Cake of Love Part 5

Standar

Characters [Made by]  : Hye Ri [author]



Cerita sebelumnya :

Kami diam. Angin bertiup cukup kencang hari ini. Aku menghela napas.

“Berikan padaku !” Aku mengangkat tanganku meminta bolaku kembali. Kyuhyun masih diam. Dia malah menatapku semakin tajam. Kudengar dia mendengus.

“Kalau bukan karena adikku yang memaksaku memberikannya padamu, bola ini mungkin tidak akan kembali ke pemiliknya.” Dia melempar bolaku. Sigap, aku menangkapnya.

“Kau tidak apa-apakan bolaku kan ?” Aku bertanya penuh curiga. Dia berdecak.

“Sudah bagus kukembalikan padamu.” Dia berbalik lalu pergi. Meninggalkanku yang terdiam heran melihatnya. Ada ya, orang sepercaya diri seperti orang itu ? pikirku.

Dia berhenti tiba-tiba dan berbalik setengah badan. Lalu,

“Urusan kita belum selesai.” Tegasnya.

 



Cake of Love Part 5

 

Dia berlalu meninggalkanku yang saat ini sedang kesal setengah mati karenanya. Dia berlalu dengan gaya menyebalkan yang membuatku muak. Aku mengambil bolaku yang sudah berada di dekat kakiku sekarang. Aku menghela napas lagi.

“Andai aku bisa melemparmu dengan bola ini dan membuat berdarah hidungmu, pasti aku akan puas sekali. Cih !” Aku sudah bersiap melempar dengan sekuat tenaga jika saja aku tidak menyadarinya sudah berjalan cukup jauh. Aku menurunkan tanganku. Bolaku terjatuh dari peganganku. Aku memandangnya sekali lagi.Meandang kepergiannya.

“Aku ingin berdamai saja sebenarnya. Capek musuhan terus. Walau baru 2 hari sih. Tapi tetap saja terasa beban bagiku. Aiisshh, capeknya.” Aku membungkuk mengambil bolaku lagi. Dari jauh, aku mendengar suara Sunny dan Soo Young memanggil-manggil namaku.

“Ya ! Seohyun ah ! Seohyun ah !” Mereka berlari tergopoh-gopoh. Heboh sekali. Aku menaikan alis mataku.

“Mworago ?” tanyaku datar. Mereka sampai dengan napas terengah-engah. Bahkan sampai membungkuk-bungkuk.

“Ya ! Waeyo ? Ada apa ?” tanyaku penasaran. Habis mereka heboh sih. Sunny dan Soo Young masih berusaha mendapatkan suplai udara lebih banyak.

“Ani…., anya… ! Hhhh,, hhh ! Kau baik-baik saja kan ? Hhh, orang itu, hhh, tidak berbuat apa-apa padamu kan ? Aiish ! Aku khawatir sekali, tau.” Sunny menjawab walau masih dengan napas tersengal. Soo Young malah ambruk.

Aku menghembuskan napas lega. Kukira mereka kenapa. Aku menggeleng.

“Aniyo. Aku baik-baik saja. Mana boleh orang itu berbuat macam-macam padaku. Awas saja kalau sampai berani ! Kalian kenapa sih ? Ja ! duduk saja !” Aku menyuruh Sunny duduk.

“Aku sudah duduk.” Soo Young nyeletuk.

“Ara, aku juga sudah lihat.” Kataku. Aku ikut duduk. “Waeyo ?”

“Tadi, aku dan Soo Young ke toilet…” Sunny mulai bercerita. Aku mendengarnya dengan seksama. “Lalu…,” dia menarik napas.

“Kami tidak jadi ke toilet.” Lanjutnya. Aku menautkan alisku.

“Mwo ? Kalian heboh seperti itu, hanya bercerita tentang ini?” tanyaku kaget. Soo Young menggeleng. Dia melanjutkan cerita mereka tapi sebelumnya dia menjitak kepala Sunny dulu. Sunny mengaduh.

“Aisshh, kalau cerita jangan nanggung donk. Paboya ! Seohyun ah, tadi kami tidak jadi ke toilet, tapi kami ke ruang tata boga. Kau tahu temanku Im Yoona kan ? Nah dia kan anak tata boga. Kami coba bertanya-tanya tentang si Kyuhyun itu. Awalnya dia malas bercerita. Tapi setelah kami paksa, ternyata dia mau cerita.” Soo Young berhenti sejenak. Aku yang serius mendengarkan jadi tambah penasaran.

“Lalu ? Eottheoke ?”

“Ternyata Kyuhyun itu, namanya adalah Cho Kyuhyun. Dan dia adalah pewaris dan penerus usaha keluarganya yaitu Cafe yang sering kita datangi. Cafe Rainbow itu !” Soo Young tiba-tiba heboh.

“Arayo. Aku sudah tahu. Mian, aku mengecewakan kalian.” Aku menunduk. Sunny mendekatkan wajahnya ke arahku.

“Ya ! Eottheokeyo ? Kok bisa sih ? Cepat ceritakan ! Ayo, ceritakan…” Rengek Sunny. Aku cuma bisa pasrah.

“Kemarin aku berurusan lagi dengannya. Setelah kalian pulang, aku pergi ke Cafe itu sendiri. Jeongmal mianhada, aku tidak mengajak kalian ke sana. Habis kalian juga malas sih katanya. Lalu,”

“Lalu ?” tanya mereka berbarengan. Mereka semakin mendekat. Aku melanjutkan lagi.

“Aku memesan kue yang ternyata adalah menu baru di Cafe itu. Oh ya, pelayan yang melayaniku itu adiknya Kyuhyun. Namanya Hye Ri. Saat itu, aku belum tahu kalau dia adik Kyuhyun. Aku bahkan belum tahu kalau Kyuhyun adalah anak pemilik Cafe itu. Nah, dia menawarkan kue itu padaku. Ya aku terima-terima saja. Soalnya dia bilang, aku bisa jadi orang pertama yang mencobanya. Ternyata, kue itu sama persis dengan kue Kyuhyun yang kemarin kuhancurkan. Rasanya, teksturnya, warnanya. Bedanya cuma bentuknya lebih bagus soalnya bukan kue hancur.” Aku berhenti lagi. Soo Young terlihat seperti ingin menanyakan sesuatu.

“Terus bagaimana kau tahu si Kyuhyun itu adalah penerus usaha keluarga Cho ? Kau belum menceritakannya dari tadi.”

“Dan aku juga mau tanya soal bolamu. Kenapa bolamu ada pada Kyuhyun ?” Sunny menambahkan.

Aku menghela napas.

“Begini ceritanya. Setelah aku tahu kalau kue itu sama dengan kue yang Kyuhyun buat, dia tiba-tiba datang padaku dan melabrakku. Aku juga bingung waktu itu. Dia marah-marah dan menyalahkanku soal kuenya. Ternyata kue yang kumakan itu adalah kue yang akan dia berikan ke yeoja [cewek] yang dia suka. Tapi, malah aku yang memakanya duluan. Dia jadi marah, deh. Sebenarnya, dia ingin memberikan kue yang aku hancurkan itu, tapi keburu aku hancurkan kuenya. Jadinya dia ganti dengan kue itu. Terus aku balas membentaknya. Sekarang, aku tanya pada kalian, memangnya aku tahu apa kalau kue itu adalah kue yang ingin dia kasih ke yeoja yang disukainya ? Aneh sekali dia itu. Habis itu, aku pergi. Tapi bolaku ketinggalan. Makannya tadi bolaku ada padanya. Tapi pasti dia dipaksa sama Hye Ri dulu. Oh iya, adiknya itu berbeda 360 derajat lho dengannya. Hye Ri itu ramah, imut, manis, polos lagi. Begitu.” Aku menyelesaikan ceritaku. Mereka berdua manggut-manggut sambil ber’oo,oo’ ria.

“Kau tahu tidak, ternyata berita kalau Kyuhyun itu anak dari pemilik Cafe Rainbow yang terkenal itu sudah meluas. Dan kurasa hanya kita yang belum tahu. Selain itu, aku dapat cerita dari Yoona lagi, kalau ternyata Kyuhyun sunbae itu masuk dalam 5 besar cowok terpopuler di sekolah dan dia mendapat peringkat pertama dengan jumlah fans paling banyak. Mengalahkan ketua OSIS Choi Si Won sunbae dan anak terimut sesekolah, Kim Ki Bum.”

“Uri Ki Bum dikalahkannya ? Bahkan Si Won Sunbae juga dikalahkannya ? Ada apa sih dengan orang itu sampai satu sekolah mengaguminya ?” Aku jerit-jerit heboh. Sunny dan Soo Young meringis.

“Ya nggak pake teriak juga kali. Sakit kan kupingku, Seohyunnie.” Sunny menggerutu. Aku cengengesan.

“Dan lagi,” Soo Young menambahkan. “Dia lagi jomblo, lho. Tapi dia lagi dikabarkan dekat dengan Yoo Yi. Anak kelas sebelah kelas kita itu. Memang manis sih anaknya. Tapi nggak jadi ah. Dia itu katanya cuma manis di luar saja. Banyak namja yang dicampakkannya ketika jadi pacarnya. Kasihan deh. Yang ditolaknya bahkan lebih kasihan lagi. Yoona dan kebanyakan anak tata boga tidak terlalu menyukainya. ”

“Kasihan sekali.” Komentarku.

“Siapa yang kasihan ?” tanya gadis berambut pendek di depanku, Soo Young.

“Ya Kyuhyun lah. Kasihan saja kalau sampai dia jadi pacarnya Yoo Yi. Pasti bakalan diperlakukan semena-mena.” Gumamku “Tapi sepertinya Kyuhyun memang sangat menyukainya.” Kataku dalam hati. Sunny dan Soo Young melongo lebar di hadapanku kemudian berpandangan.

“Mwo ? Waeyo ?” tanyaku heran.

“Ka…, kau ? Waeyo sih ? Kok tiba-tiba jadi bersikap begitu sama si Kyuhyun itu ? Ya ! Seohyun ah~ ” Sunny mengguncang badanku tiba-tiba.

“A, aniyo ! Aku cuma kasihan saja kok. Aissh ! Sudahlah ! Aku mau ke toilet dulu. Mau ikut tidak ?” Aku bangun. Mereka berdua mengangguk kemudian mengikuti walau masih dalam keadaan setengah tidak percaya.

 

 

Kami melewati ruangan itu kalau mau ke toilet. Ruang tata boga. Masih jauh sih. Tapi dari jauhpun ruangan itu terdengar ramai. Soo Young masih melanjutkan ceritanya.

“Dia itu banyak fans-nya soalnya, pertama, dia anak pemilik Cafe paling terkenal di Korea. Kaya pasti. Kedua, sikapnya dingin namun cool pada yeoja, tapi ramah dan hangat dengan para namja, tipe idaman banyak yeoja…”

“Aku tidak.” kataku menyela.

“Ya, ya, terserahlah. Terus ketiga, dia kan cakep dan manis banget. Kalau aku perhatikan sih memang lumayan. Tapi masih kalah sama…”

“Donghae ssi kan ? Ara, ara.” Interupsiku dan Sunny berbarengan. Wajahnya memerah sekarang. Aku tertawa kecil. “Lanjutkan.”

“Aa~ kalian ! Oke, terus keempat, dia itu pinter banget. Matematikanya tidak pernah di bawah nilai sempurna.”

“Seratus terus donk ? Wow ! Pinter amat ?” Sunny komentar. “Sssshh, nanti saja komentarnya. Lanjutkan, Soo Young.” suruhku lagi. Entah kenapa aku jadi ingin sekali tahu banyak tentang dia. Aku juga tidak tahu.

“Memang. Dia juga sudah mendapat kejuaraan memasak tingkat nasional. Makannya namanya terkenal banget sebagai salah satu patissier hebat yag dipunyai Korea. Katanya, nanti awal masuk sekolah, dia mau mengikuti lomba patissier tingkat internasional. Keren banget nggak tuh ? Terus terus, dia itu ternyata nggak cuma ikut ekstra tata boga. Tapi juga ikut ekstra basket dan Band sekolah. Tapi memang lebih intens di tata boga sih. Katanya suaranya neomu jotha [bagus banget] lho.” Jelas Soo Young. Aku manggut-manggut. Aku mau bertanya lebih banyak lagi. Tapi aku mengurungkan niatku. Nanti mereka mikirnya macam-macam lagi.

Kami melewati ruang tata boga. Aku memperlambat langkahku. Sunny dan Soo Young berjalan mendahului. Mereka malah asyik ngobrol. Sepertinya pembicaraan mereka sekarang beralih ke Donghae, gebetan Soo Young.

Aku berhenti begitu berada di depan ruang tata boga. Aku melihat orang yang sedang sering aku pikirkan [tiba-tiba]. Dia sedang dikerubungi yonbae-yonbaenya. Dia tersenyum sambil terus mengaduk adonan di dalam mangkuk. Benar-benar berbeda dengan Kyuhyun yang tadi.

Dia manis juga. Benar kata Soo Young. Dia terlihat keren, manis, dan cakep di mataku sekarang. Pantas saja banyak fans-nya. Manis gitu. Ups ! Kenapa denganku ? Kenapa tiba-tiba aku jadi berpikir begini ? Kenapa sejak aku makan kuenya aku jadi suka memikirkannya dan sekarang malah memujinya ? Kenapa tiba-tiba muncul perasaan ini ? Kenapa di mataku dia jadi terlihat berbeda ? Kenapa antara hati dan logikaku tentangnya jadi berbeda ? Kenapa hatiku terasa senang melihatnya tapi logikaku justru membencinya ? Apa yang terjadi padaku ? Apa aku…

“Tidak mungkin. Aku tidak mungkin menyukainya. Jelas-jelas aku benci padanya.” Aku memejamkan mata dan mencoba menghilangkan pertanyaam-pertanyaan yang muncul di kepalaku barusan. Aku melihat ke dalam lagi.

Aku melihat Yoo Yi tiba-tiba menghampirinya. Ekspresinya langsung berubah ketika melihatnya datang. Hatiku jadi memanas tiba-tiba.

Aigoo, aku ini kenapa ? Kenapa hatiku marah waktu Yoo Yi mendekatinya ? Apa aku cemburu ? Ya Tuhan, kenapa denganku ? Apa aku….

“Aniyo ! Tidak Seohyun. Kau tidak menyukainya. Kau tidak bisa.”

“Seohyun ah ~” panggil Soo Young dan Sunny yang ternyata sudah berada jauh di depanku. Aku menoleh sebentar ke dalam lagi dan melihat mereka berdua lalu segera berlari menghampiri kedua sahabatku.

“Kau ngapain tadi berdiri di sana ? Nyari Kyuhyun sunbae ya ?” Tebak Sunny asal. Aku mengelak.

“Ih, ngapain ? Orang aku penasaran aja kok di dalam ribut banget. Sudahlah, kajja !” Aku menarik mereka.

 

 

Cake of Love Part 6 bakal terbit bentar lagi….,,

di baca ya……, di komen juga, di like juga…………,, ajak temen-temenmu buat mbaca juga……….

 

Jeongmal Gomawo  =) [author]

 

 

PS :

Wah, nggak nyangka aku udah bisa bikin Cake of Love sampe part 5. Tetep terus jadi penyukanya ya,, dikomen jga. Soalnya aku gag tau gimana ceritaku di mata orang lain. Eh, maaf juga kalo ceritanya rada wagu n geje. Hehe, maaf juga kalo aku sering salah ketik [maklum, punya penyakit gag pernah teliti en lupaan stadium 9,, parah banget kan ??]. Makasih banget yang udah suka baca…..

 

=)

7 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s