Protected Brother . . . Part 13

Standar

Annyeong semua… (^o^)/

Mian aku baru bisa post PB part13′na hari ini. 10 hari ini aku sakit, bengek + demam tinggi *ngga ada yang tanya* jd ngga bs menlanjutkan FF, tapi hari ini kondisi badanku sudah jauh lebih baik.


Setelah menempuh waktu yang cukup lama akhirnya Kibum dan Eunhyuk sampai di sebuah sekolah yang cukup ternama bernama SMP Daegu.

“Jadi ini sekolah Jin Ki sepupumu itu?” Tanya Kibum sambil menatap kagum bangunan yang ada di hadapannya.

“Ne.”

“Besar juga gedung sekolahnya untuk tingkat SMP.” Ujar Kibum menatap berkeliling gedung sekolah Jin Ki.

“SMP Daegu termasuk sekolah terelit di Korea. Aku akan menghubungi Jin Ki dan memberitahu bahwa kita sudah sampai di sekolahnya.” Eunhyuk mengambil ponsel dari dalam saku celananya dan segera menghubungi Jin Ki.

Saat Eunhyuk sibuk dengan ponselnya, Kibum keluar dari dalam mobilnya menatap kagum bangunan putih besar yang menjulang tinggi keatas itu. Entah ada berapa banyak anak yang bersekolah disini. Di halaman depan sekolah ini terdapat sebuah taman indah yang cukup luas. Keindahannya bertambah dengan ditumbuhinya bunga mawar di sekitar taman. Kibum pun melangkahkan kakinya untuk melihat-lihat sekitar bangunan itu. Sekilas Kibum melihat sekelompok siswa sedang mengancam seorang laki-laki paruh baya dengan kasar. “Ternyata ada sekelompok anak sok jagoan juga disini.” Kibum berkata pada dirinya sendiri. Tanpa memperdulikan apa yang dilihatnya, Kibum kembali mendekati Eunhyuk.

“Kau sudah menghubungi Jin Ki?” Tanya Kibum pada Eunhyuk.

“Ne, sudah.  Tapi dia baru bisa menemui kita saat jam istirahat, sekitar setengah jam nanti.” Ujar Eunhyuk sambil menatap jam yang ada dipergelangan tangannya.

“Baiklah, kalau begitu kita tunggu saja dimobil.” Kibum kembali memasuki mobilnya.

Jam istirahat SMP Daegu…

Jin Ki segera belari keluar kelasnya untuk menemui Kibum dan Eunhyuk ditempat parkiran. “Hyung!” Panggil Jinki sambil berlari menuju Eunhyuk dan Kibum. “Mian, sudah membuat kalian menunggu lama.”

“Gwaenchana Jin Ki-ah, lagian kami juga tidak menunggu terlalu lama.” Ujar Eunhyuk santai.

“Sekarang kau bisa mengantarkan kami pada anak yang menyebarkan video itu?” Sebenarnya Kibumlah yang sejak tadi sudah tidak sabar menunggu kedatangan Jin Ki.

“Ne. Ayo ikut aku!” Jin Ki menyuruh Eunhyuk dan Kibum untuk mengikuti langkahnya.

~~~~~~~~~~

Ternyata Jin Ki membawa Eunhyuk dan Kibum ke kantin sekolahnya. Saat mereka berjalan melalui koridor-koridor kelas, banyak pasang mata yang menatap kearah mereka, lebih tepatnya para yeoja terpesona dengan sosok Kibum yang super tampan.

Dikantin Jin Ki menunjuk seseorang yang sedang duduk ditengah-tengah kerumunan orang yang merupakan kelompok anak-anak nakal. Ya, dialah senior Jin Ki yang bernama Key. Kali ini Kibum tidak salah menilai sosok yang bernama Key itu. Sungguh berantakan, urakan, dan kasar. Key dikelilingin oleh siswa-siswa yang patuh dan tunduk dengannya. ‘Dia kan anak yang sok jagoan itu…’ Batin Kibum menyadari sosok Key adalah anak yang mengancam laki-laki paruh baya yang dilihatnya tadi.

“Biar aku yang menghadapinya.” Eunhyuk yang sudah siap mental untuk menghajar Key harus dapat memendam amarahnya karna dicegah oleh Kibum.

“Jangan…! Kau jangan gegabah, ingat kita ada disarang mereka. Kau mau nanti kita berurusan juga dengan pihak sekolah?” Mendengar perkataan Kibum nyali eunhyuk langsung menciut.

“Lalu bagaimana kita menanyakan tentang video itu, hyung?” Tanya Jin Ki penasaran.

“Sebaiknya kita tanyakan itu padanya setelah pulang sekolah.” Ujar Kibum sambil menimbang-nimbang resiko saat dia menanyakan tentang video itu pada Key. Ada kemungkinan akan ada sedikit perkelahian, karna kelihatannya Key bukanlah orang yang mudah diajak bicara baik-baik.

~~~~~~~~~~

Selama jam pelajaran Kyuhyun hanya diam dan terus-terusan menatap donghae dengan sinis. Minji berusaha mengajak Kyuhyun berbicara, tapi hasilnya dia malah dicuekin oleh namja itu habis-habisan. Dan yang dikatakan Siwon bahwa tubuh Kyuhyun belum sehat sepenuhnya pun benar, karna selama jam pelajaran Kyuhyun merasakan tubuhnya sangat lemas. Dia berkali-kali tertidur dalam pelajaran. Untungnya Songsaengnim mengetahui kalau Kyuhyun baru saja sembuh, sehingga Kyuhyun tidak memarahi atau mendapat hukuman.

Bel sekolah berdering disertai sorak-sorai beberapa anak yang sudah jenuh dengan pelajaran-pelajaran yang membosankan. Minji membangunkan Kyuhyun yang tertidur diatas meja perlahan.

“Kyu irona~ Sudah wktunya pulang. Ayo irona…” Minji menggunjang bahu Kyuhyun pelan sampai namja itu terbangun. Tanpa menatap Minji yang membangunkannya, Kyuhyun segera memasukan buku dan peralatan sekolah kedalam tas ransel. Minji hendak membantu tapi tangan mungilnya ditepis  pelan oleh Kyuhyun.

Saat berdiri dari kursinya, tiba-tiba tubuh Kyuhyun agak oleng karna pusing. Dengan sigap Donghae menopang tubuh sahabatnya itu agar tidak terjatuh. Bukannya berterimakasih, Kyuhyun malah mendorong Donghae menjauh darinya. “Aku tidak butuh bantuanmu.” Ujar Kyuhyun sinis pada Donghae.

Mendengar perkataan Kyuhyun, Donghae hanya bisa menundukkan kepalanya dalam-dalam. Setelah mengucapkan itu Kyuhyun pergi meninggalkan kelasnya tanpa rasa bersalah sedikit pun. ‘Ada apa dengannya…’ Batin Minji dalam hati. Minji pun berniat membututi Kyuhyun. Dia merasa ada yang aneh pada diri Kyuhyun hari ini, padahal semalam jelas-jelas Kyuhyun masih bersikap baik padanya bahkan tidur di pangkuannya.

Sesampainya dihalaman depan sekolah, Minji melihat seorang gadis cantik mendekati Kyuhyun dan berbicara pada namja itu. Minji yakin gadis itu bukan siswi disekolahnya karna dia tidak memakai seragam sekolah Yumkwang High School. Sesaat Minji seperti pernah melihat gadis itu sebelumnya tapi lupa dimana. Tidak lama kemudian gadis itu memeluk dan menggenggam tangan Kyuhyun lalu menuntunnya menuju taman belakang. Melihat adegan itu hati Minji rasanya sakit seperti teriris-iris, dia tidak sanggup melihat kyuhyun dekat dengan gadis lain. Minji memutuskan untuk pulang secepatnya.

“Minji-ah!”

Minji mencari suara yang memanggilnya. Ternyata yang memanggil Minji adalah Eeteuk. “Annyeong Eeteuk oppa.” Sapa Minji dengan sopan kepada Eeteuk.

“Annyeong. Ehmm… kau tidak bersama dengan Kyuhyun?” Ujar Eeteuk sambil mencari-cari Kyuhyun disekitar Minji.

“Tidak oppa, Kyuhyun sedang bersama seorang gadis ditaman belakang sekolah.”

“Nuguya?”

“Molla…aku tidak tau.”

“Tapi eomma menyuruhku agar cepat membawa Kyuhyun pulang. Bisa kau antarkan aku kesana?”

Minji berpikir sejenak. “Baiklah.” Kemudian keduanya berjalan beriringan menuju taman yang ada dibelakang sekolah. Mereka melewati jalan setapak yang memang sengaja dirancang untuk halaman sekolah ini sambil berbincang ringan. Beberapa jarak mendekati taman, Minji dan Eeteuk terkejut melihat Kyuhyun terduduk diam ditanah dengan tumpahan Jajangmyeon tepat diatas kepalanya, sedangkan dihadapan Kyuhyun berdiri seorang gadis tersenyum puas melihat reaksi namja itu.

“Ommo…” Ujar Eeteuk tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.

“Kyuhyun!!!” Minji segera berlari menghampiri Kyuhyun yang mematung. “Gwaenchana???” Minji menyingkirkan tumpahan Jajangmyeon dikepala Kyuhyun. Kyuhyun hanya diam dengan tatapan kosong.

“Jessi…?” Eeteuk memastikan gadis yang berdiri tak jauh dari Kyuhyun. Gadis itu berbalik dan tingkahnya seketika berubah menjadi panik melihat sosok Eeteuk.

“O…oppa…ke…kenapa k…kau ada disini…?” Jessi benar-benar ketakutan saat Eeteuk mendekatinya.

‘PLAAAAAAK!’ Eeteuk menampar Jessi dengan kencang.

“Oppa…”

“Apa yang kau lakukan pada dongsaengku HAH???!!!” Eeteuk murka dihadapan wajah Jessi.

“Oppa, kenapa kau menamparku? Apa kau lebih sayang pada bocah tengik itu daripada aku???” Mulut Jessi secara tidak sengaja melontarkan kata-kata yang semestinya tidak dia ucapkan.

“MWO?!” Kali ini Eeteuk benar-benar sudah naik darah. ‘PLAAAAAAK!’ Eeteuk menampar Jessi sekali lagi. “Ku rasa tanpa menjawabnya pun kau sudah tau jawabannya.” Eeteuk berbalik tidak mau menatap Jessi, dia benar-benar sangat marah dan kecewa pada gadis itu. “Ku kira selama ini aku telah memilih gadis yang tepat untuk mendampinginku seumur hidup dan berbagi kasih sayang dengan dongsaeng-dongsaengku, tapi nyatanya aku salah…” Setelah itu Eeteuk berbalik menatap Jessi lagi dengan tatapan tajam dan nanar oleh kemarahan. “Kita akhiri hubungan kita sampai disini, aku tidak mungkin mencintai gadis yang tidak dapat menyayangi dongsaengku dengan tulus.”

“Oppa…andwae! Aku sangat mencintaimu oppa…” Ujar Jessi lirih lalu mendekati Eeteuk dan memeluk tubuh namja itu.

“Lepaskan!” Eeteuk melepaskan pelukkan Jessi dengan paksa. “KAU jangan pernah muncul dikehidupanku setelah ini atau mendatangi Kyuhyun untuk menyakitinya lagi. Arraseo!!!” Ancam Eeteuk dengan tegas. Mendengar ancaman Eeteuk, tubuh Jessi tersontak kaget, dia tak berani mengatakan apa pun lagi pada namja yang ada dihadapannya itu.

“Oppa, Kyuhyun pingsan!” Teriak Minji memanggil Eeteuk.

Eeteuk segera mendekati Kyuhyun yang sudah tidak sadarkan diri dalam pelukkan Minji. “Kyunnie… Kyunnie sadarlah…” Eeteuk menepuk-nepuk pipi Kyuhyun pelan. “Minji-ah, bantu aku mengendongnya dipunggungku.” Minji mengangguk dan membantu Eeteuk menggendong Kyuhyun. Tanpa memperdulikan kehadiran Jessi, Eeteuk dan Minji pergi dari tempat itu dengan membawa Kyuhyun yang tak sadarkan diri.

Disisi lain Jessi telah merasa puas karena berhasil membuat Kyuhyun yang dibencinya menderita lagi, namun jauh dilubuk hatinya yang paling dalam dia juga merasakan penyesalan yang amat sangat mendalam kehilangan Eeteuk yang sangat dicintainya. Akhirnya dia menjatuhkan dirinya ditanah dan menangis.

~~~~~~~~~~

Eeteuk membawa Kyuhyun pulang kerumahnya bersama Minji. Sungmin yang membukakan pintu untuk mereka sangat terkejut melihat Kyuhyun sudah tak sadarkan diri dipunggung Eeteuk.

“Hyung, Kyunnie kenapa?”

Eeteuk tidak menjawab pertanyaan Sungmin, dia langsung berlari memasuki rumah dan menaiki anak tangga menuju kamar Kyuhyun diikuti Minji dibelakangnya. Sungmin pun segera menutup pintu lalu menyusul ke kamar Kyuhyun.

“Hyung, apa yang telah terjadi?” Tanya Sungmin lagi. Eeteuk membaringkan tubuh Kyuhyun diranjang dan menyelimutinya. Dia menghela nafas panjang sesaat sebelum akhirnya menjawab pertanyaan Sungmin.

“Tadi…. di sekolah Jessi telah sengaja menumpahkan Jajangmyeon diatas kepala Kyunnie…”

“Mwo?! Jessi???” Ekspresi Sungmin seketika berubah serius ingin meminta penjelasan kepada hyungnya itu.

Eeteuk yang mengerti dengan tatapan dongsaengnya langsung memberikan penjelasan. “Iya, Jessi yeojachinguku. Kyunnie ketakutan sampai tidak sadarkan diri. Huft… Ternyata selama ini dia sangat membenci Kyunnie. Aku juga tidak tau apa alasannya…”

“Lalu?”

“Aku menampar pipinya dan mengakhiri hubungan kami.” Kata-kata Eeteuk benar-benar terdengar sangat kecewa. “Sungmin, bantu aku mengganti baju seragam Kyunnie.” Sungmin mengangguk pelan, dia masih tidak habis pikir bahwa Jessi yang selama ini selalu memeluk Kyuhyun ternyata justru sangat membenci dongsaengnya itu.

“Minji-ah, bisa tolong kau ambilkan sebaskom air hangat dan handuk kecil didapur.”

“Ne, oppa.” Minji keluar kamar Kyuhyun dan melangkahkan kakinya menuju dapur.

Eeteuk dan Sungmin mengganti baju seragam Kyuhyun pelan-pelan. Tidak lama kemudian Minji kembali dengan sebaskom air dan handuk kecil ditangannya. Leeteuk membersihkan sisa-sisa kotoran Jajangmyeon yang masih menempel di rambut dongsaengnya itu.

“Oppa, Kyuhyun kan belum sembuh benar. Kenapa hari ini dia sudah masuk sekolah?” Tanya Minji hati-hati.

“Aku juga tidak tau, tapi Siwon bilang Kyuhyun sendiri yang memaksa untuk masuk sekolah dan mengatakan bahwa dirinya sudah sembuh. Memangnya ada apa?” Ujar Eeteuk yang masih fokus membersihkan rambut Kyuhyun.

“Ani… Hanya saja tadi Kyuhyun selalu tertidur dikelas saat jam pelajaran berlangsung, wajahnya juga masih pucat.”

“Jincha?! Anak ini memang keras kepala.” Gerutu Eeteuk menatap Kyuhyun sedih. “Sungmin, appa dan eomma kemana?”

“Appa sedang mengunjungi perusahaan yang ada di Busan, sedangkan eomma pergi menemui sahabatnya. Waeyo hyung?”

“Sebaiknya mereka tidak usah tahu masalah ini, bisa-bisa mereka berniat memisahkan kita dengan Kyunnie lagi dan membawanya keluar negri. Aku tidak akan rela melepaskan Kyunnie pada mereka.”

Sungmin menghela nafas panjang. “Aku sependapat denganmu, hyung.”

“Uggghhh…” Tiba-tiba Kyuhyun mendesah pelan lalu bangun terkejut dengan posisi duduk. ‘Hosh…Hosh…Hosh…’ Nafasnya tersengal-sengal, tubuhnya gemetar, dan keringat bercucuran dari ujung pelipisnya.

Eeteuk langsung memeluk tubuh dongsaengnya itu erat. “Tenanglah Kyu, ada hyung disini. Kau jangan takut, sudah tidak ada apa-apa.” Tangan Eeteuk mengelus-ngelus lembut punggung Kyuhyun.

Sebenarnya Kyuhyun sudah hampir ingin menangis sekencang-kencangnya saat itu saking ketakutannya, namun matanya menangkap sosok Minji yang duduk tidak jauh darinya. Dia pun berusaha sekuat tenaga menahan air matanya. Kali ini Kyuhyun tidak mau terlihat lemah dihadapan Minji. ‘Kau harus kuat Kyu, kau tidak boleh terlihat lemah dan terus bergantung pada Minji. Gadis itu sudah menjadi milik sahabatmu, Lee Donghae.’ Ujar Kyuhyun pada dirinya sendiri didalam hati.

“Kyu, gwaenchanayo?” Tanya Eeteuk yang masih memeluk Kyuhyun.

“Gwaen…chana hyung…” Kyuhyun menjawab Eeteuk sambil melepaskan pelukan hyungnya. Walau Kyuhyun bilang baik-baik saja, tapi Eeteuk tetap tidak dapat dibohongi oleh dongsaengnya itu. Dia masih bisa merasakan tubuh Kyuhyun yang gemetar.

“Aku lelah hyung, ingin istirahat.” Kata Kyuhyun sambil merebahkan tubuhnya kembali diatas ranjang.

“Istirahatlah Kyu, kami tidak akan mengganggumu.” Sungmin menarik selimut untuk Kyuhyun.

“Hyung, suruh gadis itu pulang dan katakana padanya supaya tidak datang kesini lagi.” Ujar Kyuhyun tanpa menatap Minji. Kyuhyun membalikkan tubuhnya membelakangin hyung-hyungnya beserta Minji. “Aku tidak mau melihatnya lagi…” Kata-kata Kyuhyun membuat kedua hyungnya dan Minji sangat terkejut.

“Ehmm…baiklah oppa, kurasa Kyuhyun sudah baik-baik saja. Aku pulang dulu ya?” Seketika sikap Minji berubah menjadi kikuk.

“Minji-ah…” Eeteuk mengejar Minji yang sudah keluar kamar Kyuhyun.

“Ne oppa?”

“Aku tidak tau ada apa dengan Kyunnie, tapi tolong kau jangan masukkan kata-katanya kedalam hati.” Eeteuk mencoba memberikan pengertian pada Minji.

“Tidak akan aku masukkan kedalam hati kok oppa. Mungkin Kyuhyun hanya sedang kelelahan saja. Kalau begitu aku pamit pulang.”

“Jakkanman Minji-ah.” Eeteuk masuk kekamar Kyuhyun sebentar menarik Sungmin keluar. “Minnie, tolong kau antar pulang Minji ya.”

“Oppa, tidak usah. Aku bisa pulang sendiri.”

“Tidak boleh.”

“Ayo Minji, aku antar kau pulang.” Sungmin mengeluarkan kunci mobil dari dalam sakunya.

~~~~~~~~~~

3 orang pelajar SMP Daegu yang sangat ditakuti semua siswa berjalan santai meninggalkan halaman sekolah mereka.

“Ya! Kibum-ah, itu mereka sudah keluar.” Kata Eunhyuk semangat ketika melihat Key dan teman-temannya meninggalkan sekolah.

“Kita ikuti mereka.” Kibum segera menghidupkan mesin mobilnya. “Oh iya, jangan lupa beritahu Jin Ki agar dia tidak usah menunggu kita lagi.”

“Arraseo.”

Kibum dan Eunhyuk mengikuti Key dari kejauhan, mereka mengamati setiap gerak-gerik yang Key lakukan. Sampai akhirnya disebuah jalan Key dan kedua temannya  dicegat oleh 7 orang yang sepertinya berasal dari SMP lain. Terjadilah perkelahian sengit diantara kedua kubu yang tidak diduga oleh Kibum dan Eunhyuk sama sekali sebelumnya. Key kalah dalam perkelahian tersebut karna jumlah musuhnya jauh lebih banyak.

“Anak itu dapat ganjaran yang pantas.” Ujar Eunhyuk puas. Mereka masih terus memantau Key dari dalam mobil yang letaknya tidak jauh dari tempat perkelahian itu.

“Tapi kita harus menolongnya.” Kibum keluar dari dalam mobilnya dan hendak menolong Key yang sudah babakbelur.

“Ya! Kibum-ah, kau gila. Masa kau mau menolong anak brandal itu?”

Kibum tidak memperdulikan perkataan Eunhyuk dibelakangnya, dia tetep terus melangkahkan kakinya menuju tempat Key tersungkur. Mau tidak mau, Eunhyuk pun akhirnya mengikuti Kibum dari belakang.

“Hentikan!!!”

Sekelompok anak yang sedang memukuli Key tersentak mendengar suara itu dan menghentikan aksinya. “Siapa kalian? Berani-benarinya memerintahkan kami.” Kata salah satu anak yang berbadan paling besar dengan menunjuk-nunjuk wajah Kibum.

Tanpa babibu lagi Kibum langsung menendangnya dengan sangat keras hingga terpental beberapa meter didepannya. “Kalian tidak perlu tau siapa kami. Sebaiknya kalian cepat pergi dari sini, sebelum kalian babakbelur seperti dia.” Kibum berkata sangat serius sambil menunjuk anak gendut yang di tendangnya tadi.

Eunhyuk sendiri yang telah lama berteman dengannya, tidak tau kalau Kibum ternyata sekuat dan semenyeramkan ini. Dia agak bergidik mendengar ucapan Kibum yang penuh ancaman itu. Eunhyuk yakin sekelompok anak-anak itu pun pasti merasakan hawa membunuh dari Kibum, karena kelimanya segera pergi tanpa perlawanan.

“Kibum-ah, kau menyeramkan sekali. Aku takut…” Eunhyuk menelan ludah melihat tatapan tajam Kibum.

“Hah…dasar anak-anak babo, baru digertak sedikit saja sudah melarikan diri.” Ujar Kibum santai dan mengembalikan tatapan lembutnya.

“Mwo?!” Eunhyuk benar-benar tidak bisa percaya dengan ucapan yang baru saja Kibum lontarkan. Kibum seolah memiliki kepribadian ganda yang bersemayam dalam tubuhnya.

“Padahal aku tadi berharap mereka memberikan perlawanan.” Kata Kibum lagi.

“Ckck…kau ini sudah gila ya?” Eunhyuk hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. “Eh…mana anak itu?” Key sudah tidak ada ditempatnya tadi tersungkur. “Kibum-ah, itu dia!” Eunhyuk menunjuk arah dimana Key sedang berusaha lari dibelakang Kibum.

“Aish…anak itu coba-coba melarikan diri dariku ya.” Kibum langsung berlari mengejar Key yang sudah lumayan jauh. “Ya! Kau berhenti.” Namun teriakan Kibum diacuhkan oleh Key. Key terus saja berusaha berlari sekencang-kencangnya walau tubuhnya sudah dipenuhi luka-luka memar.

Dengan akalnya yang cukup cerdas Eunhyuk berlari menyusul keduanya melalui jalan pintas, dan membuatnya lebih cepat dari Kibum dan dengan mudah dapat menangkap Key. “Kau tidak bisa kemana-mana lagi sekarang.” Ujar Eunhyuk memiting tangan Key.

“Lepaskan!!! Aku tidak kenal kalian, kenapa kalian menangkapku???” Key berusaha berontak dari cengkraman Eunhyuk yang cukup kuat.

“Kalau kau tadi tidak lari kami tidak akan menangkapmu seperti ini.” Eunhyuk menyerahkan Key pada Kibum.

“Ya! Lepaskan aku!!!” Key masih terus berontak.

“Tenanglah, kami tidak akan menyakitimu.” Kibum melonggarkan cengkramannya.

“Lalu mau kalian apa?”

“Aku hanya ingin menanyakan sesuatu padamu.”

“Kalian mau tanya apa, hah???”

“Kalau kau mau janji untuk tidak lari lagi, kami akan melepaskanmu.”

“Cepat lepaskan! Aku tidak akan lari.” Kibum melepaskan cengkramannya dari tangan Key.

“Sekarang cepat katakan apa yang mau kalian tanyakan?”

“Aish…kau ini tidak sopan sekali. Kami ini jauh lebih tua darimu tau!” Ujar Eunhyuk geram, dia ingin menjitak kepala Key namun dicegah oleh Kibum.

“Aku hanya ingin menanyakan ini.” Kibum meraih ponselnya dan menunjukkan video penyiksaan terhadap dongsaengnya itu. “Kau yang menyebarkan video ini di sekolahmu itu kan?! Kau dapat video ini dari siapa???”

Key seketika diam seribu bahasa, dia tidak ingin menjawab pertanyaa yang Kibum lontarkan karna seseorang telah mengancam akan membunuhnya jika dia memberitahu siapa orang yang memberikan video tersebut kepada orang lain.

“Ayo jawab. Kenapa kau diam saja?” Eunhyuk membuyarkan lamunan Key.

“Aku tidak tau.” Jawab Key singkat.

“Kau bohong!” Kibum  memancarkan kembali aura menyeramkan lagi. “Aku tau kau pasti berbohong. Apa ada yang mengancammu jika memberitahukan siapa yang memberikanmu video itu??? Kalau begitu kau tidak usah takut, aku yang akan menghabisi orang itu.”

“Aku sungguh tidak tau mengenai video itu.” Elak Key lagi.

Kibum yang sudah kehabisan kesabaran menarik kerah baju seragam Key dengan paksa. “Kalau begitu aku yang akan menghabisimu.” Kibum melihat disekeliling tempatnya berdiri. Dari kejauhan terlihat sebuah truk yang sedang melaju dengan kencang. Dia menarik Key mengikutinya dengan kasar kepinggir jalan. “Kau lihat itu, ada sebuah truk yang akan menghantam tubuhmu sampai mati jika kau tidak mau mengatakan siapa yang memberikanmu video tersebut padaku.”

“Hahahaha…lelucon macam apa ini. Kau tidak akan mungkin berani membunuhku ditempat umum seperti ini.” Key bukannya takut, dia justru meremehkan ucapan Kibum.

Kibum tersenyum penuh kelicikan. “Kita lihat saja.”

“Kibum, jangan lakukan itu. Kau bisa dipenjara!” Ujar Eunhyuk yang takut dengan aksi nekat Kibum.

Saat truk semakin mendekat, Kibum mendorong tubuh Key ketengah jalan. Key sangat syok dengan apa yang dilakukan orang asing yang tidak dikenalnya itu. Mata Key membelalak lebar saat melihat sebuah truk semakin mendekat kearahnya, bersiap menghantam tubuhnya hingga hancur dalam hitungan beberapa menit. Key menatap Kibum yang masih terus tersenyum tanpa rasa bersalah sedikit pun. ‘Tiiiiinnn… Tiiiiinnn… Tiiiinnn…’ Truk itu sudah membunyikan klaksonnya berkali-kali agar Key pergi dari sana, tapi kaki Key seolah membatu dan tidak bisa digerakkan. “Akan aku katakan!!! Akan aku katakana!!!” Ujar Key sambil menutup matanya ketakutan. Di menit terakhir Kibum menarik tangan Key menghindar dari truk yang akan menabraknya. Saking ketakutannya Key menangis dan terduduk dipinggir jalan karna kakinya terasa sangat lemas.

“Sekarang cepat kau katakana siapa yang telah memberikamu video itu?”

“A…aku…tidak tau pasti siapa orang itu, tapi aku selalu bertemu dengannya disebuah bar Casanova yang terkenal di Daegu. Dia merupakan salah seorang murid dari SMA Yumkwang High School…” Kata Key dengan suara paraunya akibat menangis.

“Mwo?! Yumkwang High School???” Kibum dan Eunhyuk serempak terkejut.

“Ne, dia juga mengancam akan membunuhku jika aku memberitahukan kepada orang lain tentang dirinya.”

“Sudah, kau jangan takut karna aku yang akan menghabisinya.” Ucap Kibum sambil meremas-remas tangannya penuh amarah. “Eunhyuk, kita harus ke bar itu malam ini.”

“Tu…tunggu! Sebenarnya ada apa dengan video itu sampai kalian sebegitu ingin tahunya tentang si penyebar?” Tanya Key hati-hati.

Kibum berbalik menghadapnya, lalu tersenyum getir. “Yang disiksa dalam video tersebut adalah dongsaengku, dan dia sangat menderita akibat penyiksaan itu.” Kibum menundukkan kepalanya sambil mengepal kedua tangannya penuh amarah. “Itu sebabnya aku sedang memburu orang-orang yang telah menyiksa dongsaengku dengan biadap.” Setitik air mata menetes begitu saja dari mata Kibum.

~~~~~~~~~~

Seseorang melangkahkan kakinya menuju sebuah kamar dengan pintu berwarna pink. Tanpa mengetuk terlebih dahulu orang tersebut membuka daun pintu lalu masuk kedalamnya.

‘Plok! Plok! Plok! Plok!’ Orang itu bertepuk tangan dan tersenyum melihat sesosok gadis yang ada didalamnya.

“Mau apa kau datang kesini?!” Ujar Jessi ketus.

“Aish…kenapa kau galak sekali sih. Tentu saja untuk memberimu selamat karna kau telah berhasil membuat Cho Kyuhyun manja itu menderita lagi.”

‘BUUUKK!’ sebuah bantal dilempar Jessi tepat dihadapan orang itu.

“Aku BENCI padamu!” Jessi terisak dalam amarahnya. “Dan aku menyesal telah mengikuti permainan GILA mu ini!!!”

“Hei…kau ini kenapa? Bukankah kau sendiri yang menggebu-gebu untuk menumpahkan Jajangmyeon itu.” Orang itu dengan santainya duduk dikursi dekat meja belajar.

“Tapi gara-gara itu aku kehilangan Teukie!!!” Jessi berteriak histeris bagai orang yang frustasi.

“Anggap saja itu adalah pengorbanan… Lagi pula kau ini kan cantik, pasti mudah mendapatkan kekasih baru.”

‘PLAAAK!’ Jessi menampar orang itu. “Yang aku cintai hanyalah Eeteuk seorang! Sebaiknya kau pergi dari sini sekarang!!! Aku tidak mau mengikuti permainanmu lagi.”

Orang itu memegangi pipinya yang terasa perih dan menatap nanar Jessi. “Kau tidak bisa berhenti bermain disini… atau aku akan melukai Teukiemu itu.” Ujarnya datar dan pergi meninggalkan Jessi yang menangis lebih kencang menyesali atas perbuatannya kepada Kyuhyun.

. . . . to be continued . . . .

Semoga part ini tidak mengecewakan kalian. ^^

11 responses »

  1. Akhirnyaaa ak nemu chap 13 nyaaa.. ;D Anyeoong onn.. Sblum nya ak udh bc chap 1-12 di sjff2010.. Trus tdi bru tw ttg wp ini.. Hahaaaagg😀

    ak pnsaran sm crita kyu-minji emg sbnrny apa sih yg donghae bicara.in sm minji wktu itu.!??
    Lnjutan.nya jgn lm.lm yaa onn.. (;

  2. kyakna gk bkal tamat d chapt 15 spt yg Onnie bilang, cz nh cerita makin seru n bikin penasaran, so, panjangin ajah Eon, hehehe
    thank’s Eon, akhirna ada lanjotan na dr PB, haha ^^
    ehh, ni aKyu, Ayuka~

  3. onnie ceritanya semakin menarik, tak sabar aku menynggu kelanjutannya..
    mohon dipercepat onnie..(maaf jika aku terlalu memaksa, sebab aku tak sabar untuk membaca kelanjutan ceritanya..
    hhhe

    sebelumnya salam kenal onnie..

  4. Kirain cuma smpe part13, trnyata….msih ad lnjutannya…..mianhe, pgen tau crita slanjutnya..pnasaran kishan kyu,pdhal dya udah nyaman sma minji, tpi knp dya pelukan ma donghae….ampe nangis liat kyu yg trsiksa…..hiks hiks…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s