The Desire of a Man . . . (Epilog Part 1)

Standar

Selesai juga part epilognya. Kemaren ada readers yang minta epilognya 2 part. Dan berhubung otak saya sedang lancar, jadi part epilognya benar-benar saya buat 2 part deh. ^^ Tapi sayang Protected Brother harus di cancel jadwal postingannya lagi. Huhuhu . . .

Hubungan Kyuhyun dan Sunha kembali terjalin, keduanya semakin tidak dapat terpisahkan. Dan keinginan terbesar Kyuhyun saat ini adalah menepati janjinya untuk segera menikahi Sunha setelah gadis itu keluar dari rumah sakit.

“Jagi, kata dokter Kim besok kau sudah boleh pulang.” Ujar Kyuhyun sambil mengupas apel disamping ranjang Sunha.

“Ne, aku sudah tau. Tadi suster sudah mengatakannya padaku.” Jawab Sunha menggerakkan tangannya memainkan rambut Kyuhyun.

“Malam ini aku akan mengatakan pada keluargaku tentang masalah kita. Dan meminta Appa untuk segera menikahkanku denganmu.” Ujar Kyuhyun santai.

Sunha membelalakkan matanya sesaat, ada perasaan bahagia dan juga takut yang menyeruak sekaligus di dalam hatinya. “Kau yakin Kyu…”

Kyuhyun menganggukkan kepalanya cepat. “Tentu saja aku yakin. Wae?”

“Ani… hanya saja aku agak khawatir. Bukankah Ajhussi adalah orang yang sangat tegas dan disiplin, aku takut nanti dia akan marah besar dan memukulmu, Kyu.”

“Tidak akan terjadi apa-apa, lagi pula aku ini kan anak kesayangannya. Kau tidak usah khawatir, percayakan saja padaku.” Kyuhyun menepuk dadanya dengan percaya diri, namun Sunha masih terlihat ragu.

Sebenarnya Kyuhyun juga agak ngeri terhadap Appanya. Walaupun Cho Yujin tidak pernah kasar terhadap keluarganya, tapi dia tau persis bahwa Appanya memang memiliki ketegasan dan kedisiplinan yang sangat luar biasa. Jika anaknya melakukan kesalahan atau melanggar peraturan, maka Appanya tidak akan segan-segan memukul dan memberikan hukuman. Seumur hidup Kyuhyun tidak pernah berani menentang atau melawan Appanya. Kali ini demi menikahi Sunha, Kyuhyun siap menerima amukan sang Appa.

~~~~~~~~~~~

‘PLAAAAAAK!’ Sebuah tamparan keras mendarat di pipi kyuhyun. Ya, Kyuhyun telah mengatakan semua kelakuannya dan itu membuat Appanya marah besar. “Kau benar-benar telah mencoreng aib diwajah Appa!” ‘PLAAAAAAK!’ Satu tamparan lagi mendarat di pipi Kyuhyun yang lain.

“Mian Appa… aku… aku tidak bermaksud…” Ujar Kyuhyun terbata, pipinya terasa perih dan panas.

“DIAM!!! Aku tidak mau mendengar ucapanmu lagi.” Appa Kyuhyun benar-benar frustasi mendengar pengakuan anaknya yang telah menghamili seorang gadis.

“Tapi Appa… ku mohon nikahkan aku dengannya…”

“Apa kau bilang?!” Sang Appa segera mendekati anaknya yang berdiri dengan kepala tertunduk dihadapannya, tanpa berkata-kata lagi Appa Kyuhyun langsung memukuli anaknya dengan emosi yang meluap-luap. Eomma dan Ahra yang sejak tadi berada ditempat itu berusaha memisahkan keduanya.

“Yeobo jangan… Hentikan! Kyuhyun anak kita…” Eomma Kyuhyun berteriak histeris melihat anak lelaki satu-satunya terus dipukuli oleh suaminya.

“Lepaskan, biar ku beri pelajaran dia!!!” Sang Appa masih terus memukuli Kyuhyun. Sedang Kyuhyun hanya diam menerima amukan Appanya. Sampai akhirnya Eomma dan Ahra berhasil menjauhkan keduanya. “Kau bilang apa tadi? Menikah! Cih, kau pikir menikah itu permainan anak-anak. Hidupmu saja masih bergantung padaku, dan dengan mudahnya kau bilang ingin menikah?! Mau kau kasih makan apa istri serta anakmu kelak, hah???” Bentak sang Appa lagi.

“Appa…” Ucap Kyuhyun menahan tangis. Dia sungguh tidak menyangka akan membuat Appanya semarah ini.

“Kalau kau memang ingin menikahinya, lakukanlah. Tapi jangan harap aku akan membiayainya! Carilah uang untuk biaya pernikahanmu sendiri. Aku sudah tidak sudi lagi mengakuimu sebagai anak!!!” Appa Kyuhyun pergi meninggalkan ruangan yang kemudian disusul oleh istrinya.

“Ahra, tenangkan dongsaengmu. Dia pasti sangat terguncang.” Bisik Eomma Kyuhyun kepada Ahra sebelum dia pergi.

~~~~~~~~~~~

Keesokkan harinya wajah Kyuhyun sudah dipenuhi oleh luka-luka memar akibat pukulan sang Appa. Suasana rumah berubah menjadi dingin dan menegangkan, bahkan Appanya kini sudah tidak mau melihat kehadiran Kyuhyun di rumah itu. Satu-satunya kekuatan Kyuhyun saat ini hanyalah Sunha dan bayi yang ada dalam kandungannya. Kyuhyun juga tidak menceritakan tentang amukan Appanya kepada Sunha, dia tidak mau membebani pikiran gadis yang sangat ia cintai itu.

Setelah mendapat amukkan dari Appanya, Kyuhyun pun mulai menyusun rencana untuk menikahi Sunha secepatnya. Diam-diam dia berusaha mencari pekerjaan sehabis pulang kuliah. Hanya saja tidak ada lowongan pekerjaan sama sekali, selain bekerja sebagai kuli yang memperbaiki jalanan. Namun demi mencapai impiannya Kyuhyun menerima pekerjaan sebagai Kuli bangunan itu. Pagi hari dia kuliah dan siang hingga malam kyuhyun bekerja. Sudah 2 minggu lamanya Kyuhyun dan Sunha tidak saling bertemu, mereka hanya berhubungan melalui ponsel. Kyuhyun selalu beralasan sedang sibuk mengerjakan tugas-tugas kuliahnya untuk menghindari Sunha beberapa waktu. Walaupun Kyuhyun yakin Sunha tidak mudah dibohongi dengan alasan-alasan yang terlalu bernarasi itu. Kedua tangan Kyuhyun pun sudah dipenuhi oleh luka sobekan akibat bekerja, tangan yang dulunya halus merubah menjadi sangat kasar oleh kapalan.

Suatu malam Appa dan Eomma Kyuhyun tidak sengaja memergoki anak mereka sedang menggali selokan bersama pekerja lain pada saat ingin menghadiri sebuah acara. Eomma Kyuhyun meneteskan air mata melihat anak kesayangannya bekerja kasar seperti itu. Sang Appa yang masih marah, hanya diam dan berusaha tidak peduli.

“Ini, cincin yang anda pesan sudah jadi.” Kata seorang wanita paruh baya yang berjaga di sebuah toko perhiasan.

“Ne, kamsahamnida Ajhuma.” Ujar Kyuhyun sambil menyerahkan sejumlah uang. Mata Kyuhyun yang sudah cekung karna kurang tidur dan kelelahan, berbinar-binar bahagia. Dia memperhatikan ukiran yang ada pada cincin itu dengan seksama. Sebuah cincin yang berbentuk sederhana dengan berlian kecil ditengahnya dan terdapat ukiran nama di bagian dalamnya, Kyuhyun-Sunha. Ya, cincin inilah yang akan diberikan Kyuhyun kepada Sunha ketika akan melamarnya. Dengan usaha kerja keras, Kyuhyun akhirnya berhasil mengumpulkan sejumlah uang untuk pernikahan sederhananya dengan Sunha, uang hasil keringantnya sendiri ditambah dengan uang yang ditabungnya sejak ia masih sekolah dasar.

Tiba-tiba ponsel Kyuhyun bergetar, dia mengambilnya dari dalam saku celana. Ternyata Sunha yang menghubunginya.

“Yeoboseo.”

“Yeoboseo Jagi~ Kau sudah makan siang?” Kata Kyuhyun dengan nada manjanya.

“Bukan waktunya menanyakan makan siang, Kyu.”

“Lalu?”

“Appa dan Eommaku akan kembali ke Korea sore ini.”

“Jincha? Bagus lah kalau begitu.”

“Ya! Kalau mereka menyadari kehamilanku bagaimana???”

“Biarkan saja mereka mengetahuinya.” Ujar Kyuhyun santai.

“Mwo? Ya! CHO KYUHYUN, bisa-bisa nanti aku dibunuh oleh Appa dan Eomma.”

“Aish…mana mungkin mereka tega melakukan hal itu padamu. Sudahlah, aku sedang sibuk sekarang.” Tuutttt! Kyuhyun menutup teleponnya dengan sengaja agar Sunha marah padanya, karna malam ini Kyuhyun berniat memberikan Sunha sebuah kejutan.

~~~~~~~~~~~

Tok…Tok…Tok…

Kyuhyun mengetuk pintu rumah Sunha dengan menyembunyikan seikat bunga mawar dibalik tubuhnya.

‘Cklek!’

Yang membuka pintu adalah Eommanya Sunha. “Annyeong Ajhuma.” Sapa Kyuhyun seramah mungkin.

“Annyeong Kyu, kau pasti ingin bertemu dengan Sunha ya?”

“Ne, apa Sunhanya ada Ajhuma?”

“Sunha ada dikamarnya, ayo silahkan masuk. Nanti Ajhuma panggilkan Sunha.” Ujar Eomma Sunha mempersilahkan Kyuhyun masuk.

Kyuhyun memasuki rumah yang berdomian warna coklat muda pada cat dindingnya, lalu duduk disalah satu sofa panjang di ruang tamu. Tidak lama kemudian dia melihat Sunha menuruni anak tanggan dan berjalan menghampirinya.

“Kyu… bogoshipoyo!” Sunha memeluk Kyuhyun erat melepas kerinduannya karna sudah beberapa minggu ini mereka tidak saling bertemu.

“Nado bogoshipo, ne jagiya.” Kyuhyun membalas pelukan Sunha.

“Kenapa tidak memberitahuku dulu kalau kau mau datang kesini?”

“Aku mau memberimu kejutan, ini semoga kau suka.” Kyuhyun menyerahkan seikat bunga mawar yang telah disembunyikannya sejak tadi.

“Wah… cantiknya… Aku suka!” Sunha menerimanya dengan senang hati. “Gomawo jagi…”

“Syukurlah kalau kau suka. Oh iya, apa Appamu ada?”

“Ne? Appa ada di ruang kerjanya. Waeyo?”

“Aku ingin bertemu dengan Appamu untuk membicarakan masalah kita.”

“Mwo?! A…apa kau tidak takut jika nanti Appaku memukulmu.”

“Tidak, aku sudah siap menerima segala resikonya asal bisa segera menikahimu.”

“Kyu…saranghe…”

“Nado saranghe, jagy.”

“Arraseo, kita hadapi Appaku bersama.” Sunha meraih tangan Kyuhyun dan membimbingnya keruang kerja sang Appa yang ada di lantai 2.

Perlahan Sunha membuka pintu ruang kerja Appanya. “Appa, apa aku boleh masuk?”

“Kenapa kau bertanya seperti itu, tentu saja kau boleh masuk.” Ujar Appa Sunha yang masih sibuk dengan berkas-berkas dimejanya.

Sunha dan Kyuhyun pun masuk ke dalam ruangan itu. Appa Sunha agak terkejut karena anaknya masuk dengan seorang namja, yang sudah dikenalnya semenjak beberapa bulan yang lalu.

“Kyuhyun?”

“Ne, annyeong Ajhussi.”

“Annyeong, bagaimana kabarmu?”

“Kabarku baik-baik saja Ajhussi, apa aku mengganggu pekerjaanmu?”

“Oh, tentu saja tidak. Aku hanya sedang memeriksa berkas-berkas ini saja.”

“Sebelumnya aku minta maaf Ajhussi karna telah mengganggu waktumu. Sebenarnya ada yang ingin aku sampaikan kepada anda.”

“Tidak apa-apa. Ayo katakana saja, kau tidak perlu seformal ini padaku.”

Kyuhyun terlihat mulai gugup, tapi setelah Sunha menggenggam tangannya erat rasa gugup itu berubah jadi sebuah keberanian. “A…aku…” Kyuhyun menghela nafas sejenak lalu meneruskan kata-katanya kembali. “Jeongmal mianhe Ajhussi, aku… telah menghamili Sunha.” Akhirnya Kyuhyun berhasil mengucapkannya.

Appa Sunha terkejut, dengan tidak sengaja dia menjatuhkan berkas-berkas yang ada ditangannya. “Kalian sedang bercanda denganku kan???” Tanya Appa Sunha yang tidak percaya dengan ucapan Kyuhyun.

“Appa, kami tidak bercanda. Usia kandunganku sudah memasuki bulan kedua.” Kali ini Sunha yang angkat bicara.

“Mwo?!” Appa Sunha terlihat geram.

“Mianhe Ajhussi… Jeongmal mianheyo…” Kyuhyun membungkukkan badannya. “Aku akan bertanggung jawab atas segalanya, ijinkan aku menikahi putrimu.”

Emosi Appa Sunha meledak-ledak sekarang. Dia mendekati Kyuhyun lalu menarik tangannya. “Pergi kau dari rumahku, SEKARANG!!!”

“Appa, jangan usir Kyuhyun….” Pinta Sunha memohon pada Appanya. Namun sang appa tidak mendengarkan ucapan anaknya, dia menyeret Kyuhyun keluar dari ruang kerjanya.

“Ajhussi, aku mohon izinkan aku untuk bertanggung jawab.” Ujar Kyuhyun berharap Appa Sunha dapat luluh.

‘BUUUUGGKKK!’ Saking kesalnya Appa Sunha meninju wajah Kyuhyun.

“Kyaaaaaa~ Appa, jangan memukul Kyuhyun. Ini juga salahku.” Sunha berusaha menghentikan aksi Appanya.

“Masuk ke kamarmu!!!” Appa Sunha menyuruh putrinya agar segera masuk kekamarnya dan hendak memberi pukulan sekali lagi kepada Kyuhyun.

“Andwae Appa!” Sunha tetap bersih keras melindungi namja yang dicintainya itu.

Terbakar emosi sang Appa menepis Sunha, menarik tangan serta mendorongnya kencang. Tanpa disadari sang Appa, Sunha terdorong kepinggir anak tangga.

“Kyaaaaa~ Appa, toloooong aku!” Teriak Sunha saat dia tidak bisa menahan keseimbangan tubuhnya.

Sang Appa dan Kyuhyun menoleh kearah Sunha, dan dilihatnya Sunha berdiri ditepi anak tangga berusaha menjaga keseimbangan tubuhnya yang sudah hampir jatuh.

“Sunha!” Kyuhyun segera berlari dengan cepat menolong Sunha, tapi terlambat. Tubuh Sunha sudah terhempas diudara. Kyuhyun melompat meraih tubuh Sunha dan melindunginya dalam pelukan.

‘BRUUUK! BRUUUK! BRUUUK! BRUUUK!’

Keduanya pun jatuh berguling dianak tangga. Appa Sunha membelalakkan matanya menyaksikan putri kesayangannya jatuh akibat ulahnya sendiri.

“SUNHAAAA!!! KYUHYUUUN!!!” Eomma Sunha berteriak histeris melihat kejadian itu dari bawah.

Tubuh keduanya terkulai lemas dilantai. Sunha tetap berada dalam pelukan Kyuhyun, sedangkan Kyuhyun sudah tidak sadarkan diri dan kepalanya berdarah akibat benturan keras. Tidak lama kemudian Sunha membuka matanya, dia segera menyadari bahwa tadi Kyuhyun yang telah melindunginya. Badannya terasa sakit semua, tapi dia berusaha untuk melihat Kyuhyun.

“Kyu…” Ujar Sunha lemah. “Kyu…irona…” Sunha membelai kepala Kyuhyun, namun dilihatnya ada darah segar yang membasahi tangannya. “Andwae… Kyu… irona…” Setelah itu Sunha pun tidak sadarkan diri karena syok. Appa dan Eomma Sunha segera melarikan keduanya ke rumah sakit.

~~~~~~~~~~~

“KYU JANGAN PERGI!!!” Sunha bangun dengan terkejut. Air matanya mengalir deras, takut terjadi hal buruk pada kekasihnya itu.

“Sunha, kau sudah sadar nak? Apa ada yang terasa sakit?” Appa dan Eomma Sunha menghampiri putri mereka.

“Eomma, Kyuhyun mana???” Tanya Sunha tanpa memperdulikan pertanyaan eommanya.

“Kyuhyun…”

“Eomma, cepat katakan Kyuhyun ada dimana???!!!” Sunha berteriak kencang.

“Kyuhyun ada di ruang UGD, dia masih diperiksa oleh dokter.”

“Mwo?!” Sunha melepas selang infus yang tertuncap pada pergelangan tangannya dengan paksa, kemudian berlari mencari Kyuhyun. Sunha tidak memperdulikan apa-apa lagi selain Kyuhyun. “Sunha!” Appa dan Eommanya mengikuti Sunha yang berlari dari belakang.

Sampai akhirnya Sunha berhasil menemukan koridor ruang UGD. Sunha melihat Appa dan Eomma Kyuhyun yang sedang duduk didepan pintu ruang UGD, menanti kabar mengenai putra mereka. Ahra onnie juga ada disana, dia terlihat sangat gelisah sekali.

“Onnie!” Panggil Sunha sambil berlari menghampiri Ahra.

“Sunha, kenapa kau kesini. Tubuhmu masih sakitkan?” Ujar Ahra lebih khawatir melihat keadaan Sunha.

“Kyuhyun… bagaimana keadaan Kyuhyun, Onnie???” Sunha bertanya dengan nafas yang tersengal-sengal akibat berlari.

“Molla… sudah 3 jam Kyuhyun berada didalam, tapi dokter belum keluar juga.”

Sunha menjatuhkan diri dilantai dan menangis. Appa dan Eomma Sunha berlari mendekati putri mereka. Eomma Sunha segera memeluk tubuh Sunha yang terduduk di lantai berusaha menenangkannya.

“Ini salah Appa… Kyuhyun seperti ini karna salah Appa… INI SEMUA SALAH APPA!!! AKU BENCI APPAAAA!!!!!!!” Sunha berteriak histeris menyalahkan Appanya. “Kalau sampai terjadi apa-apa pada Kyuhyun, aku tidak akan segan-segan berbuat NEKAT!”

“Siapa diantara kalian yang merupakan keluarga dari Cho Kyuhyun?” Dokter yang menangani Kyuhyun akhirnya keluar.

“Kami Dok.” Ujar Eomma Kyuhyun. “Bagaimana keadaan anak saya?”

“Benturan dikepalanya cukup keras, namun tidak membahayakan. Tadi anak anda sempat kesulitan bernafas akibat benturan keras pada dadanya hingga kami harus memompa paru-parunya. Syukurnya tidak ada tulang yang patah didalam tubuh. Keadaannya kini sudah stabil, dia sudah tidak apa-apa. Setelah dipindahkan ke ruang rawat, kalian bisa langsung menjenguknya.”

“Ne, kamsahamnida Dok.” Ujar eomma Kyuhyun lega.

“Sunha, kau dengarkan keadaan Kyuhyun baik-baik saja. Sebaiknya kamu juga kembali keruang rawatmu untuk beristirahat.” Kata eomma Sunha membujuk putrinya.

“Shireoh Eomma, aku mau menemani Kyuhyun.” Sunha berusaha bangkit dibantu Ahra munuju kamar rawat Kyuhyun. Baik Appa Sunha maupun Appa kyuhyun hanya diam, tenggelam dalam pikiran masing-masing.

~~~~~~~~~~~

“Kyu….” Sunha duduk disamping Kyuhyun sambil terisak pelan.

Keluarga Cho dan Lee berkumpul dalam ruang rawat Kyuhyun.

“Sudah puas kah kau melihat putra kesayangan kita lemah tak berdaya seperti ini…?” Eomma Kyuhyun bicara pada Suaminya. “Kyuhyun sudah cukup menderita karna kekerasan kepalamu itu. Aku tidak akan membiarkan Kyuhyun menderita lagi.” Air mata Eomma Kyuhyun mengalir deras. “Asal kau tau Kyuhyun bekerja mati-matian selama beberapa minggu ini demi bertanggung jawab pada Sunha. Kyuhyun kita sudah besar, dia sudah tau makna dari tanggung jawab itu apa. Tapi kau justru marah dan tidak mau mengakuinya sebagai anak lagi… sakit rasanya hatiku sebagai seorang Eomma. Kau lihat, tubuhnya semakin kurus, kelelahan, jari-jarinya penuh dengan luka, dan kurang tidur. Kau masih saja mempertahankan harga dirimu yang tinggi itu…”

“Eomma sudahlah…” Ujar Ahra berusaha menenangkan eommanya.

“Appa, aku mohon izinkan Kyuhyun menikahiku. Kami memang sudah berbuat kesalahan yang fatal, tapi kami benar-benar akan bertangung jawab. Kami saling mencintai, Appa. Aku tidak bisa hidup tanpa Kyuhyun, begitu pun Kyuhyun tidak bisa hidup tanpa aku. Kami akan serius dalam membangun rumah tangga. Aku mohon Appa…” Sunha memohon pada Appanya.

“Sun…ha… Sunha…” Kyuhyun memanggil nama Sunha pelan, dia mulai sadarkan diri.

“Kyu… Kau sudah sadar jagi?” Sunha senang mengetahui Kyuhyun telah sadarkan diri.

“Sunha… gwaenchanayo? Bagaimana dengan bayi kita…?” Ujar Kyuhyun lemah.

“Gwaenchana, Kyu. Dia juga tidak apa-apa, kau tidak usah cemas.” Sunha meraih tangan Kyuhyun untuk mengelus perut buncitnya.

“Syukurlah…”

Tiba-tiba Appa Kyuhyun mendekati keduanya dengan tatapan tajam seolah-olah hendak menerkam. Kyuhyun yang melihat Appanya mendekat, berusaha bangkit dari ranjangnya walau terasa amat sulit, karna rasa sakit dan pusing yang amat sangat mendera seluruh tubuhnya.

“Kyu, jangan bangun dulu. Kau masih butuh banyak istirahat.” Sunha berusaha mencegah, tapi Kyuhyun tidak memperdulikannya. Dia ingin berlutut memohon pada Appa dan Ajhussi Lee agar merestui mereka. Kyuhyun berhasil berlutut dihadapan Appa dan Ajhussi Lee, namun baru beberapa detik ia berlutut, tubuhnya sudah limbung karna pusing. Dengan cepat Appa Kyuhyun menopang tubuh anaknya.

“Mianhe Appa… jeongmal mianhe…” Ujar Kyuhyun yang sudah tidak mampu menopang tubuhnya sendiri.

“Dasar anak babo. Kau mau buat Appa mati jantungan, hah?!” Appa kyuhyun melunak, dia benar-benar tidak tega melihat kondisi anaknya saat ini. “Jantung Appa hampir copot ketika mengetahui bahwa dirimu jatuh dari tangga, babo!” Appa Kyuhyun menghela nafas sejenak. “Tuan Lee, aku mohon restuilah mereka.”

~~~~~~~~~~~

Kyuhyun dan Sunha akhirnya menikah dengan pesta perayaan yang sangat megah. Kyuhyun tetap memberikan cicin hasil jerih payahnya sendiri sebagai cincin pernikahannya kepada Sunha. Setelah menikah, mereka membangun rumah tangganya yang indah disebuah apartemen yang diberikan Appa Kyuhyun sebagai hadiah untuk keduanya.

Baik Kyuhyun dan Sunha tetap melanjutkan kuliah mereka, walau terkadang ada mahasiswa yang mengejek kehamilan Sunha. Keduanya tidak memperdulikan ejekan-ejekan itu, yang terpenting kini mereka sudah berstatus sebagai suami-istri yang syah. Kehamilan Sunha semakin membesar, usia kandungannya sudah menginjak 3 bulan 2 minggu. Dan janin yang ada dalam kandungannya sangat sehat.

“Kyu…ayo bangun! Sudah pagi…” Sunha membangunkan suaminya yang masih nyaman terbungkus selimut.

“Ehmmm…” Kyuhyun mengguman tidak jelas lalu tidur lagi.

“Aish…yeobo ayo bangun. Kau ada kuliah pagi ini kan?” Sunha menarik tangan Kyuhyun untuk bangun.

Kyuhyun pun terpaksa bangun, walau dia masih sangat mengantuk sekali. “Jagi… aku masih ngantuk…”

“Sudah sana cepat mandi, nanti ngantuknya juga hilang.” Sunha memberikan handuk kepada Kyuhyun. “Aku tunggu di meja makan ya?”

~~~~~~~~~~~

Pagi yang cerah itu mereka sarapan bersama sambil membicarakan banyak hal. Sunha membicarakan bagaimana teman-teman dikampus selalu menjaganya dengan baik. Tiba-tiba Kyuhyun memegang perutnya, lambungnya seolah bergejolak.

“Uggghh…” Kyuhyun menutup mulutnya.

“Kyu, gwaenchanayo?” Tanya Sunha agak khawatir.

“Gwaencaha-gwaenchana.” Kyuhyun mengibas-ngibaskan tangannya agar Sunha tidak cemas padanya. Namun perutnya semakin bergejolak hebat ingin memuntahkan sesuatu. Kyuhyun yang sudah tidak tahan oleh rasa mual pun berlari menuju wastafel yang ada didapur. “Huek… Huek… Huek…”

Maaf ya klo epilognya ngga bagus dan tidak sesuai dengan apa yang kalian harapkan. Tapi Author sudah berusaha semaksimal mungkin. Oia, buat yang sms minta PW, sengaja saya tidak membalasnya karna untuk sementara penyebaran PW dihentikan sampai ada pemberitahuan lebih lanjut.

FB: Shania De Granger

Twitter: @shania9ranger

2 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s