1001 wajah Heenim chapter 3

Standar

Cast : Kim Hui Choel / Heenim as himself
Hangeng as Manager Han
Lee Honki as himself
Cho Kyuhyun as himself
Ahra as Cho Ahra – Lawyer
Lee Donghae as himself

Ahra’s POV

Hari ini aku lelah sekali. Satu lagi kasus yang bisa kupecahkan dengan lancer. Karena aku belum menemukan pengganti supirku yang beberapa hari lalu pensiun, akhirnya aku pulang naik taksi. Sesampainya di rumah, kulempar tas dan mantelku ke sofa, dan langsung menuju kamar adikku, Cho Kyuhyun. Semenjak kecelakaan hebat yang menimpa adikku beberapa waktu lalu, aku hanya bisa meratapinya dalam diamku. Dia satu-satunya yang kupunya di dunia ini setelah kedua orang tua kami lama meninggal. Tapi keadaannya sangat memilikan, membuatku selalu menangis. Tiba-tiba Kyu yang tadinya terpejam kini membuka kedua matanya. Matanya pun terlihat berkaca-kaca. Sepertinya dia juga merasakan apa yang aku rasakan. Langsung kupeluk erat dirinya. Dapat kurasakan kemeja putih yang kukenakan sedikit membasah karena kejatuhan air mata Kyu. Lumayan lama kupeluk tubuh Kyu yang lemah sampai akhirnya kulepas pelukanku sambil kuhapus air mata Kyu yang mengalir di pipinya.

”Bagaimana kalau kita menonton acara favorit kita? Aku sudah meminta sekretarisku merekam konser Kim Heechul malam ini.”

Dulu, sebelum Kyu kecelakaan, dialah orang yang selalu merekam konser si manusia 1001 wajah itu. Kyu tahu kalau aku sangat menyukai orang itu. Karena kesibukanku sebagai pengacara, aku tidak pernah lagi datang ke kobser-konser Kim Heechul. Padahal ketika kuliah dulu, Kyu selalu menjadi supir pribadiku setiap aku pergi ke konser si 1001 wajah itu. Sekarang, keadaan berubah 180 derajat. Tak ada lagi yang menemaniku pergi ke konser-konser Kim Heechul. Yang aku punya hanya rekaman-rekaman konser yang dikirim oleh sekretarisku.
Aku pun duduk di samping Kyu. Kyu kurubah posisinya menjadi duduk bersandarkan bantal. Kami pun serius menonton rekaman itu. Aku hanya tersenyum kecil, dan Kyu banyak mengedipkan mata ketika manusia 1001 wajah itu menunjukkan aksi konyolnya menirukan Lady Gaga. Kalau saja keadaan tubuh Kyu tidak seperti sekarang, kami berdua sudah tertawa terpingkal-pingkal sampai sakit perut,
Setelah 2 jam menonton rekaman itu, kuposisikan tubuh Kyu terbaring di kasurnya. Tak lama Kyu tertidur. Aku pun langsung meninggalkan kamar Kyu ketika handphoneku berdering.
No gateun saram ho obseo…
”Yoboseo… Oh, Hongki-ah… Mwo? Ani, kasusku sudah selesai… Ne, aku akan ke sana sekarang juga.”

Aku tidak tahu harus senang atau sedih ketika Lee Hongki, sahabat Kyu memintaku untuk menjadi pengacara Kim Heechul si manusia 1001 wajah yang kukagumi selama ini atas tuduhan kekerasan. Kebetulan Lee Hongki asisten pribadi Kim Heechul, dan Hongki tak punya relasi pengacara selain diriku. Di satu sisi, aku sedih orang yang sudah banyak menghibur negeri ini dituduh melakukan kekerasan. Aku yakin dia bukan seperti yang orang tuduhkan kepadanya. Tapi di sisi lain aku senang, karena dengan adanya kasus ini, aku bisa lebih dekat dengan orang yang kukagumi selama ini. Jujur saja, selama ini aku sangat penasaran dengan jati dirinya yang sebenarnya. Karena dia sangat berpegang teguh pada prinsipnya yang tidak pernah membuka jati diri, apalagi wajahnya yang asli. Inilah yang aku kagumi dari dirinya. Pekerjaannya sudah cukup banyak menghibur masyarakat Korea, tapi dia hanya ingin dikenal sebagai Kim Heechul si manusia 1001 wajah, dan sampai saat ini, tak ada seorang pun yang tahu seperti apa wajah aslinya. SM Entertaintment, perusahaan tempatnya bernaung sangat cerdik menyimpan info tentang kehidupan aslinya. Dan yang peling mencengangkan, SM Entertaintment berhasil membuat KTP Kim Heechul dengan fotonya yang tertutupi kacamata hitam dan masker putih. Aku pun bertanya-tanya bagaimana SM Entertaintment melakukan itu.
Akhirnya setelah 30 menit duduk di dalam taksi yang dipesan kepala pembantu rumahny, aku tiba di Kantor Polisi Seoul, tempat di mana Kim Heechul ditahan. Aku pun menuju ruang kepala polisi yang sedang berbicara dengan Lee Hongki, sahabat adikku yang sekaligus asisten pribadi Kim Heechul.
”Ahra noona, untunglah kau cepat datang. Tolong keluarkan Kim Heechul hyung. Dia tidak bersalah noona, aku yakin itu.” Aku dapat melihat kecemasan di wajah Hongki saat itu.
”Tenanglah Hongki-ah, jangan panik. Aku akan berusaha mengeluarkannya dari sel, supaya kasusnya berjalan tanpa dia harus meringkuk di tahanan.” Kataku mencoba menenangkan Hongki yang panik.

Akhirnya aku mendapatkan surat penangguhan penahanan Kim Heechul. Aku pun menunggu kedatangan Hongki yang sedang menjemput Kim Heechul di sel, tak jauh dari ruang interogasi tempat aku menunggu. Ketika terdengar langkah kaki di lorong dekat ruang interogasi, tiba-tiba saja jantungku jadi berdegup semakin kencang. ”Ada apa ini?” Tanyaku dalam hati yang kurasakan jantungku semakin kencang berdegup.

”Noneun… Cho Ahra imnida. Aku akan menjadi pengacaramu di kasus ini. Mohon kerjasamanya Tuan Kim.” Kataku sambil membungkukkan badanku.
”Ne, Kim Heechul imnida. Kamsahamnida.” Balasnya sambil membungkukkan badan pula.

Aku tidak dapat membayangkan bagaimana wajahku saat ini. Aku berusaha menyembunyikan rasa geliku saat melhatnya masih berkostum lengkap ala Lady Gaga. Baru beberapa jam yang lalu aku menonton rekaman konsernya, kini aku sudah berada di hadapannya. Untung saja aku dapat menahan tawaku selama dihadapannya. Akhirnya, setelah 1 jam interogasi, aku pun pulang bersama Hongki dan Kim Heechul. Entah kenapa aku tidak berani bicara lebih pada Heechul. Keggupan merajaiku, sampai ketika aku turun dari mobil Hongki, Heechul meminta waktu untuk berbicara padaku.

”Nona Cho, bolehkah aku meminta sesuatu darimu?” Rasanya aku bisa mendengar suara aslinya yang begitu lembut.
”Ne…”
”Aku ingin, selama kau menjadi pengacaraku, jangan pernah sekalipun kau bertanya tentang identitas asliku.”
”Ummm… Ne, Tuan Kim”

Rasanya aku menyimpan sedikit rasa kecewa. Padahal tujuan utamaku bersedia menjadi pengacaranya adalah supaya aku bisa mengenalinya lebih dekat.

****

Hari ini aku menuju suatu tempat. Tempat di mana aku akan memberikan semua honorku dari Kim Heechul sebagai pengacaranya. Setelah beberapa menit, aku tiba di sebuah yayasan yang didirikan oleh Petals untuk membantu orng-orang yang kurang mampu. Memang dari pertama aku sudah berjanji pada Hongki kalau honorku sebagai pengacara Kim Heechul akan kusumbangkan sepenuhnya ke Yayasan Petals ini. Sebenarnya ini adalah ide Hongki. Pada awalnya, aku tidak ingin dibayar dalam menangani kasus ini. Tapi Hongki melarangku. Dia takut kalau-kalau Kim Heechul akan merasa tersinggung. Akhirnya kami ambil jalan tengah dengan memberikan honorku dari Kim Heechul kepada Yayasan Petals.

Aku tidak bisa berlama-lama berada di Yayasan Petals itu, karena aku harus menemani Kim Heechul ke Kantor Polisi Seoul. Meskipun tidak ditahan, tapi Kim Heechul harus wajib lapor beberapa minggu sekali.

Aku tiba di kantor polisi lebih dulu. Selang beberapa menit, kulihat keramaian paparazzi yang mengejar Kim Heechul yang berjalan santai di tengah keramaian itu. Hari ini, dia berpakaian serba hitam setelan hitam dan aksesoris kacamata hitam dan masker tak lupa dikenakannya. Terkadang aku bertanya dalam hati, apa dia tidak risih dengan dandanannya itu.

Agenda hari ini, kim hui cheol diinterogasi lagi, karena ada beberapa bukti baru yang menyudutkan posisinya di mata kepolisian. Di meja ruang interogasi berserakan foto-foto Kim Heechul berkostum ala Lady Gaga sedang memukuli pria itu.
”Sudah kubilang ahjusi, itu bukan aku ”
Sudah kuduga sebelumnya kalau dia akan menepis foto-foto itu kepada polisi.
”Tapi foto-foto itu membuktikan bahwa orang itu persis dengan dandananmu waktu tampil malam itu”
”Tapi sungguh, itu bukan aku!”
”Mmm..baiklah, pemekrisaan hari ini cukup sampai di sini, pengacara Cho, kau boleh ke kantorku untuk mengurus beberapa berkas-berkas”
”Baiklah Inspektur, aku akan menyusulmu lima menit lagi”
Akupun mulai membereskan dokumen-dokumen di meja
”Tuan Kim, kau tunggu di sini sebentar”
Aku begitu terkejut, kaget, senang, semua perasaan menjadi satu ketika kuberanjak berdiri dari kursi di sebelah Kim HeeChul, tiba-tiba dia menarik tanganku dan membuat langkah ku terhenti sambil berkata:
”Tolong percaya padaku nona Cho, itu bukan aku!”
Omo!!Seandainya dia tidak memakai kacamata itu, aku pasti sudah tersihir oleh ucapannya yang lembut!!
”Umm…aku harus mengurus dokumen-dokumen dulu Tuan Kim”
Aaaiiissshhh….pasti sekarang wajahku sudah seperti udang rebus yang baru diangkat dari panci. Aku malu bukan main, tangannya yang masih terbungkus sarung tangan itu masih saja menggenggam erat tanganku. Tak ayal, jantungku semakin cepat berdetak.
”Yang di foto itu bukan aku, aku bersumpah!!Saat kejadian itu berlangsung, aku sedang terjebak di salah satu toilet itu!” katanya masih berusaha meyakinkanku.
”Tuan Kim, aku harus mengurus surat jaminanmu dulu”
Bisa kurasakan genggamannya semakin erat di tanganku.
”Aku ingin mendengar dari mulutmu kalau kau percaya padaku”
Aaiissshhh…rasa-rasanya ingin kucopot kacamata hitam itu dari wajahnya, supaya bisa kulihat tatapan matanya yang sedang memohon padaku seperti seorang pria memohon pada kekasihnya.
”y..ye..ye…Tuan Kim..aku percaya padamu”.
Setelah mendengar kata-kataku barusan, akhirnya dia melepaskan genggaman tangannya. Omo!!!pasti wajahku sudah memerah, semerah tomat busuk!!

To be continued
Author:chulliemyoon

Anyeeeooonnngg…author datang lagi,,maaf yaa agak lama,,lagi sibuk sama skripsong neyy..#curhatcolongan hehehe…oia..mulai chapter ini dan selanjutnya,,author akan ”lebih” menampakkan sosok Ahra yang selam ini misterius..#apaaadaahh …sooo…tolong komen yaaaa….tennnKYUuuuu….

14 responses »

  1. hehehe..biar penasaran..lg ga bisa panjang2..HHE..btw..gomawo untuk editan news nya yaa..ga bs lm2 soalnya..hhee..skripsi menungguuu..hhee

  2. ya eonni,,, jangan lama” ya part selanjutnya,,,
    tapi eon jangan kecam donk sama cho kyuhyun,, biarkan dia sembuh dan kembali bermain game… hiks…
    tapi bagus kok,,, trus kapan ntu mukanya eechul kelihatannya??? penasaran nieh..
    ya eon semangat ya buat skripsinya…
    indah eonni hwating!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s