Ye-Won (Your Maid) Part 1

Standar

Disclaimer: God own them, SM own SUJU, I own the story.

Your Maid (part 1)

Choi SiWon POV

Aku berjalan di koridor kampus sambil seperti biasa selalu dikerubungi oleh mahasiswi-mahasiswi seuniversitas. Mereka selalu melakukan kegiatan seperti ini setiap hari, aku pun sudah terbiasa. Aku Choi SiWon, anak dari pemilik yayasan universitas. Semua orang di kampus ini segan padaku, bukan hanya karena aku termasuk jajaran pemilik kampus, tapi juga karena prestasi akademik yang aku miliki.

Aku melemparkan tatapan membunuh ke belakangku, pada manusia lelet aneh yang selalu mengikutiku kemanapun aku pergi. Sebenarnya ini juga bukan kemauan dia, hanya saja ayahku yang memaksa agar dia selalu mengawasiku di mana-mana. Dia pun selalu patuh terhadap ayahku, meski apapun yang aku lakukan padanya, dia tetap saja mengikutiku.

“Kim YeSung! Kau ini manusia apa kura-kura? Lelet sekali.” Kataku ketus. Aku bisa melihatnya kerepotan membawa semua barang-barangku, dan tentu saja barang-barangnya. Haha, aku sengaja membawa sebanyak mungkin perlengkapan agar dia kapok mengikutiku lagi. Dia membawa dua ransel besar, satu tas perlengkapan olahraga, dan satu tas berisi laptop.

“Maaf Tuan Muda.” Selalu saja begitu. Apa orang sepertinya hanya bisa minta maaf saja? Tch.. Dia adalah anak dari kepala pelayan di rumahku. Dia dua tahun lebih tua dariku, dan kuliah di kampus ini jurusan kedokteran. Dia memang memiliki kemampuan di atas rata-rata, bahkan lebih pintar dariku.

Aku masuk ke kelasku sedangkan YeSung kerepotan membawa semua barang-barangku ikut masuk ke kelasnya. Kita lihat saja sampai kapan dia akan bertahan seperti ini.

***

Kim YeSung POV

Aku baru saja keluar dari ruang laboratorium, kemudian aku merasakan ada tangan kecil yang lembut menarik tangan kananku.

“Yuri?” panggilku.

“Oppa..” panggilnya, wajahnya tampak bingung dan gugup.

“Ada apa?” tanyaku. Dia menghela napas berat beberapa kali sebelum mulai bicara. Aneh sekali dia hari ini.

“Aku menyukaimu.” Katanya smbil menundukkan kepalanya. Aku tidak kaget, bahkan aku sudah tau sejak lama. Karena itulah aku berusaha menjauhi Yuri sebisaku. Bukan karena aku tidak suka padanya, tapi karena Yuri adalah gadis yang sangat disukai Tuan Muda SiWon. Merebut gadis yang disukainya artinya bunuh diri bagi orang sepertiku.

“Aku mohon Oppa terima perasaanku..” katanya sambil masih belum berani menatap wajahku. Aku bingung bagaimana cara menolak gadis ini.

“Aku.. Hm.. Maksudku.. kamu adalah gadis yang sangat manis Yuri-ah.. Kenapa.. kenapa harus menyukaiku? Masih banyak di luar sana laki-laki yang rela mengorbankan apa saja demi kamu. Tapi.. maafkan aku.. Aku tidak bisa menerimanya..” jelasku terputus-putus. Aku tau ini akan terjadi, Yuri menangis di depanku. Aku bisa mendengar isakannya meskipun dia menatap tanah. Sebenarnya aku tidak tega melihatnya seperti ini..

“Dimana letak kesalahannya sampai Oppa tidak menerimaku?” tanyanya, hampir seperti bisikan.

“Tidak.. Tidak ada yang salah darimu.. Hanya saja.. aku.. Aku tidak bisa Yuri, hanya itu.” Kataku berusaha untuk tegas. Yuri mengangkat kepalanya dan menatapku dengan mata basahnya.

“Hanya itu?” tanyanya lagi. Aku mengangguk cepat, dan seketika itu juga tamparan dari tangan halus Yuri mendarat di pipi kananku. Rasa sakitnya tidak seberapa, tapi perasaan bersalah karena melukai gadis sebaik dia mulai menggangguku. Aku tidak bisa berkata apa-apa lagi, lalu Yuri pergi meninggalkanku sendiri. Aku ingin minta maaf, tapi.. aku tidak bisa terus-terusan memberi harapan kosong padanya. Aku lalu berjalan menuju kelasku sambil berusaha melupakan apa yang terjadi antara aku dan Yuri hari ini.

Hari ini sangat melelahkan bagiku. Aku pulang sudah malam, aku lalu meletakkan barang-barang SiWon di kamarnya. Dimana dia? Tidak ada di kamarnya. Ketika aku keluar dari kamar SiWon aku melihat ayahku sedang berdiri di depan kamarku. Aku punya firasat tidak baik, apa lagi salahku?

“Appa..” kataku. Terlambat, pukulan telah melayang ke mukaku sehingga sudut bibirku berdarah. Selalu saja seperti ini, hampir tiap malam aku selalu dipukuli. Tapi sekarang salahku apa? Aku sudah sangat lelah dari kampus, dan sekarang harus menghadapi ini lagi? Ah.. sial sekali hidupku.

“Sudah kukatakan berkali-kali, jangan pernah membuat Tuan Muda marah. Kau tidak mengerti juga ya? Sekali lagi hal ini terulang, kau akan menyesal YeSung..” aku megerutkan keningku.

“Aku salah apa appa? Apa yang aku lakukan?” tanyaku, tapi aku segera menyesalinya karena jawaban yang aku dapat adalah tamparan di pipi kiri.

“Kau pikir sendiri.” Appa lalu pergi meninggalkanku yang mematung di tempat. Appa selalu lebih mementingkan SiWon daripada aku.

“YESUNG!!” Aku mendengar teriakan dari ruangan latihan Tuan Muda. Dia memiliki ruangan tersendiri untuk berlatih taekwondo, yoga, dan semacamnya. Aku segera menuju ke ruangan itu. Baru saja aku masuk, dia sudah memberikan sebuah pelindung padaku, untuk membantunya latihan menendang. Tidak salah lagi. Dia sedang ingin menyakitiku.

“Pakai.” Suruhnya. Aku menurutinya saja. Ini mungkin sudah yang ke sekian puluh kalinya aku seperti ini, dan nantinya aku akan meringkuk di tempat tidur sambil menahan sakit di sekujur tubuhku.

Aku bisa melihat aura pembunuhan dari matanya, dia memang orang yang tidak punya belas kasihan. Dia mulai melepaskan tendangannya, terkadang mengenai anggota tubuhku. Dia akan melakukan ini sampai lelah, sampai kehabisan seluruh tenaganya. Sampai aku kadang-kadang sudah tidak sanggup berdiri lagi.

Sudah tengah malam, mungkin sudah dua jam Tuan Muda ‘berlatih’, dna aku sudah kehilangan seluruh tenagaku. Aku sangat lelah, bahkan aku belum sempat makan dari tadi siang. Kakiku sudah tidak kuat lagi menopang berat badanku, dan aku terjatuh lemas ke lantai yang dingin. Seketika itu juga Tuan Muda SiWon keluar dari ruangan dan meninggalkanku sendiri. Aku masih berusaha untuk tetap sadar dan mengatur napasku sampai aku tertidur di ruang latihan.

Choi SiWon POV

Aku merebahkan badanku ke tempat tidur. Lelah juga rasanya setelah melampiaskan seluruh kemarahanku kepada YeSung. Aku melihatnya dengan Yuri tadi siang. Aku sudah mengatakan bahwa dia harus menjauhi Yuri, tapi dia masih saja keras kepala. Selama dia masih melakukan hal-hal yang aku benci, selama itu juga hidupnya akan terus sengsara seperti sekarang.

***

“CHOI SIWON!!” aku kenal betul suara itu. Aku menoleh ke belakang, namun belum sempurna aku menoleh, sebuah tamparan mendarat di pipiku.

“Yuri? Apa yang kau lakukan?” Yuri tampak sangat marah, aku tidak tau kenapa.

“Aku benci padamu! Kau kan yang melarang YeSung oppa untuk menerima cintaku? Kau kan yang melakukan itu? Kau egois, Choi SiWon! Sampai matipun aku akan membencimu!” air mata Yuri mengalir. Apa ini? YeSung memfitnahku di depan Yuri?

Aku menarik tangan Yuri dengan kasar sampai dia menghadapku. Dia mencoba melawan, tapi aku menggenggam tangannya lebih keras sampai dia meringis kesakitan.

“Apa yang sedang kau bicarakan? Jangan membuatku marah Yuri..” aku mulai geram.

“Kau menyakitiku..” katanya sambil terus berusaha melepaskan tanganku dari tangannya. Air matanya mengalir deras.

“Aku memang tidak menyukai YeSung, tapi aku tidak mungkin melakukan hal serendah itu. Dan kau Yuri.. Kukatakan padamu, bahwa kau jangan bermimpi untuk bersama laki-laki menyedihkan itu. Kau hanya milikku. Pasti akan jadi milikku.” SiWon kemudian melepaskan cengkraman kuatnya sehingga meninggalkan bekas merah di tangan Yuri.

“Aku membencimu, Choi SiWon!” Yuri berlari meninggalkan Siwon sambil menangis. SiWon kemudian meneruskan langkahnya ke kelasnya sambil menunjukkan evil-smirk di wajah tampannya.

TBC

8 responses »

  1. @hyun jin: khkhkh.. You gotta read it man.. Or your OnKey will be gone! Hoho
    @yokyuwon n superELF: Kok buat aku dia emang pantes ya jd antagonis? *siapin tameng buat jaga2. Hehe.

  2. huaaa yeobo,,mentang” tubuh qmu oke punya,,qmu jd dpt peran antagonis..hiks hiks

    huaaa,,yeobo jd jahat..hiks hiks
    *nangis mulu!!!*

    ah gpp,yeobo itu profesional,,mo peran apapun pasti dapet aja feelnya *ngehibur dri sndiri*

    author oh author.. kenalan dun,, cece imnida..btw ini ada versi Shinee nya? Onew-Key yg main? Key emg TOP bwt klo peran jahat,hahaha

    ok,c u to the next part chingu ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s