Hantu ruang bawah tanah (Epilog)

Standar

Cast:
Ryewook

Yesung

Leeteuk

By : Putrisukajerukunyil

*Flash back*

“Ahhh… tidaaak!! Jangan.. jangan..!! Toloooonnng!! Tolooongg!!”

aku terus menerus berteriak mengharap pertolongan dari orang lain, tapi.. nampaknya semua sia-sia saja. Tak segelintir orang yang aku lihat mendengar suaraku, karena keadaan mulutku yang sudah dibekap dengan handuk kecil, dan tangan kakiku yang sudah terikat kencang oleh tali tambang. Aku diseret ke suatu tempat secara paksa tanpa memperdulikan keadaan tubuhku yang begitu berlumuran darah akibat tergeseknya tubuhku dengan jalanan berbatu.

BUUKK!!

Orang itu menendangku secara kasar hingga aku terjatuh dan masuk ke dalam sebuah gudang yang sangat gelap dan berbau amis. Bau amis yang sangat luar biasa itu semakin terasa di tenggorokanku hingga rasanya aku ingin muntah.

Perlahan aku mulai bisa menahannya dengan sangat terpaksa, tapi ketika lampu dinyalakan perutku langsung berguncang hebat dan sesaat aku mengeluarkan seluruh isi perutku. Entah sudah  berapa banyak yang aku keluarkan tapi rasanya aku merasa sangat mual, pusing, dan tidak tahan dengan isi diruangan ini.

“Hahahahaha… sekarang giliranmu!!!” ucap seseorang yang sama sekali tidak aku kenal karena dia menutupi wajahnya dengan balutan kain hitam.

“Apa maksudmu??!!!” betakku.

“Cih! Dasar bocah tengik, berani sekali bicara kasar denganku??” ucapnya lagi lalu meludahi wajahku.

Aku merasa sakit hati diperlakukan seperti ini, rasanya ingin ku balas beribu ribu kali namun hal itu terhambat karena kaki dan tanganku telah terikat kencang.

“Ayo kita mulai!!!”

“Ahhh… Tidaaaaaaaaaaakkkkk!!!”

==**==

PRANGGG!!!

“Wookie-ah, gwaenchana??” yesung langsung menghampiriku sedikit panik karena aku sudah memecahkan foto tua salah satu guru disekolahku yang tidak sengaja tersenggol lenganku.

“Ne, ne.. gwaenchana!” ucapku singkat  sambil membereskan serpihan-serpihan kaca yang terburai di lantai.

“Jinca??” yesung memastikan perkataanku dan membantuku membersihkan serpihan-serpihan kaca ini.

‘Aneh, kenapa foto guru ini begitu mengalihkan perhatianku ya? Padahal wajah guru ini tidak begitu tampan!’ batinku heran seraya melihat foto yang baru saja terlempar dari bingkainya.

“Gwaencahan wookie-ah?” yesung bertanya lagi padaku.

“Ohh.. ne, ne.. gwaenchanayo yesung!” cepat-cepat aku langsung memasukan kembali foto guru itu kedalam bingkai yang sudah bolong.

“Eh..eh..ehh..! apa yang sedang kalian lakukan??” terdengar suara yang tidak asing dari arah belakangku yang tidak lain adalah sonsengmin yang sedang menghukum aku dan yesung karena lupa mengerjakan tugas.

‘Aduhh!! Sial, bisa kena hukum lagi nih gara-gara mecahin bingkai foto guru’ aku membatin sebelum menengok kearah sonsengminku itu.

“Hehehe… mianhae, jeongmal mianhae!!” ucapku ketika aku berbalik badan kearah guruku.

“Okeh, hukumanmu bertambah! Sekarang bersihkan gudang sampai bersih, arraseo??” teriaknya memerintahku untuk segera melaksanakan perintahnya.

“Ara.. ara..!!” jawabku pasrah lalu menarik tangan yesung untuk membantuku.

“Aissshh~ wookie, kenapa aku juga harus membantumu??”

“Ayolaahh.. temani aku! Kau tega membiarkan temanmu ini membersihkan gudang yang sebesar itu sendirian? Hah?”

“Ahh… baiklah, baiklah.. ! kau ke gudang saja duluan, aku ingin mengganti pakaianku sebentar” ucapnya lalu meninggalkanku.

“Jangan lama-lama!” teriakku.

Dari kejauhan yesung tampak menunjukkan ibu jarinya ke arahku menandakan setuju!

Akupun langsung beranjak menuju ke arah gudang sekolah yang nampaknya tidak begitu jauh dari jarak tempatku berpijak sekarang. Sesampainya disana tanpa fikir panjang aku pun langsung memasuki ruangan gelap dan pengap itu. Aku mencari cari saklar lampu dengan bantuan sinar hp yang sedikit agak membantu untuk menemukan saklar lampu. Belum sedetik setelah aku menyalakan lampu gudang ini tiba-tiba pintu gudang terbuka, aku fikir itu yesung. Tapi.. perkiraanku salah!! Dia bukan yesung!!  belum sempat aku berteriak tiba-tiba orang itu sudah  menimpukku dengan benda yang begitu keras hingga aku tak sadarkan diri.

==****==

Aku mulai membuka mataku perlahan, tempat ini terasa sangat menyilaukan.

“Hah?? Dimana aku?? Kenapa ruangan ini hanya berwarna putih saja??”

Karena kaget melihat keadaan sekitar aku mulai memperhatikan setiap sudut ruangan ini, tapi memang pemandangan disini hanya nampak berwarna putih saja. Sebenarnya dimana aku??

Aku berusaha berlari-lari mencari celah untuk keluar dari tempat ini, namun usahaku sia-sia! percuma saja aku berlari-lari tapi tetap tidak menemukan seberapa ujungnya tempat ini.

“ Sebenarnya ini tempat apa? Kenapa aku bisa ada disini? Dan siapa yang telah membawaku kesini??” teriakku.

“Aku!” ucap seseorang dari belakang tubuhku, dengan refleknya aku memutar balik arah tubuhku ke arahnya.

Aku terkejut ternyata yang ada dibelakangku adalah seorang gadis!! Aku mengerutkan keningku, berusaha mengingat-ingat siapa sosok gadis yang ada dihadapanku sekarang. Aku merasa gadis ini tidak begitu asing bagiku, tapi.. aku lupa siapa dia!

“Hai wookie, akhirnya kita bertemu lagi!!”

‘Bertemu lagi?? Memangnya aku pernah bertemu dengannya sebelumnya? Aku saja sama sekali tidak mengingatnya, kenapa bisa-bisanya dia berbicara seperti itu padaku??’ fikirku.

“Kau ryewook kan?” tanyanya memastikan namaku.

“Ne” jawabku singkat.

Terlihat sekali gadis ini begitu senang mendengar jawabanku. Garis senyumannya membuatku sedikit agak terpesona dengannya. Harus ku akui kalau senyuman gadis ini memang sangat manis.

“Wookie, kau kenapa? Ada yang aneh denganku??” pertanyaannya membuyarkan lamunanku.

“Oh.. ani!!” jawabku singkat.

“Wookie, aku butuh bantuanmu! Kau mau membantuku??”

“Tunggu, tunggu, sebenarnya kau ini siapa??” tanyaku.

“Aku? Hehe.. kau lupa denganku ya? Kalau begitu kau ikut aku dulu nanti kau akan tahu!”

Aissshhh!! wanita ini menyebalkan sekali, seenaknya saja menyuruhku mengikutinya tanpa aku tahu kemana tujuannya.

Aku mengikuti setiap langkah wanita itu, mula-mula memang langkahnya pelan dan santai. Namun entah kenapa semakin jauh langkah kami, semakin cepat langkah kami dan akhirnya kami berlari.

Aku melihat sepercik cahaya!! Yuph.. cahaya itu begitu menyilaukan dan kami pun menerjang cahaya itu.

BUKK!!

“Awwww.. Pantatku!” rintihku sambil mengelus elus bokongku yang terbentur hebat dengan tanah.

“Kita sudah sampai!” ucap wanita itu sambil mengulurkan tangannya kearahku.

Aku menyambut tangannya dan berusaha untuk berdiri.

“Omooo!! Aku sudah kembali!!” aku sangat senang dan terkejut begitu aku melihat kalau aku kini sedang berdiri disamping sekolahku.

“Tapi.. sepertinya ada yang beda dengan keadaan sekolahku? Kenapa begitu indah dan bersih?? Sejak kapan sekolahku ini di cat lagi??” perkataan itu meluncur begitu saja dari bibirku.

“Hihihihi.. kau lucu sekali wookie, kita sekarang ada di zamanku!”

Seketika jantungku berdegup kencang mendengar perkataan gadis itu.

“Tunggu, apa maksudmu aku sekarang sedang ada di zamanmu?? Memangnya sebenarnya siapa kau??” tanpa fikir panjang aku langsung bertanya pada wanita itu.

“Kau masih ingat kan pertemuan pertama kita diruang bawah tanah??”

Aku mulai mengingat-ingat semua kejadian yang telah aku alami disana,

“Hah, jadi kau ini…”

Belum selesai aku menebaknya telunjuk wanita itu sudah mendarat di bibirku.

“Sekarang kau sudah ingat kan??!!” ucapnya sambil tersenyum manis kearah ku.

“Tap.. tapii.. kenapa kau bisa.. , dan aku bisa.., lalu kau bisa seperti ini, mengajakku kesini..” ucapanku terdengar mulai tidak jelas karena aku begitu gugup dan syok mengetahui kalau wanita itu ternyata adalah hantu yang beberapa hari lalu aku temui diruangan bawah tanah!!!

“Wookie, tolong kau mau melihat semua kejadian yang telah terjadi disekolah ini. Aku janji aku tidak akan mengganggumu lagi. Aku harap kau bisa membantuku membongkar semuanya. Aku mohon kau mau bersedia membantuku!”

“Kalau kau berjanji tidak akan menggangguku lagi, aku akan mengabulkan permohonanmu!!”

“Yak, aku janji!!”

Akhirnya aku pun bersedia untuk melihat semua kejadian yang telah terjadi di sekolah ini.

“Itu dia aku!!” teriak gadis itu kepadaku sambil menunjuk-nunjuk seorang gadis yang sedang duduk manis di salah satu pohon rindang.

“Ayo kita ikuti dia!” aku hanya menggeleng-geleng heran, dan agak sedikit lucu kalau gadis yang sedang bersamaku mengejar-ngejar dirinya sendiri. Hehe… benar-benar pemandangan yang unik!!

Kata orang disampingku, kita ini tidak bisa terlihat oleh orang-orang yang ada di hadapan kita, dan kita juga bisa menembus ke tubuh mereka. Haha… aku serasa jadi hantu saja!

“Wookie, sepertinya kau sangat senang sekali!” wanita itu mulai meledekku.

“Aku serasa menjadi hantu! Ini pengalaman yang sangat luar biasa! Oia ngomong-ngomong siapa namamu??”

“Panggil aku laura!”

Aku hanya mengangguk pelan setelah mengetahui namanya. Akupun mulai memperhatikan setiap gerak gerik laura, dia begitu pendiam dan agak pemalu. Meskipun dia terlihat kalem, tapi banyak orang-orang yang menyukai dia. Ketika jam istirahat tiba, aku melihat laura sedang menulis di sebuah kertas lembar yang ukurannya tidak begitu besar lalu dia masukan kedalam kotak berbentuk balok yang terbuat dari kayu. Melihat kotak itu aku jadi teringat dengan kejadian waktu itu. Aku masih tidak mengerti kenapa leeteuk hyung merobek-robek kertas yang ada didalam kotak itu lalu dibuangnya kotak itu setelah membaca tulisan yang ada di kertas itu.

“Maaf, kalau aku boleh tahu itu kotak apa ya??” tanyaku penasaran.

“Ohh.. kotak itu? Itu kotak pemberian almarhum ibuku! Sebenarnya itu adalah kotak untuk menyimpan barang-barang berharga, tapi entah kenapa dihari itu aku mengeluarkan seluruh isi barang-barangku dan aku isi dengan sepercik kertas yang aku sendiri pun tidak mengerti apa maksudnya aku menulis kata-kata seperti itu! Mungkinkah itu adalah firasat sebelum kematianku tiba??” laura menjelaskan panjang lebar kepadaku.

“Hmm.. kalau kau tidak keberatan, bolehkah aku mengetahui apa isi tulisan yang ada dikertas itu? Aku sama sekali belum melihatnya.” Aku mengatakan yang sejujurnya kepada laura.

“JANGAN HARAP KAU BISA LOLOS DARIKU SEBELUM KAU MENEMUKANKU!! Yaph.. itulah tulisan yang aku buat! Hehehe.. aneh kan??”

“Yak sangat aneh! Hehehe…”

“Yang bodohnya lagi kenapa aku begitu ingin mengubur kotak itu dibelakang asrama ya? Hehehe.. benar-benar aneh”

Ternyata perkataan laura tidak bohong, setelah jam pulang sekolah kami mengejar langkah laura ke belakang asrama lalu mengubur kotak itu.

Tiba-tiba..

Ada sosok laki-laki berbadan besar dengan wajah yang terbalut kain hitam menghampiri laura dan dia langsung membekap mulut laura dengan handuk kecil disusul dengan mengikat tangan dan kaki laura. Aku lihat laura sangat memberontak berusaha untuk melawan, tapi tenaga laki-laki itu begitu kuat. Aku yang melihatnya pun berusaha ingin menolongnya, namun semuanya sia-sia karena aku sekarang tidak terlihat oleh mereka.

Laura diseret secara paksa dan tanpa ampun oleh laki-laki itu tanpa memerdulikan kondisi tubuh laura yang sangat mengerihkan. Aku tega sekali melihat dia yang berusaha meminta tolong kepada orang-orang namun tidak ada yang mendengarnya.

Laki-laki itu membawa laura ke ruang bawah tanah, aku baru mengerti ternyata dulunya ruangan bawah tanah itu adalah sebuah gudang terbesar yang dimiliki asrama ini.

ASTAGA!

Aku terkejut saat aku memperhatikan sekitar ruangan gudang ini, gud..gudang ini begitu mengerihkan! Banyak ceceran darah disetiap sudutnya. Dan.. Ya Tuhaaaaaaaann!! Gudang ini sudah dijadikan pembunuhan masal oleh laki besar itu. Banyak sekali potongan tubuh manusia yang terpencar-pencar dari bagian tubuh asalnya. Tidak hanya itu, tiap organ tubuhnya pun berceceran dimana-mana. Aku melihat jantung, otak manusia, dan usus yang terburai begitu saja dilantai layaknya seperti sampah.

Rasa mual, takut, miris, dan kesal sudah mulai aku rasakan. Huuufftt.. ini adalah pembantaian besar-besaran. Sebenarnya siapa laki itu? Kejam sekali dia melakukan semua ini kepada murid-muridnya!

“Wookie, laki-laki itu adalah guruku!” ucapnya mengagetkanku.

“Oh..” jawabku sambil mengangguk paham.

Aku sibuk memperhatikan tindakan yang dilakukan guru itu terhadap laura. ‘Dasar guru bejat!! Dia malah memperkosa laura’ batinku mulai geram. Tapi laura tetap berontak meskipun ia sudah teringkus oleh tubuh guru itu.

Setelah diperkosa laura dipukul dengan balok kayu besar hingga tak sadarkan diri. Lalu guru itu menjalankan aksi selanjutnya, dia mulai menyayat-nyayat tubuh indah laura dengan pisau. Aaaissshh.!! Aku sampai ngilu melihatnya.

Tiba-tiba guru itu mencari-cari sesuatu didalam gudang, dan ternyata dia mengambil gergaji!! Firasatku mulai tidak enak, jangan-jangan laura akan di..

“Tiddddaaaaaaaaaaaaaaaakkkkkkkkkkkkkkkkk!!!!!” aku berteriak sejadi-jadinya melihat perut laura di gergaji oleh guru itu. Aku berusaha menahan lengan guru itu tapi.. aku sama sekali tidak bisa menyentuhnya. Aku mulai lemas dan pasrah melihat semua kejadian itu sampai akhirnya aku melihat seluruh isi perut laura terburai keluar.

Laki-laki itu mulai membungkus kedua bagian tubuh laura yang terpisah dengan kain seadanya. Setelah membungkus kedua tubuh laura, laki-laki itu membobok lantai paling ujung ruangan ini. Lalu tubuh laura dimasukkan kedalamnya. Setelah tubuh laura terpendam oleh tanah tanah itu ditiban semen.

Dia menyeret bagian kaki laura keluar, aku dan laura terus mengikuti guru itu. Dia tampak pergi menuju kearah belakang asrama. Dan tepat dibawah pohon besar dia membuat lubang untuk menimbun kaki laura. Aku jadi ingat dengan kejadianku beberapa hari yang lalu, waktu itu aku sempat melihat kuburan dari arah kamar asramaku. Akupun mendongak ke atas gedung asrama itu untuk memastikan apakah dugaanku benar? dan benar saja, kalau diatas lantai 3 itu adalah kamarku.

‘Ohh.. jadi itu sebabnya!’ fikirku.

“Wookie, aku akan mempercepat waktu! Kau setuju?”

Aku pun hanya mengangguk pelan dan seketika saja aku sudah berada diruangan sidang. Diruangan ini telah terisi penuh oleh para penghuni asrama ini dan para guru. Aku mencari-cari siapa tersangkanya, dan ternyata guru itu sedang disidang besar-besaran. Aku sangat terkejut melihat sosok guru itu, ternyata foto yang waktu itu tak sengaja aku pecahkan, itu gambar guru itu.

Aku dan laura mengikuti jalannya persidangan, akhirnya sang hakim memfonis kalau guru itu punya gangguan jiwa dan terlebihnya lagi diam-diam dia adalah psikopat!! Lalu guru itu dikeluarkan dari sekolah ini. Dan sekolah pun juga ditutup karena banyak para orang tua yang mengeluarkan anaknya dari sekolahan ini, akhirnya sekolahan pun menjadi sepi dan ditutup.

“Wookie, terimakasih kau sudah mau melihat semuanya! Aku hanya meminta tolong padamu, tolong kau cari semua bagian tubuh apa saja termasuk tubuhku, kalau sudah kau kubur semuanya dalam satu tanah di belakang asrama. Ini bertujuan agar kami tidak bergentayang lagi. Kau mengerti?” pinta laura.

“Ya, akan aku usahakan!”

“baiklah kalau begitu, sudah saatnya kau kembali keduniamu! Selamat tinggal..” mula-mula bayangan laura mulai pudar.

“Laura, apakah kita bisa bertemu lagi!!” teriakku karena semakin lama sosok laura menghilang. Tapi aku masih bisa melihat wajahnya, dia hanya tersenyum dan mengangguk.

Dan aku pun merasakan hal yang sama, seperti ada hembusan angin yang mendorongku entah kemana. Angin itu semakin lama semakin membesar, dan.. AAahhhhh! Aku serasa jatuh dari langit menuju bumi dan tepatnya aku jatuh diatas tubuhku.

**

“Wookie-ah, wookie-ah! Kau sudah sadar?” yesung menggoyang-goyangkan tubuhku.

“Ak.. aku dimana yesung?”

“Kau sedang berada diruangan kesehatan! Wookie, kenapa kau lama sekali sadarnya? Aku merindukanmu!!” ucapnya dengan nada sedih.

“Hei, aku kan hanya tertidur beberapa jam saja, jangan kau cemaskan aku seperti itu?!” ledekku.

“BABO! Kau ini koma sudah hampir satu bulan!!” jelas yesung dengan nada kesal.

“Hah? Koma? Akk.. aku koma sebulan yesung!” ucapku tak percaya.

“Iya, waktu digudang aku memergoki leeteuk hyung baru saja selesai memukul kepalamu dengan batang besi. Setelah itu kau pingsan dan terjadi pendarahan hebat dikepalamu. Sedangkan leeteuk hyung dipenjara karena aku telah menuntutnya sebagai tersangka, meskipun ia mengelak kalau dia tidak melakukannya tapi.. aku tetap tidak mempercayainya” yesung mulai menjelaskan kronologis kejadian selama aku menjalani masa komaku.

“Benar, memang bukan leeteuk hyung yang melakukannya! Aku yakin pasti yang memukulku itu hantu wanita ruang bawah tanah yang pernah aku temui itu!”. Aku pun membela leeteuk hyung.

“Heh, memangnya kau melihatnya! Aku yang melihat kejadian itu dengan mata kepalaku sendiri, sudah jangan ngelantur lagi bicaramu!” yesung pun mulai kesal dengan pernyataanku yang tidak logis.

“Yesungie, kumohon percaya padaku! Kau harus percaya kalau leeteuk hyung tidak bersalah, kau tahu selama koma aku bersama-sama hantu itu dan ternyata hantu itu bernama laura *Bla..bla..bla*” aku menceritakan hal yang sudah aku alami ke yesung dan sepertinya dia agak percaya dan tidak, tapi.. tidak masalah bagiku, yang penting aku sekarang meminta yesung untuk membebaskan leeteuk hyung.

**

Akhirnya leeteuk hyung dibebaskan juga setelah hakim menimbang-nimbang penjelasanku. Aku memeluk leeteuk hyung sekeluarnya dia dari penjara. Sesampainya diasrama aku menceritakan semua hal yang aku alami pada waktu aku menjalani masa komaku. Aku senang sekali kalau leeteuk hyung langsung mempercayaiku tanpa basa-basi. Aku pun meminta pertolongan kepadanya untuk membantuku mencari potongan tubuh manusia yang ada diruangan bawah tanah.

Sebelum pekerjaan itu dilakukan aku berusaha meminta izin kepada pihak sekolah untuk diperbolehkan membobok lantai ruangan bawah tanah. Sangat sulit bagiku membujuk pihak atasan asrama ini, apalagi setelah aku menceritakan semua hal yang telah aku alami diasrama ini beliau malah meledekku untuk menghadap ke psikiater atau dalam kata lain, aku dikira gila! Huufftt.. menyebalkan sekali! >.<

Aku mengeluh kepada leeteuk hyung dan dia pun akirnya ambil andil, entah perkataan apa yang sudah ia keluarkan oleh leeteuk hyung akirnya kami diizinkan membobok seluruh lantai rungangan bawah tanah. Aku senang sekali bisa mendapat izin, apalagi ditambah kalau pihak atasan meurunkan tenaga kerja yang lain untuk membantu kami agar proses pencariannya cepat terselesaikan.

Esok harinya pencarian pun dimulai, satu persatu kami mulai menemukan sisa-sisa tulang yang ada didalam tanah ruangan bawah tanah. Hasil penemuan kami lumayan banyak! Bisa dihitung, kami saja sudah menemuka 15 tengkorak kepala. Setelah selesai dikumpulkan, aku langsung menyuruh para pekerja untuk mengubur semuanya di belakang asrama.

Sejak kejadian pencarian besar-besaran itu ruangan bawah tanah pun sudah tidak ditakuti lagi, kapan saja ruangan itu bisa dimasuki. Keadaan asrama ini pun juga berubah, tidak terlihat seseram dari pertama kali aku menginjakkan kakiku disini karena berhubung sedang diadakan perombakan gedung sekolah dan gedung asrama besar-besaran.

Nuansa asrama kini sangat baru, sangat nyaman dan indah! Sekilas, aku jadi teringat laura. Kira-kira bagaimana ya kabarnya sekarang? Apakah dia sudah tenang dialam sana?

“Terimakasih wookie, kau telah membuatku sangat tenang!”

“Laura? Dimana  kamu?” ucapku senang mendengar suara laura.

“Aku disini wookie! Didepanmu!” ucapnya, dan aku pun langsung fokus kearah depan. Aku sama sekali tidak melihatnya.

“Kau dimana laura! Aku benar-benar tidak melihatmu!”

“Kau bodoh! Bukan disitu! Coba kau perhatikan apa yang ada dihadapanmu sekarang??”

“Jendela!”

“Diluar jendela?”

“Ada pohon!”

“Yupz.. coba perhatikan pohon itu baik-baik!”

Aku mendekatkan pandanganku kearah pohon besar belakang halaman asrama ini, yang benar saja.. kenapa banyak sekali yang menghuni dipohon itu! Eh, tapi.. sejak kapan aku bisa melihat mereka semua!

“Wookie, kau sudah menemukanku?”

“Hah, Lauraaaa!!” panggilku keras ketika melihat laura sedang duduk dibatang pohon.

Selama kejadian kemarin entah kenapa mataku dapat melihat semua makhluk gaib. Dan sekarang aku dapat berkomunikasi dengan laura kapan saja aku mau! Kalau aku ingin bertemu dengannya, aku cukup memanggilnya dipohon besar itu dan dia pun akan keluar begitu mendengar panggilanku.

Dulu aku sangat takut dengan hantu, tapi sekarang kebalikannya.. teman-temanku yang sangat takut denganku. Haha.. kenapa aku harus ditakuti? Padahal aku cuman ingin memperkenalkan semua makhluk yang ada di asrama ini kepada teman-temanku, dan semuanya jadi takut padaku apalagi yesung sahabatku! Hehe..

END

5 responses »

  1. hah…

    pas baca bagian si laura di…….(sensor yah coz reader gag sanggup ngebayangin’a)…jadi inget film black dahlia…OMG!! yg belom pernah nonton disarankan untuk tidak nonton kalo gag mau ngilu dan muntah2…itu bagian yg paling nyeremin buat aku…sisa…gag nyeremin sama sekali…hehehehe…mian thor…

    tapi keren jalan ceritanya…flashback’a bagus…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s