Ye-Won (Your Maid) Part 4

Standar

Anyeongg… Ini lanjutannya.. Kalo pada bosen sama ceritanya bilang aja ya…

Ye-Won (Your Maid) Part 4

*********

YeSung sudah kembali ke rutinitasnya semula, kuliah sambil menjadi pelayan pribadi untuk SiWon. Dan SiWon juga sudah kembali menjadi dirinya yang semula, angkuh, dingin, sombong, dan tukang perintah.

“Ya! Cepat sedikit.. Aku bisa telat masuk ke klub Taekwondo.” Kata SiWon ketus. Seperti biasa, yeSung selalu menuruti apa yang diperintahkan SiWon. Dia membawakan semua perlengkapan SiWon, dan setelah itu baru kembali ke kelasnya.

Aku pikir dia sudah berubah.. ternyata masih sama saja.. Aish.. Orang sepertinya mana mungkin bisa berubah?’ pikir YeSung.

Dua jam kemudian YeSung keluar dari kelasnya dan mendapati SiWon sudah menunggu di depan pintu. Tanpa berkata apapun SiWon menarik tangan Yesung dan menuju kantin. Dia menyuruh Yesung duduk di salah satu kursi, dan Siwon duduk di kursi sebelahnya. Yesung hanya menuruttinya tanpa membantah. Siwon kemudian membuka tasnya dan mengambil kotak bekal yang dibawanya dari rumah, membukanya kemudian menyodorkannya ke dekat Yesung.

“Cepat makan.” Perintahnya. Yesung hanya bengong tidak percaya akan apa yang barusaja didengarnya.

“Aish.. Lama sekali orang ini..” Siwon mengambil kotak bekal itu lalu mulai menyuapi Yesung. Yesung benar-benar terkejut melihat aksi Siwon, dia menatap Siwon heran sebelum Siwon memberi isyarat untuk membuka mulut. Dia patuh saja, dia mulai makan dengan tenang dengan disuapi Siwon. Semua mahasiswi-mahasiswi yang melihatnya terheran-heran, ada yang menatap cemburu, ada juga yang men-death-glare Yesung karena merebut pangeran mereka.

Yesung mulai terlihat makan dengan terpaksa. Tiba-tiba dia tersedak, dan Siwon segera memberikan—tepatnya, meminumkan—segelas air padanya.

“Gwenchana?” tanya Siwon khawatir. Yesung mengangguk sambil mengatur napasnya. “Sudah kenyang?” tanya Siwon lagi. Yesungpun mengangguk lagi. Siwon lalu menghentikan suapannya. Dia lalu memanggil pelayan, kemudian pelayan itu datang dengan segelas besar susu. Siwon menyodorkannya juga pada Yesung.

“Habiskan.” Perintahnya.

Tuan muda gila. Dia menyuruhku makan sebanyak itu, dan sekarang dia menyuruhku menghabiskan segelas penuh susu? Dia pikir perutku muat menampung makanan sebanyak itu? Aish..

YeSung POV

Tuan muda Siwon hari ini sangat aneh. Dia manyuapiku dan menyuruhku minum segelas besar susu. Dengan terpaksa aku meminumnya, kalau tidak ingin Siwon mengomeliku lagi.

Tiba-tiba aku teringat akan apa yang dikatakan oleh appaku tadi pagi sebelum aku pergi ke kampus.

–Flashback—

Aku berjalan ke luar kamarku, dan tiba-tiba appa sudah ada di hadapanku.

“Lakukan apa yang kukatakan kemarin, Yesung..”

“Maksud appa?”

“Kau sudah tau, Yesung.. Jangan berpura-pura lagi..” Aku benci sekali dengan hal ini. Appa menyeretku kedalam dendamnya yang sudah dia pendam bertahun-tahun pada Tuan Besar. Entah apa yang membuat appa begitu benci pada Tuan besar, dia tidak pernah mau memberitauku. Dia juga menginginkanku membalaskan dendamnya pada Tuan Besar lewat Tuan Muda.

“Aku tidak bisa, appa.. Tidak dengan Tuan Muda Siwon, tidak dengan cara apapun.” Aku baru akan melangkah pergi sebelum appa menarik tanganku.

“Kalau bukan untukku, balas dendamlah untuk umma-mu..” aku terkejut. Apa hubungan semua ini dengan umma?

“Jangan bawa-bawa umma untuk membujukku, appa.” Kataku defensif.

“Aku tidak membujukmu. Kau kira siapa yang membuatmu tidak pernah bertemu dengan ibu kandungmu? Menurutmu siapa yang memisahkan ibumu dariku? Semua itu adalah rencana Tuan besar, rencana dari Tuan Choi yang terhormat itu. Kau masih tidak mau membalaskan dendam ini? Dendam untuk 24 tahunmu tanpa ibumu. Dendam untuk wajah ibumu yang tidak pernah kau lihat. Kalau tidak karena dia, mungkin sekarang kau bisa dengan bebas memeluk ibumu. Pikirkan semua itu Yesung.. Kau harus membalaskan~”

“Aku mohon hentikan..” setetes airmata jatuh ke pipiku. Aku selalu menjadi cengeng begini saat ada yang menyebut-nyebut ibuku.

“Pikirkan Yesung.. Kau punya kesempatan untuk melakukannya. Jangan sia-siakan itu.” Appa melepaskan tanganku dan meninggalkanku yang tidak bisa berkata apa-apa lagi.

Umma.. Kalau tidak karena Tuan Besar umma-ku masih ada di sini kah? Benarkah Tuan Besar sejahat itu? Bagaimana caranya balas dendam itu? Bagaimana caranya.. balas dendam pada Choi Siwon? Haruskah aku melakukannya? Haruskah Choi Siwon menerima ganjaran atas sebuah perbuatan yang bahkan dia sendiri tidak tau?

–End of Flashback—

“YA!” Siwon menepuk bahuku, mengagetkanku dari lamunan.

“Ah.. eh.. Terimakasih tuan muda..” kataku terbata-bata sambil membungkukkan badanku sedikit.

“oke. Mulai sekarang kau harus makan dengan teratur dan minum susu. Kau terlalu lemah dan terlalu lelet untuk menjadi seorang laki-laki. Bukan karena apa-apa, aku hanya tidak ingin repot bila kau sakit.” Katanya ketus. Entah mengapa aku merasa ada ketulusan dalam suaranya. Apa Tuan muda… AH! Yesung, pikiran macam apa itu?

“YA!! Kim Ryeowook!!” Siwon memanggil seseorang. Ah.. aku mengenal anak itu. Dia bergegas menuju meja kami.

“Annyeonghaseyo Siwon-ssi, Annyeong Sunbae-nim..” sapanya. Sunbae? Ah.. iya.. Dia adalah juniorku. Dia mahasiswa kedokteran semester dua. Kecil sekali dia, terlihat lebih seperti murid SMA dibandingkan mahasiswa. Kenapa Tuan muda memanggilnya ke sini? Apa Tuan muda mulai berteman dengan anak seperti ini sekarang?

“Ini orang yang menolongmu saat kau pingsan di belakang kampus kemarin.” Kata Siwon. Oh.. jadi dia yang menolongku.. Ah, aku harus berterimakasih padanya.

“Bagaimana keadaanmu sunbae-nim? Sudah sehat?” tanyanya. Aku tersenyum. Dia manis sekali.

“Sudah. Gomawo yo Ryeowook-ssi.. Kau baik sekali..” kataku. Dia tersenyum balik.

“Sudah seharusnya begitu. Lagipula, kan sunbae yang terlebih dulu berbuat baik padaku. Mungkin sunbae tidak ingat ya? Sudah agak lama sih.. Sunbae yang menolongku untuk selamat dari senior-senior yang jahat itu saat baru masuk dulu. Aku tidak pernah melupakan sunbae sejak saat itu.” Katanya. Oh ya? Kenapa aku tidak ingat ya?

“Jinjja? Oh.. aku lupa..” jawabku.

“Tidak apa-apa. Lagipula, sudah lama berlalu, dan dari sekian banyak orang yang sunbae tolong tidak mungkin kan sunbae ingat semuanya?” katanya. Aku hanya tersenyum canggung.

“EHEM!!!” Siwon berdehem keras dengan sengaja. Kami berdua menatapnya heran.

“Maaf untuk menginterupsi pembicaraan penting antara dua orang mahasiswa kedokteran ini, tapi Ryeowook-ssi, aku dan dia harus segera pergi. Kami ada urusan yang sangat penting. Annyeong.” Katanya ketus. Dia lalu menarik tanganku sampai aku berdiri.

“Annyeong Siwon-ssi, sunbae-nim..” dia membungkukkan badannya. Ah.. sepertinya aku menyukai anak ini.

“That’s a hyung for you, kid. Panggil saja aku hyung, okay..” aku melihatnya tersenyum sebelum Siwon menarik tanganku keluar dari ruangan kantin. Ada apa sih dengan tuan muda? Aish.. dia mencengkeram tanganku kuat-kuat. Kenapa dia suka sekali menarik-narikku? Aku tidak punya pilihan selain menurut saja.

SiWon POV

Apa-apaan Yesung ini. Dia begitu ramah pada anak kecil itu, bahkan dia tersenyum dan kelihatan senang. Padahal kan mereka baru saja bertemu. Aish.. Padaku saja—yang notabene ditemuinya tiap hari—dia tidak pernah tersenyum, kata-kata yang keluar dari mulutnya pun hanya ‘terimakasih’ dan ‘maaf’ saja.

“Tuan muda, tangan saya sakit..” aku tetap menariknya sekuat tenagaku, membawanya ke tempat yang belum aku putuskan. Tiba-tiba kakinya tersandung dan dia terjatuh.

“Ah..” erangnya. Aku segera berlutut di depannya untuk mengecek keadaannya.

“Ah, hyung.. Gwaenchana?” telapak tangan kirinya terluka terkena batu runcing. Ah, Siwon! Kenapa kau bodoh sekali? Dia terluka lagi gara-gara kamu.

“Ne. Nan gwaencahana.” Katanya. Aku segera mengeluarkan sapu tangan dari saku belakangku dan mengelap kemudian membalutkannya ke luka di telapak tangannya. Sedangkan pergelangan tangannya memerah karena cengkeramanku yang kuat tadi.

“Hyung, maafkan aku. Jeongmal mianhae..” kataku sedikit menyesal. Ah.. aku memang jahat. Bahkan tanpa ada niat jahatpun, perbuatan yang kulakukan tetap saja menyakiti orang lain. Entah sudah berapa kali aku menyakiti orang ini.

“Saya tidak apa-apa Tuan muda.” Dia lalu berdiri dan membersihkan debu di celana dan tubuhnya. Dia lalu mengambil lagi ketiga tas yang dia bawa tadi. Aku mengambil dua tas besar milikku dari tangannya.

“Tuan muda…” katanya hendak protes.

“Mulai sekarang biar aku saja yang membawa semua barang-barangku.”

“Tapi…”

“Tidak apa-apa. Tugasmu hanya mengikutiku saja. Rasanya aku sudah terlalu banyak menyusahkanmu.” Kataku. Sudah saatnya mengurangi penderitannya sekarang.

“Tuan muda, ini memang tugas saya..” katanya masih berusaha protes.

“Ssshh.. Ini perintah.” Kataku. Dia mulai terlihat menerima dan menundukkan kepalanya.

“Satu lagi.. Jangan panggil aku Tuan Muda. Cukup SiWon saja. Kau mengerti.. hyung?” tanyaku. Dia terlihat sedikit terkejut dengan panggiilan ‘hyung’ dariku.

“Eh?”

“Kau tidak suka aku panggil ‘hyung’? Kau kan lebih tua dariku. Atau.. kau tidak suka punya dongsaeng sepertiku ya? Ah.. Kalau begitu, kau harus membiasakan diri mulai sekarang. Aku juga tidak akan jahat lagi padamu. Dan tidak ada yang boleh jahat padamu. Aku berjanji.” Dia mengangguk pertanda mengerti.

“Oh iya.. Masih ada lagi. Hyung jangan dekat-dekat dengan orang lain selain aku. Itu sebuah hal yang terlarang. Arasseo?” Aish.. Apa yang kukatakan? I’m going nuts here..

“Arasseo.” Jawabnya singkat. Hah? Dia setuju begitu saja? Hahaha.. Baguslah kalau begitu.. Aku lalu mengambil tangan kirinya yang dibalut dengan saputanganku lalu menggenggamnya.

“Ayo pulang..” kataku. Kami lalu pulang dengan bergandengan tangan seperti anak SD. Ah.. nyaman sekali rasanya. Aku tidak mempedulikan tatapan aneh dari orang-orang yang melihat kami. Hei.. Aku ini Choi Siwon.. Aku pemilik kampus ini, jadi aku boleh melakukan apa saja. Termasuk bergandengan tangan dengan Yesung, hyung baruku. Ah.. senang sekali.. Aku tidak akan menyiksanya lagi mulai sekarang. Dia harus bahagia, tidak boleh menderita lagi. Sudah cukup semua derita itu untuknya.

YeSung POV

Tidak mungkin.. Ini benar Choi Siwon? Yang sedang menggandeng tanganku ini Choi Siwon? Dia berubah 180 derajat dalam waktu sesingkat ini? Apa sebenarnya orang ini? Suatu waktu bisa menjadi orang yang paling jahat di dunia, tapi di waktu yang lain berubah menjadi orang baik yang tidak bisa dibenci. Di satu waktu dia adalah bos yang kejam, dan diwaktu yang lain dia menjadi adik kecil yang sangat manis.. Choi Siwon.. Ku akui, kau memang aneh.

Dan aku harus balas dendam pada orang ini? Pada orang yang baru saja memanggilku ‘hyung’? Aku bahkan tidak tau cara membalas dendam, apalagi pada orang yang sedang menggandeng tanganku ini. Aku tidak bisa.. Aku pasti tidak akan bisa.. Umma.. Otteohke? Bagaimana ini? Bila aku tidak melakukannya, aku akan kehilangan appaku. Satu-satunya keluargaku di dunia ini. Bila aku melakukannya? Aku tidak akan pernah memaafkan diriku sendiri bila Siwon sampai terluka. Oh God,, I need help here..

TBC

Dikomen yah…

7 responses »

  1. weee..jgn2 yesung ama siwon 1 emak lain bapak??! ya gk thorr??!*plaak* author:” woiii..jgn sok teu!!” me:”namanya jg nebakk!!” hehehe…next part na ASAP dehh chingu!!coz aq sangat penasaran nihh,ada hub.apa antara kel.yesung dgn kel.siwon …peace!!

  2. aigooooooooooo~~~ Yol… qmu ga cemburu uri yeobo ngegandeng Yesung??? wlopun bilang hyung tapi tetep…cemburuuuuuuuuuuuuuuuu =.=

    huaaaa… itu knp? knp? knp???

    ada apa dengan appa nya Yesung? eomma nya Yesung? appa nya Yeobo?
    aaarrrgghhhh…

    lanjut Ran *sksd*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s