The Piano Lovers (Part 2 of 2)

Standar

By: NieshaBum

“Hey kau!!”
“Mwo?” aku menoleh karena merasa dipanggil, karena tidak ada siapapun di ruangan ini kecuali aku
“Kau??? Ada urusan apa kau kesini? Bukankah kau seharusnya mengajar di kelasnya soo ran?”
“Haishhhh!” geramnya
Aku bingung melihatnya tiba-tiba datang dengan wajah yang kesal
“Kenapa kau bisa tahu lagu itu?! Itu kan lagu yang dibuatnya baru-baru ini! Dan belum pernah diperdengarkan secara umum kecuali padaku! Kenapa kau bisa memainkannya!” makinya padaku
Jujur, aku jengkel sekali terhadap sikapnya yang tiba-tiba seenaknya marah-marah padaku… ingin sekali aku memberinya bogemanku ini diwajah tampannya, tapi karena dia lelaki yang ditaksir sahabatku akhirnya ku urungkan niat itu… aku geram sekali…
“Hey! Kau ini tidak sopan sekali! Marah juga ada aturanya tahu! Nyolot banget sih jadi orang!” pekikku kesal
“Kau!!!” dia mengangkat tanganya hendak memukulku, aku memejamkan mataku… pasrah…
“Kyu!! Hentikan! Apa yang kau lakukan padanya!”
“Wookie-ah! kenapa kau ada disini?!”
Wookie? Jangan-jangan dia itu ryeowook-sshi?? Perlahan kubuka mataku
OMO~~~ ternyata benar dia…
“Aku yang mengajar di kelas ini, dan kau, apa yang kau lakukan di kelasku? Apa yang kau lakukan pada muridku? kau tidak diapa-apakan olehnya eun hee-sshi?”
Mwo?? Dia yang mengajar dikelas ini?? Apakah aku bermimpi???
“Ne… a… aku tidak apa-apa” jawabku terbata, aku gugup sekali…
“Kyuhyun-ah bukankah kau juga ada kelas? Cepatlah kesana! Murid-muridmu sudah menunggu!”
“Tapi… urusanku belum selesai dengan gadis itu!!”


“Sudahlah kyu… aku yang empunya lagu pun tidak mempermasalahkannnya… kenapa kau begitu kesal hanya karena masalah sepele ini? Jangan-jangan kau takut tersaingi ya?”
“Aku?! Dengan dia?! Tidak mungkin!! Sainganku di dunia ini hanya kau! Kim Ryeowook!!” ujarnya dengan PD kemudian meninggalkan ruangan dengan kesal dan membanting pintu
“Tolong maafkan sikapnya yang kurang sopan itu, dia memang selalu terbawa emosi”
“Errr… tidak apa-apa kok, aku bisa mengerti itu…”
“Baiklah, ayo kita mulai latihannya”
“Mwo? Bukankah lebih baik kita menunggu yang lain datang?”
“Tidak ada yang lain, hanya kita berdua di kelas ini, kau dimasukan ke kelas khusus karena bakatmu itu”
Hanya berdua?? OMG!!! Help me!! Aku bisa-bisa mati cepat kalau harus berduaan begini!! Jantungku dari tadi berdetak tak karuan… apa yang harus kulakukan…
“OK! Karena ada 2 piano… bagaimana kalau kita berduet?? Aku akan mengukur sejauh mana kau mahir bermain piano”
“Tapi… tapi… a… aku…” omona… kenapa aku gugup begini… kata-kata yang ku ucapkan jadi gagap begitu… memalukan! >///<
“Ayo” dia menarik tanganku dan memaksaku duduk di depan paino berwarna putih kemudian dia duduk di depan piano berwarna hitam…
“Kita akan memainkan lagu apa?”
“Hmm… bagaimana kalau laguku yang pernah kau mainkan saat tes kemarin? Aku sangat kagum melihatmu memainkannya… kau benar-benar berbakat, bisa memainkan lagu itu dengan sempurna walaupun baru sekali mendengarnya”
“Gomawoyo atas pujiannya… hmm… ryeowook-sshi, bolehkah aku bertanya sesuatu?”
“Silahkan”
“Apa judul lagu itu?”
“Aku belum memberinya judul… aku belum tahu akan memberi judul apa pada lagu itu… lagu itu tercipta karena ketidaksengajaan… hanya saja aku merasa sangat bahagia saat menciptakannya… bahagia karena aku bisa memainkan piano… sudahlah tidak usah dipikirkan, ayo kita mulai latihannya”
“Baiklah”
Kami berdua mulai memainkan lagu itu… lagu yang sangat berati bagiku… yang telah menumbuhkan kembali kecintaanku pada piano…
******
Di sela istiratat…
“Eun hee-ah! aku pusing!! Pusing tujuh keliling!!”
Soo ran tiba-tiba datang ke tempatku duduk dari arah kelas pianonya dengan wajah yang semerawut… sudah 1 bulan semenjak kami ikut les piano… aku sangat menikmatinya… namun sepertinya soo ran mengalami masa-masa sulit… tapi itulah konsekwensi yang harus dipikulnya…
“Kau ini kenapa soo ran-ah?”
“Kan sudah kubilang tadi! Aku pusing… kau ini lemot ya??”
“Iya aku tahu itu! Maksudku… kau ini pusing kenapa? Babo”
“Uhhh… ternyata belajar piano itu super susah… rasanya aku tidak tahan lagi… ditambah 2 minggu lagi kita akan ujian akhir… huwaaa… lengkap sudah penderitaanku…”
“Kau ini terlalu mendramatisir… ga segitunya kalee… aku biasa-biasa aja tuh”
“Kau kan enak! Kau sudah berpengalaman dalam memainkan piano! Sedangkan aku? Nihil!! Ditambah kau juga pintar!! Malahan kau sudah diterima di universitas korea lewat jalur PMDK!” *Lha emang ada ya di korea sono? Wkwkwk*
“Hhhhh… Shin Soo Ran… apa kau lupa??? kalau kau juga kan sudah diterima di unversitas korea… sama denganku… kau ini… apa sih yang kau pusingkan?”
“Aku ingin masuk universitas seni korea!!”
“Mwo?? Apa aku tidak salah dengar?? Kau bercanda ya?!”
“Aniyo!! Aku serius!! Tigabelasrius kalau perlu!”
“Apa yang merasukimu shin soo ran! Hey roh jahat! Pergilah dari tubuhnya!!” seruku sambil meniru gerakan orang mengusir setan…
“Eun hee-ah! kau jahat! Masa pangeran hyun-ku disamain sama setan?! Dia kan mahluk tuhan yang paling sempurna” belanya
“Dia lagi?!!! Kenapa akhir-akhir ini kau selalu membuat keputusan hanya karena dirinya, kau sudah berubah soo ran-ah… kau tidak seperti soo ran yang ku kenal tegas dan berpendirian kuat, aku kecewa padamu… padahal selama SMA kita telah berusaha mempertahankan nilai kita agar bisa masuk ke universitas paling terpandang di korea bukan? Kenapa soo ran-ah? kenapa kau dengan mudahnya membuat keputusan seperti itu?” tuturku penuh kekecewaan padanya… dia kan sudah berjanji padaku akan selalu bersama sampai kuliah nanti… kenapa…
“Kau salah eun hee-ah… keputusan ini bukan hanya karena hyun-oppa, aku sudah memikirkannya selama 1 bulan ini semenjak aku masuk ke tempat les ini, tak bisa kupungkiri awalnya memang karena hyun-oppa tapi setelah hyun-oppa mengajariku banyak hal tentang musik khususnya piano, hatiku jadi terpikat oleh piano, aku jatuh cinta pada piano, kau tahu… 3 minggu yang lalu aku memaksa appaku untuk membelikanku piano… dan semenjak ada piano dirumahku… hampir setiap hari aku memainkannya… walaupun saat ini aku hanya bisa memainkan satu lagu… aku sangat bahagia saat memainkannya…”
“Soo ran-ah…”
Aku terharu saat soo ran berkata seperti itu… aku tidak menyangka… ternyata soo ran sudah menentukan pilihannya… aku sangat kagum padanya… sedangkan aku… aku ini seperti anak ayam yang selalu mengikuti kemana pun induknya pergi… aku anaknya dan soo ran induknya… akulah yang sebenarnya tak berpendirian kuat! Aku ikut program PMDK pun karena soo ran mengikutinya, sekarang soo ran telah memilih jalan lain… apa yang harus ku lakukan…
“Eun hee-ah… mianhae… aku tidak bisa menepati janjiku untuk selalu bersama, cheongmal mianhaeyo…”
“Aniyo!!”
“Eun hee-ah??”
“Aku juga akan masuk universitas seni korea!! Aku sudah memutuskannya!!”
“Mwo?? Benarkah eun hee-ah?!”
“Ya, aku sudah memtuskannya! Bukan karena aku ini anak ayam yang selalu mengikuti induknya… Inilah yang sedari dulu ku impikan… menjadi seorang pianis ternama… ini adalah cita-citaku sedari kecil… tapi cita-citaku itu kandas karena ambisi seseorang yang membuatku jadi membenci piano… sekarang mataku sudah terbuka! Ini semua karenamu soo ran-ah!”
Aku memeluknya! Aku sangat bersyukur memiliki sahabat seperti dirinya…
“Syukurlah eun hee-ah… akhirnya janji kita bisa terpenuhi…” ucap soo ran lega
“Hey kalian… tidak semudah itu kalian bisa masuk ke unversitas seni korea! Kalian pikir gampang hah?”
Suara ini!!
“Kau?! Kau selalu saja menggangu!”
“Ohh… pangeran hyun-oppa… eh, ada ryeowook-sshi juga, sejak kapan kalian ada disini?”
“Hmm… sejak kau mengatakan pusing 7 keliling, soo ran-sshi” jawab ryeowook polos
“Andwae! Berarti mereka mendengar semua pembicaraan kita?! Andwae!! Aku malu!!”
Aku panik… malu sekali rasanya… mana aku tadi berkata sedikit menyinggung tentang kyuhyun… aduh… kalau saja ada lubang, kepala ini sudah kumasukan kedalamnya untuk menutupi rasa malu ku… karena tak ada, akhirnya aku bersembunyi dibalik tubuh soo ran
Ryeowook-sshi hanya tertawa melihat tingkahku itu…
“Bukan kami saja tahu!! Sadarlah kalian! Ini masih di tempat les! Hampir semua orang di tempat ini melihat tingkah kalian itu!”
“Mwo?”
Ternyata benar apa yang dikatakannya… semua orang melihat kami… ada yang ikut terharu… ada yang berbisik-bisik… ada pula yang menggunjingkan…
Apa kami ini babo banget ya?? sampai tidak sadar dengan keadaan sekeliling kami…
“Sudah… sudah… waktu istirahat sudah habis, sekarang kembali ke kelas masing-masing” ujar ryeowook pada semua orang yang masih di luar ruangan, kami pun masuk ke kelas masing-masing…
Saat ini aku dan ryeowook telah berada di ruang kelasku… duduk di depan piano masing-masing… membatu… ahh kenapa suasananya kaku begini…
“Ternyata kau sangat menyukai piano… aku juga sangat menyukainya…” tutur reyeowook tiba-tiba
“I… iya… aku menyukainya sudah lama sekali… sejak umurku 7 tahun”
“Jinca?! Berarti lebih dulu kau daripada aku… kalau aku sejak umurku 9 tahun, saat itu aku dan ibuku sedang berada disebuah café… aku melihat seorang gadis kecil memainkan sebuah lagu dengan piano yang ada di café itu… aku tidak begitu tahu judul lagu yang dimainkannya… tapi dia memainkannya dengan penuh keceriaan, aku terus memperhatikan gadis kecil itu dari tempat dudukku, mendengarkan permainan pianonya yang sangat indah… sejak saat itu aku jatuh cinta pada piano, dan mulai berlatih memainkan piano… sampai saat ini aku masih memikirkannya… mungkin sekarang dia telah tumbuh menjadi seorang gadis yang cantik…”
Deg deg deg
Jantungku tak henti-hentinya berdegup kencang mendengarnya bercerita… OMG gadis itu kan aku…
“Judul lagu itu… Haengbok…” tuturku sedikit malu dan menundukan wajahku… kemudian kutekan tuts-tuts piano itu memainkan lagu pertamaku… haengbok… yang artinya kebahagian…
Ditengah-tengah permainan aku sempat meliriknya… dia terkejut sekali… apakah dia menyadari kalau gadis kecil yang membuatnya menyukai piano itu aku?
Dia tersenyum padaku… sepertinya dia menyadarinya… dia pun ikut memainkan lagu itu… sekali lagi kami berduet memainkan lagu yang membuat kami jatuh cinta pada piano…
Kami telah selesai memainkan lagu itu… dan saat ini dia sedang menggenggam tanganku…
“Eun hee-ah, aku sudah menemukan judul lagu yang kubuat”
“Apa judulnya ryeowook-oppa?”
“Piano Lover… aku menciptakan lagu itu karna aku sangat menyukai piano, dan lagu itu juga telah membuatmu kembali menyukai piano… bagaimana menurutmu?”
“Aku setuju! Judulnya yang lumayan bagus!” sahutku penuh semangat
“Gomawoyo jagiya!”
OMG… dia memelukku erat… degup jantungku pasti terdengar olehnya…
Dia melepaskan pelukannya dan menatapku penuh arti…
“Saranghaeyo eun hee-ah”
Dia mendekatkan wajahnya dengan wajahku… aku pun menutup mataku…
“Eun hee-ah!!”
“Wookie!!”
Seru soo ran dan kyuhyun bersamaan
“Apa yang sedang kalian lakukan!!!”
Seru mereka berdua lagi-lagi bersamaan
Kami terkejut mendengar teriakan mereka yang nyaring itu… kenapa mereka datang di waktu yang tidak tepat… padahal tinggal 1 cm lagi… barengan pula ngomongnya… kompak sekali mereka ini…
“Wookie… kau enak sekali bermesraan disini… ckckckc… sedangkan aku? Aku harus melatih gadis lemot itu dengan segenap kemampuanku ini!!” gerutunya sambil menunjuk soo ran yang dimaksudnya gadis lemot itu
“Hyun-oppa… kenapa kau berkata seperti itu… aku kan tidak lemot… aku sengaja melakukannya supaya aku bisa bersama denganmu lebih lama lagi…” ujar soo ran dengan manjanya kemudian merangkul lengannya
“Hey kau tidak perlu menceritakannya sedetail itu, aku kan malu” ujar kyuhyun menundukan kepalanya, tersipu malu
“Sudahlah… ayo kita segera pulang, sudah semakin larut”
“Eh… eh, kita ke tempat karaoke dulu yu? Sekalian merayakan hari spesial ini?” ajak soo ran
“Boleh saja” ujar ryeowook
“Tidak boleh!! Kalian kan sebentar lagi ujian!” hardik kyuhyun
“Benar juga ya… kau sebaiknya pulang eun hee-ah, akan kuantar kau pulang, kyu! Kau antar soo ran ya?” ujar ryeowook
“OK! Ayo ran!” kyuhyun menarik tangan soo ran kemudian mulai berjalan, sebelum akhirnya menghilang dibelokan itu, soo ran sempat melambaikan tangannya dan mengedipkan matanya padaku, aku hanya bisa tersenyum melihatnya…
“Ayo eun hee-ah… arah rumahmu kesini bukan?” ucapnya sambil menunjuk jalan ke arah utara
“Ne, oppa… gomawo kau bersedia mengantarku” ujarku dan ia membalasnya dengan mengangguk kemudian tersenyum padaku… so sweet…
Kami pun berjalan menuju rumahku sambil bergandengan tangan… aku benar-benar bahagia saat ini… ternyata takdirku memang harus terus bermain piano… karena pianolah aku bisa bertemu dengannya… dan karena piano juga aku bisa menentukan jalan hidupku… bukan karena paksaan atau tekanan seseorang… tapi murni karena kecintaanku pada piano…
-THE END-

One response »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s