1001 wajah Heenim part 1

Standar

anyyeeooooonngg..aku author baru disini chulliemyoon disini…semoga menikmati semua post yang aku update yaaa…selamat membaca…

Cast : Kim Hui Choel / Heenim as himself
Hangeng as Manager Han
Lee Hongki as himself
Cho Kyuhyun as himself
Ahra as Cho Ahra – Lawyer

Genre : drama comedy

Heenim’s POV

“Mianhaeyo Tuan Kim…” kata seorang pria Cina.
“Tapi, bukan aku pelakunya. Kau harus percaya itu Tuan Han”, kataku membela diri.
“Entah harus percaya kau atau berita itu, yang jelas semua kontrak kerja sama dibatalkan oleh semua sponsor.”
“Mwo? Semua?” kataku terkejut.
“Ne, semua iklan, TV Show, drama, semua dibatalkan.”
“Omo!! Aku jatuh miskin??” kataku dalam hati.
“Dan untuk sementara kontrak kerjamu dengan SME dibatalkan, sampai semua masalah ini selesai.”
“Apakah tidak ada jalan keluar lain Tuan Han?”
“Sayangnya tidak…” kata Tuan Han sambil meninggalkanku di ruang make-up.

“Aishhh…” Apa yang telah aku lakukan sampai-sampai hal ini terjadi? Aku benar-benar tak tahu harus berbuat apa sekarang. Sebagai seorang actor yang lebih dari 10 tahun, baru kali ini aku mendapatkan musibah seperti ini?

Selang berapa lama, dua orang polisi berseragam menghampiriku yang masih mengenakan kostum dan make-up ala Lady Gaga.
“Tuan Kim, kami dari Kepolisian Seoul melaksanakan perintah untuk menahan Anda atas tuduhan kekerasan. Ini surat penahanannya. Jika Anda ingin menjelaskan kasus semua kasus ini, bisa dijelaskan di Kantor Polisi. Anda berhak didampingi oleh seorang pengacara.”

Sepertinya aku tidak begitu memperhatikan kata-kata polisi tadi, karena aku masih tidak percaya ini terjadi. Akhirnya aku pun digiring ke Kantor Polisi Seoul. Setibanya di kantor Polisi, aku langsung dimasukkan ke dalam salah satu sel yang berisikan 5 orang laki-laki kekar yang melihatku dengan tatapan seorang pembunuh begitu aku masuk. Tiba-tiba salah satu dari mereka mendekatiku, masih dengan tatapan membunuhnya. Dia mengamati aku dari atas sampai bawah. Mungkin mereka keheranan melihat dandananku yang seperti Lady Gaga. Gaya rambutku yang pirang dan dicepol dua, kanan dan kiri, ditambah lagi aku memakai baju hitam yang panjangnya hanya dua jengkal tangan dari pinggangku. Lelaki kekar itu sudah sepuluh senti jaraknya dari wajahku. Dapat kurasakan bau busuk keluar dari mulutnya.

“Hyung!!!” Untung saja asistenku, Lee Hongki menyelamatkanku.
“Gwenchana hyung?” Tanyanya khawatir.
“Ne, gwenchana”, jawabku dari balik sel penjara itu.
“Hyung, aku bawakan kau pengacara untuk mengeluarkanmu dari sini.”
“Mwo?” Kataku sedikit kaget karena kesigapannya bertindak.

Akhirnya aku dikeluarkan dari sel yang menurutku baunya seperti neraka. Tapi sayangnya aku belum diizinkan pulang karena aku harus diinterogasi dulu oleh pihak kepolisian, dan lagi, aku belum tahu siapa pengacaraku. Aku pun sampai di suatu ruangan di mana hanya ada sesosok wanita seumuranku. Berpakaian sangat formil. Dengan kemeja putih dibalut jas hitam dan rok hitam selutut, ditambah rambutnya yang panjang dikuncir kuda, membuat tampangnya kelihatan tua dengan kacamata di wajahnya.

“Naneun… Cho Ahra imnida”, katanya sambil membungkuk.
“Kim Heechul imnida”, balasku.
Tak lama, seorang polisi datang dan langsung menginterogasiku.

*** Beberapa jam yang lalu ***

“Aishhh… aku lelah sekali”
“Hyung, ini minumlah, untuk menghilangkan hausmu”, kata Lee Hongki, asistenku.
Malam ini sangat melelahkan bagiku, karena aku harus tampil selama kurang lebih 2 jam di hadapan para Petals (sebutan untuk fansku). Aku yang menutup penampilanku dengan cover Lady Gaga segera membenamkan diri di sofa di dalam ruanganan make-up. Tak lama, Tuan Hangeng, manajerku datang menghampiriku.
“Kerja bagus Tuan kim”
“Terima kasih Tuan Han”
“Jika ka uterus berprestasi seperti ini, SM Entertainment akan sepenuhnya jadi milik kita.” Katanya sambil pergi meninggalkan aku dan Hongki di ruang make-up dengan menepuk bahuku. Aku dan Hongki hanya bisa saling berpandangan mendengar perkataan Tuan Hangeng.
“Cih… dasar… Hanya materi saja yang dipikirkan pria cina itu”, kataku kesal.
“Sudahlah hyung, lupakan saja. Aku ke mobil sebentar ambil baju gantimu.”
“Baiklah, aku juga mau ke toilet sebentar.”

Entah kenapa, dandanan Lady Gaga ini telah menguras tenagaku sampai-sampai aku tak punya waktu ke toilet saat jeda iklan selama pertunjukan berlangsung. Dengan sepatu hak tinggi yang kupakai, aku dapat mendengar sendiri langkahku. Sesampainya di toilet, aku mempercepat “kegiatanku”, takut-takut Hongki lama menungguku. Tapi ketika selesai dan hendak kubuka pintu toilet, seketika kepanikanku muncul. Pintunya terkunci dari luar. Kugedor-gedor pintu itu sambil berteriak minta tolong, dan tiba-tiba…

“Bbuuukkk!!!”
“Gubrakkk!!!”
Aku mendengar suara, seperti suara tibih terhempas. Sepertinya aku salah, karena suara gaduh itu tak berhenti seperti dua orang yang sedang bergulat. Sampai akhirnya…

“Praaaaanggg!!!”

Seseorang telah memecahkan sesuatu, aku yang masih terkunci di toilet itu hanya terdiam, sampai kegaduhan itu berhenti dan aku mencoba membuka kembali pintu itu. Ajaibnya, pitu itu jadi mudah dibuka. Betapa terkejutnya aku melihat seseorang terkapar tak berdaya berlumuran darah yang tubuhnya dipenuhi serpihan percahan kaca.

“Ahjussi, gwenchanayo?”
Aku berusaha mebangunkannya sambil menepuk-nepuk pipinya yang berlumuran darah. Alhasil darah itu menempel di tanganku.

“Cekrek…”
“Cekrek…”

Tiba-tiba kulihat sinar yang seperti kilat dibarengo bunyi itu. Aku yang kesilauan sedikit menutupi mataku dari sinar itu dengan kedua tanganku yang berlumuran darah.

“Yak!!! Apa yang kau lakukan?”
Aku tak percaya ini! Ada seseorang yang membuatku dalam keadaan begini. Kuhampiri orang itu sambil berusaha kuambil kamera di tangannya, kami sempat bergumu, hamper saja bisa kuambil kamera itu ketika tiba-tiba Hongki datang…

“Hyung, apa yang kau lakukan??”
Aish… kalau saja bocah berambut pirang itu tak datang, aku [asti sudah mendapatkan kamera itu. Aku hanya bisa memandangi laki-laki itu dari kejauhan. Perasaanku jadi tak enak dengan kejadian ini.

****

“Ahra noona, biar kuantar kau sampai depan rumahmu. Hari sudah malam, taksi pun tak kan ada.” Kata Hongki kepada Cho Ahra, pengacaraku.
”Mmm…baiklah”

Hongki berada di kursi supir, sedangkan aku duduk di belakang karena Nona Cho duduk di kursi sebelah Hongki. Sampai saai ini, aku belum berbicara langsung dengannya, karena sekeluarnya kami dari kantor polisi, dia begitu sibuk dengan handphone di tangannya.

“Tuan Lee, apakah kau sudah menemukan supir baru untukku?? Apa? Belum? Baiklah…” Kata Cho Ahra seraya menutup telepon.
”Noona sedang mencari supir baru?” tanya Hongki.
”Ne, supirku yang lama sudah pensiun, tapi sampai saat ini aku belum menemukan penggantinya.”
”Ooo…”
”Hongki, aku turun di sini saja.”
”Ohh… baiklah noona.”
”Tuan Kim, aku pamit.”
”Tunggu sebentar nona Cho, aku ingin bicara…”

Aku pun ikut keluar mobil. Lumayan lama kami berdiskusi. Akhirnya aku meninggalkan nona Cho dan masuk mobil.
PLETAK!!!!
”Aduh…sakit Hyung… apa salahku??” Kata Hongki meringis kesakitan sambil memegangi kepalanya.
”Kenapa kau menyewa pengacara wanita hah??? Memang stok pengacara pria sudah habis??” Kataku kesal.
”Ani… Dia itu kakak temanku. Aku tidak punya kenalan pengacara selain Ahra noona.”
”Aissshhh…”

Malam ini aku menginap di rumah Hongki, karena pihak sponsor telah mengambil barang-barang mereka yang ada di apartemenku. Karena mereka telah membatalkan kontrak kerja samanya denganku, bahkan apartemenku sudah disegel. Untung saja Hongki sudah mengepak barang-barang keperluanku.

Keesokan harinya…

”Hyung, ayo kita berangkat”
Aku mengikutinya dari belakang. Aku jadi ingat pembicaranku dengan nona Cho. Aku memintanya untuk jangan pernah bertanya identitas asliku. Ya, selama kurang lebih 10 tahun menjadi arrtis, aku taj pernah membiarjan orang lain tahu identitas asliku. Itu prinsipku. Maka dari itu, setiap aku tampil di depan publik, aku selalu memakai ”wajah” lain. Satu-satunya orang yang tahu wajah asliku hanyalah Hongki, asistenku sekaligus mantan adik kelasku waktu di SMA dulu.

Dengan jas dan celana hitam, tak lupa kupasang masker di mulutku, kacamata super besar yang hampir menutupi setenah wajahku, aku menuju ke Kantor Polisi Seoul untuk menyelesaikan semua masalah kemarin di dampingin pengacaraku. Hongki tidak bisa hadir karena kusuruh dia mengurus semua keuanganku.

Ketika di kantor polisi, aku sedikit bersitegang dengan salah satu polisi karena aku menyangkal bahwa pelaku kekerasan di foto-foto itu bukan aku. Di foto-foto itu, aku lihat seseorang yang berdandan ala Lady Gaga yang sama persisi denganku, pada malam itu sedang menghajar habis-habisan lelaki yang sudah berlumuran darah.

”Itu bukan aku nona Cho, aku bersumpah! Saat kejadian itu berlangsung, aku sedang terjebak di salah satu toilet itu!!!” Jelasku meyakinkan nona Cho.
”Mmm…Tuan Kim, aku menghadap inspektur dulu”
”Kau harus percaya padaku nona Cho…” aku menarik tangannya dengan tanganku yang terbungkus sarung tangan hitam.
”Aku harus mengurus jaminanmu dulu, supaya kau tidak perlu dipenjara”
Aku pun langsung melepaskan tangannya dari tanganku.

Sudah satu minggu kasusku bergulir, tapi tak ada perkembangan berarti. Malah memperburuk statusku, karena banyak bukti yang menyudutkanku.

”Hyung, bagaimana kalau kau bekerja sebagai supir pribadi Ahra noona??” gumam Hongki mengejutkanku.
”Mwo??!”

To be continued…

Author : chulliemyoon
Fb:indah nia kurnia
Twitter:mignonne_indah

9 responses »

  1. kekeke~~ mv y eon bnyk typo nya..maklum wktu ntu blm terbiasa ngetik ff.. lg c eonnie g dcek dlu c,,mlh langsung dpublish pdhl dh lama aq slese ngetikin ni part…🙂

    hee oppa,, sbgai dongsaeng yg baik, aq slalu percaya padamu.. saranghae oppa,, org jahatnya pasti ntr dtangkep.. *sok tau bener* hahaha..

    ayo publish lanjutannya eon… udh brp part yg siap? hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s