Diposkan pada News

Suju dikatain Homo -__-“

annyeong ELF..

fuuhh.. aku dapet tag dari temen fb ku tentang gambar ini, harap jangan dilebih” kan ya? pliiisss.. ELF itu harus santai nanggepin hal yang gak penting okeh ^^

aku ngeshare piku ini bukan bermaksud apa”, tapi aku cuman pengen nunjukin omongan yang gak ngenakin tentang suju di belakang kita. mungkin ada yang sebagian udah tau, tapi ada juga sebagian yang belum tau!

 

kalian bisa kebaca kan tulisan’a?

suju dibilang Homo and jelek sama SM*SHBLASH..

mereka bilang klo SM*SH lebih bagus dari suju!! O.O

cih, bukannya kebalik ya? -___-” gak ngaca dia!! *admin sewot woy* ya ampuuuunn.. tahan, tahan 🙂

 

Diposkan pada 로맨스 ♥ Romance, 계속 ♥ Countinue, Fanfiction, 우정 ♥ Friendship, 유머 ♥ Humor

GARDEN HOLIC (part-1)

  • Cast: All member Super junior
  • Genre: Gaje
  • Author: Anita Sukarini

Annyeonghaseyo *deep bow*

sekarang diriku mau nge-post FF gaje aku hahahahahahahahhaah.

mian kalo gaje and ga mutu, maklum yang nulis a.k.a saya sendiri sedang dilanda kekumatan yang sangat akut high quality,,,,

so silakan membaca, nikmati FF gaje saya yang error ini

Start!!!

toon

GARDENHOLIC

Ini adalah sebuah cerita *jiaaaaaaaaaaahhh bahasa aku*. Cerita tentang kehidupan yang ada pada sebuah rumah. Di sebuah daerah di pinggiran kota Seoul *kaya pernah ke Seoul aja*, hiduplah seorang anak perempuan yang berusia sekitar 17 tahun. Anak itu bernama Lee Minrim *anak saya, anak saya /plakkk!!!*. Lee Minrim tinggal bersama haraboji dan haelmoninya yang bernama Kibum dan Eunhee.

Sementara itu appa dan ummanya Minrim sudah lama meninggal karena kecelakaan pesawat. Minrim adalah gadis yang baik hati dan tidak sombong, suka menabung, ramah, suka membantu orang tua, bla…bla…blaa karena memang sifat Minrim menurun dari sifat appa dan ummanya yang sangat adorable *diriku dicemplungin ke empang sama readers seantero kota gara-gara narsis*. Minrim tinggal dengan haraboji dan haelmoninya di sebuah rumah yang sederhana. Namun, karena Minrim anak yang rajin, ia tak pernah absen untuk membersihkan rumah dan pekarangan rumahnya setiap akan dan pulang dari sekolah. Minrim punya sepupu namanya Hyunri. Hyunri tinggal dengan ummanya yang bernama Richan. Hyunri dan Minrim saling menyayangi namun Richan selalu bersikap galak terhadap Minrim. Minrim tak habis pikir mengapa jummanya itu sangat membencinya.

Di belakang pekarangan rumah Minrin, terhampar lahan yang sangat luas. Saking rajinnya si Minrim, lahan yang kosong ini ditanaminya dengan berbagai sayur dan buah-buahan serta tanaman lain yang bermanfaat.  Minrim tak pernah lupa untuk menyirami seluruh tanamanya karena ia tak mau tanamannya mati. Kebun adalah teman bagi Minrim. Minrim sangat menyayangi kebunnya sehingga ia tak pernah lupa untuk merawat kebun kesayangannya. Pagi dan sore Minrim selalu mengunjungi kebunnya. Banyak yang ia lakukan di sana. Menyapu, menyiangi rumput liar, memotong bangian tanaman yang sudah tak berguna, memberi pupuk. Dan bila ada tanamannya yang sudah matang, Minrim selalu tak pernah lupa untuk memetiknya agar tanamannya segera berbunga dan berbuah lagi yang baru. Minrim sangat menyayangi kebunnya, begitu pula dengan penghuni kebun yang ada di sana. Lho????

Iya, walaupun tanaman-tanaman yang ada di sana tak bisa bicara dihadapan Minrim, namun sebenarnya tanaman-tanaman yang ada di kebun itu sangat menyayani Minrim. Minrim tak pernah menyadari kalau setiap saat, setiap waktu, tanaman-tanaman yang ada di sana selalu membicarakan kebaikan Minrim. Seandainya Minrim dapat mengerti apa yang mereka bicarakan.

Nah, sebenarnya tanaman-tanaman yang ada di kebun Minrim ini selalu saling berkomunikasi. Mereka bisa berbicara degan bahasa mereka sendiri yang mana tentu dan pasti manusia tak dapat memahami bahkan mengartikannya. Hahahahha. Jadi ada 10 macam tanaman yang ada di kebun Minrim. Pagi itu sebelum berangkat ke sekolah, Minrim menyempatkan diri untuk menyapu kebunnya dan membersihkan rumput-rumput yang ada di sana.

“Ya ampun, Minrim! Masih sempat-sempatnya kamu mengurusi kebunmu itu. Ayo kita harus ke sekolah sekarang!” teriak Hyunri dari dalam rumah saat Minrim sedang asyik menyapu kebunnya dan ia sudah memakai seragam sekolah lengkap.

“Ne…ne… araseo Hyunri, sebentar lagi deh. Tinggal sedikit saja kok,” seru Minrim masih tetap memegang sapunya. Hyunri segera menghampiri Minrim.

“Minrim, aku tahu kau sangat sayang pada kebunmu, namun jangan terlalu seperti itu. Lebay deh kamu. Masa tiap pagi dan sore kau ini selalu ngurusin kebunmu ini. Sekali-kali kek ayo kita main keluar,” kata hyunri sambil berkacak pinggang.

Minrim menoleh ke arah Hyunri dengan pandangan heran. Namun ia tersenyum kemudin, “Astaga,  Hyunri, kau kan tahu kalau aku ini tak suka keluar rumah, apalagi Cuma buat main-main. Mending di rumah aja ngurusin kebun, lebih bermanfaat dan menghasilkan. Kalau Cuma main-main saja, malah membuang-buang rumah, ga ada manfaatnya,”kata Minrim.

“Yah, kan ga sering-sering Rim, sekali-sekali kek, sambil nemenin aku. Temen-temen pada nanyain kamu setiap kita main. Mereka selalu bilang: eh, masa kamu ga bisa sih ngajakin sepupu kamu buat jalan! Aku kan bingung ngejawabnya!”kata Hyunri sambil memanyunkan bibirnya.

“Ah, kau ini, ayo kita berangkat ke sekolah sekarang! Nanti kita telat lagi yuk!” ajak Minrim. Hyunri masih cemberut namun nurut saja saat Hyunri menarik tangannya untuk segera berangkat sekolah. Tak lupa Minrim menyimpan sapunya di gudang.

Sementara itu, setelah kedua remaja itu berangkat sekolah. Tanpa mereka sadari tanaman-tanaman yang ada di kebun itu sedikit bergerak-gerak. Bukan karena tiupan angin sepoi namun karena memang tanaman-tanaman itu saling berinteraksi.

Sebuah sayur berwarna putih tampak bergerak-gerak di sela-sela batangnya,” OMO, baik sekali Minrim, setiap hari ia selalu menyapu dan membersihkan aku dari serangan rumput-rumput jelek yang selalu merebut jatah makanannku,” kata sayur itu. Sayur berwarna putih yang tak lain adalah sayur sawi putih. Sayur itu bernama Leeteuk. Leeteuk dengan senangnya langsung mengembangkan dua kelopak daunnya sedikit ke atas sehingga nampak seperti sayap malaikat. Oleh karena itu Minrim seringkali memanggil sayur sawinya yang tak lain adalah Leeteuk dengan sebutan Angel. Setiap dipanggil Angel, Leeteuk selalu tersanjung sehingga kelopak daunnya semakin naik bahkan sampai tak bisa turun.

Lanjutkan membaca “GARDEN HOLIC (part-1)”