Twinnie

Standar

Cast:
@Aurikapraninta as Han SunHee
Heechul Super Junior as Kim Heechul
Kyuhyun Super Junior as Hisself
Fasya Fatina as Pak Min Rin

By Fasya Fatina

“SunHee… Kau belum siap juga?!” Kata seorang namja di ujung telpon sana. “jankkaman! Sudah, kau datang saja dulu kesini. Begitu kau datang, aku sudah siap!” Kataku pada namja itu, “Oh.. Saudarimu ikut bersama kita?” Katanya, “Ani~ Dia sudah berangkat dari tadi,” Kataku sambil memasang dasi sekolahku, “Kau cobalah seperti dia, kau kan juga perempuan harusnya…” Belum selesai ia berbicara sudah aku tutup telponnya. Aku benci ketika aku dibanding-bandingkan…

Aku lupa memperkenalkan diri. Aku Han Sun Hee, anak kelas Dua di salah satu SMA di kota Seoul. Tadi yang menelponku adalah Heechul, tetanggaku sekaligus sahabatku dari kecil. Heechul selalu menjemput kami untuk berangkat sekolah bersama. Kami? Ya… Aku mempunyai saudara kembar identik, dia bernama Han Hye Na. Kepribadian kami sedikit bertolak belakang, Hyena orangnya lembut, aku terlalu santai. Namun, aku begitu kompak dan dekat dengannya, kami sering sekali bertukar dir. Dan tak pernah ada orang yang menyadarinya, bahkan Eomma dan Appa.

“Kenapa kau menutup telefonku?” Kata Heechul ketika aku membuka pintu untuknya. “Aku buru-buru. Ayo cepat! Nanti kita benar2 terlambat sekolah…” Kataku menutup pintu dan langsung berjalan meninggalkan Heechul. “Yak! Kau fikir ini salah siapa?” Katanya sambil menyusul langkahku, kini dia sudah berada disebelahku. Aku terus berjalan dan tidak menggubris kata-katanya barusan.

Kami sampai sekolah tepat waktu. Aku duduk di tempat duduk yang biasa aku duduki. Sahabatku MinRin langsung menanyaiku, “Telat lagi? Untung masih keburu… Ji hwa songsaenimkan galak..” Aku hanya mengangguk dan mengatur nafasku. Aku dan heechul berlari menuju kelas. Untungnya tak ada songsaenim yang melihat kita berlari dikoridor, kalau tidak habislah kami (-__-“) Aku melihat Hye Na sudah duduk dengan manis di kursinya. Ya… Kami memang berbeda.,

~~~

Bell sekolah berbunyi, akhirnya jam istirahat juga… “Min-ah, aku mau kekantin, apa kau mau ikut?” Kataku pada MinRin sambil memasukan bukuku kedalam tas, “Minhae Sun-ah, aku ada janji dengan orang lain..” Katanya sambil mengatupkan kedua tangannya didepan mukanya, “Gwaechana, memangnya kau ingin bertemu dengan siapa?” Kataku penasaran sambil menggodanya, dia terlihat malu dan tidak menjawab, “Min-ah!!” Seorang namja memanggil Minrin dari luar kelas, aku melihatnya, “Mwo? Kyuhyun Sunbaenim?” Kataku terkejut, MinRin hanya tersenyum, “Aku duluan Sunhee…” Katanya seraya meninggalkanku. Aku kini mendatangi kembaranku,

“Hyenaaa… Ayo temani aku ke kantin… Aku sudah lapar…” Kataku menarik manja tangannya. “Oh iya, aku lupa Sun-ah, tadi aku juga membuatkanmu bekal,” Katanya sambil mengambil makanan dari dalam tasnya. “Weeew, Neomu kamsa saudariku sayang..” Aku mengecup pipinya “Yak! Dasar Sunhee!” Omelnya, aku hanya tersenyum kemudian kembali ke tempat dudukku. Aku membuka kotak bekalnya, ada telur dadar, daging tumis, dan potongan wortel berserta mayonaise di atasnya. Aku yang sudah lapar ini langsung memakannya. “Hyenaaa..” Kataku berteriak, tapi aku tidak menemukannya dibangkunya, ‘ah mungkin dia sedang keluar,’ pikirku dan kembali memakan bekalnya.

Disela-sela aku makan, sesekali aku menatap jendela yang langsung menampakan taman sekolah kami. Disana ada bunga-bunga yang ditanam oleh para murid dalam pelajaran tata lingkungan. Ditengah-tengah tanaman itu aku melihat ada Hyena dan Heechul. Mwo? ‘Sedang apa mereka?’ kataku dalam hati, aku terus memperhatikan mereka dan sedikit lupa dengan makananku yang tinggal sedikit lagi habis. Aku merasa hatiku menjadi berdebar entah mengapa, otakkupun terus memikirkan apa yang mereka lakukan disana, “Kau cemburu yaaaah?” Seseorang mencolek pipiku, aku menoleh ke arahnya, ternyata Min-ah, “Cemburu kenapa?” Kataku, “Itu…” Katanya sambil menunjuk Heechul dan Hyena. Aku menggeleng, Min-ah langsung tersenyum menggoda, aku kembali makan. “Apa hubunganmu dengan Kyuhyun sunbae? Kini kau menyukai Sunbaenim?” Kataku mengalihkan pembicaraan, “Heeem, aku takkan berbohong padamu.” Aku langsung menatapnya, menandakan aku benar-benar ingin tahu jawabannya, “Dia namja chinguku sekarang. Kau sendiri… kapan kau yang mempunyai namja chingu hah?” Katanya yang awalnya malu-malu namun kini kembali menggodaku. Haiish dasar MinRin…

~~~

“terima kasih Hyena..” Kataku saat pulang bersamanya, dia tampak berbeda. Aku lihat mukanya sangat ceria dan terlihat sangat senang. “Hyena, kenapa kau hari ini? Kau tampak begitu senang… Bagikanlah padaku perasaan senangmu…” Muka Hyena malah makin bersemu merah, membuatku makin penasaran. “Heechul… Dia bilang menyukaiku…” Katanya sambil tersenyum. Aku terdiam awalnya, aku merasa dadaku sesak sehingga tidak bisa mengucapkan apa-apa padanya. “SunHee? Wae?” Katanya menatap wajahku, aku langsung menarik nafas, “Ani~ Cukhae Hyena… Terus kini kau berpacaran dengannya?” Kataku, dia mengangguk, aku langsung tersenyum padanya.

“terus kau hanya tersenyum pastinya…?” Kata MinRin diseberang sana terdengar kesal ketika aku menceritakan hal tadi “Ne~ memang kenapa?” Jawabku, dia hanya menghela nafas mendengarnya, “Aku tanya, jawab yang jujur… Apa kau merasa sesak ketika mendengarnya?”Tanyanya, aku berfikir sejenak, memang ketika aku mendengarnya dadaku sesak sekali rasanya, “Ne, aku terlalu kaget mendengarnya.”. “Itu bukan kaget Sunhee sayang… Itu cemburu.. Kau menyukai Heechul…” Kata minRin terdengar gemas. Aku menyerngit ketika mendengar kalimat terakhirnya. “Yak?! Menyukai? mana Mungkin… Kau ngaco saja Min-ah…” Kataku, dan lagi-lagi dia menghela nafas. “percaya padaku! Kau itu menyukainya…” Katanya kemudian menutup teleponnya. Aku merenung di tempat tidurku, Aku? Han SunHee? Menyukai seorang kim Heechul? sepertinya tidak mungkin…

“Kau sudah berangkat? Bersama Hyena? Oh, Ara, biar aku sendiri saja…” Kataku kemudian menutup teleponnya. Heechul yang menelepon tadi. Aku berjalan menuju halter bus. Rasanya berbeda, tak ada Heechul disebelahku. Aku jadi diam sepanjang jalan (-__-“)

“Kau sudah sadar belum?” Kata Min-ah tiba-tiba ketika aku baru saja duduk, aku memandangnya heran, “Sadar apanya? Aku telat? Arrasseo… Yang pentingkan songsaenim belum masuk kekelas,” Kataku santai, “Yak! Kau ini!!” minRin terlihat lelah menanggapiku, akhirnya aku dan dia diam karena songsaenimpun sudah masuk kedalam kelas.

Setelah mereka berpacaran. Kini aku jarang bertemu Heechul. Haaaah.. Aku merindukannya… Aku melihat kalender disamping meja belajarku, ‘Ya?! baru saja aku tidak melihatnya 3hati… Kenapa rasanya sangat lama?’ Batinku, aku kembali melihat kalender, tanggal sembilan? Mwo? Besok kan Heechul ulang tahun… Chingu macam apa aku ini? Aku langsung mengambil dompetku dan pergi untuk membelikannya kado. Aku masuk ke sebuat toko yang menjual baju-baju. Aku menatap ke sebuah jaket hitam yang mempunya bodiran berbentuk dua buah cherry berwarna pink dengan tangkainya. Aku tersenyum melihatnya, aku membayangkan Heechul memakainya. Pasti terlihat bagus…

Sepanjang jalan menuju rumah aku berfikir dengan kata-kata MinRin. Apa aku menyukai Heechul? kalau memang iya, kenapa aku tak bisa merasakannya? Atau aku memang belum menyadarinya? Aiiiish, rumit! “Aku pulang…” Aku masuk kedalam rumah dan segera masuk kedalam kamar. Aku membungkus jaket yang tadi kubeli dengan bungkus kado berwarna Pink kesukaannya dan pita berwarna biru. Aku tersenyum puas ketika sudah rapih.

Tok Tok Tok…

Seseorang mengetuk pintu kamarku. Aku langsung menyembunyikan kado itu dikolong tempat tidurku. Pintunya terbuka… Hyena? “Aku boleh masuk?” Katanya, aku mengangguk, kemudian duduk di tempat tidurku. Omo~ Semoda tidak ketahuaan (>w<) “Waeyo?” Kataku kemudian duduk disebelahnya, “Uhuk.. uhuk..” Hyena batuk, dia tak berbicara apapun, aku segera bangun untuk mengambil air di meja belajarku dan memberikannya pada Hyena. “Gomawo Sunhee…” Katanya yang sudah agak tenang, “Apa aku bisa minta tolong?” Katanya, aku hanya mengangguk “Besok heenim ulang tahun… Apa kau bisa menggantikanku?” Katanya tiba-tiba, aku tercekat, “Mwo? Maksudnya aku berpura-pura menjadi kamu, kemudan aku berkencan dengannya?” Dia mengangguk, dan lalu dia kembali batuk-batuk, Aiish aku kasihan melihatnya, “Jebal… Kali ini saja… uhuk! Aku tak ingin mengecewakannya…” Katanya, aku menatapnya iba, “baiklah, tapi seperti biasa…” Kataku namun terpotong oleh kata-katanya, “Aku harus membuatkanmu bekal selama seminggukan? Nee arasseo!” Dia memotong ucapanku, aku tersenyum senang sepertinya dia mengerti…

“Aku rasa kau gila…” ucap minrin diujung telepon ketika aku menceritakan apa yang tadi aku bicarakan dengan Hyena, aku tersenyum kecut mendengarnya, “Aku kasihan padanya…” Kataku, dia hanya berdecak, “Hey Sun-ah… sekarang sudah jam 11.55 kau tidak mau menelepon Heechul?”. “Jinjja? Oke, annyeong~” Aku menutup teleponnya. Aku langsung melihat display handphoneku, Yak! Ternyata benar jam 11.55. Aku menarik nafas, aku gugup. Aku tak tahu kenapa aku gugup. Tapi aku merasa sangat gugup. Sudah pukul 00.00, sekarang sudah tanggal 10 Juli. Aku langsung meneleponnya.

Teleponku begitu lama dia angkat, aku ingin memutuskannya namun suara heechul sudah terdengar, “Yoboseo?” Katanya, nadanya seperti orang mengantuk, aku tidak menjawab, aku berfikir aku mengganggunya, “Ah Sunhee? mianhae aku abru bangun tidur… Wae?” ucapnya lagi, mungkin dia sudah melihat kedisplay handphonenya. “Saengil cukhae Heenim-ah…” Kataku, berusaha seriang mungkin. “mwo? Tumben sekali kau mengucapkannya jam segini? Kau bisa bangun atau kau memang tidak tidur?” Katanya meledekku, “Aiish mianhae, kalau aku mengganggumu…” kataku sedikit kesal, kenapa sih dia tidak bisa serius sedikit? “Gwaechana, aku hanya bercanda… Kenapa kau jadi sesitive sekali sekali sih Sun-ah? oh iya, gomawoyo, kau adalah orang pertama yang mengucapkannya.” Ucapnya, namun kalimat terakhir suaranya merendah seperti tidak begitu suka, “Hem Cheonmaneyo.. Sudah! Aku mau melanjutkan tidurku… Annyeong…” Aku langsung menutup teleponnya. Perasaanku terasa bercampur aduk, kesal, sedih, senang, dan sakit. Aku yakin, Heechul ingin Hyena yang mengucapkannya duluan.

‘Ha! Aku sudah merusak ulang tahunnya… Mianhae Heenim…’ batinku sambil menarik selimutku sampai dadaku. Akku mencoba untuk tidur…

~

“SunHeeeee~~ Banguuunnn….” Seseorang mengguncang-guncangkan tubuhku.” Aku mengintip, ah ternyata itu Hyena. Aku kembali memejamkan mataku. “Sunhee~ Ini sudah jam 10.” Katanya lirih, aku melonjak kaget. “Jam 10?!” Aku bergegas ke kamar mandi. Begitu aku sudah selesai mandi, aku melihat Hyena sudah menyiapkan segalanya. Dia meminjamkanku rok seatas lutut dengan sweater hitam putih horizontal. Setelah aku siap dia menata rambutku agar sama persis dengannya. Aku melihat ke arahnya, kini gayanya sudah seperti aku. Berarti pertukaran kita sempurna… “Mianhae Sunhee, berikan hal baik selama ulang tahunnya. Uhuk…” Dia keluar dari kamarku. Aku langsung menyiapkan kado yang sudah kubungkus kemarin. Aku keluar dari kamar dan berjalan ke ruang tamu, “Yak Hyena…” Kata eomma memanggil Hyena, namun aku terus berjalan ke arah pintu, “Hyena… Kau mau kemana?” Kata eomma memanggil Hyena, aku abru sadar, akalo sekarang aku adalah Hyena. “Aku mau jalan-jalan eomma. Tak akan pulang larut.” Kataku dan memakai sepatuku, eomma hanya mengangguk dan mengizinkan ku keluar.

“Heechul?!” Kataku kaget ketika melihat heechul sudah ada didepan rumah. “Hyena…” Dia menatapku kemudian berjalan ke arahku, “Aku mau langsung saja… Ayo ikut aku!” Heechul menarik tanganku. Dia membawaku ketaman didekat rumahku. kami duduk bersebelahan. “Ini…” Aku memberikan kado yang aku bawa, dia terlihat bingung “Itu dari Sunhee… Dia menitipkannya padaku.” Dia tersenyum ketika menerimanya, aku jadi senang. “katakan padanya terima kasih.” Katanya, aku hanya mengangguk. Aku gugup berada disebelahnya, baru kali ini aku merasakannya ketika aku didekat Heechul. “Saengil Cukhae Heenim…” Kataku, “Jeongmal gomawo…” Dia menggenggam tanganku, “Kita mulai saja yah… Aku gugup sebenarnya…” Kata Heechul, aku sebenarnya bingung apa maksudnya. Namun aku hanya mengiyakan. Dia mengeluarkan sesuatu dari sakunya. Sebuah cincin? “Saranghae…” Katanya kemudian memakaikannya di jari manis tangan kiriku. Aku menangis. Hatiku kini merasa sangat sakit, entah mungkin aku cemburu melihat ini perlakuan Heechul kepada Hyena. Dia kaget melihatku menangis. “Wae? Memangnya segitu mengharukannya?” katanya cengengesan, khasnya. Aku memeluknya. Dia kaget dengan perlakuanku.

“Aku bukan Hyena…” Kataku berbisik, “Hah?!” Suara Heechul terdengar bingung, aku mempererat pelukannya. “Aku SunHee… Mianhae Heechul…” Aku semakin menangis. Heechul kini melepaskan pelukannya. Mukannya kini terlihat merah, aku yakin dia marah padaku. “Syukurlah…” Kata Heechul tak terduga, aku yang kaget langsung menatapnya, “Kata-kata dan perlakuan tadi sebenarnya untukmu Sun-ah.” katanya. Aku tak mengerti, Heechul mukanya masih memerah. “Ya! kau tidak mengerti juga?” Dia menatapku kesal. Sepertinya dia memang mau mengajak aku ribut (-__-) “Bagaimana aku bisa mengerti? Kau tidak pernah menjelaskan!” Suaraku kini meninggi, “Aku ingin menyatakan perasaanku padamu malam ini. Beberapa hari ini aku minta tolong pada kembaranmu untuk membantuku.” Katanya panjang lebar, “Kau tidak berpacaran dengan Hyena?” Tanyaku, “Anio~ Aku hanya menyukaimu,” Kata Heechul kemudian menunduk, “Lalu kenapa kau tidak suka aku jadi yang pertama mengucapkan selamat ulang tahun?” Tanyaku, Heechul mendongak dan kini menatapku, “Siapa yang tidak suka? Aku hanya gugup! Karna aku begitu senang kau menjadi yang pertama mengucapkannya…” Katanya malu-malu. Wajahkupun ikut memerah karenanya, “Saranghaeyo SunHee-ah…” Ucap Heechul tiba-tiba… “hem, mungkin aku juga menyukaimu.” Jawabku polos, “Mwo? kok pake mungkin?” katanya kaget, “Ne~ Naddo Saranghae…” Kataku, kini dia tersenyum, “Cincin itu untukmu…” Katanya sambil menunjuk cincin yang ada di jari manisku. “Masa baru bilang suka, duah kasih cincin sih?” Kataku, Heechul diam, “Itu tanda kalau aku serius babo! Kau tidak mau?” Katanya kesal, “ya maulah… Jeongmal gomawo Heechul-ah” Heechul langsung memelukku. “Saengil Cukhae jagiya…” ucapku malu-malu, aku melihat ada orang yang memperhatikan kita, Mwo?! Hyena?!

“Hyena kemari kau!!” Kataku ketika mengetahui Hyena memperhatikan kami. Dia langsung berjalan kearahku sambil tersenyum senang. Bersama seorang namja? Yaa! Itu HanKyung oppa? “Hyena..! Kau… Nyaris saja rencanaku gagal!!” Kata Heechul ketika Hyena dan HanKyung sudah berada didepan kami, “Mianhae Heenim, aku baru ingat kalau aku ada janji dengan Hankyung hee hee,” Katanya sambil malu-malu, kemudian memelukku, “Cukhae Twinnie…” Katanya berbisik, “Jeongmal gomawo Twin…”

-END-

NB: FF special ulang tahun Heechul. Saengil Cukhae oppa^^ Mian kalau jelek hehe, terus mian juga kalo FF nya lebih menonjolkan romancenya dibandingkan ulang tahun heechulnya. heehe Komen nya yah chingu!

3 responses »

  1. noona, ff protected brother.a bgz.
    .mian komen sini
    .sol.a masok.a cm dsini aj komen q.
    .henry imnida
    .namja elf dr medan
    .19 yo

    lanjot kn donk noona ff P.brother.a lgy.
    gamsae, noona ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s