FF: Hantu Ruang Bawah Tanah (Oneshoot)

Standar

Sebulan yang lalu aku telah resmi menjadi lulusan pelajar SMP, dan kini aku sudah terdaftar menjadi seorang siswa baru di sebuah sekolah yang bernama De’ Lapeire School. Sekolah beruku ini dulunya adalah sebuah sekolah bekas zaman Belanda. Rupanya sudah sangat tua sekali, dindingnya pun sudah mulai banyak yang retak. Banyak ukiran-ukiran ala Belanda pada setiap tiang-tiangnya. Walaupun fisiknya seperti ini tapi menurutku sekolahku ini sangat indah sekali, karena bangunannya yang begitu mengandung seni.

Sekolah baruku ini mempunyai asrama yang letaknya tepat dibelakang gedung sekolah dan tiap siswa diwajibkan untuk menetap diasrama tersebut. Tidak ku sangka, kalau asramanya jauh lebih tua dan lebih menyeramkan daripada gedung sekolahku. Aku fikir mungkin karena asrama ini tidak pernah dilapisi cat lagi selama asrama ini berdiri, bangunan ini sangat lusung dan kusam. Disetiap sudut ruangannya pun terdapat banyak sarang laba-laba.

Suasana yang begitu mistis membuatku agak ragu untuk bersekolah ditempat ini, tapi ini semua adalah keputusan orang tuaku yang menyuruhku untuk bersekolah disini. Kata mereka sekolah ini adalah sekolah terbagus dan terfavorit dan sudah berbasis internasional. Aku yang tidak ingin membuat mereka kecewa pun akhirnya menuruti kemauan mereka.

Di hari pertama sekolahku, aku merasa senang sekali bersekolah disini. Memiliki banyak teman-teman baru dan guru-guru baru. Teman-teman wanitaku juga asik-asik, dan tidak sebawel waktu di SMP. Di asrama terdapat 4 lantai, lantai 1 dan 2 dihuni oleh kaum putri, sedangkan lantai 3 dan 4 dihuni oleh kaum putra. Dalam satu lantai terdapat 10 kamar dan  disetiap kamarnya dihuni oleh 10 orang. Kalian kebayangkan betapa besarnya gedung asrama dan sekolah baruku ini?? Sangat besar dan menyeramkan.

*Malam hari…*

“Wookie.. mau ikut tidak mengambil peralatan mandi dan sepatu bareng sama anak-anak yang lain? Mumpung masih jam 7 nih!” ajak yesung teman satu ruanganku.

“Ne, aku ikut!!” jawabku tanpa fikir panjang.

Yah.. inilah hal yang sangat aku benci, aku heran dan tidak habis fikir sampai sekarang, kenapa peralatan mandi dan sepatu harus ditaruh di loker yang letaknya diruang bawah tanah?? Seperti tidak ada tempat lain saja untuk dijadikan sebagai tempat penaruhan peralatan mandi dan sepatu.

Ini yang ke-2 kalinya aku menginjakkan kakiku di ruangan bawah tanah ini, kebetulan banyak orang yang juga bersama-sama datang ke ruangan ini hingga tempat ini menjadi sangat ramai. Aku akui ruangan bawah tanah ini luas sekali, sampai-sampai loker untuk jumlah 400 anak tertampung disini.

Aku sangat membenci bau didalam ruangan ini, begitu pengap dan baunya benar-benar seperti sebuah ruangan tua yang sudah lama tidak dihuni lagi, tidak ada satu pun siswa yang berani datang ketempat ini sendirian apalagi datangnya sudah diatas jam 9 malam.

Banyak para sunbae yang menceritakan cerita-cerita aneh tentang ruangan bawah tanah itu, ada yang bilang dulunya ruangan itu bekas pembantaian para murid yang dilakukan oleh salah satu guru yang mempunyai kelainan jiwa di waktu zaman Belanda, tapi ada juga yang bilang kalau ruangan itu dulunya pernah ada seorang gadis yang mati bunuh diri. Entahlah itu semua hanya cerita rekayasa atau nyata, yang jelas selama aku belum merasakan kejadian aneh diruangan itu aku tidak akan mempercayai cerita sunbaeku yang satu itu. Setelah berbincang-bincang membicarakan tentang ruangan bawah tanah, kami pun kembali ke kasur masing-masing. Yesung yang tepat berada disamping kasurpun terlihat sangat gelisa da pucat!!

“Hei yesung, kau kenapa?? Kenapa mukamu pucat sekali?!” tanyaku sambil melihat wajahnya.

“Ah.. ne, Gwaenchanayo wookie!” jawabnya gugup sekali.

“Kau takut ya dengan cerita leeteuk hyung? Sudahlah jangan kau pedulikan ceritanya itu, itu semua belum tentu benar.” Ucapku menenangkan yesung yang aku fikir  kepucatannya itu karena dia terlalu memikirkan cerita tadi.

“Ani.. bukan karena itu!! Tapi.. tapi karena…” jawaban yesung pun tiba-tiba terputus.

“Tapi kenapa? Ceritakanlah saja padaku agar kau tidak gelisah seperti itu.” Bujukku kepada yesung.

“Sebenarnya.. sebenarnya waktu tadi di ruangan bawah tanah aku.. aku melihat sebuah kepala didalam loker yang sedang terbuka tepat disamping kanan sebelah lokerku! Entah kenapa aku begitu ingin sekali melihat isi loker yang terbuka itu, dan ternyata ada sebuah kepala yang berdarah-darah!! Aku sangat kaget wookie..!!” cerita yesung seketika membuat bulu kuduku berdiri.

“Oh,, mungkin itu hanya halusinasimu saja yesung!” ucapku menghiburnya sekaligus menghibur diriku.

“Terserah kau saja wookie! Yang jelas tadi aku benar-benar melihatnya secara jelas!” yesung pun langsung menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.

Aku pun juga menyusul tidur dengan menutupi seluruh tubuhku dengan selimut.

*Keesokan harinya…*

Pagi-pagi seperti ini sudah dikejutkan oleh penemuan seorang anak yang pingsan sendirian di ruangan bawah tanah. Berita ini membuat semua orang menjadi resah dan takut untuk ke ruangan bawah tanah sendirian. Aku pun juga semakin parno dengan ruangan itu.

Walaupun ada kejadian seperti itu tapi tetap saja para sonsengmin hanya bersikap santai dan menganggap kalau tidak terjadi apa-apa. Sehingga keadaan pun dapat pulih seperti semula dan murid-murid pun diperintahkan untuk kembali ke kelasnya masing-masing.

“Jangan-jangan gadis itu melihat hantu tanpa badan itu!” ucapan yesung membuatku menghentikan langkahku.

“Ahh.. mungkin saja bukan! Kau ini jangan asal menebak saja! Hehe…” jawabku sambil meninju bahu yesung.

“Kalau kenyataanya benar bagaimana??” ucap yesung lagi yang kini membuat bulu kuduku berdiri.

“Ahh.. yasudah jangan membicarakan itu lagi, ayooo kita ke kelas saja!! J” ajakku cepat-cepat karena aku melihat sonsengmin sedang menuju kelasku.

Waktu belajar disekolah pun selesai, tapi ya ampuuuunnn.. baru 2 hari aku mengikuti pelajaran tugasku sudah banyak sekali, tapi hari ini adalah hari pertama aku masuk ke eskul basket. Akhirnya aku pun memutuskan untuk mengikuti eskul terlebih dahulu setelah itu baru aku  mengerjakan semua tugas-tugasku.

Huuffftt..tidak ku sangka kalau latihan basket sampai sesore ini, ketika ku lihat jam tanganku ternyata jam sudah menunjukkan ke angka 5, dengan cepat aku pun mulai mengerjakan tugasku di perpustakaan. Hari pun sudah semakin larut entahlah aku sudah menghabiskan berapa jam di perpustakaan ini, tapi untunglah penjaga perpustakaan masih ada jadi aku tidak sendirian.

Setelah aku membereskan semua alat tulisku dan meletakkan kembali buku-buku yang tadi aku ambil aku pun melihat jam tanganku, baru ku sadari kalau jam sudah menunjukkan jam 9 malam??!!! Dengan cepat aku bergegas meninggalkan perpustakaan, tapi sebelum aku benar-benar meninggalkan perpustakaan ini aku baru menyadari kalau di perpustakaan ini tidak ada siapa-siapa selain hanya aku padahal sejam yang lalu sebelum aku meninggalkan perpustakaan ini aku melihat penjaga perpustakaan masih duduk ditempat dia bekerja , tapi kenapa sekarang sudah tidak ada??. Karena ketakutan aku pun berlari secepat-cepatnya tanpa memperdulikan apa yang terjadi di belakangku. Padahal sepanjang perjalananku menuju asrama aku banyak mendengar suara-suara aneh.

Akhirnya sampai juga di asrama dengan selamat, ahhh… semua orang menanyakan keadaanku.

“Wookie, dari mana saja kau? Malam-malam begini masih kelayaban??” Tanya leeteuk hyung kepadaku.

“Aku, tadi habis dari perpustakaan mengerjakan tugas!” jawabku dengan nafas yang tersengal-sengal.

“Waaaahhh.. kau ke perpustakaan sampai jam segini? berani sekali kau??” ucap sunbe ku yang lain.

“Hehe.. habis tadi aku keasyikan mengerjakan tugas, jadinya lupa waktu deh!” jawabku sambil menuju kasurku.

“Hey apa yang telah terjadi? Kenapa kau begitu berkeringat?” Tanya yesung yang membuat semua teman-teman dan sunbae ku penasaran ingin mendengarkan jawabanku.

“Aku?? Ohh.. gwaenchanayo!! Hehehe..” jawabku singkat.

“Jangan membohongiku wookie, matamu tidak bisa berbohong!!” yesung pun tetap memaksaku untuk menceritakan kejadian yang telah aku alami.

“Oia yesung, kau sudah mengambil peralatan mandi dan sepatu??” tanyaku mengalihkan perkataan yesung.

“Sudah.” Jawabnya singkat.

“Antarkan aku ke ruangan bawah tanah yuk! Plisssss..” pintaku dengan sangat memohon.

“Tidak mau! Aku takut! Lagi pula kau tidak lihat ini sekarang sudah jam berapa??” yesung pun mengelak mengantarkanku, tapi memang benar sih kalau sekarang jam sudah menunjukkan ke angka 9:30. Tapi badanku lengket sekali, aku ingin cepat-cepat membersihkan tubuhku.

“Kalian, ayooo antarkan aku ke ruangan bawah tanah!!” aku pun memohon kepada 9 penghuni ruangan ini. Tapi semua pada menolak, jawabannya hanya satu. TAKUT!!

Hughh.. kenapa mereka kompak sekali sih menolak permintaanku ini, pengecut sekali mereka.

Aku meninggalkan ruangan kamarku menuju kamar para sonsengmin, aku meminta mereka mengantarkanku ke ruangan bawah tanah dan berharap mereka mau mengantarkanku. Tapi ternyata dugaanku salah. Mereka malah berkata seperti ini padaku.

“Dasar anak manja! Kau ini laki-laki bukan, laki-laki itu pemberani! Masa laki-laki ke ruangan bawah tanah sendirian saja takut? Dasar Banci!!”

Dengan kesal aku meninggalkan kamar sonsengmin itu, entah karena perkataan sonsengmin itu atau apa aku jadi punya keberanian untuk datang ke ruangan bawah tanah itu sendirian. Yuphh.. aku nekat kesana hanya sendirian saja!

Selangkah demi selangkah telah ku lakukan, aku merasakan keadaan asrama ini semakin lama semakin hening dan sangat menyeramkan. Terdengar banyak suara burung hantu, burung jalak, dan burung elang bercampur menjadi satu. Dan hal ini membuat suasana asrama ini menjadi sangat mistis, entah kenapa suasana asrama ini jauh lebih berbeda dari suasana sebelum masuk lewat jam 9 malam.

Akhirnya aku pun tiba juga di depan pintu ruangan bawah tanah, dan tanpa basa-basi aku langsung membuka pintu itu. Keadaan ruangan itu sangaaaat gelap, sebelum masuk ke ruangan itu aku harus menuruni beberapa anak tangga. Sesudah aku menuruni tangga itu aku langsung menyalakan saklar lampu yang tepat berada disampingku, tapi lampu yang menyalah hanyalah lampu pertama sampai ketiga saja, dan itu juga nampak remang-remang, seperti lampu yang sebentar lagi akan mati, dan sialnya letak lokerku ada di paling ujung dari jarak pandangku, sedangkan lampu hanya menyalah di bagian depan saja jadi pada bagian lokerku sangat gelap kondisinya.

Aku tetap nekat menghampiri lokerku sendirian karena ku fikir ini sudah setengah jalan perjuanganku. Ku langkahkan kakiku santai menuju loker yang ada diujung pandanganku, huuffftt.. sampai juga! akhirnya aku pun segera membuka lokerku dan langsung mengambil peralatan mandiku dan sepatuku, tapi.. sikat gigiku jatuh!! Karena keadaan yang gelap aku pun hanya bisa meraba-raba lantai saja berusaha mencari sikat gigiku yang jatuh, tapi tiba-tiba.. aku melihat seseorang sedang berdiri di seberang lokerku.

Huffftt… syukurlah ada orang disini!! Seketika rasa takutku pun hilang.

Aku pun mendekati sosok itu, dan ternyata dia adalah seorang perempuan yang terlihat sedang memakai seragam sekolahku. Aku tidak tahu kalau dia kakak kelasku atau setara denganku, tapi lebih baik aku panggil dia noona saja.

“Hai noona, kenalkan Ryewook imnida…! Aku anak kelas X2! Nuguseo??” sapaku membuka pembicaraan.

Tapi.. wanita itu kenapa diam saja? Dan kulitnya terlihat agak pucat, tapi rambutnya sangat indah lurus berwarna cokelat pekat, seperti orang bule saja.

“Noona, tadi sikat gigiku jatuh! Tapi sepertinya sikat gigiku jadi kotor, apakah noona punya sikat gigi lagi? Aku ingin pinjam sebentar!!” ucapku kearah wanita itu.

Tapi wanita itu hanya terus-terusan diam, dan selalu saja menunduk. Aku jadi bingung, sebenarnya wanita ini kenapa diam saja dari tadi??

Karena aku menyadari waktu sudah semakin malam, aku pun memutuskan untuk meninggalkan ruangan ini secepatnya.

“Oia Noona, aku balik duluan ya! Sudah malam, aku duluan ya!!” pamitku sebelum meninggalkan ruangan ini.

Saat aku berada ditempat yang agak terang aku membalikkan tubuhku lagi untuk melihat wanita itu lagi, tapi saat ku tegaskan sosok tubuhnya ternyata tubuh wanita itu tidak utuh!!!!!

Ternyata tubuhnya hanya sampai perut saja!!!!

Aku kaget bukan kepalang!! Seketika, kenapa.. kenapa tubuhku mematung? Kakiku sama sekali sulit ku gerakkan!! Aku terus melihat kearah wanita itu dan dia malah tertawa cekikikan kearahku sambil mendekat kearahku.

“Ya tuhaaaaannn!!! Lindungi aku!!” batinku.

Akhirnya aku pun berhasil menggerakan kakiku, tapi saking ketakutannya aku jatuh saat aku ingin menaiki tangga!! Dan wanita itu semakin mendekatiku dengan melayang-layang didepanku disertai dengan cekikikan khasnya.

Dan sekarang badan wanita itu ada diatas perutku, aku.. aku.. tidak bisa bergerak. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Aku hanya bisa berteriak tak karuan. Tapi aku mendengarkan rintihan wanita ini, dia hanya menangis diatas perutku. Sepertinya dia berbicara dengan bahasa inggris.

“Help mee!! Help mee!! Help mee!!!”

“Yes, What… what..  can.. I doing??” aku menjawab dengan sangat gugup.

“He has killed me! he must be punished!!!” ucapnya panjang lalu dia memelototiku dan matanya kini berubah menjadi putih dan mengeluarkan darah. Seketika aku menjerit ketakutan dan melempar tubuh wanita itu jauh-jauh. Lalu aku pun bangkit dan meninggalkan ruangan ini segera.

Aku lari sekencang-kencangnya..

Berlari terus, sampai akhirnya aku sampai ke ruangan kamarku. Aku pun masuk dan membanting pintu kamar ini sangat keras sampai-sampai semua teman-temanku terkejut melihat kedatanganku.

BUKK!!!!

“hah.. haa.. haa… huuufftt!!” aku mulai mengatur nafas didepan pintu.

“Wookie, kau tidak apa-apa?” yesung pun langsung menghampiriku.

Seketika aku pun ambruk dihadapannya.

*Pagi Harinya…*

“AAAAHHHHHHH !!!!!!! huh.. huh.. huh..” teriakku kencang yang mengagetkan semua orang yang ada dikamar itu.

“Wookie! Ada apa? Kau mimpi buruk??” Tanya yesung panik melihat keadaanku.

“Ahhh… ternyata hanya mimpi!!” helaku lega.

“Memangnya kau mimpi apa??” Tanya leetuk hyung.

“Aku mimpi…” ucapanku terputus saat aku melihat sikat gigi yang masih ku genggam keadaanya sangat kotor sekali.

“Berarti itu bukan mimpi??” tanyaku kepada diriku sendiri membuat semua orang semakin bingung dengan tingkahku.

“Tolong ceritakan kepadaku kenapa aku bisa berada di tempat tidurku?” tanyaku kepada semua penghuni kamar ini.

“Hmm.. wookie, semalam tiba-tiba kau pingsan sehabis kau masuk kesini. Kau membanting pintu lalu kau mengatur nafas dan setelah itu pingsan!” yesung pun menjelaskan kepadaku apa yang telah terjadi semalam.

“Berarti semua kejadian semalam itu benar? Tidak mungkin! Tidak mungkin!” aku pun mulai resah dan memeluk yesung.

“Hey kau kenapa wookie??!” Tanya yesung bingung.

“Iya, kau kenapa wookie??” Tanya teman-temanku yang lain.

“Aku takut!! Aku ingin keluar dari asrama ini!!” ucapku sambil mempererat pelukanku dengan yesung.

“Memangnya apa yang telah terjadi padamu?!!” Tanya leeteuk sunbae kepadaku.

“Kalian semua jahat!! Tidak mau menemaniku ke ruangan bawah tanah, semalam aku nekat kesana sendirian!! Kalian benar-benar jahatt!!!” ucapku kesal dan tangisku pun mulai pecah.

“Maafkan kami wookie, tapi kami benar-benar tidak berani menemanimu semalam!!” yesung pun meminta maaf kepadaku.

“Mianhae wookie! sebagai sunbaemu seharusnya aku mau menemanimu semalam!” leetuk hyung menyesali dirinya.

“Gwaenchana hyung! Semuanya sudah terjadi, tidak ada yang perlu disesali lagi!” ucapku yang kini mulai tenang.

“Nah kalau gitu tolong kau ceritakan apa yang sudah terjadi padamu semalam??” yesung masih mendesakku untuk menceritakan kejadian yang ku alami semalam.

“Ne, ne, akan ku ceritakan semuanya!”

Akupun menceritakan semua kejadianku semalam, mulai dari kejadian di perpustakaan sampai yang terakhir aku alami.

“Jadi, kau ingin menolong hantu itu!!?” Tanya yesung.

“Aniyo..! aku takut!!” jawabku menolak.

“Bagaimana kalau kita semua membantu wookie untuk menyelesaikan masalahnya?” leeteuk hyung mulai mengusulkan sesuatu.

“Masalahku? Aku tidak punya masalah hyung!!”

“Dasar babo! Hantu wanita itu meminta tolong padamu kan? Yasudah, bagaimana kalau kita bantu hantu wanita itu! Siapa tahu setelah kita menolongnya hantu itu tidak akan gentayangan lagi!” penjelasan leeteuk hyung ada benarnya juga.

Kita bersepuluh pun sepakat untuk mencari tahu penyebab kematian wanita itu. Kita pun memulai mencari data siswa yang pernah bersekolah disini, dan.. aku menemukan identitas hantu itu. Ternyata dia adalah seorang siswi disini sekitar 20 tahun yang lalu, waaahhh… sudah lama sekali!!

Dan yang membuat teman-temanku kagum, hantu wanita ini berkewarganegaraan belanda. Pantas saja cantik sekali!

Kami bersepuluh mengubrak abrik mencari informasi tentang gadis itu, namun.. semuanya sia-sia! Tapi.. leetuk pun malah mengeluarkan ide gila, dia menyuruh kita untuk bertanya langsung ke hantu wanita itu. Aku yang masih syok dengan kejadian semalam sangat menolaknya mentah-mentah. Aku tidak mau melihat hantu itu lagi, titik!

Keputusanku ternyata tidak mengurungkan niat leeteuk hyung untuk menjalankan ide gilanya ini, yesung pun malah setuju dengan rencana leeteuk. Hanya aku yang menolaknya! Tapi.. yasudahlah kalau mereka ingin mencari gara-gara dengan hantu itu.

*Malam hari*

Yuphh.. malam pun tiba juga dan jarum jam sudah menunjukkan angka 7, yaaahh seperti biasa, para penghuni asrama ini berbondong-bondong datang ke ruangan bawah tanah untuk mengambil peralatan mandi dan sepatu.

Aku beserta kesembilan temanku juga berbondong-bondong ke tempat itu, tapi setelah aku mengambil peralatan mandi dan sepatuku aku langsung beranjak pergi ke kamarku, sedangkan kesembilan temanku menunggu disini sampai malam.

Aku memasuki kamarku yang sangat luas, terasa hening dan sepi. Ke.. kenapa mendadak spontan aku jadi merinding?? Aku tak memperdulikan perasaan resahku saat ini, bahkan aku tidak ingin memikirkan keadaan teman-temanku yang sekarang sedang menunggu hantu wanita itu diruang bawah tanah itu.

Aku memulai mengerjakan tugas-tugasku yang belum selesai, tiba-tiba..

Kreeeeeekkk….

Jendela kamarku yang paling ujung mendadak terbuka! Dan angin pun berhempus sangat kencang sekali..

Karena merasa dingin, aku pun langsung menghampiri jendela itu berniat untuk menututup jendela itu.

Kutarik jendela yang terbuka lebar itu, namun.. hah?? Aku.. aku melihat kearah bawah dan disitu ada kuburan?? Sejak kapan ada kuburan ditempat ini? Sepertinya waktu pertama kali aku lihat pemandangan dari jendela ini tidak ada kuburan sama sekali.

Kuburan itu telah mengalihkan fikiranku selama beberapa menit, tapi.. aku tidak memeperdulikan kuburan itu. Aku langsung menarik jendela untuk kututup, tapi.. loh? Kenapa ada yang mengganjal jendela ini??

Aku pun langsung melihat kearah bawah sisi jendela itu dan ternyata yang mengganjal jendela itu adalah rambut!!

Hah? Rambut siapa ini??

Aku pun membuka kembali jendela itu, dan ternyata rambut itu milik Hantu Wanita itu!!

“Hihihihihihihi…” dia pun menertawaiku lalu mendekatkan tubuhnya kearahku.

Hantu itu melayang layang di atasku dengan kondisi usus terburai, aku berteriak sekencang kencangnya seperti orang gila. Entah apa yang orang fikirkan nanti yang penting aku ingin bebas dari hantu ini.

“Please.. help me! Help me..!! hihihihi…” terdengar suara hantu wanita itu, agak lembut namun samar-samar.

“Noooo!!” jawabku lantang.

Karena aku menolak permintaan hantu wanita itu, hantu itu menjadi marah. Dia malah mengacak-ngacak kamarku lalu mencekik leherku berniat membunuhku.

“Ahh.. tolooong! Tolooong!” aku mencoba merontah dan meminta pertolongan kepada teman-temanku.

Tapi cekikan hantu itu semakin keras dan aku tidak sadarkan diri.

*Disuasana lain*

“Aahhh… hyung! Kenapa hantunya tidak muncul-muncul juga??” Tanya yesung kepada leeteuk.

“Hei.. kau tunggu lah sebentar lagi!” bujuk leetuk.

“Ahh.. aku balik duluan hyung!” yesung pun meninggalkan leeteuk dan kedelapan teman lainnya.

“Loh wookie?? Kau kenapa kesini?” Tanya yesung ketika melihat ryewook sedang berjalan memasuki ruangan bawah tanah ini.

“Ikutlah denganku” ucapnya pelan dan lembut tanpa memandang kearah yesung.

yesung pun langsung memanggil leetuk hyung dan teman-teman yang lain untuk mengikuti ryewook yang berjalan pelan kearah luar.

Terus menerus kami mengikuti ryewook dan ryewook pun terhenti tepat di depan pohon besar yang letaknya tepat dibelakang asrama. Kami semua heran melihat tingkah ryewook yang hanya diam tanpa menegur kami sedikitpun.

“Tolong kalian gali disini!!” rewook meminta kami untuk menggali tanah yang ditunjuk ryewook.

Terus menerus kami gali,, semakin dalam semakin kami merasakan ada sesuatu didalam tanah ini. Ternyata kami menemukan sekotak balok yang sudah sangat tua sekali rupanya.

“Ambilah kotak itu” perintah ryewook dan kami menurutinya.

“Sudah kami ambil, lalu kau ingin menyuruh kita melakukan apalagi??” Tanya leetuk kepada ryewook.

Tiba-tiba ryewook terjatuh dan tidak sadarkan diri, dan bodohnya kami baru menyadari kalau ryewook tadi sedang kerasukan??

Kami bergegas membopong ryewook menuju kamar, sesampainya dikamar kami langsung menidurinya di ranjangnya dan mengolesi keningnya dengan minyak angin.

1 jam..

2 jam..

3 jam..

Ryewook pun belum sadar juga!

“Sudahlah kita buka kotak ini, sampai kapan kita menunggu dia sadar??!” ucapan leeteuk membuat yesung geram.

“Hyung, kau mau kalau kita mendapat musibah jika membuka kotak ini tanpa sepengetahuan ryewook??”

“Baiklah.. baiklah!!” jawab leetuk menenangkan yesung.

“Kalian kenapa berisik sekali?! Aissshh.. kenapa kepalaku pusing sekali” ucpku kesal sambil memegang kepalaku.

“Wookie, kau sudah sadar??” Tanya yesung panik.

“Ahh.. aku masih hidup! Kalian terimakasih sudah menolongku dari hantu wanita itu!!” ucapku senang.

“Hantu wanita? Memangnya dia tadi ke kamar ini?!” Tanya leeteuk penasaran.

“Iya.. dia memaksaku untuk menolongnya, tapi aku tolak dan dia malah mencekikku hingga aku tak sadarkan diri! Aku kira aku sudah mati, tapi ternyata tidak! Terimakasih ya..” jawabku menjelaskan kejadian kepada yang lain.

“Hehehe ehehe.. iya sama-sama!” ucap leetuk menutupi semua kejadian yang baru saja dialaminya.

“Ayo kita buka kotak ini!” ucap yesung sangat semangat.

“Tunggu-tunggu! Ini kotak apa?” tanyaku kebingungan.

“Nanti kami ceritakan kalau kami sudah tahu apa isi kotak ini!” leetuk menasihatiku.

Aku hanya mengangguk tanda menyetujui nasihatnya. Dengan perlahan kami membuka kotak itu dan terdapat sepercik surat yang didalamnya tertulis. “WILL YOU PLEASE DO BEFORE YOU HAVE NOT escaped me find”

“Apa-apaan ini hyung! Apa maksudnya?” pertanyaanku tidak digubris sama sekali oleh leeteuk hyung, ku lihat dia langsung merobek-robek kertas itu dan memasukkan kembali ke kotak, lalu dibuangnya kotak itu ke jendela.

Rupanya kotak itu jatuh tepat dilubang yang tadi digali oleh leetuk dan teman-teman.

“Hyung, siapa yang menggali kuburan itu??” tanyaku terkejut melihat kuburan yang tadi aku lihat sudah menjadi lubang.

“Kuburan? Apa maksudmu?” yesung pun jadi penasaran dengan maksud pertanyaanku.

“Yahh.. bukannya lubang itu adalah kuburan?” kataku yakin.

“APA??????!!!!” semua orang terkejut dengan penjelasanku dan menatapku aneh.

****END****

5 responses »

  1. YES, UNTUNG BACANYA PAGI !! batal mimpi buruk deh gue semalem HAHA /plak *ditampol author komen yang nggak-nggak* NICE FF!! Yesung ohh yesung haha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s