Too Late

Standar

Cast:

@winhaeho as Kim Seuncha

Leeteuk Super Junior as Park Jung Soo

Kyuhyun Super Junior as Park kyuhyun

Fasya Fatina as Go Min Rin

By: Fasya Fatina

*Kim Seuncha POV*

“Noona, aku mau beli kue ini satu.” Ucap seorang pelajar di hadapanku. Dia menunjuk pada salah satu kue yang berada di etalase. Aku segera mengambilkan kue yang tadi dia tunjuk. “Gamsahamnida~” Aku memberikan kue yang telah kubungkus padanya. Aku duduk dikursi kasir ketika pengunjung sedang sepi, haaah~ aku lelah sekali…

Neo gateun saram tto eopseo juwireul

dureobwado geujeo georeohdeongeol

eodiseo channi…

Handphoneku berbunyi. Aku mengangkatnya, “Jagiyaaa~ Bogoshipoyo…” Suara lelaki diseberang sana… “Oppa~ Naddo bogoshipo… Kau belum tidur?” Dia namja chinguku, Park Jung Soo. “Belum… Kau dimana jagi? Kau belum pulang?” Tanyanya ketika mendengar suara-suara bising disekitar toko. “Ani~ Aku sedang dijalan habis dari supermarket.” Aku berbohong padanya, dia hanya mengiyakan percaya. Mendengar suaranya sungguh membuat aku semangat dengan pekerjaanku. “Noona, kue yang itu berapa?” Tiba-tiba ada seorang pembeli mendatangiku, “Kue? Kau menjual kue jagi?” Suara Jungsoo diseberang sana terdengar bingung. “Ani~ aku didekat toko kue oppa. Oppa sudah dulu yah, aku mau menyeberang,” Aku segera menutup teleponnya dan melayani pembeli itu.

Sudah seminggu ini aku berkerja disebuah toko kue didekat stasiun, sebagai pegawai honorer. Namun Jungsoo tidak mengetahuinya. Aku ingin mencari pekerjaan tambahan, karena jujur saja gajiku sebagai pegawai tidak cukup. Mungkin cukup untuk menghidupi kebutuhan bulananku, namun tidak untuk menabung, untuk membelikan kado special untuk orang yang paling aku sayang.

*Flashback*

“Tadi itu Kyuhyun sangat menyebalkan…” Jungsoo menghela nafas. “Wae? Tak biasanya Kyuhyun membuat masalah…” Kyuhyun adalah dongsaeng Junsoo, mereka tinggal bersama di apartemen mereka hanya berdua. “Dia meminjam sweater kesayanganku, kau tahu kan? sweater yang aku beli pertama kali dengan gajiku? Dia merubah warnanya karena salah mencucinya…” Mukanya terlihat begitu kesal. Aku hanya bisa menenangkannya.

~

Malam hari ketika aku pulang dari tempat kerjaku aku melihat sweater yang sama dengan milik Jungsoo terpasang dietalase toko. Aku tersenyum, mengingat ulang tahun Junsoo 2 minggu lagi. Besoknya aku melamar menjadi pegawai disebuah toko kue didekat toko baju yang menjual sweater itu.

*Flashback end*

From: Jung Soo oppa

Jagiya, apa malam ini aku bisa kerumahmu?

To: Jung Soo oppa

Mianhae oppa, aku hari ini lembur. Mian yah oppa~

From: Jung Soo oppa

Yasudahlah, hati-hati jangan sampe kau terlalu lelah. saranghae❤

Aku berbohong lagi. Akhir-akhir ini aku sering berbohong karena aku tak ingin JungSoo tahu bahwa aku kerja parttime. “Seuncha, aku ingin berbicara sebentar denganmu.” Boss ku memanggilku. Aku segera menginggalkan kue-kue itu dan menuju ruangannya, “Ada apa bu?” Aku berdiri didepan meja kerjanya.”. Dia mengatakan hal yang membuatku kaget, “Mianhae, sebenarnya dulu ada kasir sebelum kamu. Dia cuti karena hamil, dan sekarang masa cutinya sudah habis, terpaksa aku harus menggantikanmu besok…” Aku tertunduk lemas, “Apa tak bisa ditunda sampai minggu depan bu? Aku mohon… Atau, aku bisa berkerja apa saja disini selain menjadi kasir.” Aku mendesak boss ku itu. Namun dia tetap tidak berubah keinginannya, “Maaf, aku sedang tidak mencari pegawai lagi. Kau bisa pulang setelah jam kerjamu malam ini selesai.” Aku langsung membalikan badanku untuk segera pergi dari ruangan itu, “Aaah.. Tunggu dulu. Ini gajimu selama satu minggu…”  Dia memberikan sebuah amplop kepadaku. Setelah menerimanya aku langsung keluar dari ruangan itu dan melanjutkan pekerjaanku lagi didepan.

“Unnie, kau baru pulang?” Tanya dongsaengku yang sedang menelepon di ruang tamu. Aku hanya mengangguk dan langsung masuk ke kamarku. Aku memandangi uang didalam amplop itu dan menghitungnya. Uangnya masih belum cukup untuk membeli sweater mahal itu -__- eottogge? aku harus cari pekerjaan lain…

~

Beberapa hari kemudian aku diberitahu oleh temanku bahwa ada pekerjaan disalah satu tempat karaoke. Aku segera melamar pekerjaan disana dan mendapat bagian menjadi waitress. Malam ini juga aku bisa langsung berkerja disana. Aku membawakan sepiring sandwich porsi 3 orang dan minumannya kesebuah ruang karaoke. Didalamnya ada 2 orang pemuda sedang bernyanyi-nyanyi, yang satu hanya diam dan terus memandangiku dari atas sampai bawah.

“Hey noona, siapa namamu?” Kata seorang pria yang sedari tadi memandangiku. “Kim Seuncha,” ku takut, kini kedua temannya ikut melihatku. Aku melihat tatapan mereka seperti melihat kucing yang baru dikasih tulang. Aku segera membalikan badanku mencoba untuk keluar dari tempat ini. “Mau kemana noona?” Salah satu dari meraka menghalangiku didepanku dan tersenyum menjijikan. Aku mencoba menerobosnya, namun temannya yang lain menahanku dan membantingku ke kursi. “Temani kami saja noona, kami disini datang untuk bersenang-senang…” Kata pria yang tadi menatapku, dia terus menggerayangi badanku. Teman-temannya hanya tertawa. Aku mencoba berteriak meminta tolong. Namun mereka mengeraskan volumenya sehingga suaraku tak bisa tertembus oleh dinding-dinding.

Aku pasrah, mereka kini sedang mencoba membuka bajuku. Aku hanya bisa menangis. Namun tiba-tiba pintu terbuka. Jung Soo? “Ya! Siapa kau? Berani masuk kedalam sini ?!” Kata salah seorang dari mereka. Jungsoo hanya diam saja dan kemudian memukuli mereka, aku terdiam lemas. “Tak perlu tahu siapa aku! Namun yang harus kalian tahu, dia ini pacarku! Tak akan kubiarkan orang seperti kalian menyentuhnya seujung jaripun!” Jungsoo langsung menariku keluar dari ruangan jahanam itu. Dia langsung menyuruhku duduk di jok motornya. Dia mengantarkanku pulang ke apartemenku. “Gomawo oppa~ Mianhae, ini tidak seperti yang kau kira…” Jungsoo hanya terdiam dan langsung menjalankan kembali motornya meninggalkanku. Aku memasuki ruangan apartemenku, langsung menuju kamarku. Aku melihat fotoku bersama Jungsoo dulu saat kami membuat kue bersama dirumahnya. Aku menangis, aku yakin Jungsoo oppa pasti membenciku.

drrrrt drrrrt drrrrt

handphoneku bergetar, aku fikir Jungsoo meneleponku. Dan ternyata hanya notifikasi dari kalenderku yang memberitahu bahwa hari ini Jungsoo berulang tahun. Aku meneleponnya, “Annyeong…” Suara orang lain diseberang, “Noona, ada apa?” Itu suara Kyuhyun. “Apa aku bisa pada Jungsoo?” Kataku padanya, “Mianhae noona, bukannya aku tak mau meberikannya. Tapi sepertinya Jungsoo hyung sedang tidak bisa diganggu. Sepertinya dia sedang ada masalah.” Jawab Kyu panjang lebar, aku mengerti betawa kecewa Jungsoo kepadaku. “Kenapa handphonenya ada dikamu kyu?” Kataku yang memang bingung, “Tadi Jungsoo hyung membuangnya ketempat sampah . Ini saja, baru aku ambil,” Aku lemas. Aku menutup teleponnya. Aku ingin menangis sejadi-jadinya. Aku ingin menjadi orang yang pertama mengucapkan selamat ulang tahun untuknya.

~

Pagi ini aku tidak berangkat ke kantor. Aku ingin membeli sweater yang ada di toko itu. Aku mengingat bahwa uang bulanan yang orang tuaku kirim masih ada sisa sedikit. Dan syukurlah cukup untuk membeli sweater itu. “Ahjussi, swaeter yang kemarin ada di etalase kok sudah tidak ada yah?” Kataku pada seorang paman yang mempunyai toko itu. “Mianhae, sweater itu baru saja terbeli kemarin malam.” Katanya tampak menyesal, “Apa tak ada stock lagi ahjussi? yang sama persis dengan itu?”. “Kalau sweater masih ada. Namun untuk yang sama seperti yang di etalase sudah tidak ada. Sweater itu memang jarang ada. Mau lihat sweater yang lain?” Kata paman itu, aku hanya menggeleng. Aku keluar dari toko itu, aku mencoba untuk tidak menangis. Namun gagal, aku sangat sedih. Sudah susah payah aku menabung dan ingin membelikannya sweater, ternyata sweater itu sudah dibeli orang. Dan lebih buruknya lagi, kini Jungsoo membenciku…

Neo gateun saram tto eopseo juwireul

dureobwado geujeo georeohdeongeol

eodiseo channi…

“Yoboseo?” aku menjawab telepon yang masuk. Namun aku tidak mengenal Idnya, “Seuncha, ini aku Jungsoo. Bisa bertemu ditaman dekat kantormu?”. “Ne oppa, aku kesana.” Aku menutup telepon darinya, aku sempat melihat nomer yang tertera didisplay handphoneku, sepertinya dia menelepon dari telepon umum dekat taman…

Aku melihat Jungsoo sedang duduk salah satu bangku ditaman itu. Aku kini berada disebelahnya, “Saengil Cukhae Hamnida oppa,” Kataku ketika sudah duduk disampingnya. Dia begitu sadar dengan kehadiranku langsung menengok kearahku dan tersenyum padaku. “Gomapta Seuncha…” Aku merasa dia berubah, apa karena kejadian kemarin? aku tidak tahu, “Mian Seuncha, jika aku bertanya hal ini…” Dia menarik nafas dan kemudian kembali bertanya,

“Apa gajimu sebagai pegawai kurang mencukupi kebutuhanmu?” Aku kaget ketika jungsoo bertanya hal ini. Aku hanya menggeleng, “Lalu mengapa kau melakukan pekerjaan ditempat murahan seperti itu?!” Katanya lagi, namun kini suaranya mulai meninggi. “A…aku ingin memberi hadiah padamu oppa… Aku berkerja sambilan disebuah toko kue awalnya, namun aku dikeluarkan. Dan aku hanya mendapat tempat itu untuk menjadi tempat kerjaku oppa… Itu bukan pilihan…” Aku tak dapat menahan tangis lagi kini. Jungsoo memelukku tak percaya. Pelukannya makin membuat aku merasa bersalah padanya. “Mianhae oppa… Namun saat aku ingin membeli hadiah itu, ternyata sudah ada yang membelinya lebih dulu. Aku tak bisa memberimu apa-apa kini…” Aku mempererat pelukanku. “Gwaechana… Aku lebih senang mengetahui apa yang kini dirasakan yeoja chinguku daripada mendapat kado paling mahal apapun.” Aku tersenyum, merasa beruntung mempunyai namja chingu seperti jungsoo.

“Dari mana kau bisa tahu aku ada di tempat itu oppa?”Tanyaku padanya, “Aku melihatmu memasuki tempat aneh itu, dan aku putuskan untuk mengikutimu. Tapi anehnya ketika kau masuk ke salah satu ruangan karaoke itu, kau tidak keluar-keluar. Aku akhirnya mencoba menerobos masuk. hahaha” Dia tertawa, aku tak percaya dia masih bisa tertawa saat menceritakan hal seperti itu. Yaaaa, tapi itu lebih baik ketimbang dia marah padaku.

“Lihat apa yang aku temukan jagi…” Katanya sambil membuka bungkusan yang terdapat sebuah baju didalamnya. Ah, ani~ sweater?! “Ini aku temukan di toko baju dekat stasiun sana. Sama persis dengan milikku…” Sweater di toko ahjussi itu… “Wae?” Jungsoo bingung melihat aku yang hanya terdiam melihatnya, “Ani oppa~” Aku tersenyum. “Ini untukmu…” Dia memberikan sweater itu padaku. “Mwo? Bukannya kau sedang kesal karena sweatermu dirusak oleh dongsaengmu itu? Mengapa saat kau mendapatkan barang yang sama, kau memberikannya padaku?” Jungsoo hanya tersenyum melihat pertanyaanku, kemudian dia mengambil sesuatu dari kantung yang sama. “Lihat? Sudah seperti sedia kala…” Dia membuka lipatan sweaternya. Ya… Memang benar, sweaternya menjadi seperti sedia kala. Warna lunturan yang terdapat pada bawah sweater menghilang… “Kok bisa oppa?” Aku mengambil sweaternya, melihatnya dengan seksama. “Kok bisa hilang yah?” Kataku, “Molla~ aku hanya mengadukan perilaku Kyuhyun pada yeoja chingunya Minrin, dan ternyata itu ampuh membuatnya menjadi bertanggung jawab. khkhkh~” Dia tertawa, dan mengambil sweater miliknya yang tadi berada ditanganku. Dia memakainya. “Kau juga pakailah.” Aku memakai sweater darinya. “Mian oppa~”. “Untuk?” dia terlihat bingung, “Dihari bahagiamu aku tidak memberimu kado, malah kau yang memberiku kado,” Dia malah hanya tersenyum dan merangkulku, “gwaechana… Saranghae Seuncha..”, “Naddo saranghae oppa~” Aku tersenyum menatapnya. Yaa~ Aku memang tidak salah memilihnya menjadi namja chinguku…

NB: *bowing* Terimakasih sudah membaca FF saya special ulang tahun Leeteuk. Dipersembahkan untuk leader kita yang paling sabar dan paling baik ini (: Mian buat @ winhaeho kalo ff saya jelek, dan mian juga buat reader lain yang ngerasa ff ini bener2 ga nyambung hehe. Soalnya jujur aja, ff ini tiba-tiba banget melintas diotak, gara2 author lagi baca komik hehe sekali lagi, gamsahamnida~ *bowing 90 degrees*

5 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s