He’s Gone

Standar

Kyuhyun yang terbangun dari tidurnya langsung menuju kamar mandi. Secepat kilat ia membasuh mukanya, setelah tersadar dari mimpi. Namun tiba-tiba…

“ uhhuk..uhhuk…uhhukk…akkh! ’’ Kyuhyun terbatuk sambil memegang tangannya. Segumpal darah kental tertampung oleh telapak tangannya. Ia merasakan kepalanya pusing dan tubuhnya sangat lemah.

“ aku mohon, Tuhan…. Aku mohon jangan sekarang….” Ucap Kyuhyun menangis disudut bath up.

Setelah itu ia berusaha bangkit dan membasuh mukanya dengan handuk yang tersangkut tepat dibelakang pintu kamar mandi.

“ Kyunie, Cepatlah! Nanti kita terlambat ke sekolah! “ Siwon berteriak dari luar

“ Ne, hyung “ jawab Kyuhyun dari dalam kamar mandi.

Satu jam kemudian, Kyuhyun sudah selesai bersiap-siap berangkat ke sekolah bersama Siwon.

Choi Siwon adalah kakak laki-laki Kyuhyun satu-satunya. Orangtua mereka lebih sering pergi ke luar negeri untuk mengurusi pekerjaan mereka yang super sibuk. Kyuhyun dan Siwon sudah sering ditinggal berdua oleh kedua orangtua mereka. Jadi mereka sudah terbiasa hidup berdua. Kyuhyun sangat dekat dengan Siwon. Begitu juga sebalik na. Siwon sangat menyayangi Kyuhyun. Bahkan dia sangat memanjakan Kyuhyun. Kyuhyun saat ini  berumur 17 tahun dan duduk di kelas 2 Kyungjee High School. Sedangkan Siwon lebih tua setahun dari Kyuhyun dan duduk di kelas 3 Kyungjee high school ( kakak kelas Kyuhyun ).

“ annyeong, hyung… maaf telat “ sapa kyuhyun  sesampainya dia di meja makan

“ hmm… kau ini. Kebiasaan burukmu bermain game sampai larut harus bisa kau kurangi. Lihat tubuhmu itu semakin kurus aja karena kurang tidur…” nasihat Siwon sambil menyantap sarapan paginya

“ aish.. kau ini semakin lama semakin tambah cerewet saja, hyung. Nanti cepat tua baru tahu rasa..” canda Kyuhyun pada Siwon

“ hya! Kyunie aku serius! Malah mengatai hyungmu sendiri. Aku khawatir sama kesehatanmu tahu!” omel Siwon lagi

“ Ne, Siwon hyung. Tenang saja.. aku baik-baik saja koq. Jadi jangan khawatir lagi yah..” ucap Kyuhyun lembut. Dia tahu kali ini arah pembicaraan hyung na sedang serius. Dan dia juga tahu kalau hyung na saat ini benar-benar khawatir dengan diri na.

“ terserah kau sajalah. Tapi jika terjadi sesuatu padamu nanti, jangan harap kau selamat dari jitakan hyungmu ini! Arraso..”  kata Siwon pasrah dengan sifat keras kepala dongsaeng na itu.

“ arraseo…’’ jawab kyuhyun sambil tersenyum manis pada Siwon

“ sudah cepat habiskan sarapanmu. Setelah itu kita berangkat ke sekolah bersama-sama..”

“ okay “

Setelah selesai sarapan Kyuhyun dan Siwon berangkat ke sekolah bersama-sama dengan mobil pribadi Siwon.

Di Sekolah_

“ Siwon hyung, aku ke kelas dulu yah..” pamit Kyuhyun pada Siwon saat di parkiran sekolah

“ Okay! Hei, tapi jangan lupa nanti kau ku tunggu di sini. Kita pulang bersama “ kata Siwon

“ sip..sip… ya sudah, annyeong hyung..” Kyuhyun pun berlari menuju kelas na. Sedangkan Siwon masih berdiri mematung melihat kyuhyun yang berlari menuju kelas na.

“ hyung benar-benar khawatir padamu, Kyu…” gumam Siwon. Setelah itu dia berjalan menuju kelas na juga.

Kyuhyun POV_

Aku Cho Kyuhyun. Dan yang tadi itu adalah Kakak ku satu-satu na. nama na Cho Siwon. Dari kecil kami hanya tinggal berdua saja. Karena kedua orangtua kami lebih sering meninggalkan kami berdua karena sibuk dengan pekerjaan di luar negeri. Siwon hyung berbeda 1 tahun denganku. Aku sangat dekat dengannya. Bahkan aku bisa di bilang dongsaeng yang sangat manja sekali. Enggak tahu kenapa, mungkin karena dari kecil hanya Siwon hyung selalu ada menjaga dan melindungiku. Aku sangat menyayangi na. bahkan aku tidak bisa sekalipun berbohong pada na dari dulu. Tapi aku rasa pernyataan itu tidak berlaku lagi padaku. Yah…. Sudah setengah tahun ini aku menyembunyikan sesuatu hal yang sangat menyakitkan dalam diriku. Aku sengaja menyembunyikan hal itu karena aku tidak ingin dia terbebani dan khawatir padaku.

~ Flashback Kyu ~


“ Bagaimana hyung hasil na? “ tanyaku pada Kibum hyung.

Kibum hyung adalah dokter pribadi keluargaku. Dia sudah sangat dekat dengan keluargaku. Bahkan sudah seperti hyung ke dua untukku.

“ hahh.. Kyu-ah, kau mengidap penyakit Leukimia stadium 2 “ kata Kibum hyung lemas. Aku membelalakan kedua bola mataku.  Mataku terasa perih saat itu juga. Pandanganku hampa saat mendengar penjelasan Kibum hyung padaku saat itu. Aku benar-benar shock…

“ Kyu, gwencana?’’ tanya kibum hyung cemas

“ …..’’ aku tidak menjawab. Aku masih sangat shock saat itu

“ hyung…” ucapku pelan

“ kyunie…” kibum hyung berjalan mendekatiku yang masih terdiam menangis dengan tatapan kosong. Kibum hyung berlutut di hadapanku. Dan menarikku kedalam pelukannya yang hangat.

“ tidak mungkin kan, hyung? Katakana kalau kau bercanda, hyung! Kibum hyung, jeball~” racau ku padanya. Tangisanku pecah di dalam pelukannya. Aku menangis sekencang-kencangna. Aku menangis karena aku masih belum percaya dan tidak bisa menerima kenyataan pahit itu di dalam hidupku yang sekarang ini. Bahwa aku mengidap penyakit yang sangat mematikan…

“ Kyu, tenanglah… hyung mohon tenanglah…” Kibum hyung mencoba menenangkanku yang masih saja berteriak sambil menangis di pelukannya. Aku juga bisa merasakan tubuh Kibum hyung bergetar hebat menahan tangis.

Setelah puas menangis di pelukannya, perlahan-lahan dia melepas pelukannya. Dan aku masih tetap menangis sesugukkan sambil menunduk. Dia mengenggam tanganku erat dengan upaya terus menenangkanku yang masih rapuh dengan semua ini.

“ hyung yakin kamu pasti bisa menjalani ini semua. Kamu masih bisa mengikuti kemotrapi untuk menghambat pertumbuhan sel kanker dalam tubuhmu itu, kyu…” kata kibum hyung menjelaskan.

“ aku…aku tidak mau mengikuti kemotrapi itu, hyung. Aku tidak mau…” jawabku lirih

“ apa? Tapi kyu-“

“ ku mohon, hyung.. jangan paksa aku…” ucapku lirih memotong perkataannya

“ kau sangat keras kepala kyuhyun..” akhir na kibum hyung pasrah

“ tapi aku akan memberitahukan hal ini pada Siwon…” tambahnya lagi dan membuatku kaget.

“ andwe…” cegah ku

“ kenapa lagi, kyu?” tanyanya

“ tolong jangan beritahu penyakitku ini pada Siwon hyung..” mohon Ku sekal lagi

“ kenapa? Dia berhak tahu, Kyu. Kau itu adiknya…” ujar Kibum hyung kesal

“ Aku tidak ingin dia juga menjadi terbebani dan kepikiran dengan diriku, hyung. Sudah cukup selama ini dia khawatir karena menjagaku…” jelasku sambil menangis

“ TIDAK BISA! Aku akan tetap memberitahukan hal ini pada Siwon!” ucapna tegas sambil mengapai ponsel milikna seperti siap-siap menelepon seseorang. Dan aku tahu siapa orang itu.

“ Andwe hyung! “ cegahku sambil bangkit dan kali ini aku yang berlutut di hadapannya memohon. Aku melihat diapun terkejut pelihat tindakkanku ini.

“ Kyunie, jangan seperti ini. Bangunlah ‘’ pintanya sambil membantuku berdiri.

“ tidak mau! Hyung harus berjanji dulu tidak akan melakukan itu ‘’ aku tetap bersih keras berlutut memohon pada nya.

“ Iya…iya… aku janji. Tapi sekarang bangunlah, jangan seperti ini…” ucapnya lagi.

“ gumawu hyung…”

“ Nde, bangunlah…” Kibum hyung memapahku duduk kembali di kursi.

“ Jika itu keputusanmu, aku terima. Aku akan memberikanmu resep obat untuk tubuhmu. Dan usahakan kau jangan terlalu lelah. Karena itu akan berpengaruh pada fisikmu. Aku akan selalu menemanimu untuk cake-up di sini. Arraso?” katanya mengingatkanku. Akupun hanya menganggukan kepalaku padanya

“ cheongmal gumawu, kibum hyung. Aku senang mempunyai hyung sepertimu yang juga sangat sayang kepadaku seperti Siwon hyung…” ujarku pelan.

“ kau tahu, kyu. Aku sangat berdosa harus merahasiakan hal ini pada Siwon. Tapi karena aku sudah menganggapmu seperti dongsaengku sendiri, aku akan melakukan apapun yang kamu mau, dongsaeng…” balasnya sambil memelukku kembali.

“ mianhae sudah membuatmu harus merahasiakan ini semua, hyung…”

“ Gwencanayo, Kyu…”

~Flashback Kyu End~

“ Mianhae Siwon hyung…” gumamku pelan.

Yah, sampai saat ini hal itu yang membuatku harus berbohong padanya. Aku masih terus merahasiakan penyakitku dari Siwon hyung. Kalian pasti sudah tahu alasannya, kan? Huh… dan itu sangat sulit sekali aku lakukan. Dan aku terus bertahan sampai saat ini.

Saat jam pelajaran….

“ Cho Kyuhyun tolong kerjakan soal yang ada di papan tulis ini..’’ pinta Shindong seonbaenim padaku

“ Ne, seonbaenim..” jawabku langsung

Kemudian akupun mengerjakan soal-soal yang ada di papan tulis. Tidak butuh 10 menit, aku sudah bisa menyelesaikan soal-soal itu dengan mudah.

“ Seonbaenim, sudah selesai “ kataku pada Shindong seonbaenim

“ Bagus, jawabanmu benar sekali, Kyu. Sekarang kamu boleh kembali ke bangkumu..” ujar Shindong seonbaenim lagi

“ Ne ..” tapi saat aku hendak berjalan kembali ke bangku ku, aku merasa kepalaku sangat pusing, pandanganku kabur dan aku seperti hendak terjatuh. Tapi aku berhasil menahan tubuhku agar tidak ambruk. Shindong soenbaenim dan teman-temanku kaget melihatku yang hampir terjatuh..

“ Kyuhyun-sshi… kamu tidak apa-apa?” tanya Shindong seonbaenim cemas

“ Saya tidak apa-apa seonbaenim….” Jawabku sopan.

“ baiklah kalau begitu, kamu boleh duduk kembali…” katanya lagi. Akupun menganggukan kepalaku pelan dan kembali berjalan menuju bangkuku.

“ Kyuhyun ah, gwenchanayo? Kau tadi kenapa? Wajahmu juga pucat sekali..” tanya Donghae teman sebangku ku.

“ ah, gwenchanayo..Donghae-sshi… aku tadi hanya merasa sedikit pusing saja. Mungkin karena kelelahan..” ucapku berbohong padanya.

“ Owh, syukurlah kalau begitu…” katanya lega. Akupun membalas ucapannya dengan tersenyum padanya. Tapi rasanya kepalaku semakin terasa sakit dan mau pecah. Dan aku berusaha untuk menahan rasa sakit itu sampai jam pelajaran selesai..

Kyuhyun POV END_

———————

Siwon POV_

Setelah pelajaran selesai aku segera berjalan menuju parkiran sekolah. Sesampainya di sana aku memutuskan untuk menunggu Kyuhyun, dongsaengku satu-satunya. karena tadi pagi aku dan dia sudah janji akan pulang sekolah bersama. Tidak beberapa lama, aku melihat kyuhyun berjalan menuju ke parkiran. Tapi tunggu! Kenapa dia seperti lemas begitu. Jalannya sangat lambat sambil menundukkan kepalanya. Ada apa dengannya? Aku benar-benar khawatir sekarang. Akupun berlari menghampirinya.

“ Kyu “ panggilku. Diapun mengangkat wajahnya. Wajahnya sangat pucat sekali. Apa dia sakit?

“ Siwon hyung…” sahutnya pelan

“ gwecana?” tanyaku cemas sambil merangkul pundaknya.

“ gwencana hyung. Memangnya aku kenapa? “ katanya semakin pelan. Dia menatapku heran.

“ Apa kau sakit, dongsaeng? Wajahmu pucat sekali…” cemasku semakin menjadi-jadi

“ aku tidak apa-apa koq, hyung “ ucapnya lagi sambil tersenyum. Tapi yang aku lihat wajahnya semakin pucat pasi.

“ Chinca? “ aku meletakkan tanganku di dahinya, memastikan sakit atau tidak.

“ chinca, hyung. Sudahlah… aku tidak apa-apa koq. Ayo kita pulang…” katanya sambil menepis tanganku pelan dan menarikku masuk kedalam mobil.

Di dalam mobil, aku masih sibuk menyetir, sambil sesekali menatap kyuhyun memastikan dia baik-baik saja. Sepanjang perjalanan pulang, aku melihat Kyuhyun tertidur. Nafasnya juga sedikit tersengal-sengal. Aku menjadi semakin cemas. Tapi aku tidak tega membangunkannya. Jadi aku putuskan mempercepat laju mobil menuju rumah.

Sesampainya dirumah_


“ Kyu, bangun. Kita sudah sampai rumah. “ sahutku sambil mengoyang-goyangkan tubuhnya pelan.

“ eng… kita sudah sampai yah? “ tanya na sambil mengucek-ngucek matanya

“ ne. kyu, kamu yakin tidak apa-apa?” tanyaku sekali lagi

“ hyung, kau ini kenapa? Daritadi seperti cemas sekali padaku?” tanyanya lembut tapi lemah

“ Hyung hanya cemas, kyu. Wajahmu pucat sekali. Hyung takut kamu kenapa-kenapa. Dan tadi sepanjang perjalanan pulang, tidak biasanya kau tertidur dengan napas yang tersengal-sengal…” aku menjelaskan kekhawatiranku padanya

“ sudahlah, hyung hanya berlebihan. Dan sudah berulang kali aku katakan aku tidak apa-apa koq, hyung..”

“ arraso.. yasudah ayo kita masuk ke dalam..” ajakku.

Tapi apa yang aku khawatirkan sedaritadi pun terjadi juga. Saat memasuki rumah kami, tiba-tiba Kyuhyun terjatuh lemah di lantai. Aku kaget dan segera menahan tubuhnya agar tidak membentur lantai yang keras.

“ Kyu, kamu kenapa?” tanyaku panik. Aku semakin kaget ketika melihat darah segar keluar banyak sekali dari hidungnya.

“ akh! Sak..ii..tt..akh!! hyu..ng….” teriaknya sambil memegang kepalanya seperti menahan rasa sakit.

“ Kyu… kyu! Gwencana…” teriakku padanya yang masih setengah sadarkan diri.

“ akh! hy..un.gg..” ringisnya  dengan sangat pelan sebelum akhirnya dia jatuh pingsan di dalam pelukkanku.

“ KYUU!!! “

Aku menangis histeris melihatnya tak sadarkan diri. Aku mengendongnya dan berlari membawanya ke kamarnya. Sesampai dikamarnya, aku segera membaringkan tubuhnya di tempat tidur. Aku buru-buru merogoh saku ku mencari ponselku untuk menelepon kibum.

“ yeobseyo”

“ Kibum ah! Cepat ke rumah sekarang!” teriakku sambil menangis di telepon

“ Siwon hyung… waegeudue? Tenanglah…” tanya kibum

“ Kyuhyun, kibum ah. Dia tadi pingsan…”

“ Mwo?? Kenapa bisa pingsan? “ terdengar sahutan cemas dari Kibum

“ Aku tidak tahu kenapa. Tapi aku mohon cepatlah kau datang kemari. Aku takut, kibum…” isakku di telepon..”

“ Baiklah. Aku akan segera ke sana, hyung” kata Kibum kemudian sambungan telepon kamipun terputus. Aku menangis melihat Kyuhyun seperti ini. Aku takut dia kenapa-kenapa…

“ Aku mohon cepatlah datang, kibum ah…” ucapku lirih sambil menatap wajah pucat Kyuhyun yang masih tak sadarkan diri

Siwon End PoV_

———————————

Kibum PoV

Kyuhyun pingsan? Ya Tuhan… apa penyakitnya kambuh lagi? Aku benar-benar khawatir sekali saat mendengar Kyuhyun jatuh pingsan dari Siwon hyung tadi. Tanpa piker panjang, aku segera berlari menuju parkiran rumah sakit dan melajukan mobilku ke rumah mereka. Aku tidak peduli berapa kecepatan mobilku saat ini. Yang aku pikirkan hanyalah secepatnya sampai di sana.

“ kyuhyun ah.. kau benar-benar anak keras kepala….” Gumamku sambil menyetir

Tidak beberapa lama, aku sampai di rumah Siwon dan Kyuhyun. Aku segera berlari masuk ke dalam rumah mewah itu dan menuju kamar Kyuhyun. Saat aku masuk ke kamar Kyuhyun, aku langsung menghampiri Siwon hyung yang masih menangis di samping tempat tidur Kyuhyun.

“ hyung..” panggilku pada Siwon hyung

“ Kibum ah! Untunglah kau cepat datang…” sahut Siwon hyung sambil menangis.

“ bagaimana Kyuhyun..” tanyaku pada Siwon hyung

“ Daritadi dia masih belum sadar. Darah dari hidungnya juga terus keluar. Apa yang terjadi dengannya, Kibum ah?” tanya Siwon hyung balik dan bertubi-tubi.

“ Hyung tenang. Sebaiknya aku memeriksa Kyuhyun dulu. Dan hyung sebaiknya keluar juga…” ujarku mencoba menenangkannya

“ Nde… “

“ kyuhyun ah… hyung mohon cepatlah sadar….’ Bisiknya lirih sambil menangis di telinga Kyuhyun dan mencium kening Kyuhyun lembut… setelah itu diapun keluar dari kamar Kyuhyun.

Saat Siwon hyung keluar, aku segera memeriksa Kyuhyun. Darah yang keluar dari hidungnya sudah tidak keluar lagi. Selesai memeriksanya. Aku duduk di sampingnya dan menatap wajahnya yang pucat. Rasanya aku ingin menangis melihat orang yang sudah ku anggap seperti adik kandungku sendiri ini harus menderita karena penyakit sialan itu sendiri…

“ Sekarang aku harus bagaimana, kyu…?” ucapku pelan sambil menatap wajah pucatnya. Akupun segera beranjak dari kamarnya dan menemui Siwon hyung yang menungguku selesai memeriksa Kyuhyun di luar kamar.

“ Kyuhyun kenapa, bum?” sergah Siwon hyung langsung saat aku keluar dari kamar Kyuhyun

“ Kyu…kyuhyun tidak apa-apa, hyung… dia hanya kelelahan saja..” ucapku gemetaran. Jujur, baru kali ini aku berbohong pada Siwon hyung. Aku tidak tega bila membohonginya mengenai penyakit Kyuhyun. Tapi aku juga tidak bisa melanggar janjiku pada Kyuhyun untuk tidak memberitahukan penyakitnya pada Siwon.

“ Tapi, kenapa daritadi darah tidak berhenti-henti keluar terus dari hidungnya? “ tanya Siwon hyung lagi padaku.

Oh, Tuhan… aku benar-benar tidak sanggup bila terus berbohong padanya.

“ Gwencana, hyung… itu hanya kondisi tubuhnya yang turun dratis akibat kelelahan. Sekarang hyung tenang, ya..” aku berusaha tenang dan menahan diri agar tidak menangis di depannya. Karena itu bisa fatal akibatnya. Dia bisa saja tahu aku sedang membohonginya.

Tapi apa itu? Siwon hyung terdiam dan menatapku tajam. Aku tahu sekali maksud tatapannya itu. Dia pasti tidak mempercayai semua kata-kataku tadi. Oh, Tuhan… bantu aku. Aku tidak berani membalas tatapannya. Aku menunduk. Airmataku tumpah seketika….

“ Kibum ah…” panggil Siwon hyung pelan dan aku masih masih menundukkan kepalaku tidak berani menatapnya.

“ kibum ah…” ulang Siwon hyung lagi

“….’’ Aku masih diam belum berani menjawab

“ KIBUM AH! LIHAT AKU! “ pekik Siwon hyung padaku. Akupun mengangkat wajahku yang penuh dengan airmata. Aku beranikan diri membalas tatapan matanya.

“ hyung…”

“ APA YANG KAU DAN KYUHYUN SEMBUNYIKAN DARIKU, KIBUM AH?! “ tanya Siwon hyung dengan nada tinggi.

“ …. ‘’  Aku hanya diam dalam tangis.

“ JAWAB AKU!” paksa Siwon hyung lagi.

“ tidak ada, hyung… aku dan Kyuhyun tidak menyembunyikan apapun darimu..” ucapku bohong

“ KAU BOHONG! AKU TAHU KAU BERBOHONG KAN?! Tolong jawab aku, kibum ah! Katakana sebenarnya apa yang terjadi pada Kyuhyun.. “ Siwon hyung terus memohon padaku. Akh! Tuhan. Sudah cukup! Aku harus mengatakan semuanya sekarang. Aku tidak mau melihat 2 orang yang ku sayangi menderita lagi. Kyuhyun ah, mianhae… hyung terpaksa melakukan ini. Ini juga demi kebaikkanmu, Kyu…

“ aku mohon, bum ah…”

“ Siwon hyung…. Sebenarnya…. Sebenarnya Kyuhyun menderita Leukimia…” jujurku pada Siwon hyung. Aku melihat Siwon hyung terdiam. Matanya membulat saat mendengar perkataanku barusan. Tapi tiba-tiba Siwon hyung jatuh terduduk lemas di lantai. Aku kaget….

“ HYUNG!” pekikku saat melihatnya jatuh terduduk lemas di lantai. Pandangan matanya kosong saat menatapku…

“ kau pasti berbohongkan?… kau pasti berbohongkan, kibum ah? Kyuhyun tidak mungkin menderita penyakit itu kan?” tanyanya pelan dengan tatapan kosong di matanya. Aku bisa melihat airmatanya kembali mengalir di pipinya.

“ tidak hyung. Aku tidak berbohong padamu. Semua yang barusan ku katakan adalah benar.. Kyuhyun memang menderita Leukimia…’’ ucapku sambil memeluknya. kami berduapun menangis. Menangis karena harus menerima kenyataan pahit ini.

“ BRAAAKKKK!!!!” pintu tiba-tiba terbuka lebar. Kami berdua kaget bukan main.

“ KIBUM HYUNG! KAU JAHAT!!! “

TBC__
Apakah yang akan terjadi pada Kyuhyun selanjutnya?
Ditunggu di part selanjutnya_
Please yg baca wajib komen yah ^^
kalo gx banyak yg komen aq gx bakalan lanjut nich ff… hehehe *evilsmilekyu* ^^

11 responses »

  1. Wah. . . .DAEBAK FF’na! Ga kebayang klo Kyu sakit parah beneran. *peluk yeobo*

    Lanjutin De FF’na, lg seru tuh. Pokok’na WAJIB d lanjutin!

  2. chinca??? beneran bagus kah??? hwaaaaaaaaa!!!!!!!! i m very hepiiiiiii *lebay/plak* #abaikan~ wkwkwk…. XDD okay ditunggu yah unn lanjutan na. makasih udah komen unnie shania n unnie hera ^^

  3. annyeong chinguuuu….akhirnya dirimu kembali dgn ff bru,senengnya..*pupy eyes mode on*keren tp sedih…aQ plg seneng klu ada kyu sma iwon di ff na..hehe..tp kok cpt amat tbc na??? penasaran nehh…kacian iwon na sedih..kyu na sakit…hiks – hiks…lanjuut chingu,gak pke lma yahh…kan kacian para readers….*bibir manyun*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s