Protected Brother . . . Part 12

Standar

“Annyeong Sungmin oppa.” Sapa Minji saat melihat Sungmin yang membukakan pintu untuknya.

“Akhirnya kau datang juga.”

“Mian oppa, tadi aku harus meminta izin dulu pada Bos tempatku bekerja.”

“Kau bekerja?”

“Ne, sore hari aku bekerja di sebuah kedai kopi.”

“Kenapa kau tidak bilang padaku? Kalau aku tau kau punya pekerjaan, kami tidak akan memintamu untuk datang kesini.”

“Gwaenchana oppa.”

“Ayo masuk, semuanya sudah menantimu sejak tadi.” Ujar Sungmin mempersilahkan Minji memasuki rumahnya. Sebelum menutup pintu, Sungmin menyempatkan diri menatap berkeliling halaman rumahnya. Dia mengharapkan seorang gadis yang dinantikannya sejak tadi muncul, namun sepertinya itu tidak mungkin karna hari sudah malam. ‘Kenapa Hee Joon belum datang juga . . .’ Batin Sungmin agak kecewa. Sungmin akhirnya menutup pintu rumahnya dan menuntun Minji menuju ruang tengah.

Minji mengikuti langkah kaki Sungmin di belakang, dia menatap kagum pada ornament-ornamen mini yang menghiasi rumah tersebut. Sesekali Minji mendongakkan kepalanya menatap kagum lampu-lampu kristal yang tergantung dengan kokoh di dinding atas. Baru pertama kali ini Minji bertamu ke rumah Kyuhyun.

Di ruang tengah sudah ada appa, eomma dan Siwon yang duduk di sofa panjang sambil menonton TV, sedangkan Leeteuk dan Kibum tidak terlihat batang hidungnya sedikit pun disana.

“Annyeong Ajhussi, Annyeong ajhuma, Annyeong oppa.” Sapa Minji dengan sopan kepada semua orang yang ada di ruang tengah itu.

“Annyeong Minji-ssi. Ayo silahkan duduk…” Ujar eomma Kyuhyun lembut. Kemudian eomma Kyuhyun segera beranjak dari tempat duduknya dan pergi menuju dapur mempersiapkan kudapan ringan serta teh hangat untuk Minji.

Minji tersenyum kepada eomma kyuhyun. “Ne, kamsahamnida ajhuma.” Jawabnya singkat. Gadis itu duduk tepat berhadapan dengan appa Kyuhyun.

“Jeongmal mianhe Minji-ssi, kami sudah memintamu datang kesini malam-malam.” Appa Kyuhyun berbicara penuh dengan kewibawaannya. Walaupun terlihat sangat tegas, namun masih terpancar kasih sayang dan keramahan di raut wajahnya yang sudah mulai menua itu.

“Gwaenchana ajhussi, tapi kalau saya boleh tau sebenarnya ada apa saya di panggil kesini?” Tanya Minji pada appa Kyuhyun dengan hati-hati.

Appa Kyuhyun mendesah pelan. “Kyuhyun sejak keluar dari rumah sakit tidak bisa tidur dengan tenang. Dia selalu bermimpi buruk, hingga membuatnya terus mengigau ketakutan. Saat ini sudah ada lingkaran hitam di kedua mata Kyuhyun, makannya pun sedikit membuat tubuhnya semakin kurus. Kami sangat khawatir dengan kondisinya yang dari hari ke hari semakin lemah.” Ujar appa Kyuhyun lirih.

“Siang ini Kyunnie sempat tertidur, tapi belum 30 menit dia sudah terbangun lagi dengan terkejut dan nafas yang tersengal-sengal.” Sambung Sungmin menambahkan ucapan appanya.

“Oleh karna itu kami memanggilmu kesini, berharap kau dapat menidurkan Kyuhyun.” Ujar appa Kyuhyun memelas pada Minji agar gadis itu dapat membuat putra tercintanya tertidur.

“Ta . . . tapi . . .” Kata Minji terbata. Dia merasa tidak enak pada keluarga Kyuhyun yang memintanya untuk membuat Kyuhyun tertidur, padalah dia hanya gadis berumur 17 tahun yang biasa saja.

“Ajhuma mohon Minji, tolong buat Kyunnie tertidur. Ajhuma tidak tega melihatnya bila seperti ini terus, keadaannya bisa memburuk…” Gantian eomma Kyuhyun yang memohon pada Minji. Dengan terpaksa Minji menganggukkan kepalanya sebagai tanda bersedia.

~~~~~~~~~~

Tok… Tok… Tok…

Minji mengetuk pelan pintu kamar Kyuhyun, namun tidak ada tanggapan apa-apa dari dalam. “Kyu, ini aku Minji.” Tetap tidak ada jawaban dari Kyuhyun.

“Aku masuk ya?” Ujar Minji lagi sambil membuka pintu kamar Kyuhyun yang tidak terkunci. Saat memasuki kamar, Minji terkejut melihat sesosok tubuh yang duduk diatas meja menghadap keluar jendela sambil memeluk lututnya. “Hei, kenapa kau duduk menghadap jendela? Nanti kau bisa masuk angin, Kyu.” Minji melangkahkan kakinya perlahan mendekati Kyuhyun.

”….” Kyuhyun masih diam dan tidak memperdulikan kedatangan Minji yang kini sudah berada didekatnya. Wajah Kyuhyun terlihat begitu lelah.

“Kyu sudah malam, ayo tidur.” Minji mulai membujuk Kyuhyun sambil menutup tirai jendela yang ada di hadapannya. Kyuhyun hanya menggelengkan kepalanya pelan.

“Baiklah, tapi setidaknya kau jangan duduk di atas meja seperti ini. Ayo turun…” Bujuk Minji sekali lagi. Kemudian Minji meraih kedua tangan Kyuhyun lalu menuntunnya turun dari atas meja menuju ranjangnya, dan untuk kali ini Kyuhyun menuruti perkataan Minji. Kyuhyun duduk dengan bersandar pada ranjangnya sedangkan Minji tepat berada di hadapan Kyuhyun.

“Kyu, kau tau hari ini lukisanku di puji oleh Shindong songsengnim, dia bilang lukisanku bagus dan aku memiliki bakat untuk menjadi seorang pelukis.” Minji sangat bersemangat menceritakannya pada namja yang ada dihadapannya ini. Tapi Kyuhyun tidak meresponnya sedikit pun apa yang Minji katakan. Kyuhyun hanya menatap Minji dengan tatapan kosong.

Minji mendesah pelan melihat keadaan Kyuhyun yang sudah seperti mayat hidup ini. “Kyu jangan seperti ini terus, aku mohon… Aku rindu pada Kyuhyun yang dingin, cuek dan cerewet…” Nada bicara Minji bergetar menahan tangis, dia benar-benar merasa rindu pada sosok Kyuhyun teman sekelasnya.

‘Kyu, kau harus cepat sembuh demi Minji. Jangan biarkan gadis ini bersedih karenamu.’ Batin Kyuhyun pada dirinya sendiri.

Kyuhyun mendekati Minji perlahan, kemudian merebahkan dirinya di pangkuan Minji. Dia meraih satu tangan Minji dan meletakkannya di atas kepalanya. Minji terkejut namun mengerti apa yang diinginkan Kyuhyun, dia pun mengelus-ngelus lembut kepala namja itu. “Aku suka bau mu, membuat hatiku merasa nyaman . . .  seperti bau eommaku dulu.” Bisik Kyuhyun lembut lalu memejamkan matanya. “Malam ini temani aku tidur… aku sudah lelah…” Ujarnya lagi sambil memeluk erat pinggang Minji dan Kyuhyun pun tertidur.

~~~~~~~~~~

Di kamar yang lain, Sungmin sedang gelisah menanti balasan sms dari Hee Joon, Sudah 1 jam lamanya dia berkali-kali mengirimkan pesan singkat pada Hee Joon, namun sampai saat ini tidak ada satu pun pesannya yang di balas oleh gadis itu. Pikiran Sungmin melayang tak jelas, terlintas seketika bayangan menyeramkan. Dia membayangkan Hee Joon tertabrak mobil atau di cegat oleh beberapa preman yang ingin memperkosanya seperti dulu. “Aish…kenapa aku malah memikirkan hal yang tidak-tidak.” Sungmin mengacak rambutnya sedikit frustasi.

Ja ireona (ja ireona) da iriwa (da iriwa)

Mak heundeureo (ni saenggak modu)

Just shake it up, Shake it up

Ja ireona (ja ireona) da iriwa (da iriwa)

Mak heundeureo (ni saenggak modu)

Just shake it up, Shake it up

Shake it upShake it upShake it up!

Tiba-tiba ponsel Sungmin berdering, dengan cepat dia membuka flipnya melihat siapa yang menghubunginya. Layar ponselnya menunjukkan nama gadis yang sejak tadi di tunggunya, yaitu Hee Joon.

“Yoboseo.”

“Oppaaa . . . kau jahaaaat… “ Ujar Hee Joon diseberang sana.

“Hee Joon, kau mabuk ya???” Tanya Sungmin karna dia dapat mendengar cegukan-cegukan pelan dalam suara Hee Joon.

“Aniiiii….aku hanya minum sedikit….”

“Aish…kau ini kan belum cukup umur untuk meminum minuman keras.”

“Oppaaaa… yang membuatku meminumnya…” Hee Joon berbicara ngelantur tidak jelas.

“Kau ada dimana sekarang?”

“Ehmmm… aku ada di pinggir sungai Han bersiap untuk menyeburkan diri.” Ucapnya asal.

Sungmin yang mendengarnya langsung panik. “Mwo?! Ya! Jangan lakukan itu.”

“Aish… oppa berisik sekali…” Hee Joon memutuskan sambungan teleponnya.

“Hee Joon, kau… yoboseo… yoboseo Hee Joon…” Sungmin tambah frustasi mengetahui Hee Joon sedang mabuk dan hendak menyeburkan diri di sungai Han. ‘Aku harus mencarinya!’ Ujar Sungmin sambil bersiap mengenakan jaket untuk mencari Hee Joon.

Sebelum Sungmin pergi mencari Hee Joon, dia sempatkan dirinya menengok keadaan Kyuhyun. Perlahan dia masuk ke kamar dongsaengnya itu. Sungmin menemukan Kyuhyun tertidur pulas di pangkuan Minji, dan Minji sedang mengelus-ngelus kepala Kyuhyun dengan lembut.

“Syukurlah akhirnya dia tertidur juga.” Ucapnya setengah berbisik. Minji agak terkejut dengan kehadiran Sungmin yang tiba-tiba.

“Akan ku benarkan posisinya tidur agar kakimu tidak pegal, Minji.” Sungmin hendak mengangkat tubuh dongsaengnya, namun Minji mencegahnya.

“Jangan oppa, nanti Kyu bisa terbangun. Biarkan saja, aku tidak apa-apa.”

“Tapi kalau dia tertidur di pangkuanmu seperti ini lututmu bisa sakit.”

“Gwaenchana oppa.”

“Gomawo Minji-ah, kau sudah membuat Kyunnie kami tertidur.” Minji hanya tersenyum mendengar ucapan terima kasih dari Sungmin. Setelah itu Sungmin menyelimuti Kyuhyun dan mengecupkan keningnya sesaat sebelum dia pergi meninggalkan kamar dongsaengnya.

~~~~~~~~~~

“Aish… gadis nakal itu ada dimana?” Sungmin berbicara pada dirinya sendiri sesampainya di taman pinggiran sungai Han. “Hee Joon . . .! Kang Hee Joon, dimana kau???”

Sungmin berlari kesana dan kemari mencari-cari sosok Hee Joon, namun dia tidak melihat satu orang pun yang berlalu lalang disana. Dia mencari dan terus mencari, hingga keringat bercucuran membasahi tubuhnya dan nafasnya juga sudah terengah-engah. Sungmin memutuskan beristirahat sebentar dan duduk disalah satu bangku taman. Hari sudah semakin malam, udaranya pun semakin dingin. Dalam keheningan malam samar-samar Sungmin mendengar suara isakan tangis seseorang. Dia yakin suara itu pasti suara Hee Joon. Sungmin pun memberanikan diri mencari sumber suara isakan tersebut. Dan dia mendapati sosok Hee Joon yang sedang menangis di bawah pohon sambil menegug sebotol besar soju.

“Hee Joon, gwaenchana?” Tanya Sungmin mencemaskan keadaan gadis itu.

“Oppa…kenapa kau kesini…?”

“Aku mengkhawatirkanmu bodoh.”

“Cih, jangan bohong! Oppa mana mungkin mengkhawatirkan gadis nakal sepertiku.”

“Ya! Aku benar-benar mencemaskanmu. Ayo pulang!”

“Tidak mau…”

“Harus!” Tanpa basa-basi Sungmin langsung menggendong Hee Joon di pundaknya. Hee Joon sempat memberontak minta diturunkan, tapi usahanya tidak berhasil.

Sungmin mengantarkan Hee Joon pulang ke apartementnya. Dulu waktu dia menolong Hee Joon dari preman-preman yang ingin memperkosanya, Sungmin pernah mengantar Hee Joon pulang, jadi dia sudah tau letak apartement tempat tinggal gadis itu. Sesampainya di depan pintu apartement, Sungmin merogoh-rogoh tas Hee Joon mencari kunci. Sungmin menemukan kuncinya, dia segera membuka pintu lalu memapah Hee Joon masuk kedalam. Sungmin merebahkan Hee Joon di ranjangnya yang berukuran besar.

Tercium bau Soju yang sangat menyengat dari baju Hee Joon, Sungmin memutuskan untuk mengganti pakaiannya. Saat Sungmin mendekat, tiba-tiba Hee Joon mendorongnya cukup kuat.

“Jangan sentuh aku! Oppa jahat . . .” Rancaunya tak jelas karena mabuk. “Kau adalah laki-laki yang terjahat . . . “

Sungmin menyerngitkan dahi sebagai tanda kalau dia tidak mengerti dengan apa yang di ucapkan gadis yang ada di hadapannya ini sejak tadi.

“Ya! Baju yang kau pakai itu sangat bau Soju, babo.” Ujar Sungmin mendekati Hee Joon lagi.

“Sudah aku bilang jangan sentuh aku! Oppa sudah menghancurkan hatiku berkeping-keping….” Hee Joon yang setengah sadar dan setengah mabuk mengatakan semua isi perasaannya.

“Mwo?!”

“Oppa~ hari ini aku membuat cake khusus untukmu dan aku senang sekali waktu kau mengundangku datang ke rumahmu. Tapi seketika hatiku hancur saat melihatmu bermesraan didepan pintu rumah dengan seorang gadis cantik….” Mata Hee Joon memerah dan beberapa saat kemudian mengalir airmata dengan deras dari pelupuk matanya. “Sungmin oppa~ saranghe. Jeongmal saranghe… Kenapa kau tidak bisa merasakan cinta yang ku berikan padamu….?”

Sungmin tertegun dan matanya terus menatap jawah gadis yang selama ini telah memenuhi ruang hatinya. Tangis Hee Joon semakin menjadi setelah mengatakan semua perasaan yang di pendamnya selama ini. Sungmin tersenyum bahagia lalu menjitak kepala Hee Joon pelan. “Kau benar-benar gadis yang bodoh.”

Hee Joon tidak membalas perkataan Sungmin, bahkan kali ini dia sudah tidak punya keberanian untuk menatap wajah namja imut yang dia cintai itu. ‘Habis sudah.’ Batinnya dalam hati.

Tangan Sungmin meraih tubuh Hee Joon lalu mendekapnya erat dalam pelukkan hangat. “Kau satu-satunya gadis yang berhasil mencuri hatiku. Nado saranghe, Hee Joon-ah.”

Hee Joon tersentak kaget mendengar ucapan Sungmin, dia segera mendongakkan kepalanya untuk dapat melihat wajah namja itu. Di lihatnya Sungmin tersenyum sangat manis. “Bohong!”

“Itu benar, aku tidak bohong. Hatiku sudah di penuhi oleh dirimu seutuhnya.” Ujar Sungmin berusaha meyakinkan Hee Joon.

“Lalu gadis yang datang kerumah oppa tadi siapa…?” Tanya Hee Joon dengan suara yang sudah terdengar parau akibat menangis.

“Maksudmu Minji? Dia itu yeoja chingunya dongsaengku, dan mungkin statusnya akan berubah menjadi dongsaeng iparku suatu hari nanti. Kau cemburu ya?” Jelas Sungmin sambil menggoda gadis itu.

Hee Joon berusaha meloloskan diri dari dekapan Sungmin. “Aniyo, aku tidak cemburu!”

Sungmin mendekap Hee Joon lebih erat lagi agar gadis itu tidak bisa kabur. “Mulai sekarang jangan mabuk seperti ini lagi atau aku akan sangat marah padamu. Aku tidak mau punya yeojachingu yang mabuk-mabukkan, arraseo!”

Hee Joon menganggukkan kepalanya pelan, dia benar-benar merasa menyesal telah salah paham kepada Sungmin. Sekejap mata, bibir Sungmin sudah mendarat di bibir mungil Hee Joon. Gadis itu membelalakkan matanya tanda tidak percaya, namun dia sangat menikmati ciuman yang Sungmin berikan padanya. Mereka berciuman cukup lama, sampai akhirnya Sungmin menyudahi ciumannya itu. Wajah keduanya memerah bagai kepiting rebus.

“Emmm… main, aku menciummu tanpa meminta izin dulu.” Ucap Sungmin malu-malu. Hee Joon terpaku sesaat berusaha mengembalikan kesadarannya, dan meyakinkan dirinya kalau ini bukan hanya sebuah mimpi belaka.

Hee Joon masih menatap wajah Sungmin yang salah tingkah dan malu karna sudah mencium dirinya. Setelah itu Hee Joon pun dengan kilat melayangkan bibirnya tepat berada di atas bibir Sungmin. Dan mereka kembali berciuman lebih panas. Bibir keduanya saling bertautan satu sama lain dan saling mengulum, seolah tidak ingin melepaskannya walau hanya sedetik pun.

“Ehmmm….mmmm…ahhhhh…” Desahan demi desahan mulai keluar dari mulut mereka.

Sungmin beralih pada tengkuk leher Hee Joon dan kembali menciuminya penuh dengan hawa nafsu hingga meninggalkan banyak kiss mark. Perlahan Sungmin terbawa hawa nafsunya yang semakin liar, dia berusaha melepaskan pakaian Hee Joon hingga gadis itu telanjang dan tidak ada sehelai benang pun yang menempel pada kulitnya. Sedangkan Hee Joon tidak berontak sedikit pun dengan apa yang dilakukan Sungmin terhadapnya. Ya, gadis itu bahkan sangat menikmatinya. Hee Joon sudah merelakan keperawanannya untuk direnggut oleh Sungmin.

Sungmin melepaskan seluruh pakaiannya sambil melumat habis bibir gadis itu lalu menindihnya. Sungmin segera melancarkan aksinya, menikmati setiap inci bagian lekukan yang ada di tubuh Hee Joon.

*****skiiiiiiiiiiiiiiiiiiip*****

~~~~~~~~~~

Malam ini untuk pertama kalinya Kyuhyun dapat tidur dengan nyenyak selama berjam-jam. Minji yang menemaninya berusaha untuk tetap terjaga, walau sebenarnya dia sudah sangat mengantuk. Saat menahan kantuknya Minji melihat raut wajah Kyuhyun yang berubah menjadi gelisah. Matanya yang terpejam bergerak-gerak tak jelas dan kepalanya mulai menggeleng kesana-kemari. Dengan seketika Kantuk Minji hilang, dia panik melihat perubahan wajah Kyuhyun yang menjadi ketakutan dalam tidurnya. Keringat bermunculan dari permukaan kulit namja itu.

“Ja… jangan…. Lepaskan aku….” Igauan Kyuhyun terdengar sangat pelan.

“Ssssssst…. Kyu gwaencaha, ada aku disini.” Ujar Minji berusaha menenangkan kembali tidur Kyuhyun sambil terus membelai kepalanya lembut. Perlahan Kyuhyun jadi tenang dan tertidur pulas kembali.

Keesokan paginya…

“Eummm…” Kyuhyun terbangun saat matanya terkena sinar matahari yang menyelinap masuk dari balik jendelanya.

“Kyu, kau sudah bangun?” Siwon bangkit dari tempat duduknya dan mendekati Kyuhyun yang sudah terbangun. “Selamat pagi.”

“Hyung… Minji mana?” Tanya Kyuhyun ketika menyadari tidak adanya sosok Minji.

“Minji baru saja pulang, dia harus bergegas pergi ke sekolah. Jadi aku yang menemanimu disini.” Ujar Siwon santai.

“Aku juga ingin masuk sekolah, hyung.” Kyuhyun perlahan bangkit dari ranjangnya.

“Mwo?! Andwaae! Kau baru saja sembuh, Kyu.” Siwon mencegah dongsaengnya bergerak.

“Aku sudah tidak apa-apa. Aku ingin masuk sekolah.” Ujar Kyuhyun yang tetap keras kepala.

“Tapi kau masih harus banyak istirahat”

“Hyung… jebal, aku sudah sembuh. Biarkan aku masuk sekolah…” Rengek Kyuhyun pada Siwon.

“Aish…. anak ini. Terserahmu lah…” Siwon tidak bisa menolak jika dongsaengnya sudah merengek-rengek seperti ini.

Kyuhyun tersenyum kemudian berlari kecil menuju kamar mandi.

“Ya! Kau jangan berlari-lari seperti itu, nanti bisa jatuh.” Ujar Siwon masih sangat mengkhawatirkan kondisi dongsaengnya. ‘Apa benar Kyu sudah sembuh…?’

~~~~~~~~~~

Hee Joon membuka matanya ketika merasakan hembusan nafas seseorang tepat berada di depan wajahnya. Dia menatap seorang pria berwajah manis yang masih memejamkan matanya. Gadis itu segera mengingat apa yang sudah mereka lakukan semalam.

“Ommo, jadi yang semalam itu bukan mimpi.” Ujarnya setengah berbisik takut membangunkan namja yang ada di sebelahnya. Hee Joon hendak bangun dari ranjangnya, namun seketika dia dapat merasakan sesuatu yang masih terhimpit di dalam kewanitaannya. Hee Joon menyingkap sedikit selimut yang menutupi tubuh mereka untuk melihat apa yang berada dalam himpitan selangkangannya. Mata Hee Joon membulat ketika melihat milik Sungmin yang masih betah bersarang didalamnya.

Hee Joon menjatuhkan kembali tubuhnya diranjang. Jantungnya berdetak dengan kencang. Tidak lama kemudian Sungmin terbangun.

“Jagi, kau sudah bangun ya?” Tanya Sungmin sambil mengucek matanya.

“N…n…ne.” Jawab Hee Joon dengan gugup.

“Kau kenapa? Apa ada yang sakit?” Tanya Sungmin lagi dengan cemas.

“Aniyo… Tidak ada yang sakit ko, oppa.”

“Syukurlah… Jagi, mian semalam aku telah menyakitimu.” Sungmin merasa bersalah karna dia tidak dapat menahan hasratnya sebagai seorang namja.

“Gwaenchana oppa.”

“Kau tidak usah khawatir, setelah kau lulus sekolah aku akan segera menikahimu.” Ujar Sungmin dengan menunjukkan senyum termanis yang dia miliki.

“Mwo?!” Hee Joon tersentak kaget mendengar perkataan Sungmin.

“Wae? Kau tidak mau menikah denganku???” Selidik Sungmin.

“Ani…aku hanya terkejut mendengar perkataan oppa yang akan menikahiku setelah lulus. Aku…. tidak tau harus berkata apa. Pernyataan oppa sangat mengejutkan sekaligus membuat hatiku merasa bahagia.” Ujar Hee Joon malu-malu.

“Kalau begitu kau bersediakan menjadi istriku?”

“Ne, tentu saja oppa. Aku tidak mungkin menolaknya.”

“Saranghae.”

“Nado sarangh… Kyaaaaa~ oppa, kenapa milikmu bergerak-gerak didalam.”

“Hah?! Hehehehe… mian jagi, sepertinya dia bangun lagi. Semalam aku lupa untuk menjabutnya karna kelelahan.” Ujar Sungmin menggaruk-garuk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal.

“Haaaah….ahhhhh….oppa….” Hee Joon mendesah merasakan milik Sungmin yang berkedut-kedut didalam.

“Jagi, kita lakukan sekali lagi ya?” Dan Sungmin pun melancarkan serangan kepada Hee Joon untuk kesekian kalinya.

~~~~~~~~~~

“Eomma, aku sudah selesai. Aku berangkat ya?” Ujar Eeteuk setelah menghabiskan sarapannya.

“Aku juga berangkat.” Kata Kibum yang juga sudah beranjak dari kursinya.

Leeteuk mengerutkan keningnya menatap Kibum. “Kau bukannya kuliah siang, hari ini?”

“Aku ada tugas kuliah yang mau di kerjakan bersama dengan Eunhyuk, hyung.” Ujar Kibum berbohong pada Eeteuk. Kibum tidak mungkin memberitahukan hal yang sebenarnya bahwa dia sedang menyelidiki siapa yang telah menyiksa Kyuhyun. Eeteuk pasti akan segera mencegahnya dan menyuruhnya untuk berdiam diri saja di rumah.

“Oh… Mau ku antar ke rumah Eunhyuk.” Eeteuk menawarkan tumpangan kepada Kibum.

“Ne? Tidak usah hyung, aku berangkat sendiri saja”

“Baiklah, kalau begitu aku berangkat duluan ya.” Eeteuk mengacak rambut Kibum dengan lembut.

Kibum menyusul ke pergian Eeteuk setelah mengambil tas ranselnya. “Appa, eomma, aku berangkat ya.” Teriak Kibum yang sudah berada di teras depan.

“Ne, hati-hati nak.” Balas sang eomma setengah berteriak.

Tidak lama kemudian Kyuhyun yang sudah rapi dengan seragam sekolahnya menuruni anak tangga bersama Siwon.

“Kyu, kau mau kemana nak?” Tanya appa dengan terkejut.

“Kyu ingin masuk sekolah, appa.” Ujar Siwon menjawab pertanyaan appanya.

“Mwo?! Andwae, eomma tidak akan membiarkanmu berangkat ke sekolah. Kau belum sembuh benar , Kyunnie.” Sang eomma memegangi tangan Kyuhyun, mencegah anak bungsunya pergi.

“Lepaskan.” Ujar Kyuhyun sambil berusaha melepaskan tangan eommanya. “Biarkan aku sekolah!”

“Andwae, eomma tidak akan mengijinkan.”

“Lepaskan, aku benci eomma!” Karna kesal Kyuhyun akhirnya membentak eommanya tanpa rasa bersalah.

Hyorin sangat terkejut melihat Kyuhyun anak kesayangannya telah berani membentaknya. Perlahan Hyorin melepaskan tangan anaknya dan dengan berat hati membiarkan Kyuhyun pergi dari hadapannya. ‘Kyunnie, apa salah eomma? Kenapa kau begitu membenci eomma…’ Batin Hyorin dalam hati. Siwon bergegas menyusul Kyuhyun lalu mengantarkannya kesekolah.

~~~~~~~~~~

Sesampainya di sekolah, seperti biasa Siwon selalu menasehatinya agar tidak terlalu lelah dan jika terjadi apa-apa segera mmenghubunginya. Sebenarnya Siwon ingin mengantar dongsaengnya sampai masuk kedalam kelasnya, tapi Kyuhyun menolaknya dan menyuruh Siwon segera pulang. Terpaksa Siwon menuruti kemauan dongsaengnya itu.

Baik Siwon maupun Kyuhyun tidak menyadari bahwa sejak tadi ada seseorang yang memperhatikan mereka dari jauh. Orang itu tersenyum licik melihat Siwon pergi meninggalkan Kyuhyun begitu saja.

Kyuhyun melangkahkan kakinya dengan semangat, dia berencana mengejutkan Minji dengan kedatangannya hari ini ke sekolah. Kyuhyun melewati lapangan serta ring basket yang menjadi satu di halaman depan sekolahnya.

Langkah kakinya terhenti saat Kyuhyun melewati aula utama sekolahnya. Dia tidak sengaja melihat Minji dengan sesorang yang membelakanginya dari celah pintu yang terbuka sedikit. ‘Minji sedang apa disini? Dan siapa namja yang berbicara dengannya?’ Pertanyaan demi pertanyaan muncul dalam benak Kyuhyun.

“Minji-ah, gomawo… gomawo…!” Sama-samar Kyuhyun mendengar suara namja yang ada dihadapan Minji. Kemudian namja itu berlari memeluk Minji sangat erat.

“Aish… Donghae, apa yang kau lakukan?! Aku sesak…” Ujar Minji berusaha melepaskan diri dari pelukan Donghae. Ya, namja itu adalah Lee Donghae sahabat Kyuhyun.

Kyuhyun yang memperhatikan kejadian itu mengepal tangannya kuat-kuat. Ingin rasanya dia memukul Donghae dan membawa lari Minji dari tempat itu, namun tidak Kyuhyun lakukan karna takut Minji akan membencinya. Dia hanya bisa menatap nanar pemandangan tersebut dengan perasaannya yang hancur berkeping-keping dan Kyuhyun pun memutuskan untuk pergi meninggalkan tempat itu menuju kelasnya.

~~~~~~~~~~

Tiiiinnn . . . . Tiiiinnn . . . .

Kibum membunyikan klakson mobilnya tepat berada di depan rumah Eunhyuk.

“Kibum-ah, kau cepat sekali sampai ke rumahku.” Kata Eunhyuk setengah berteriak dari arah pintu masuk rumahnya.

“Ayo cepat! Aku tidak mau sampai kehilangan anak yang bernama Key itu, makanya kita harus sampai di sekolah Jin Ki sebelum tengah hari.”

“Arra…tapikan tidak usah terburu-buru juga. Ini masih jam 8 pagi, Kibum-ah. Kita masih punya banyak waktu sebelum tengah hari.”

“Sudah jangan banyak bicara lagi, ayo kita berangkat.” Kibum yang sudah tidak sabar menarik lengan Eunhyuk supaya cepat masuk kedalam mobilnya.

“Lalu bagaimana dengan kuliah kita hari ini?” Tanya Eunhyuk dengan tampang anak sok rajin. Eunhyuk memang terkenal nakal dan playboy di kampus, tapi dia juga termasuk anak yang rajin kuliah.

“Kita bolos sehari tidak akan bermasalahkan? Nanti kalau ada tugas biar aku yang mengerjakannya.”

“Jinja?! Kalau begitu akan ku ikuti kemana pun kau pergi. Lets Go!” Ujar Eunhyuk yang semangat menggebu-gebu.

“Dasar Oned.” Kibum menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Apa kau bilang? Aku bukan Oned!” Eunhyuk protes, dia tidak suka di panggil Oned oleh Kibum

“Arra…arra…” Kibum Terkekeh puas melihat tingkah Eunhyuk yang protes di panggil Oned, dia pun melajukan mobilnya menuju Daegu.

~~~~~~~~~~

“Kyuuuuuu. . . kau sudah masuk sekolah lagi!” Donghae berteriak kencang melihat sahabatnya yang duduk di kursinya dan sudah masuk sekolah kembali. “Kenapa kau tidak memberitahu ku kalau kau masuk hari ini?” Donghae bersiap melayangkan pelukan hangatnya untuk Kyuhyun, namun Kyuhyun menatap tajam Donghae bahkan lebih sinis dari biasanya. Donghae pun mengurungkan niatnya karna tatapan Kyuhyun yang sangat tidak mengenakkan baginya “Kau kenapa Kyu?” Kyuhyun tidak menjawab pertanyaan Donghae, dia malah lebih menatap Donghae dengan penuh amarah.

“Kyu, kau masuk sekolah?” Ujar Minji membuyarkan tatapan Kyuhyun pada Donghae. Minji baru saja memasuki kelas dan terkejut melihat Kyuhyun. Kemudian dia berjalan cepet menghampiri Kyuhyun. “Ommo, kau kan belum sembuh benar.” Minji hendak meletakkan tangan kanannya di atas dahi Kyuhyun, namun Kyuhyun menepis tangannya dengan kencang. “Kyu, gwaenchana?” Kyuhyun tetap diam tidak menjawab apa pun, sekarang dia menatap keduanya dengan kebencian.

Ketiganya mematung selama beberapa saat didalam kelas hingga bell berbunyi dan Shindong songsaengnim datang memasuki kelas.

“Selamat pagi anak-anak.”

Mendengar ucapan Shindong songsaengnim semua anak duduk di tempatnya masing-masing, termasuk donghae dan Minji yang sejak tadi berdiri di samping Kyuhyun.

‘Kenapa Kyuhyun menatapku seperti itu?’ Batin Donghae dalam hati.

. . . . to be continued . . . .

Annyeong all readers, saya kembali lagi. Mian Protected Brother part 12 molor hampir 2 minggu. Sebenarnya udah dari hari sabtu kemarin saya ingin posting nie FF, tapi naas Flashdisk kena virus yang menyerang semua file berformat doc. Jadi saya harus mengetiknya ulang semua FF yang hangus kena virus. Dan lagi selama satu minggu ini saya benar-benar keteter mengerjakan tugas Kuliah, dari seminar, studio desain, sampe magang. Sekali lagi saya meminta maav buat readers yang udah setia menanti Protected Brother part 12 ini. Semoga kalian puas dengan cerita lanjutannya, karna saya cukup ngebut mengetiknya jadi harap maklum klo ada salah penulisan kata atau huruf.

Tadinya part 12 ini mo di buat NC, tapi ngga jadi coz kebanyakan readers setianya adalah anak di bawah umur. Oia, maav juga karna minggu ini ngga ada FF NC. FF NC dari saya lum di edit jadi ngga bisa di posting minggu ini, dan FF lain yang saya buat akan menyusul secepatnya. Saya harap bagi yang baca FF ini untuk meninggalkan jejak, karna bagaimana pun author akan semangat melanjutkan FF mereka jika banyak yang memberikan komentar. ^^

FB: chery_blosom13@yahoo.com

Twitter: @shania9ranger

2 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s