Ye-Won (Your Maid) Part 2

Standar

Your maid Part 2

******

Siwon kemudian melihat YeSung membawa setumpuk buku dari perpustakaan. Walaupun dia adalah mahasiswa kedokteran, tapi dia termasuk orang bodoh yang mau saja dimintai tolong oleh siapapun. Entah siapa yang menyuruhnya membawa buku tebal sebanyak itu.

 

Aku terus memperhatikannya dari jauh. Dia sepertinya sudah kelelahan, dan seperti orang kesakitan. Mukanya pucat dan napasnya cepat. Dia lalu meletakkan buku-bukunya di salah satu kursi di depan sebuah ruang kelas, dan duduk di samping buku itu.

 

“Kenapa aku malah memperhatikan orang itu?” batinku. Aku segera menepuk-nepuk pipiku agar aku tersadar dari pikiran anehku. Tiba-tiba rasa sakit hatiku langsung menyeruak ketika Yuri datang ke dekatnya dan langsung memeluknya tanpa kata-kata sedikitpun. Kemarahanku sudah memuncak sampai ubun-ubun, dan tanpa sadar aku sudah berjalan ke arah mereka.

 

Kim YeSung POV

Badanku lelah sekali, dosenku minta tolong untuk mengambilkan buku-buku tentang anatomi dari perpustakaan. Buku sebanyak dan setebal ini sangat berat, karena itu aku memutuskan untuk duduk sebentar di salah satu kursi sambil mengumpulkan tenagaku lagi.

 

Tiba-tiba Yuri datang dengan pipi yang basah karena air mata. Apa yang membuatnya sesedih ini? Apa tindakanku kemarin? Apa aku sudah melukainya separah itu? Dia tiba-tiba memelukku dan menangis di dadaku. Tanpa sadar aku membelai punggungnya mencoba untuk menenangkan tangisannya.

 

“Maafkan aku yuri..” kataku, merasa bersalah dengan kondisi gadis ini sekarang. Kurasa ini memang gara-gara aku.

 

“Oppa… Aku~” tiba-tiba seseorang menarik kerah bajuku sampai aku berdiri. Tuan muda Siwon? Tamat sudah riwayatku.

 

“Kau benar-benar idiot atau apa hah?” aku bisa melihat kemarahan yang amat sangat di wajah Tuan Muda. Yuri mulai panik melihat Siwon yang semarah itu, dia mulai berteriak agar Siwon segera melepaskan cengkramannya di kerah bajuku. Tapi Siwon tidak mendengarnya.

 

Dia lalu menarik tanganku sehingga aku harus mengikutinya. Jalannya sangat cepat sehingga badanku yang sudah terasa remuk tidak bisa mengimbanginya. Aku merasa sangat lelah, aku juga takut melihatnya seperti ini.

 

“Tuan Muda.. Hh.. Saya mohon berhenti.. Saya sakit tuan muda.. hentikan..” kataku pelan diantara napasku yang tersengal-sengal. Percuma, SiWon tidak mendengarku. Dia terus saja menarik tanganku entah akan membawaku kemana.

 

Dia lalu menghempaskanku ke dinding di belakang kampus. Sakit sekali rasanya, sampai aku terduduk di tanah sambil mengatur napasku.

 

“Kau akan mendapat pelajaran dariku nanti. Ini yang terakhir kalinya YeSung, jauhi Yuri. Dia milikku.” Dia lalu pergi meninggalkanku yang masih sibuk menormalkan detak jantungku yang tidak beraturan.

 

Author POV

Siwon masuk ke dalam rumahnya, dan mendengar percakapan antara Kim ahjussi dan pelayannya yang lain. Dia berhenti untuk mendengarkan percakapan mereka ketika dia mendengar nama YeSung disebut-sebut.

 

“Jangan terlalu keras terhadap dia. Aku kasihan melihatnya setiap kali kau memukulnya. Kau tidak lihat akhir-akhir ini dia pucat dan tidak bersemangat? Pukulan-pukulanmu padanya sudah terlalu kuat, bahkan tidak seperti seorang ayah lagi. Aku tau dia selalu menangis setiap malam. Kau tidak menyayanginya ya?” tanya pelayan wanita itu pada Kim Ahjussi.

 

“Aku tidak tau. Hanya saja tiap aku melihat wajah anak itu hatiku selau sakit. Pukulan-pukulan itu melayang begitu saja, bahkan tanpa aku sadari.” Jawabnya santai. Siwon terkejut. Jadi selama ini yeSung selalu dipukuli ayahnya? Tiba-tiba Siwon merasa sesuatu dalam hatinya, entah itu kasihan, simpati, atau rasa prihatin pada YeSung. Orang yang selama ini dia aniaya bahkan tanpa campur tangannya telah hidup menderita. Bagaimana mungkin dia tega menambah penderitaan YeSung yang sudah mengalami kondisi yang sedemikian rupa? Mengapa sepertinya dia dangat jahat?

 

“Sudah jam segini dia belum juga pulang. Huhh.. Sepertinya aku harus menghajar anak itu lagi malam ini.” Siwon tersentak dengan apa yang baru saja dia dengar. Dimana YeSung sekarang? Apa dia masih di belakang kampus? YeSung memang hampir setiap hari pulang terlambat, sebagian besar alasannya adalah karena Siwon yang selalu mengerjainya. Apa hampir setiap hari itu pula dia dipukuli? Dan itu gara-gara Siwon? Siwon terpaku di tempatnya.  Tanpa pikir panjang dia langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi ke arah kampus. Dia yakin YeSung masih ada di sana.

 

Siwon mencari sosok YeSung di belakang kampus, namun nihil. Dia kemudian mencarinya di seluruh tempat, di lantai atas, lantai bawah, di semua tempat namun dia juga tidak menemukan YeSung. Dia hampir saja putus asa sampai dia melihat lampu ruang kesehatan masih hidup. Dia segera membuka pintu ruang kesehatan itu dan menemukan YeSung sedang terbaring di ranjang dan seorang laki-laki bertubuh mungil sedang sibuk menyusun obat di kotak obat.

 

Siwon segera berlari ke arah yeSung yang masih tertidur. Dalam hati, Siwon menyalahkan dirinya sendiri karena keadaan yeSung yang seperti ini. Dia langsung memegang tangan YeSung dan membelai rambutnya. Badannya panas, dia sedang demam.

 

“SiWon-ssi?” panggil laki-laki itu. Dia sepertinya mahasiswa semester satu. Badannya kecil dan pendek, wajahnya pun terlihat seperti anak SMA. “Aku menemukan YeSung sunbae di belakang kampus tadi. Ehm.. Dia demam, dan karena aku tidak tau dimana rumahnya, aku bawa saja ke sini sampai dia siuman.” Katanya. Anak ini sungguh baik hati.

 

“Gamsahamnida.” Kata SiWon sambil sedikit menundukkan kepalanya. “Aku akan segera membawanya pulang.” Lanjutnya.

 

Siwon tidak tega membangunkan yeSung yang kelihatan sangat lelah, lalu dia memutuskan untuk menggendong YeSung di punggungnya. Dia membuka jaketnya lalu memakaikannya pada yesung. Sebelum dia pergi, dia sekali lagi berterima kasih pada anak yang telah menolong YeSung tadi.

 

“Cheonmaneyo..” jawabnya.

“Namamu siapa?” tanya Siwon.

“Kim RyeoWook.” Jawabnya. Siwon sungguh menghargai apa yang telah dilakukan RyeoWook pada YeSung. Bila dia tidak ada, mungkin kondisi yeSing bisa bertambah parah. Dia lalu keluar dari gedung kampus dan menuju mobilnya. Namun sebelum keluar dari gerbang, yeSung terbangun dan terlihat kaget saat menyadari dirinya sedang di piggy-back oleh seseorang. Dia malah bertambah kaget saat menyadari bahwa yang menggendongnya itu adalah SiWon.

 

“Tuan muda..” panggilnya lemah. Siwon terus berjalan tanpa merespon YeSung. “Saya bisa jalan sendiri..” kata Yesung. Meskipun tidak yakin, Siwon menurunkan Yesung dari punggungnya, dia masih memasang wajah dingin dan sombongnya. Siwon lalu berjalan mendahului YeSung tanpa melihat ke belakang, sedamgkan yeSung kesulitan berjalan normal.

BRUKK!

SiWon terkejut dan segera menghampiri YeSung yang jatuh terduduk di tanah.

“Kau ini merepotkanku saja.” Kata SiWon sambil kembali menggendong yeSung di punggungnya. YeSung kali ini tidak melawan. “Tidur saja kalau kau lelah.” Kata SiWon, kemudian Yesung menyandarkan kepalanya di punggung Siwon dan tertidur.

 

Setiba di rumah SiWon langsung masuk dan hendak membawa Yesung ke kamarnya, bukan ke kamar Yesung. Dia memutuskan untuk merawat Yesung yang sedang sakit sendiri, takut bila ayahnya kembali memukuli Yesung.

 

Dia mengambil kain kompres dan air dingin, lalu mulai mengompres kening Yesung. Wajahnya masih pucat, kemudian Siwon menyelimutinya dengan selimut tebal yang ada di king-sized bed nya.

 

‘Apa aku terlalu jahat selama ini? Memperlakukanmu seperti pesuruh. Sedangkan kau sendiri selalu menderita karena ayahmu. Maafkan aku yesung, selama ini aku tidak tau.. Heh.. Orang macam apa aku ini? Benar-benar tidak peka lingkungan. Bahkan orang yang selalu mengikutiku saja aku tidak pernah memperhatikannya.’ Pikir Siwon.

 

Siwon kemudian berjalan ke arah sofa yang ada di dalam kamarnya. Dia merebahkan badannya di sana kemudian menatap langit-langit kamarnya sambil memikirkan yesung. Kemudian dia menggeleng-gelengkan kepalanya, mencoba menghapus pikiran tentang Yesung.

‘Aish..! Apa yang aku pikirkan? Sejak kapan aku menjadi selemah ini?’ pikir Siwon, dan tak lama kemudian dia tertidur.

 

TBC

Komen.. komen…

5 responses »

  1. untung siwon cepat sadar klu dia itu salah…really2 good man..tp,knapa yesung dibenci appanya ya??! jgn2 dia bkn anaknya lg?! aishh,penasarannn….keren ching,next partnya sgera yoooo…(^O^”)

  2. Tuh kan,,yeobo qu emg bae…xixixi *senengsenengseneng*

    Kim ahjussi,,kok jahat sm anak sndiri c? knp? ntu yg jd kim ahjussi syp? kangin?hee oppa?atw cm kim ahjussi aja pggilanny?

    trus nasib yuri gmn?

    next part dtunggu y thor.. ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s