*#Saengil Chukkahamnida Jagiya#* FF special Wookie’s B’day from your wife ^^

Standar

This is FF special voo Wookie’s B’day
Nie ff ONESHOOT kuq
so, let’s read it
I hope you all like it
^^
.
.
.
.

Cast :
. Ryeowook Kim aka Wookie
. Amel aka Young Hyun Lee

Sebelum kalian baca FF nie
aQ mau ngasih tau kalau FF nie gaje bgd
FF nie msh bnyk k’kurangan
Jdi mhon mklum wktu membacanya
Mohon like, read and cummenth na each
Jeongmal komawoyo chingudeul
.
halaaaaaaaaaaahhhhh
kbnykn ngomong lu mel
*d’timpuk sendal ma readers*
.
ukkeh ukkeh
let’s read
I hope you all enjoy it

==============================================================

Matahari bersinar cerah saat aku berjalan melewati  jalanan yang sangat ramai. Aku berjanji ingin bertemu dengan Wookie oppa hari ini di tempat biasa, kafe dekat sungai Han. Aku sangat menikmati pagi ini. Sekarang adalah saat yang paling aku suka, berjalan di tengah keramaian kota melihat semua orang melangkah dengan senyum yang mengembang seperti tidak ada beban dalam hidupnya.

Langkahku terhenti ketika aku melihat sebuah payung lucu. Kudekati toko yang menjual payung itu. Aku memperhatikan payung itu dengan seksama.

“Selamat datang,” ucap seorang wanita penjaga toko itu padaku saat ia melihatku sedang memandangi payung yang dia jual. “Ada yang bisa saya bantu.?” Lanjutnya sambil menawarkan bantuan padaku yang masih terpaku melihat payung itu.

“Saya ingin membeli payung ini, harganya berapa.?” Tanyaku setelah puas melihat payung itu.

“Itu harganya 10 ribu won, Anda ingin membelinya.?” Tanya wanita itu dengan ramah padaku.

“Saya ingin membelinya, tapi sekarang saya ada janji, nanti setelah saya selesai saya akan mengambil payung itu ke sini,” ucapku dengan tak kalah ramah.

“Baiklah, gwaencahanayo, Anda bisa mengambilnya nanti,” sahut wanita itu sambil menyimpan payung yang aku beli.

Aku keluar dari toko itu setelah membayar payung yang aku beli. Aku bergegas menuju kafe, aku sudah sangat terlambat sekarang.

“Ini gara-gara payung lucu itu, aku jadi lupa waktu, oppa pasti sudah menunggu lama,” gumamku sambil terus berlari.

==============================================================

Di sebuah kafe dekat sungai Han dudklah seorang laki-laki dengan tubuh mungilnya. Sepertinya dia sedang menunggu seseorang.

“Apa Young Hyun lupa kalau sekarang dia memiliki janji denganku.?” Gumam laki-laki itu sambil terus mengaduk jus strawberrynya. Sesekali dia melihat jam di tangannya.

Tiba-tiba seorang wanita duduk di hadapannya dengan nafas yang tidak beraturan.

“Wookie oppa, mianhae aku terlambat,” ucap wanita itu setelah nafasnya kembali normal.

“Jagiya, bisakah kau untuk tidak terlambat saat kita ada janji.? Selalu saja aku yang menunggumu,” ucap laki-laki yang bernama Wookie itu dengan sangat tenang.

“Mianhae jagiya, aku akan mencobanya nanti,” sahut Young Hyun dengan sangat tenang.

“Kau sudah berkali-kali mengucapkan itu saat kau terlambat,” sahut Wookie dengan senyum manisnya.

‘Omona, kenapa kau memperlihatkan senyum manis itu padaku.? Kau tahu, aku tidak pernah bisa berpikir normal jika kau selalu tersenyum seperti  itu padaku’ batin Young Hyun.

“Apa yang sedang kau pikirkan jagi.?” Tanya Wookie yang melihat Young Hyun sedang melamun.

“Ah, ani jagiya, aku hanya berpikir, mengapa kau menyuruhku bertemu di sini hari ini.?” Tanya Young Hyun yang membuat Wookie tertawa kecil.

“Mianhae aku lupa memberitahu tujuanku bertemu di sini,” sahut Wookie dengan masih tertawa namun sekarang berubah menjadi seulas senyum manis.

Aku yang melihat senyum itu hanya bisa meremas tanganku yang berada di bawah meja.

“Aku ingin mengajakmu jalan hari senin nanti, apa kau bisa.?” Tanya Wookie sambil melihatku dengan seksama yang membuatku salah tingkah.

Aku berpikir sejenak, hari senin nanti bukankah tanggal 21, dan hari itu adalah hari yang sangat special untuknya. Aku tidak bisa menolak untuk tidak ikut, tapi aku tidak bisa memenuhi kemauannya hari itu.

“Jeongmal mianhae jagi, kau tahu sendiri kan kalau aku senin depan tidak bisa.? Aku ada pekerjaan yang tidak bisa di tingalkan, dan ini bulan Juni, bulan di mana aku harus bekerja keras di setiap hari seninnya,” jelas Young Hyun yang membuat Wookie kecewa.

“Awalnya aku ragu untuk mengajakmu jalan hari senin di bulan juni ini, sudah pasti kau tidak bisa, tapi ku mohon untuk satu hari itu saja, kau tahu kan itu hari yang sangat special untukku.?” Pinta Wookie dengan wajah memelas.

“Jagiya, aku tidak bisa untuk hari itu, aku tahu itu hari special untukmu, tapi untuk satu hari itu aku tidak bisa.”

“Selama tiga tahun kita pacaran tidak pernah kau melewati hari special itu, bahkan saat kita masih menjadi teman,” Wookie terlihat sangat kecewa.

“Jeongmal mianhae jagi,” ucapku sambil memegang tangan Wookie. Wookie hanya bisa tersenyum sedih padaku.

‘Mianhae jagi, tapi aku memang tidak bisa’ batinku.

==============================================================

Wookie berjalan dengan tidak bersemangat menuju apartemennya. Pintu dibanting dengan kerasnya dan dia langsung menuju tempat tidurnya dan segera menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur itu. Matanya lurus menatap ke atas.

“Apa kau tidak bisa berkorban untukku jagi.?” Gumam Wookie dengan air mata mengalir.

Tidak berapa lama setelah itu Wookie tertidur dalam kesedihannya.

==============================================================

Aku  merasa bersalah menolak ajakan Wookie senin nanti. Beberapa kali aku membolak-balik majalah yang sama sekali tidak aku baca. Akhirnya aku  menyerah dan memutuskan untuk tidur. Kubaringkan  tubuhku dengan hentakkan yang sangat keras di atas tempat tidur. Kubalikkan badanku menghadap lemari pakaianku, di sana aku melihat payung yang tersandar indah di pojokkan lemari.

‘Payung itu sangat bagus untuknya,’ gumamku sambil menatap payung itu tanpa berkedip. Bayangan laki-laki itu melintas, membuatku semakin merasa bersalah.

‘Jeongmal mianhae,’ gumamku sambil memejamkan mata yang sudah mulai mengantuk.

==============================================================

21 Juni 2010 in Seoul……………..

Pagi ini Wookie siap untuk menikmati hari spesialnya sendirian. Saat hendak keluar dari kamarnya, langkahnya terhenti mendengar ponselnya berbunyi. Dilayar tertulis nama Young Hyun.

“Yeoboseyo,” ucap Wookie setelah mengangkat telpon itu. Namun tidak ada sahutan. Berkali-kali Wookie menyapa, namun tetap tidak ada sahutan.

“Young Hyun,” panggil Wookie setengah berteriak karena berkali-kali tidak ada sahutan. “Jagiya..!!” teriak Wookie. Tetap tidak ada sahutan. Akhirnya Wookie memutuskan telpon itu dan bergegas ke tempat kerja Young Hyun.

Wookie menghampiri mobilnya dan membuka dengan paksa, setelah dia berada di belakang setir, dia langsung memacu mobilnya ke tempat Young Hyun.

“Tidak seperti biasanya dia begini, apa yang sedang terjadi padanya.?” Gumam Wookie sambil berkonsentrasi dengan mobilnya.

==============================================================

Toko Kue Hanaya……….. (tempat kerja Young Hyun)

Ccciiiiiiittttttttttt……..
Sebuah mobil me-rem mendadak di depan toko kue itu, Wookie muncul dari dalam mobil dan langsung masuk ke dalam tanpa memedulikan pelayan yang menyapanya di depan.

Wookie langsung menuju tempat di mana biasanya Young Hyun berada di sana, namun saat dia menuju tempat itu, Young Hyun tidak ada di sana. Wookie memutuskan untuk bertanya pada salah satu pelayan yang ada di sana.

“Mianhae, saya mau bertanya, apa hari ini Young Hyun masuk kerja.?” Tanya Wookie tergesa-gesa.

“Hari ini Young Hyun ijin bekerja, katanya dia ingin mempersiapkan kejutan untuk kekasihnya yang berulang tahun hari ini, Anda bisa menemuinya lain waktu,” sahut salah satu pelayan itu.

Wookie  merasa aneh, dan memutuskan untuk pergi.

“Apa dia ada di apartemennya.?” Gumam Wookie dan langsung memacu mobilnya menuju apartemen Young Hyun.

“Apa semua ini bagian dari rencananya untuk member surprise padaku.? Mungkin ini memang salah satu bagian dari rencananya.

Wookie sampai di apartemen Young Hyun. Dia keluar dari mobil dan memandangi kamar Young Hyun dari bawah. Jendela kamar yang biasanya terbuka saat itu tertutup rapat, membuat kamar itu menjadi sangat gelap. Wookie memutuskan untuk masuk dan pergi menuju kamar Young Hyun.

Saat berada di depan pintu apartemen Young Hyun, Wookie membunyikan bel berkali-kali, namun tidak ada sahutan.

“Apa lagi rencanamu jagi.?” Gumam Wookie menyembunyikan senyumnya. Dipegangnya ganggang pintu dan di cobanya untuk membuka pintu itu. Ternyata pintu itu tidak di kunci. Wookie menerobos masuk, suasana di dalam sangat gelap.

“Jagi, kau ada di dalam.?” Wookie setengah berteriak memanggil Young Hyun namun tidak ada sahutan. Wookie terus melangkah ke dalam ruangan, semua ruangan sangat gelap. Wookie menyalakan semua lampu agar ruangan itu menjadi terang, namun saat semua lampu sudah menyala, dia tidak melihat apapun, Young Hyun tidak ada di manapun.

Dia melihat ada sebuah ruangan di mana dia belum mencari Young Hyun di sana, namun ruangan itu terkunci, bukan terkunci dari dalam melainkan terkunci dari luar. Sudah jelas di dalam ruangan itu tidak ada siapapun.

“Mungkin dia bersembunyi di suatu tempat, aku akan menunggunya keluar,” gumam Wookie kemudian duduk di salah satu sofa di ruang tamu.

Lama dia menunggu namun tidak ada tanda-tanda kehidupan di rumah itu.

“Aku ingin ke kamar kecil,” gumamnya kemudian bangkit dan segera menuju kamar kecil.

Wookie membuka pintu toilet dengan pelahan, saat pintu itu terbuka lebar, di lihatnya sosok Young Hyun yang terbaring di dalamnya dengan wajah pucat dan mulut menganga, dari ekspresi wajah itu jelas terlihat Young Hyun terkejut. Wookie langsung menghampiri Young Hyun dan memegangnya, namun tubuh itu sama sekali tidak bergerak dan tubuh itu sangat dingin.

Berkali-kali Wookie mengguncangkan tubuh Young Hyun, anamun tidak ada tanda-tanda bahwa Young Hyun hidup.

“Young Hyun..!!!!!!” teriak Wookie. “Kau tidak boleh pergi meningalkanku sendirian di hari spesialku ini,” teriak Wookie sambil menangis.

Wookie menggendong tubuh itu menuju ruang tamu dan membaringkannya di sofa. Wookie meraih ponsel dan hendak menelpon rumah sakit. Namun tindakan itu terhenti seketika ketika dirasakannya ada tangan yang menghalanginya untuk menelpon, ponsel di tanga Wookie terjatuh. Perlahan dia alihkan pandangannya ke samping, dan dia trekejut ketika melihat Young Hyun yang duduk dengan santainya di sampingnya dengan senyum mengembang.

“Kau tidak perlu melakukan itu jagi, aku tidak apa-apa,” ucap Young Hyun dengan senyum yang masih mengembang.

“Apa yang sebenarnya terjadi.?” Tanya Wookie masih dengan keterkejutannya.

“Aku berhasil memberimu surprise jagi, saengil chukkahamnida,” ucap Young Hyun, namun Wookie terlihat masih sangat terkejut.

Tiba-tiba Wookie menghambur ke dalam pelukan Young Hyun.

“Kau tahu, kau membuatku ketakutan, aku pikir aku telah kehilanganmu untuk selamanya,” ucap Wookie dengan terus mengencangkan pelukannya.

“Jeongmal mianhae jagiya, sepertinya aku terlalu berlebihan untuk semua ini,” sahutku kemudian melepaskan pelukannya. “Jagi, kau harus ikut aku.”

“Ke mana.?” Wookie terlihat bingung.

“Sudah, kau ikut saja,” ucapku kemudian menyeret Wookie menuju sebuah ruangan yang tadi terkunci dari luar. Perlahan aku membuka pintu itu dan seketika pemandangan di dalamnya membuat Wookie terkejut.

Balon gas menghiasi langit-langit ruangan itu dengan tali-tali yang menjuntai. Berbagai foto ketika dia sedang bersama dengan Young Hyun terpampang di setiap sudut dinding dan tumpukan kue lezat di atas meja.

Aku  membimbing Wookie ke dekat meja dan duduk di sana.

“Bagaimana jagi, apa kau suka.?” Tanyaku sambil menyalakan lilin kue.

“Aku sangat menyukai semua ini, apa kau menyiapkannya sendiri.?” Tanya Wookie kagum.

“Ne jagiya, aku menyiapkannya sendiri, special untukmu.”

“Komawo.”

Kemudian aku  menyanyikan lagu ulang tahun untuk Wookie.

Saengil chukkahamnida
Saengil chukkahamnida
Saranghaneun Wookie oppa
Saengil chukkahamnida

Kemudian Wookie berdoa dan selanjutnya meniup lilin. Aku  bertepuk tangan saat lilin yang ditiup Wookie padam.

Aku berjalan ke sudut ruangan dan mengambil sebuah hadiah untuk Wookie. Aku kembali duduk di samping Wookie dan memberikan hadiah itu.

“Payung.?” Tanya Wookie heran dengan hadiah yang aku berikan.

“Ne, jagiya, aku memberikanmu payung, bukankah kau tidak mempunyai payung.? Lihatlah motif yang ada di payung itu, gambar kartun kesayanganmu,” ucapku sambil terus memandangi payung itu. Wookie terlihat paham.

“Aku menyukai ini, jeongmal komapta jagiya, saranghae,” ucap Wookie kemudian memelukku mesra.

==============================================================

#FLASHBACK#

“Sangat melelahkan menyiapkan ini semua, tapi aku harus tetap berusaha membuat Wookie oppa bahagia,” ucapku sambil terus menempeli dinding dengan berbagai fotoku saat bersama Wookie.

“Sekarang semua sudah beres, tinggal tutup semua jendela dan matikan semua lampu dan aku mulai berakting menjadi orang mati, haha, ini pasti berhasil,” gumamku kemudian mematikan semua lampu dan bergegas pergi ke toilet. Sebelum aku menuju toilet, aku menelpon Wookie terlebih dahulu.

Beberapa kali kudengar dia menyapaku dan memanggil namaku, tapi tak pernah aku menyahuti semua panggilannya itu, aku hanya bisa tersenyum mendengar kekhawatirannya. Tidak berapa lama telpon terputus. Aku membebaskan tawaku keluar dari mulutku.

“Saengil chukkahamnida jagiya,” gumamku

==============================END==============================

8 responses »

  1. yang buat siapa???
    kenalan dunk *kalo lum kenal*
    anneyong chingu, epepmu sukses bikin saya ikut merasakan kedigdagdugan *jiaaaaaaaaaaaahhhhh bahasanya, saya sedang error* seperty yang dialami wookie oppa’
    wokkie oppaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa *lari ke wookie oppa, hug him, ditarik minie*
    SAENGIL CUKHAEHAMNIDA !!!
    semoga oppa tambah tua ya *ditimpuk wookie oppa + istri2nya*
    soalnya masa mau eternal magane terus
    wkwkwkwkwkwkwkwk
    *saya bikin ribut lagi*
    *ditimpuk, diusir dari blog ama author n admin, balik lagi, ga punya muka, wkwkwkwk*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s