Diposkan pada 로맨스 ♥ Romance, Fanfiction, 한방 ♥ Oneshoot

The Doctor and Me

Author                  : babyhae

Berapa lama aku diam di sini, aku juga tidak tahu dan tidak ingin mencari tahu. Aku tidak yakin ingin keluar dari tempat ini. Aku merasa inilah tempat yang paling nyaman untukku sekarang. Sesaat tadi, menabrakkan diri ke bus atau truk memang menjadi ide paling menggiurkan kalau saja aku tidak ingat masih ada orang yang harus kumintai maaf. Orang yang terus-menerus membuatku berpikir bahwa aku ini bukan korban. Akulah pelakunya. Aku membuatnya masuk ke tempat itu. Diam di sana tanpa bisa melakukan apapun. Tidak untuk makan, berbicara, bahkan untuk tersenyum.

Dia memang mengganggu, sangat mengganggu. Dia membuat hidupku tidak nyaman. Aku menolak siapapun untuk masuk dalam hidupku, terutama dalam hatiku. Tapi entah kenapa, senyum tulusnya membuatku lupa dan memberinya pengecualian. Dia mengubah segalanya. “Memang ada yang salah dengan tersenyum?” “Ayolah! Kau kan tidak pernah mencoba. Tersenyumlah!” bujuknya setelah aku hanya terdiam atas semua humor jaman bahula-nya itu. Ya ampun, demi Tuhan, dimana dia belajar semua itu? Bagaimana bisa orang tertawa hanya dengan pertanyaan, “Lele apa yang ada di pinggir jalan?”

Setiap hari dia, dengan senyum lebar dan tawa khas anak-anaknya, mengganggu hariku. Kuakui, hari-hariku tidak lagi suram. Well, okay, entah sejak kapan, kuakui dia menjadi alasanku untuk bangun pagi. Dulu aku merutuki setiap kalimat pujian di novel-novel yang kubaca. Cih! “Kaulah alasanku tetap hidup!” Kukira itu hanya karangan penulisnya. Sampai beberapa menit lalu, kalimat itu terngiang di otakku. Dialah alasanku tetap hidup.

Dia tampan? Ahahahaha *hei, aku bisa tertawa* menurutku dia tampan. Sangat tampan. Pria paling tampan yang pernah kukenal. Baiklah, itu berlebihan, mengingat dia adalah pria pertama yang kukenal secara langsung. Aku ini bukan lesbi. Aku normal kok. Hanya saja aku tidak pernah ingin jatuh cinta. Tidak ada orang yang akan mencintaiku, jika kulihat dari sudut pandangku. Entah sudut PANDANG yang mana.

“Kau ingat? Ini tempat kita bertemu pertama kali lho,” ujarnya riang dan kusambut dengan gerutu pelanku. Bagaimana aku bisa mengingat. Hey! Kau menyindirku! “Aku tidak menyindirmu,” jawabnya santai seolah bisa menjawab semua keluhan di otakku. Aku baru tahu, pria ceria, tampan, dan menyebalkan ini juga bisa membaca pikiran. “Aku tidak bisa membaca pikiran kok. Hanya saja, semua yang kau pikirkan itu terlihat jelas di wajahmu. Aku heran, kenapa semua orang bilang kau itu unpredictable. Menurutku, kau ini seperti buku yang terbuka. Mudah sekali dibaca.” Kalimatnya ini sampai sekarang menjadi salah satu kalimat yang paling aku ingat. Tidak banyak kalimatnya yang bertahan di memoriku, mengingat dia sangat cerewet. Dia bisa bicara nonstop dua jam dengan topik yang random. Dari anjingnya sampai pantai, dari Appanya sampai kakaknya, dari masa bayinya –entah darimana dia tahu itu semua dengan begitu yakin- sampai sehari sebelum pertemuan pertama kami.

Sejak kapan aku menangis. Aku merindukannya. Sangat merindukannya. Kalimat tidak pentingnya, humor tidak lucunya, tawa lepasnya, senyum manisnya, pegangan tangannya, kehadirannya sebagai alasanku untuk bertahan hidup, dan semangatnya. Aku merindukannya. Seandainya bisa, aku rela menggantikan tempatnya. Biarlah aku yang ada di sana. Toh aku juga tidak punya apapun lagi untuk disayangkan. Aku hanya punya dia. Seandainya waktu itu aku tidak kabur. Seandainya waktu itu aku tidak sembarangan berjalan. Seandainya waktu itu aku mendengarkan semua nasehatnya. Seandainya aku mau menerima kenyataan bahwa aku membutuhkannya.

“Shinmi-ssi! Kau di sini?!” tiba-tiba beberapa suara kudengar dan langkah kaki semakin dekat dari tempatku. Aku semakin meringkuk. Aku tidak ingin ditemukan. “Shinmi-ssi!” mereka masih mencariku. Mereka tidak menyerah. Untuk apa aku keluar? Aku tidak punya alasan. Aku tidak siap dibenci. Aku terlanjur mencintainya.

“Shinmi-ssi. Dia sadar. Dia mencarimu!” teriak suara itu lagi dan sukses membuatku tersentak. Dia sadar? Dia mencariku? Kenapa? Bukankah dia harusnya membenciku? “Shinmi-ssi, kau di sini? Ternyata benar!” teriak suara itu. Aku ditemukan. “Dia yang memberitahuku, kau ada di sini. Dia mencarimu, Shinmi-ssi. Dia memanggil namamu terus dari tadi,” katanya lembut.

Kuulurkan tanganku dan dia menyambutnya kemudian membantuku keluar dari lubang itu. Lubang pipa ini memang bukan tempat yang luas dan cenderung sempit untuk orang seusiaku. Aku tidak tahu lagi bagaimana rupaku. Aku bahkan tidak peduli. Yang aku tahu, dia mencariku. Alasanku tetap hidup sedang mencariku, sedang memanggilku, sedang menungguku. Terseok-seok aku berusaha berjalan secepat mungkin. Namun, hanya beberapa langkah dan aku terjembab. Semuanya gelap. Ah, ini sudah malam rupanya. Hampir setengah hari sepertinya aku bersembunyi, mengutuk diriku, sambil berdoa agar Tuhan mau berbaik hati untuk mengembalikannya. Aku tidak pernah berharap untuk diriku karena aku tahu itu tidak akan berguna. Aku tidak pernah berdoa karena aku marah, mungkin. Tapi untuk kali ini aku berharap, aku berdoa agar dia bisa bertahan. Aku rela dia membenciku bahkan melupakanku, menghapusku dari hidupnya asal dia masih bisa tertawa. Karena aku tahu, tidak akan ada bedanya bagiku. Tapi bagi keluarganya dan semua yang mengenal dia, tawanya berguna. Tawanya yang membuat semua orang bahagia.

Lanjutkan membaca “The Doctor and Me”

Diposkan pada News

Eunhyuk mempunyai Group Dance Bersama Xiah Junsu ketika masih SD

Super Junior Eunhyuk telah mengungkapkan kehidupan warna warninya pada masa lalu. Pada acara reality show terbaru MBC Everyone’s “Super Junior Foresight” episode 5, MC Eunhyuk menunjukkan kemampuan menari yang luar biasa ketika sejak ia masih muda, dan mengungkapkan dengan benar bahwa ia sudah melakukan kegiatan sebagai bagian dari kelompok tari SRD (Song, Rap, Dance) ketika ia masih di sekolah dasar.

Lanjutkan membaca “Eunhyuk mempunyai Group Dance Bersama Xiah Junsu ketika masih SD”

Diposkan pada News

Urutan 66 Pria Sexy di KORSEL tahun 2010, pada suatu Web Argentina “Listas W”

It was by fans’ votes. :)

  1. Donghae
  2. Leeteuk
  3. Yesung
  4. Kim Hyun Joong
  5. Kyuhyun
  6. Siwon
  7. Kim Junsu (2PM)
  8. Kim Jaejoong
  9. Nickhun
  10. Sungmin
  11. Jung Yonghwa
  12. Kim Hyung Joon
  13. Heechul
  14. Lee Junho
  15. Ok Taecyeon
  16. Hwang Changsung
  17. Eunhyuk
  18. Jang Wooyoung
  19. Jung Yunho
  20. Han Geng
  21. Lee Hongki
  22. Shim Changmin
  23. Kibum
  24. Park Jungmin
  25. Rain
  26. Lee Seul Ong
  27. Kim Jaewook
  28. No Minwoo
  29. Kang Minhyuk
  30. Kim Kyu jong
  31. Lee Jungshin
  32. Heo Young Saeng
  33. Lee Jonghyun
  34. Oh Wonbin
  35. Park Yoochun
  36. Kim Junsu (JYJ)
  37. Lee Minho
  38. Jang Geunsuk
  39. Kim Bum
  40. Lee Joon
  41. Mir
  42. TOP
  43. Seungho
  44. Thunder
  45. Choi Jonghyun
  46. G-Dragon
  47. Choi Minhwan
  48. Taeyang
  49. G.O
  50. Lee Kikwang
  51. Lee Jaejin
  52. Seungri
  53. Song Seunghyun
  54. Kim Kibum
  55. Yoon Doojoon
  56. Daesung
  57. Hyunseung
  58. Jun Hyung
  59. Yang Yoseob
  60. Kevin
  61. Son Dongwoon
  62. Shin Dongho
  63. Alexander
  64. Lee Ki Seop
  65. Eli
  66. Shin Soo hyun

Cr: listas + sjmarket || shared by stalker93 @ sapphirepearls