Mnet Scandal-Fake girlfriend

Standar

Created by Abhie


Aku tercengang ketika sesosok pria berlutut dihadapanku sambil membawa sebuket mawar merah yang cantik, bagaimana tidak? Pria yang dihadapanku itu adalah orang yang baru pertama kali aku temui dan yang paling membuatku kaget adalah kenyataan bahwa pria itu merupakan salah satu anggota super junior yang saat ini tengah menjadi pujaan remaja se-Korea..ya..ia adalah Lee Donghae.

“Maukah kau menjadi kekasih ku selama seminggu ?” tanyanya.

Aku bingung dengan apa yang terjadi dan tidak tahu harus berkata apa. Aku hanya bisa mematung di tengah kerumunan para mahasiswi yang menatap iri.

“Hyojoo..kau mau jadi pacarku kan?” tanyanya sekali lagi.

Melihat reaksiku yang hanya terdiam, Donghae pun langsung menatap bingung pada seorang pria. Pria itu menyuruh kameramen untuk mematikan semua kamera, kemudian pria itu pun mendatangiku. “Kau terpilih dalam acara Mnet scandal..kau akan menjadi kekasih Donghae selama seminggu..”

“Kenapa?  kenapa aku yang terpilih?” tanya ku tergagap.

Pria itu mengerutkan keningnya, “Kau mengirim formulir pada kami kan?” tanya Pria itu, kemudian pria itu pun memanggil seorang staf wanita. Staf itu memberikan sebuah amplop yang berisi formulir acara mnet scandal. Kemudian Pria itu pun menyerahkan amplop itu padaku, aku pun segera membaca formulir itu.

“ Ah!! Sepertinya kalian salah paham.. disini tertulis Han Hyojoo, itu bukan aku! Marga ku adalah Park!”

“Mwo???” teriak Pria itu, kemudian Pria itu berjalan kearah Donghae dan mereka pun tampak mendiskusikan sesuatu. Tak lama, Donghae dan pria itu pun segera mendatangi ku.

“Aku adalah produser acara ini..aku mohon bantuan anda, kami akan memberikan bayaran yang setimpal atas kerjasamanya”

“Tapi..aku tidak bisa”

“Kami sudah terlanjur kemari dan para mahasiswi disini juga telah mengetahui kalau aku memintamu untuk menjadi pacarku..jika mereka tahu yang sebenarnya maka akan banyak rumor yang tidak enak dan mau tidak mau kau juga sudah terlibat didalamnya.” Jelas Donghae, ia menatapku dengan wajah penuh harap, “ Ku mohon..”

Setelah berfikir dan menimbang perkataan Donghae, Aku pun menyerah dan menganggukkan kepalaku, seketika itu juga Donghae tersenyum padaku. “Gomawo..”ucapnya.

“Tapi…apa yang harus aku lakukan? Aku tidak bisa akting..” tanyaku bingung

“Kalau begitu tidak usah berakting, anggap saja selama tujuh hari ini aku adalah pacar aslimu!” ucapnya sambil menepuk Kepalaku.

***

Hari ini adalah hari kedua dari tujuh hari yang kami sepakati. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi hari ini dan aku tidak menyangka kalau kamera ini akan mengikutiku kemana-mana, aku kira kamera ini hanya akan muncul jika kami akan syuting tapi ternyata tidak. Yang membuatku tambah bingung ternyata aku juga tidak diberi script tentang adegan yang akan muncul. Produser hanya mengatakan padaku bahwa jadwal yang padat mungkin membuat Donghae tidak bisa menemaniku selama tujuh hari penuh. Jika aku memang berniat untuk mengikuti acara ini tentunya aku akan bersedih, tapi mengingat bahwa keterlibatanku dalam acara ini adalah karena ketidaksengajaan maka aku pun bersikap biasa saja, aku justru bersyukur jika kami tidak bertemu setiap hari karena tidak mudah bagiku untuk berpura-pura menjadi pacar seseorang yang baru saja aku kenal.

“Hyojoo!” panggil seorang Pria dari dalam mobil, pria itu pun turun dari mobilnya dan menghampiriku yang tengah menunggu bus.

“Donghae?”

“Ne..Pagi ini aku tidak ada pekerjaan, jadi aku ingin mengantarkanmu ke kampus” Ucapnya sambil tersenyum.

“ Kau mau naik bus?” tanyaku takjub.

Donghae hanya tersenyum padaku, “ Eh..Busnya datang! Ayo naik!” ucap Donghae sambil menggandeng tanganku. Kami pun duduk di bangku paling belakang.

“Wah..sudah lama aku tidak naik bus umum!” ucapnya.

“Sesenang itukah?” tanyaku. Donghae pun mengangguk dan menyapa orang-orang yang berada di dalam bus. “Annyeong haseyo…sekarang kami sedang berpacaran! Mohon doa restunya..” ucapnya tiba-tiba sambil mengangkat tanganku ke udara.

“A..Apa yang kau lakukan?” tanyaku sambil menutup wajahku yang memerah, Donghae pun tersenyum dan ia mencubit pipiku dengan gemas.

“Ah..Imutnya” sahutnya, aku tidak tahu apa yang dipikirkannya saat ini. Bagaimana bisa ia memperlakukan ku seperti ini dihari kedua pertemuan kami? didepan banyak orang seperti ini?

“Hyojoo..ani..Chagi..hari ini aku tidak bisa menemanimu, tapi besok aku pasti akan stand-by untukmu! 24 jam penuh!”

Aku pun tersenyum kikuk mendengar ucapannya, Chagi? Ah..aku tak pernah mendengar kata-kata itu sebelumnya, dan sepertinya Donghae tahu akan hal itu dan mungkin itulah sebabnya ia terus memanggilku Chagi. Selama di perjalanan Donghae lebih banyak bercerita dibandingkan aku, ia juga menceritakan bagaimana kehidupannya di asrama bersama dua belas member lainnya. Dan tidak terasa kami pun sampai di kampusku, kami pun turun dari bus itu. Donghae mengantarku sampai ke gedung fakultas.

“Chagi.. nanti aku sms ya!”ujarnya sebelum kami berpisah.

***

Hari ketiga.

Aku membaca ulang sms-sms yang dikirim Donghae, dia sangat perhatian dan juga humoris. Awalnya aku bingung bagaimana caranya agar aku dapat berkomunikasi tanpa terlihat canggung, namun Donghae sangat pandai membaca pikiranku hingga akhirnya sedikit demi sedikit jarak antara kami pun mulai memudar.  Tiba-tiba Hp ku berbunyi dan ada satu sms yang masuk ke inbox ku.

Chagiya..mianhae, jadwalku dimajukan sehari jadi aku tidak bisa menemuimu hari ini…. sekarang aku harus siaran di Chinchin radio..kau harus mendengarkan aku ya…Arghh..bogosipta ^^

Aku tersenyum sekaligus kecewa ketika membaca sms Donghae, aku pun membalas smsnya.

Gwenchana..aku pasti akan mendengarkan siarannya, hwaiting!! Nado bogosipta..^^

Kyaaa..apa yang kulakukan? Aku menulis nado bogosipta? Aargh… sms kami kan bisa saja di tayangkan di acara ini..Ah babonya aku!! Tidak lama sms balasan pun datang.

Arraseo..aku akan bekerja keras!! Kh kh kh kalau begitu besok kita kencan ya..ok?Chagi..siarannya sudah mulai nih..annyeong^^

Akupun meletakkan couple phonesl yang diberikan padaku dan langsung menyalakan radioku.  Acara radio itu berjalan dengan mulus hingga akhirnya penyiar radio itu menanyakan tentang hubungan kami.

“Donghae-ssi..setahuku kau memiliki kekasih ya saat ini?”tanya penyiar radio itu.

“ A..Ne..” jawab Donghae

“Bagaimana hubungan kalian?”

“Hubungan kami? Ehm..awalnya memang sedikit canggung, tapi dia adalah tipe ideal ku jadi aku terus berusaha agar kami bisa dekat..”

“Wah..wajah Donghae sampai bersemu merah nih.. pasti gadis itu benar-benar mencuri hatimu ya? Hahahaha”

“Benarkah? Kurasa begitu..mungkin dia memang pencuri hati yang ulung”

“Ah..aku jadi iri mendengarnya! Apakah kau ingin memberinya pesan suara?”

“Ehmm..baiklah.” ucap Donghae, kemudian suasana pun menjadi sepi. “Chagiya… Nan kunyang noerago!” ucapnya singkat.

“Ah….aku jadi tambah iri!!!  Aku yakin saat ini Pacarmu sedang tersenyum mendengar pesanmu, tapi sayangnya kebersamaan kita dengan para member suju harus berakhir disini.. dan lagu terakhir akan dinyanyikan secara live oleh Superjunior. Annyeong”

Dan siaran radio itu pun berakhir. Aku terdiam masih tidak percaya dengan apa yang diucapkan Donghae, aku pun menenggelamkan wajahku kedalam bantal. Kyaaaa padahal ia tidak mengucapkannya dihadapanku, tapi mengapa jantungku berdegup begitu kencang? Tidak mungkinkan kalau aku menyukainya secepat ini? Aarghh..bagaimana ini? Aku tak bisa mengendalikan senyumku..rasanya bibir ini terus mengembang tanpa bisa ku hentikan. Donghae..apa yang harus kulakukan sekarang?

***

Hari keempat.

Aku merapikan dandananku di depan cermin, saat ini aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan selain bercermin dan bolak-balik sambil mengintip dari jendela rumahku untuk melihat apakah Donghae sudah datang atau belum. Tingtong! Bel rumahku berbunyi.

Aha! Donghae rupanya telah datang, aku pun bercermin sekali lagi kemudian aku pun mengambil bekal makanan yang aku buat. Dari balik jendela aku melihat Donghae tengah berdiri didepan pintuku sambil merapikan rambutnya.

“Annyeong…” sapaku.

Donghae menatapku diam, kemudian ia pun tersenyum kearahku. “Kau memakai make up? Wah..kau cantik sekali..”

“Gomawo..” ucapku sambil tersenyum.

Donghae pun melihat keranjang yang aku bawa, “Kau membuat bekal?” tanyanya dengan wajah yang antusias

“Ne..”

Ia mengambil keranjang itu dari tanganku dan mengintip isinya, “kau membuatnya sendiri? Untukku?”

“Ne..tapi aku tidak tahu apakah kau akan menyukainya atau tidak.”

“Tentu aku menyukainya! Meskipun kau memasukkan racun, aku pasti akan tetap menyukainya.. gomawo chagia..”

“Aish!!Gotjimal!” ucapku sambil memukul lengannya dengan pelan.

Donghae pun tersenyum melihat reaksiku, kemudian ia mengajakku kedalam mobilnya, dan kami pun segera melaju menuju sebuah taman di pinggir kota. Kami pun mencari sebuah tempat yang sepi dan setelah berkeliling kami pun mendapatkan sebuah tempat di dekat danau. Donghae menggelar tikar yang ia bawa dan kami pun duduk bersebelahan.

“Aaargh!!!” ucapnya tiba-tiba sambil merentangkan kedua tangannya, ia pun kemudian meletakkan kepalanya di pangkuanku dan memejamkan kedua matanya. Aku hanya terdiam dan tak berkata apapun.

“Chagi..aku selalu bermimpi ingin melakukan hal ini jika aku memiliki seorang kekasih, menurutmu aku orang yang membosankan ya?”

“Ehm? Tidak..aku lebih menyukai ketenangan seperti ini, aku tidak suka dengan keramaian.”

“Ehm… jawabanmu itu tepat seperti yang kuduga.”gumamnya.

“Benarkah? Aku heran kenapa kau bisa membaca pikiranku dengan baik..Donghae, kau memiliki kekuatan supranatural ya?” ucapku dengan wajah penuh selidik.

Donghae pun bangkit dan duduk disebelahku, “Berikan tanganmu!”

“Untuk apa?”

“Biar kuramal!” ucapnya sambil meraih tanganku. Kemudian wajahnya berubah menjadi serius dan ia pun mulai membaca garis tanganku.

“ Kau sedang lihat apa sih?”

“Chagi..sepertinya kau memang ditakdirkan untukku..”

“Haish! Kau ini memang berlidah manis ya?” ucapku sambil menarik tanganku.

“Aniyo..ditanganmu memang tertulis seperti itu kok!” Ucap Donghae membela diri.

“Kau membawa sepeda dibelakang mobilkan? Ayo kita bersepeda!” ajakku, Donghae pun terdiam dan langsung berbaring lagi di pangkuanku.

“Donghae!! Ayo bangun!! Ayo kita bersepeda..ayo..” rajukku.

“Shiro!! Aku ingin tiduran disini sampai besok pagi!”

“Ayo bangun! Cepat bangun!” perintahku sambil menggelitiknya. Ia pun tertawa geli dan akhirnya menyerah padaku. Kemudian Ia pun menurunkan sepeda yang di letakkan di belakang mobil dan ia pun memboncengku berkeliling taman. Kami hanya berkencan hingga sore hari karena Ia harus pergi untuk latihan.

“Chagi..aku tidak mau pergi..” ucapnya dengan nada manja.

“Kita kan masih bisa bertemu besok! Ayo cepat! Pasti anggota suju yang lain sedang menunggumu!”

“Ah..biarkan saja! Aku disini saja ya?”

“Tidak boleh! Ayo cepat pergi sebelum Leeteuk-ssie mengomelimu!” ucapku.

Dan Hpnya pun berbunyi, ia pun membaca pesan yang masuk.

“ Ah…Teukie  Hyung sudah mengomeliku!” ucapnya sambil tertawa.

“Tuh kan.. Makanya kau segera kesana sekarang!”

“Ah…malangnya aku..Teukie hyung mengomeliku dan kekasihku malah mengusirku pergi, kurasa kekasihku sudah tidak menyukaiku” ucapnya, Aku pun hanya tersenyum mendengar ucapannya.

“Baiklah kalau begitu..sesuai keinginanmu maka aku akan pergi sekarang!” ucapnya, kemudian ia memegang kedua pipiku dan mencium keningku dengan lembut.

“Aku pergi.. jangan lirik pria lain ya!” ucapnya yang masih memegang kedua pipiku.

Ia pun pergi dan melambaikan tangannya padaku,  Aku hanya bisa tersenyum dan membalas lambaiannya. Dan ketika ia telah pergi yang bisa kulakukan hanyalah menyentuh keningku sambil senyum-senyum sendiri. Aargh..kalau begini caranya mungkin aku bisa terkena serangan jantung! Sepertinya mulai sekarang aku harus mempersiapkan mentalku agar tidak terlihat seperti orang bodoh setiap kali Donghae melakukan tindakan yang mengejutkan.

***

Hari kelima.

“ Kyaaaaaaaaaa! Super Junior! Donghae Oppa! Siwon Oppa!” teriak gadis yang berdiri di sebelahku.

Siang tadi Donghae mengirimkan sms yang menyuruhku untuk datang ke Lotte departemen, dan akhirnya disinilah aku sekarang berada, di tengah kerumunan Elf yang mengelu-elukan nama tiap personel Super junior. Aku baru pertama kali ini melihat penampilan Donghae secara langsung, ia menge-rap dan menari dengan lincah. Mataku terus mengikuti setiap gerakannya, dan tiba-tiba ia mengedipkan matanya dan menunjuk kearahku. Aku tidak tahu apakah itu adalah bagian dari aksi panggungnya ataukah karena ia memang menyadari keberadaanku? Yang jelas malam ini aku sungguh terpesona dengan kharisma yang terpancar dari dirinya. Setelah menyanyikan dua lagu tiba-tiba Donghae turun dari panggung dan berjalan menuju ke arahku, dan Para bodyguard pun sibuk menghalangi para elf yang menjerit-jerit dan berusaha menyentuhnya. Ketika ia sampai kehadapanku ia pun tersenyum dan menggandeng tanganku, kemudian ia mengajakku keatas panggung.

“Elf..Gadis ini adalah kekasihku! Mohon doa restu kalian..” ucapnya.

“Andwae!! Oppa..Andwae!!” teriak para Elf, namun ada juga yang berteriak  “Popohae! Popohae!”

Dan setelah perkenalan mendadak itu, aku besama seluruh anggota super junior pun menuju ke sebuah Restaurant. Selama kami di restaurant, para anggota superjunior pun sibuk menggoda dan menjahili kami, termasuk Kibum dan Siwon yang kukira pendiam. Semakin mengobrol dengan para member, aku pun semakin mengetahui sifat dan karakter Donghae. Tanpa sadar kami pun larut dalam percakapan dan canda tawa hingga akhirnya jam pun menunjukkan jam dua belas malam dan Donghae pun segera mengantarkanku sampai ke rumah dengan selamat dan dengan satu kecupan dikeningku. Lagi.

***

Hari Keenam.

Aku menatap layar laptopku dan membaca sebuah berita mengenai kejadian semalam, tampaknya banyak para Elf yang patah hati karenanya. Aku pun membaca salah satu komentar yang ada di postingan tersebut.

Meskipun kesal, tapi aku yakin itu hanyalah akting untuk acara Mnet Scandal. Donghae Oppa pasti melakukannya karena ia dipaksa untuk memberikan kesan yang baik pada pacar palsunya itu. Lagipula dua hari lagi acara itu juga akan berakhir..Yippie! dan akhirnya Donghae Oppa pun akan melupakan pacar palsunya itu!.

Aku tertegun membaca komentar itu, tiba-tiba aku tersadar dengan posisiku yang sebenarnya. Aku hanyalah pacar palsunya. Dan tanpa terasa Air mataku pun menetes dari kedua pelupuk mataku. Aku tak mengira bahwa aku akan benar-benar jatuh cinta padanya, besok adalah hari terakhirku bersamanya. Dan mungkin komentar itu benar, Ia akan melupakanku setelah ini semua berakhir. Hatiku terasa sakit. Sangat sakit.

Tiba-tiba Ponselku pun berbunyi.

“ Ne?” ucapku dengan suara yang parau.

“Chagi? Ada apa dengan suaramu?”

“ Ehm..sepertinya aku terkena flu..” ucapku berbohong.

“ Gwenchana? Ah.. ini pasti karena aku mengajakmu keluar hingga larut malam! Kau sudah minum obatkan?”

“ Ne..aku sudah minum obat.”

“Syukurlah..Chagi, hari ini aku pergi ke luar kota jadi hari ini aku tidak bisa menemuimu”

Airmata ku pun kembali tertumpah dan Donghae sepertinya mendengar suara isakanku.

“Chagia?”

“Ne..” jawab ku yang berusaha menjaga suaraku agar ia tidak menyadari kalau aku menangis.

“ Kau menangis?”

“Aniyo..aku kan sudah bilang kalau aku sedang flu!” ucapku mengelak.

“Baiklah..sekarang kau cepat istirahat, besok aku akan menjengukmu, Ok?”

“Ok”

“Annyeong..”

Donghaepun memutuskan telfonnya. Dan aku pun kembali menangis.

Aku menatap jam wekerku, pukul satu pagi. Aku berfikir sejenak dan bertanya-tanya mengapa ada orang yang mengetuk-mengetuk pintu rumahku di jam seperti ini? Aku pun memutuskan untuk bangkit dari tempat tidurku dan menuju ke ruang tamu. Aku mengintip dari balik tirai jendela dan kulihat seorang pria tengah berdiri membelakangi pintu rumahku. Aku ragu-ragu untuk membuka pintu, tapi pria itu kemudian berbalik. Donghae?Aku pun mengerjapkan mataku. Ya..aku tak bermimpi. Pria itu adalah Donghae. Aku pun segera membuka pintu rumah.

“ Donghae? Apa yang kau lakukan disini?” tanya ku sambil melihat ke sekeliling rumah, tidak ada satu kamera pun disana.

“ Aku khawatir padamu! Kau sudah tidak apa-apa kan?”tanyanya dengan wajah yang cemas, ia pun menyentuh keningku. “Tidak panas. Kau sudah baikkan ya?”

“A..Ne..” ucapku tergagap.

“Kenapa matamu terlihat sembab? Seperti habis menangis saja!” Ucapnya sambil tersenyum, Aku hanya terdiam mendengar ucapannya. Kau benar, Lee Donghae.. aku memang  telah banyak menangis hari ini.

“Chagi..Kau kenapa sih? Sepertinya kau memikirkan sesuatu yang lain! Hah..aku kecewa sekali, setelah pekerjaanku selesai aku langsung kemari untuk menemuimu! ku kira kau akan senang melihatku! Ternyata  Aku hanya mengganggu istirahatmu ya?”

“Ani..Tentu saja aku senang..Kau pasti lelah…”Ucapku sambil mengelus pipinya. Donghae terdiam dan ia meletakkan tangannya diatas tanganku agar tanganku tetap menempel dipipinya, “ Chagi..ini pertama kalinya kau berinisiatif menyentuhku..”

“Ehm?”

“Ya..biasanya aku yang selalu memulai skinship denganmu..”

Aku pun tersenyum mendengar ucapannya, “Sesenang itu kah?”

“Tentu saja aku senang! Itu artinya kau mulai merasa nyaman di dekatku!”ucapnya tersenyum, “chagi..aku harus kembali ke asrama sebelum manajer ku tahu..Kau sudah tidak apa-apa kan?”

“Ne..aku sudah baikan. Pulanglah..kau juga harus beristirahat!”

Donghae menarikku kedalam pelukannya,“Mimpikan aku ya..”

“Ehm” jawabku sambil mengangguk.

Ia pun melepaskan pelukannya dan kembali ke asramanya.

***

Hari Ketujuh.

Ini adalah hari terakhirku menjadi kekasih Lee Donghae, Hari ini aku memutuskan untuk tidak memikirkan apa yang akan terjadi setelah hari ini. Ya..aku berniat untuk menikmati kencan terakhirku dengannya. Aku tidak ingin merusak kebersamaan kami.

“Donghae…Aku tidak mau nonton film Horor!”

“Baiklah kalau begitu kita pilih film yang lain saja! Kau mau nonton apa?”

“Ehm..Film yang di studio dua sepertinya bagus..” ucapku sambil menunjuk ke sebuah poster.

Akhirnya Kami membeli dua buah tiket  film yang kutunjuk tadi dan ketika kami masuk ternyata studio itu sudah gelap, Donghae pun menggenggam tanganku dan menuntun ku sampai ke bangku kami. Film yang kami lihat ternyata bergenre romans, namun ternyata film itu berakhir dengan tragis dimana aktris utamanya diceritakan meninggal dalam sebuah kecelakaan.

“Jangan menangis..” Ucapnya sambil menyeka airmataku.

“Ah..aku cengeng ya..?” ucapku.

“Ani..kau sangat manis! Tapi jangan sering menangis ya..karena senyuman lebih cocok untukmu..Kau harus tahu bahwa kau itu sangat cantik ketika tersenyum.” ucapnya sambil mencubit pipiku. Aku pun langsung tersenyum mendengarnya, setelah selesai menonton Kami pun segera menuju ke Apkujong.

“Donghae!! Lihat!” ucapku sambil menunjuk sebuah Couple t-shirt.

“ Wae?”

“Kita pakai itu yuk!”

“Ah..shiro..” ucapnya malas.

“Ayo..ayo..ayo..ayo.” pintaku, entah darimana aegyoku pun muncul padahal selama ini aku tidak pernah bermanja-manja pada orang lain. Donghae pun tersenyum melihat sikapku dan akhirnya ia menuruti permintaanku dan akhirnya kami pun berdiri berdampingan di sebuah cermin di distro itu.

“Ehm..Berarti kita harus berjalan berdampingan terus nih.”

“Memangnya kenapa?”

“Kalau kita berdampingan kan gambarnya utuh berbentuk hati, tapi kalau sendiri-sendiri t-shirt ini jadi lebih mirip t-shirt orang patah hati!” ucapnya.

Aku pun hanya mengangguk pelan, kemudian kulihat bayangan diriku yang memakai t-shirt itu. Ah.. sebentar lagi akan ada gadis yang benar-benar patah hati.

“Chagi..Ayo kita ke Sungai Han!” ajak Donghae.

Dan kami pun menuju ke Sungai Han, lokasi yang menjadi tujuan terakhir dari kencan kami. Kami duduk berdampingan dan memandang sungai Han tanpa berbicara apapun hingga produser memberi kami tanda bahwa waktu kami hanya tersisa sepuluh menit.

“ Gomawo Hyojoo..karena telah memberikan kenangan indah untukku” ucap Donghae sambil menggenggam tanganku.

“Nado……” Aku tidak sanggup berkata apapun karena air mataku telah mendahuluiku. Donghae menyeka airmataku dan tersenyum,

“Chagi..aku sudah bilang kan kalau kau sangat cantik kalau tersenyum?”

“Ne..” ucapku sambil mengangguk, namun aku tetap tak bisa tersenyum padanya.

Donghae pun menarikku kedalam pelukannya, aku pun memeluknya dengan erat, aku ingin menghirup wangi tubuhnya untuk yang terakhir kali.

Setelah beberapa detik, ia pun mencium keningku dan melepaskan pelukannya.

“Jangan menangis lagi…”  Ucapnya.

Aku pun masih mematung ditempat itu ketika Donghae secara perlahan-lahan pergi meninggalkanku. Aku sama sekali tidak menengok ke belakang, aku tidak ingin melihat punggungnya yang menjauh dari ku. Aku pun terduduk kembali, ku lihat couple phones yang ku genggam. Haruskah aku mengirimnya sebuah sms? Jika aku memberikan tanda jika aku ingin tetap bersamanya akankah ia berfikir hal yang sama? Namun Komentar-komentar negatif yang pernah kubaca seakan muncul dihadapanku, aku takut..aku takut jika komentar-komentar itu menjadi kenyataan, aku takut jika Donghae benar-benar  akan melupakanku. Tapi aku sangat ingin berada disisinya..aku ingin menggandeng tangannya dan tertawa bersamanya. Aku pun menulis sebuah pesan,namun ketika hendak kukirim ternyata no ponsel Donghae sudah terputus. Para kameramen itu pun mematikan Kameranya.

“Terimakasih atas kerjasamanya.” ucap Kameramen berikut para staffnya, mereka pun membereskan perlengkapannya dan pergi meninggalkanku sendiri.

Setelah Kru Mnet Scandal pergi, aku pun duduk di tempat yang sama sebelum berpisah dengan Donghae. Aku menundukan kepalaku dan menangis, padahal ia baru pergi selama beberapa menit dan hatiku sudah sedemikian sakitnya hingga dada ini terasa sesak.

“Wah..kukira aliran Sungai Han sudah deras! Ternyata sungai di pipi Chagiya ku lebih deras! Kalau sudah begini, lalu apa yang harus kulakukan nih?” sahut seseorang di belakangku.

Aku pun menoleh pada sumber suara itu, Aku melihat Donghae berdiri sambil tersenyum.

“ Donghae? Kenapa kau ada disini?” ucapku dengan suara yang parau.

“ Aku kan tidak bilang ingin berpisah denganmu! Aku hanya bilang jangan menangis lagi..tapi ternyata kau tidak mendengarkan ucapanku ya?” ucapnya, Ia pun duduk disampingku dan menghapus airmataku. “ Persediaan air matamu banyak sekali sih?”

Aku tersenyum tipis mendengar ucapannya, kemudian aku pun memandang kearahnya.

“ Aku tahu kau pasti heran kenapa aku ada disinikan?” tanya nya.

“ Ne.. karena acara ini sudah berakhir..aku kira kau tidak akan menemuiku lagi..”

“ Kukira juga akan seperti itu..”

“ Lalu kenapa kau kemari?”

“ Teukie Hyung mengatakan padaku, Jika aku benar-benar menyukaimu maka aku harus berada disampingmu..tapi dengan syarat aku tidak melukai para fansku.”

“ Jadi karena itu kau tidak mengirimkan sms padaku?”

“ Ya kira-kira seperti itu..jadi untuk sementara kita sembunyi-sembunyi dulu, kelak fans kami pun akan mengerti dan mendukung kita.”

“ Kau benar-benar yakin kalau mereka akan mengerti?” tanya ku ragu.

“ Tentu saja! Mereka kan Elf! Elf itu adalah fans..ani..mereka itu adalah keluarga kami, mereka selalu ingin para anggota Suju mendapatkan kebahagiaan, dan jika mereka mengetahui kalau kau adalah sumber kebahagiaanku.. aku yakin mereka akan merestui kita.” Ucapnya sambil tersenyum, ia pun merangkul bahuku.

“ Chagi.. kau harus sabar ya pacaran denganku!”

Aku pun tersenyum dan mengangguk.

Donghae menatapku dengan lekat, “ Chagi..Saranghae” ucapnya.

“ Nado saranghae..”

Dengan perlahan Ia pun mendekatkan wajahnya padaku dan mengecup lembut bibirku.  Ah..seribu satu kata mungkin tidak cukup untuk menggambarkan bagaimana perasaanku saat itu.. O iya untuk Para Elf, kumohon secepatnya untuk merestui kami ya,  Aku akan mewakili kalian untuk menjaga Donghae. OK?? Gomawo^^.

The End.

16 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s