The Piano Lovers (Part 1 of 2)

Standar

By: NieshaBum

“Lepaskan soo ran-ah! Kenapa kau terus memaksaku!”
Soo ran terus menarik tanganku dan aku beursaha keras melepaskannya… tidak ku sangka dia sekuat ini…
“Pokoknya kau harus menemaniku!! Lagipula sudah terlanjur kubeli 2 tiket! Sayang kan! Aku sudah mengantri seharian hanya untuk mendapatkan tiket ini!!”
“Itu kan keputusan sepihakmu! Kau tidak pernah bilang akan pergi ke acara beginian! Sejak kapan kau menyukai musik klasik seperti ini?!”
“Kumohon… eun hee-ah… please… aku tidak tahu harus mengajak siapa lagi…” bujuknya dengan wajah yang memelas… akh! Dia ini! Benar-benar hafal kelemahanku yang tak kuat bila melihat seseorang dengan wajah memelas…
“Argh!! Araseo! Aku akan menemanimu! Sudahlah jangan tunjukan wajah memelasmu itu lagi!”
“Gomawoyo eun hee-ah! Saranghae!” dia pun memelukku senang
Terpaksa aku mengalah darinya… aku tak habis pikir… mengapa aku mudah sekali dibujuk seperti ini… dan ini sudah yang kesekian kalinya…
Kami pun memasuki gedung itu dan duduk sesuai dengan nomor kursi yang tertera pada tiket kami…… paling depan…… Tidak kusangka ia seserius ini ingin melihat pertunjukan piano ini….
“Sebenarnya aku tidak menyukai musik klasik… membosankan dan membuatku ngantuk!”
“Lha! Itu kau tahu! Kenapa masih datang ke acara seperti ini!”
“Ssttt! Jangan keras-keras ngomongnya! Nanti terdengar oleh penonton yang lain… bahaya loh… mereka semua murni datang kesini untuk mendengarkan permainan piano sang bintang korea itu!”
“Jadi apa sebenarnya alasanmu?” Tanyaku sedikit berbisik
“Sebentar lagi kau juga akan tahu”
Aku mengrenyitkan keningku… heran… apa yang ada dipikiran anak satu ini…
“Ahh… acaranya akan dimulai… aku sangat tidak sabar!” dia terlihat antusias
Setelah seorang MC membuka acara itu, akhirnya sang empunya konser memasuki panggung…
“Omona~~~~ soo ran-ah… dia tampan sekali…”
“Hhehehe… dia memang sempurna… sangat perfect…”
“Jangan katakan kalau kau melakukan semua ini karena lelaki itu…”
“Ahhh… kau bisa saja eun hee-ah… memang karena dia… ohhh… tampannya…” dia terus memandangi lelaki itu tanpa berkedip sedikit pun…
“Benar-benar kau ini…”
Entah apa yang terjadi selama pertunjukan, aku benar-benar tertidur sampai pertunjukan berakhir 1 jam kemudian… aku tidak mengingat apa yang terjadi selama pertunjukan itu…
******
Keesokan paginya… di sekolah…
“Eun hee-ah!” sapa soo ran memasuki ruang kelas dengan penuh semangat
“Tumben kau semangat sekali pagi-pagi begini… tidak seperti soo ran yang ku kenal”
“Ayo kita ikut ini!!” ajaknya sambil menunjukan sebuah brosur les piano padaku
“Haaahh?? Apa kau tidak salah makan tadi pagi?”
“Tentu saja tidak! aku makan seperti biasa! Ayolah eun hee-ah!! Ikut ini bersamaku!!” ajaknya sambil terus menunjuk brosur itu
“Kau ini! Apa sih yang membuatmu ngebet banget pingin ikutan les piano! Kau kan tidak ada bakat di bidang seni… ahhh… pasti ada alasan lain… hmmm….” Aku menebak-nebak apa yang dipikirkan sahabatku yang keras kepala ini… tiba-tiba aku teringat pertunjukan kemarin…
“Soo ran-ah… jangan-jangan…”
“Ya! aku ingin ikut les ini karena dia! Cho Kyuhyun! Pianis terkenal yang kemarin kita lihat pertunjukannya, mulai saat ini dia akan mengajar di tempat les ini dan itu dekat dengan sekolah kita”
Aku sudah menduganya…
“Aku tidak mau!”
“Eun hee-ah… kumohon…”
“Pokoknya aku tidak mau!! Kali ini aku tidak akan terbujuk oleh trikmu itu…”
“Hiks…”
“Aigooo!! Kenapa kau pake nangis segala! Sudahlah jangan menangis!” soo ran malah menangis semakin kencang…
“Arghhh! Baiklah! Aku hanya akan menemanimu saja mendaftarkan diri! Aku tidak mau ikut les seperti itu!”
“Huwaaa!! Kau memang sahabat terbaikku eun hee-ah!”
Lagi-lagi aku terbujuk olehnya… haaahhh… apa boleh buat…
******
“Shin Soo Ran, silahkan memasuki ruangan” panggil seseorang dari dalam ruangan
“Cepatlah masuk!” suruhku padanya
“Eun hee-ah… aku tidak tahu kalau ada tes kemampuan… aku kan sama sekali tidak bisa memainkan piano…”
“Kau tenang saja, tes ini untuk mengetahui kemampuan kita bermain piano, hal ini bertujuan agar mereka bisa menentukan dikelas apa kita akan dilatih”
“Begitukah? Kenapa kau bisa tahu eun hee-ah?”
“Oh… itu… tentu saja aku membaca dari brosur yang kau bawa itu…” jawabku agak gelagapan
“Masa sih? Perasaan tidak ada yang seperti itu deh… ah sudahlah, do’akan aku ya!”
“Baiklah! Hwaiting!”
Hufff… untung saja dia keburu dipanggil… kalau tidak, aku tidak tahu harus menjawab apa lagi… masa aku harus membuka kenangan pahit itu lagi?? Sungguh menyebalkan!
Sebenarnya semenjak aku berumur 7 tahun aku terus dipaksa oleh ibuku untuk mengikuti les piano… hal itu terjadi karena ibuku sangat kaget melihatku bisa bermain piano di sebuah café yang sedang didatanginya bersama teman-temannya… padahal sebelumnya aku belum pernah memainkannya… karena teman-teman ibuku itulah ia terbujuk untuk memasukanku ke dalam les-les piano…
Awalnya aku suka bermain piano karena dengan nada-nada yang dikeluarkan piano sangat indah dan aku bisa menumpahkan perasaanku dalam alunan musik saat aku memainkannya… tapi lama kelamaan aku merasa tertekan oleh semua orang disekitarku… mereka memaksaku terus berlatih dan berlatih agar bakatku tidak tersia-siakan… sampai akhirnya malah membuatku muak dan benci untuk memainkannya hingga saat ini…
Karena lama menunggu, aku pun berinisiatif berjalan-jalan mengitari tempat les itu…
“Haahhh… cukup luas juga tempat ini”
Sayup-sayup kudengar sebuah alunan piano… suaranya indah sekali… aku jadi penasaran siapa orang yang memainkannya… pasti orangnya sangat lembut…
Aku pun mendekati ruangan asal dentingan indah piano tersebut… ku intip dari balik jendela… aku melihatnya… dia seorang lelaki… sepertinya dia sangat menikmati permainannya itu… ahhh… aku jadi teringat… perasaan bahagia saat memainkan piano… aku pun terhanyut dengan permainannya… tanpa kusadari jariku bergerak seakan menekan tuts-tuts piano mengikuti alunan musik yang dimainkan oleh lelaki itu…
“Ya! Ryeowookie! Akhirnya kau kutemukan juga!”
Permainanya tiba-tiba terhenti… aku pun tersadar dari khayalanku…
‘Aishhh! Apa yang kulakukan! Babo!’ pekik ku dalam hati sambil memukul kepalaku sendiri…
“Ada apa kyuhyun-ah? tidak biasanya kau terlihat cemas?”
“Apa kau lupa?! Hari ini ada tes kemampuan dan kita harus menilai kemampuan mereka!”
“Ohh… mian aku benar-benar lupa tujuan kita yang sebenarnya… aku tidak bisa menahan untuk tidak bermain piano saat melihat piano ini… suaranya begitu indah”
“Kau ini… sudahlah cepat! Masih ada waktu untuk melihat calon murid kita!”
“Kau ini sok dewasa sekali kyuhyun-ah! umur mu saja tak jauh beda dengan para calon murid itu”
“Aishhh! Ayo cepat!”
Ahhh… ternyata nama lelaki itu ryeowook-sshi… dan dia akan mengajar disini juga, aku ingin mendengarkan permainan pianonya lagi…
Sudah kuputuskan!! Aku ingin bermain piano lagi!
******
“Eun hee-ah!! kau kemana saja! Aku sudah menunggumu dari tadi!” pekik soo ran yang terlihat bête
“Mianhae, tadi aku berkeliling dulu… oia, bagaimana tesnya?”
“Huhuu…! Aku sangat malu… aku hanya duduk saja di depan piano itu! aku kan tidak bisa memainkannya! Nada do saja aku tidak tahu!! Apalagi tadi ada pangeran hyun melihatku! Babo!!”
“Sudahlah… itu kan hanya tes kemampuan saja… kau tetap diterima kan?”
“Iya juga sih… aku masuk kelas pemula… tapi masa disatukan sama anak-anak SD dan SMP?! Aku kan sudah mau masuk universitas! Bisa-bisa hancur reputasiku ini!”
“Itu kan sudah konsekwensinya… lagi pula kau tidak serius kan untuk bermain piano? Tujuanmu sebenarnya kan untuk mendekati pangeranmu itu”
“Benar juga ya… hmmm… gomawo eun hee-ah! kau benar-benar sahabatku!! Mmuuachh!” soo ran tiba-tiba memeluk ku dan hendak mendaratkan ciumannya di pipiku, tapi dengan cepat aku mengelak
“Eun hee-ah, kenapa kau mengelak?”
“Babo! Kita ditempat umum! Kau tidak mau kan kita dianggap lesbian?!”
“Andwae!!! Kita kan tidak seperti itu! aku hanya mengungkapkan rasa sayangku pada sahabatku satu-satunya ini…”
“Aku mengerti… tapi tidak semua orang berpikiran seperti itu lho…”
“Baiklah, aku mengerti! Ayo kita pulang eun hee-ah! aku capek sekali!”
“Memangnya kau tidak langsung berlatih bermain piano?”
“Tidak, latihan akan dimulai minggu depan, soalnya pendaftaran masih dibuka sampai hari itu”
“ Hmmm… soo ran-ah, se… sebenarnya… aku ingin ikut les piano itu…” kataku malu-malu
“Jinca?! Baguslah! Aku jadi punya teman!! Horeee!!! Tapi… apa yang merubah pikiranmu? Padahal sebelumnya kau sangat tidak mau ikut saat kuajak”
“Nanti saja kuceritakan, maukah kau mengantarku ke tempat les itu?”
“Tentu saja! Ayo cepatlah! Sebelum pendaftaranya ditutup!”
Kami pun kembali ke tempat les itu…
******
“ Saudari Kim Eun Hee, silahkan memasuki ruang tes kemampuan”
“Hwaiting eun hee-ah! aku akan melihatmu dari balik jendela!” seru soo ran menyemangatiku
Aku pun berjalan mendekati piano itu berada… kulihat sekeliling ku, disana ada beberapa orang yang menjadi tim penilai dan beberapa yang menonton… pandangan mataku tiba-tiba terhenti pada sosoknya… lelaki yang membuatku tertarik untuk memainkan piano lagi…
Aku pun duduk dihadapan piano itu… aku ragu dengan permainanku, sudah lama aku tidak memainkannya… perlahan ku sentuh tuts-tuts piano… ahh… aku rindu sekali…
“Nona kim eun hee, silahkan memainkannya, kau bebas mau memainkan lagu apapun, kau tidak perlu tegang, kami hanya ingin tahu kemampuanmu saja” ujar salah seorang tim penilai
“Baiklah…”
Aku berusaha menenangkan pikiranku… aku teringat lagu yang dimainkan oleh ryeowook-sshi, aku sangat hafal setiap dentingan nadanya… tanpa diperintah jemariku sudah menekan tuts-tuts piano… memainkan lagu yang membuatku kembali bermain piano…
“Plok! Plok! Plok! Plok!”
“Kemampuanmu sangat mengagumkan eun hee-sshi!” seru seseorang dari tim penilai
“Ka… kamsahamnida…” ujarku terbata-bata karena saking gugupnya
“Lagu yang kau mainkan sangat indah! Permainanmu juga cukup bagus walaupun tekniknya sedikit berantakan… Apakah itu ciptaanmu? Aku belum pernah mendengar lagu itu sebelumnya” tanyanya lagi
“Aniyo! Lagu itu bukan ciptaanku… aku… aku pun tidak tahu judul lagu itu… hanya saja aku teringat pada lagu yang dimainkan oleh seseorang… lagu yang membuatku ingin memainkan piano lagi”
“Sudahlah tidak usah dipikirkan, selamat! Kau bisa mulai belajar minggu depan, kami menunggu kedatanganmu”
“Kamsahamnida” aku pun membungkuk… dan beranjak ke luar ruangan itu, sesaat sebelum aku keluar mataku sempat beradu pandang dengan ryeowook-sshi, dia tersenyum padaku… senyumannya manis sekali…
“Eun hee-ah!! kau jahat!! Kenapa kau tidak pernah bilang padaku kalau kau mahir bermain piano!!”
“Mianhae soo ran-ah… sebenarnya aku sudah tidak berminat untuk bermain piano… tapi karena permainan seseorang… aku jadi ingin memainkan piano lagi…”
“Sudahlah! Kau tidak perlu menceritakannya!” ucapnya ketus kemudian membelakangiku
“Soo ran-ah…” aku merasa bersalah padanya… soo ran sepertinya sangat marah padaku…
“Hahaha… kau ini mudah sekali tertipu ya!”
“OMO??”
“Aku sangat bahagia! Akhirnya kau menemukan kembali hal yang paling kau sukai! Yang terpenting sekarang… kau harus membantuku belatih piano!!” serunya padaku kemudian merangkul pundakku
“Bukankah kau tidak berminat?!”
“Tidak! setelah melihatmu bermain piano! Aku mulai menyukai piano!”
“Baiklah! Mulai sekarang kita harus menyiapkan diri kita!!”
“YE!!! Fighting!!!”

To be continued…

6 responses »

    • Iya sesuju, FF buatan Niesha mang bagus. ><

      @anee : 'Protected Brother Part 8' bsok aku publish, coz masih dalam tahap pengeditan. Mian,,klo dah bikin km lama menunggu. Emang sengaja aku post 'Protected Brother'na' seminggu sekali, soalnya nie FF gendre'na drama. Heheheh . . .

      -shania9ranger-

      • drama??? menurutku jadi misteri *sok2an*
        tapi aku suka and penasaran sapa sih yang jahatin kyu???
        aku suka nebak2 sendiri gitu
        saya merasa tertantang
        power ranger saya tunggu ya protected brothernya cos bener2 penasaran saya *maksa2*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s