GARDEN HOLIC (part-1)

Standar
  • Cast: All member Super junior
  • Genre: Gaje
  • Author: Anita Sukarini

Annyeonghaseyo *deep bow*

sekarang diriku mau nge-post FF gaje aku hahahahahahahahhaah.

mian kalo gaje and ga mutu, maklum yang nulis a.k.a saya sendiri sedang dilanda kekumatan yang sangat akut high quality,,,,

so silakan membaca, nikmati FF gaje saya yang error ini

Start!!!

toon

GARDENHOLIC

Ini adalah sebuah cerita *jiaaaaaaaaaaahhh bahasa aku*. Cerita tentang kehidupan yang ada pada sebuah rumah. Di sebuah daerah di pinggiran kota Seoul *kaya pernah ke Seoul aja*, hiduplah seorang anak perempuan yang berusia sekitar 17 tahun. Anak itu bernama Lee Minrim *anak saya, anak saya /plakkk!!!*. Lee Minrim tinggal bersama haraboji dan haelmoninya yang bernama Kibum dan Eunhee.

Sementara itu appa dan ummanya Minrim sudah lama meninggal karena kecelakaan pesawat. Minrim adalah gadis yang baik hati dan tidak sombong, suka menabung, ramah, suka membantu orang tua, bla…bla…blaa karena memang sifat Minrim menurun dari sifat appa dan ummanya yang sangat adorable *diriku dicemplungin ke empang sama readers seantero kota gara-gara narsis*. Minrim tinggal dengan haraboji dan haelmoninya di sebuah rumah yang sederhana. Namun, karena Minrim anak yang rajin, ia tak pernah absen untuk membersihkan rumah dan pekarangan rumahnya setiap akan dan pulang dari sekolah. Minrim punya sepupu namanya Hyunri. Hyunri tinggal dengan ummanya yang bernama Richan. Hyunri dan Minrim saling menyayangi namun Richan selalu bersikap galak terhadap Minrim. Minrim tak habis pikir mengapa jummanya itu sangat membencinya.

Di belakang pekarangan rumah Minrin, terhampar lahan yang sangat luas. Saking rajinnya si Minrim, lahan yang kosong ini ditanaminya dengan berbagai sayur dan buah-buahan serta tanaman lain yang bermanfaat.  Minrim tak pernah lupa untuk menyirami seluruh tanamanya karena ia tak mau tanamannya mati. Kebun adalah teman bagi Minrim. Minrim sangat menyayangi kebunnya sehingga ia tak pernah lupa untuk merawat kebun kesayangannya. Pagi dan sore Minrim selalu mengunjungi kebunnya. Banyak yang ia lakukan di sana. Menyapu, menyiangi rumput liar, memotong bangian tanaman yang sudah tak berguna, memberi pupuk. Dan bila ada tanamannya yang sudah matang, Minrim selalu tak pernah lupa untuk memetiknya agar tanamannya segera berbunga dan berbuah lagi yang baru. Minrim sangat menyayangi kebunnya, begitu pula dengan penghuni kebun yang ada di sana. Lho????

Iya, walaupun tanaman-tanaman yang ada di sana tak bisa bicara dihadapan Minrim, namun sebenarnya tanaman-tanaman yang ada di kebun itu sangat menyayani Minrim. Minrim tak pernah menyadari kalau setiap saat, setiap waktu, tanaman-tanaman yang ada di sana selalu membicarakan kebaikan Minrim. Seandainya Minrim dapat mengerti apa yang mereka bicarakan.

Nah, sebenarnya tanaman-tanaman yang ada di kebun Minrim ini selalu saling berkomunikasi. Mereka bisa berbicara degan bahasa mereka sendiri yang mana tentu dan pasti manusia tak dapat memahami bahkan mengartikannya. Hahahahha. Jadi ada 10 macam tanaman yang ada di kebun Minrim. Pagi itu sebelum berangkat ke sekolah, Minrim menyempatkan diri untuk menyapu kebunnya dan membersihkan rumput-rumput yang ada di sana.

“Ya ampun, Minrim! Masih sempat-sempatnya kamu mengurusi kebunmu itu. Ayo kita harus ke sekolah sekarang!” teriak Hyunri dari dalam rumah saat Minrim sedang asyik menyapu kebunnya dan ia sudah memakai seragam sekolah lengkap.

“Ne…ne… araseo Hyunri, sebentar lagi deh. Tinggal sedikit saja kok,” seru Minrim masih tetap memegang sapunya. Hyunri segera menghampiri Minrim.

“Minrim, aku tahu kau sangat sayang pada kebunmu, namun jangan terlalu seperti itu. Lebay deh kamu. Masa tiap pagi dan sore kau ini selalu ngurusin kebunmu ini. Sekali-kali kek ayo kita main keluar,” kata hyunri sambil berkacak pinggang.

Minrim menoleh ke arah Hyunri dengan pandangan heran. Namun ia tersenyum kemudin, “Astaga,  Hyunri, kau kan tahu kalau aku ini tak suka keluar rumah, apalagi Cuma buat main-main. Mending di rumah aja ngurusin kebun, lebih bermanfaat dan menghasilkan. Kalau Cuma main-main saja, malah membuang-buang rumah, ga ada manfaatnya,”kata Minrim.

“Yah, kan ga sering-sering Rim, sekali-sekali kek, sambil nemenin aku. Temen-temen pada nanyain kamu setiap kita main. Mereka selalu bilang: eh, masa kamu ga bisa sih ngajakin sepupu kamu buat jalan! Aku kan bingung ngejawabnya!”kata Hyunri sambil memanyunkan bibirnya.

“Ah, kau ini, ayo kita berangkat ke sekolah sekarang! Nanti kita telat lagi yuk!” ajak Minrim. Hyunri masih cemberut namun nurut saja saat Hyunri menarik tangannya untuk segera berangkat sekolah. Tak lupa Minrim menyimpan sapunya di gudang.

Sementara itu, setelah kedua remaja itu berangkat sekolah. Tanpa mereka sadari tanaman-tanaman yang ada di kebun itu sedikit bergerak-gerak. Bukan karena tiupan angin sepoi namun karena memang tanaman-tanaman itu saling berinteraksi.

Sebuah sayur berwarna putih tampak bergerak-gerak di sela-sela batangnya,” OMO, baik sekali Minrim, setiap hari ia selalu menyapu dan membersihkan aku dari serangan rumput-rumput jelek yang selalu merebut jatah makanannku,” kata sayur itu. Sayur berwarna putih yang tak lain adalah sayur sawi putih. Sayur itu bernama Leeteuk. Leeteuk dengan senangnya langsung mengembangkan dua kelopak daunnya sedikit ke atas sehingga nampak seperti sayap malaikat. Oleh karena itu Minrim seringkali memanggil sayur sawinya yang tak lain adalah Leeteuk dengan sebutan Angel. Setiap dipanggil Angel, Leeteuk selalu tersanjung sehingga kelopak daunnya semakin naik bahkan sampai tak bisa turun.

“Haish, hyung! Lebai kali kau ini!”seru sesosok sayur dari arah pojok kebun. Sebenarnya sayur itu tak nampak seperti sayur, namun nampak seperti buah. Buah berwarna orange dan enak kalau kita makan, hehehehhheh.

“Hehhh, Sungmin labu orange!!! Apa maksudmu hehhh???”bentak Leeteuk langsung menurunkan kelopak daunnya. Ia menatap tajam ke arah Sungmin si labu dengan tatapan tajam. Namun Sungmin tak terpengaruh dengan tatapan Leeteuk. Karena setajam-tajamnya tatapan leeteuk, bagi Sungmin tak pernah menakutkan karena di mata sayur-sayuran yang ada di sana, tatapan Leeteuk adalah tatapan malaikat yang menghanyutkan, bahkan di saat sayur itu sedang marah. Hehehehehehehehe.

“Wei, Hyung! Leeteuk sawi putih, Hyungku tersayang. Jangan mengeluarkan tatapan seperti itu! Rasanya aku pengen mati ngelihat tatapan malaikat Hyung,” kata sebuah buah berwarna merah yang letaknya dekat dengan Sungmin si labu.

“Heh, tomat! Wookie! Kamu kagak tahu ya, kalau ane sedang marah, nih gara-gara si labu orange itu,” kata Leeteuk langsung mengarahkan kelopaknya ke arah Sungmin yang sedang melongo. Ryeowook si tomat yang emang ukurannya tak terlalu besar langsung nyumput di belakang badan Sungmin yang lumayang gedhe. Sungmin hanya terkekeh saja melihat kelakuan Ryeowook.

BLETAKS!!!

“Ouch!!!” seru Sungmin dan Ryeowook bersamaan. Mereka berdua mengelus-elus kepala (?????) mereka dengan daun mereka masing-masing yang sakit karena terkena lemparan biji cabe. Sungmin dan Ryeowook menoleh ke arah cabe merah yang ada di dekat pintu kebun. Yahui juga lemparan Heechul Hyung, batin kedua sayur itu.

“Hahahahahahah,” terdengar tawa keras dari Heechul si cabe pedas, ga hanya rasanya yang pedas, namun Heechul juga populer dengan omongan pedasnya *ceeeileeeeeeeeehhh*. Sungmin dan Ryeowook langsung memerah *lah, si Ryeowook udah merah gimana kalo memerah, wkwkwkwkwkk* tanda kesal.

“Hahahahahah, lemparanku ternyata mantap abis hahahahah. Langsung kena dua nyahahahahhahaha,” tawa Heechul makin keras. Tiba-tiba saja Heechul berhenti tertawa karena tiba-tiba ada yang melemparinya dengan biji yang cukup pedas. Heechul tahu siapa yang melakukannya.

Heechul memalingkan mukanya ke arah tengah kebun. Tampak sesosok sayur berwarna ijo yang lumayan gendut tersenyum dengan evil smilenya ke arah Heechul. Heechul langsung naik getah *naik darah kaleeeee*.”Hehhh Kyuhyun!!! Paprika ijo gendut! Ngapain kau ikut-ikutan hahhh???”seru Heechul pada Kyuhyun.

Kyuhyun mengedipkan matanya pada Sungmin dan Ryeowook. Lalu membalas kata-kata Heechul,” Heechul Hyung, Hyung aja yang jahil. Sungmin dan Wooki ga ngapa-ngapain Hyung, masa dilemparin biji cabe Hyung yang pedasnya minta ampun. Lihat, sungmin dan Wooki udah panas tuh kepalanya gara-gara efek pedas biji cabe Hyung,”kata Kyuhyun.

“Habis mereka berdua berisik sih, dasar kau gendut! Mau aku lemparin bijiku hah?? Bijiku lebih pedas dari bijimu tahu!” kata heechul pada Kyuhyun.

“MWO??? Apa Hyung? Udah dua kali ini Hyung ngatain aku gendut, emang aku gendut. Daripada Hyung, kurus gitu! Udah panjang, ujungnya lancip lagi kaya paku,”seru Kyuhyun si paprika ijo, kata-kata Kyuhyun memang pedas, walaupun ia tak sepedas Heechul si cabe.”Lagian, Hyung ga tahu kalau aku ini ga kalah pedas dari Hyung!”tambahnya.

Getah Heechul langsung naik 200/100 mmHg *ga bisa bayangin aku berapa tekanan getah normal, hehehehehhehehehehh ^^V*. Muka Heechul yang memang sudah merah tambah merah gara-gara mendengar kata-kata Kyuhyun yang menohoknya. Kyuhyun juga tak kalah garang, tubuhnya juga makin ijo, kenapa ga merah? Soalnya kalo merah ntar paprikanya matang lagi, hahahahahahah *dilempar biji cabe sama readers*. Walaupun tubuh Kyuhyun ijo, namun tampak wajahnya merah padam karena tertular aura kemarahan dari Heechul.

Kedua cabe beda ras *gaje* itu mulai siap mengambil ancang-ancang untuk saling melempar bijinya. Suasana kebun nampak tegang. Seluruh tanaman yang ada di sana ikutan tegang, tak ada yang berani melerai karena takut terkena pedasnya biji kedua cabe tersebut.

“Haduh Hyung, dua cabe di kebon kita pada mau rame tuh,”bisik sayur berwarna orange pada sayur berwarna hijau yang letaknya memang berdampingan. Yesung si brokoli hijau hanya mengangguk sambil menyembunyikan kedua matanya yang emang udah sipit di sela-sela rimbun tubuh brokolinya. Siwon si wortel menoleh ke arah Yesung yang udah ga kelihatan matanya.”Hyung, enak banget bisa sembunyi di tubuh sendiri, kaya dangkoma si kura-kura peliharaan princess Minrim *para sayuran itu memang menyebut Minrim dengan princess*. Ngiri aku,” kata Siwon sambil melirik ke arah Yesung. Sementara itu kedua cabe alias si Kyuhyun Paprika dan si Heechul lombok sudah bertarung sengit di kebun, membuat seluruh sayur menjadi kepedasan. Bahkan. Donghae si bawang bombay udah nangis, keluar air matanya gara-gara pedas yang ditimbulkan oleh lemparan biji kedua ras cabe itu dan juga oleh aroma yang keluar dari tubuhnya sendiri.

Serumpun toge mendekati Donghae yang sedang asyik menangis. Lho??? Memang si bawang bombay itu hobinya nangis, jadi tak heran kalau setiap hari para penghuni kebun itu melihat Donghae menangis. Sudah biasa.

“Hiks…hiks…,”terdengar suara isak tangis pelan Donghae dari balik umbinya *hahahahahahah*

“Haduh Hae, jangan nangis donk. Liat badan kamu basah semua. Lagian tipa kamu nangis pasti timbul aroma bawang kamu yang bisa bikin teler. Inget ga kemarin pas ada ibu-ibu hamil ke rumah Princess, dan lewat kebun ini niatnya buat liat-liat betapa indahnya kebun rumah kita ini, ehhhh, malah nangis kejer-kejer gara-gara nyium aroma kamu pas kamu lagi nangis,”kata Eunhyuk si toge sambil ngelus-elus kuncup Donghae yang ngegemesin.

Isak Donghae sudah agak berhenti karena mendengar kata-kata dari Eunhyuk yang bukannya bikin adem sih, tapi bikin malu >///< si Donghae. Donghae melirik sedikit ke arah Eunhyuk. Masih tersisa sedikit air mata dari kuncupnya. Eunhyuk hanya meringis lalu ia mencabut beberapa buah pohonnya untuk menghapus sisa air mata sahabat dekatnya itu.

“Sebenarnya aku ga mau nangis, tapi mau gimana lagi, tiap aroma tubuhku keluar, aku mesti nangis, hiks…hiks..,” kata Donghae sambil memegang pohon toge yang tadi dilepas oleh Eunhyuk. Sementara itu di sana-sini sudah bertebaran biji cabe yang dilempar oleh Kyuhyun dan heechul. Rupanya kedua ras cabe itu masih sibuk bertengkar dan saling melempar biji.

“Awas kau Heechullieeee!!!” seru Kyuhyun sambil mengeluarkan air mata karena pedas yang mendera.

“Kau juga, Kyuhyun dasar sayur ga sopan ama hyungnya, tahu rasa kamu!!!” seru Heechul yang tak kalah derasnya mengeluarkan air mata. Tubuh kedua cabe itu sudah panas.

Tiba-tiba ada yang mengenai tubuh Kyuhyun dan Heechul yang membuat kedua cabe itu berhenti bertengkar. Tiba-tiba saja kedua cabe itu saling pandang dan tiba-tiba saja wajah kedua cabe itu memerah lagi dan….

AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA

Terdengar teriakan merdu dari Kyuhyun dan teriakan garang dari Heechul. Tubuh keduanya mendadak gatal-gatal dan seperti ada yang menggelitik. Kyuhyun dan Heechul sibuk menggaruk dengan apa yang ada di tubuhnya, entah itu daun maupun batang. Akhirnya tubuh keduanya sedikit tergores.

“Yakkk! Shindong, aku tahu ini perbuatanmu!”teriak Heechul sambil sibuk menggaruk buah cabenya dengan daunnya.

“Shindong Hyung, apa sih yang kau lakukan pada kami!”Kyuhyun juga tak kalah kerasnya berteriak sampai-sampai Leeteuk yang ada di sampingnya menutup seluruh kelopaknya gara-gara hampir budheg mendengar teriakan keras Kyuhyun.

Sementara itu di pojokan kebun, tampak sebuah jamur yang berdiri dengan angkuh dan gagahnya. Tanpak tubuhnya berkilat-kilat diterpa cahaya mentari nan terik di siang itu.

“Kalian berdua ini yang apaan,”kata jamur bernama Shindong itu.”Kalau kalian ga ribut dan ga bikin kita semua yang ada di kebon jadi nangis kepedesan gara-gara biji kalian, ga akan aku nglemparin spora aku yang super gatal ini sama kalian berdua. Nah, sekarang rasakan.”

“Kurang ajar ya kamu Hyung, awas aja kalau sampai tubuh aku yang mulus ini ntar gores-gores,”kata Kyuhyun kesal.

“Awas juga ntar kalau sampai spora kamu ntar numbuh di badan aku! Takpijak-pijak anak-anak kamu ntar,”kata Heechul.

Shindong hanya terkekeh,”Hehehehehehehehe, Heechul Hyung, spora aku ga bakalan numbuh di badan kamu. Spora aku numbuhnya Cuma mau di tempat lembab. Mana mau anak-anak aku ntar hidup di badan kamu yang selalu panas, hueeeeehhh,”kata Shindong sambil bergaya mau muntah. Heechul makin panas. Dia sudah bersiap untuk melempar biji, dan Shindong juga sudah bersiap mau melempar sporanya lagi. Namun, sebelum Perang Kebun Kedua (istilah kerennya Garden War II) terjadi, Leeteuk terlebih dahulu sudah mencegah keduanya. Dilemparnya dua kelopaknya ke arah Heechul dan Shindong sehingga mereka berdua langsung menghentikan aksinya.

“Ahh, Tuki Hyung apa-apaan sehhh???”seru Heechul sambil menyingkirkan kelopak sawi dari mukanya. Begitupun dengan Shindong.

“Kalian ini, lihat apa yang kalian lakukan….”kata Leeteuk dengan nada angel adem ayem.

“Gue mau kasih pelajaran ama si jamur gatelen ini Hyung, lihat dia membikin aku gatel-gatel gini,”kata Heechul.

Leeteuk hanya menghela napasnya.”Coba lihat sekeliling kalian, lihat gimana kebun kita ini,”kata Leeteuk. Semua penghuni kebun langsung menoleh ke kanan-kiri-depan-belakang. Heechul, Kyuhyun dan Shindong langsung menutup mulut mereka masing-masing. Astaga, suasana kebun itu sudah benar-benar berantakan. Kotor. Banyak bercecer daun, batang, biji di sana.

“Gimana reaksi Princess nanti kalau melihat kebun yang baru saja tadi pagi ia sapu, sekarang sudah berantakan tak karuan begini?”tanya Leeteuk sambil geleng-geleng.

“Ini semua gara-gara Shindong, yang nglemparin spora. Kalau dia ga nglemparin sporanya, ga bakalan aku ngebales dia,”seru Heechul.

“Jiahhh, ini salah Kyuhyun ama Heechul, kalau kalaian ga bertengkar dan saling melempar biji sampai kita kepedasan, ga mungkin aku nglemparin spora kalin biar berhenti,”seru Shindong.

“Enak aja, nih gara-gara Sungmin hyung ama Wooki, pake ngejekin Leeteuk Hyung jadinya Heechul Hyung melempari mereka biji,”seru Kyuhyun.

“Haishhh! Kyu, ini gara-gara Teuki hyung yang lebai, jadinya aku dan Wooki sebel tipa hari ngederin kata-kata Teuki Hyung yang super lebai,”kata Sungmin. Semuanya langsung terdiam, tak ada yang berbicara. Leeteuk hanya clingak-clinguk saja, sementara semuanya menatap tajam ke arahnya, Teuki langsung gugup.

“Eh…eh…kok kalian semua menatap aku kaya gitu sih….he he hihihi,”kata Leeteuk sambil cringisan.

“Jadi, biangnya dan awal dari semua masalah ini adalah Teuki hyung,”kata Siwon.

“Iya, yang harus tanggung jawab adalah Teuki Hyung,”kata Eunhyuk sok horor membuat Leeteuk menjadi merinding.

Leeteuk langsung menghela napas,”Ya udah deh diriku yang salah, okey…okey,,,”kata leeteuk akhirnya ngalah. Semua penghuni kebun langsung tersenyum.

Tiba-tiba…

WAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA

Terdengar teriakan cukup keras dari Yesung. Siwon hampir copot dari tanah saking shocknya *lebaiiiiiii*.

“Yesung Hyung, gwenchana??? Kenapa teriak-teriak???”seru Siwon

Sementara itu Donghae yang sudah tercabut dari tanah berusaha untuk masuk ke tanah lagi dibantu Eunhyuk dan Sungmin.

“Hyaaa,,, uleeeeeeeeeeeeett hiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii,” seru Yesung dengan vokal yang artistik. Siwon langsung membantu mencari ulet yang ada di sela-sela daun ijo Yesung, dan benar, ia menemukan ulet kecil di dalamnya. Siwon lantas mengambil ulet itu dan melemparnya ke arah tengah kebun.

“Hiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii,”semua langsung jijik.

“Teuki Hyung kita apakan ulet ini biar keluar dari kebon kita?”tanya Ryeowook yang juga jijik dan geli. Leeteuk tampak berpikir keras memutar otaknya sampai daun-daun sawinya mengkerut semua.

CLING!!!

“AHA!!!”teriak Leeteuk sambil menjentikkan jarinya *eh, emang sawi punya jari ya??? /plakkk!!!*

“Apa Hyung? Apa?”tanya semua member kebun itu kroyokan. Leeteuk dengan gaya slow motionnya langsung memutar tubuhnya *haaaaaaaaaaaallahhh…halahh* dan menatap seluruh sayur-mayur yang muka-mukanya sudah pada curious tingkat akut.

“Okey, kalo gitu uletnya kita masukin tanah biar menguraikan bahan-bahan organik buat kita makan, puhahahahahahah,”seru Leeteuk pede. GUBRAKKK!!!

Semua sayur sudah pada jempalitan ga jelas dari pohonnya, wkwkwkkwwk.

“Hyung, emangnya Hyung pikir thu ulet cacing apa???”tanya Sungmin yang kini udah lepas dari batangnya.

“Iya Hyung, yang bisa mengurai makanan kita ntu si jumma cacing. Kalau ulet lah kesian kaliii,”kata Ryeowook. Di saat itu seekor cacing lewat di tengah kebon dengan super lemotznya *namanya juga cacing, masih mending bisa jalan walau lemotz, tuh daripada sayur-mayur kagak bisa jalan, hahahahahahh #ABAIKAN*

“Apa lu kate??? Jumma??? Enak aja yah saya dibilang jumma, saya ini masih remaja, baru umur 1 tahun tahu!!!”kata si cacing dengan marahnya.

“Jielaaaahhhh, Jumma! Umur Jumma thu lebih tua dari kite-kite. Umur kite di sini paling baru setengah tahun,”kata Eunhyuk.

“Iye Jumma, udahlah Jumma akui aja kalo Jumma mang udah tuwe, jadi jangan sok remaja. Udah deh urusin thu yang ada di dalem tanah, jangan bikin kita-kita kelaperan yah Jumma,”kata Heechul.

Si Jumma cacing langsung memalingkan mukanya, dan dengan kesal dia menggali tanah dengan kepalanya dan langsung amblas ke dalam tanah.

“Ngambek thu Jumma,”kata Kyuhyun.

“Biar aja,toh kita masih simbiosis mutualisme ma Jumma cacing, kita butuh bahan organik yang udah dia blender, trus Jumma juga butuh daun-daun kering kita buat dia makan,”kata Yesung yang sudah melupakan uletnya tadi.

“Haish, kok malah pada ngomongin Jumma cacing sih. Ayo, trus mau kita apakan ulet tadi?”tanya Shindong udah geregetan, sporanya udah hampir melayang.

“Oke kalo begitu, seperti kataku tadi, ulet ntu kita suruh buat kerja aja, ngeblender makanan kita. Cadangan buat kalo-kalo Jumma cacing kita ngambek kaya tadi,”kata Leeteuk. Semua tampak berpikir lalu mengangguk serempak.

“Karena tadi si ulet dah keenakan sembunyi di badan aku, so sebagai imbalannya dia harus kerja keras masakin makanan buat kita!”kata Yesung. Lainnya mengangguk.

Tiba-tiba saja ulet tadi yang pingsan gara-gara lemparan maut Siwon mendadak siuman dan langsung pasang muka garang,”Enak aja, aku disuruh kerja rodi! Sapa juga yang enak ada di badan elu brokoli, adanya aku kagak bisa napas. Beuhhh,”kata si ulet lalu tiba-tiba dengan kekuatan penuh melebihi kecepatan cahaya melesat pergi meninggalkan kebun itu. Sampai membuat yang ada di kebun melongo.

“Ce…cepatnya…”kata Ryeowook terbata-bata. Yang lain hanya mengangguk dengan tatapan kosong menatap si ulet yang kini telah hilang ditelan siang.

“Hei, ini udah waktunya Princess pulang,”kata Leeteuk menyadarkan seluruh penghuni kebun yang masih terpana, terpesona, kagum dan shock.

“Annyeong…”tiba-tiba ada suara gadis memasuki pekarangan rumah. Seluruh penghuni kebun segera membenarkan posisinya masing-masing. Tak langsung masuk ke dalam rumahnya. Minrim malah membelokkan kakinya ke arah kebun.

“AIGOOOOO….!!!”seru Minrim kaget. Semua yng ada di kebun juga tak kalah kagetnya.

“Wae..??? kenapa kebunku jadi berantakan begini??? Aduh, padahal baru tadi pagi aku membersihkannya,,, T__T”kata Minrim sedih.

Semua penghuni kebun, sawi, lombok, brokoli, jamur, labu, taoge, bawang, wortel, tomat dan paprika ikutan sedih, bahkan Donghae si bawang mulai mewek dan mengeluarkan aroma khas bawangnya sehingga membuat seluruh penghuni kebun jadi nangis. Karena merasakan kesedihan Minrim, dan merasa bersalah karena tak bisa menjaga diri, kesepuluh sayur itu langsung layu.

“A…a…apa yang terjadi?”tariak Minrim.”Mengapa kalian layu?”seru Minrim kaget dan shock.

Tiba-tiba muncul Kibum Haraboji dari dalam rumah.

Tuberculosis eh maksudnya tubikontinyu dulu yahhh…

Next part mau bakalan ada karakter Kangin Terong nyahahahahahahahah…..

Moga-moga FF saya dapat diterima di hati para readers *ngrayu* yang baek-baek semua…

^^V

Annyeong……

3 responses »

  1. wkwkwk …SUJU jd sayuran..bener2 ide cemerlang ching!! cocok jg tuh chulie jd cabe,kyu jd paprika sma2 bermulut pedas..hahaha..Q kira shindong yg jd labunya,ehh,ternyata dia jd jamur..kwkwkwk ..daebakkk ching!! next part na ASAP ching!!!(^__^”)

  2. huaaa,,keren jd inget video” fancam yg temen aq kasih liat,,member suju kostum sayur..terinspirasi dr stu y?
    Daebak thor..salam kenal,cece imnida

    td aq bc ff ini dr fb nya shania..

    dtunggu lanjutannya thor ^.^ fighting!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s