Clumsy Girl and Rebellious Boy – Part 2 of 2

Standar

Sebelumnya author hanya ingin memberitahu kalau ff ini terinspirasi dari sebuah manga. Bukan maksud plagiat. Tapi karena suka banget sama tokoh komik ini, author berinisiatif mencoba mengganti tokoh-tokohnya dengan member SUJU. Walaupun cuma diubah sedikit, tapi semoga bisa diterima oleh kalian semua.

Semoga kalian suka yaaa…

Jangan lupa komen setelah membaca.. gomawo *bow*

“Mau apa kamu?” ucap Eunhyuk pada Kyuhyun di sebuah taman di samping SMU mereka.

“Ada perlu apa?” timpal Donghae.

“Ehem… begini, waktu itu aku tidak sengaja mendengar pembicaraan kalian. Kalian ingin balas dendam pada Siwon kan?”

“Iya sih, tapi di kuat.” jawab Hankyung.

“Ne, Dia kuat, walaupun kami berlima, kami kalah.” seru Zhoumi.

“Yah, ikan teri lawan dia, ya percuma!” ujar Kyuhyun meremehkan dengan smirk nya. Yang langsung diburu dengan tatapan garang lima orang di hadapannya dengan tangan yang siap memukul.

“Uljima uljima!! Kita bicara dengan tenang.. tenang” ujar Kyuhyun sambil merenggangkan kedua tangannya menenangkan mereka.

“Sebenarnya, aku juga punya dendam sama dia. Jadi kita sama kan?” ucap Kyu sambil nyengir. ”Hm.. pokoknya kalau kita yang turun sendiri percuma. Pasti kalah! Kita cari orang kuat. Ketua kalian!” lanjut Kyu.

“Ah mustahil…” ujar Shindong.

“Ne, Jongwoon selalu berpikir dengan kepala dingin. Dia tidak mudah di pengaruhi.” timpal Hankyung.

“Tenang saja, kalau dia tahu lawannya adalah Siwon, ia pasti mengatakan pada kakakknya. Heechul itu sangat membenci Siwon. Jadi bawa juga kakaknya.”

“Kakak?” tanya Zhoumi.

“Ne, Kim Heechul pasti tidak akan menyia-nyiakan pertemuannya dengan Siwon.” Ucap Kyuhyun sambil menyunggingkan evil smile nya.

Universitas

“Hani-ah, Heeyoon-ah, aku berangkat kerja dulu ya… annyeong..” ucap Heenie melambaikan tangannya seraya pergi meninggalkan kampus.

“Yang rajin ya…” Ucap Hani.

“Ne, jangan ceroboh lagi!” timpal Heeyoon yang diiringi tatapan galak Hani. Heeyoon hanya nyengir gaje.

“Ah MinAh-ssi?” ucap Heenie ketika ia berpapasan dengan MinAh dan temannya.

Huhhhh!!! MinAh membuang muka dari tatapan Heenie.

“Anak itu tak peduli dihina, dia terus bekerja ya. Padahal ganti rugi itu kan tak jadi masalah.” Ujar sahabat MinAh ketika mereka berlalu meninggalkan Heenie.

“Bukan… Bukan begitu…” ucap MinAh meninggalkan temannya yang menatapnya bingung.

”Ahhh…hujan. Aku harus lari sampai tempat kerjaku deh.” Seru Heenie mendapati langit yang turun hujan ketika ia keluar dari gedung unversitasnya.

“Bagaimana kalau kita sama-sama saja?” tawar seorang pria yang muncul tiba-tiba di sampingnya. “Katamu café dekat sini kan?” lanjutnya.

“Heechul-ssi?” ucap Heenie terkejut. ’Wah tak kusangka ia begitu baik’ batin Heenie sambil memandang Heechul dengan wajah memerah.

“KAMU MAU SAMA-SAMA ATAU TIDAK???” teriak Heechul tidak sabar.

“Kyaa~!! Mi, mianhae.. aku mau!” jawab Heenie terkejut.

Café

<Heenie’s POV>

“Heechul itu memang menyeramkan. Setiap saat selalu berteriak. Hhhh…” gumam Heenie. Kemudian ia tiba-tiba mengingat kejadian di kampus di mana MinAh membuang mukanya saat bertemu pandang dengannya. Lalu semua kata-kata MinAh yang marah mengenai kerusakan tasnya beberapa minggu lalu. Ia pun mengingat kata-kata Kyuhyun yang sangat menyakitkan. Yang menghina kepayahannya bahkan berkata bahwa Siwon adalah pria payah karena mau berpacaran denganku. Hhh.. apa aku seburuk itu di matanya? Kenapa sejak masuk kuliah aku selalu bertemu dengan hal-hal yang tidak enak ya?

“Arrhhggg~ tidak!” Ucapku sambil meremas rambut dikepalaku sambil bergeleng-geleng. “Aku harus membuang semua pikiran jelek yang hanya membuatku sakit kepala. Pokoknya saat ini, aku harus berusaha keras agar tidak lagi menyusahkan orang-orang sekelilingku. Kim Heenie, fighting!!”

—000—

“Heenie-ssi, cepat ya, ini pesanan meja no.3” ucap Henry.

“Ne, Henry-ssi”

“Loh, Heechul-ssi?”

“Oh, iya, habis mengantarmu aku sekalian mampir.” Jelasnya. “Aduh, payungku tertinggal di luar.” lanjutnya.

“Ah, biar aku yang ambil Heechul-ssi”

“Wah, ternyata masih deras sekali hujannya” gumam Heenie sambil celingukan mencari payung. “Ah itu dia!” ucapnya ketika melihat sebuah payung tersandar di samping pintu masuk. Namun saat ia ingin mengambilnya, terlihat seorang namja telah meraihnya duluan. “Ah, payung itu milik pelanggan kami.” pekiknya. Namun namja yang mengambil payung tersebut hanya diam sambil memandangi payung yang dipegangnya, seakan ia mengenali payung itu.

“I..itu payung tamu kami. Tolong kembalikan” seru Heenie lagi, namun namja tadi hanya mendorong bahunya untuk menyingkir dengan tidak peduli.

“Dia adikku Heenie-ssi…” ucap Heechul menghampiri keduanya. “Yesung?” sapanya.

“Chullie hyung, rupanya benar ini payungmu. Sedang apa hyung di sini? Sapa namja tadi yang ternyata Yesung aka Kim Jongwoon.

“Aigoo~ mianhae, mollaseo…” ucap Heenie meminta maaf.

“Ah, ne cheonmanayo…” jawabnya ramah. “Anak ini kenalan kakak?”

’Anak?’ batin Heenie.

“Eh, ya begitulah…” jawab Heechul.

“SMU?” tanya Yesung pada Heenie.

“A.. ani.. nae…” Ucap Heenie namun langsung dipotong oleh Yesung.

“Ah, SMP ya?” tebaknya lagi.

“A.. ani.. nae…” jawab Heenie terkejut dengan ucapan Yesung. Namun lagi-lagi ucapannya dipotong olehnya.

“Apa SD?” tebaknya lagi. Heechul yang mendengar tebakan-tebakan asal Yesung pun hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. “Ya! kamu ini jangan sembarangan. Dia mahasiswi juniorku, hobae ku…” Jelasnya sambil tertawa lebar melihat ekspresi terkejut dari Yesung.

“Mwo?! Jinja?! Jadi lebih tua dariku?” Ucap yesung tidak percaya. Wajahnya pun memerah karena malu. Heechul menarik Yesung masuk ke dalam.

’Wah.. baru kali ini aku melihat Heechul tertawa lepas seperti itu’ batin Heenie mengingat kejadian tadi.

Setelah pesanan minuman Yesung datang, ia pu memulai pembicaraan dengan hyungnya.

“Ngomong-ngomong hyung, tadi siang kelima anak buahku mengadu bahwa mereka dihajar oleh lawan yang sombong.” ucapnya memulai pembicaraan. “Apa aku harus membalasnya?” tanyanya meminta pendapat. “Orang itu Siwon. Choi Siwon yang dulu sekolah di Kangnam. Orang yang selalu membuatmu penasaran sejak SMP hingga SMA.

Taman Dekat Paran High School

“Aku teman Kim Heechul sejak SMA. Jadi aku tahu kalau dia sangat membenci Choi Siwon. Maka dari itu, adiknya pasti terpengaruh.” Ucap Kyuhyun.

“Iya juga sih, tapi tadi kulihat reaksi ketua agak mencurigai kita. Apa semuanya akan berjalan lancar?” Ucap Eunhyuk khawatir. “Wakil ketua kita, Kangin, lebih polos. Mudah dipengaruhi, tapi sebaliknya, Jongwoon lebih hati-hati” lanjutnya masih dengan nada khawatir.

“Kalau kita ketahuan bohong bagaimana?” Tanya Shindong.

“Ya! Kalian ini bodoh ya. Wakil ketua kalian itu bukan polos, tapi BODOH! Sama saja seperti kalian. Kenapa tidak kalian akui saja sih?” ejek Kyuhyun yang sangsung disambut dengan tatapan menerkam.

“Ya! Uljima, kita bicarakan dengan tenang. Maksudku, kalau Jongwoon dipengaruhi oleh Kangin, tentu akan mengabaikan akal sehat bukan? Mereka kan saling tidak mau cala satu sama lain.” Kyu mengeles dengan cerdiknya.

Siwon’s House.

“Hhh..sebenarnya janjian bertemu di halte, tapi tak terasa aku sudah sampai di sini.” Ucap Heenie berseri-seri.

Dari dalam rumah terlihat Sungmin, kakak Siwon, memandang kehadiran Heenie dari jendela. Ide gilapun terbesit dipikirannya. Ia masuk ke kamar Siwon yang tengah membuka bajunya. “Ada apa hyung?” Tanya Siwon.

“Ah tidak, kau mau pergi?” tanyanya yang di jawab anggukan oleh Siwon. “Tapi aku mau ganti baju dulu. Baju ini sudah sempit” ujarnya sambil membuka lemari. Lalu Sungmin pun segera keluar lagi.

“Siwonnie, Heenie sudah datang…” teriak oemma Siwon, Namun Sungmin dengan segera menyuruh oemmanya diam dengan menempelkan jarinya ke mulut. Lalu melambaikan tangannya menyuruh Heenie untuk naik ke atas. Ia mengantar Heenie ke depan kamar Siwon. Heenie yang tidak tahu apa-apa hanya menurut saja. Seketika itu juga Sungmin berteriak “Siwonnie, Heenie datang menjemputmu” ujarnya sambil mendorong Heenie masuk ke kamar Siwon. Siwon yang saat itu belum memakai kembali atasannya langsung berteriak terkejut. “HYUNG!!!!” Begitu pula dengan Heenie. Ia berteriak sambil menutup kedua matanya dengan tangannya.

“BWAHAHAHAHAHAAA!!!!” Tawa Sungmin membahana di seluruh penjuru rumah itu.

—000—

“Maaf ya jadi ribut” ucap Heenie ketika mereka berjalan menuju halte. “Habis tiba-tiba begitu…” lanjutnya.

“Sama, aku juga terkejut. Hahaha… tapi tenang saja, hyung sudah mendapat pelajaran!” jawabnya sambil meninjukan tangan kanannya ke telapak tangan kirinya.

(At Siwon’s house a while after they gone)

Oemma   :  Aduh Minnie, sudah jelas kamu kalah kuat sama Wonnie. Masih saja nekat. Lihat wajahmu sekarang. Babak belur seperti itu. (sambil mengompres wajah Sungmin).

Sungmin :  Yah, habis melihat ekspresi Wonnie saat malu seperti itu kan jarang sekali oemma. Benar-benar lucu, haahahahha… Awwww! Appo oemma… (oemma menekan wajah Sungmin yang memar).

“Siwon-ah, di kampusku ada yang mirip denganmu loh. Bukan wajahnya sih yang mirip, tapi sikap kalian. Setiap kali aku melihat dia, aku jadi ingat kamu waktu SMU dulu. Saat kita pertama kali bertemu.” ucap Heenie sambil tersenyum.

“Jeongmal?” tanyanya penasaran.

“Ne… kalian sama-sama menyeramkan pada awalnya, tapi sesungguhnya kalian baik hati.” lanjutnya.

BRUK!! Seseorang hampir menabrak tubuh Heenie, namun berhasil ditangkas oleh lengan Siwon.

“Ah, mianhae, aku melamun tadi…” ucap seorang namja dengan seragam SMUnya. “Lho? Kim Heenie-ssi?” tanyanya terkejut.

“Ah Yesung-ssi” jawab Heenie

“Ini?” tanyanya sambil menunjuk Siwon sambil tersenyum, namun sebelum Heenie menjawab ia sudah berlalu sambil melambaikan tangannya.

“Chingu?” tanya Siwon pada Heenie.

“Ne, dia adik dari orang yang kubilang mirip denganmu tadi. Panggilannya Yesung, namanya Kim Jongwoon dan kakaknya Kim Heechul.” Jelas Heenie.

“Kim Heechul?” gumam Siwon.

—000—

“Wah, dia punya namja chingu yang dewasa seperti itu. Boleh juga pria itu.” Ucap Yesung sambil terus menoleh ke belakang.

ZRETTT!!! Sebuah tangan menghadang dirinya tepat di depan wajahnya.

“Hai…” sapa pemilik tangan.

“Kangin-ah… mengejutkan saja. Ada apa?” tanya Yesung.

“Lima orang anak buah kita menemuiku tadi. Mereka memintaku membuat perhitungan dengan pria bernama Siwon, menggantikanmu.” jelasnya.

“Mwo?! Uljima! Aku hanya mau menyelidiki kebenaran ucapan mereka. Aku tidak mau bertindak gegabah.” ucap Yesung.

“Kamu tidak mempercayai mereka sih. Kalau aku sih percaya” ejek Kangin. “Bilang saja terus terang kamu takut sama Siwon.” lanjutnya.

“Mwo?! Apa katamu?” teriak Yesung tidak terima.

“Kalau tidak, harusnya kau langsung bereskan orang bernama Siwon tadi.” jelas Kangin.

“Ng?” tanya Yesung bingung.

“Nggak tahu ya? Tadi yang bertabrakan denganmu itu Siwon.” jelas Kangin.

“Mwo?!” ucap Yesung tidak percaya.

“Oke pengecut, annyeong…” seru Kangin sambil berlalu meninggalkan Yesung.

“Pe..nge…cut?” ucap Yesung terbata.

“Wah, suaramu bergetar tuh, kau memang tidak pantas jadi ketua geng, kekeke~” ejek Kangin. Kemudian ia membalikkan tubuhnya dan mengejek Yesung dengan memeletkan lidah ke arahnya. “Weeeekkk!!! Pengecut!!”

“Ya! Sial! Lihat saja nanti! Aku tak akan kalah dari seorang Kangin!” serunya sedikit berteriak.

Tidak jauh dari tempat Yesung berdiri, terlihat Kyuhyun bersembunyi di balik pohon sambil menyunggingkan evil smile nya… “Sekarang, mereka yang membereskan” ucapnya licik kepada lima orang yang membuntutinya bersembunyi di balik pohon.

“Kau memang cerdik!” ucap Eunhyuk.

“Licik!” timpal Zhoumi.

’Kalau mereka kalah pun, kakaknya akan turun tangan. Aku benci dia. Dia tampan, sempurna, dan kuat. Tapi tidak mungkin aku minta tolong Heechul untuk menghajarnya. Lebih baik begini.’ Ucap Kyuhyun dalam hati.

—000—

<Heechul POV>

’Besok kami akan menghadapi Siwon. Hyung tidak perlu datang.’ Ucapan Yesung terus menggema dalam pikirannya. Padahal saat ini ia sedang di kantin untuk makan siang dan tidak sengaja bertemu dengan Kim Heenie yang juga makan siang sendirian, akhirnya mereka pun memutuskan untuk makan siang bersama.

(Flashback the day before)

“Kamu yakin mereka benar?” ucapku.

“Ne, si bodoh Kangin juga sudah mengejekku. Lihat saja, nanti dia juga tahu.” jawabnya

’Oh, terhasut ya?’ batinku mendengar jawaban dongsaengku.

“Oh iya hyung, temanmu itu, Kim Heenie ternyata adalah yeojachingu Siwon loh!” ucapannya membuatku terkejut.

(Flashback end)

’Pacar Siwon?’ batinnya saat memandang Heenie yang duduk dihadapannya.

“Kim Heenie-ah…”

“Ne?”

“Ng… kemarin adikku bilang ia ketemu kamu. Katanya kamu berdua sama cowok ya?” tanyaku.

“Iya, dia namjachingu ku sejak SMU. Namanya Choi Siwon.”

DEG!!!

“Ng… tadi tiba-tiba saja terlintas di kepalaku, Heechul-ssi dan Siwonnie mirip.” Lanjutnya.

“Mirip? Denganku?” tanyaku penasaran.

“Ne, tadinya, kau menakutkan, lalu tiba-tiba kau minta maaf. Kemudian, kupikir kau tidak pernah tertawa, tapi ternyata aku melihatmu tertawa lepas saat bersama dongsaengmu. Sangat berbeda dengan kesan pertama kita bertemu. Entah mengapa tapi sikapmu itu mirip sekali dengan Siwon. Saat pertama kali bertemu dengannya pun aku takut setengah mati. Bahkan sampai menangis. Lalu ia meminta maaf. Dan ternyata ia pria yang baik sekali. Begitupula denganmu. Heechul-ssi terlihat sangat menakutkan pada awalnya, namun sebenarnya baik hati.” jelasnya panjang lebar yang membuat wajahku memerah karena malu.

—000—

Universitas

“Kim Heenie-ssi, tunggu sebentar” ucap MinAh ketika Heenie baru saja keluar kelas. Mereka berdua pun keluar kelas dan berjalan menuju parkiran.

“MinAh-ssi…” ucap Heenie ragu-ragu.

“Kamu kerja sambilan untuk mengganti tasku kan?” tembak Minah tepat sasaran.

“Ah, ne…” ucap Heenie malu-malu.

“Ya! Untuk apa kau melakukannya, hah?! Aku tidak akan menerimanya, arasseo?!” bentak MinAh.

“Ta-tapi aku…”

“Aku tak punya alasan untuk menerimanya. Untuk apa kau berbuat seperti itu, hah?” bentar MinAh lagi menggebu-gebu. “Sa-salahku sendiri menjatuhkan tas itu…” lanjutnya tergagap dengan suara yang melunak. “Kamu hanya melindungi tasku dari rampasan klompotan SMU itu sampai tasku rusak. Kamu… kamu ga bersalah. Neo… jeongmal baboya! Kamu terlalu memasukkan kata-kataku kemarin ke dalam hati. Aku… aku… mianhae, jeongmal mianhae…. Selama ini aku malu, jadi aku tidak pernah mengatakannya dan hanya bisa membuang wajahku setiap bertemu denganmu. Ditambah lagi aku mendengar kalau kamu memang orang yang ceroboh dan tidak bisa apa-apa, benar-benar membuat orang kesal. Tapi, aku merasakan kesungguhanmu untuk meminta maaf padaku walau kamu tidak bersalah. Sekali lagi, mainhaeyo…” ia pun segera berlalu meninggalkan Heenie yang masih bingung antara percaya-tidak percaya dengan ucapan Shim MinAh tadi. Namun ia senang karena ternyata MinAh tidak marah padanya dan ia juga telah memaafkan kecerobohannya. “Terimakasih MinAh-ssi…” ucapnya sambil tersenyum meskipun MinAh sudah berlalu dari hadapannya.

Dari kejauhan terlihat Kim Heechul sedang memandanginya. Ia telah melihat kejadian tadi sejak awal. Ia jadi penasaran dengan apa yang telah menimpa gadis malang nan ceroboh itu. Lalu ia terngingat oleh kata-kata MinAh mengenai komplotan SMU yang merampas tasnya. ’Siapa maksudnya komplotan SMU? Apa ini ulah anak buah Yesung? SMU yang paling dekat dengan universitas ini kan hanya SMU nya Yesung’ gumamnya dalam hati.

Taman

“Jadi kau yang memukuli anak buahku dua minggu yang lalu?” ucap Yesung pada Siwon. Entah bagaimana caranya Eunhyuk dkk berhasil membawa Siwon menemui Yesung dan Kangin.

“Ne, tapi apa mereka juga bilang apa yang telah mereka lakukan?” jawab Siwon tenang.

“Apa?” tanya Yesung heran.

“Jangan dengarkan dia hyung… Yak! Apa kau mau menjebak kami hah?” ujar Eunhyuk.

“Iya, padahal kami tidak berbuat apa-apa. Kau mau mencari alasan saja!” lanjut Hankyung.

“Iya benar!” sahut Kyuhyun. Eh? Kyuhyun?

“Yak, kau siapa?” tanya Kangin.

“Saksi! Dia memang jahat. Aku saksinya. Aku melihatnya sendiri.” jawab Kyuhyun.

Siwon yang mendengar ucapannya jadi bingung sendiri. ’Apa yang sebenarnya terjadi?’ batinnya.

“Yesung-ah, kenapa bingung? Dia hanya mau mengelabuimu. Kamu tunggu apalagi? Apa kamu mau lari sekarang?” ejek Kangin. Yesung yang tidak terima dikatakan mau lari dari peristiwa ini pun langsung emosi dan naik pitam.

“Sialan! Siapa yang mau lari, lihat ini…!!!” BUAK!! Ia pun mulai meninju Siwon dengan kuat, namun berhasil ditangkis Siwon dengan mudahnya.

Di saat yang sama, Shim MinAh menemui Kim Heenie dan menceritakan bahwa Kim Heechul menanyakan padanya perihal kejadian penjambretan tas miliknya 2 minggu lalu. Ia pun menjelaskan pada Heechul semua yang terjadi mulai dari ketidaksengajaannya menjatuhkan tas miliknya hingga penjambretan saat Heenie ingin menyelamatkan tasnya.

“Yak! Chankamman! Jangan emosi dulu!” ucap Siwon berusaha menenangkan keadaan, namun sia-sia.

“DIAM!!! Bruk. Buak!” seru Kangin sambil terus memukul dan menendang kesana- kemari. Namun lagi-lagi Siwon berhasil menghindari dan sesekali menangkisnya.

“Aku memukul mereka… karena… mereka merampas tas orang…” ucap Siwon susah payah sambil berusaha menghindari pukulan Yesung dan Kangin. Ia tidak mau gegabah melukai mereka berdua karena kesalah pahaman belaka. SYUTT!!! WUUTTSS!! Hindar Siwon. “Aku hanya mau mengambil,” lanjutnya. Namun itu tidak membuat Yesung atau pun Kangin menghentikan aksinya. “Ya! Dengar!” Siwon yang sudah mulai kehabisan kesabaran akhirnya menarik lengan Yesung dan menjatuhkan tubuhnya ke tanah. GDBUKK!! Lalu menyengkat kaki Kangin hingga ia tersungkur ke tanah. BRUK!!

“Huaaa… lihat mereka sudah jatuh! Kalau tidak dibantu mereka bisa kalah” seru Shindong sambil ketakutan.

“Ayo, bantu! Cepat!!!” seru Kyuhyun si provokator.

“BERHENTI!!!”

Siiiiiingggg~~~~ hening sejenak

“Hyung??” ucap Yesung sambil berdiri melihat kedatangan hyungnya tiba-tiba.

Tap tap tap… langkah Heechul terdengar jelas dikeheningan taman itu

“Yesungie, sepertinya kau dibohongi oleh kelima orang ini.” ucap Heechul buka suara. “Betul apa katanya tadi. Ia memukul kelima anak buahmu karena mereka telah merampas tas orang lain. Ya, mereka merampas tas milik teman Kim Heenie yang saat itu sedang dipegang oleh Heenie-ssi. Aku bertemu dengannya dan si pemilik tas tadi.” lanjutnya.

“Mwo?!” ucap Yesung dan Kangin berbarengan.

“Yak! Benarkah itu?” Teriak mereka berdua kepada kelima anak buah mereka.

Kelima orang itu pun bergidik dan bersiap untuk kabur.

“Kalian mempermalukan aku!!!!” teriak Yesung dan Kangin yang lagi-lagi berbarengan.

“Wuaaaa~~~LARI!!!!!” teriak Eunhyuk yang diikuti keempat temannya.

“Siwon-ssi, mianhae…”sahut Kangin seraya melambaikan tangannya dan berlari mengejar gerombolan tadi.

“Nanti aku datang lagi!” seru Yesung juga pada Siwon sebelum akhirnya berlali mengejar anak buahnya itu.

“Ketua…mianhaeyo, ternyata kamu memang lebih pandai menilai orang” ucap Kangin pada Yesung malu-malu mengakui kesalahannya yang dengan mudah termakan omongan anak buah mereka dengan mudahnya.

“Hhh, karena itulah aku yang terpilih jadi ketua. Kau baru mengakuinya sekarang hah? Jinja baboya!!” ucap Yesung membanggakan diri.

“Noe, Kim Heechul mantan ketua geng Paran High School kan? Gomawo” Siwon berterimakasih atas bantuan Heechul melerai perkelahian tadi. Namun reaksi Heechul tidak terlalu baik menanggapinya.

“Cih! Ternyata benar apa yang dikatakan orang. Aku sejak dulu sangat membencimu. Sekarang pun juga… ternyata kau memang pandai berkelahi… Ah iya, ada satu hal lagi yang membuatku tidak suka…” ia terdiam sejenak untuk mengambil napas. “Aisshh, waktu aku tahu kalau Kim Heenie adalah pacarmu, aku benar-benar terkejut… Selama ini kita belum pernah berkelahi, tapi rasanya aku ingin sekali memukul wajahmu sakali saja. Bagaimana?” tantang Heechul. Tanpa menunggu jawaban Siwon, Heechul langsung melayangkan pukulannya tepat di wajah Siwon namun dengan tangkas Siwon menghindarinya.

<Heenie’s POV>

’Heenie-ah, tadi Heechul-ssi menanyakan kejadian penjambretan tasku beberapa waktu lalu. Saat aku bilang bahwa ada lima orang yang berusaha merampasnya di saat kau menemukan tasku, lalu ia bilang kemungkinan lima orang itu adalah anak buah adiknya yang suka berbuat onar, dan adiknya telah dibohongi oleh kelima orang itu untuk menuntut balas pada kekasihmu. Sepertinya akan ada perkelahian. Aku jadi khawatir. Sebaiknya kau menyusulnya. Mungkin belum terlambat’

Ucapan Shim MinAh terus terngiang di telinga Heenie. Ia kalut mendengar kata perkelahian. Ia khawatir Siwon dikeroyok oleh lima orang itu. Ia pun pergi dari kampusnya dan berlari keluar. Berpikir sekuat tenaga di mana mereka akan bertemu. ’TAMAN! Ya, pada siang hari seperti ini taman selalu sepi. Mereka pasti di sana’ gumamnya dalam hati.

“Ya Tuhan, Siwon-ah, bertahanlah!” ucap Heenie dalam doanya.

<Heenie’s POV end>

“Kenapa kita lari ke sini sih?” ucap Donghae terengah-engah ketika mereka sampai di depan sebuah halte bus.

“Gawat, kita pasti kena hukuman nanti.” seru Hankyung.

“Kita tak bisa berbuat apa-apa lagi sekarang” lanjut Zhoumi.

“Sial, ini semua gara-gara…” ucap Shindong sambil menolehkan kepalanya ke arah si provokator yang entah sejak kapan juga ikut berlari bersama mereka. Cho Kyuhun. Ia terlihat lelah dengan napas yang tersengal-sengal. Kelima orang tadi menatap Kyuhyun dengan tatapan membunuh.

’sial ternyata salah perhitungan!’ sungut Kyuhyun dalam hati mengingat kejadian tadi. Ia mencoba mengatur napasnya yang terengah-engah, namun ia merasa bulu kuduknya berdiri tanda bahaya akan menyerangnya. Ia mendongakkan kepalanya dan mendapati tatapan bengis dari kelima orang yang sudah ia tipu. GLEK!!! Ia menelan ludahnya dengan keras. ’SIAL!’ umpatnya dalam hati

“Ini semua gara-gara dia…ggrrrr!!!” geram Shindong.

“Tunggu…tunggu… kita bicara baik-baik. Tenang, sabar… sabar…” ucap Kyuhyun mengulur waktu mencari celah untuk kabur, namun usahanya tidak membuahkan hasil. Kelima orang tersebut sudah kehabisan kesabaran dan segera memukul dan menendang Kyuhyun tanpa ampun hingga ia babak belur. *Untung ga mati*dikejar fans kyuhyun n ditimpuk pake Siwon* asikkkkk…!!! J*

Di taman, perkelahian Siwon dan Heechul terus berlangsung dengan sengit. Kekuatan keduanya seimbang. Mereka memang terkenal jago berkelahi sejak dulu dan saling mendengar kehebatan masing-masing namun belum pernah berkelahi secara langsung karena lokasi sekolah mereka yang berjauhan dan tidak ada masalah serius yang mengharuskan mereka untuk berkelahi. Namun mereka tidak menyia-nyiakan waktu pertemuan mereka kali ini dan saling merasakan kekuatan masing-masing. Keduanya sudah luka cukup banyak namun belum ada yang menyerah.

Drap..drappp…drapp… langkah kaki seseorang terdengar makin kencang dan mendekat.

“Kyaaaa!!! Siwon-ah, Heechul-ssi, apa yang kalian lakukan?” jerit Heenie melihat keduanya berkelahi dan babak belur. Kim Heenie berusaha berlari menghampiri mereka berdua namun ia tidak melihat adanya perbaikan lobang di hadapannya yang mengharuskan ia berputar untuk memasuki taman tersebut. Siwon yang melihat Heenie berlari ke arahnya tanpa menghiraukan lobang tadi langsung berlari menghampirinya dan berusaha mendorong Heenie menjauh dari lobang itu dan ia pun berteriak kepada Heechul untuk menolongnya menangkap tubuh Heenie yang terhempas karena dorongannya tadi.

“Awww!!!” Ringis Heenie saat ia terhempas dan menubruk tubuh Heechul. Mereka pun terjatuh bersamaan namun karena Heechul menangkap sambil memeluk Heenie, maka Heenie pun hanya terluka sedikit.

“Heenie-ah, gwaenchanayo?” ucap Siwon sambil berlari menuju Heenie dan langsung mendekapnya erat.

“Ne, gwaenchana Siwon-ah. Gomawo, maaf merepotkanmu lagi. Aku tidak sadar ada lobang besar di sana. Kalau kau tidak mendorongku mungkin aku sudah masuk ke dalam lobang itu. Aku benar-benar ceroboh!” rutuk Heenie pada dirinya sendiri sambil memukul kepalanya.

“Syukurlah kau tidak apa-apa” ucap Siwon sambil terus mendekap Heenie. “Gomawo Heechul-ssi…” ucapnya berterima kasih pada Heechul yang duduk di samping Heenie.

“Ne, cheonmanayo. Hhh… ternyata perempuan itu memang benar-benar merepotkan” keluhnya. “Aku heran bagaimana kau bisa bertahan dengan gadis seperti dia. Aku yang beru mengenalnya sebentar saja sudah banyak direpotkan olehnya… aigo~~~” lanjutnya mengeluh namun kini dengan sebuah senyuman.

“Ne, dia memang merepotkan.” balas Siwon tak kalah dengan senyum jokernya…

“Omo!!! Ya! Kalian senang sekali sepertinya melihatku menderita. Kalian berdua bahkan tersenyum bersama!! Apa kalian tidak mengerti kekhawatiranku tadi hah? Aku takut terjadi hal yang buruk padamu Siwon-ah, lalu aku melihat kalian berkelahi. Aku panik! Cobalah sedikit mengerti! Aku tahu kalau aku memang bodoh, ceroboh, menyusahkan dan…” chu~ <3  Siwon mendaratkan sebuah kecupan hangat di kening Heenie, membuatnya berhenti berkomentar. Padahal ia masih shock dan khawatir dengan kejadian tadi. Tapi sekarang ia bahkan jadi lebih shock dengan sikap Siwon. Kemana sikap dinginnya selama ini? Kenapa berubah jadi genit seperti ini? Heechul pun kenapa jadi tersenyum terus? Kemana sifat marah-marahnya setiap kali bertemu denganku? Ya Tuhan, apa yang terjadi dengan kedua namja ini?!

END

Kyaaaaa…!!! Akhirnya selesai… gimana? Gimana? Anehkah?

To Admin, gomawo udah di publish…

To readers… makasih udah mau baca… jangan lupa di like n d komen iaaaaa…. Luph u all… ghamsahamnida *bow*

Kim Heenie a.k.a Cece imnida ^.^

Acc WP : siheekiloveme

4 responses »

  1. cihh!! Cece~ssi…narsis sekali dirimu hahh?! diperebutkan 2 pria skaligus…kwkwkwk…ommo!!cece~ssi, uri yeobo dikeroyok gara2 si kyu..aq gk terima..rasakan nihh kyu..*lempari n kyu pke sendal**kabur liat bini kyu ngasah golok* wkwkwk ..nice story chingu!! I like it..

  2. Aigo~~ yol-ssi…. Kn c Kyu g bner” suka sama Heenie… Cuma sekedar buat taruhan…hahaha

    Gomawo udah sukaaa sama ffnya… Aq udh lm g buka blog.. Ni juga bru buka lagi. N paa bgt udh d oublish ternyata…

    Shania~~ gomawoyo…. Btw panjang bgt ya ffnya??? Hahaha
    Dbkin 2shot trnyata msh kpanjangan…kekeke~~~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s