The Desire of a Man . . . (Epilog Part3 Ending)

Standar

Maaf-maaf buat semua readers yang udah nungguin The Desire of a Man Epilog part 3 ending ini, saya molor dua hari dari rencana sebelumnya. Kemarin saya sakit jadi posting FFnya tertunda. Sekali lagi maaf yang sebesar-besarnya…

 

Dalam perjalanan pulang baik Sunha maupun Kyuhyun sibuk dengan pikirannya masing-masing. Seperti saat ini Sunha tersenyum-senyum sendiri sambil fokus menyetir, sedangkan Kyuhyun sejak keluar dari rumah sakit terus-terusan cemberut tak jelas.

“Kau kenapa senyam-senyum begitu?” Tanya Kyuhyun yang penasaran dengan tingkah sang istri.

“Ani… perasaanku sedang bahagia sekarang.” Jawab Sunha tersenyum lebar.

Kyuhyun mengerutkan keningnya sebagai tanda dia tidak mengerti ucapan Sunha. “Wae?”

“Karna kau akan meringankan bebanku selama aku hamil.” Kata Sunha riang.

‘Aish…memangnya kau pikir aku mau?!’ Kyuhyun protes dalam hatinya.

“Kau sendiri kenapa?” Sunha berbalik Tanya pada Kyuhyun.

“Aku? Tidak apa-apa.”

“Kalau tidak ada apa-apa, mana mungkin sejak tadi kau cemberut terus.” Sunha menatap kearah Kyuhyun yang duduk disampingnya.

“Aku hanya sedang lelah saja.” Kyuhyun berusaha mengelak. ‘Kenapa malah aku yang harus tersiksa dengan sindrom aneh itu???’ Teriak Kyuhyun dalam hatinya. Dia masih belum bisa menerima sindrom yang akan dideritanya sampai Sunha melahirkan.

“Baiklah, aku akan menambah kecepatan agar kita bisa segera sampai di apartement, dan kau bisa beristirahat.” Ujar Sunha semangat.

“Tidak usah, pelan-pelan saja. Kau kan sedang hamil.” Sunha pun menuruti perkataan Kyuhyun.

~~~~~~~~~

Sudah 1 minggu ini Kyuhyun sangat tersiksa dengan morning sicknessnya yang terbilang cukup parah, dia selalu merasakan mual bukan hanya pagi hari saja tapi setiap saat. Sunha pun sudah tidak terlalu mengkhawatirkan keadaan suaminya yang sering muntah-muntah itu. Ketika Kyuhyun mual dan muntah, Sunha selalu memberinya semangat dengan berkata “Kau akan menjadi Appa yang paling hebat didunia, Kyu.”

Pukul 00:30 tengah malam…

Sunha yang telah memejamkan matanya untuk tidur, sedari tadi merasakan gerakan-gerakan pelan disisi ranjangnya. Sunha yang penasaran pun akhirnya berbalik dan memaksa agar matanya terbuka. Dilihatnya Kyuhyun sedang berguling sana-sini tidak menentu.

“Kyu, kau belum tidur?” Tanya Sunha sambil mengguncang pelan bahu suaminya.

“Aku tidak bisa tidur…” Jawab Kyuhyun yang tampak mulai frustasi karna sebenarnya dia sudah sangat mengantuk sekali, namun matanya belum mau terpejam juga.

“Cobalah menghitung domba, mungkin itu dapat membuatmu tertidur.” Saran Sunha yang kemudian tertidur kembali. Tapi menghitung domba seperti yang disarankan Sunha pun tidak mampu membuatnya tertidur. Pada akhirnya Kyuhyun memilih beranjak dari ranjangnya dan memutuskan untuk menonton TV diruang tengah.

Jam 02:00…

Jam 03:00…

Jam 04:00…

Jam 05:00…

Jam 06:00…

Dan mata Kyuhyun tetap terjaga hingga pagi tak mau terpejam walau hanya sebentar saja. Tidak tidur semalaman membuat Kyuhyun mendapatkan lingkaran hitam pada kedua kelopak matanya. “Uggghhhh…” Rasa mual bergejolak dalam perut Kyuhyun lagi seperti hari-hari sebelumnya. Kyuhyun menutup mulutnya lalu berlari menuju wastafel yang ada didapur.

“Selamat pagi Kyu.” Ujar Sunha yang baru keluar dari kamar setelah mendengar suara muntahan suaminya. “Tumben kau sudah bangun jam segini?” Tanya Sunha heran karna biasanya Kyuhyun memang agak sulit dibangunkan.

“Ommo… matamu kenapa Kyu?” Sunha agak terkejut melihat ada lingkarang hitam dikedua kelopak mata suaminya. “Jangan-jangan kau tidak tidur semalaman ya?” Kyuhyun yang masih sibuk dengan aktifitas muntahnya hanya bisa mengangguk pelan.

 

~~~~~~~~~

Dikampus Sunha menatap Kyuhyun yang ada dihadapannya penuh prihatin. Tadi pagi sehabis muntah Kyuhyun hanya menelan sarapannya beberapa suap saja di tambah tidak tidur semalaman membuat tubuhnya semakin lemas tak bersemangat. Dan sekarang saat mereka sedang berada dikantin, Kyuhyun tidak memakan apa pun dengan alasan tidak nafsu makan. Sunha berkali-kali berusaha menyuapi Kyuhyun agar perutnya tidak terlalu kosong, tapi Kyuhyun selalu menolak. Bahkan Sunha sampai bela-belain membelikan makanan kesukaan suaminya yaitu Jajangmyeon yang letak kedainya lumayan jauh dibelakang kampus, namun tetap saja Kyuhyun tidak mau memakannya, dia justru muntah-muntah saat melihat mie hitam yang tersaji dengan saus kacang kedelai itu.

Dirumah juga begitu, Kyuhyun tidak mau makan walau itu masakan istrinya sendiri. Yang Kyuhyun lakukan hanya memakan snack-snack yang tersimpan didapur. Malam harinya Kyuhyun kembali tidak bisa tidur seperti malam sebelumnya. Sunha yang kasihan pada Kyuhyun, ikut menemani sang suami terjaga. Kyuhyun yang sudah merasa sangat lelah, meletakkan kepalanya dipangkuan Sunha dengan manja, tanpa ia sadari kelopak matanya terpejam hingga Kyuhyun tenggelam dalam dunia mimpi. Sunha tersenyum senang karna Kyuhyun akhirnya dapat tidur juga.

~~~~~~~~~

Dari hari ke hari keluhan-keluhan ngidam Kyuhyun semakin menjadi. Dari morning sickness, tidak nafsu makan, emosinya yang naik-turun, pusing-pusing, sampai Kyuhyun tidak akan bisa tidur jika tidak meletakkan kepalanya dipangkuan Sunha pada malam hari. Dan lagi ngidam teraneh Kyuhyun adalah dia semakin rajin membeli kaset game, tapi tidak dia mainkan sekali pun. Kyuhyun setiap hari malah terus merengek pada Sunha agar mau memainkan kaset-kaset game yang telah dibelinya itu demi dirinya. Pagi ini saja Kyuhyun mendadak ingin memakan mangga muda yang asam, untungnya Sunha menyimpan beberapa buah mangga muda pemberian dari tetangga sebelah. Sebenarnya Kyuhyun sangat tersiksa dengan kondisinya yang labil akibat sindrom itu, namun disisi lain dia pun memanfaatkan kesempatan ini untuk bermanja-manja ria pada Sunha.

Suatu hari Sunha dan Kyuhyun duduk menonton TV bersama diruang tengah. Yang mereka saksikan adalah sebuah acara kuliner mancanegara. Kebetulan tema yang diangkat dalam acara itu adalah masakan khas Indonesia, salah satunya Gado-Gado. Seketika mata Kyuhyun langsung berbinar-binar melihat Gado-Gado yang merupakan kumpulan sayur-sayuran dengan bumbu kacang dan disajikan bersama kerupuk udang diatasnya. Tanpa sadar Kyuhyun memegangi perutnya. Barang kali Sunha memang tidak peka dengan tingkah suaminya yang sedang ngidam, dia mengira Kyuhyun memegangi perutnya karena sakit atau mual.

“Kyu, gwenchana? Apa perutmu sakit atau mual lagi?” Tanya Sunha yang membuat Kyuhyun sedikit tersentak kaget.

“Heh? Ani… aniyo… perutku tidak apa-apa.” Jawab Kyuhyun sambil cengengesan. Kyuhyun sebenarnya ingin sekali bilang kalau dia mau Gado-Gado itu. Tapi Kyuhyun tidak mengatakannya, takut akan merepotkan Sunha. Apalagi Gado-Gado itu bukan masakan Korea yang dengan mudahnya ditemukan dipinggiran jalan kota Seoul. Kyuhyun berniat untuk mencari restoran yang terdapat menu Gado-Gado itu sendiri.

~~~~~~~~~

Keesokkan harinya Kyuhyun pamit pada Sunha untuk belajar dirumah Kibum, padahal itu hanya sebuah alasan agar Kyuhyun dapat keluar mencari masakan yang bernama Gado-Gado itu. Seharian Kyuhyun berkeliling kota Seoul, menghampiri setiap restoran yang dijumpainya, namun menu Gado-Gado itu tidak berhasil dia ditemukannya dimana pun.

Tiga hari berturut-turut Kyuhyun mencari Gado-Gado dan sampai sekarang dia belum juga menemukannya. Rasa gelisah karna belum dapat memakan Gado-Gado menyeruak dalam batin Kyuhyun. Akhirnya saat Sunha berkunjung kerumah kakak sepupunya, Kyuhyun mencoba untuk membuat sendiri Gado-Gado tersebut. Sebelumnya Kyuhyun telah melakukan pencarian beberapa resep Gado-Gado di Internet. Kyuhyun pun segera mengeluarkan seluruh bahan yang dibutuhkannya dari dalam lemari es. Kemampuan memasak Kyuhyun sebenarnya sangat buruk, namun demi memuaskan hasrat ngidamnya dia pun nekat terjun ke dapur.

~~~~~~~~~

Sunha pulang ketika hari menjelang sore dari rumah Donghae, kakak sepupunya. Dia memasuki rumahnya tanpa rasa curiga sedikit pun. “Kyu, aku pulang!” Teriak Sunha mencari suaminya. Sunha mencari Kyuhyun kesegala sisi ruangan, tapi dia tidak menemukan batang hidung namja itu.

“Akhhhhh!!!” Sunha mendengar sebuah erangan kesakitan dari dalam dapur dan dengan panik segera berlari menghampiri suara tersebut. Didapur Sunha menemukan Kyuhyun memakai celemek berwarna pink dengan jari telunjuknya yang baru saja teriris pisau. Mata Sunha menatap tidak percaya pemandangan dapur kesayangannya yang berantakan seperti kapal pecah. Potongan-potongan sayur berserakan dimana-mana.

“Kyu, apa-apaan ini?!” Tanya Sunha mendekati Kyuhyun.

Kyuhyun yang baru sadar akan kehadiran istrinya terlonjak kaget. “Ja…Jagi, kau sudah pulang?” Kyuhyun meringis sambil memegangi jari telunjuknya yang berdarah.

“Aish…tanganmu…” Sunha buru-buru meraih jari telunjuk Kyuhyun dan membersihkan darahnya dengan air keran.

“Akhhh….sakit….” Rengek Kyuhyun manja. Sunha tidak perduli dengan rengekan suaminya, dia segera mengambil kotak obat dan segera mengobati lukanya supaya tidak terinfeksi kuman. “Jagi~ pelan-pelan… perih…”

“Sebenarnya apa yang mau kau lakukan hingga dapurku berantakan seperti ini, hah?!” Sunha kesal karna Kyuhyun menghancurkan dapurnya.

Kyuhyun tidak menjawab pertanyaan Sunha, dia hanya menundukan kepala dengan memanyunkan bibirnya. Mata Sunha menatap secarik kertas lalu mengambilnya. “Gado-Gado?” Sunha mengerutkan keningnya meminta penjelasan pada Kyuhyun.

“Entah kenapa… aku ingin sekali memakan masakan yang bernama Gado-Gado itu, bahkan sampai terbayang-bayang dalam mimpi. Sudah beberapa hari ini aku mencari restoran yang menjual Gado-Gado diseluruh kota Seoul, tapi tidak ada satu restoran pun yang menyajikannya. Hari ini aku berniat untuk membuatnya sendiri…” Ujar Kyuhyun menghela nafas panjang.

“Bwahahahahahahahahahahahaha…..hahahahahaha…..hahahahahaha….” Sunha tertawa terpingkal-pingkal mendengar penjelasan suaminya yang sedang tersiksa dengan hasrat ngidamnya.

“Ya! Cho Sunha, kenapa kau malah tertawa?!” Kyuhyun mendengus kesal melihat Sunha justru menertawakannya.

“Hahahahahahaha….emmmppphhhh….kau ini lucu sekali…. Hehehe…” Sunha berusaha mengendalikan tawanya ketika melihat sang suami memasang tampang BT.

Kyuhyun yang sudah terlanjur kesal pada Sunha yang menertawakannya, hendak pergi dari ruangan itu. Sunha segera menahan Kyuhyun dengan memegang ujung celemek yang masih dikenakannya. “Aku memang tidak bisa membuatnya, tapi aku mengenal seseorang yang ahli dalam hal ini.” Kyuhyun mengerutkan keningnya sebagai tanda tidak mengerti atas perkataan Sunha.

“Ayo ikut!” Sunha melepaskan celemek dan menarik tangan Kyuhyun untuk mengikutinya. Keduanya memasuki mobil dan melaju menuju suatu tempat yang tidak lain adalah rumah orang tua Sunha sendiri.

“Kita mau apa kesini?” Tanya Kyuhyun yang masih memanyunkan bibirnya sedikit.

“Tentu saja menemui eommaku.”

Sunha menyuruh Kyuhyun untuk menunggu di ruang keluarga sambil menonton TV, sedangkan dia menceritakan tentang sindrom yang Kyuhyun derita selama dia hamil kepada eommanya.

“Jincha?! Wah…eomma iri sekali padamu.” Ujarnya takjub pada Sunha.

Sunha hanya tersenyum menanggapi keterkejutan eommanya. “Eomma, Kyuhyun sekarang sedang ngidam ingin makan Gado-Gado. Bisa tolong eomma buatkan untuknya?”

“Mwo, Gado-Gado?! Bukankah suamimu itu paling anti dengan sayuran???”

“Molla… semenjak ngidam dia jadi suka dengan sayuran.”

“Baiklah eomma buatkan Gado-Gado untuk Kyuhyun, kau bantu eomma ya?”

“Ne, gomawo eomma.”

20 menit kemudian…

“Kyu, ini…” Sunha datang membawa sepiring makanan.

“Ini kan…?”

“Ne, Gado-Gado yang kau inginkan.” Kata Sunha Santai.

“Bagaimana kau bisa menemukan masakan ini?” Tanya Kyuhyun tidak percaya.

“Eommaku yang membuatnya untukmu.”

“Ne?”

“Ehmm….eommaku dulu sempat tinggal di Indonesia, jadi dia tau dan bisa membuat Gado-Gado. Sekarang ayo dimakan, nanti anak kita keburu ileran.” Goda Sunha pada Kyuhyun.

“Aish…kau ini…aku kan begini gara-gara dia.” Kyuhyun mencibir sambil menunjuk perut Sunha.

“Ya! Kau jangan tunjuk-tunjuk seperti itu nanti dia ketakutan.” Ujar Sunha membelai-belai lembut perutnya sendiri.

“Mian…”

‘Chu~’ Sunha mencium pipi Kyuhyun saat dia hendak menyuapkan Gado-Gado itu kedalam mulutnya. “Kyunnie, kau manis sekali memakai celemek tadi.” Sunha tersenyum-senyum mengingat hari ini suaminya pertama kali menginjakan kaki di dapur untuk memasak dan memakai celemek warna pink yang selalu dicelanya. “Saranghe yeobo.”

…….

……

……

……

……

……

……

Setelah lulus dari universitas akhirnya Kyuhyun berhasil menggapai impiannya menjadi seorang penyanyi yang bergabung dalam group SM The Ballad, sedangkan Sunha mengurusi usaha keluarganya di kantor. Sepadat apa pun aktivitas, keduanya tetap bisa menjaga cinta dan keluarga yang mereka bina. Terutama sejak kehadiran buah hati pertama mereka, Cho Jinkyu.

Ya, Jinkyu adalah putra pertama mereka. Dia lahir dengan sempurna dan sehat, bahkan banyak yang mengatakan Jinkyu merupakan copyan dari Appanya karna wajah, perawakan, hingga sifat sama persisi dengan Kyuhyun. Nama Jinkyu dipilih Sunha karna baginya nama itu merupakan gabungan dari dua nama yang akan selalu melekat dalam hatinya. Yang pertama, nama Jin diambil dari nama Harabeoji kesayangannya yang sudah almarhum, sedangkan nama Kyu adalah nama panggilan untuk suami tercintanya.

~~~~~~~~~

7 tahun kemudian . . .

“Aku pulang…”

Sunha baru saja pulang dari kantornya dengan membawa banyak barang belanjaan ditangannya. Baru beberapa langkah Sunha menginjakkan kaki dirumahnya, dia sudah dibuat terkejut hingga barang-barang bawaannya terjatuh begitu saja dilantai. Pemandangan yang tidak bisa Sunha percaya ada dihadapannya sendiri saat ini, matanya yang bulat membelalak lebar melihat sekeliling ruang tamunya. “Apa-apaan ini?! Ini pasti ulah mereka.” Tanpa memperdulikan lagi belanjaannya yang sudah berserakan dilantai, Sunha bergegas memasuki rumahnya lebih dalam. Kemudian dia mendengar keramaian diruang tengahnya, Sunha pun langsung menuju ruang tengah.

“Akhhh… Appa mainnya jangan curang dong???”

“Siapa yang curang?! Kau saja yang tidak bisa melawanku.”

“Siapa bilang?! Aku pasti berhasil mengalahkanmu, Appa!”

“Kalau begitu, tunjukanlah.”

“Lihat saja nanti! Kalau aku menang Appa harus menyerahkan PSP kesayanagan Appa itu.”

“Oh…Kau mulai berani menatang Appamu ini rupanya. Baiklah, tapi jika kau kalah kau juga harus mengabulkan permintaan Appa, bagaimana?”

“Memang apa yang Appa inginkan dari aku yang masih berumur 7 tahun ini?”

“Cih,,,jangan memakai umur untuk mendapatkan belas kasihan dariku, itu tidak akan berpengaruh untuk Appa. Appa cuma minta kau belikan beberapa CD Game dengan uang jajanmu. Nanti listnya Appa tulis, tidak banyak kok paling sekitar 15 judul game.”

“Mwo?! Appa kejam!”

“Hei, siapa suruh taruhan denganku, lagipula harga CD Game itu tidak semahal PSP milikku. Sudah, ayo lanjutkan mainnya!”

Ketika Kyuhyun dan Jinkyu sedang seru-serunya main game Sunha datang dengan amarah yang meledak-ledak melihat tingkah suami dan anaknya.

“Kyuuuuu . . . !!! Jiiiiiiinnn . . . !!!”

Kyuhyun dan Jinkyu tidak memperdulikan teriakan Sunha. “Heh… jagi, kau sudah pulang.” Ucap Kyu santai tanpa menoleh kearah istrinya.

“Eomma, buatkan aku ramen dong. Aku lapar . . .” Begitu juga dengan Jinkyu yang tidak menoleh sedikit pun ke arah Eommanya.

“Ya! Kalian ini apa-apaan. Kenapa rumah bisa berantakan seperti ini???!!!” Teriak Sunha kesal setengah mati. Bagaimana Sunha tidak kesal, tas, sepatu, jaket, jas, dan buku-buku berserakan begitu saja di lantai ruang tamu. Ditambah saat dia memasuki ruang tengah, CD-CD game berserakan dan juga serpihan snack yang berhamburan diatas karpet. “Aish…kalian ini bapak-anak sama saja. Pokoknya kalian harus membersihkan ini semua!!!”

“Ne jagi, pasti nanti aku rapikan. Tapi tidak sekarang, lagi seru nih.” Ujar Kyuhyun cuek.

“Eomma jangan berisik, nanti aku kalah dari Appa.” Jinkyu ikut protes.

Sunha benar-benar dibuat naik darah dengan tingkah laku suami dan anaknya yang sama-sama maniak game itu. Tanpa bicara apa-apa lagi, Sunha berjalan mendekati saklar listrik dan mencabut kabel yang terhubung pada game box yang sedang dimainkan itu.

“Jagi…!!!” “Eomma…!!!” Sontak Kyuhyun dan Jinkyu berteriak kesal kearah Sunha.

“Kalian mau apa, hah?! Cepat kalian rapikan semua ini, SEKARANG!!!” Sunha benar-benar marah. “Atau aku tidak akan memberikan kalian makan malam, biar saja kalian mati kelaparan.” Ancam Sunha.

Jinkyu tertegun, biar bagaimana pun saat ini memang dia sudah sangat lapar. Jinkyu kalah telak dihadapan eommanya. Tapi tidak dengan Kyuhyun dia malah cengengesan. “Untung tadi aku sudah makan di kantor.” Gerutunya pelan. Yang kemudian didengar oleh istrinya. “Tapi kau akan lapar hasrat malam ini, Cho Kyuhyun.” Ancam Sunha dengan tatapan seperti ingin mencabik-cabik tubuh suaminya.

“Ya! Kenapa kau mengancamku dengan ‘itu’?” Protes Kyuhyun cepat-cepat. Kyuhyun memang paling tidak bisa menahan hasrat kejantanannya terhadap sang istri.

“Terserah…” Ujar Sunha sambil melenggang meninggalkan keduanya. “Aku mau dalam waktu 10 menit semuanya sudah rapi.”

Setelah Sunha pergi, Jinkyu menyikut Appanya pelan. “Appa, kalau eomma sedang marah lebih menyeramkan dari pada monster ya? Bahkan Appa sendiri saja dapat ditaklukannya dengan mudah.”

Kyuhyun hanya mengerucutkan mulutnya mendengar ucapan Jinkyu. “Sudah, kita bereskan saja semuanya. Nanti eommamu bisa ngamuk lagi.”

“Lalu taruhan kita bagaimana, Appa?”

“Kita bisa melanjutkannya nanti.” Ujar Kyuhyun sambil mengacak-ngacak rambut anaknya.

~~~~~~~~~

Keduanya langsung membereskan barang-barang yang berserakan sekilat mungkin. Sunha kembali 10 menit kemudian untuk melihat suami dan anaknya sudah mengerjakan atau belum yang diperintahkannya barusan.

‘Bagus, mereka merapikannya.’ Suhna melihat ruangan yang sebelumnya seperti kapal pecah telah rapi kembali. ‘Tapi dimana mereka?’ Sunha tidak melihat Kyuhyun dan Jinkyu, dia pun mencarinya disekitar rumah. Dan menemukan Jinkyu tertidur di sofa dengan bersandar dibahu Appanya.

“Jinnie tidur?” Tanya Sunha mendekati Kyuhyun yang sedang memainkan PSPnya.

“Ehmmm…” Kyuhyun hanya menganggugkan kepalanya. “Sepertinya dia kelelahan.” Tambah Kyuhyun lagi.

Sunha meraih PSP yang sedang di mainkan kyuhyun begitu saja. “Kalau begitu, kau juga sebaiknya beristirahat. Jangan main game terus! Ingat, kau sudah tua sekarang.”

“Siapa bilang aku sudah tua? Umurku kan baru menginjak 29 tahun.” Protes Kyuhyun karna Sunha menganggapnya sudah tua. Sunha hanya tertawa pelan melihat mimik wajah suaminya yang terkesan lucu itu. Kemudian Kyuhyun bangkit dan menggendong Jinkyu dipundaknya untuk dipindahkan kekamarnya yang ada di lantai dua.

“Kyu, sudah ku siapkan air hangat. Mandilah, aku akan masak makan malam.” Kyuhyun hanya menjawabnya dengan senyuman.

Selesai mandi Kyuhyun keluar kamarnya dan mendekati Sunha yang sedang memasak didapur. “Baunya harum~ Kau sedang masak apa, jagi?”

“Masak daging steak kesukaan Jinnie.” Jawab Sunha yang masih sibuk dengan aktifitas memasaknya. Tiba-tiba Kyuhyun memeluk Sunha dari belakang dan menciumi lehernya yang jenjang.

“Aish… Kyu, aku sedang masak.” Sunha merasa geli dengan kecupan Kyuhyun dilehernya.

“Ehmmm… Saat sedang memasak, kau benar-benar menggoda jagi…” Ujar Kyuhyun yang masih memeluk istrinya dari belakang.

“Jangan Kyu, ini masih sore. Kalau nanti Jinnie lihat bagaimana?”

“Dia kan sedang tidur… Lagi pula kita belum pernah melakukannya didapur bukan?” Kyuhyun membalikkan tubuh Sunha agar berhadapan dengannya. Kemudian dia mendekatkan bibirnya perlahan, 1 centi lagi bibir keduanya akan bertautan. Namun…

“Eomma… aku lapar…!” Jinkyu yang baru saja bangun dari tidurnya menuruni anak tangga sambil mengucek matanya pelan.

Sunha yang terkejut sontak mendorong tubuh Kyuhyun kuat-kuat, hingga Kyuhyun terjatuh dilantai. “Aduh…!” Ringis Kyuhyun kesakitan.

“Mian Kyu, Jinnie sudah bangun.”

“Appa, Eomma, apa yang sedang kalian lakukan?” Tanya Jinkyu polos yang melihat Appanya terduduk dilantai.

“Ah… tadi Appamu terpeleset dan jatuh.” Kata Sunha sambil membantu Kyuhyun berdiri. “Kau lapar kan? Ayo kita makan. Eomma sudah buatkan daging steak kesukaanmu.”

“Jincha?! Aku sayang Eomma.”

“Ne, Eomma juga sayang Jinnie.” Sunha menyuruh Jinkyu duduk dimeja makan dan memberikan spiring daging steak. Jinkyu segera memakannya dengan lahap.

“Eomma, berhenti memanggilku dengan sebutan Jinnie!”

“Wae? Eomma rasa nama panggilan Jinnie terdengar sangat manis.”

“Andwae, nama panggilan itu sangat menjijikan! Lagi pula aku kan bukan anak perempuan.” Kata Jinkyu yang masih tetap protes pada Eommanya.

“Kau ini ada-ada saja.” Sunha tidak memperdulikan ucapan Jinkyu.

Kyuhyun yang merasa dilupakan oleh Sunha mendesah manja. “Jagi, kau melupakan aku…”

“Kau bukan anak kecil lagi, Kyu. Jadi jangan manja seperti itu, kau tidak malu sama Jinnie. Ayo sini cepat duduk!”

Kyuhyun melangkahkan kakinya dengan malas. Jinkyu memeletkan lidahnya kearah Kyuhyun, matanya seolah berkata “Eomma lebih sayang padaku, Appa. Weeeeeee!” Kyuhyun pun balas memelet kearah Jinkyu.

Saat sedang makan…

“Jin, kau sudah belajar?” Tanya Kyuhyun pada Jinkyu yang duduk disampingnya.

“Aku tidak perlu belajar Appa, aku kan sudah pintar.” Ujar Jinkyu percaya diri.

“Sombong sekali kau, lihat saja kalau sampai kau dapat nilai jelek diulanganmu nanti. Appa tidak akan membelikanmu game-game terbaru lagi.” Ancam Kyuhyun sebagai gertakan semata.

“Jinnie sayang… cobalah kurangi main gamemu. Sebentar lagi kau ujian tengah semester kan?” Sunha mencoba menasihati anak satu-satunya itu.

“Sieroh Eomma!”

“Ya! Kau mau jadi apa nanti kalau bermain game terus.” Ujar Sunha yang agak meninggikan suaranya.

“Aku bisa jadi penyanyi seperti Appa, suaraku kan juga bagus.” Balas Jinkyu dengan mulut yang penuh dengan makanan.

“Ini anak percaya diri sekali.” Kata Kyuhyun sambil memotong-motong dagingnya.

“Sama seperti Appanya.” Celetuk Sunha. “Heran… kalian bapak dan anak tidak ada bedanya sedikit pun.”

Selesai makan Kyuhyun membantu Sunha membersihkan meja makan dan Jinkyu juga sudah kembali kekamarnya. “Jagi, Jinkyu sudah besar. Sepertinya kita harus segera memberikannya seorang dongsaeng agar dia tidak kesepian.” Bisik Kyuhyun ditelinga Sunha dan langsung membopong istrinya ke kamar.

“Ommo…Kyuuuu~ jangan malam ini! Aku capek….” Kyuhyun tidak peduli dengan ucapan Sunha. Dia menutup pintu kamar dan akan melancarkan aksinya untuk melepaskan hasrat kejantanannya. ‘BLAAAM!’

-END-

Akhirnya ending juga nie FF. ^^

Mian…klo endingnya ngga bagus atau ngga sesuai dengan yang kalian harapkan, tapi saya sudah berusaha semaksimal mungkin. Terimakasih banyak buat yang selama ini udah selalu koment di The Desire of a Man. Koment-koment kalian memberikan saya semangat untuk terus membuat FF-FF yang lain. Setelah ini saya akan fokus dengan kelanjutan Protected Brother yang sempat terhenti. Tapi…

Ada keinginan juga untuk membuat sequel dari The Desire of a Man ini dengan tema ‘Jinkyu, tidak mau punya adik!’

Enaknya dibuat ngga ya sequelnya…?????

 

FB : Shania de Granger

Twitter : Shania9ranger

6 responses »

  1. Daebakk!!
    Untk yg part nc, ckckck. . . Tahan nafas saia~

    Dan epilogny. . . Daebak!
    Kyu ngidam gado2 pula. . Ckck. . .
    Sunha kasian bgt. . Dikelilingi 2 evil. . Gkgkgk. . .
    Mau sequelnya. . . !! ><

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s