Protected Brother . . . Part 11

Standar

“Ini . . . “ Seketika mata Kibum membulat menatap nanar layar ponsel Eunhyuk dan wajahnya berubah pucat melihat video tersebut.

Dalam video yang hanya berdurasi 5 menit ini merekam sebuah adegan penyikasaan yang dilakukan oleh sekumpulan anak-anak SMA.

Seorang anak laki-laki yang telah di telanjangi dan diceburkan kedalam sebuah akuarium besar yang terisi penuh dengan air bersama hewan melata lainnya. Anak laki-laki itu meronta-ronta ketakutan sambil memukul kaca akuarium serta kesulitan bernafas.

“TOLONG. . . TOLONG LEPASKAN AKU!!! AKU MOHON KELUARKAN AKU DARI SINI. . . HYUNG! HYUNG TOLONG AKU . . . !!! AKU TAKUUTTTT . . .”

‘DEG!’ Kibum tidak percaya mendengar teriakan anak laki-laki yang disiksa itu. Video yang dilihatnya memang beresolusi kecil sehingga tidak terlihat jelas wajah-wajah yang terekam disana, tapi dia tidak mungkin salah mengenali bahwa suara yang sedang berteriak ketakutan itu adalah dongsaengnya sendiri, Kyuhyun.

“Benarkan kataku, paling video ini hasil editan anak-anak SMA yang kurang kerjaan, mana mungkin mereka berani melakukan penyiksaan seperti itu. Lagipula gambarnya saja tidak jelas.” Ujar Eunhyuk sambil membawakan minuman untuk Kibum.

‘Tidak salah lagi, ini suara Kyuhyun!’ Kibum membatin dalam hatinya. Dia terus menerus menggulang video itu dan mendengarkannya secara seksama. Ada perasaan sakit dalam hatinya setelah melihat video tersebut walau pun belum terbukti bahwa anak laki-laki yang di siksa itu adalah dongsaengnya. “Nyuk, siapa yang mengirim video ini???”

“Tadikan aku sudah bilang kalau sepupuku yang mengirimi video ini.” Tanya Eunhyun yang menyadari perubahan wajah sahabatnya.

“Sepupumu sekolah dimana?”

“Sepupuku? Dia sekolah di SMP Daegu kelas 2.”

‘SMP? Kalau sepupunya masih SMP, lalu kenapa bisa mendapatkan video ini?!’ Kibum bergumam pelan pada dirinya sendiri.

“Kibum-ah, gwaenchana?” Eunhyuk mengguncang tubuh Kibum pelan. Dia merasa khawatir dengan sikap sahabatnya yang berubah menjadi gelisah.

“Nyuk, antar aku menemui sepupumu sekarang!!!”

“Mwo?! Tapi ada apa sabenarnya?” Tanya Eunhyuk bingung.

“Nanti aku jelaskan dijalan, sekarang cepat antarkan aku menemui sepupumu ini.”

“Aish…baiklah, aku ganti baju dulu sebentar.” Eunhyuk berlari menuju kamarnya dan segera mengganti bajunya. Beberapa menit kemudian Eunhyuk sudah rapi dengan celana jeans serta kaos putih yang terbalut jaket hitam. “Ayo jalan!”

~~~~~~~~~~

Sejak pulang ke rumah, Kyuhyun istirahat total di atas ranjangnya. Tidak ada satu anggota keluarga pun yang membiarkan Kyuhyun bangkit dari ranjangnya. Dan Sungmin yang begitu sayang pada Kyuhyun, rela berhenti sementara dari pekerjaannya bernyanyi di Café. Dia lebih memilih berada disisi Kyuhyun selama 24 jam daripada melakukan hal lain. Seperti saat ini Sungmin sedang duduk di tepi ranjang menatap Kyuhyun yang tengah tertidur pulas dengan penuh kasih sayang. Sungmin tidak akan membiarkan tidur dongsaengnya itu terganggu sedikit pun.

Sudah beberapa malam ini Kyuhyun tidak tidur dengan baik. Setiap kali matanya terpejam untuk tidur, maka tidak lama kemudian dia akan terbangun dengan terkejut. Kyuhyun selalu bermimpi buruk, hingga membuatnya terus mengigau ketakutan. Appa, eomma, serta ke empat hyungnya bergantian menjaga Kyuhyun tiap malam dan berusaha menenangkannya saat dia berteriak histeris. Itu sebabnya Sungmin tidak ingin ada yang mengganggu tidur dongsaengnya itu saat ini.

 

Drrrrrrrrtt . . . . Drrrrrrrrtt . . . . Drrrrrrrrtt . . . . Drrrrrrrrtt . . . .

Sungmin merasakan ponselnya bergetar didalam saku celananya. Dia segera mengambil ponselnya dan melihat sebuah pesan masuk di layar, tertera nama Kang Hee Joon di pemberitahuan itu. Ya, Sungmin mendapatkan sebuah pesan dari Hee Joon, gadis berandalan yang berubah anggun berkat Sungmin. Hubungan keduanya kini terjalin sangat baik, walau mereka jarang bertemu. Bahkan sejak Kyuhyun di rawat di rumah sakit Sungmin tidak lagi bertemu dengan gadis itu, namun dia tetap dapat berhubungan dengan Hee Joon melalui ponsel dan dari hari ke hari hubungan mereka semakin dekat.

From : Kang Hee Joon

Annyeong oppa. . .

Apa oppa suka strawberi cake?

Sungmin tersenyum tipis membaca pesan singkat dari Hee Joon, lalu segera membalasnya.

To : Kang Hee Joon

Annyeong . . .

Tentu saja suka, wae?

Beberapa saat kemudian pesan balasan dari Hee Joon masuk lagi dalam poselnya.

From : Kang Hee Joon

Hari ini aku mencoba untuk membuatnya dan hasilnya tidak begitu buruk. Apa . . . oppa mau mencicipinya?

Sungmin tersenyum lagi, dia bisa menebak apa yang akan di katakana Hee Joon selanjutnya.

To : Kang Hee Joon

Kalau begitu datanglah ke rumahku?

Setelah itu Sungmin cukup lama menunggu balasan pesan dari Hee Joon, dia berpikir apa balasannya tadi membuat gadis itu marah. Tapi lamunannya buyar ketika ada pesan masuk dari Hee Joon lagi.

From : Kang Hee Joon

Oppa yakin? Ehmm . . . kenapa kita tidak bertemu di luar saja? Aku malu dengan keluarga oppa.

‘Hahaha…ternyata dia polos sekali.’ Ujar Sungmin dalam hatinya.

To : Kang Hee Joon

Saat ini aku sedang menjaga dongsaengku, jadi tidak bisa keluar.

Tidak apa-apa, keluargaku akan senang hati kau datang. Aku tunggu ya?

Drrrrrrrrtt . . . . Drrrrrrrrtt . . . . Drrrrrrrrtt . . . . Drrrrrrrrtt . . . .

From : Kang Hee Joon

Baiklah kalau begitu, nanti sore aku akan datang ke rumah oppa.

Membaca pesan terakhir yang Hee Joon kirimkan padanya, membuat Sungmin merasa sangat senang. Ada suatu perasaan dalam dirinya yang bergejolak tanpa dia sadari.

~~~~~~~~~~

Rumah sepupu Eunhyuk cukup jauh karna terletak di pusat kota Busan, butuh waktu satu jam untuk bisa sampai kesana. Dalam perjalanan Kibum menceritakan seluruh kejadian yang menimpa Kyuhyun pada Eunhyuk.

“Jadi begitu ceritanya, benar-benar kejam mereka. Lalu bagaimana keadaan Kyuhyun sekarang?” Ujar Eunhyuk penasaran.

“Keadaannya sudah lebih baik. Hanya…” Kata-kata Kibum terputus, dia tidak sanggup mengatakan kondisi mental dongsaengnya.

“Hanya kenapa…?” Tanya Eunhyuk hati-hati karna raut wajah Kibum berubah menjadi sedih.

“Kyuhyun mengalami trauma berat, dia sekarang bagaikan mayat hidup. Tidak ceria seperti dulu . . . Setiap malam Kyuhyun tidak pernah bisa tidur pulas karna selalu bermimpi buruk.” Ujar Kibum lirih. “Aku tidak terima dongsaengku di siksa dan di perlakukan seperti binatang. . . “ Lanjutnya lagi.

“Kasihan Kyuhyun . . . Kibum-ah, kau jangan sedih. Aku yakin Kyuhyun akan kembali ceria seperti dulu.” Eunhyuk berusaha menyemangati Kibum yang terlihat sangat lesu.

“Mudah-mudahan saja . . .” Kata Kibum ragu-ragu. Dia sudah tidak yakin jika Kyuhyun dapat sembuh dan ceria seperti dulu, mengingat betapa parahnya trauma yang menyelimuti Kyuhyun. “Itu sebabnya aku bertekad untuk menemukan orang-orang yang telah menyiksa Kyuhyun dan memberikan hukuman yang pantas untuk mereka.”

Eunhyuk yang mendengarkan hanya bisa mengangguk-nganggukkan kepalanya pelan, sebagai tanda bahwa dia mengerti perasaan yang Kibum rasakan.

“Pada awalnya aku bingung harus memulai pencariannya dari mana, karna tidak ada bukti sama sekali yang tertinggal di tempat Kyuhyun di temukkan. Tapi setelah melihat video ini, aku yakin bahwa anak laki-laki yang di siksa itu adalah Kyuhyun.” Jelas Kibum mengenai rencananya.

“Jadi kau mencari sepupuku untuk menanyakan dari mana video itu berasal?”

“Ne.”

“Baiklah, aku akan membantumu menyelidiki asal-muasal video tersebut.”

“Jinja?! Gomawo Oned.”

“Oned???”

“Itu sebutan lain untuk monyet.”

“Mwo?! Aish . . . aku ini SANGAT tampan, kenapa disamakan dengan monyet? Ujar Eunhyuk protes karna Kibum menyamakannya dengan hewan primata itu. Kibum sendiri tertawa pelan sambil tetap fokus menyetir mobilnya.

 

Akhirnya mereka sampai di sebuah rumah bergayakan tradisional modern dengan halaman depan yang cukup luas. Kibum dan Eunhyuk segera turun dari dalam mobil. Mereka melangkahkan kakinya sampai di depan pintu, dengan cepat Eunhyuk menekan bellnya.

Ting . . . Tong . . . Ting . . . Tong . . .

Seorang wanita paruh baya membukakan pintunya.

“Annyeong ajhuma!” Ujar Eunhyuk semangat melihat ajhumanya itu.

“Annyeong . . . Eunhyuki, kemana saja kau selama ini? Sudah lama sekali kau tidak berkunjung kesini.”

“Mian ajhuma, akhir-akhir ini aku sibuk dengan kuliahku. Ajhuma, kenalkan ini sahabatku namanya Kibum.” Eunhyuk mengenalkan Kibum pada ajhumanya.

Kibum pun membungkukan badannya. “Annyeong ajhuma. Naneun Kibum imnida.”

Wanita itu balas membungkuk. “Annyeong, saya ajhumanya Eunhyuk.”

“Oh iya ajhuma, apa Jin Ki ada?” Tanya Eunhyuk.

“Dia ada di kamarnya. Mau ajhuma panggilkan?”

“Tidak usah ajhuma, biar aku saja yang langsung ke kamarnya. Aku hanya ada perlu sebentar dengan Jin Ki.”

“Kalau begitu ayo masuk, nanti ajhuma buatkan minum untuk kalian.”

Keduanya pun segera masuk ke dalam rumah tersebut. Eunhyuk yang sudah hafal tata letak ruangan, segera melangkahkan kakinya menuju kamar sepupunya yang berada di lantai dua dan Kibum tetap mengekori sahabatnya dari belakang.

Eunhyuk mengetuk pintu kamar yang bertuliskan JIN KI ROOMS dengan huruf capital.

Tok . . . Tok . . . Tok . . .

“Masuk.” Terdengar suara yang memrintahkan mereka untuk masuk.

Enhyuk membuka kenop pintu dan masuk ke dalam kamar itu di sertai dengan Kibum.

“Jin Ki-ah . . .”

“Eunhyuk hyung? Tadi ku pikir eomma. Ada apa hyung kesini? Tumben…” Ujar sepupu Eunhyuk yang sedang membaca komik di ranjangnya.

“Hehehe . . . ada yang hyung ingin tanyakan padamu.” Eunhyuk menggaruk-garuk belakang kepalanya yang tidak gatal. Dia dan Kibum mendekati Jin Ki dan duduk di bangku-bangku dekat ranjang.

“Kalau hanya bertanya kan bisa SMS aku saja, jadi hyung tidak usah repot jauh-jauh datang kesini.”

“Ini menyangkut masalah yang serius, jadi tidak bisa hanya di bicarakan melalui SMS. Sebelumnya, kenalkan ini sahabatku, mananya Kibum.” Kata Eunhyuk memperkenalkan Kibum pada sahabatnya. “Dan ini Lee Jin Ki, dia sepupuku yang mengirim video itu.” Eunhyuk pun memperkenalkan Jin Ki pada Kibum.

“Annyeong Jin Ki.” Sapa Kibum ramah.

“Ne, annyeong hyung.” Jin Ki pun membalas sapaan Kibum.

Sungguh di luar dugaan Kibum mengenai sosok Jin Ki. Awalnya dia mengira Jin Ki itu berbadan besar dengan tampang anak nakal, namun ternyata bayangannya itu salah. Jin Ki memiliki tubuh yang kecil dan wajahnya sangat imut. Saat melihat Jin Ki, dia jadi teringat oleh sosok hyungnya yang berbadan kecil dan manis, Sungmin.

“Memang apa yang ingin kau tanyakan hyung?” Jin Ki bertanya pada Eunhyuk.

“Aku ingin bertanya mengenai video yang kau kirimkan tadi kepadaku. Kau bisa dapat video itu dari mana?” Eunhyuk balik bertanya pada Jin Ki.

“Oh…tentang video penyiksaan itu.” Ujar Jin Ki dengan santai.

“Iya, video yang itu. Bagaimana kau bisa mendapatkannya?” Kibum yang mulai tidak sabar pun ikut bertanya pada Jin Ki.

“Aku mendapatkan video itu dari salah satu temanku, hyung. Saat ini video itu sedang menjadi hot topic yang ramai di bicarakan di sekolahku.” Jin Ki menjawabnya dengan wajah polosnya.

“MWO?!” Kibum dan Eunhyuk tersentak kaget.

“Iya, videonya juga sudah tersebar luas.” Kata Jin Ki menambahkan penjelasannya.

“Lalu siapa yang menyebarkannya?” Tanya Kibum berusaha setenang mungkin.

“Aku tidak tahu pasti, tapi kata temanku video itu berasal dari seniorku yang bernama Key.”

“Apa kau mengenalnya?” Gantian Eunhyuk yang bertanya.

“Ani, dia itu senior yang terkenal kasar di sekolahku.”

“Kau punya alamat rumahnya?” Tanya Eunhyuk lagi.

Jin Ki menggelengkan kepalanya sebagai tanda dia tidak mengetahui dimana rumah seniornya yang bernama Key itu. “Tapi jika kalian ingin bertemu dengannya, datang saja ke sekolahku besok. Aku akan menunjukkan orangnya pada kalian.”

Baik Kibum atau pun Eunhyuk terdiam untuk sesaat.

“Nyuk, besok aku akan datang ke sekolah Jin Ki.” Ujar Kibum dengan mantap.

“Ne, aku akan menemanimu.” Eunhyuk merangkul sahabatnya itu.

Jin Ki memberanikan diri untuk bertanya. “Sebenarnya ada apa dengan video itu?”

“Tidak ada apa-apa, kami hanya ingin tau siapa yang merekam video tersebut.” Kata Eunhyuk menutupi sedikit kenyataan mengenai rekaman video itu. “Sudah sore kami harus pulang, Jin Ki-ah. Terimakasih atas infonya, besok kami akan ke sekolahmu.”

“Ne, besok kalau hyung sudah sampai di sekolah hubungi aku saja.”

Kibum dan Eunhyuk pamit dari rumah Jin Ki dan segera pulang sebelum malam tiba.

~~~~~~~~~~

Di apartement Hee Joon…

“Ommo, benarkah yang tertulis disini? Sungmin oppa menyuruhku untuk datang ke rumahnya??? Kyaaaaaaaaa . . . !!!” Hee Joon berteriak histeris karna tidak percaya bahwa dia telah di undang untuk datang ke rumah orang yang telah berhasil mencuri hatinya. Dia berlari-lari kecil ke arah lemari pakaian lalu membukanya. Kemudian Hee Joon memilih-milih beberapa pakaian yang akan di kenakannya nanti. “Aku akan mempersiapkan diri dengan sempurna.”

Setelah berkutat selama satu jam lebih di depan cermin, akhirnya Hee Joon selesai dengan penampilannya yang cantik. Dia memakai sebuah dress selutut berwarna pink dengan renda yang menghiasi di beberapa bagian dan sepatu yang tidak terlalu tinggi berwarna putih. Rambutnya di biarin tergerai begitu saja tanpa hiasan apa pun, membuat dirinya terlihat apa adanya. Bisa di jamin semua namja yang melihatnya akan terpesona dengan penampilan Hee Joon. Dia membungkus kue yang di buatnya, lalu melangkahkan kaki dengan riang meninggalkan apartementnya menuju rumah Sungmin.

Hee Joon lebih memilih untuk naik bus daripada naik taksi, dia ingin menikmati pemandangan kota sore hari yang disinari cahaya keemasan matahari. Jantung Hee Joon berdegup sangat kencang dan tangannya menjadi dingin seketika. Dia benar-benar sangat gugup memikirkan apa yang akan dia lakukan sesampainya disana. Berkali-kali dia memegangi dadanya sambil mengatur nafas agar rasa gugupnya hilang.

Bus berhenti di sebuah halte yang letaknya hanya dua blok dari rumah Sungmin. Hee Joon telah siap menemui Sungmin, dia berjalan dengan sangat riang. Namun saat Hee Joon sampai di tikungan yang mengarah rumah Sungmin, dia melihat Sungmin bersama seorang gadis yang tidak kalah cantik darinya. Mereka terlihat sangat akrab, bahkan Sungmin membawakan tas gadis itu dan mempersilahkannya masuk. Hee Joon merasakan hatinya sakit melihat kejadian singkat itu. Perlahan matanya memanas seolah ada sesuatu yang berontak ingin keluar.

Hee Joon memundurkan kakinya beberapa langkah kebelakang, lalu berbalik dan mengurungkan niatnya untuk ke rumah Sungmin. Dia tidak sanggup mengetahui ada gadis lain yang dekat dengan Sungmin selain dirinya. Hee Joon berlari kencang meninggalkan tempat itu dengan air mata yang sudah deras membasahi pipinya.

~~~~~~~~~~

Di tempat persembunyian seseorang . . .

“Kau benar, keadaan saat ini aman. Ku rasa bocah tengik itu tidak akan berani mengatakan penyiksaan itu.” Ujar seseorang yang terus memantau keadaan rumah Kyuhyun sembari berbicara dengan sesorang nan jauh disana.

“Sudah saya katakan kan, kalau dia akan mengalami trauma berat. Lalu apa yang akan kau lakukan selanjutnya?”

“Aku akan membuatnya gila.”

“Hahaha . . . menarik. Apa perlu aku membantumu lagi?”

“Untuk saat ini tidak, aku ingin menyiksanya sendiri.”

“Bagaimana caranya, sekarang pasti bocah itu di jaga ketat oleh ke empat hyungnya yang bodoh-bodoh itu.”

“Aku akan menunggu sampai kesempatan itu tiba. Pasti ada saat dimana bocah itu sendirian.”

“Kau yakin sekali. Baiklah terserah apa mau mu, tapi kalau kau butuh bantuan hubungi saja aku.”

“Arraseo. Terimakasih atas kerjasamanya.”

“Tidak usah sungkan terhadapku. Kau puas, aku juga puas.”

Orang itu memutuskan sambungan teleponya. Senyuman licik menghiasi bibirnya dan menatap rumah Kyuhyun dengan tatapan kemenangan. “Kita lihat seberapa hebat mereka melindungimu, Kyuhyun.”

 

. . . . to be continued . . . .

One response »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s