Asperger, You Want To Be My Friend ? part 2

Standar

Author: ???

 

Selesai makan, kyuhyun meminta izin untuk kembali ke kelas untuk melanjutkan permainan starcraft miliknya. Kibum hanya tersenyum menyetujui. Selama kyuhyun kembali ke kelas, kibum hanya memutar tubuhnya untuk berjalan ke perpustakaan.

Kyuhyun melangkah dengan perasaan senang. Dia benar-benar ingin membuat permainannya selesai dengan cepat. Namun tiba-tiba ia bertabrakan dengan seseorang. Kyuhyun mendesis kesal pada dirinya sendiri. Menatap laki-laki yang sibuk membereskan kertas-kertas yang terjatuh. Bukan menolong, kyuhyun malah bertolak pinggang menatapi sosok dihadapannya.

Donghae membereskan kertas-kertas miliknya dengan cepat. Namuan setelah ia ingin meraih kertas terakhir, sebuah kaki menginjaknya. Donghae spontan terkejut dengan apa yang dilihatnya. Ia mendongak ke atas melihat sosok seseorang yang menginjak kertas tersebut.

“ tolong, jangan injak kertas itu ! itu kertas penting !” kata donghae serius. Kyuhyun tersenyum mencibir, masih terus menginjak kertas dibawah sepatunya.
“ penting ? apa itu ?” tanya kyuhyun penasaran. Kemudian membungkuk untuk mengambilnya. Donghae tampak was-was melihatnya. Kyuhyun membaca sedikit demi sedikit tulisan yang tertera disana. Donghae langsung merebutnya dari tangan kyuhyun. Kyuhyun emosi.
“ kau, anak baru rupanya ….” ucap kyuhyun tersenyum kecut. Menatap donghae dengan saksama.
“ benar. Aku anak baru disini. namaku Lee Dong Hae. Aku lahir di mokpo,,, aku ………” donghae mencoba memperkenalkan dirinya. Awalnya kyuhyun merasa bingung dengan perkenalan tersebut, namun tiba-tiba ia memotong ucapan donghae.
“ Mokpo ???? hahahaha ……….. kau pasti orang-orang tidak berguna” kyuhyun tertawa mengejek
“ jangan biasakan memotong pembicaraan orang lain jika mereka sedang bicara” donghae cemberut. Tawa kyuhyun tiba-tiba hilang begitu saja. Kyuhyun diam, dia nampak begitu penasaran dengan laki-laki konyol dihadapannya.
“ aku pindah ke seoul beberapa hari yang lalu untuk menjadi salah satu murid di sekolah ini. Aku bukan orang kaya yang punya banyak harta dimana-mana, aku juga tidak terlalu pintar, namun aku percaya pada diriku sendiri, aku juga bukan orang yang mudah berteman karena kebanyakan orang berteman denganku karena kasihan. Tapi …. tapi aku bersumpah aku punya hati untuk berbagi dan aku seorang ASPERGER !” tutur donghae serius menjelaskan dengan pandangan datar. Beberapa detik kemudian donghae membungkukan tubuhnya meminta izin untuk pergi dari hadapan kyuhyun.

Kyuhyun tertegun menatap donghae berjalan jauh darinya. Ada sedikit rasa penasaran yang tiba-tiba timbul ketika donghae memperkenalkan dirinya. Kyuhyun merasa ada sesuatu yang beda dari biasanya. Kyuhyun tersenyum licik. Sesuatu telah begitu cepat terancang baik di otaknya. ‘menarik’ ucap kyuhyun dalam hati.

***
Kyuhyun memperhatikan kibum dan tiga sahabat lainnya bermain basket di lapangan. Entah kenapa dia tidak berselera untuk melakukan apa-apa. Mungkin karena lelah. Kyuhyun hanya berteriak-teriak tidak jelas menyuruh teman-temannya bermain dengan benar, terkadang menggerutu sendiri, jengkel dengan bodohnya temannya yang tidak bisa memasukan bola ke ring. Kyuhyun berhenti berteriak ketika ia melihat donghae berjalan dari kejauhan. Kyuhyun ingat dengan perkenalan yang dilakukan donghae kemarin ketika istirahat.

“aku pindah ke seoul beberapa hari yang lalu untuk menjadi salah satu murid di sekolah ini. Aku bukan orang kaya yang punya banyak harta dimana-mana, aku juga tidak terlalu pintar, namun aku percaya pada diriku sendiri, aku juga bukan orang yang mudah berteman karena kebanyakan orang berteman denganku karena kasihan. Tapi …. tapi aku bersumpah aku punya hati untuk berbagi dan aku seorang ASPERGER !” ucap kyuhyun mengingat kata-kata donghae. Dia tersenyum.

Donghae berjalan melewati lorong dengan membawa begitu banyak buku ditangannya. Pandangannya sibuk meneliti beberapa orang bermain basket. Sesekali ia berhenti lalu berjalan lagi. Tanpa sadar, langkahnya di hentikan oleh seseorang. Donghae mengintip dari balik tumpukan buku yang dibawanya. Kyuhyun …..

“ maaf, aku mau lewat … silahkan menghindar” kata donghae mengusir
“ Lee Dong Hae,,, masih ingat padaku ….?” tanya kyuhyun kecut. Donghae berfikir lalu mengangguk
“ kemarin kau telah memperkenalkan dirimu padaku. Sekarang giliranku ..” kata kyuhyun sombong sambil memasukan tangannya kedalam kantong celananya.
“ CHO KYU HYUN, seorang pelajar tingkat 2, anak dari pemilik sekolah ini. Pintar, genius dalam bidang matematika. Ber IQ 155 dan seseorang yang ambisius” donghae berkata seperti ia sudah menghapalnya. Kyuhyun terkejut. Donghae menaruh semua buku ditangannya ke lantai, dan mengambil secarik kertas dari tumpukan buku, kemudian menunjukannya pada kyuhyun.
“ seseorang memberikan kertas ini padaku untuk memberitau siapa dirimu sebenarnya. Aku fikir aku tidak perlu ini” kata donghae lagi memberikan kertas itu pada kyuhyun lalu mengangkat buku-buka yang diletakannya dilantai dan beranjak pergi.
“ tunggu …………,,,,, itu tandanya kau tau. Kalau kau punya masalah denganku, sekecil apapun itu. Aku bersumpah, kau tidak akan pernah belajar dengan tenang di sekolah ini !” teriak kyuhyun mengancam. Donghae berbalik memandang kyuhyun datar.
“ aku datang jauh-jauh ke sekolah ini untuk belajar, bukan untuk membuat masalah denganmu, seseorang yang bahkan belum aku kenal” ucap donghae pergi begitu saja.

Kyuhyun tidak marah. Dia tidak tau mengapa ia tidak marah. Lagi dan lagi ia merasa tertarik untuk masuk kedalam dunia donghae. Dia benar-benar tidak mengerti mengapa dia begitu ingin mengenal donghae lebih dari apa yang ia tau. Seorang kakak kelasnya di tingkat 3, pintar dalam berkata, polos dan kyuhyun tidak tau apa itu ASPERGER, tapi donghae telah mengatakan padanya bahwa dia seorang asperger.
_________________________________

Setelah selesai bermain basket, kibum kembali ke rutinitas biasanya. Perpustakaan. Perpustakaan adalah tempat yang sangat akrab untuk kibum, karena memang tempat itulah yang membuat dia nyaman berada di sekolah.

Kibum duduk disalah satu sudut di perpustakaan. Kesibukannya membaca teralih dengan seseorang yang sedang berdebat di lorong perpustakaan. Mendengar percakapan itu kibum merasa ada yang aneh. Kibum beranjak dari tempat duduknya untuk melihat. Satu siswa laki-laki dan satu siswa perempuan sedang berdebat. Entah apa yang diperdebatkan. Kibum menghampiri keduanya.

“ ini perpustakaan, jika kalian ingin berkelahi jangan disini” kata kibum
(salah satu dari dua orang itu pergi dengan perasaan jengkel, namun seorang lagi tampak kebingungan)
“ apa aku salah ?” tanya donghae pada kibum, kibum terkejut tiba-tiba ditanya.
“ apa kau melakukan kesalahan padanya ?” tanya kibum balik
“ aku melihat dia menagis tadi, aku bertanya padanya kenapa dia menangis. Apa ada hal menyedihkan ? lalu dia jawab bahwa dia baru saja mendapat surat cinta dari orang yang dicintainya. Dia bilang dia bahagia. Sangat bahagia…. aku bilang padanya dia aneh. Kalau dia bahagia, kenapa dia menangis ????” tutur donghae polos tidak mengerti. Kibum memperhatikan donghae bicara. Kibum tersenyum.
“ terkadang manusia menangis bukan hanya karena dia sedih bukan, tapi juga terkadang mereka menangis karena bahagia” jelas kibum
“ tidak. Semua orang menangis karena dia sedih atau sakit. Tidak ada orang yang menangis karena bahagia. Itu aneh !” kata donghae polos. Kibum mengeryitkan kening, memperhatikan donghae dengan saksama. Yang aneh itu kau, fikir kibum dalam hati. Kibum akhirnya mengerti kenapa orang tadi berdebat dengannya.
“ aku tidak pernah melihatmu sebelumnya” kibum mengalihkan pembicaraan
“ aku lee dong hae, aku datang dari mokpo, dan aku seorang asperger” kata donghae tersenyum, seakan telah melupakan kejadian sebelumnya. Kibum mengeryitkan kening.
“ asperger ????” tanyanya. Donghae mengangguk
“ apa itu asperger ?” tanya kibum hati-hati. Donghae tersenyum.
“ aku juga tidak terlalu tau. Tapi ayah dan ibuku, juga seorang psikolog mengatakan padaku bahwa aku mengidap penyakit asperger. Mereka bilang padaku bahwa seseorang yang mengidap penyakit asperger tidak mampu membaca emosional seseorang, mereka juga tidak mengerti hal-hal diluar yang tidak mereka ketahui” kata donghae menjelaskan dengan jujur. Kibum berfikir dengan apa yang dikatakan donghae dan menyatukannya dengan kejadian yang baru saja terjadi. Kibum mengingat ketika donghae mengatakan : Semua orang menangis karena dia sedih atau sakit. Tidak ada orang yang menangis karena bahagia. Itu aneh. Kibum mengerti. Dia menatap donghae sambil tersenyum.

“ aku kim ki bum, adik kelasmu” kata kibum memperkenalkan diri
(donghae mengangguk tersenyum)

Saat itu donghae pergi dari hadapan kibum. Kibum mengeryitkan kening dengan wajah datar. Berkali-kali ia mencoba memahami kejadian dihadapannya barusan. Asperger ? kibum mengakui baru pertama kali ia mendengar penyakit seperti itu. Aneh tapi mengharukan setiap orang yang pernah mengenal sosok seorang asperger seperti lee dong hae.

***
TO BE CONTINUE

2 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s