Clumsy Girl and Rebellious Boy – Part 1 of 2

Standar

Annyeonggggg…. Sebelumnya saia ingin memberitahu kalau ff ini terinspirasi dari sebuah manga. Bukan maksud plagiat. Tapi karena suka banget sama tokoh komik ini, author berinisiatif mencoba mengganti tokoh-tokohnya dengan member SUJU. Walaupun cuma diubah sedikit, tapi semoga bisa diterima oleh kalian semua. Semoga kalian suka yaaa…

Jangan lupa komen setelah membaca.. gomawo *bow*

“Bus… Kyaaaa busnya jalan. Tungguuuuuu!!!!!”

Annyeong haseyo… Kim Heenie imnida. Mulai hari ini aku menjadi seorang mahasiswa. Sekarang ini aku sedang terburu-buru karena ada janji dengan pacarku, Choi Siwon.

TREEEKKK

“Ah, gumawo ahjussi” untung saja sopir bus ini mau berhenti sejenak. Aku pun masuk dengan tergesa-gesa. BRUK!! Aku menyenggol bahu seseorang. JEGLEK!! BRUK!! Jalanan sepertinya sudah rusak, aku jadi menubruk pria di hadapanku. “Aduuhh… mianhae” ucapku sambil membungkuk minta maaf, namun keseimbanganku tidak terlalu baik sehingga akupun menubruk LAGI tubuh pria ini. “Ah, mianhae.. mianhae…” ulangku terus sambil menggapai pegangan di atasku, namun tiba-tiba sopir mengerem mobil secara mendadak dan alhasil GEDUBRAK!!! BRUKK! Akupun terjatuh di dalam bus.

“Ya! Kau ini kenapa sih? Cepat bangun, berdiri yang tegak. Pijakkan kuat-kuat kakimu ke lantai.” Teriak pria yang kutubruk tadi sambil menggenggam bahuku kuat.

“Ne… mianhae”

“Teruslah begitu, dan pegang ini kuat-kuat… Aishhh, jinja! Keterlaluan!” lanjutnya lagi sambil meraih tanganku ke pegangan lalu menepuk rokku dari belakang.

“Kyaa!!” teriakku refleks.

“Kenapa teriak? Aku membersihkan debu di rokmu.” Jelasnya.

“Mi, mianhae.. habis, refleks…”

“Hhhh… makannya aku tidak suka perempuan! Biang ribut.” Keluhnya. “Ingat ya, aku tak tertarik sama perempuan! Jangan ngomong dan berpikiran macam-macam!” lanjutnya. Semua orang menatap kami. Ada yang tertawa, ada pula yang merasa kasihan denganku. ‘Benar-benar menyeramkan, aku dimarahi… Tapi ini karena kecerobohanku sendiri’ batinku dalam hati.

Ya, aku memang ceroboh. Sangat ceroboh dan itu tidak pernah berubah dari dulu hingga sekarang. Sampai-sampai kakakku sempat menunda pernikahannya karena tidak bisa membiarkanku sendirian. Ya, semenjak kematian kedua orang tua kami, aku hanya tinggal berdua dengan kakakku yang terpaut usia 7 tahun. Namun aku berusaha keras agar ia mempercayaiku. Setelah lulus SMA aku memutuskan untuk tinggal sendirian di sebuah apartemen sederhana dan meminta kakakku segera menikah dengan tunangannya. Siwon pun berhasil meyakinkan kakakku dengan mengatakan bahwa dia akan selalu menjagaku. Ya, Siwon memang selalu bisa di andalkan. Kadang aku merasa sangat tidak berguna dengan kecerobohanku dan merasa sangat tidak percaya diri. Namun Siwon selalu di sampingku setiap kali aku merasa tidak berguna. Dia memang pria yang baik walaupun sifatnya yang dingin selalu membuat orang salah paham padanya. Ditambah lagi dia sangat jago berkelahi sehingga sejak SMP banyak sekali preman-preman yang ingin menantangnya, walau akhirnya mereka tetap saja kalah.

<Someone’s POV>

“Ya! Kamu ini kenapa sih? Cepat bangun, berdiri yang tegak. Pijakkan kuat-kuat kakimu ke lantai.” Teriak seorang pria dengan lantangnya. Aku pun mencari-cari sumber suara. Ada apa sebenarnya?

“Ne… mianhae” ucap si gadis. Aku tidak terlalu jelas melihat wajahnya karena terhalang tubuh pria jangkung itu.

“Terus begitu, dan pegang ini kuat-kuat… Aishhh, jinja! Keterlaluan!” lanjutnya si pria sambil menepuk rok gadis dihadapannya.

“Kyaa!!” teriak si gadis.

“Kenapa teriak? Aku membersihkan debu di rokmu.” Jelasnya.

“Mi, mianhae.. habis, refleks…”

“Hhhh… makannya aku tidak suka perempuan! Biang ribut.” Keluhnya. “Ingat ya, aku tak tertarik sama perempuan! Jangan ngomong dan berpikiran macam-macam!”

“Ah gadis itu…” ucapku tanpa sadar ketika melihat wajah si Gadis. Kim Heenie, teman satu jurusanku yang terkenal dengan kecerobohannya saat penerimaan mahasiswa baru.

“Kasihan dia, Kim Heechul memang begitu sih…” ucap seorang pria mengejutkanku dari belakang. Aku menoleh ke hadapannya. “Eh??” tanyaku.

“Teman SMU” jawabnya. “Dia terkenal juga loh!” lanjutnya sambil tersenyum. “Eh sepertinya kau kenal dengan gadis yang malang itu?” Tanyanya.

“Oh, ne, dia teman satu jurusanku. Ah, Shim Min Ah imnida. Aku juga tahu tentang kamu, si Tampan Cho Kyuhyun yang terkenal sebagai playboy.”

“Wah, dikenal gadis cantik sepertimu merupakan suatu kehormatan” jawabnya. “Kalau ku ajak jalan-jalan kamu mau?” lanjutnya dengan senyum evilnya yang khas. Sangat menggoda.

“Hmmmm…”

“Ah tidak… mula-mula, aku harus menaklukkan gadis malang itu.” Potongnya tiba-tiba sambil memandang gadis ceroboh itu. “Pendekatan baru akan di mulai” lanjutnya.

“Apa? Si Kim Heenie? Apa menarinya anak ceroboh seperti itu?” tanyaku heran dengan nada jengkel. Masa gadis secantik aku dibandingkan dengan gadis ceroboh seperti Kim Heenie? Halloooowww? Apa kata dunia? *NAGABONAR Mode:ON* ^.^

“Aku punya alasan mengincarnya.” Ujarnya sambil mengembangkan evil smirk nya.

—000—

Bookstore

“Semua jadi 54000 rupiah *author g ngerti mata uang won. Jadi anggap rupiah dulu aja :)*

“54000…hmmm cukup ga ya??? Ah, ini dia…” ucapku sambil memberikan uang. “Terimakasih” lanjutku sambil berlalu keluar dari took buku.

TAP!! Siwon memegang pundakku sambil menunduk. “Bukunya mana?” ucapnya sambil mendelikkan matanya ke arah kasir. Aku pun tersadar akan kecerobohanku. “Ah iya, mianhae…” ucapku pada kasir yang tersenyum ke arahku. Benar-benar ceroboh!

“Baiklah, sekarang kita mau kemana?” Tanya Siwon seraya meninggalkan toko buku sambil mengarahkan tangannya kepadaku..

“Jalan-jalan saja yuk, cuacanya bagus.” Jawabku sambil menyambut genggaman hangatnya.

“Gimana suasana kampus? Kamu sudah terbiasa?” tanyanya

“Ne, sebenarnya aku ingin masuk universitas yang sama denganmu. Tapi aku tidak yakin dengan kemampuanku, hehhee… tapi yang ini juga cukuplah, toh dekat dengan kampusmu. Jadi tidak sulit bagi kita untuk bertemu. Oh iya, waktu itu di kampus aku sempat kesasar loh. Tapi, ada orang baik yang mengantarku. Namanya Cho Kyuhyun. Aku senang sekali.” Jelasku panjang lebar. Dia pun tersenyum simpul mendengar ceritaku. Senyum yang meneduhkan. Dia sangat jarang tersenyum di hadapan orang lain. Tapi dia bisa dengan mudahnya tersenyum di hadapanku. Apalagi setiap kecerobohanku kambuh. Namun ia tidak pernah marah dengan kecerobohanku ini walau sebenarnya sering kali merugikan dirinya. Ia hanya menanggapinya dengan senyum. Kedua sahabatku saja sampai geregetan dengan sikapku. Apalagi Lee Hee Yoon. Dia selalu terang-terangan menghina kecerobohanku. Sedangkan Oh Ha Ni lebih tenang dan sabar.

Saat kami melewati taman, kami melihat seorang nenek bersama cucunya yang berada di atas pohon. Anak kecl itu terlihat ketakutan.

“Permisi, maaf mengganggu, bisakah Anda menolong cucu saya? Dia tidak bisa turun.” Ucap si enek memohon.

“Ah, ne halmonim…”jawab Siwon sambil langsung naik ke atas pohon. Seketika itu aku mendengar suarang barang terjatuh. Aku pun menoleh ke sumber suara.

BRUK!!! “Ah.. berantakan deh” ucap seorang gadis yang sangat ku kenal. Ya dia adalah Shim Min Ah, teman satu jurusanku. Dia sedang bersama temannya berjalan menuju halte dengan membawa banyak tas belanja.

“Sudah kubilang, jangan berlebihan belanja walaupun sedang obral besar-besaran. Lihat kan sekarang kau kesulitan membawanya. Ayo cepat busnya sudah hampir sampai. Nanti kita ditinggal.” Omel si teman panjang lebar sambil memungut tas-tas belanja yang berserakan di bawah.

“Ah iya, cepat ambil” ucap Min Ah sambil mengambil tas-tas belanjaannya. Karena terburu-buru ia pun menjatuhkan tas yang daritadi dikalungkannya di lengan. “Kya,, busnya datang! Ya! Tunggu, busnya pergi!” teriak mereka bersamaan.

“Min Ah-ya, palli!!” ujar temannya. Mereka pun akhirnya berlalu ke dalam bus.

Aku yang melihat tas Min Ah tertinggal mencoba memanggilnya.

“Min Ah-ssi, tunggu! Tasmu! Tasmu ketinggalan…!!!” teriakku namun mereka terlanjur masuk ke dalam bus. “Yah, pergi deh…”ujarku putus asa. Aku pun meraih tas tersebut kemudian berbalik menuju taman menghampiri Siwon.

“PENCURIIII!!” teriakku refleks ketika segerombolan anak SMU berusaha menarik tas dari tanganku. “Pencuri! Pencuri!!! SIWON-AH… tolong!” teriakku memanggil Siwon. “Kembalikan!” ujarku sambil berusaha menarik tas tersebut hingga tas itu lecet terbeset batu taman. SYUT!! Tas itu berhasil mereka rampas.

“HEENIE-AH…” teriak Siwon dari bawah pohon. Ia baru saja menurunkan anak kecil tadi, lalu segera berlari mengejar gerombolan anak SMU itu. SRAK!! Siwon melompati pagar tanaman dan berdiri tepat di hadapan gerombolan tadi.

“CIH” ucap salah satu dari gerombolan itu.

“Anak SMU… Kembalikan!” Ucap Siwon dingin sambil membentangkan tangannya.

“Huh, apa katamu? Dasar sok jago!” ucap pria paling depan dengan smile gum nya.

“Ini bukan main-main. Kami berlima” ujar seorang lagi. Wajah manis dan kulit putihnya tidak menunjukkan bahwa dia seorang berandalan. “Serang diaaa!!!” ucap seorang lagi..

Mereka pun satu per satu memukul Siwon dengan bertubi-tubi. Namun dengan mudah Siwon merubuhkan mereka berlima. Bruk! Plak! Duk! Buak! Gdebuk! Gubrak! Duak!!!

“AAAARRGGHHH!!!!” raung mereka kesakitan. “Aduh…” ucap seorang yang paling gembul. “Hahaha… iya, ini saya kembalikan” ujarnya. Namun ketika Siwon akan mengambil tas tersebut. Seorang pria lagi yang berperawakan tinggi seperti dirinya sedang mengarahkan sebongkah batu besar ke kepalanya. Dengan sigap, Siwon yang menyadari hal itu langsung menghentakkan sikunya ke belakang hingga si pria tadi tersungkur. Dan terantuk batu yang ia pegang tadi. “Adudududuuuhhh…” erangnya. Kelima orang itu sudah terkapar lemah.

—000—

Keesokan harinya

“Omo! Apa ini?” ucap MinAh shock melihat keadaan tasnya yang sudah lecet sana-sini.

“Mianhae MinAh-ssi, itu kebaret batu waktu mereka mau merebutnya… mianhae, mianhae” ucap Heenie sambil terus membungkukkan tubuhnya dan meminta maaf.

“Ya Tuhan, tasku. Aku sudah melaporkan kehilangan tas. Aku pikir polisi setempat yang menemukannya. Lalu kau menelepon kalau kau yang menemukannya. Tapi kenapa jadi lecet seperti ini?” ucapnya masih dengan keadaan shock.

“Kalau saja kau tak ambil…tidak mungkin akan dijambret. Tidak mungkin tasku jadi rusak begini! Ini kan tas baru. Harganya saja lima ratus ribu!” lanjutnya sambil berteriak histeris.

“Hah 500.000?” ucap Heenie tercengang. ‘Tas kulit sekecil itu 500.000?’ batin Heenie masih terkejut.

Lalu Shim MinAh dan temannya pun berlalu meninggalkan Kim Heenie sendirian.

“Omo! Apa-apaan parempuan itu? Kejam sekali kata-katanya itu. Heenie kan bermaksud baik” ucap Oh Hani.

“Iya, nggak tahu terima kasih!” ucap Lee Heeyoon.

Hani dan Heeyoon yang dari tadi mencari Heenie, terkejut melihat kejadian tadi. Mereka pun segera menghampiri Heenie.

“Heenie-ah, sudah jangan dipikirkan. Lupakan saja!” hibur Hani lembut.

“Ne, lupakan saja! Lagipula tasnya dijambret kan bukan salahmu. Cuma karena lengah saja kan?” ucap Heeyoon yang juga mencoba menghibur Heenie. “Dan lagi, biarpun tas itu jadi rusak karena kecerobohanmu, kamu tak usah khawatir…” lanjutnya, yang membuatku jadi makin merasa bersalah.

“Ya! Heeyoon-ah lebih baik kau diam saja. Ucapanmu itu tidak menghibur sama sekali” PLETAK!! Ucap Hani sambil menjitak kepala Heeyoon.

“Aku mau kerja” ucap Heenie tiba-tiba.

“Eh??” Tanya Heeyoon dan Hanie bersamaan.

“Kecerobohanku ini merugikan orang lain. Pokoknya sudah kuputuskan. Aku harus ganti rugi. Aku harus kerja! Kim Heenie, Fighting!!!” ucap Heeni menggebu sambil mengepalkan kedua tangannya menyemangati dirinya sendiri.

—000—

<Author’s POV>

Di sebuah halte bus di dekat taman terlihat beberapa murid SMU yang baru saja pulang sekolah.

DUK!!

“Ya! Tunggu, sakit tahu” ucap salah satu anak SMU yang berjalan bergerombol dengan keempat temannya. Ia memegang kerah seorang anak SMU berkacamata. Kim Ryeowook. Itulah nama yang tertera di baju anak itu. Ryeowook terlihat ketakutan dengan orang di hadapannya ini. Lee Hyukjae. Nama yang tertera di seragam pria yang memegang kerahnya sambil mengancam. Ia dan keempat temannya adalah segerombolan geng yang suka berkelahi dan mencari masalah.

“Kau mau pergi begitu saja setelah menabrakku Kim Ryeowook? Hah?” ancamnya sambil memamerkan smile gum nya.

“Oi!!!” ucap seseorang di belakang mereka. “Ada apa ini?” lanjutnya.

“Ah, Kim Jongwoon?” ucap mereka berlima serempak.

Tidak jauh dari keberadaan mereka, terlihat Cho Kyuhyun menghentikan langkahnya ketika ia mendengar nama yang telah dikenalnya. Kim Jongwoon. ‘Kim Jongwoon? Apa yang ia dan temannya lakukan?’ batinnya dalam hati.

“Dia…dia…” Ucap Lee Hyukjae tergagap.

“Tidak ada apa-apa kok hyung, kami cuma ngobrol.” Elak salah satu dari 5 grombolan tadi. Lee Donghae.

“Ah, kamu sudah boleh pergi… anyeong” ucap pria yang paling tinggi, Zhoumi.

“Selamat jalan…” seru pria berikutnya, Hankyung.

“Besok kita bertemu lagi ya…” lanjut pria paling subur, Shin Donghee.

“Kalian melakukan perbuatan jelek lagi ya? Eunhyuk?” Tanya Jongwoon kepada Lee Hyukjae

“Eh enggak kok hyung…” elak Eunhyuk.

“Mana mungkin kami begitu?” lanjut Donghae.

“Iya, cobalah lebih percaya sama anak buah hyung…” timpal Shindong.

“Iya, bos harus percaya sama anak buah…” lanjut Hankyung.

“Benar itu hyung…” Zhoumi membenarkan.

“Yang tidak bisa dipercaya justru sikap sang ketua… Bukan begitu Yesung?” ujar seseorang yang baru saja datang kepada Jongwoon.

“Kamu mau cari gara-gara?” tanya Jongwoon.

“Kangin hyung…” ujar Eunhyuk memanggil pria tadi.

“Kamu kan hanya berdiri di atas nama orang lain. Ya kan? Kakakmu sendiri. Kau jadi ketua karena nama kakakmu, Kim Heechul” ucap kangin meremehkan Jongwoon.

“Neo!!!” ucap Jongwoon marah.

“Hah, rupanya tepat sasarannya. Kekuatan kita itu SEIMBANG…” ucap Kangin menekankan kata SEIMBANG.

“Tapi, akulah yang dipilih jadi ketua oleh mereka.” jawab Jongwoon tidak mau kalah. “Kamu mengerti? Ketua Geng Paran High School, Kepala, Bos, Pemimpinnya adalah AKU!” Lanjut jongwoon. “Bukan karena kakakku tapi karena kemampuanku!” Jongwoon benar-benar marah karena diremehkan oleh Kangin.

“Hhhh..mulai lagi” seru Donghae.

“Ini sih sudah biasa…” ujar Hankyung.

“Pasti bawa-bawa soal wibawa” lanjut Eunhyuk.

“Tapi, kalau sedang bicara apapun mereka memang selalu berbelok ke situ, hahahahaa…” timpal Zhoumi.

“Karena tak terpilih, kamu cari gara-gara, dasar muka TUA! Weeekkk” ejek Jongwoon sambil memeletkan lidahnya.

“Neo?! Kamu menghina! Aku juga bisa! Dasar makhluk aneh, kepala alien! Orang gila yang suka bicara dengan kura-kura! Akan kugoreng kura-kuramu itu”

“Huaaa jangan… ddangkoma adalah kura-kura kesayanganku. Tidak akan kubiarkan kau menyentuhnya.”

“Aku akan membawa anjingku untuk mencabik-cabik kura-kuramu itu”

“Jangan harap anjingmu kembali dengan selamat setelah menganiaya kura-kuraku”

“Sudah biarkan saja. Pokoknya suatu saat nanti kita harus balas dendam.” bisik Eunhyuk kepada keempat temannya.

“Ya, kita balas!” seru Donghae.

“Dia sudah memukul kita, harus dibalas.” Timpal Hankyung.

“Tapi, dia kuat ya…” ucap Zhoumi.

“Nanti dipukul lagi…” keluh Eunhyuk.

“Kan sakit…” balas Shindong.

“AH~!!” teriak Eunhyuk tiba-tiba sambil meninjukan tangan kanannya ke telapak tangan kirinya. “Waktu itu si perempuan teriak ‘SIWON’…jangan-jangan…”lanjutnya.

“Waduh..tidak mungkin melawan diaaaaa~~” ujar Shindong.

“Gawat. Kalau berhadapan dengan dia, kita…”

“Jadi…?” Tanya Zhoumi.

“Yah, terpaksa gagal..” jawab Eunhyuk.

“Cho Kyuhyun, kau sedang apa? Apa yang kau lihat?” Ucap seorang pria dengan berkacamata dengan pakaian kasualnya.

“Ah, Kibum-ah… tidak, aku hanya sedang melihat-lihat saja” jawabnya.

“Oh iya, bagaimana dengan Kim Heenie? Kalau tak cepat waktunya akan habis loh…” tanya Kibum sambil tersenyum manis.

“Iya tahu!” jawab Kyuhyun malas.

<Kyuhyun’s POV>

Aku kalah taruhan

(A few days before)

KB   : Oke, mobilmu untukku

KH   : Tunggu.! Itu tidak adil! (Saat itu Kim Heenie melintas di antara mereka)

Aku akan menaklukkan gadis itu dalam jangka waktu yang kau tentukan.

KB   : Menarik. Kalau begitu baiklah, saat itu mobilmu akan kukembalikan.

Ya, saat itu Kim Heenie tampak kekanakkan. Tak kusangka dia sudah punya pacar. Aku pun mulai mendekatinya dan membantunya macam-macam. Diawali dengan mengantarkannya ketika ia tersesat.

“Kyu itu hebat ya?”

“Iya, baik dan ramah.”

Kudengar bisik-bisik antara dia dan temannya. Lalu akupun pelan-pelan mengisyaratkan ke arah sana.

KH   : “Buru-buru? Ada kencan?”

HN   : “Ne… anyeong!!”

Aku yakin dengan segala kebaikanku ia bisa berpaling ke arahku. Tapi, dia sama sekali tak menyerah.

<Kyuhyun POV END>

Universitas

“Ah Heenie-ah, buru-buru sekali. Kau sudah mau pulang?” tanya Kyuhyun.

“Ne, aku harus pergi bekerja. Di Café dekat sini kok. Datanglah kalau mau. Anyeong” seru Heenie sambil berlari.

’Seperti apakah pacarnya?’ ucap Kyuhyun dalam hati.

Café

“Heenie-ah, ini pesanan Lemon Tea dan Mocca latté.”

“Ne, gomawo Henry-ssi” ucap Heenie pada salah satu pegawai café itu.

‘Nggg…ini dibawa kemana ya?’ clingak-clinguk! Hennie berfikir sambil melihat kanan-kiri. Ia lupa pelanggan mana yang memesan minutan yang ia bawa.

“Yang memesan Lemon tea dan Mocca latté siapa?” Teriak Heenie tiba-tiba yang membuat seluruh pelanggan terkejut. Bahkan ada yang menyemburkan minumannya dan tersedak karena terkejut.

“Heenie-ah… Kim Heenie…”  Heenie pun mencari asal suara.

“Itu pesanan kami, kenapa teriak-teriak segala sih?” ternyata itu adalah suara Oh Hani, sahabatnya yang datang berkunjung bersama Heeyoon.

“Ceroboh! Ceroboh! Jinja baboya!” rutuk Heeyoon. Heenie pun menghampiri mereka dan menyerahkan minuman tersebut.

“CEROBOH!” tekan Heeyoon.

“Mi, mianhae…” jawab Heenie bersalah sambil membungkukkan badannya.

“Sudahlah… omong-omong, café ini nyaman ya.” Ucap Hani.

“Ne, benar” jawab Heenie.

“Apa Siwon sering berkunjung ke sini?” tanyanya lagi.

“Iya, dia khawatir sekali.” Jawab Heenie

“Heenie-ah, tolong meja No.8” teriak Henry

“Ne…” jawab Heenie bergegas menghampirinya.

“Anyeong haseyo… maaf menunggu. Ini pesanan Anda.” Sapa Heenie lembut.

“Dasar ceroboh. Masa kopi dikasih garpu?” ucap si pelanggan sambil mengarahkan garpu kecil dipiring cangkirnya. “Kau ini tidak berubah ya” lanjutnya.

“Park Jungsoo? Kamu ke sini?” tanya Heenie takjub.

“Sendok! Sendok!” jawab Jungsoo tanpa menghiraukan pertanyaan Heenie.

“Ah, ada Jungsoo. Temannya Siwon.” seru Hani.

“Kita ke sana yuk” ajak Heeyoon.

“Jungsoo-ssi, apa kabar? Boleh bergabung?” tanya Hani.

“Ah, bolehkan?” Tanya Heeyoon. Belum sempat dijawabpun mereka berdua langsung duduk di sebelah dan di hadapan Jungsoo.

’Langsung duduk? Aku benar-benar tidak dihormati’ batin Jungsoo.

“Kerja apa sekarang?” Hani memulai percakapan.

“Jasa Angkut.” Jawab Jungsoo singkat.

<Author POV>

“Kecerobohanku di hari pertamaku bekerja. Semua mengerti perasaanku. Semua mengkhawatirkanku.” Ucap Kim Heenie dalam hati.

Di luar jendela tampak Shim MinAh yang memperhatikannya. Merasa sedikit bersalah.

“Jungsoo dan Siwon tetap berteman ya. Padahal waktu SMP kalian berkelahi terus. Apa itu persaingan? Tapi kalian tidak terlihat saling membenci…” ucap Hani.

“Ah, kami saling benci kok.” Jawab Jungsoo.

“Loh?” Tanya Heeyoon bingung.

“Waktu SMP dia pendiam. Tak banyak berubah. Tak seperti aku yang banyak bicara. Dia sulit dimengerti. Entah apa yang dipikirkannya. Justru itulah yang membuat kehadirannya terasa. Aku benci. Menyebalkan sekali. Raut wajahnya selalu serius. Hhhh… membosankan” cerita Jungsoo panjang lebar.

“Ah kasihan sekali.” ucap Hani.

“Sifatnya merugikan ya!” timpal Heeyoon

“Kalau sudah kenal, kita akan tahu kalau dia bukan orang jahat. Tapi, sifatnya itu tak berubah.” lanjut Jungsoo. “Saat itu, ketua geng Paran Junior High School…” Ia menghela napas sejenak. “Ada orang yang membenci Siwon mengatakan hal yang sama denganku. Orang yang gengsinya tinggi. Memang belum pernah ada tantangan berkelahi dari dia sih. Ng… namanya Kim Heechul.

Perpustakaan Universitas

<Heenie’s POV>

“Ah sudah jam 2. Aku harus bergegas ke Café” ujarku sambil melihat jam tangan di pergelangan tanganku. Aku pun segera keluar dari Perpustakaan. Saat ku buka pintu kaca untuk keluar, kulihat sebuah buku terjatuh. “Ah tunggu, buku Anda terjatuh” panggilku berusaha mengejarnya. “Hei, tunggu!!” panggilku lagi. “Ini…” ucapku sambil menyerahkan buku tersebut. Si empunya buku menoleh. ’Haaah?! Orang yang di bus!’ gumamku dalam hati. Aku memandanganya dengan takut-takut.

“I…ini..bukumu jatuh” ucapku terbata. Ku raih tangan kanannya dan meletakkan buku tersebut ke tangannya. Lalu berbalik memasuki universitas. “Anyeong” ucapku seraya berbalik. ’Aku harus segera pergi dari sini’ batinku. Namun aku merasakan ada yang menggenggam tanganku. Aku yang terkejut langsung berteriak refleks.*suka banget teriak-teriak* “KYAAAAAA!!!!” aku segera menoleh. Kulihat pria tadi terkejut mendengar teriakanku kemudian segera melepaskannya.

’Aduh, gawat! Terulang lagi! Wajahnya! Kyaaa~~ aku akan dimarahi lagi’ batinku.

“Em..” ucapnya ragu.

“Ah, mi.. mianhae… a, aku takut kamu… berbuat ja..hat..” ucapku terbata.

“Aku…” ucapnya lagi.

“Ah.. eng..enggak. Bu..bukan takut… Tapi.. i..itu gerak re..flek…” potongku masih dengan terbata karena rasa takut yang menggerubungiku.

“Aku…” lagi-lagi ia berusaha bicara, namun segera kupotong lagi.

“Ah, bu…bukan berbuat jahat.. Ta..takut dimarahi”

“A…” ucapnya lagi sambil menunjuk dirinya sendiri. Ia mulai terlihat tidak sabar. ”JANGAN KETAKUTAN BEGITU!!! AKU TAK AKAN MARAHHHH!!!” teriaknya menggebu.

”KYAAAAA!!! Mianhae…” teriakku ketakutan.

Hosh hosh hosh… ia terengah-engah karena habis berteriak.

“Aku… waktu itu terlalu banyak bicara… mianhae” serunya dengan wajah yang memerah kemudian berlalu meninggalkanku.

Ahh…  aku jadi ingat Siwon waktu SMA. Waktu itu aku juga ketakutan sampai menangis. Namun ia meminta maaf karena telah membentakku dan memohon padaku untuk tidak bersedih lagi. Mirip dengan yang tadi dikatakan pria itu.

’Aku harus segera minta maaf padanya karena telah bertindak bodoh. Tapi… rasanya kok sulit ya…’ aku terus bergumam dalam hati menimbang-nimbang apa yang akan aku katakan untuk meminta maaf padanya. Tanpa sadar aku terus mengikutinya dari belakang tanpa berbicara sepatah katapun.

“MAU MENGIKUTIKU SAMPAI KAPAN HAH?!” Teriaknya mengejutkanku, membuat tubuhku, yang memang keseimbangannya SANGAT BURUK, miring ke samping, tepat di mana kolam ikan berair mancur yang cukup besar bersinggah.

“Ahh…” teriakku mencoba menahan keseimbanganku, namun gagal. Pria di depanku yang berusaha menarik tanganku malah ikut terjatuh bersamaku. BYURR!!!. Aku memandangnya penuh ketakutan.

“Aisshhh…jinja!!! Hhhhh…” serunya sambil menundukkan kepalanya.

—000—

“Ini, handuk dan minuman hangat. Keringkan rambutmu itu” ujarnya sambil menyerahkan sebuah handuk kecil dan kopi hangat yang ia beli di minimarket. Kami duduk di sebuah bangku taman.

“Maaf merepotkan, aku memang ceroboh… aku…”

“Cerewet!” potongnya.

“Ah mianhae…”

“Ngoceh terus. Apa tidak bisa diam?” ucapnya ketus. Aku pun langsung diam seribu bahasa.

~~Siiiiiiiiinnnnggggg~~~

“Kamu siapa?” tanyanya memecah keheningan.

“Eh?” tanyaku bingung.

“Namamu siapa?” terangnya.

“Ah, Kim Heenie imnida.”

“Oh… choneun Kim Heechul imnida” jawabnya datar.

—000—

Café

<Kyuhyun’s POV>

“Annyeong, maaf menunggu lama…” ujar Heenie sambil membawakan minuman kami.

“Kami datang lagi….” ucap Heeyoon.

“Dia lagi senggang, jadi kuajak saja” jelas Hani sambil menunjuk ke arahku yang duduk di hadapan mereka berdua. ’Yah, sebenarnya malas…’ batinku.

“Ngomong-ngomong, sudah lama ga ketemu ya. Kemana saja ya dia?” ujar Hani kepada Heeyoon ketika Heenie meninggalkan meja kami untuk kembali bekerja.

“Iya ya, apakabar pacar si bodoh itu?” Seru Heeyoon.

“Lama ga ketemu. Pasti ga berubah ya?” timpal Hani.

“Pacar Kim Heenie?” tanyaku penasaran.

“Iya, dia… Ah itu dia, panjang umur sekali. Baru saja dibicarakan.” jawab Hani sambil memandang ke arah pintu masuk. Aku pun mengikuti pandangannya. GLEK!! ’Ah, kalah’ batinku ketika melihat sosok pria yang disebut sebagai pacar Kim Heenie tadi. Kenapa kalah? Baiklah, biar kudeskripsikan saja dia dan silahkan bandingkan denganku.

1.      Tubuhnya tinggi tegap. Dengan kemeja lengan pendeknya, otot lengannya tampak dengan jelas. Tubuhnya bagus. Sedangkan aku terlihat kurus bila dibandingkan dengannya. Ditambah lagi tingginya melebihi tinggiku yang 180 cm ini.

2.      Wajahnya tampan. Sebenarnya aku tidak kalah tampan. Tapi aku tidak punya lesung pipi. Dan dia memiliki lesung pipi yang sempurna di kedua pipinya. Aku melihatnya dengan jelas saat itu tersenyum menghampiri Heenie. Ditambah lagi dia tidak berjerawat. Sial! Wajahku masih suka timbul jerawat bila aku lupa membersihkannya.

3.      Tatapan matanya. Saat masuk tadi. Matanya terlihat tajam sekali. Namun dapat langsung berubah dengan tatapan lembut saat ia menghampiri Heenie. Ya! Apa bagusnya gadis itu hingga bisa membuat pria ini jatuh cinta padanya. Bahkan dengan tatapan mata seperti itu. Benar-benar membuatku muak. *sebenernya iri karena kalah saing*

Ah sudahlah. Aku tidak mungkin menang melawan dia. Selamat tinggal mobilku. “Arrrhgggg sial!!!!!!” Akupun memutuskan untuk meninggalkan café tanpa pamit dengan mereka semua. Pacar si bodoh bahkan belum sempat menghampiri kami.

Semua usahaku kali ini sia-sia. Semua keramahanku, pujianku untuk gadis bodoh itu. Arrggghhh!! Jinja baboya. Hanya untuk gadis seperti itu! Gadis bodoh, ceroboh, dan tak berguna!

<Kyuhyun’s POV END>

(Di dalam Café)

Siwon menghampiri meja yang ditempati Hani dan Heeyoon. Diikuti Heenie yang sedang membawakan minuman.

“Ini?” tanya Siwon pada Hani dan Heeyoon mengenai tas yang ada di bangku.

“Ah, punya Kyuhyun” seru Heeyoon.

Heenie pun berlari keluar menghampiri Kyuhyun. Sedangkan Siwon mengikuti dari belakang dengan berjalan santai.

(Di luar Café)

“Kyuhyun-ssi… Tunggu! Ini ketinggalan” ucap Heenie sambil menyerahkan tas pada Kyuhyun.

SREK!! Kyu mengambil tasnya lalu berkata “Jangan sok ramah!” ucapnya ketus. Sikap baik dan ramahnya selama ini berubah 180º tanpa Heenie ketahui penyebabya.

“Eh?” tanya Heenie polos.

“Aku mendekatimu hanya karena mobilku akan kembali jika kau jatuh ke pelukanku. Kalau tidak, aku tidak akan berteman denganmu. Tak kusangka kamu punya pacar. Cewek sejelek kamu ini! Sudah Bodoh! Ceroboh! Apa bagusnya? Kalau tahu sejak awal, aku tidak akan melayanimu. Sudah pergi sana. Menjauhlah dariku!” jelas Kyuhyun panjang lebar dengan menggerakkan tangannya tanda mengusir.

GREB!! Dengan sigap Siwon meraih kerah Kyu dan menatapnya dengan dingin.

“Akh! Lepaskan” ucap Kyuhyun sambil menepis tangan Siwon hingga terlepas.

“Tarik ucapanmu!” ucap siwon dingin, tetap dengan tatapannya yang tajam.

“Apa-apaan sih? Ini kan kenyataan” jawab Kyu tidak mau kalah “Kamu juga payah! Apa bagusnya dia?” lanjutnya.

“Minta Maaf!” Ucap Siwon dengan menekankan setiap kata-katanya.

“Aku pulang!” ucap Kyuhyun sambil berlalu membalik badan.

“Hh, keras kepala” PLAK!! Tampar Siwon hingga Kyuhyun terjatuh. BRUK!!

“SIWON!” teriak Heenie.

“Ayo!” ujar Siwon sambil meraih pundak Heenie dan mengajaknya masuk Café.

“Uugghhh” erang Kyuhyun kesakitan. ’Namanya Fujiomi?’ batinnya. Ia pun langsung teringat percakapan antara anak buah Kim Jongwoon.

“Cuih!! Jadi dia?” ucap Kyu sambil membuang ludah yang bercampur darah dari mulutnya. ’Ingat saja! Suatu saat pasti akan kubalas!’ batin Kyuhyun…

TBC

Gimana? Gimana? Setelah baca jangan lupa komennya ya….

Ini bukan ff perdana saya, tapi ini ff pertama saya yang dikutip dari manga. Jadi, mianhae kalau terlalu mirip. Abis emang cuma berniat mengganti tokohnya aja, dan diberi tambahan sedikit.. hehehe ^^

Sekali lagi, ghamsahamnida udah mau baca… jangan lupa komen ya… *bow*

Kim Heenie a.k.a Cece imnida ^.^

Acc WP : siheekiloveme

6 responses »

  1. Bingung, chingu, bacanya
    Harusnya dijelasin lagi mereka lagi ngapain, trs gerak geriknya gimana
    Masih ada bahasa manganya
    Mian, chingu, sok ngritik
    Tapi bagus kok
    Penokohannya tepat
    Tapi kyu kok jadi kaya gitu? X(
    Walaupun tepat tapi tetep ngga relaaaaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s