-basi merebut PSP dari tangannya.

“Ya! Kembalikan, aku sedang main.” Kyuhyun berusaha merebutnya dari tanganku.

“Kyu, bahumu sedang terluka. Cepat buka bajumu!”

“Mwo?! Kau mau melakukan apa???”

“Aku akan mengobati lukamu.” Jawabku singkat sambil meninggalkannya mengambil air untuk membersihkan lukanya.

Kyuhyun melepaskan kaos yang sedang dikenakannya, dan aku kembali dengan membawa air dan handuk kecil milikku. Aku membersihkan lukanya dengan hati-hati, tak jarang Kyuhyun meringis kesakitan.

“Uuuugggghhh…sa…sakit… Seohyun…pelan-pelan…” Kata Kyuhyun yang merasakan perih pada lukanya saat terkena air.

“Tahan sedikit. . .  Aku juga sudah sangat pelan-pelan.”

Sebenarnya aku tidak tega melihat dia kesakitan seperti itu, tapi mau bagaimana lagi lukanya harus dibersihkan terlebih dahulu. Setelah membersihkan lukanya, aku lumuri luka Kyuhyun dengan obat betadine. Ringisan kesakitan Kyuhyun semakin menjadi-jadi saat obat betadine mulai meresap kedalam lukanya. Melihat Kyuhyun kesakitan hatiku merasa sangat sedih. Seketika air mataku jatuh membasahi pipi.

“Kyu mianhe… jeongmal mianhe… gara-gara aku bahumu terluka.”

“Apa maksudmu? Semua ini tidak ada hubungannya denganmu, jadi berhentilah mengatakan itu.” Kyuhyun berusaha mengelak.

“Jangan mengelak, aku tau kau terluka karna telah menyelamatkanku tadi sore kan?”

Kyuhyun tidak menjawab pertanyaanku, air mata semakin deras membasahi pipiku. Aku membalutkan perban untuk menutupi lukanya, setelah itu dia berbalik menghadap ke arahku.

“Seohyun, kenapa kau menangis?”

“Mianhe…jeongmal mianhe…” Kataku terisak dalam tangis.

Hal yang tidak terduga di lakukan Kyuhyun, dia memeluk tubuhku dengan erat. Kami berpelukan cukup lama, sampai air mataku berhenti mengalir.

“Kyu gomawo, karna kau telah menyelamatkanku.”

Aku menunggu jawaban darinya, namun dia hanya terdiam.

“Kyu…”

Tetap tidak ada jawaban darinya, perlahan aku melepaskan pelukannya. Dan ternyata Kyuhyun telah tertidur pulas selama memeluk tubuhku. Dengan hati-hati aku merebahkan tubuh Kyuhyun ke laintai, dan meletakkan kepalanya di pangkuanku. Aku melepaskan mantel yang ku kenakan, lalu menyelimuti tubuhnya dengan mantel tersebut.

Malam makin larut, walaupun aku sudah sangat mengantuk dan lelah, tapi mataku tidak mau terpejam sedikit pun. Aku menatap Kyuhyun yang sedang tertidur di pangkuanku, ternyata jawahnya sangat manis dan polos jika tidur. ‘Tapi tunggu kenapa wajahnya pucat sekali, nafas Kyu tersengal-sengal dan tidurnya juga gelisah?’ Aku menempelkan punggung tanganku ke dahi Kyuhyun.

“Dia demam!” pekikku.

. . . . to be continued . . . .

NB: Sengaja Leader SNSD aku ubah jd Jessica, coz Taeyeon kan ga ikutan SPAO couple. ^______^

13 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s