Ye-Won (Your Maid) Part 3

Standar

Anyeongg lagi… Mianhae tadi aku salah post… Ini yang benernyah..

Aku mau lanjutin ceritanya yah…

Pada mau baca kan….

**********

Ye-Won (Your Maid) Part 3

***********

Sekitar jam tiga pagi Yesung terbangun dan kaget mendapati dirinya tertidur di kasur Siwon sedangkan Tuan Mudanya itu tertidur di sofa. Yesung bangkit dari posisi tidurnya dan kain kompres terjatuh ke pangkuannya.

‘Apa ini kerjaan Tuan Muda? Aku hanya ingat dia menggendongku, dan mengataiku merepotkan. Bukankah dia sangat sombong dan dingin? Kenapa bisa berubah 180 derajat seperti ini?’ pikir Yesung. Dia lalu memutuskan untuk keluar dari kamar Siwon sebelum dia bangun dan memarahinya lagi. Kondisinya sekarang sedang tidak baik untuk mendapatkan hal-hal buruk seperti itu.

Yesung masuk ke kamarnya dan segera berbaring di tempat tidur sambil menarik selimutnya sampai batas leher. Yesung masih belum tertidur saat appanya masuk ke dalam kamarnya dan duduk di tepi tempat tidurnya. Appanya mungkin tau kalau Yesung belum tidur. Tidak seperti biasa, appanya tidak menunjukkan tanda-tanda kemarahan.

“Aku melihat apa yang dilakukan tuan muda padamu tadi.” Kata appanya. Yesung hanya diam dengan posisi membelakangi appanya. “Tuan muda sepertinya sangat perhatian padamu.” Lanjutnya.

Yesung kemudian duduk dan menatap appanya. “Baru kali ini dia seperti itu. Memangnya kenapa?” tanya Yesung. Tidak biasanya appanya berbicara dengan nada biasa seperti itu.

“Ini bisa menjadi kesempatan. Kau harus bisa menggunakannya.” Kata appanya dengan senyuman licik di wajahnya. Yesung mengerutkan keningnya pertanda tidak mengerti maksud appanya.

“Aku tidak mengerti.” Kata Yesung datar. Appanya menghembuskan napas berat.

“Anak bodoh.. Dengar.. Setelah selama ini kau mengikuti Siwon dan tidak pernah mendapat perlakuan baik darinya, apa kau tidak sakit hati? Selama ini dia memperlakukanmu seperti budaknya. Tapi sekarang sepertinya perasaannya terhadapmu sudah berubah. Dia mulai menunjukkan sisi lembutnya. Ini bisa jadi momen yang paling baik untuk menuntut balas atas apa yang dia lakukan padamu.” Appanya mulai menggebu-gebu, namun Yesung tetap tidak menangkap maksud ayahnya dengan sempurna.

“Ini hanya kebetulan saja appa. Lagipula kalau Tuan Muda memperlakukan aku seperti budaknya, karena itu memang kenyataan. Dan aku tidak pernah memikirkan untuk melakukan balasan apapun, karena tidak ada yang perlu dibalas.” Kata Yesung. Dia sudah hendak kembali berbaring saat ayahnya mencengkeram tangan kanannya dengan kuat.

“Dengar yesung, kau masih ingin memanggilku appa bukan?” yesung mengangguk. “Tugas seorang anak adalah mematuhi dan menyenangkan hati orang tuanya. Dan sekarang giliranmu untuk membahagiakanku sudah tiba Yesung.. Caranya adalah dengan menggunakan Choi Siwon…”

Yesung menarik tangannya hingga terlepas dari cengkraman ayahnya. “Appa salah. Tidak ada kebahagiaan yang bisa didapatkan dengan cara MENGGUNAKAN seseorang, siapapun itu.” Yesung menekankan kata ‘menggunakan’.

PLAK!

Tamparan mendarat di pipi kanannya yang seketika terasa panas.

“Anak tidak tau terima kasih. Aku heran kenapa bisa memiliki anak sepertimu.” Kata ayah Yesung, sedikit membuatnya sakit hati.

“Heh..” Yesung tersenyum getir. “Bahkan aku lebih heran kenapa sampai sekarang aku masih memanggilmu dengan sebutan appa.” Satu lagi tamparan. Entah dari mana Yesung dapat kekuatan untuk melawan ayahnya. Bisanya dia hanya akan diam dan menerima perlakuan apa saja. Ayahnya sudah hampir melayangkan satu tamparan lagi saat Yesung menahan tangannya.

“Kenapa appa hanya bisa menamparku? Kalau memang tidak suka padaku, kalau memang aku merepotkan bagi appa, kenapa tidak usir saja aku? Atau bunuh saja sekalian, dengan begitu tidak ada lagi yang akan meresahkan appa. Ya kan? Aku punya batas appa, dan sepertinya kita sudah sampai di batas itu.” Mata ayah Yesung berkilat-kilat menahan marah.

“Aku bahkan sudah ingin melakukan itu sejak lama. Tapi tidak sekarang Yesungie anakku.. Suatu saat nanti.. Pasti.. Sekarang aku masih membutuhkanmu..” Ayahnya membelai kepala Yesung tanpa rasa kasih sayang, lalu meninggalkan Yesung di kamarnya. Satu persatu air mata menetes membasahi bantalnya.

Kebahagiaan tidak diciptakan untuk orang sepertimu, Yesung! Bahkan untuk mendapatkan hak yang paling sederhana dalam hidup setiap orang pun kau tidak boleh.. Kau tidak bisa mendapatkan hakmu untuk memiliki orang tua yang menyayangimu.. Yang menghiburmu saat kau sedih.. Yang mencium keningmu sebelum kau tidur.. Yang menghapus air matamu saat kau menangis.. Bahkan ibumu saja kau tidak tau seperti apa.. Apa lagi alasanmu untuk tetap hidup dalam kondisi begini? Kenapa masih hidup bila air matamu bahkan tidak akan cukup untuk menangisi kemalanganmu? Yesung berkata pada dirinya sendiri.

“Umma..” tangisnya. Bagaimana bisa ada kerinduan tanpa ada pertemuan sekalipun? “Umma dimana? Kemana aku harus mencari umma?” bantalnya sudah basah karena air mata. “Aku sakit umma… Kenapa tidak datang untuk memelukku? Kenapa tidak menyayangiku? Apa aku setidak berharga itu? Aku…” Yesung berhenti bicara, dia sudah terlalu lelah.. Terlalu sakit..

Tiba-tiba pintu kamarnya terbuka, namun Yesung tidak mempedulikannya. Dia tetap memunggungi pintu tanpa tertarik untuk melihat siapa yang datang. Kemudian yesung terkejut ketika sepasang tangan besar dan kuat mendudukkannya dan menyurukkan kepala Yesung ke dada orang tersebut. Orang itu membelai rambutnya perlahan, sangat lembut.. dan Yesung menyukainya..

Yesung tau itu adalah Siwon, Tuan Mudanya. Tapi untuk sementara dia ingin menikmati rasanya berada dalam pelukan hangat seseorang yang notabene belum pernah dia rasakan seumur hidupnya. Dia menangis lagi, mengeluarkan seluruh emosi yang selama ini dia tahan. Siwon membelai punggungnya, mencoba mentransfer kekuatan lewat sentuhannya.

“Hyung..” panggil Siwon. Untuk pertama kalinya Siwon memanggilnya dengan sebutan itu. “Maafkan aku…” kata Siwon penuh nada penyesalan. Yesung melepaskan pelukannya dan menatap Siwon dengan tatapan heran.

“Kenapa Tuan Muda harus meminta maaf? Minta maaf untuk apa?” tanya Yesung sambil menghapus airmatanya.

“Untuk tidak mengetahui penderitaanmu. Untuk menyusahkan hidupmu. Untuk menyakitimu. Untuk ketidak pekaanku atas luka hatimu. Maafkan aku untuk semuanya..” Siwon menundukkan kepalanya.

“Itu bukan salah Tuan Muda.” Jawab yesung singkat. Dia lalu merebahkan badannya di kasur lagi, merasa sudah ingin tidur untuk mengumpulkan lagi tenaganya.

“Kau bisa bercerita padaku tentang apa yang membuatmu menagis sesedih ini hyung.. Kau boleh menangis di dadaku selama yang kau mau. Kau boleh melakukan apapun agar kesedihanmu berkurang..” kata Siwon dengan nada lembut. Yesung merasa sedikit aneh.

“Aku hanya ingin tidur Tuan Muda..” Yesung lalu menarik selimutnya sampai menutupi dada.

“Not sleeping yet, Hyung.. Kau masih harus memakan bubur yang sudah susah payah kubuat sendiri ini. Rasanya memang kacau, tapi tenang saja, ini tidak mematikan.” Siwon mendudukkan Yesung kembali dan menyandarkannya ke bagian kepala tempat tidur. Dia lalu menyuapi Yesung dengan lembut, sama sekali tidak seperti Choi Siwon yang biasa.

“Terima kasih Tuan Muda..” kata Yesung tulus.

“Untuk?” tanya Siwon pura-pura tidak tau.

“Untuk membuatku merasakan rasanya dirawat saat sakit, untuk menyuapiku, untuk direpotkan olehku..”

“Dan untuk memaksamu minum obat.” Siwon memotong perbicaraan Yesung dengan memasukkan obat ke dalam mulutnya dan membantunya meminum air. Setelah itu dia memaksa Yesung meminum segelas penuh susu. Yesung tidak protes, tepatnya tidak punya waktu untuk protes karena itu terjadi begitu cepat.

Setelah itu Siwon membaringkan Yesung di kasurnya, membetulkan letak selimut agar menutupi seluruh badannya sebelum kemudian mematikan lampu.

“Terimakasih sekali lagi Tuan Muda..” kata Yesung sebelum Siwon keluar dari kamarnya.

“Ne, cheonmaneyo.. Dan tuan muda ingin kau sehat besok pagi untuk melakukan tugasmu. Good night Hyung.. Hmmm… Kau boleh bercerita tentang apa saja padaku.. Starting today, Feel free to tell me your sadness.” Siwon lalu keluar dan menutup pintu, tapi kemudian membuanya lagi. “Hmm.. By the way.. Don’t dream about me..” Siwon tertawa kecil sebelum benar-benar menutup pintu.

Bagaimana bisa seseorang seperti Tuan Muda Siwon menjadi berubah 180 derajat begini? Begitu hangat, begitu baik.. Bahkan dia orang pertama yang merawatku disaat sakit. Dia juga orang pertama yang memelukku saat aku menangis.. Tuan Muda Siwon? Ahh.. Membingungkan.. Tapi bukankah ini bagus? Aku ingin lihat apa ini bertahan lama atau tidak.

Dan appa? Apa maksud perkataan appa tadi? Aku merasa ada yang tidak beres, tapi aku tidak tau apa.

Yesung lalu memutuskan untuk tidur daripada memikirkan hal lain yang tidak ada gunanya.

8 responses »

  1. ayo appa… apa yang kau rencanakannn???

    Yeoboqu (baca:Siwon) mau di apain???
    *siap” asah piso*

    Yeobo udah baik,, jangan diapa”in yaaa… =p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s