Yes, I too (Part-5) last part….

Standar

By: Putrysukajerukunyil

Eunhyuk POV,

Aku masih memikirkan perkataan donghae semalam, apakah yang donghae katakan itu benar kalau gadis itu adalah rheina?.
“Hyuk, bete nih! Pinjam hp mu dong..” pinta donghae merengek rengek meminjam hp ku.
“Ini.. oia hae, aku juga pinjam hp mu dong!” kataku sambil menyerahkan hp kepada donghae dan donghae pun menyerahkan hp nya kepadaku.
“Aku mau ke luar dulu ya! Sumpek banget nih didalam kelas, gak ada guru dari tadi!” ucapnya lalu pergi meninggalkan kelas.

Kring… kring..
Bel pun berbunyi, baru saja aku ingin membuka menu yang ada didalam hp donghae tiba-tiba sudah ada yang menelpon.
“Rheina??” batinku.
Dengan ragu ku angkat panggilan dari rheina.
“Yoboseo…” sapaku.
“Oppah, aku tunggu di belakang halaman sekolah dekat pohon besar ya! Jangan lama-lama okeh..” ucapnya lalu memutuskan panggilannya.

Akupun beranjak keluar kelas menuju tempat yang telah dituju rheina, sesampainya di belakang halaman sekolah aku melihat dia sedang duduk di salah satu bangku dekat pohon. Aku berusaha menahan langkahku sebentar untuk mencari beberapa alasan agar aku tidak dicurigai olehnya. Setelah terfikir olehku alasan itu aku mulai melangkahkan kaki perlahan, entah kenapa aku merasa jantungku mulai berdebar dan semakin berdebar ketika aku sudah mulai dekat dengannya. Aku menarik nafas dalam-dalam sebelum aku menegurnya, aku gugup! Mungkin kalau saat ini ada orang yang melihat wajahku sekarang pasti mereka akan bilang kalau wajahku merah sekali.

“Mianhae lama menunggu..” tegurku sambil mendekatinya.
“Oppah kemana saja kau! Katanya tidak akan lama…” ucapnya lalu memutar tubuhnya kearahku.
Aku lihat dia sangat terkejut melihatku, sudah kuduga sebelumnya kalau responnya akan seperti ini. Dia malah bertanya kepadaku kenapa aku yang kesini? Lalu aku jawab saja kalau aku disuruh donghae, hehehe… jahat sekali aku telah membohongi dia. Hmm.. tapi yasudahlah, lagipula dia juga percaya kepadaku. Hehehe.. ^.^


Aku lihat sepertinya dia membawa bekal dan botol minuman, untuk siapa ya?? Aha, pasti untuk aku lah! Untuk siapa lagi coba kalau bukan untukku, hahahaha… *tawaku bangga*. Dengan pedenya aku meminta bekal dan botol itu kepadanya, lalu dia menyerahkannya dan meminta kepadaku untuk diberikan kepada donghae. “Loh kok donghae sih? Bukannya aku?” batinku terkejut.
Setelah dia memberikan bekal makanan dan botol minuman dia langsung pamit pergi kepadaku, aku lihat sepertinya dia panik sekali. Huufffttt.. yasudah kebetulan sekali aku sudah sangat lapar, cepat-cepat aku bergegas pergi menuju ruangan club dance untuk memakan bekal ini. Aku tidak memperdulikan perkataan rheina tadi.

Kriuk… kriukk…
“Aduh.. sabar ya perut, sebentar lagi aku makan!! Huuuffttt,,, sabar ya, sabar!!” ucapku sambil memegang perutku yang berbunyi terus.
Sesampai diruangan club dance aku langsung membuka tutup kotak makan yang kini aku pegang.
“Hwaaaaaaahhhhh!!! Hmmmmm… harum sekali baunya” teriakku setelah mencium wangi makanan yang ada didalam kotak makan. Lalu aku melihat ada gambar hati dan ditengahnya ada tulisan namaku diatas nasinya dengan saus. “hehe.. sepertinya dia benar-benar menyukaiku” batinku sambil tersipu malu. Tanpa fikir panjang aku pun langsung memakannya lalu menghabiskannya semua tanpa tersisa sedikitpun termasuk minumannya.
Untuk sementara kotak makan dan botol ini ku taruh di dalam lokerku saja, aku takut kalau donghae sampai mengetahui kejadian ini.
“Ehem,, apa yang kau taruh itu?” Tanya seseorang yang ada dibelakangku.
Suara itu, pasti itu donghae! dengan cepat kututup lokerku.
“Tidak usah kau sembunyikan lagi! Aku sudah tahu kok..!” ucapnya lalu mengacak-ngacak rambutku.
“Maksudmu?” tanyaku bingung.
“Ceritanya panjang! Waaahh.. sekarang temanku ini sudah berubah jadi laki-laki ya? Hahahaha…” ucapnya kembali sambil mengacak-ngacak rambutku lagi.
“Hae, memangnya dari kemarin kau menganggap aku apa? Banci? Atau waria, hah!” jawabku kesal.
“Hahaha.. tenanglah, begitu saja sudah marah! Ayo kita ke ruangan club, yang lainnya sudah berkumpul!” ucapnya santai sambil menarik tanganku.
“Huuughh..”

Temanku yang satu ini memang menyebalkan sekali, dia selalu mengataiku yang tidak-tidak. Tapi karena aku orang baik, jadinya yah.. aku maklumi saja! Lagi pula aku memang sudah sangat mengenalnya, dan aku tahu donghae berbicara seperti itu padaku karena dia sayang padaku. Hehehe..
Sesampai di ruang club dance aku memperhatikan kondisi ruangan ini, aku berharap kalau rheina ada disini. Tapi sepertinya ia tidak datang kesini, huuuffftt.. padahal aku sangat berharap sekali. Hmm.. ada apa ya dengannya?? Tumbenan sekali dia tidak datang, biasanya dia tidak pernah absen.
Huufftt… latihan pun selesai juga, akhirnya terkejar juga semua materi dancenya. Sekarang tinggal memperhalus gerakan dan latihan kekompakan saja. Perlombaan sudah tinggal 13 hari lagi, mengingat waktu yang tinggal beberapa hari lagi kamipun sepakat untuk latihan sampai jam 7 malam. Meskipun ini sangat melelahkan tapi demi sebuah kemenangan akhirnya kami berusaha berlatih sangat keras.

***
Sudah 3 hari ini aku tidak melihat rheina, kemana ya dia? Entah kenapa sudah 3 hari belakangan ini aku selalu menunggu kedatangannya di tempat parkiran motor. Tapi entah kenapa dia tidak berhasil ku temukan, aku ingin menanyakan ini pada donghae tapi aku malu. Aku malu kalau aku diledeki terus olehnya atau malah aku ditertawakan olehnya, ahh.. aku malas sekali.
Dikelas saat sedang istirahat aku hanya memandangi donghae yang sedang asyik mendengarkan ipod, aku ingin sekali menanyakan soal rheina kepadanya.
“Hey hyuk, kau sadar tidak kalau sudah 3 hari ini rheina tidak masuk sekolah. Kau tahu dia kemana?” pertanyaan donghae langsung membuatku senang bukan kepalang.
“Nah, Baru saja aku ingin menanyakan ini padamu!!” jawabku senang.
“Yah… kirain tahu kali, yasudah akan ku telpon dia.” Ucapnya lalu mengeluarkan hpnya dan dia memencet 1 nomor saja lalu langsung tersambung ke nomor rheina. Waahh… sepertinya dia sudah sering sekali menelponnya, aku jadi iri.
Belum terhitung beberapa menit donghae sudah memutuskan panggilannya.
“Loh, cepat sekali hae? Oia dia kenapa?” tanyaku penasaran.
“Katanya sudah 3 hari ini dia sakit, hmm.. katanya sih hanya demam!” jawabnya datar menatap wajahku.
“Oohh.. yasudah kalau gitu kita jenguk saja!” ucapku spontan dari mulutku.
“Serius? Wah.. ajakanmu bagus juga hyuk! Hmm… memangnya kapan kita mau menjenguknya??” tanyanya kepadaku.
“Bagaimana kalau malam ini saja setelah pulang latihan dance!? tapi kita pulang dulu untuk ganti baju! Gimana?”
“Hmm.. boleh, boleh,,!”

***
Jam sudah menunjukkan pukul 19.30, aku menjemput donghae sebelum pergi kerumah rheina. Sesampai didepan rumahnya kulihat donghae sudah menungguku.
“Mianhaeo hae, kalau aku lama!”
“Tidak apa-apa, ayo jalan! Aku dan keluargaku ada acara nanti jam 9, jadi jangan lama-lama ya!”
“Siiiippp..!”

Dengan kecepatan penuh aku mengendarai motorku menuju rumah rheina, butuh waktu sejam untuk sampai kerumahnya. Aku menyuruh donghae untuk memanggil rheina terlebih dahulu dan nanti akan disusul olehku. Aku hanya bisa mengintip dari samping pagar saja, aku takut kalau rheina menyadari kedatanganku. Ahhh… lama sekali donghae basa basinya, aku sudah kedinginan disini! Tega sekali dia padaku, teman macam apa dia?! >.<
belum lama aku membatini dia tiba-tiba dia datang lalu menarikku hingga aku berhadapan dengan rheina. Ahh… sudah lama sekali aku tidak melihat wajah cerianya, malam ini dia terlihat agak pucat. Baru kali ini aku lihat dia memakai switer dan celana katun, dia terlihat lebih imut. Aduh.. kenapa dia malu menatap wajahku? Aku kan sudah melemparkan senyuman terdahsyatku aku ingin lihat dia tersenyum lagi kepadaku seperti waktu itu.

HACIIMM!!
Yahh.. dia bersin, hufftt… pasti karena angin malam yang sangat dingin ini. Tapi berkat ada angin ini dia tersenyum juga, ahhh… manisnya..!! >//<
Karena udara yang semakin dingin akhirnya kita pun diajak masuk, yah… emang semestinya seorang tamu yang tampan seperti aku jangan dibiarkan kedinginan! Hahaha.
Kita dipersilahkan untuk duduk di sofa, sedangkan rheina malah membuatkan minuman dan mengeluarkan makanan kecil untuk kita. Huuuffftt… sepertinya kita hanya membuat dia repot saja. Aku dan donghae berusaha mengelak untuk tidak merepotkan dia, tapi sepertinya omongan kita tidak didengarkan.
Setelah menyuguhi kami, dia pun duduk disampingku. Aku hanya bisa diam, aku bingung mesti memulai pembicaraan darimana. Suasana diruangan ini hening sekali, “ayo dong.. ada yang ngomong! Bete niihh..”

“Loh, kenapa jadi sepi begini sih?!” ucapan donghae memecahkan keheningan.
“Oia Rheina, sebenarnya kau sakit apa?” tanyaku langsung.
““A.. aku hanya demam oppah!” jawabnya gugup tanpa memandang wajahku.
“Ooohh..! Oia ini, aku bawakan untukmu sedikit buah! Terimalah..” kataku sambil menyodorkan sekantung pelastik buah-buah segar yang aku ambil dari kulkas, “Pasti eommah memarahiku nanti karena buah yang tadi pagi ia beli sudah lenyap dibawa olehku! Tapi.. nanti aku ganti kok eommah” batinku.

“Gomawo oppah..! ucapnya malu-malu, membuatku gemas saja.
Keadaan pun balik lagi seperti semula, hening tanpa ada pembicaraan diantara kita. Tiba-tiba donghae bangun dari sofa, awalnya aku bingung kenapa dia bangun dari sofa? Tapi dia memberi aku kode untuk melihat jam, ahh.. ternyata sudah jam 21.00. aku ingat dengan ucapan donghae sebelum kesini, dia kan ada acara keluarga dan mesti pulang jam 21.00. karena menyadari donghae yang terlihat sangat buru-buru sekali aku pun mengikuti donghae untuk pulang. Sebenarnya sih aku masih betah! Hehehe..
Sebelum kita pulang ku lihat donghae berpamitan kepada rheina, mereka akrab sekali membuat aku iri saja. Aku yang tidak mau kalah dari donghae, kuberanikan diri berbicara dengannya.
“Hmm.. Rheina!” ucapku ragu, lalu aku lihat donghae meninggalkan kami berdua.
“Ada apa oppah??” tanyanya yang kedengarannya agak gugup sambil melemparkan sedikit senyuman kepadaku.
“Hmm.. makasih ya untuk bekalnya selama ini! Bekal mu enak sekali,, apakah kau yang membuatnya sendiri?” tanyaku penasaran.
Sepertinya dia sangat gugup sekali berhadapan denganku, sampai-sampai dia hanya mengangguk saja.
“Wahh.. hebat sekali kau, masih muda sudah pintar masak! Hmm.. mianhae rheina kalau aku sudah membuatmu kerepotan setiap pagi!” Ucapku sedikit malu.
“Gwaencahayo oppah..!” jawabnya singkat sambil berusaha menatapku.
Aissshh… akhirnya dia tersenyum juga kepadaku, lalu aku pun langsung membalas senyuman manisnya.
“Yasudah ya aku pulang dulu, sudah malam nih! Sampai jumpa besok ya..” ucap eunhyuk sambil tersenyum manis padaku.
Aku pun cepat-cepat menghampiri donghae, huufftt… terlihat sekali wajah kesalnya.
“Mianhae hae..! pissss…” ucapku sambil menunjukkan jari berbentuk huruf “V”
“Sudah ayo cepat antarkan aku pulang!!”
“Iya-iya..”

_Esok harinya_
Aku menunggu sosok rheina ditempat parkiran, belum ada 5 menit aku menunggunya dia sudah muncul. “Yeaahhh.. akhirnya datang juga! Pokoknya hari ini harus berhasil” ucapku sambil beranjak menuju kelas.
“PAGI SEMUA…!” sapaku ketika memasuki ruang kelasku.
“Weessshh.. tumben nyapa kita! Ada apa nih?” celetuk salah satu temanku.
“Kayaknya happy banget! Ada apa hyuk??!” Tanya donghae menghampiriku.
“HAHAHA..” tawaku membuat donghae bingung.
“Loh, kok ketawa?”
“Aku jatuh cinta hae, dan aku berniat untuk menembak rheina sekarang!! HAHAHA..”
“Hah? Serius?”
“Iyalah aku serius, oia hae bantu aku mikirin cara untuk menembak rheina dong!!”
“Aku? Aku saja belum pernah menembak wanita! Mau minta bantuan kepadaku!”
“Hae.. kumohon..!!”
“Iya deh iya aku bantuin, emangnya mau kayak gimana?”
“Aku mau BTB!! Hehehe..”
“Hah? BTB? Apaan tuh?” Tanya donghae penasaran.
“Bukan Tembak Biasa! Hehehe..” jawabku malu.
“Ahh… dasar babo!” ucap donghae sambil menoyol kepalaku.

Akhirnya donghae pun mau menolongku, cukup lama untuk memikirkan ini semua tapi akhirnya kita pun menemukan rencana itu. Kebetulan pelajaran terakhir tidak ada sonsengmin yang masuk. Aku dan donghae pergi menuju ruangan club dance yang akan dijadikan sebagai tempat penembakanku. Kami menutup semua fentilasi ruangan ini dengan kain hitam yang kami ambil dari gudang sekolah, membuat ruangan ini berubah menjadikan sangat gelap. Setelah merubah ruangan ini menjadi sangat gelap, sekarang giliranku untuk meyusun lampu bohlam kecil menjadi bentuk hati. Sedangkan donghae sedang mengatur saklar lampu dan menggantungkan lampu tua warna putih lalu didepan lampu itu disediakan sebuah kursi, aku bingung kira-kira kursi itu untuk apa? Sepertinya didalam susunan rencanaku tidak ada kursi-kursian, apalagi lampu yang digantung itu. “Hae.. hae.. aku tak mengerti cara berfikirmu itu!”
“Hae.. kursi dan lampu itu untuk apa?” tanyaku sangat penasaran.

“Oh.. ini, ini untuk adegan pengintrogasian! Disinilah kita bisa tahu perasaan rheina kepadamu, arraseo?!” jawab donghae sambil sibuk mengatur ketinggian lampu tua itu.
“Ohh..” ucapku mengerti.
Ternyata itu rencana barunya donghae, wahhh.. aku tak menyangka kalau sahabatku punya ide sebagus ini, tidak salah kalau dia mendapatkan julukan pria romantis. Lihat saja, semua ini adalah ide gilanya donghae. aku kagum dengan pemikirannya, mungkin kali ini aku bisa belajar dengan donghae tentang merayu wanita. Hehe..
Tepat bel berbunyi semua yang kami siapkan sudah selesai,
“Hyuk, kau sudah telpon kim ryunah??”Tanya donghae kepadaku.
“Oia aku lupa! Gomawo sudah mengingatkanku hae..”

Aku pun langsung menelpon kim ryunah untuk meminta bantuan menjalankan misi utamaku, huffftt.. sulit sekali membujuknya karena dia takut kalau dia tidak bisa bersikap galak kepada rheina lalu misiku jadi gagal. Tapi aku terus-terusan membujuknya sampai akhirnya dia membuat kesepakatan denganku kalau aku sampai jadi dengan rheina dialah orang yang pertama kali aku teraktir dan paling besar jumlah teraktirannya, demi misiku aku menyetujui kesepakatan itu. Belum selesai aku berbicara dengan temanku kim ryunah tiba-tiba aku melihat seluruh anggota club dance masuk keruangan ini, “Hah, ngapain mereka ada disini?” batinku penasaran. Aku menyudahi obrolanku karena aku yakin pasti kim ryunah sudah mengerti dengan penjelasanku.

“Hae, kenapa kau ajak mereka kesini?” tanyaku agak kesal, karena aku malu kalau banyak yang melihatku dalam penembakan ini.
“Apa kau fikir kita mampu melakukan ini semua? siapa yang mengatur saklar itu? Siapa yang memegang lampu yang sudah ku gantung itu? Lalu siapa yang mengontrol tirai ini agar tidak cepat lepas?!” jawab donghae tidak kalah kesalnya denganku.
Aku hanya bisa mengangguk mengerti, sedangkan anak-anak club yang lain malah sibuk meledekiku. Selama didalam ruangan aku hanya bisa diam, pura-pura tidak mendengarkan ucapan mereka.
Drrtttt… drrrttt..
Aku mengambil hpku yang ada disakuku, ada satu pesan tertulis nama pengirimnya kim ryunah. Ku baca pesan darinya, dia memberitahuku kalau aku harus siap-siap karena dia sedang membawa rheina kesini. Wahh.. jantungku mulai berdebar!! Aku mulai mengintruksikan ke semua untuk bersiap-siap ditugasnya masing-masing.

Belum ada hitungan 3 menit setelah kita benar-benar menggelapkan ruangan ini kim ryunah pun masuk dan dibarengi oleh rheina, lalu menyeret rheina untuk menduduki kursi yang sudah disediakan. Saat itu aku hanya bisa melihat sedikit bayangan mereka karena kondisi ruangan yang sangat gelap yang tidak memungkinkan aku untuk melihat mereka secara jelas.
klek..
Ada yang memencet saklarnya, dan lampu tua itu dinyalakan. Ini bertanda adegan pengintrogasian pun dimulai.

“HEY KAU!! Kau Suka ya dengan LEE HYUK JAE??!!” aku mulai mendengarkan percakapan mereka dengan seksama.
“Woyy…jawab!! Kau bisu ya?!!”
“Heh.. Aku hanya butuh ucapanmu! Jangan hanya mengangguk saja!!!”
“Apa kau menyukai Lee Hyuk Jae??”
“I..Iya..!!!”
“Iya? Iya apa?!!! Cepat ngomong yang jelas!!”
“I..iya.. aku, aku menyukainya!!”
“Apa?? Kurang jelas!! Kau menyukai siapa??”
“IYA AKU MENYUKAI LEE HYUK JAE,,, AKU MENYUKAI LEE HYUK JAE,,, SANGAT MENYUKAINYA!!! SUDAH JELAS KAN EONNIE?? KUMOHON JANGAN MEMBENTAKKU LAGI!!! Hikz.. hikz..”
Seketika jantungku berdebar hebat ketika mendengar pernyataan itu, aku senang bukan main mengetahui kalau selama ini ada yang menyukaiku seperti rheina.
“Hyuk, ayo ikut aku!” bisik donghae lalu menarikku paksa.
“Kemana hae!!??”
“Sssshhhtt…!! Sudah, kau ikuti saja aku”
aku bingung mau akan dibawa kemana dengan donghae, tapi belum lama aku melangkah tiba-tiba aku sudah disuruh untuk diam.
“Hyuk, kalau lingkaran bohlamnya sudah menyala, silahkan kau nyatakan perasaanmu ke rheina! arraseo? Sudah jangan banyak Tanya!” bisik donghae ditelingaku.
Aku baru menyadari kalau posisiku sekarang tidak begitu jauh dari rheina, dan aku pun bisa melihat samar-samar sosoknya. Dia terlihat menangis dan sangat ketakutan, aku jadi tidak tega melihatnya.
Klek..
Lampu tua itu dimatikan dan tidak lama lampu yang kini melingkariku menyala. Seketika aku sangat gugup, aku… takut kalau aku gagal mengungkapkan perasaanku.
“Kalau ucapanmu benar, tolong kau masuk ke dalam lingkaran ini dan kau akan dapat melihatku.” Ucapku memancing rheina agar dia mau masuk kedalam lingkaran bohlam ini.
Jatungku berdegup sangat kencang saat dia masuk ke lingkaran bohlam ini dan kita pun sudah berhadapan.
“Eunhyuk oppah??” ucapnya heran lalu dia menangis.
“Kau jahat oppah!! Kenapa kau melakukan ini semua!!???? aku benci oppah!!!!” teriak rheina lalu lari meninggalkan aku.

Dia kenapa? Kenapa semuanya jadi seperti ini??!! Aku langsung mengejar rheina yang kini sedang kebingungan mencari jalan keluarnya. Aku yang mengetahui letak pintu langsung kubuka pintunya, dan rheina pun langsung keluar ruangan dengan cepat sekali.
Aku hanya mengikutinya dari belakang, berusaha memanggilnya namun tidak ada respon darinya. Aku terus mengikuti langkahnya, sampai akhirnya aku dapat meraih salah satu tangannya.
“Rheina, ada apa denganmu??!” tanyaku bingung kepadanya.
“Oppah, Lepass!! Aku tidak suka dengan cara oppah yang seperti ini!” jawabnya sambil berusaha melepaskan genggamanku.
“Aku tidak akan melepaskannya sebelum kau jelaskan kepadaku kenapa kau tidak suka dengan apa yang aku lakukan??!” ucapku sambil memperkuat genggamanku.
“aku.. aku!! Oppah.. awas ada sonsengmin!!”
“Hah? Mana?!!”
“Mianhae oppah!!”
Rheina pun berhasil melepaskan genggaman tanganku dan ia pun lari sekencang-kencangnya. Aku pun juga tidak kalah mengejarnya seperti harimau yang mengejar mangsanya, “Aissshh.. cepat sekali larinya” keluhku.
Tepat dibelakang sekolah aku pun berhasil menangkapnya, bukan menggenggam tangannya lagi, tapi kini sudah ku peluk dia agar tidak lari lagi.
“Oppah.. lepaskan!!!” ucanya sambil merontah-rontah tubuhnya agar bebas dari pelukanku.
“Tidak mau!!!” ucapku cuek.
“Oppahh.. kumohon!!
“Aku bilang tidak, yah.. tidak!!” bentakku sambil mempererat pelukanku.
“Aww.. Sakit oppah!! Ahhh.. sesakkk!” keluhnya kepadaku.
“Kau tahu kenapa aku melakukan ini??” bisikku sambil melonggarkan pelukanku.
“Tapi aku tidak suka caramu yang seperti itu oppah! Aku takut!!” jawabnya pelan.
“Takut kenapa?” tanyaku lembut.
“Aku takut kegelapan, aku takut dibentak-bentak, dan aku takut kalau kau mengira aku gadis cengeng!!” jawabnya malu sambil menutupi wajahnya ke dadaku.
“Hahaha… aku kira apa!” ucapku sambil membelai lembut rambutnya.
“Rheina…saranghaeyo!!” ucapku lagi sambil tersenyum manis ke arahnya lalu memeluk erat dirinya.
“Nando saranghae!!” jawabnya sambil membalas senyumanku dan pelukanku.
Aku berusaha ingin mencium bibirnya yang manis itu, tiba-tiba rheina melepaskan pelukannya lalu mendorongku.
“Hahahaha… memangnya kau bisa melakukan itu dengan mudah!! Aku ini bukan wanita gampangan oppah!” ucapnya lalu pergi meninggalkan aku.
aku yang merasa bersalah karena berusaha untuk menciumnya meraih tangannya.
“Mianhae jeongmal minhae..” ucapku dengan nada bersalah.
“Gwaenchana..!! aku tidak suka dengan orang yang baru mengungkapkan perasaan sudah berani mencium!” jawabnya singkat.
“Jadi kau ingin kita harus sah dulu jadi sepasang kekasih baru boleh melakukan itu? Hmm kalau begitu, Maukah kau menjadi kekasihku??”
“Ya, aku mau!!” jawabnya semangat.
“Nah, sekarangkan udah sah! Jadi kita boleh ngelakuin itu dong?” ucapku malu-malu.
“Itu apa?”
“Ahh.. kamu jangan pura-pura bodoh! Itu loh…” jawabku sambil mepraktikan dengan tanganku.
Plakkk..!!
“Dasar BABO!!!” rheina memukul kepalaku dengan kepalan tangannya.
“Aduh.. jagi, sakit tau!!” ucapku kesal.
“Habiss.. kau ini menyebalkan sekali!”
“Hehe.. mianhae jagi! Ayoo.. kita pulang!” ajakku sambil merangkulnya ke arah parkiran motor.

Rheina POV,

Tidak kusangka akhirnya aku bisa menjalin hubungan dengan eunhyuk sangat baik, sudah hampir terhitung 13 hari kami menjalani hubungan ini dan tepat dihari ke-13 harinya kami jadian, kompetisi dance diselenggarakan. Aku berpartisipasi sebagai penyiap konsumsi untuk tim dance sekolahku, selain tugasku sebagai penyedia konsumsi aku juga bertugas menjadi sporter mereka. Untunglah lumayan banyak juga yang mau berpartisipasi untuk menjadi sporter, termasuk shelly teman sebangkuku yang nyatanya dia sangat mengidolakan Donghae.
Kompetisi ini diikuti oleh 100 tim dance dari berbagai macam tingkatan sekolah, mulai dari tingkatan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sampai perguruan tinggi. Wah.. banyak sekali, aku tidak menyangka kalau pesertanya akan sebanyak ini. Sebelum memulai perlombaan ada babak penyaringan, ternyata sang juri hanya meminta 40 tim saja dalam perlombaan ini. Babak penyaringan pun dimulai, dan syukurlah saat diumumkan 40 kontestan yang terpilih tim sekolahku masuk kedalam daftar urutan ke-36.
kompetisi dance yang sesungguhnya pun dimulai, aku beserta teman-temanku sangat bersemangat sekali meneriakan nama sekolahku diikuti juga yang tidak mau kalah dari sporter sekolah lain. Aku yang bertugas sebagai penyedia konsumsi mengecek makanan yang ada didalam mobil sekolah, saat selesai mengecek aku melihat Eunhyuk dan timnya sedang bersantai-santai diteras gedung perlombaan.

“Hugh.. santai sekali mereka” batinku sambil menghampiri mereka.
“Kalian, sedang apa disini???” tanyaku penasaran.
“Eh jagi, kenapa kau ada disini!?” ucap eunhyuk sambil melepas salah satu headsetnya.
“Tadi aku habis mengecek makanan!! Oia kalian ngapain disini??”
“Ohh.. kita lagi santai-santai aja kok sambil nunggu giliran, masih lama ini!! Hehehe…”
“Dasar kau ini!! Yasudah aku masuk dulu ya..!” ucapku sambil melangkahkan kakiku menuju pintu masuk gedung.
“Tunggu..!! temani aku sebentar..” pinta eunhyuk manja sambil menarik tanganku.
Aku pun mengabulkan permintaannya, lalu aku duduk tepat di samping eunhyuk. Belum lama aku duduk tiba-tiba eunhyuk memeluk satu tanganku dan kepalanya menyandar dibahuku.
“Kalau ada kau, perasaan cemasku pasti hilang! Tetaplah disini sampai giliran timku tiba..” bisiknya lembut ditelingaku.
“Ne,,” jawabku singkat.
“Hei.. hei.. hei..! Rheina aku juga ingin bersandar ditubuhmu juga!!” teriak donghae dan langsung menarik tanganku yang sedang memegang tangan eunhyuk lalu dipeluk olehnya.
“Ihhhh… sono ah!! Gangguin orang mulu nehhh..! ga bisa liat orang seneng sebentar apa?!” kata eunhyuk dengan nada kesal sambil berusaha melepaskan tanganku dari tangan donghae.
“Ahhh… hyuk, pelit sekali kau!! Aku kan juga pengen di manjain sama rheina..” ucap donghae sambil menyenderkan kepalanya di bahuku.
“Husssshh.. hussshhh.. dia ini milikku!!! Jangan sentuh-sentuh ahhh…” bentak eunhyuk sambil memelukku.
“Hehehe… sudah-sudah! Donghae lebih baik kau minggir dulu deh sebelum dia ngamuk-ngamuk!!” bujukku kepada donghae.
“Tuh.. kau dengar sendiri kan? Mendingan sono gih sono! Hussshh… hussshh..” usir eunhyuk.
“Hugggghhh…” donghae pun pergi meninggalkan kami dengan memasang muka masemnya.
“Jagi, ayo kita lanjutkan lagi!” ucap eunhyuk sambil memeluk tanganku dan menyandarkan kepalanya dibahuku.
3 jam pun berlalu, akhirnya giliran tim eunhyuk pun beraksi.
“Hwaiting Jagii!!!” ucapku menyemangati eunhyuk.

Aku pun dengan cepat menghampiri bangku penonton karena aku ingin melihat aksi dancenya lebih jelas lagi. Ku perhatikan setiap gerakan eunhyuk, waahh.. sangat menawan sekali gerakannya dan dia tampak sangat tampan dari biasanya ketika sedang melakukan dance. banyak berbagai gerakan baru yang dikeluarkan oleh eunhyuk dan donghae sehingga banyak para penonton yang menjerit melihat aksi mereka. Sampai dance terakir pun banyak yang bersorak meneriakan nama sekolahku, perasaanku sangat bangga mendengar sorakan mereka.
Setelah performancenya selesai, eunhyuk beserta timnya dipersilahkan duduk dibangku yang sudah disediakan oleh panitia.
Akhirnya selesai juga performance ke-40 kontestan, dan akan dibacakan pengumuman. Ternyata itu bukan pengumuman kemenangan, melainkan pengumuman bagi tim yang masuk ke-3 besar untuk ditanding lagi.
“Yang masuk ke dalam 3 besar adalah…” MC pun mulai membacakan nama-nama tim yang akan masuk ke babak berikutnya.
“ The Marcopollo Dance dari Gyeonggi University..!”
“ Power Star Boy dari Pai Chai University..!!”
“dan tim ketiganya adalah…” ucapan MC itu membuat jantungku mau copot.
“HipHop Dance dari SMA.Hyongki..!!”

Aku dan semua temanku melompat kegirangan, tak menyangka kalau tim sekolahku masuk 3 besar!! Tidak lama setelah pengumuman, pertandingan pun langsung dimulai lagi, yah.. sesuai urutan, tim sekolahku berada diurutan terakhir.
Semua tim dance sangat memukau dan keren keren sekali!! Apalagi Power Star Boy Dance, aissshh.. gerakannya membuat para wanita menjerit histeris. Dan sekarang giliran tim sekolahku, pembukaan dancenya dilakukan oleh eunhyuk dengan gerakan Street Dance dan sedikit goyangan sexy hingga membuat semua wanita berteriak termasuk aku dan teman-temanku yang lain.

“Go Eunhyuk, Go eunhyuk Go!!” itulah teriakan dariku dan teman-temanku. Tapi malah diikuti oleh penonton yang lain.

Setelah eunhyuk melancarkan aksinya donghae dan yoona keluar dengan gaya kejar-kejaran anak TK, lalu eunhyuk malah memarahi mereka tapi donghae dan yoona malah kabur berlari dengan hiasan gerakan dance mereka masing-masing. Sangat kocak tapi tetap keren!!
Lalu 3 orang mulai masuk dan berperan sebagai pemisah mereka, tapi malah jadi berantem dan malah ada adegan melempar eunhyuk pake sepatu tapi dilakuin dengan gaya slow motion. Membuat semua orang yang ada didalamnya tertawa terbahak-bahak, sampai-sampai juri pun tidak kalah hebohnya menertawai adegan mereka.
Hufffttt… akhirnya performance ke-3 tim pun sudah selesai dan inilah saat yang ditunggu-tunggu tiba juga. Pembacaan pengumuman pemenang!!

“Mianhae kalau kalian lama menunggu, disini saya sudah memegang nama-nama pemenang! Apakah kalian sudah siap untuk mendengarkannya?!!” Tanya MC dengan semangat.
“SIAAAAP!!!!!!” teriak semua penonton.
“Baiklah, karena berhubung waktu sudah gelap tanpa basa basi saya akan membacakan pemenangnya!!”
“Saya akan memulai dari juara ke-3 ya! Juara ke-3 adalah….”
“The Marcopollo Dance dari Gyeonggi University!!! Yeeaaahhh.. selamat ya!” ucap MC sambil memanggil mereka untuk mengambil trophy dan hadiah lainnya.
“Baiklah sekarang saya akan membacakan juara pertamanya! Juara pertama adalah….” Ucapan MC membuat aku dan teman-temanku yang lain saling berpegang tangan, mengharap agar sekolah kami yang mendapatkan juara pertamanya.
“Juara pertamanya jatuh kepada,,,,
Jatuh kepada Power Star Boy dari Pai Chai University!!!!!” teriak MC tak kalah hebohnya dari pendukung Power Star Boy.
“Jadi yang juara ke-2nya adalah HipHop Dance dari SMA.Hyongki!! selamat ya buat para kedua pemenang ini!! Terus berkarya dan jangan menyerah!!” ucap MC setelah ke-2 tim itu diberikan trophy dan hadiah lainnya.
“Oia bagi juara pertama, kalian mendapatkan kesempatan untuk mendalami ilmu dance di amerika dan masuk kedalam daftar tim kompetisi LET”S DANCE WORLD yang bertuan rumah di Britan, Inggris”
Meskipun mendapatkan juara ke-2 tapi kami tetap bersemangat menyuport sekolahku, huuufftt… aku lihat sepertinya eunhyuk sangat kecewa.
*di mobil*
“Jagi, kamu kenapa? Kok murung??” tanyaku pada eunhyuk yang kini duduk disampingku.
“Mianhae, aku tidak bisa membawa piala juara 1!” jawabnya lesu.
“Hei, sudah dapat juara 2 saja sudah hebat sekali bagiku!! Sudahlah.. jangan murung lagi!” ucapku sambil tersenyum.
“Huugghh.. kau berkeringat sekali, sini aku lap! Kau haus jagi?? Aku sudah buatkan jus strawberry kesukaanmu!”
Akupun mengeluarkan sebotol jus strawberry dan handuk kecil untuk mengelap keringat eunhyuk.
“Gomawo jagiya!!” ucapnya lalu tersenyum padaku.
“Cie.. Cie.. Romantis bangettt!!!!” ledek anak-anak yang ada didalam mobil, aku dan eunhyuk hanya tersenyum malu.
“Eh liat deh tuh si donghae, dia juga gak kalah romantisnya!!” teriak yoona sambil menunjuk ke arah tempat duduk mobil paling belakang.
“Itu kan shelly teman sebangkumu kan jagi??” Tanya eunhyuk yang juga melihat kearah donghae .
“Kenapa mereka jadi sedekat itu?? Apa jangan-jangan mereka sudah…” tebakku sambil memandang kearah eunhyuk.
“Hmm.. Mungkin!! Hahaha… berarti sekarang tidak ada yang mengganggu kita lagi jagi!! Jawab eunhyuk sambil merangkul tubuhku.
“Tapi, bagaimana bisa mereka…” belum selesai aku berbicara, bibir eunhyuk sudah mendarat di bibirku lalu dia menutupi kepala kami dengan handuk kecil yang sudah dipergunakan untuk mengelap keringat eunhyuk.
************END***********

*

NB: mianhae lama di postnya! and jeongmal mianhae… klo seandainya cerita sama judulnya gak nyambung!! gomapta buat chingu chingu yang udah pada mau baca FF perdana aku yang ini.. ^^

6 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s