FF: Super Junior FullHouse ‘part7’

Standar

*Min Rin POV*

Aigoo~ Apa yang difikirkan oleh kyu oppa? Siwon oppa namja chinguku? “Bukan? Lalu, kalau boleh aku tahu, dia siapamu?” Kyu oppa bertanya terlihat malu, “Ha… Dia bukan siapa-siapaku… Dia sudah seperti oppa untukku…” Aku menjelaskan padanya, dia hanya mengangguk dan tersenyum. “Aku masuk duluan Min-ah. Ajaklah Siwon hyung masuk, jangan sampai dia sakit saat dia besok syuting…” Kyu oppa tersenyum kembali dan kemudian berbalik pergi, aku menghampiri Siwon oppa yang sedang duduk menungguku dan Kyuhyun tadi berbicara. “Oppa, ayo kita masuk.” Aku mengajak Siwon oppa untuk masuk, dia menggandeng tanganku. Aku sebenarnya ingin melepasnya namun aku tak enak. Siwon mengantarku hingga kedepan kamar kamarku, di dalam kamarku aku melihat YoonMi yang sepertinya tadi memperhatikan aku dan Siwon. Aku menjadi tidak enak padanya dan langsung berbaring di tempat tidurku. Sebelumnya aku mengambil ponselku untuk mengecek jam berapa sekarang. Jam 4? Jinjja? Pantas saja aku merasa mengantuk.

~~~

Kami berangkat bersama, dan hari ini kami syuting untuk yang terakhir kalinya. Berat sebenarnya rasanya, namun bagaimanapun aku harus tetap mengikutinya. Setelah sarapan Siwon pergi untuk syuting dramanya. Kamipun melaksanakan syuting kami di pantai dekat penginapan. Aku menyukai pantai, suara desiran ombak yang menyapu pasir membuat pikiranku tenang. Syuting sedang break aku dan yoonMi sedang melihat toko-toko souvenir disekitar pantai. Namun tiba-tiba Sungmin oppa menarik tanganku dan YoonMi membawaku ke tempat kru berkumpul. Aku melihat para Kru dan member yang terlihat pucat. “Wae?” Aku bertanya pada Yesung oppa, “Siwon, dia kecelakaan saat perjalanan dari dorm menuju lokasi syuting. Mobilnya menabrak mobil didepannya dan kini dia ada dirumah sakit.” Yesung oppa menjelaskannya padaku. Aku melihat semuanya, mereka terlihat sangat sedih, terutama Leeteuk oppa. Tatapannya kosong “Ya! mengapa kalian masih tetap disini? mengapa kita tidak ke rumah sakit?” Kataku, namun salah sati dari kru berkata “Tak bisa Min-ah, syuting kita belum selesai. Dan kita baru bisa kembali esok pagi… Aku mencoba tidak menangis mendengarnya, namun tidak bisa. Aku memeluk YoonMi, diapun menangis. Para member langsung menghampiri kami dan mencoba menenangkan kami. YoonMi melepaskan pelukanku dan memberi usul, “Bagaimana denganku? Aku kan tidak mengikuti syutingnya, apa aku bisa pergi?” Semua kru mengangguk setuju, salah seorang dari mereka akan mengantarkan YoonMi kebandara untuk mengurus ticketnya. Seberlum yoonMi pergi aku sempat memberi pesan padanya “YoonMi-ah berikan kami kabar. Ara?” YoonMi hanya mengangguk dan bergegas pergi ke penginapan untuk membereskan pakaiannya.

“Apa kita bisa mulai syuting sekarang?” Kata Leeteuk oppa sambil bangkit dari duduknya, semuanya langsung menatapnya “Ayo kita selesaikan ini secepatnya dan kita pergi menjenguk Siwon.” Leeteuk oppa mencoba tersenyum untuk membangkitkan semangat semuanya. namun aku bisa melihat kematanya, bahwa dialah orang yang paling memikirkan Siwon saat ini. Semuanya kembali melanjutkan syuting. Semua berusaha untuk tetap tersenyum dan syuting seperti tidak ada hal yang terjadi. Syuting kami yang terakhir selesai. Kami kembali ke penginapan, aku melihat ponselku ternyata sudah jam sembilan malam aku mencoba menelepon YoonMi “YoonMi-ah, bagaimana keadaan Siwon oppa?”. “Dia belum sadar Min-ah. Aku kini berada disampingnya.” Jawab YoonMi, suaranya sedikit berbisik. “Berikan aku kabar secepatnya jika terjadi sesuatu…” ucapku padanya, YoonMi hanya mengiyakan dan menutup teleponnya. Aku keluar penginapan untuk mencari udara segar. Aku mencemaskan Siwon oppa disana. Aku mengingat kemarin aku ditaman ini bersama Siwon oppa. Tapi, sekarang dia ada dirumah sakit. Aku mengingat senyumnya untukku yang selalu ia beri untu membuatku semangat. Aku kembali menangis. “Min-ah, sudahlah… Siwon mempunyai badan yang kuat. Aku yakin dia bisa sehat dengan cepat.” Suara Kyuhyun tiba-tiba, dia sudah duduk disebelahku, Aku menyeka air mataku, dan kemudian mencoba untuk tersenyum “Kau benar oppa… Yasudah, aku mau masuk dulu oppa.” Aku menghela nafas dan bangkit dari dudukku. “Min-ah, keberatan jika kau menemaniku disini?” Tiba-tiba Kyuhyun menahan tanganku, akupun kembali duduk disebalahnya.

*End Of MinRin POV*

*Siwon POV*

Aku merasa sudah sadar. Badanku lemas sekali rasanya, aku mencoba membuka mataku. Samar-samar aku melihat caraya dari ruangan yang aku tempati. Aku yakin aku dirumah sakit. Aku menengok ke kananku, aku melihat yoonMi sedang tidur dikursi bersender pada dinding. Aku tersenyum, aku memandangnya lekat-lekat. Aku dapat melihat kehangatan dan ketulusannya menungguku. Namun ketika aku sedang memandangnya tiba-tiba ia terbangun, dia yang melihatku yang sudah sadar langsung panik, “Oppa. kau sudah sadar? Apa kepalamu masih sakit? Mau kupanggilkan dokter? Apa yang kau butuhkan? Kau lapar? Atau….” Aku menggenggam tangannya menyuruhnya untuk diam, “Aniyo~ Aku tak butuh apa-apa. Sudahlah…” Aku tersenyum, diapun kembali tenang. Dia hanya menunduk, “Sebenarnya, apa yang terjadi oppa? Kenapa kau bisa sampai seperti ini?” Dia bertanya tentang mengapa aku bisa sampai kecelakaan. Aku mencoba memejamkan mataku dan mengingatnya,

*Flashback*

chilnyeoneul mannatjyo
amudo uriga ireoke
swipge ibyeolhal jureun mollatjyo
geuraedo urineun heeojyeo beoryeotjyo

Suara Kyuhyun mengalun ketika aku menyalakan radio mobilku. Aku kembali mengingat kejadian semalam. ‘Andai aku bisa membuat Kyuhyun cemburu padaku, aku rasa dia tidak akan mendekati MinRin lagi. Harusnya itu yang kulakukan semalam…’ Batinku, aku mengambil ponselku dan melihat fotoku bersama MinRin memakai baju pengantin. Aku tersenyum, aku alihkan pandanganku kembali ke jalan. Tiba-tiba aku melihat mobil didepanku berhenti mendadak, dan aku yang telat menyadarinya mencoba untuk tetap menginjak remnya, namun aku terlambat. mobilku menabrak mobil didepanku. Aku merasa kepalaku membentur stir kemudian aku tidak menyadari apa-apa…

*End of Flashback*

“Ya… Oppa, apa kau tidur?” YoonMi membisikan ke kupingku. Aku menggelengkan kepala dan membuka mataku. Aku menceritakan apa yang aku alami kemarin, namun tidakmenceritakan apa yang membuatku menjadi lengah.”Yaaah.. Mungkin kecelakaan ini sebuah karma…” Aku menghela nafas dan tertawa. YoonMi hanya tersenyum sedikit dan kemudian bertanya,
”Oppa, aku ingin bertanya. Mian kalau ini mengusikmu…” izin YoonMi, aku hanya mengangguk memberi tanda bahwa aku mengizinkan. “Apa kau menyukai MinRin?” Katanya sambil menunduk, aku tak tahu apa yang harus kukatakan. “Mianhae oppa… Saranghaeyo..” Aku makin kaget dengan pernyataan Yoonmi. Kami hanya diam, tak ada suara dariku maupun YoonMi.

“Kau tahukan YoonMi, bahwa aku menyukai MinRin… Tapi MinRin tidak menyukaiku…” Ucapku memecahkan keheningan. YoonMi langsung menatapku, “Mianhae YoonMi, aku beumbisa menerimamu sekarang. Maukah kau menunggu?” Aku menggenggam tangan YoonMi, dia kembali menunduk dan aku merasa air matanya jatuh ke tanganku. “YoonMi? Gwaechana?” Tanyaku khawatir, YoonMi menggeleng kemudian menyeka air matanya, “Gwaechana oppa… Aku tahu perasaanku ii yang begitu cepat timbul. Aku minta maaf jika pengakuanmu membuatku susah…” ucapnya panjang lebar. Aku hanya tersenyum, aku bisa melihat ketulusan dari cinta YoonMi. Ya Tuhan, semoga aku bisa membalas cinta YoonMi kelak…

*End of Siwon POV*

*Kyuhyun POV*

Aku berada dihalaman penginapan berdua dengan Min Rin. Aku menahannya tadi untuk menemaniku disini. Sesungguhnya aku ingin menyatakan peraaanku padanya sekarang. Namun aku bingung bagaimana memulainya,
“Min-ah…” Aku memecahkan keheningan, Minrin menengok kearahku “Wae?” ucapnya singkat. “Apa kau mau bertanding games denganku?” Ucapku tiba-tiba, loh? Kok jadi games? (-___-“) “Mwo? Boleh, boleh, aku mau lihat seberapa hebatnya si gameKyu…” Ucapnya semangat, yasudahlah… “Kalau kalah bagaimana?” kataku, dia berfikir sejenak, “Aku akan memasakan ramen untukmu malam ini,” Katanya pasrah, “Baiklah, lebih baik kau buatkan ramennya sekarang.” minRin hanya tersenyum kecut, dan aku mengeluarkan evil smileku, dan aku bermain duluan.

~~

“Hoaaaaaahm… Oppa, Kau belum juga kalah?” ucap MinRin sambil menguap. “Belum, sepertinya masih lama, memang kenapa?” Aku terus focus pada layar gameboy ku. “Ya…. Kau begitu ahli! Aku mana bisa menang darimu!”. “Haah, belum main saja sudah menyerah…!”.
“Yoboseo…” MinRin menerima telepon. ku terus fokus pada gameku, namun kupingku mencoba untuk mendengarkan perbincangan MinRin, “Mwo? Siwon oppa sudah sadar? Sekarang bagaimana keadaannya?” MinRin sepertinya berbicara pada YoonMi-ssi. “Syukurlah, YoonMi jagalah dia… Ara? tunggu kami besok… Annyeong” MinRin memutuskan telponnya. Aku membatin, “Sebegitu perdulinyakah MinRin dengan Siwon hyung?” Aku terus merenung, “Oppa! Kau sudah kalah!!” tiba-tiba MinRin menyadarkanku, “Scoremu 25768???? jinjja? bagaimana bisa? aigooo~ Aku harus menang!!” MinRin tampak begitu semangat, aku hanya tersenyum melihatnya.

~~

“Ya! Min-ah, kau belum kalah juga?!” aigooo~ dia jago juga rupanya… “sssst! nanti konsentrasiku berkurang oppa!!” dia tidak memalingkan pandangannya dari layar dan menyuruhku diam, aku memanyunkan bibirku sebal. Aku punya ide, aku mencium pipinya “Oppa! apa yang kau lakukan?!” Akhirnya dia melepaskan pandangannya dari gameboyku, akhirnya aku bisa melihat wajahnya menatapku lagi, “Saranghaeyo MinRin-ah…” Aku memandangnya lekat-lekat… Minrin terlihat malu dan hanya menunduk, “Yeay! Min-ah, kau sudah kalah! berapa scoremu?” Kataku ketika aku melihat layar gameboyku bertuliskan kata ‘GAME OVER’. Minrin langsung melihat kearah layar. “yaa! Kau curang oppa! Scoreku 24635,” Minrin terlihat kesal. “Ani~ pokoknya sekarang buat kan aku ramen!” Aku tersenyum senang, “nee~ arasseo!” MinRin bangkit dari duduknya dan berjalan ke pintu, “Min-ah, aku serius untuk hal yang tadi.” Kataku yang membuat Minrin sempat tertahan dan kemudian berjalan kembali ke dalam.

~~

“Ini,” MinRin kembali sambil membawa panci berisi ramen porsi 2 orang. “Kemana hyung yang lain? Apa pada tidak tahu kau membuat Ramen?” Kataku yang memang sedikit janggal dengan kesunyian ini, “Molla.. tapi aku rasa semua member ada dikamarnya masing-masing…” Katanya dan langsung menyiapkan sumpitnya, “Selamat makan…!” Katanya sambil makan ramennya duluan, aku tersenyum melihatnya, “MinRin, apa jawabanmu?” MinRin menatapku bingung dan bertanya, “Jawaban apa oppa?” Aku mendengus kesal, sepertinya yeoja ini tidak serius mendengarkan pernyataan cintaku (-___-) “Saranghaeyo Min-ah…” Ucapku terbata-bata, minrin yang mendengarnya tidak melanjutkan makannya. “Jeongmal?” Jawabnya, “ya MinRin-ah, aku bukan tipe pria yang bisa mengungkapkan perasaanku dengan romantis!” Aku kembali menyumpitkan *Author ngasal aja dah bahasanya* ramennya dan memasukannya kemulutku. “Naddo saranghae oppa…” Ucap Minrin tiba-tiba, aku menatapnya “Jadi? Apa kau sekarang yeoja chinguku?” Tanyaku padanya, “Belum oppa… Kau harus memintaku dulu, baru aku menjawabnya.” Dia terlihat gemas, “Ya Min-ah maklum saja, pacarku satu-satunya hanya gameconsole yang selalu kubawa setiap aku pergi…” Dia tertawa, “Lanjutkan oppa! Atau aku takan pernah menjawab iya!” MinRin mengancamku sambil kembali memakan ramennya. “Maukah kau menjadi yeoja chinguku min-ah?” Tangan kiriku menggenggam tangan kirinya. “Ne~ Aku mau…” Jawab Minrin sambil tersenyum…

plok plok plok plok
suara tepuk tangan tiba-tiba mucul dari dalam penginapan, kami melihat kedalam, aku melihat semua member dan para Kru menyoraki kami. “Yaaa oppa, darimana mereka mendengar percakapan kita?” minrin terlihat bingung melihat para member dan kru mengetahuinya, tiba-tiba dari dalam penginapan sesosok orang yang tidak asing keluar, aku mencoba mengingatnya, “Appa?!” Minrin melonjak kaget dengan kedatangan appanya kesini. Jankkaman~ APPA?! “Appa? Ahjussi itu appamu jagi?” Aku bertanya padanya, dia hanya mengangguk. Ahjussi itu berjalan kemari, Minrin menghampirinya dan memeluknya. “Bogoshipo appa,” ucap Minrin, appanya hanya mengangguk. kemudian dia melepaskan pelukan putrinya itu dan menghampiriku, “Jagalah dia Kyu, aku percaya padamu.” ucapnya berbisik, beliau kemudian memelukku dan kembali menghampiri putrinya. Dia mengucapkan bahasa indonesia, aku tidak mengerti. Tapi aku melihat Minrin begitu malu dengan kata-kata appanya.

*End of Kyuhyun POV*

*MinRin POV*

“Appa?!” Ucapku begitu saja ketika melihat appaku keluar dari penginapan, aku sungguh tak menyangka dia datang kesini. “Appa? Ahjussi itu appamu jagi?” MinRin bertanya padaku, aku hanya mengangguk. Aku menghampiri appaku dan memeluknya. “Bogoshipo appa.” Ucapku, dia hanya mengangguk dan kemudian melepaskan pelukanku. Dia menghampiri Kyuhyun, wae? Appa memeluk Kyuhyun dan membisikan sesuatu. Kyuhyun hanya mengangguk dan appa kembali ke arahku. “kau tahu MinRin? kalau appa memang menginginkanmu bersama kyuhyun…” ucap appa dengan bahasa Indonesia lancar, “Indonesian appa? apa maksutmu dengan memang menginginkanku bersamanya?” jawabku dengan bahasa indonesia, aku sebenarnya sedikit heran dengan bahasa indonesia appa ku yang lancar, “Appa masih bisa bahasa Indonesia nak… Kau ingat diarimu yang berbahasa Indonesia itu? Tak sengaja appa membacanya,” Jawab appa, aku terkejut, aku mengingat kembali isi diariku itu, tapi aku tak bisa mengingat semua (-__-“) “Halaman mana yang appa baca?” Aku menunjukan muka kesalku, tentu saja aku tak mengira ternyata appaku mengerti isi diariku… “Hanya halaman pertama… Yang kau bilang kau ingin bertemu dengannya.. khkhkh” Yaaa! Appa tertawa, aku sebenarnya kesal campur senang. Tapi karena appaku itu, aku jadi bisa bertemu dengan Kyuhyun lagi. “Saranghae appa. jeongmal gomawo…” Kataku sambil kembali memeluk appaku, appa melepas pelukanku dan mengajakku dan Kyuhyun masuk. “Cieeeee… Ada pasangan baru ternyata disini…” Eunhyuk oppa menggodaku, seperti biasa dialah orang yang paling senang menggodaku, aku hanya tersenyum mendengarnya, Kyuhyun pun cuek, dia memainkan gamebonya dan masuk ke kamarnya.

*End Of Min Rin POV*

Pagi hari setelah sarapan mereka pulang ke Seoul untuk menjenguk Siwon yang masih berada dirumah sakit. “Siwon… Bagaimana keadaanmu?” Kata leeteuk ketika mereka baru masuk kedalam kamar. “Baik hyung… Hanya luka sedikit seperti ini…” Jawab Siwon sambil menunjuk kepalanya yang diperban. “Siwon! Kau tahu? Kita punya pasangan baru disini!!” Kata Eunhyun menggoda Minrin dan Kyuhyun yang sedang berdiri bersebelahan, Minrin menatap Siwon dengan tatapan sedih, Siwon hanya tersenyum, “Jinjja? Cukhae Kyuhyun, akhirnya aku meihatmu mempunyai pacar selain game console mu itu! Hahaha” Kata Siwon mencoba tertawa, semua yang ada diruangan itu tertawa. MinRin hanya tersenyum tipis dan menunduk. YoonMi mengambil ponselnya kemudian memberi pesan pendek pada Siwon,

To: Siwon oppa
Oppa gwaechana?

From: Siwon oppa
Gwaechana YoonMi-ah….

Siwon menatap YoonMi dan tersenyum memberi tanda bahwa dia tidak apa-apa. “Semua, apa boleh aku berbica sebentar pada Siwon oppa?” Ucap MinRin tiba-tiba, semua yang berada di ruangan itu meninggalkan mereka berdua,

*Siwon POV*

“gwaechana oppa?” Kata MinRin mendekatiku, aku tersenyum “Gwaechana Min-ah… Cukhae..” minRin tidak menjawab dan kini duduk disebelahku. “Mianhae oppa,” Katanya kemudian menangis, aku menggenggam tangannya, “gwaechana Min-ah. Hey… jangan menangis, kau ini gadis berumur 20tahun.” Dia menegakan kepalanya dan menatapku, “Ne oppa arrasseo.” Dia menghapus air mata dan mengambil tissue dimeja sebelahku. “Bagaimana kau dengan YoonMi-ah?” Katanya tiba-tiba, kini aku yang menunduk, “Aku fikir aku akan bisa mencintainya, tapi tak tahu kapan…” Minrin menggenggam tanganku makin erat, “YoonMi gadis yang baik oppa, aku yakin dia lebih baik dariku,” Aku memandang wajahnya tersenyum dan mengangguk, “Ya Min-ah, panggil semuanya masuk kembali, aku ingin bersama mereka…” Minrin keluar dan memanggil yang lain untuk masuk,

*End of Siwon POV*

2 Tahun kemudian…

*Min Rin POV*

“Ya! Oppa!! Kau ini kenapa? Bisa kesiangan dihari pernikahan kita?”, Kataku pada orang diseberang sana,
“Mian Min-ah, semalam aku tidak bisa tidur karena main game. Tunggu aku yah..” Katanya dengan nada penyesalan,
“Nikahi saja game consolemu itu!” Kataku dan kemudian menutup teleponnya. Bagaimana bisa sehari sebelum kita menikah dia masih bermain game dan telat diupacara pernikahannya?
“Waeyo Min-ah?” Ucap seseorang memasuki ruang gantiku,
“Aniyo YoonMi, hanya saja Kyu sepertinya akan telat,” Aku mendengus sebal, dia hanya tertawa
“Bagaimana percintaanmu dengan Siwon oppa?” Lanjutku lagi dan menggodanya,
“Yaah, dia sepertinya akan mengikuti jejak kalian berdua. Dia baru saja melamarku semalam…” Jawabnya terlihat senang, aku memeluknya, aku bersyukur Siwon oppa dan YoonMi bisa bersama,
“Jagiya,” Ucap seorang laki-laki memasuki ruangan ini lagi, Aku langsung menunduk,
“Oppa! kenapa kau kesini? Minrin kan tidak boleh dilihat oleh laki-laki sebelum dia memasuki altar!” Cerca YoonMi, dia bangkit dan mendorong Siwon keluar dari ruangan ini,
“Min-ah, Kyu sudah ada di altar, appamu sudah mau kesini menjemputmu, kau siap-siaplah…” ucap Siwon oppa panjang lebar sebelum didorong paksa oleh YoonMi,
“Gomawo Oppa…” Aku langsung mematut-matut kembali diriku. Aku terlihat cantik dengan gaun pengantin berwarna biru, aneh memang, tapi warna biru sapphiere yang ada di gaun ini sangat indah…

“Min-ah ayoo…” Appaku datang kemudian merangkul tanganku. Dia membawaku ke altar untuk menemui Kyu di ujung sana. Kyuhyun terlihat rapih dengan Jas hitamnya dan dasi yang senada dengan gaunku. Aku kini sudah berada disamping Kyuhyun. Dia memberikan tangannya, aku menyambutnya dan tersenyum padanya. Dia mengucapkan sumpah setia dihadapan pastur, dan memakaikan aku sebuah cincin, begitu juga denganku. Setelah ini, Kyuhyun akan menciumku, ani~ aku tidak bisa. (>//<)

Kyuhyun menciumku. Namun bukan dibibir. Dia mencium keningku penuh sayang dan kemudian melepaskannya. Dia tersenyum “Saranghae Cho MinRin,” Aku tersenyum senang, aku sadar kini margaku telah berubah, “Naddo Saranghae Cho kyuhyun.” Jawabku penuh senyum.

-The End-

N.B: Annyeong haseyo^^ Akhirnya fullhouse tamat deh hehe… Makasih udah setia baca… Makasih juga buat kritikannya. Mudah-mudahan endingnya ga mengecewakan :) jeongmal gomawo buat reader ^^ *bowing* sampai bertemu di ff saya selnjutny ehhe *author ngasal*

8 responses »

    • haha Sip sip😀 gatau gw, paling gue bikin oneshoot sekarang mah. kalo bikin part2 takut kaya FH lama wakakak . eh tp gw gtau jg deh wkwk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s