Diposkan pada 로맨스 ♥ Romance, 계속 ♥ Countinue, Fanfiction

The Desire of a Man . . . (Epilog Part 1)

Selesai juga part epilognya. Kemaren ada readers yang minta epilognya 2 part. Dan berhubung otak saya sedang lancar, jadi part epilognya benar-benar saya buat 2 part deh. ^^ Tapi sayang Protected Brother harus di cancel jadwal postingannya lagi. Huhuhu . . .

Hubungan Kyuhyun dan Sunha kembali terjalin, keduanya semakin tidak dapat terpisahkan. Dan keinginan terbesar Kyuhyun saat ini adalah menepati janjinya untuk segera menikahi Sunha setelah gadis itu keluar dari rumah sakit.

“Jagi, kata dokter Kim besok kau sudah boleh pulang.” Ujar Kyuhyun sambil mengupas apel disamping ranjang Sunha.

“Ne, aku sudah tau. Tadi suster sudah mengatakannya padaku.” Jawab Sunha menggerakkan tangannya memainkan rambut Kyuhyun.

“Malam ini aku akan mengatakan pada keluargaku tentang masalah kita. Dan meminta Appa untuk segera menikahkanku denganmu.” Ujar Kyuhyun santai.

Sunha membelalakkan matanya sesaat, ada perasaan bahagia dan juga takut yang menyeruak sekaligus di dalam hatinya. “Kau yakin Kyu…”

Kyuhyun menganggukkan kepalanya cepat. “Tentu saja aku yakin. Wae?”

“Ani… hanya saja aku agak khawatir. Bukankah Ajhussi adalah orang yang sangat tegas dan disiplin, aku takut nanti dia akan marah besar dan memukulmu, Kyu.”

“Tidak akan terjadi apa-apa, lagi pula aku ini kan anak kesayangannya. Kau tidak usah khawatir, percayakan saja padaku.” Kyuhyun menepuk dadanya dengan percaya diri, namun Sunha masih terlihat ragu.

Sebenarnya Kyuhyun juga agak ngeri terhadap Appanya. Walaupun Cho Yujin tidak pernah kasar terhadap keluarganya, tapi dia tau persis bahwa Appanya memang memiliki ketegasan dan kedisiplinan yang sangat luar biasa. Jika anaknya melakukan kesalahan atau melanggar peraturan, maka Appanya tidak akan segan-segan memukul dan memberikan hukuman. Seumur hidup Kyuhyun tidak pernah berani menentang atau melawan Appanya. Kali ini demi menikahi Sunha, Kyuhyun siap menerima amukan sang Appa.

~~~~~~~~~~~

‘PLAAAAAAK!’ Sebuah tamparan keras mendarat di pipi kyuhyun. Ya, Kyuhyun telah mengatakan semua kelakuannya dan itu membuat Appanya marah besar. “Kau benar-benar telah mencoreng aib diwajah Appa!” ‘PLAAAAAAK!’ Satu tamparan lagi mendarat di pipi Kyuhyun yang lain.

“Mian Appa… aku… aku tidak bermaksud…” Ujar Kyuhyun terbata, pipinya terasa perih dan panas.

“DIAM!!! Aku tidak mau mendengar ucapanmu lagi.” Appa Kyuhyun benar-benar frustasi mendengar pengakuan anaknya yang telah menghamili seorang gadis.

“Tapi Appa… ku mohon nikahkan aku dengannya…”

“Apa kau bilang?!” Sang Appa segera mendekati anaknya yang berdiri dengan kepala tertunduk dihadapannya, tanpa berkata-kata lagi Appa Kyuhyun langsung memukuli anaknya dengan emosi yang meluap-luap. Eomma dan Ahra yang sejak tadi berada ditempat itu berusaha memisahkan keduanya.

“Yeobo jangan… Hentikan! Kyuhyun anak kita…” Eomma Kyuhyun berteriak histeris melihat anak lelaki satu-satunya terus dipukuli oleh suaminya.

“Lepaskan, biar ku beri pelajaran dia!!!” Sang Appa masih terus memukuli Kyuhyun. Sedang Kyuhyun hanya diam menerima amukan Appanya. Sampai akhirnya Eomma dan Ahra berhasil menjauhkan keduanya. “Kau bilang apa tadi? Menikah! Cih, kau pikir menikah itu permainan anak-anak. Hidupmu saja masih bergantung padaku, dan dengan mudahnya kau bilang ingin menikah?! Mau kau kasih makan apa istri serta anakmu kelak, hah???” Bentak sang Appa lagi.

“Appa…” Ucap Kyuhyun menahan tangis. Dia sungguh tidak menyangka akan membuat Appanya semarah ini.

“Kalau kau memang ingin menikahinya, lakukanlah. Tapi jangan harap aku akan membiayainya! Carilah uang untuk biaya pernikahanmu sendiri. Aku sudah tidak sudi lagi mengakuimu sebagai anak!!!” Appa Kyuhyun pergi meninggalkan ruangan yang kemudian disusul oleh istrinya.

“Ahra, tenangkan dongsaengmu. Dia pasti sangat terguncang.” Bisik Eomma Kyuhyun kepada Ahra sebelum dia pergi.

~~~~~~~~~~~

Keesokkan harinya wajah Kyuhyun sudah dipenuhi oleh luka-luka memar akibat pukulan sang Appa. Suasana rumah berubah menjadi dingin dan menegangkan, bahkan Appanya kini sudah tidak mau melihat kehadiran Kyuhyun di rumah itu. Satu-satunya kekuatan Kyuhyun saat ini hanyalah Sunha dan bayi yang ada dalam kandungannya. Kyuhyun juga tidak menceritakan tentang amukan Appanya kepada Sunha, dia tidak mau membebani pikiran gadis yang sangat ia cintai itu.

Setelah mendapat amukkan dari Appanya, Kyuhyun pun mulai menyusun rencana untuk menikahi Sunha secepatnya. Diam-diam dia berusaha mencari pekerjaan sehabis pulang kuliah. Hanya saja tidak ada lowongan pekerjaan sama sekali, selain bekerja sebagai kuli yang memperbaiki jalanan. Namun demi mencapai impiannya Kyuhyun menerima pekerjaan sebagai Kuli bangunan itu. Pagi hari dia kuliah dan siang hingga malam kyuhyun bekerja. Sudah 2 minggu lamanya Kyuhyun dan Sunha tidak saling bertemu, mereka hanya berhubungan melalui ponsel. Kyuhyun selalu beralasan sedang sibuk mengerjakan tugas-tugas kuliahnya untuk menghindari Sunha beberapa waktu. Walaupun Kyuhyun yakin Sunha tidak mudah dibohongi dengan alasan-alasan yang terlalu bernarasi itu. Kedua tangan Kyuhyun pun sudah dipenuhi oleh luka sobekan akibat bekerja, tangan yang dulunya halus merubah menjadi sangat kasar oleh kapalan.

Suatu malam Appa dan Eomma Kyuhyun tidak sengaja memergoki anak mereka sedang menggali selokan bersama pekerja lain pada saat ingin menghadiri sebuah acara. Eomma Kyuhyun meneteskan air mata melihat anak kesayangannya bekerja kasar seperti itu. Sang Appa yang masih marah, hanya diam dan berusaha tidak peduli.

“Ini, cincin yang anda pesan sudah jadi.” Kata seorang wanita paruh baya yang berjaga di sebuah toko perhiasan.

“Ne, kamsahamnida Ajhuma.” Ujar Kyuhyun sambil menyerahkan sejumlah uang. Mata Kyuhyun yang sudah cekung karna kurang tidur dan kelelahan, berbinar-binar bahagia. Dia memperhatikan ukiran yang ada pada cincin itu dengan seksama. Sebuah cincin yang berbentuk sederhana dengan berlian kecil ditengahnya dan terdapat ukiran nama di bagian dalamnya, Kyuhyun-Sunha. Ya, cincin inilah yang akan diberikan Kyuhyun kepada Sunha ketika akan melamarnya. Dengan usaha kerja keras, Kyuhyun akhirnya berhasil mengumpulkan sejumlah uang untuk pernikahan sederhananya dengan Sunha, uang hasil keringantnya sendiri ditambah dengan uang yang ditabungnya sejak ia masih sekolah dasar.

Tiba-tiba ponsel Kyuhyun bergetar, dia mengambilnya dari dalam saku celana. Ternyata Sunha yang menghubunginya.

“Yeoboseo.”

“Yeoboseo Jagi~ Kau sudah makan siang?” Kata Kyuhyun dengan nada manjanya.

“Bukan waktunya menanyakan makan siang, Kyu.”

“Lalu?”

“Appa dan Eommaku akan kembali ke Korea sore ini.”

“Jincha? Bagus lah kalau begitu.”

“Ya! Kalau mereka menyadari kehamilanku bagaimana???”

“Biarkan saja mereka mengetahuinya.” Ujar Kyuhyun santai.

“Mwo? Ya! CHO KYUHYUN, bisa-bisa nanti aku dibunuh oleh Appa dan Eomma.”

“Aish…mana mungkin mereka tega melakukan hal itu padamu. Sudahlah, aku sedang sibuk sekarang.” Tuutttt! Kyuhyun menutup teleponnya dengan sengaja agar Sunha marah padanya, karna malam ini Kyuhyun berniat memberikan Sunha sebuah kejutan.

~~~~~~~~~~~

Tok…Tok…Tok…

Kyuhyun mengetuk pintu rumah Sunha dengan menyembunyikan seikat bunga mawar dibalik tubuhnya.

‘Cklek!’

Yang membuka pintu adalah Eommanya Sunha. “Annyeong Ajhuma.” Sapa Kyuhyun seramah mungkin.

“Annyeong Kyu, kau pasti ingin bertemu dengan Sunha ya?”

“Ne, apa Sunhanya ada Ajhuma?”

“Sunha ada dikamarnya, ayo silahkan masuk. Nanti Ajhuma panggilkan Sunha.” Ujar Eomma Sunha mempersilahkan Kyuhyun masuk.

Kyuhyun memasuki rumah yang berdomian warna coklat muda pada cat dindingnya, lalu duduk disalah satu sofa panjang di ruang tamu. Tidak lama kemudian dia melihat Sunha menuruni anak tanggan dan berjalan menghampirinya.

“Kyu… bogoshipoyo!” Sunha memeluk Kyuhyun erat melepas kerinduannya karna sudah beberapa minggu ini mereka tidak saling bertemu.

Lanjutkan membaca “The Desire of a Man . . . (Epilog Part 1)”

Diposkan pada News

Wawancara Kyuhyun di Playdb Magazine

 

Kyuhyun, anggota ke-13 dari Super Junior saat ini sedang sibuk bekerja sebagai aktor musikal. Kyuhyun berperan sebagai pria muda, lugu dan hidup bahagia sebagai D’Artagnan, dirinya telah jatuh cinta dengan pesona tirai panggung musikal. Kyuhyun mengakui, “sekarang agak terbiasa dengan teknik ad-libs dari sunbaes,” dirinya pun menambahkan, “selama empat pertunjukan pertama, saya mulai marah dengan diri saya sendiri.”

 

Bagaimana pengalaman musikal Anda yang pertama?

Saya pentas untuk pertama kalinya pada tanggal 21 Desember. Termasuk dengan pertunjukan siang, aku telah melakukan empat pertunjukan selama tiga hari berturut-turut. Pada saat itu, aku marah dengan diriku sendiri. Aku menyesal sambil berpikir, “kenapa saya melakukan nya seperti itu?” Pada awalnya, saya tidak sepenuhnya memahami apa yang terjadi dan saya sangant lelah. Untungnya, karena ada orang-orang yang mendorong saya, saya bisa berdiri di sini hari ini. Sekarang, saya memiliki karakter sendiri dan aku tidak tahu tentang pujian, tapi saya tidak marah dengan diri sendiri lagi. (Tertawa)

 

Anda perlu melakukan ad-libs selama musikal ini. Saya yakin ada banyak kesempatan ketika hal-hal tak terduga terjadi.

Ada adegan dimana D’Artagnan turun ke penonton untuk menyelesaikan misi untuk menjadi seorang musketeer. Pada awalnya, saya sama hanya menggunakan ad-libs sepenuhnya. Akan tetapi, ada suatu ketika, saya mendapat misi dimana saya harus menghampiri dan mencium salah seorang penonton. Aku sedang berpikir tentang apa yang harus dilakukan dan pada akhirnya, aku tidak bisa melakukannya dan langsung kembali ke panggung. Sekarang, saya punya metode sendiri. Saya bisa melakukan apa saja sekarang. (Tertawa) Suatu kali, selama adegan dimana Jussac dan D’Artagna sedang berduel, suara audio tiba-tiba keluar. Pada saat itu, aku berpikir, “apakah ini sebuah latihan?” Jadi, saya akan bertanya, “hyung, apa yang akan kita lakukan?” Tapi sebelum melakukan itu, saya berpikir, “ah, saya tidak boleh menanyakan itu!” Jadi, saya mulai beraksi. Para sunbaes mengatakan kepada saya bahwa saya berbuat baik. (Tertawa) Saya berpikir bahwa aku dapat bereaksi lebih cepat untuk situasi tertentu sekarang.

Lanjutkan membaca “Wawancara Kyuhyun di Playdb Magazine”

Diposkan pada News

Super Junior and SISTAR at SuperJunior Foresight Eps.6

Super Junior dan SISTAR berkolaborasi dalam tema “sorry-sorry” pada Superjunior Foresight MBC every1

Acara ini telah berfokus pada senior yang membawa industri berpengalaman untuk mengajar dan berbagi pengetahuan mereka. bagaimana dengan Super Junior? tapi untuk episode 12 Januari, Super Junior membawa SISTAR pada istirahat khusus musim dingin.

SISTAR diberi tips oleh MC Super Junior sendiri. Ketika SISTAR sedang melakukan dance Super Junior, “sorry-sorry” empat Super Junior MC melompat ke panggung dan berpartisipasi dalam kolaborasi spontan dengan mereka.

melihat performance dance kolaborasi sorry-sorry yang belum pernah dilakukan sebelumnya, mereka meraih tepuk tangan dari semua orang dalam set untuk sinkronisasi sempurna mereka.

Kemudian dalam acara itu, SISTAR’s Bora mengungkapkan bahwa dia adalah ‘Ratu’ pada waktu kuliahnya di Myungji University, dan ia mengatakan bahwa ia telah bertemu Lee Teuk sejak lama.

Cerita lengkap dapat dilihat pada tanggal 12 januari pukul 17:00 KST

 

Source: Allkpop

Diposkan pada Serba-Serbi SuJu

“Poor Kyuhyun”

Pas awal Kyuhyun gabung Super Junior bulan Mei 2006, Kyuhyun diharusin tinggal di asrama bareng anggota lainnya. Tepatnya kapan si kurang tau, tapi Kyuhyun ditempatin sekamar bareng Donghae sama Sungmin, tapi kasihannya si Kyuhyun gak punya kasur sendiri.

Gak banyak orang yang tau kalo Kyuhyun gak punya kasur, sampai tanggal 9 Januari 2007. sekitar 8 bulan abis Kyuhyun gabung super junior, pas dia jadi bintang tamu bareng Sungmin di acara radio Kangin “Chunji”. kek gini script-nya

 CHUNJI RADIO, January 9, 2007
 English Translation credit to Lalaloo of soompi

 kangin: oh yea apa yang terjadi ma kasurmu?
 kyuhyun: [ngomong apaa gitu gak jelas]
 kangin: eh, tapi sejujurnya, kamu lebih suka to tidur di lantai.
 perangkat komputermu aja dilantai semua.
 kyuhyun: Gak, aku lebih suka kasur.
 kangin: oke, hari ini aku bakal ngasih kasurku buat kamu.
 aku ngomong kek gini on air  di radio, jadi ini janji sungguhan.
 kyuhyun: eeteuk uda janjiin ke aku kalo bakal beliin kasur 2 minggu lalu.
 kangin: orang itu tu beda dari aku. taruhan deh,
 saat ini eeteuk lagi boongin junior yang lain!
 kyuhyun: gak, aku percaya eeteuk. dia kan leader,
 gak mungkin dia boong ma anggotanya.
 kangin: bener deh, kadang2 dia tu boong. dia berapa kali boongin aku.
 kyuhyun: yah aku tau, bukan satu dua kali si.
 kangin: Aku kan sekamar ma eeteuk, trus dia pernah ngomong "kangin-ah,
 aku gak bisa tidur.." pas aku tanya kenapa, dia jawabnya
 "ini gara-gara aku terlalu  khawatir mikirin kamu.."
 kyuhyun: yaa benar. [kalo gak salah Kyuhyun ngomong gitu]
 kangin: Tiap Hari adalah Omong Kosong.
 kyuhyun: it's okay, aku harap suatu hari aku bisa tidur diatas kasur.
 sekarang aku harus nerima kenyataan kalo aku ini magnae.
 kangin: bukaan, ini bukan karna kamu magnae!
 sungmin: yea, ini bukan karna kamu magnae. kita pengen kok
 beliin kamu kasur,  tapi masalahnya sekarang ruangannya gak cukup.
 kangin: Bibi di asrama terus ngasi tau kita buat pindah.
 tetangga2 juga nyuruh kita buat  pindah. jadi kita bakal bahas buat
 beli kasur pas uda pindahan. tapi masih belum tau kapan pindahnya.
 kyuhyun: ah gak papa, aku bisa nerima kenyataan kok kalo aku magnae..
 kangin: BUKAN KEK GITU!!!

*sori kalo script diatas terjemahannya jadi kliatan centil,.. salahkan saya.

Gara2 siaran itu, fans2 pada lebih penasaran lagi ma Kyuhyun soalnya sehari setelahnya, 10 Januari 2007, pas Kyuhyun ma Sungmin jadi bintang tamu lagi, kali ini di Sukira (Super Junior Kiss The Radio). mereka masih bahas masalah kyuhyun gak punya kasur trus Kyuhyun ngenalin lagu “Bed Song” ciptaannya yang pake irama lagu “Believe”. bener2 niat ni orang, hahahaha

nih pidionya, liat ekspresi sungmin ngikik dengerin kyuhyun nyanyiin lagu buat kasurnya-yang-gak-nyata-adanya.. :p

kira2 terjemahannya kek gini:
Beruntungnya aku berjumpa dengan kasur
Karena kasur membuatku tersenyum hanya dengan aku berada didekatnya~
Aku akan tetap bisa menemukan kasur meskipun dia pergi sejauh mungkin
Karena senyum kasur tertanam dalam lubuk hatiku

Lanjutkan membaca ““Poor Kyuhyun””

Diposkan pada 로맨스 ♥ Romance, 미스테리 ♥ Mystery, 계속 ♥ Countinue, Fanfiction, 형제 ♥ Brothership, 우정 ♥ Friendship

Protected Brother . . . Part 12

“Annyeong Sungmin oppa.” Sapa Minji saat melihat Sungmin yang membukakan pintu untuknya.

“Akhirnya kau datang juga.”

“Mian oppa, tadi aku harus meminta izin dulu pada Bos tempatku bekerja.”

“Kau bekerja?”

“Ne, sore hari aku bekerja di sebuah kedai kopi.”

“Kenapa kau tidak bilang padaku? Kalau aku tau kau punya pekerjaan, kami tidak akan memintamu untuk datang kesini.”

“Gwaenchana oppa.”

“Ayo masuk, semuanya sudah menantimu sejak tadi.” Ujar Sungmin mempersilahkan Minji memasuki rumahnya. Sebelum menutup pintu, Sungmin menyempatkan diri menatap berkeliling halaman rumahnya. Dia mengharapkan seorang gadis yang dinantikannya sejak tadi muncul, namun sepertinya itu tidak mungkin karna hari sudah malam. ‘Kenapa Hee Joon belum datang juga . . .’ Batin Sungmin agak kecewa. Sungmin akhirnya menutup pintu rumahnya dan menuntun Minji menuju ruang tengah.

Minji mengikuti langkah kaki Sungmin di belakang, dia menatap kagum pada ornament-ornamen mini yang menghiasi rumah tersebut. Sesekali Minji mendongakkan kepalanya menatap kagum lampu-lampu kristal yang tergantung dengan kokoh di dinding atas. Baru pertama kali ini Minji bertamu ke rumah Kyuhyun.

Di ruang tengah sudah ada appa, eomma dan Siwon yang duduk di sofa panjang sambil menonton TV, sedangkan Leeteuk dan Kibum tidak terlihat batang hidungnya sedikit pun disana.

“Annyeong Ajhussi, Annyeong ajhuma, Annyeong oppa.” Sapa Minji dengan sopan kepada semua orang yang ada di ruang tengah itu.

“Annyeong Minji-ssi. Ayo silahkan duduk…” Ujar eomma Kyuhyun lembut. Kemudian eomma Kyuhyun segera beranjak dari tempat duduknya dan pergi menuju dapur mempersiapkan kudapan ringan serta teh hangat untuk Minji.

Minji tersenyum kepada eomma kyuhyun. “Ne, kamsahamnida ajhuma.” Jawabnya singkat. Gadis itu duduk tepat berhadapan dengan appa Kyuhyun.

“Jeongmal mianhe Minji-ssi, kami sudah memintamu datang kesini malam-malam.” Appa Kyuhyun berbicara penuh dengan kewibawaannya. Walaupun terlihat sangat tegas, namun masih terpancar kasih sayang dan keramahan di raut wajahnya yang sudah mulai menua itu.

“Gwaenchana ajhussi, tapi kalau saya boleh tau sebenarnya ada apa saya di panggil kesini?” Tanya Minji pada appa Kyuhyun dengan hati-hati.

Appa Kyuhyun mendesah pelan. “Kyuhyun sejak keluar dari rumah sakit tidak bisa tidur dengan tenang. Dia selalu bermimpi buruk, hingga membuatnya terus mengigau ketakutan. Saat ini sudah ada lingkaran hitam di kedua mata Kyuhyun, makannya pun sedikit membuat tubuhnya semakin kurus. Kami sangat khawatir dengan kondisinya yang dari hari ke hari semakin lemah.” Ujar appa Kyuhyun lirih.

“Siang ini Kyunnie sempat tertidur, tapi belum 30 menit dia sudah terbangun lagi dengan terkejut dan nafas yang tersengal-sengal.” Sambung Sungmin menambahkan ucapan appanya.

“Oleh karna itu kami memanggilmu kesini, berharap kau dapat menidurkan Kyuhyun.” Ujar appa Kyuhyun memelas pada Minji agar gadis itu dapat membuat putra tercintanya tertidur.

“Ta . . . tapi . . .” Kata Minji terbata. Dia merasa tidak enak pada keluarga Kyuhyun yang memintanya untuk membuat Kyuhyun tertidur, padalah dia hanya gadis berumur 17 tahun yang biasa saja.

“Ajhuma mohon Minji, tolong buat Kyunnie tertidur. Ajhuma tidak tega melihatnya bila seperti ini terus, keadaannya bisa memburuk…” Gantian eomma Kyuhyun yang memohon pada Minji. Dengan terpaksa Minji menganggukkan kepalanya sebagai tanda bersedia.

~~~~~~~~~~

Tok… Tok… Tok…

Minji mengetuk pelan pintu kamar Kyuhyun, namun tidak ada tanggapan apa-apa dari dalam. “Kyu, ini aku Minji.” Tetap tidak ada jawaban dari Kyuhyun.

“Aku masuk ya?” Ujar Minji lagi sambil membuka pintu kamar Kyuhyun yang tidak terkunci. Saat memasuki kamar, Minji terkejut melihat sesosok tubuh yang duduk diatas meja menghadap keluar jendela sambil memeluk lututnya. “Hei, kenapa kau duduk menghadap jendela? Nanti kau bisa masuk angin, Kyu.” Minji melangkahkan kakinya perlahan mendekati Kyuhyun.

”….” Kyuhyun masih diam dan tidak memperdulikan kedatangan Minji yang kini sudah berada didekatnya. Wajah Kyuhyun terlihat begitu lelah.

“Kyu sudah malam, ayo tidur.” Minji mulai membujuk Kyuhyun sambil menutup tirai jendela yang ada di hadapannya. Kyuhyun hanya menggelengkan kepalanya pelan.

“Baiklah, tapi setidaknya kau jangan duduk di atas meja seperti ini. Ayo turun…” Bujuk Minji sekali lagi. Kemudian Minji meraih kedua tangan Kyuhyun lalu menuntunnya turun dari atas meja menuju ranjangnya, dan untuk kali ini Kyuhyun menuruti perkataan Minji. Kyuhyun duduk dengan bersandar pada ranjangnya sedangkan Minji tepat berada di hadapan Kyuhyun.

“Kyu, kau tau hari ini lukisanku di puji oleh Shindong songsengnim, dia bilang lukisanku bagus dan aku memiliki bakat untuk menjadi seorang pelukis.” Minji sangat bersemangat menceritakannya pada namja yang ada dihadapannya ini. Tapi Kyuhyun tidak meresponnya sedikit pun apa yang Minji katakan. Kyuhyun hanya menatap Minji dengan tatapan kosong.

Minji mendesah pelan melihat keadaan Kyuhyun yang sudah seperti mayat hidup ini. “Kyu jangan seperti ini terus, aku mohon… Aku rindu pada Kyuhyun yang dingin, cuek dan cerewet…” Nada bicara Minji bergetar menahan tangis, dia benar-benar merasa rindu pada sosok Kyuhyun teman sekelasnya.

‘Kyu, kau harus cepat sembuh demi Minji. Jangan biarkan gadis ini bersedih karenamu.’ Batin Kyuhyun pada dirinya sendiri.

Kyuhyun mendekati Minji perlahan, kemudian merebahkan dirinya di pangkuan Minji. Dia meraih satu tangan Minji dan meletakkannya di atas kepalanya. Minji terkejut namun mengerti apa yang diinginkan Kyuhyun, dia pun mengelus-ngelus lembut kepala namja itu. “Aku suka bau mu, membuat hatiku merasa nyaman . . .  seperti bau eommaku dulu.” Bisik Kyuhyun lembut lalu memejamkan matanya. “Malam ini temani aku tidur… aku sudah lelah…” Ujarnya lagi sambil memeluk erat pinggang Minji dan Kyuhyun pun tertidur.

~~~~~~~~~~

Lanjutkan membaca “Protected Brother . . . Part 12”