FF: Super Junior Fullhouse 2 ‘part 6’

Standar

NB: Mian baru publish lagi hehe. Authornya suka males sih -_- mian yah reader hehehe *digaplok reader* udah deh, lanjut aja deh hehe dont forget to leave comment yah! gamsa~

*Min Rin POV*

Aku tebangun karena sesuatu beradu dengan jidatku. Aku membuka mata, aku melihat Kyu oppa sedang memelukku dan ternyata aku terbentur oleh jidatnya pula. Jarak antara muka kami sangat tipis. Aku yakin, mukaku memerah semerah merahnya -__- Aku akhirnya tersadar bahwa aku harus menjauhkan mukaku darinya. Kepalaku pusing, aku menekan jidatku sedikit untuk menghilangkan rasa sakitnya. Tiba-tiba pesawat kembali berguncang, aku yang belum memakai safety belt terdorong kembali kearah Kyuhyun. Namun kini berbeda, bibirku kini berada di atas bibirnya. Omoooo~

*End Of Min Rin POV*

*Kyuhyun POV*

Aku merasakan sesuatu yang aneh pada diriku. Aku seperti tidak ingin melepaskan bibir MinRin. Namun mataku tak sengaja menatap ke arah Siwon hyung yang tak sengaja telah memperhatikan kita. Aku langsung menjauhi MinRin. MinRin terlihat malu, dan langsung memakai Safetybeltnya. Mukanya terus menunduk melihat kebawah. Akupun kembali menatap jendela.

Pesawat yang kami tumpangi berhasil mendarat dengan selamat. Kami semua segera turun dan menuju ke kendaraan yang telah disiapkan. Aku sempat melihat para ELF berjejer di airport. Mereka melambaikan tangannya pada kami. Aku sebisa mungkin melambaikan tanganku dan tersenyum kepada mereka. MinRin berada dibelakang kami dengan para kru yang lain. Aku jadi kepikiran hal tadi. Aku yakin, Siwon hyung tadi melihat kami…

*End of Kyuhyun POV*

*Siwon POV*

‘Apa yang sedang mereka lakukan?’ Batinku ketika aku melihat Kyuhyun dan Minrin tampak sedang berciuman. Aku terus memperhatikan mereka, namun karena pesawat yang terus bergoncang akhirnya aku hanya menatap kedepan. Sebelumnya aku mengalihkan pandanganku dari mereka, Kyu sepertinya melihatku memperhatikan mereka. Aku langsung mengalihkan pandanganku dari mereka. Puji Tuhan~ Pesawat mendarat dengan selamat. Semua mencoba keluar dari pesawat, aku menggandeng YoonMi yang sepertinya masih shock disebelahku. Aku sempat melirik kearah mereka, MinRin memegangi kepalanya. Apa mungkin tadi kepalanya terbentur dengan kepala Kyuhyun? Hem, pasti begitu ceritanya…

*End Of Siwon POV*

*Min Rin POV*

‘Aigooo~ mengapa hal seperti tadi bisa terjadi?’ batinku ketika aku sudah duduk didalam bis. Ya.. kami dalam perjalanan menuju penginapan kami. Aku terus terdiam untunglah kami hanya memulai syuting dipenginapan. Aku kini duduk disebelah kyu lagi (-_-“). Dia masih seperti biasa, tangannya berkutat dengan gameboynya, kupingnya berkutat dengan lagu yang dia setel dari Ipodnya. Aku pun yang dari tadi hanya melamun mengikuti jejaknya, aku mengambil Ipod dari dalam tasku dan memasang Headphonenya ditelingaku. Aku memegangi bibirku yang tadi sempat mendarat dibibir orang lain. Ada sensasi aneh diperutku setiap aku memikirkannya. Baboooo~ MinRin mengapa kau memikirkan hal itu? (>//<) “Ya!” Suara seorang pria tiba-tiba membuyarkan lamunanku. Dia mencopot headphone yang ada ditelingaku. Aku menengok, itu Kyuhyun… “kau masih memikirkan hal tadi?” Diapun melepaskan headphone yang sedang dia pakai, dan menutup gameboynya. “Sejujurnya iya…” Aku menunduk malu, malu kalau mukaku terlihat merah didepan matanya. Tiba-tiba dia mengusap kepalaku, “Tenang saja. Tadi itu hanya kecelakaan.” Aku hanya mengangguk, tangannya berhenti mengusap kepalaku dan kembali mendengarkan playlist dari Ipodnya. Aku menatapnya, ‘Apa benturan di pesawat tadi cukup keras untuknya? Kenapa dia tiba-tiba berubah?’ Batinku ketika mengingat Kyu tadi menyapaku, ah tidak mungkin itu bisa dibilang berbincang… “Sebenarnya aku ingin bertanya ini padamu…” Dia kembali melepaskan headphonenya. “Kau ingin bertanya apa?” Aku menjawabnya, namun tidak menatap mukanya. “Kau ini… Panggil aku oppa!” Suara Kyu meninggi, Tuh kan benar sejak kapan dia begini? aku yakin benturan dipesawat tadi membuat dia seperti ini… “Ne~ Oppa, apa yang ingin kau tanya?”. “Apa kau tidak cemburu melihat pasanganmu dengan perempuan lain?”. “Hah? orang yang kusayangi? Siapa?” Aku menengok sekitar, “Ya! Min-ah aku hanya bertanya tinggal jawab…” mwo? Min-ah? Panggil aku seperti itu lagi oppa, lagi, aku senang kau panggil seperti itu… “Hem~ Aku tidak bisa menjawab…”. “Wae?”. “Aku juga bingung oppa~ tapi sepertinya aku bukan orang yang cemburuan…” Kyu membulatkan mulutnya dan mengangguk paham. Dia kembali pada dunianya, dan aku tetawa melihat tingkahnya yang seperti itu.

~

Kami sampai di sebuah penginapan yang berbentuk seperti rumah. “MinRin, kamarmu didekat ruang tamu, kamu sekamar dengan yoonMi” Kata salah seorang Kru fullhouse. Dia kemudian memberi tahu letak kamar semua member. Karena hanya 3 kamar maka mereka akan tidur berempat. “Yesung, Ryeowook, Kyuhyun dan Siwon akan menempati kamar disebelah MinRin. Sedangkan Shindong, Eunhyuk, Sungmin, dan Eeteuk menempati kamar yang didekat dapur. Arrasseo?” Semua member mengangguk dan membawa barang-barang mereka ke kamar. Aku menuju kamarku bersama dengan YoonMi. Kami membereskan pakaianku. Aku terlalu sibuk dengan pakaianku sehingga aku tak sadar bahwa YoonMi sudah tidak ada di ruangan. Aku keluar kamar, tempat ini terlihat sangat sepi… Aku melihat notes diatas meja ruang tamu. “Min-ah kami mau jalan-jalan dulu… kebetulan YoonMi mau ikut. Jadi kubawa dia bersama kami. Kau jangan pergi keluar, arrasseo? Hari sudah sore, kau bisa tersesat karena tidak tahu sekitar sini. Tunggu kami saja yah… Yesung” Mwo? Apa ini? oppadeul jelek! aku ditinggal dipenginapan ini sendirian? Aku tak diajak jalan-jalan? aigoooo~ “Hyuuuuuuung…. Kalian dimana?” Ada suara dari kamar sebelahku, aku mendekati kamar itu, pantas saja orang didalam kamar ini berteriak… Kamarnya ternyata terkunci dari luar, Aku membukakan pintunya, Mwo? Kyuhyun oppa?

“Oppa tidak ikut pergi?” Ucapku ketika melihatnya, ternyata masih ada yang bernasib sama sepertiku (-__-“) “Ani~ memangnya mereka pergi?”. Aku mengangguk memberikan notes dari Yesung ke Kyu. “Aiiiish~ hyung,” Ucap Kyuhyun ketika selesai membaca notesnya. “Kau tidak sadar oppa mereka pergi?” Kyuhyun menggeleng, “Ani~ Aku sedang bermain dengan gameboy ku tadi, dan ketika aku selesai ternyata aku sendiri disini.”. “Aaaaah, babo kau oppa~” Tiba-tiba sebuah jitakan mendarat kekepalaku, “Oooh begitu rasanya…” Ucap Kyu setelah menjitak kepalaku, “Rasa apanya?” Aku masih meringis kesakitan, “Ya… Aku sering dijitak oleh hyung-hyungku itu, dan sekarang aku mengerti mengapa mereka sengang menjitakku.” Aku masih bingung, “Hah? Memang kenapa?”. “Rasanya enak ketika melihat orang yang kita jitak kesakitan… hahaha” Kyuhyun tertawa, Omo~ kembalikan dia seperti semula… Aku tersenyum terpaksa dan berbalik menuju ke kamarku. ‘Lebih baik aku mencoba menggambar beberapa design baju…’ Aku terus menggambar, bermain dengan duniaku sendiri.

Namun tiba-tiba listrik mati, “Aiiiish~ penginapan macam apa ini? Bisa mati lampu segala? zzz”. Keluhku, “MinRin, kau dimana?” Suara Kyu oppa, nadanya seperti mencariku, “Ya, oppa~ Aku disini,” Aku mengambil Hpku untuk menjadi sumber penerangan sementara. “Oppa~ Kau dimana?” Aku terus mencoba meraba dalam kegelapan, tapi tiba-tiba kakiku tersandung sesuatu, seperti kaki orang? Handphoneku terlempar entah kemana. Aku kembali bangun dan mencoba berjalan mengandalkan indera perabaku. Aigoo~ apa ini, aku merasa ada yang menahan kakiku. Aku melihat ke arah bawah, seapasang tangan putih dan begitu halus sedang menahan kakiku melangkah. Aku berlari sekencang-kencangnya ke arah ruang tamu, ‘BRAAK’ aku menabrak seseorang. Itu Kyu-oppa… Ketika aku mengetahui itu Kyu, aku langsung memelukanya erat dan menangis didadanya. “Min-ah waeyo?” Kyu mengusap-usap kepalaku, aku masih menangis. ‘PRANG’ suara barang pecah terdengar dari arah dapur. “Oppa.. Aku takut.” Aku memperat pelukanku. Dia membalas pelukanku dan mengusap kepalaku. Sesaat aku merasa nyaman dia melepaskan pelukanku dan menyuruhku duduk disofa. “Aku mau mengecek dapur dulu…” Katanya kemudian meninggalkanku, aku hanya mengangguk dan tertunduk. Aku takut jika dia meninggalkanku sendiri disini, “Hi Hi Hi Hi Hi” aku mendengar suara perempuan tertawa, aku semakin takut. “Oppa~” Aku berteriak memanggil Kyu, “Wae?”. “Kata Kyu darisana, “Apa kau mendengar suara wanita tertawa?”. “Aniyoo~ MinRin, jangan berhalusinasi yang tidak-tidak disaat seperti ini.”. “Aku tidak bercanda oppa! Aku sungguh mendengarnya”. Suara menakutkan itu datang lagi, aku jadi menangis “ya..~ Kenapa kau menangis lagi sih?” Suara Kyuhyun oppa mendekat dan kini dia sudah duduk disebelahku, “Hi Hi Hi Hi Hi” Suara itu terdengar lagi, aku kembali bertanya pada Kyu oppa, namun dua tetap bilang dia tidak mendengarnya. Aku rasa memang aku berhalusinasi, “Min-ah, kau tidak tidur? Sekarang sudah jam 10 malam…” Aku sebenarnya mengantuk, namun aku takut untuk tidur sendiri dikamar, “Ehm, aku tidur disini saja oppa.” Aku menyandar pada bahunya. Nyaman sekali…

Aku terbangun entah sekarang jam berapa… Kyuhyun sudah tak ada disampingku. lampu masih mati. Aku merasa ada yang duduk disebelahku, aku menengok kearahnya. Tak begitu jelas, hanya terlihat bahwa dia mempunyai rambut yang panjang. Lampu tiba-tiba menyala, perempuan itu menengok kearahku yang sedang menatapnya tersenyum padaku. Mukanya pucat pasi, sebagian mukanya tertutup oleh rambut panjangnya. Aku berteriak sejadi-jadinya, “Saengil cukha hamnida, saengil cukha hamnida, saranghanda MinRin ireum, saengil cukha hamnida….” Tiba-tiba segerombolan Kru datang dari satu ruangan dan membawa kueyang terdapat lilin diatasnya. Aku langsung menghampiri mereka dan meniup lilinnya. Aku mencari sebuah sosok, “Kyu oppa, kau tau semua dibalik hal ini?” Aku mengalihkan pandanganku ke Kyu, “ne~ tentu saja, mana mungkin tidak.” Dia mengeluarkan ‘evil smile’nya, aigoo~ aku tak tahan. Kini aku melirik kearah hantu yang kini sudah berada dibelakangku, “Mianhae MinRin-ah…” Dia melepas wignya, AAAAAAA~ YoonMi? ssss kubunuh kau lain kali (-__-“) “Ya! Ini semua ulah kalian?” Tanyaku, mereka semua mengangguk. Aku langsung jatuh terduduk lemas, “Siapa yang memegang kakiku tadi?” Tanyaku, semua orang menatap kearah Sungmin-oppa yang masih saja tertawa, “Itu aku Min-ah, aku tak menyangka kau akan segitu terkejutnya.” Dia masih terus tertawa, mungkin berharap supaya aku ikut tertawa bersamanya. “Suara apa yang kalian buat tadi didapur?” Aku menatap kearah semuanya, semuanya hanya diam, “Maaf… Itu aku yang menjatuhkan gelas didapur…” Shindong oppa angkat bicara, “Dia mencoba mencari kue yang akan kita sembunyikan.” Suara Yesung oppa terdengar mencibir, “Usyo! aku hanya ingin lihat bagaimana rupanya…” Jawab Shindong oppa membela diri. aku jadi tetawa melihat mereka. “Eh~ Tunggu dulu, jad kalian selalu berada disini?”. “Ne~ Saat kau menangis dipelukan kyuhyun itu juga dihitung,” Eunhyuk oppa tersenyum menggodaku, aku hanya menynduk malu, “Hu~~ Aku rasa, memang kalian yang terlalu keterlaluan padanya, sehingga ia menangis…” Siwon oppa membelaku, “Aiiih,~ sudah, ayo kita nikmati ulang tahun MinRin…” kata Leeteuk Oppa menjadi penengah.

Kami merayakan ulang tahunku, tiba-tiba handphoneku berdering, aku langsung keluar rumah dan mengangkat telepon di halamannya, “Appaaaa~” Aku berteriak sekencang-kencangnya ketika mengetahui siapa yang menelepon, “Saengil Cukhae MinRin, bagaimana disana? Mianhae Appa tidak bisa merayakan ulang tahunmu yang ke 20 ini” Dia terdengar sedih, “Gomawo appa~ gwaechana, disini ada mereka yang menemani ulang tahunku…” Aku mencoba meyakinkan appaku, “Yasudah, lanjutkan saja pestanya. Annyeong~” Appa menutup teleponnya. Aku menghela nafas, “Jangan menghela nafas disaat hari bahagiamu.” Suara seseorang dibelakangku mengagetkanku, aiiish wonnie oppa… Dia memberikanku sebungkus kado. Tertutup oleh sampul warna ungu kesukaanku. “Apa ini oppa?” aku membuka kado itu, aku melihat Sebuah bando ungu didalamnya. “Bando oppa?” Siwon oppa hanya tersenyum, dan dia memakaikanku bando itu. Dia tersenyum. “kamsahamnida oppa” . “Cheonmaneyo~ Mau duduk disini menemaniku?” Dia duduk disalah satu kursi panjang di halaman. Aku mengangguk dan duduk disebelahnya. “Mianhae,” Aku bingung mengapa tiba-tiba Siwon oppa meminta maaf. “Wae oppa? Kau tidak punya salah apa-apa…” Aku masih terus memandang kedepan, “Aku harus balik ke Seoul pagi ini, aku tidak bisa menemanimu diulang tahunmu…” Siwon oppa menjelaskannya, dia harus melanjutkan syuting dramanya. Aku harus mencoba mengerti, “Gwaechana oppa, aku saja sekarang sudah merasa senang. Tak apalah jika ulang tahunku tidak dirayakan full day.” Aku tertawa, Siwon oppa akhirnya tertawa. Yah, lebih baik begitu daripada dia terlihat sedih… Angin malam menyapu mukaku. Tiba-tiba mataku kemasukan debu yang tadi terbawa bersama angin. “Min-ah, waeyo?” Siwon melihat kearahku, “Oppa~ mataku kelilipan debu…” Aku meminta bantuannya, untungnya dia dengan sigap menolongku sehingga mataku kembali normal.Tapi, aku merasa ada yang memperhatikan kamu, ya! Itu Kyuhyun?!

*End of Min Rin POV*

“Oppa~ apa kau melihat MinRin?” YoonMi menghampiri Kyuhyun yang sedang asyik bermain gameboy disofa. “Coba kau cari dikamar, siapa tahu dia sudah tidur duluan…”, YoonMi mengiyakan dan langsung pergi ke kamarnya. Kyuhyun teringat pada sesuatu, dia kekamarnya untuk mengambilnya, ‘Aku harap dia akan menyukainya…’ batin Kyu ketika mengambil sebuah kado dari dalam tasnya. ‘sekarang, dimana MinRin?’ batin Kyu, dia bertanya pada Wookie, “Tadi aku lihat dia menerima telepon dari seseorang dan dia keluar… Ada apa Kyu?” Kyuhyun hanya menggeleng dan kemudian berlari keluar untuk memberikan kadonya pada MinRin.

*Kyuhyun POV*

MinRin bersama dengan Siwon hyung ditaman, eottogge? Apa aku harus tetap memberikan kado ini, atau aku menyimpannya untuk besok? Jankkaman~ Apa yang aku lihat? Siwon hyung dan Minrin? aniii~ mereka pasti tidak melakukan hal aneh-aneh. Namun ketika Siwon mejauhkan diri dari Minrin dia tersenyum seperti mengucapkan sesuatu, begitu pula Minrin. Mwo? Apa Siwon hyung ingin mengembalikan ciuman Minrin yang sempat kurampas secara tidak sengaja tadi di pesawat? Aiiish~ Aku hanya mematung melihat mereka, namun tiba-tiba MinRin melihatku. Arsh! Aku mencoba untuk pergi namun Minrin sudah lebih dulu memanggilku,

“Kyuhyun oppa??” Aku berhenti melangkah dan berbalik menghadap mereka. “Sedang apa kau disini?” Siwon hyung terlihat kesal, “Ani~ aku hanya ingin menghirup udara segar. Aku tak menyangka ada kalian disini.” Aku mencoba mengeles sebisa mungkin, tapi aku tahu aku bodoh dalam hal ini. “Apa itu oppa?” MinRin melihat kado yang aku bawa untuknya dan menghampiriku, habislah sudah bohongku ketahuan (-.-“) “Hadiah untukmu MinRin,” Aku memberikan kadonya ketika dia sudah berada didepanku, Siwon hyung masih berada ditempat tadi. Namun tatapannya membuat aku mengerti. Tatapannya berarti ‘menjauhlah dariku dan Minrin’ ya… Aku mengerti perasaan orang jatuh cinta. “Syal oppa? Ungu?” Dia terkejut ketika melihat kado dariku, yang berwarna ungu. “Darimana kau tahu aku menyukai warna ungu?” Katanya penasaran, “Itu gampang bagiku,” Aku tersenyum nakal menjahilinya, dia hanya tersenyum “Boleh aku pakai?” Katanya ketika telah memanjangkan syalnya. “Tentu saja, kini dia milikmu.” MinRin memakai syalnya di lehernya, “Benar-benar hangat oppa, gomawoyo~” Aku mengangguk. Aku melihat ke arah Siwon hyung yang sepertinya sudah lelah menunggu kami berdua. “Min-ah aku masuk dulu. Kau dan namja chingumu masuklah kedalam, jangan sampai kau sakit karena angin malam.” Aku berbalik dan melangkah pergi, namun MinRin menarik tanganku, “Namja chingu? Aku tak punya namja chingu…” Minrin terdengar bingung, Ya? apa aku kurang jelas dalam pengucapan? “Namja chingumu, Siwon hyung. ara?”. “Siwon oppa? Dia bukan namja chinguku…” Kata-kata MinRin membuatku kaget…

*To Be Continued*

One response »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s