trouble of love… part 1

Standar

By : Wiinda Shineelfxtion

Title : Trouble Of Love
Author : wiinda
Genre : romance
Rating : PG-13
Lenght : Series
Location : South Korea
Language : Indonesian
Pairing : Seohyun❤ Kyuhyun❤ Victoria❤ Donghae
Cast : Artist of SMTown (SHINee, f(x), Super Junior, SNSD, TVXQ, CSJH)

Victoria memandangi dirinya di kaca kamar mandi. Gaun hitam yang ketat dan terbuka di bagian punggung membalut tubuhnya dengan indah. Ia memberi make-up tipis pada wajahnya dengan sangat hati-hati, agar penampilannya hari ini sempurna. Setelah selesai make-up, dengan riang Victoria membuka pintu kamar mandi dan keluar. Kebahagiaannya menguap.

Matanya tiba-tiba terpaku pada amplop tertutup yang ada di meja riasnya. Amplop tanpa nama dan alamat pengirim. Ia mengambil surat itu, kemudian duduk di ranjang. Ia sudah bisa menebak isi surat itu. Pasti bernada sama seperti surat-surat yang pernah ia dapat sebelumnya. Ia segera membuka amplop putih itu dan mulai membaca.

Tinggalin kyuhyun! Kamu nggak pantas buat dia! Dasar jelek😛

Victoria menarik napas kuat-kuat. Seharusnya ia sudah mulai terbiasa dengan surat semacam ini yang pasti datang setiap hari. Di amplop putih itu hanya tertulis namanya dan stempel pos diatas perangko. Tidak ada alamat dan nama pengirim seperti biasa. Tapi sebenarnya Victoria sudah tahu siapa pengirimnya. Pasti cewek itu.


Mystery, mystery. molla molla ajik neoneun molla~

Victoria meraih handphone yang tergeletak di meja di samping tempat tidurnya.

“Yoboseyo?”

“Eonni-ah” seru seseorang di seberang sana

“Sulli?” tanya Victoria kaget

“Ne. Eonni, aku udah sampai di Bandara. Jemput aku sekarang ya”

“Tapi eonni a-“ Victoria menghentikan kalimatnya, karena sambungan sudah terputus. Ia berpikir sejenak, sebuah ide terlintas di benaknya.

***

“Shit!” maki cewek itu. Sulli memasukkan handphone-nya yang sudah ‘tak bernyawa’ ke dalam saku jaketnya. Ia melihat ke sekelilingnya. Sepi. Konon di bandara ini sering terlihat sosok hantu tanpa kepala di malam hari. Ia bergidik. Tangannya meraba-raba ransel birunya, mencari I-pod untuk menepis rasa takutnya.

“Ah, ketemu” bisiknya. Tiba-tiba seseorang menepuk bahu Sulli dari belakang. Muka Sulli mendadak pucat pasi. Ia menarik napas perlahan, mengumpulkan keberanian untuk menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi. Il… I… Sam… Ia menengadahkan kepala. Manusia! Thanks God!

“Kkaja” seru orang itu sambil menarik paksa tangan Sulli. I-pod terlepas dari genggamannya.

“YA?! Lepaskan! I-pod ku” Sulli memberontak.

Orang itu membekap mulut Sulli dengan tangan kanannya, sementara sebelah tangannya yang bebas menarik koper Sulli. Ia mendorong tubuh Sulli keluar dari ruang tunggu menuju parkiran mobil.

Orang itu membuka pintu mobil, mendorong Sulli masuk. Lalu berlari mengitar dan melaju di jalanan yang gelap gulita.

“Jelaskan padaku. Siapa kau sebenarnya? Kenapa kau tiba-tiba datang dan menculikku? Aku bukan artis atau anak presiden! Aku hanya gadis biasa! Turunkan aku! Eonni-ku pasti sedang menungguku di sana” ucap Sulli panjang lebar.

Orang itu hanya diam, tidak menjawab pertanyaan Sulli. Matanya terpaku pada jalanan di hadapannya.

“YA?! JAWAB AKU! APA KAU BISU?” teriak Sulli. Kesabarannya mulai habis.

Orang itu menghentikan mobil secara mendadak. Ia menatap Sulli tajam.

“Apa kau tidak bisa mengunci mulutmu? Teriakanmu mengganggu konsentrasiku”. Sulli terdiam. Mobil mulai melaju lagi. Tak satupun yang membuka suara sepanjang perjalanan.

Mobil itu berhenti di depan sebuah rumah bercat merah tua dengan taman yang cukup luas. Sulli terkesiap.

“Darimana dia tahu kalau ini rumahku? Apa dia mata-mata?” batin Sulli.

“Udah sampai…” kata orang itu dingin, tanpa menoleh.

Sulli tidak bergeming. Beragam pertanyaan berkecamuk di kepalanya.

“CHOI SULLI, TURUN DARI MOBILKU SEKARANG” teriak orang itu. Sulli terkejut lalu segera turun dari mobil, berlari ke belakang mengambil kopernya.

Setelah itu mobil bergerak dan pergi entah kemana.

“Kasar! Angkuh! Pemarah! Sok Cool!” gumam Sulli sambil berjalan memasuki rumahnya.

“Tapi tadi dia menyebut nama lengkapku. Darimana dia tahu?” batin Sulli

***

Victoria memasuki sebuah bar mewah yang terletak di pusat Kota Seoul. Ia celingukan mencari tempat duduk yang sudah dipesannya tadi sore. “Nomor 13. Ah, itu dia” gumamnya sambil berjalan menuju tempat duduk di pojok bar itu.

30 menit…

1 jam…

2 jam…

3 jam…

3 botol soju yang kosong berdiri tegak di hadapannya, tetapi orang yang ditunggunya belum juga tiba. Victoria melirik sekilas ke arah pintu masuk bar. “Kemana dia? Kenapa belum datang juga? Apa dia lupa?” batinnya.

“Mau aku temani?” tanya seseorang

“Kyuhyun?” tanya Victoria setengah sadar

“Anio”

Victoria memperjelas penglihatannya. Orang itu tersenyum padanya. Kim Jaejoong, teman SMA-nya.

“Jaejoong-ah” kata Victoria pelan

“Akhirnya kau mengenaliku. Kenapa kau sendirian disini? Mana pacarmu, Kyuhyun?”

“Entahlah. Dia lebih mementingkan pekerjaan daripada aku” sahut Victoria sambil tersenyum hambar.

Jaejoong menatapnya dalam diam.

“Aku mau pulang dulu. Sudah larut” kata Victoria, beranjak dari tempat duduknya.

“Mau ku antar?” tanya Jaejoong lembut

“Anio. Aku naik bus saja. Annyeong” ucap Victoria sambil membungkukkan badannya.
Jaejoong memperhatikan sosok Victoria yang berlalu dari hadapannya. “Dia sudah berubah” gumamnya.

***

“Listen Girl, Choahae! Baby Girl, Saranghae!” orang itu bersenandung pelan sambil memasukkan barang belanjaannya ke bagasi mobil.

Ia menghidupkan mobil perlahan dan melaju. Tiba-tiba sesosok bayangan melintas di depan mobilnya. “Rem!!” pekiknya. Ia segera keluar dan menghampiri orang itu. Ia membalikkan tubuh orang yang ditabraknya secara perlahan. Tubuh orang itu bersimbah darah. Ia terperangah. “Kau??” teriaknya

to be continued . . .

6 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s