Cake of Love Part 3

Standar

Title  : Cake Of Love

Characters [Main characters]  : Super Junior, SNSD, CN BLUE, After School

Characters [Made by]  : Hye Ri

Pairing  : Kyuhyun and Seohyun

Genre  : Romance



Cerita sebelumnya :

Kyuhyun menemukan Hye Ri yang sedang mengelap meja di daerah taman. Tanpa pikir panjang, dia langsung menarik lengan adiknya itu. Wajahnya terlihat marah.

“Aduh, Oppa ! Lepaskan ! Sakit tahu !” Hye Ri meronta. Kyuhyun melepaskannya.

“Kau berikan pada siapa ?” tanyanya tiba-tiba. Hye Ri yang sedang mengelus lengannya yang kesakitan menatapnya bingung.

“Apanya yang kuberikan pada siapa ? Aissh ! Aku tidak mengerti.”

Kyuhyun mendengus. “First Snowku. Kau berikan pada siapa ? Kau bilang pada anak tata boga kan ? Kau suda tanya namanya ?”

Hye Ri terlihat berpikir sampai ia menjentikan jarinya.

“Aa~ arachi… Aku ingat. Aah, ternyata Unnie itu. Dia bukan anak tata boga. Hanya saja dia membawa kotak dengan tulisan Ekstra Tata Boga. Jadi kukira dia anak tata boga. Tapi ternyata bukan.”

“Namanya ?” Kyuhyun langsung menginterupsi.

“Ne ?”

“Namanya, Hye Ri.” Dia mendekatkan wajahnya ke arah Hye Ri. Adiknya itu menelan ludah.

“Seohyun Unnie…,”

Di meja Seohyun…

“Kok, sepertinya familiar, ya ?” gumamku. Aku mengambil sepotong kue itu dengan garpu dan mencobanya.

Mataku langsung membelalak ketika tahu bagaimana rasa kue itu. Rasa ini ? Rasa yang membuatku terbang dan membuat hatiku tenang. Rasa apa ini ?

Hal pertama yang kulakukan setelah merasakan kue itu adalah langsung membuka kotak kue yang diberikan cowok menyebalkan yang aku temui di sekolahnya tadi. Tatapanku nanar.

“Ini…,” aku terhenyak,

“Kue yang sama dengan yang kumakan barusan. Kue ini, kue orang itu…, kue Kyuhyun !”

Cake of Love Part 3

Aku mencoba menelan kue itu perlahan kemudian terdiam. Hanya satu pertanyaan yang ada di pikiranku saat ini. “Bagaimana mungkin ?”

“Seo…, hyun ?” Kyuhyun menautkan alisnya. Dia mencoba mengingat siapa gadis yang bernama Seohyun di sekolahnya. Dan sebuah ingatan muncul dalam pikirannya.

Baju seragam sepak bola, seorang gadis, berlari, berambut panjang dan diikat, keluar dari ruangan tata boga, dan dia sempat berbalik ke arahku, di seragamnya tertulis…., Seo Joo Hyun ? Kyuhyun seperti baru saja mendapatkan sebuah ingatan tentang gadis bernama Seohyun.

“Tapi namanya Seo Joo Hyun. Apa dia memang dipanggil Seohyun ? Apa maksud Hye Ri, Seohyun itu ? Anak ekstra sepak bola putri yang sudah menghancurkan kue yang kubuat untuk Yoo Yi ? Aiissh ! Aku tidak mengerti.” Kyuhyun berpikir keras. Tiba-tiba Hye Ri berkata sesuatu yang membuatnya lagi-lagi seperti dihantam sesuatu. Pernyataan yang membuatnya sangat terkejut.

“Kurasa, Seohyun Unnie itu ikut ekstra sepak bola putri, deh. Soalnya, aku sempat melihatnya membawa bola sepak. Mungkin sih. Aku kan hanya menduga.” Seperti mengerti yang Oppanya pikirkan, Hye Ri mengemukakan pendapatnya.

Kyuhyun menahan napas. Dia merasakan kekesalan dan kemarahan merayapi dirinya lagi. Refleks kedua tangannya langsung mengepal. Seolah, ia siap meluapkan semua kemarahannya. Tapi, ia menahannya. Ia bertanya lagi pada adik perempuannya itu.

“Dia duduk di mana ?”

Aku masih terhenyak dan masih linglung dengan hal ini. Kue yang kupesan, bisa sama persis rasa dan teksturnya dengan kue cowok menyebalkan yang aku hancurkan tadi. Aku langsung teringat Hye Ri.

“Apa…, yang dia maksud dengan Oppanya yang bekerja disini adalah cowok itu ? si Kyuhyun itu ? Aissh !! Kenapa ini bisa terjadi padaku ?” Aku menggigit bibirku. Aku merasakan sesuatu yang tidak enak menghampiriku. Seperti hawa-hawa dingin menyeramkan yang rasanya pernah aku rasakan sebelumnya. Hawa yang sama ketika aku berhadapan dengan Kyuhyun saat itu. Aku melirik ke arah kananku sebentar dan cepat-cepat mengalihkan wajahku ke arah jendela. Aku kaget setengah mati.

Whoa ! Bagaimana ini ? Ternyata memang benar si Kyuhyun jelek itu bekerja di sini. Aduh, kenapa aku merasa dia sedang melihat ke arahku ya ?” Aku melirik lagi dan segera mengalihkan wajahku lagi. Wajahku memanas. “Aduh, dia kesini lagi. Aduh, aduh, Aigoo, bagaimana ini ? Aku dalam masalah. Dan kenapa masalahku mesti dengan cowok itu lagi, sih ? Jangan mendekat ! Jangan ! Andwae !” Aku gusar sendiri dalam hati.

Kyuhyun sedang memperhatikan seseorang. Seorang gadis dengan rambut panjangnya yang dikucir dan dia orang yang membuatnya kesal setengah mati hari ini. Dia duduk di dekat jendela dan sedang menolehkan kepalanya ke arah luar. Gaya gadis itu terlihat kaku di matanya. Terkesan menghindar.

Dia memperhatikan keseluruhannya. Dan memang benar ada bola di situ, seperti yang Hye Ri katakan.

“Tidak salah lagi.” Gumam Kyuhyun. “Aku harus memberimu pelajaran.” Hatinya benar-benar panas. Dia mulai melangkah menuju meja tempat gadis itu duduk. Pandangannya tidak lepas dari sana. Dan dia benar-benar serius dengan tindakannya saat itu.

“Awas kau, Seohyun !”

Aku memejamkan mataku erat. Badanku sedikit gemetar. Dan saat yang paling tidak pernah kunanti, akhirnya datang.

BRAK !

Seseorang menggebrak mejaku. Piring dan garpu di mejaku berdenting keras. Aku terlonjak kaget. Kucoba menolehkan kepalaku dan melihat ke orang yang melakukan ini padaku. Aku mencoba melihat ke…, Kyuhyun.

Aku tergagap. “A…, aa, aku…,”

“Sudah kuduga kau orangnya. Kenapa kau suka sekali menganggu kehidupanku, sih ? Hah ? Ya ! Kau pikir masalahmu dengan kueku yang kau hancuran tadi pagi sudah selesai begitu saja ? Kau sudah membuat masalah baru lagi denganku ! Kau sadar itu !!” Teriaknya. Aku meringis. Semua pengunjung di Cafe memperhatikan kami. Aduh, aku malu sekali, batinku.

Aku masih diam. Dia melanjutkan lagi setelah menarik napas panjang yang dalam.

“Kau tidak tahu kau berurusan dengan siapa sekarang ? Kau dalam masalah besar sekarang karena kau punya urusan penting denganku. Aku, Cho Kyuhyun. Penerus utama Cafe ini.”

DEEENG !!!

Aku terhenyak. Semua seolah berhenti setelah dia memberitahu siapa dirinya. Aku seperti orang kehilangan separuh nyawa. Langsung terkulai lemas dan tidak bisa berkata apa-apa.

“Aku, patissier tunggal di sini. Dan kau, sudah membuat masalah besar denganku. Aku tidak akan segan-segan melakukan hal yang mengerikan padamu sampai kuanggap dendamku terbalaskan padamu.”

Aku mencoba membela diriku. Tapi justru sebuah pertanyaan konyol yang sangat tidak membantu yang keluar dari mulutku.

“Apa alasanmu sebenarnya ?” aku menunduk. “Apa alasanmu sebenarnya melakukan ini padaku ? Kenapa kau tiba-tiba membentak kepadaku? Apa lagi salahku ?” Suaraku pecah dan serak. Dan nyaris tidak terdengar. Dia terdiam. Aku mendengarnya mendengus cukup keras.

“Apa, kau tanya ? Cih ! Salahmu padaku memang sedikit. Tapi semuanya sangat besar. Pertama, kau menghancurkan kue yang kubuat susah payah tadi pagi. Kau pikir aku membuat kue itu tanpa ada maksudnya ? Aku baru menemukan resep baru, dan aku akan mempersembahkannya pada seseorang yang sangat kusukai. Dan dia akan menjadi orang pertama yang mencobanya. Tapi, kau malah menghancurkannya dengan bolamu yang kotor itu. Dan kedua, Kue ini, kue yang kau pesan ini adalah kue yang kubuat untuk menggantikan kueku yang kau hancurkan itu. Masih dengan alasan yang sama. Tapi, lagi-lagi kau menggagalkannya. Dan kalau kubuat lagi, sudah tidak akan ada lagi artinya untuk gadis yang sangat kusukai itu. Kau tidak akan pernah paham.” Jelasnya panjang lebar.

Air mataku mengalir. Aku tidak dapat menahannya. Itu keluar begitu saja. Hatiku sakit sekali mendengar penjelasannya barusan. Hanya karena masalah seperti ini, dia sampai harus membentakku diantara para pengunjung cafe. Aku mendengar beberapa orang berbisik-bisik. Entah membicarakanku atau apa. Aku tidak peduli.

“Cho Kyuhyun, ” aku membuka mulut. Mencoba mengakhiri semua ini. “Aku tidak tahu, kalau kue itu sangat berarti bagimu. Siapapun bisa saja berada di posisiku sekarang. Apakah jika bukan aku yang menjadi orang pertama yang memakan kuemu ini, kau tetap akan membentaknya ?” Aku mengangkat wajahku. Air mataku masih mengalir. Dan kini semakin deras. Aku nyaris sesenggukan.

“KAU YANG TIDAK PAHAM !! AKU TIDAK MENGERTI APAPUN KENAPA AKU YANG HARUS DISALAHKAN !!!” Aku berdiri dan menjerit di depannya. Dia terlihat shok. Aku menghapus airmataku yang masih mengalir dan mengambil uang di dalam dompetku. Aku melemparkan uangku kearahnya.

“Ambil ! Ini untuk kuemu yang kupesan. Dan satu lagi, katakan pada gadis itu, aku minta maaf sudah mengambil potongan kecil pertama kuenya dan bukan seluruh kuenya. Terima kasih banyak, Tuan Cho.” Aku menyambar kotak yang tadi pagi Kyuhyun berikan padaku yang masih ada sebagian kue yang akan kuberikan untuk ibu. Aku juga menyambar tasku dan langsung bergegas pergi.

Kyuhyun masih shok dan dia diam terpaku di tempatnya berdiri sekarang. Aku sudah berlari keluar pintu.

“Oppa…” Hye Ri menghampiri Oppanya yang terdiam. Tapi pandangannya beralih. “Eh ?” dia mengambil sesuatu di bawah kursi meja Seohyun tadi.

“Unnie ! Bola…, mu. Yah, sudah tidak kedengaran.” Hye Ri menghela napas kecewa. Dia melihat ke arah meja. “Lho ? Seohyun Unnie tidak menghabiskan kuenya ? Padahal kan, kue buatan Oppa enak sekali. Oppa, barusan bertengkar dengan Seohyun Unnie ya ? Kenapa, sih? Seohyun Unnie kan baik. Ramah lagi.” cerocos Hye Ri. Oppanya masih terpaku dan memandang dengan tatapan shok. Hye Ri menggaruk kepalanya.

“Ada apa sih sebenarnya ?”

Jauh dari tempat mereka berdiri, seseorang memperhatikan kejadian barusan dengan penuh keterkejutan dan pertanyaan memenuhi kepalanya. “Kyu ssi ? Ada apa dengannya ?”

Aku lelah sekali. Seperti habis latihan berjam-jam tanpa istirahat karena kejadian tadi. Aku sudah di rumah sekarang. Toko tutup lebih awal dan ibu juga sedang pergi. Aku di rumah sendirian sekarang.

Aku berjalan sempoyongan menuju lemari es. Aku haus sekali. Ada memo kecil yang tertempel di pintu lemari es.

“Seohyun ah, ibu sedang menghadiri acara kantor ayahmu. Ada kue di lemari es. Ibu tidak tahu kapan pulangnya. Kalau kau sudah mengantuk, jangan lupa kunci pintu dan jendela. Kemungkinan ibu dan ayah menginap. Karena acaranya berada di Busan. Jaga diri ya, Sayang. Saranghae. Ibu.”

“Aa~ Ibu…, aku sedang lelah sekali, malah pergi dengan ayah. Aku di tinggal sendirian lagi. Aissh ! Sial sekali sih aku hari ini.” Gerutuku. Aku menaruh tasku di lantai begitu saja kemudian menaruh kotak berisi kue itu di meja makan. Aku menuju ke lemari es lagi untuk mengambil minum.

Kubuka lemari es. Hawa dingin keluar dan menerpaku. Menyejukkan hatiku yang sedang panas akibat kejadian-kejadian menyebakan hari ini. Aku menghirup hawa dingin dari lemari es itu. Rasanya segar.

Aku mengambil botol berisi air dingin dan langsung meneguknya. Kalau ada ibu, biasanya ibu sudah marah-marah kalau aku melakukan hal seperti ini. Mataku tertuju pada sepiring kue di dalam lemari es yang sebenarnya terlihat enak, tapi aku sudah muak melihat kue. Karena semua kejadian menyebalkan yang aku alami hari ini, bermula dari kue. Dan orang itu tentu saja.

Handphoneku bergetar. Ternyata sms dari Sunny.

“Seohyunnie, besok latihan lagi, kan ?”

Begitu isi smsnya. Aku segera membalasnya. Kujawab saja ya. Aku malas sekali sih hari ini. Aku menggeser kursi meja makan dan mataku tertuju pada kotak kue yang diberikan si manusia kejam Kyuhyun itu. Aku membukanya.

Selera makanku pada kue tiba-tiba bangkit ketika melihat kue itu. Walaupun bentuknya tidak sebagus kue yang di cafe tadi, tapi rasanya kan tetap sama. Aku mengambil sedikit bagian dengan jariku dan menjilatnya. Memang benar kata Hye Ri, rasanya sejuk. Ketika rasa kue itu menjalari lidahku, entah kenapa pikiranku langsung beralih ke orang yang telah membuatku 2 kali menangis hari ini. Siapa lagi kalau bukan si Kyuhyun.

Memakan kue buatannya, benar-benar menghilangkan ingatan saat dia memasang wajah kesal di ruang tata boga tadi sambil memaksaku memakan kue ini dan juga saat dia membentakku di cafe.

“Dia ganteng juga sebenarnya. Wajahnya manis, gayanya cool, sikapnya benar-benar tipe yang diidamkan setiap gadis. Dia juga jago membuat kue. Keren sih. Semua gadis pasti rela melakukan apapun agar dia bisa jadi milik mereka. Kurasa sebenarnya dia baik. Terlihat dari wajahnya kalau sebenarnya dia itu bukan anak yang suka marah-marah. Tidak seperti tadi di cafe…., Ahh~” Aku menghela napas. Aku membayangkannya lagi. Bukan sebagai Kyuhyun yang marah-marah, tapi Kyuhyun yang baik.

“Eh !” Aku tersentak. Cepat-cepat aku menghapus bayangan itu. “Untuk apa aku memuji dia ? Dia sudah membuatku malu dan sial hari ini. Menyebalkan ! Tapi dia memang cakep sih… Aissh !! Seohyun, sadarlah ! Kau ini kenapa sih ? Ah, tidur saja ah. Capek.”

Esoknya…

Hari ini aku mau ke sekolah lagi. Latihan lagi. Sebenarnya malas sih. Tapi aku tidak enak dengan Sunny dan Soo Young. Aku tidak berniat menceritakan kejadian kemarin di cafe pada mereka. Aku tidak ingin menambah rumit urusanku. Cukup dengan manusia kejam itu. Cukup dengannya saja.

Aku sudah siap. Tinggal mengambil bolaku. Eh ?

“Bolaku ? Mana ya ? Sepertinya kemarin saat pulang aku tidak membawanya. Apa ketinggalan ? Di mana ?” Aku berputar-putar di sekeliling tempatku berdiri mencari bolaku. Aku teringat sesuatu. Kelebatan kejadian kemarin, dari awal sampai aku pergi, berputar di kepalaku, dan…

“Aaa~ Aisshi ! Bolaku tertinggal di cafe itu. Aaah~ kenapa harus di tempat itu sih ?” Hal pertama yang terlintas di kepalaku adalah, kemungkinan besar aku akan bertemu dengan orang yang paling ingin kuhindari saat ini kalau aku ke sana.

“Tapi aku kan bisa bertemu lagi dengannya. Yah, bisa melihatnya sebentar.” Suara hatiku menggema terus. Aku mengembangkan senyum sedikit ketika berpikir bisa bertemu dengannya.

“Ah ! Aku kan ingin menghindarinya. Kenapa malah ingin bertemu sih. Aissh ! Siapa sih yang tiba-tiba bilang begitu.” Aku geleng-geleng. Mencoba menghilangkan pikiran tentang Kyuhyun Oppa.

Ups ! Sejak kapan aku memanggilnya Oppa. Ralat deh, Kyuhyun saja maksudku.

“Aiissh !! Kenapa aku memikirkannya ? Aku kan benci padanya.”

Cake of Love Part 4 mau rilis lho………..

Ayo baca…………..

Jeongmal Gomawo buat kalian yang udah mbaca n like Cake of Love,,

Jadi pengunjung setia ya…….. =)

7 responses »

  1. Iiihhh seohyun mulai suka tuhhh….

    Kyu jahat bgt c bentak” d dpn bnyk orang… Dasar EVIL KYU!!!!!

    Next part cpt drilis y chingu…. ^^

  2. ommo!!!seo daebakkk !!bsa bentak balik kyu,and berhsl buat kyu shock!!kwkwkwk…bermula dr kue yg ancur lebur cinta pun bersemi..oohh..so sweeet!!next part ASAP chingu…penasaran nihh..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s