Cake of Love Part 1

Standar

Title  : Cake Of Love

Characters [Main characters]  : Super Junior, SNSD, CN BLUE, After School

Characters [Made by]  : Lee Hye Ri, Eun Ho, Ji Won

Pairing  : Kyuhyun and Seohyun

Genre  : Romance

Annyeong haseyo. Joneun Seo Hyun imnida. Saat ini aku berada di tahun kedua di SMA. Dan 2 Minggu lagi aku berulang tahun yang ke 17. Aku sangat mencintai hidupku sekarang. Entah kenapa, sejak aku jadi pacarnya pacarku [aku belum mau bilang siapa] 4 bulan lalu, aku sangat menikmati hari-hariku sebagai pacarnya dan sebagai diriku sendiri. Pacarku sangat menghargaiku. Menghargaiku sebagai perempuan, menghargaiku sebagai diriku sendiri, dan tentu saja menghargaiku sebagai pacarnya.

Pacarku, Cho Kyuhyun Oppa, adalah kakak kelasku di SMA. Sebenarnya, aku dan dia memiliki kegemaran yang berbeda. Justru kurasa sedikit berkebalikan. Kyu Oppa mengikuti ekstrakulikuler boga, sedangkan aku justru mengikuti ekstrakulikuler sepak bola putri. Berkebalikan 360 derajat kan ? Tapi, justru karena itulah aku bisa bertemu dengan Kyu Oppa dan sekarang, menjadi pacarnya.

Awalnya, aku sangat tidak suka dengan anak laki-laki yang ikut ekstrakulikuler yang berbau perempuan. Ya, salah satunya boga. Karena aku selalu berpikir kalau anak laki-laki yang mengikuti ekstrakulikuler seperti itu bukan laki-laki jantan. Justru malah lembek dan seperti perempuan. Habisnya, aku sering melihat orang seperti itu di ekstrakulikuler putri. adinya, aku jadi jengah dan jijik sendiri.

Tapi, semua yang aku benci dari anak laki-laki yang ekstrakulikulernya berbau cewek, ternyata bisa dijatuhkan oleh Kyuhyun Oppa. Aku punya sejarah unik tentang awal pertemuanku dengan pacarku ini. Semua berawal dari kue. Dan semua kisah cintaku sampai sekarangpun selalu ada sangkut pautnya dengan kue.

Kyuhyun Oppa memang mengikuti ekstrakulikuler tata boga di sekolah. Bukan karena dia suka, namun harus. Dia satu-satunya anak laki-laki di keluarganya. Dan dia harus menjadi penerus usaha keluarganya. Keluarganya memiliki cafe yang sangat terkenal di Seoul. Bahkan mungkin sampai seluruh Korea. Cafenya ini memiliki makanan-makanan yang sangat enak dan tidak bisa ditemukan di tempat lain. Hanya di cafe keluarganya.

Dari ayah, ibu, kakak-kakaknya, sampai adiknya pun adalah seorang patissier. Ayah dan ibunya lebih sebagai chef, sih, sebenarnya. Nah, berhubung Kyu Oppa adalah satu-satunya anak laki-laki di keluarga Cho, dia harus mampu menjadi chef atau patissier yang sangat terampil karena dia yang akan mewarisi dan meneruskan usaha keluarganya. Kalau menurutku, itu sangat manis. =)

Akan aku ceritakan sedikit bagaimana aku dan Kyu Oppa bisa jadian. Kalau menurutku [dan juga teman-temanku], awal kisah pertemuanku dengan Kyu Oppa itu lucu tapi manis. Hehehe…

Jadi, begini ceritanya…

Hari itu, seminggu sebelum akhirnya aku dan Oppa jadian, tepatnya tanggal 5 Juni dan hari itu sedang libur musim panas. Walaupun libur, aku tetap berangkat sekolah untuk melakukan aktivitas yang sudah sejak setahun lalu aku tekuni, latihan. Ya, hampir setiap hari aku latihan sepak bola saat pulang sekolah. Dan mumpung hari ini libur, daripada menganggur di rumah [sebenarnya alasan agar aku tidak disuruh bantu-bantu ibu di toko], aku berangkat untuk latihan sepak bola. Bersama sahabatku, Soo Young dan Sunny [sebenarnya nama aslinya Soon Kyu, tapi aku lebih suka memanggilnya Sunny karena dia selalu ceria dan terlihat bersinar terus dimataku], aku berangkat ke sekolah.

“Kau tahu, kata Pak pelatih turnamen sepak bola kita diundur. Aissh ! Padahal aku sedang semangat-semangatnya.” Soo Young menggerutu sambil memutar-mutar bola yang di pegangnya. Sunny membelalakan matanya.

“Ah, jinjayo ? Diundur kapan ?” tanyanya penasaran. Aku hanya diam karena sebenarnya aku sudah diberitahu pelatih sejak kemarin.

Soo Young mengangkat bahu. “Mollayo. Pak pelatih tidak memberitahu kapan. Ya ! Seohyun ! Kenapa kau diam saja ? Kau tidak kecewa turnamen kita diundur ?” Soo Young beralih padaku. Aku menghela napas.

“Aku sudah tahu dari sebelum liburan. Pak pelatih sudah memberi tahukanku sebelum dia memberi tahu ke semuanya.” Jelasku. Soo Young berdecak.

“Ck ! Kenapa kau tidak memberi tahuku ? Aiissh ! Menyebalkan !”

Kami terdiam lagi. Tidak sampai 50 meter lagi kami sampai di sekolah. Tiba-tiba Sunny berhenti.

“Ada apa?” tanyaku. Aku lihat wajahnya sedikit gelisah. Dia menggigit bibirnya.

“Aku baru dapat sms dari Min Ji kalau hari ini sekolah direnovasi. Aku takut kalau sekolah ditutup.”

Soo Young, mendengus sangat keras.

“AIISSH !!! Kita sudah sampai sini. Masa kita kembali lagi. Kenapa kau baru bilang sekarang ?” suaranya agak sedikit meninggi.

“Aku juga baru tahu. Jangan salahkan aku !” Sunny mencoba membela diri. Aku mencoba menenangkan suasana.

“Sudah, sudah ! Kita sudah sampai sini. Mau balik juga sudah jauh. Kita cek dulu saja apakah sekolah ditutup atau tidak. Kalau tidak, kita latihan. Kalau ditutup, aku mau mengajak kalian ke Cafe Rainbow. Bagaimana ?”

“Cafe Rainbow ? Cafe keluarga Cho itu ? Itu Cafe terkeren yang pernah kumasuki. Dan makanan di sana adalah makanan paling enak yang tidak akan ditemukan dimanapun. Oke, aku setuju. Kau Soo Young ?” Sunny kegirangan. Aku tersenyum padanya kemudian beralih ke Soo Young yang terlihat sedang berpikir.

“Baiklah. Aku setuju,” katanya. Sunny langsung melonjak sambil berkata ‘yes, yes’. “Tapi,” lanjutnya, “kalau sekolah tidak ditutup, aku tetap mau ke Cafe Rainbow setelah latihan. Kau yang traktir kan, Seohyun ?” tanyanya. Aku mengangguk sambil memasang senyum lebar.

“Bagus ! Ayo, cepat pergi !” Soo Young menarik lenganku dan mengajakku berlari ke sekolah. Sunny ikut berlari dibelakangku. Aku sangat menyukai persahabatan seperti ini.

“Sekolah tidak ditutup, kok. Aiih, haengbokhe !” Sunny yang sampai duluan berteriak kegirangan. Aku dan Soo Young menyusul. Kami memasuki gerbang sekolah dan langsung menuju lapangan untuk latihan. Ketika kami sampai di sana, sudah ada Eun Ho Sunbae dan Ji Won yang sedang pemanasan. Mereka melambaikan angan ketika melihatku dan kedua sahabatku datang.

“Annyeong. Katanya kalian latihan jam 8 ? Ini sudah jam 9 kurang, lho.” Sapa Eun Ho Sunbae. Dia mengikat ekor kuda rambut panjangnya. Dia sangat cantik.

“Mianhada. Tadi macet di jalan.” Alasanku. Dia tersenyum manis.

“Ya sudah. Cepat lakukan pemanasan lalu langsung latihan ya. Aku mau ke loker dulu.” Dia berbalik pergi. Aku menaruh tas dan bolaku di bangku. Ji Won menghampiriku.

“Sunbae ! Annyeong haseyo.”

“Annyeong haseyo. Eh, katanya sekolah sedang di renovasi ya ? Bagian mana yang di renovasi ? Kukira sekolah ditutup. Rama juga, ya, liburan seperti ini ?” tanyaku pada Ji Won yang sedang meneguk sebotol air. Soo Young dan Sunny sudah pemanasan di lapangan sana. Kalau aku ? Aku masih ingin duduk-duduk dulu.

Ji Won mengelap bibirnya dengan handuk. “Lantai 3. Makanya ruang tata boga, ruang tari, dan ruang seni lukis dipindah ke lantai satu. Iya, memang sejak tadi sudah ramai.” Jawabnya. Aku mengangguk-angguk tanda mengerti.

“Sunbae, ayo ! Kita pemanasan terus segera latihan.” Ajak Ji Won antusias. Aku mengangguk dan segera berlari menuju lapangan.

Aku terus berlatih. Berlari, menendang, menggilir bola sampai gawang. Soo Young, Sunny, dan Ji Won sudah duduk kelelahan di bangku di pinggir lapangan. Kudengar Sunny berteriak memanggil.

“Seohyun ah !” panggilnya nyaring. Aku menghentikan bola di depanku.

“Mwolla ?” Balasku.

“Istirahat dulu sini ! Jangan terlalu dipaksakan ! Turnamen kita kan juga diundur ! Masih banyak waktu untuk latihan !” ajak Sunny. Aku menggeleng.

“Aniyo ! Aku tidak akan berhenti latihan !” Kataku semangat. Aku kembali berlari dan menggiring bola. Aku sudah hampir dekat dengan gawang dan aku mulai menendang. Aku kerahkan semua tenagaku dan mulai menendang.

PRANG !!!

Ups ! Apa aku sudah memecahkan kaca jendela gedung sekolah ? Ternyata tendanganku terlalu kuat. Bukannya masuk ke gawang, malah membelok ke arah gedung dan bolaku baru saja sukses memecahkan kaca jendela salah satu ruangan di lantai satu. Aku langsung lemas. Di pinggir lapangan, Soo Young dan Sunny menganga lebar sambil melotot melihat kejadian barusan. Refleks, aku langsung berlari menuju gedung sekolah. Berlari menuju ruangan yang kupecahkan kacanya. Soo Young dan Sunny menyusulku sambil terus memanggil namaku. Aku tidak peduli. Yang ada dipikiranku sekarang adalah, apa kata ibu kalau tahu aku memecahkan kaca ruangan di sekolah ?

Aku memperkirakan ruangan mana yang tadi kupecahkan kaca jendelanya. Aku masuk ke salah satu ruangan yang pintunya sedikit terbuka. Perlahan, aku melangkahkan kakiku masuk ke ruangan itu. Ternyata benar. Aku melihat kaca jendela yang pecah dan pecahannya berserakan ke mana-mana. Aku juga melihat bolaku yang kini, penuh dengan krim ?

Aku bergegas mengambil bolaku. Benar, bolaku penuh dengan krim sekarang. Aiish ! Menjijikan, pikirku. Bagaimana mungkin bolaku bisa terkena krim sebanyak ini ? Ini kan lantai satu ? Kalau ada krim seperti ini, berarti ini di ruang tata boga. Tapi kan ruang tata boga ada di lantai 3 ?

“Makanya ruang tata boga, ruang tari, dan ruang seni lukis dipindah ke lantai satu.” Oh iya ! Aku ingat sekarang. Ji Won tadi bilang kalau lantai 3 sedang di renovasi dan ruang tata boga dipindah ke lantai 1. Berarti, aku benar-benar ada di…, ruang tata boga ?

Aku mendengar Soo Young dan Sunny memanggil. Aku terpaku ketika tahu kalau aku ada ruang tata boga. Mereka menemukanku.

“Seohyun ah !” Panggil Soo Young.

“Di belakangmu…” Sunny menunjuk meja di belakangku sambil sedikit bergidik. Aku berbalik. Dan secara sukses membuatku membelalakan mata lebar.

Ada sebuah kue tart besar dengan krim putih dan garnish stroberi diatasnya. Dan sekarang, bentuknya sudah tidak kelihatan seperti kue tart yang bagus lagi. Lebih seperti kue yang barusan dihancurkan. Ya, dihancurkan oleh bolaku. Aku semakin kaget dan semakin terpaku. Soo Young dan Sunny menghampiriku. Sunny meringis melihat keadaan kue itu.

“Kuenya…, hancur. Apa yang harus kita lakukan ? Untuk anak tata boga, makanan yang mereka buat adalah seperti penghargaan tersendiri bagi mereka. Begitu kata temanku yang ikut tata boga. Kita dalam masalah.” Sunny berbisik gelisah. Aku semakin bingung. Aku mencoba mengatur napas.

“Ya !” Suara seseorang terdengar dari arah pintu. Aku tidak tahu siapa karena aku membelakangi pintu. Begitu mendengar suaranya yang terdengar seperti seseorang yang terganggu dengan kedatangan kami, aku segera berbalik. Ternyata seorang cowok yang sedang memakai celemek dan membawa bahan-bahan untuk memasak. Wajahnya datar namun terlihat seperti kesal dengan kedatagan kami. Seseorang datang lagi, dan terlihat kaget.

“Ya ! Apa yang kalian lakukan di sini? Di sini ruang tata boga. Bukan lapangan. Ya ! Bolamu…” Cowok yang terakhir datang menunjuk bolaku yang penuh dengan krim. Tanganku juga.

“Apa yang…” Dia berlari menuju meja yang kami punggungi sekarang. Yang ada kue yang sudah hancur di atasnya. Dia menjerit.

“AAAAAA !!! Apa yang kau lakukan pada kue Kyunnie ? Ini kuenya yang paling bagus. Kau malah menghancurkannya dengan bola kotormu itu. Dan, AAAA !!! Kau juga memecahkan kaca !” teriaknya nyaring nyaris membuatku tuli. Kami bertiga menyingkir. Cowok yang datang pertama [yang disebut Kyunnie oleh cowok yang berteriak nyaring di telinga kami itu], berjalan perlahan dengan wajah datar. Tapi, aku tahu kalau dia kesal sekali.

“Aa…, aku…, aku tidak sengaja. Mianhamnida, jeongmal mianhada.” Aku membunkuk berkali-kali. Meminta maaf, dan segera meninggalkan ruanga itu. Tapi, cowok yang disebut kyunnie itu menarik lenganku.

“Kau mau pergi tanpa bertanggung jawab ? Sungmin ! Tahan gadis ini. Dan teman-temannya juga. Ada sesuatu yang harus kuambil.” Kyunnie melepaskanku dengan sentakan yang keras. Aku nyaris menjerit kesakitan.

“Awas ya ! Kau tidak boleh kemana-mana sampai Kyunnieku kembali.” Kata cowok heboh yang ternyata bernama Sungmin itu. Aku menaikkan alis ataku.

“Namanya…, Kyunnie ? Kyunniemu ?” Aku nyaris tertawa ketika bertanya. Dia mendengus.

“Bukan Kyunnie. Hanya aku yang boleh memanggilnya Kyunnie. Nama aslinya Kyuhyun, arachi ?”

Soo Young sedikit terkikik. Sunny malah melihat Sungmin dengan pandangan jengah. Kalau dimataku, Sungmin ini yang aku bilang lebek dan seperti perempuan. Tipe yang kubenci dan Sunny juga. Kemungkinan besar, Kyuhyun juga sepertinya.

“Ya ! Diam ! Seharusnya kalian menghormati kami. Karena kami kakak kelas kalian.” Katanya. Aku memiringkan kepalaku tidak mengerti.

“Bagaimana kau tahu kalau kami adik kelasmu ?”

“Cih, tentu saja aku tahu. Tim sepak bola putri yang sudah tahun terakhir hanya Eun Ho dan San Ji. Dan aku sangat mengenal mereka. Berarti, kalian adik kelasku.”

Aku baru mau bertanya lagi, ketika tiba-tiba Kyuhyun datang sambil membawa sebuah kotak. Aku hanya mampu melihatnya melakukan hal yang ingin ia lakukan. Aku memperhatikan gerak-geriknya. Ternyata, dia mengambil kue yang nyaris jadi serpihan sempurna akibat bolaku itu, dan memasukkannya ke dalam kotak itu. Lalu mengikatnya dengan pita berwarna merah [warna kesukaanku, sebenarnya], dan memberikannya…, padaku ?

“Apa ini ?” tanyaku sedikit dengan antisipasi. Dia menyodorkannya. Wajahnya tidak terlalu kesal, namun masih menyiratkan kalau dia sebal dengan ulahku. Aku menerimanya dengan tangan sedikit gemetar.

“Makan itu. Aku sudah susah payah membuatnya. Kau harus memakannya karena kau yang sudah menghancurkannya.”

“Apa maksudmu ? Aku harus makan kue yang sudah hancur seperti ini. Ih, tidak akan.” Aku memberikannya lagi padanya. Sungmin hampir berkomentar lagi, kalau saja cowok bernama kyuhyun di depanku itu tidak mengisyaratkan padanya untuk diam.

“Makan !” Perintahnya lagi. Aku menganga tidak percaya…

Itulah awal pertemuanku dengan pacarku tercinta…

Cake Of Love part 2 akan segera rilis…

Di tunggu ya… !! =)

8 responses »

  1. ommo!!!kyuhyunieku..hahaha ..sungmin lebay ahh…wkwkwk..sesuai dgn judulnya walaupun kuenya hancur,tp tdk merubah rasanya,hmm..kue cinta..(^____^)gk kebayang kyu jd chef lucu kali y..nice ff ching,ASAP dahh next part na..

  2. wuuuuuaaaahhh…
    Suka..
    Suka..
    Kalo dah seokyu, suka deh smua..
    Tp ngebayangin seo maen sepak bola trus kyu masak kue kok jd aneh ya??
    Hahahahaha..
    Ditunggu ya update selanjutnya..

  3. aduh sungmin..pasti imut bgt dstu jd cwo yg agak mlambai? kyaaa!!!! hahahaha

    seohyun,,qmu slingkuh dr yonghwa oppa? *tarik n umpetin yong oppa dr seohyun*

    kyu bkin kue?! AJAIB!! ramyun aja gagal bkinnya,, hahaha

    nice ff chingu,,n slm knal..cece imnida ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s