It’s Not The Same

Standar

Writer: Occie_YeHyuk

 

Aku begitu sedih menatap pria yang sedang tidur disampingku. Sikapnya begitu berbeda. Apa sebenarnya salahku?. Sudah beberapa bulan terakhir dia bersikap dingin padaku. Ingin sekali bertanya padanya, tapi dia selalu mengacuhkanku. Terkadang yang terjadi malah pertengkaran antara kami. Kehidupan kami sudah seperti neraka, tidak jarang dia tidak pulang dan lebih memilih tinggal didorm.

Sebelumnya aku hanya gadis biasa, namaku Kim Yu Hee. Tapi setelah dia datang dalam kehidupanku semua berubah. Kehidupanku terasa berbeda, Park Jung Soo a.k.a Leeteuk yang sekarang menjadi suamiku. Dia membuat kehidupanku lebih berbeda. Aku ingat ketika pertama kali dia melamarku.

 

FLASHBACK

Aku sudah menunggu lama disini, tapi dia tidak kunjung datang. ingin aku beranjak dari tempat ini. Karena cafepun sudah nampak ingin tutup, hanya aku yang berada disini. Aku begitu kesal karena dia tidak kunjung hadir. Akupun bangkit dari tempat dudukku dan beranjak pergi dari café itu. Tiba-tiba café ini menjadi gelap.

Aku meraba-raba mencari jalan keluar. Tapi entah ada tangan yang menarikku dan membawaku pergi. Aku pikir mungkin petugas café ini yang menunjukan jalan untukku maka aku tidak melakukan perlawanan apa-apa.

Orang itu kemudian melepaskan tanganku, apakah sudah sampai ya? Pikirku.

“apa sudah sampe??” tanyaku. Tiba-tiba lampunya menyalah, disekeliling meja ini sudah dipenuhi oleh balon-balon berbentuk hati. Aku sungguh bingung, apa yang sebenarnya terjadi?. Aku melihat ada seseorang yang berdiri dihadapanku, tapi aku tidak bisa melihat wajahnya karena ditutupi oleh balon-balon.

“nugu??” tanyaku ragu. Diapun mengangkat balon-balonnya dan aku bisa melihat wajahnya perlahan.

“oppa…” teriakku.

“mianhaeyo jagi membuatmu menunggu lama…” katanya sambil memperlihatkan senyum mautnya itu. Aku hanya diam saja, aku kesal melihat tampangnya yang innocent itu. aku tidak ingin menatapnya. Karena sudah hampir berjam-jam aku menunggunya tapi sekarang dia datang dengan wajah yang tidak bersalah.

“jagi, mian…” katanya.

“jagi bukan maksudku untuk membuatmu menunggu…” katanya lirih.

“jangan marah ya…” katanya.

“ne…” jawabku sekenanya.

“jagi………..”

“Nawa gyuhrhonhaejullae?…” katanya sambil mengulurkan balon yang disudah diselipkan cincin ditalinya. Entah kenapa mukaku terasa panas, aku merasa sudut dimataku sudah dipenuhi dengan cairan bening. Aku tidak mengerti apa yang sedang aku rasakan. Dia melamarku?.

“kalau kau menerimaku … kau ambil cincin ini, kalau kau menolakku kau lepaskan balon ini…” katanya sambil memberikan balon itu. aku berpikir cukup lama. Aku melihat raut wajahnya sudah mulai gelisah, cemas menunggu jawaban dariku. Dia menundukan kepalanya berusaha mengumpulkan kekuatan untuk menerima jawabanku.

“mianhaeyo…” kataku sambil melepas balonnya. Seketika dia mendongakan kepalanya, menatap balon yang sudah melayang. Dia benar-benar kaget melihat jawaban yang aku berikan. Aku lihat air matanya mengalir.

“aku menerima semua keputusanmu…” katanya mencoba tegar sambil menghela nafas panjang. Aku melihat matanya semakin berkaca-kaca. Dia mulai menyeka air matanya.

“jagi, kau tidak ingin memakaikannya…” kataku sambil memperlihatkan cincin itu. Dia menatap cincin itu, seolah-olah tidak percaya. Dia sungguh terkejut ternyata cincinnya ada bersamaku. Aku melihat air matanya semakin deras keluar.

“kau tidak senang dengan keputusanku…” kataku yang melihat ekspresinya masih diam saja.

“andwae jagi…” katanya sambil bergerak mendekatiku, mengambil cincin ditanganku dan memakaikan cincin itu dijari manisku.

“gomawo jagi…” katanya diapun mengecup bibirku dengan lembut.

“saranghaeyo jagi…” sambungnya sambil memelukku erat.

“nado oppa…”

FLASHBACK END

Air mataku semakin mengalir deras, begitupun hatiku semakin aku mengingatnya semakin terasa sakit. Aku menyeka air mataku. Aku mulai menidurkan tubuhku, aku tidur memunggunginya. Kenapa dia seperti ini, marah dengan orang lain tapi aku juga ikut diperlakukan seperti ini. “Apa salahku oppa?” gumamku. Aku mulai memejamkan mataku berharap ini hanya mimpi buruk dan segera bangun dari mimpi ini.

***

Aku terbangun karena mendengar ada benda yang terjatuh. Aku berusaha memaksakan pengelihatanku yang masih belum jelas karena baru bangun tidur. Aku melihat Leeteuk oppa sedang sibuk memasukan barang-barang kedalam tasnya. Aku merasa kepalaku begitu berat. Aku ingin membantunya tapi aku mengurungkan niatku untuk melakukan itu. dia pasti menolak bantuanku.

Aku melihatnya pergi, dan beberapa menit kemudian aku mendengar suara mobil yang berjalan meninggalkan rumah. Begitulah sikapnya, dingin padaku. Bahkan dia sudah acuh sekali denganku. Aku berjalan gontai keluar kamar. Aku duduk dimeja makan, kenanganku dan leeteuk oppa terlalu banyak. Hampir disetiap sudut ruangan ini berisi kenanganku dengan leeteuk oppa. Ketika aku sedang mengingat-ingat masa laluku, aku melihat cincin terselip ditumpukan buah didepanku.

“cincin siapa ini??” gumanku. Sambil mengambil dan mengamatinya aku tidak asing sekali dengan benda ini.

“cincin ini…cincin pernikahanku dengan oppa…” pekikku yang tidak percaya dengan apa yang kulihat, oppa tega menelantarkan benda berharga ini. Air mataku mengalir begitu saja, aku tidak pernah berfikir dia sampai melepaskan cincin yang mengikat kita. Apa salahku dengannya? Aku sudah berusaha menjadi istri yang baik untuknya. Oppa berubah ketika Hyura onnie datang kerumah ini. Setelah itu, dia berubah drastic seperti ini.

Aku sering bertanya apa yang terjadi padanya, tapi hanya bentakan yang aku dapat. Aku tidak ingin bertanya dengan Hyura onnie apa yang terjadi sebenarnya.

Aku sudah tidak kuat dengan tekanan yang terjadi. Dia memang tidak menyiksa fisikku, tapi dia menyiksa batinku. Aku sangat menyayanginya, aku tulus mencintainya.

Beberapa hari kemudian…

Aku sudah hampir seminggu mencari tahu apa sebenarnya terjadi pada Leeteuk oppa dan Hyura onnie. Aku sungguh sudah tidak kuat menjalani kehidupan seperti ini. Selama beberapa hari itu aku sedikit mulai tahu. Nampaknya oppa dan Hyura onnie pernah memiliki hubungan dekat. Aku tidak tahu ada masalah apa dengan mereka? Tapi kalau oppa fikir aku seperti onnie, itu salah besar.

Semakin hari, oppa semakin dingin. Dia bahkan sudah jarang sekali pulang kerumah. Aku benar-benar sudah tidak kuat. Aku memutuskan untuk pergi saja dari rumah ini, mungkin oppa senang jika aku pergi. Aku memutuskan untuk tinggal di apartementku yang dulu, walaupun disana sudah ada Hyura onnie.

Aku meninggalkan secarik surat untuk oppa. Walaupun begitu aku tetap mencintainya. Aku terdiam didepan pintu kamarku dan leeteuk oppa. Aku sedih sekali meninggalkan semua kenangan indahku ini. Tapi mungkin ini keputusan yang terbaik. Aku segera memacukan mobilku ke apartementku setelah ini aku akan memulai lembaran baru.

 

LEETEUK P.O.V

Hari ini sungguh melelahkan sekali, jadwal yang begitu padat menyita banyak waktuku. Sudah hampir seminggu aku tidak bertemu dengan Yu Hee. aku ingin sekali menyudahi ini semua, tapi perasaan benciku pada Hyura mengalahkan semuanya. Batinku selalu berperang, ini tidak adil untuk Yu Hee. tapi aku tetap tidak bisa memendam perasaan ini.

Setiap melihatnya aku ingat perbuatan Hyura padaku. Lagipula dia juga sudah membohongiku. Kenapa sejak awal dia tidak menceritakan bahwa Hyura adalah kakaknya. Aku berjalan keluar dorm, hari ini lebih baik aku pulang. walaupun aku tidak suka berada disana, tapi dia juga masih menjadi istriku. Jujur hati kecilku masih mencintainya.

Segera kupacu mobilku, sesampainya didepan rumah. Rumah nampak gelap, aku langsung melihat kearah jam.

“baru jam segini…” kataku sambil berjalan masuk kedalam rumah.

Kenapa rumah ini begitu sepi, ketika aku masuk Yu hee tidak ada didepan tv hal yang selalu dia lakukan dan akan selalu menyapaku jika pulang walaupun aku bersikap dingin padanya. Ini benar-benar aneh. Aku segera menuju kamar, tapi disini juga dia tidak ada. Kemana dia malam-malam seperti ini. Pikirku kesal. Aku merebahkan tubuhku dikasur. Aku melihat ada selembar kertas dan diatasnya terdapat cincin. Aku segera mengambil kertas itu.

 

Dear oppa,

Mianhaeyo, aku pergi seperti ini. Mungkin oppa sudah tidak nyaman lagi jika aku berada disini. Aku sebenarnya tidak tahu, apa yang terjadi pada oppa. Dari pada oppa dan aku tersiksa, maka aku anggap keputusan ini yang terbaik. Mianhae tidak bisa menjadi istri yang terbaik.

Saranghaeyo oppa…^_^

Kim Yu Hee

Tak terasa air mataku mengalir, karena sikapku selama ini aku harus kehilangan orang yang aku cintai. “Kenapa aku tidak bisa menghilangkan kebencian ini?” kataku sambil memukul-mukul kepalaku. Pikiranku kacau seperti suasana hatiku.

“dasar baboooo!!!” kataku dan sepanjang malam itu aku menangis meruntuki kebodohanku. Mungkinkah aku bisa memintanya kembali.

***

Sudah hampir seminggu, aku tinggal sendiri disini. Aku merindukan setiap detik saat bersama Yu hee. tentu aku tidak punya keberanian untuk mengajaknya kembali. Kehidupanku terasa kacau, sudah hampir setahun lebih aku dan Yu hee tingal bersama. Aku merasa ada sebagian dari hatiku yang pergi. Kebencian ini sungguh menyiksaku.

Member di superjunior pun belum ada yang mengetahui hancurnya rumah tanggaku dengan Yu hee. Hari ini aku merasa enggan sekali berada dirumah. Aku ingin pergi tapi kemana? Member yang lain sedang sibuk dengan kegiatannya yang lain.

Aku memutuskan untuk jalan-jalan keluar rumah, untuk menghilangkan sedikit penat dikepalaku. Ketika aku ingin beranjak keluar. Pintu rumahku diketuk seseorang, aku segera membukakan pintunya.

“nugu??” kataku sambil membukakan pintu. Aku terkejut ternyata Hyura yang datang. orang yang paling tidak ingin aku temui. Aku terpaksa mengajaknya masuk. Dia yang sudah membuat rumah tanggaku dengan Yu hee hancur.

“mau apa kau kesini??” tanyaku to the point.

“mianhaeyo oppa… aku kesini karena aku tahu kalau oppa dengan Yu hee sedang ada masalah” katanya.

“mian oppa…aku harap ini bukan karenaku..” sambungnya.

“apa perdulimu!!!” jawabku ketus sambil membuang mukaku.

“oppa, aku sedih melihat Yu hee. Dia sekarang tinggal bersamaku…” katanya yang membuatku seketika menatapnya. setidaknya aku tahu, kalau dia sedang disana.

“oppa, mianhaeyo….”

“aku pernah menyakitimu, tapi ini tidak ada hubungannya dengan Yu hee…ini merupakan keputusan yang terbaik oppa…oppa harus bisa mengerti itu??” sambungnya.

“tapi apa kau memikirkan sakitnya hatiku…” teriakku melepas kekesalan yang sudah kupendam bertahun-tahun lamanya. Dia menatapku tajam.

“oppa…bisa kah kau mengerti?? Itu semua hanya bagian dari masa lalu. Perlukah oppa menelantarkan masa depan oppa dengan Yu hee…apakah jika oppa pikirkan terus semua ini bisa berubah… apa oppa bisa berpikir seperti itu…” teriaknya wajahnya nampak begitu kesal.

“ceritaku dengan oppa berbeda dengan cerita oppa dengan Yu hee…apa Yu hee pernah menyakiti hatimu selama ini!!!! Aku yakin dan percaya, Yu Hee mencintaimu tulus…” sambungnya.

“apakah oppa bisa mengerti itu?? cerita dimasa lalu biarkan menjadi cerita yang tersimpan rapih dihati oppa. Tertutup rapat.” Kata-katanya membuatku tertunduk.

 

FLASHBACK

Aku begitu senang hari ini, aku akan melamar orang yang sungguh aku cintai. Aku menunggunya, tapi entah mengapa dia tidak kunjung datang. Aku jadi cemas, kuhubungi handphonenya tapi tidak juga terhubung. Aku menatap orang yang sedang berlalu lalang.

“kemana sebenarnya dia??” gumamku sambil memainkan sendok yang berada ditanganku.

Hatiku jadi begitu tidak tenang, tapi tiba-tiba pandanganku terhenti oleh sepasang kekasih. Dia sedang duduk diseberang café, tempatku berada. Mereka nampak begitu mesra. Membuatku iri melihatnya. Aku memandangi terus yeojanya, kenapa aku sepertinya kenal ya?? Pikirku. Sambil mengetuk-ngetukan sendok ke dahiku. “Hyura!!!” pekikku yang langsung menatapnya lagi.

Aku merasa begitu panas, sudah lama aku menunggunya disini tapi dia justru dengan lelaki lain. Tanpa pikir panjang, aku pergi menghampiri mereka.

“Hyura!!!” teriakku, nampak Hyura terbelalak begitupun lelaki disebelahnya.

“ooo…ppa….” Katanya tergagap.

“sedang apa kau disini??” kataku, sambil menariknya menjauh dari lelaki itu.

“apa oppa tidak bisa lihat sendiri….!!!” Katanya dengan nada yang tidak kalah tinggi, ekspresi wajahnya berubah seketika.

“mwo??!!” kataku, tidak mengerti dengan sikapnya. Aku melihatnya menghela nafas.

“oppa, aku sudah lelah dengan hubungan ini….lebih baik kita akhiri saja….” katanya sambil melepas tanganku.

“maksudmu?? 5 tahun hubungan kita kau anggap apa??!!!” bentakku. Emosiku sungguh tidak dapat aku tahan.

“aku mencoba mempertahankannya, tapi aku sudah tidak mencintaimu…sudah jangan gangu aku…” katanya, sambil melepaskan cincin pemberianku dan berlalu meninggalkanku.

Sungguh aku tidak pernah membayangkan ini terjadi padaku. Aku sungguh mencintaimu Kim Hyura, sungguh. Air mata yang sudah sejak tadi ku tahan akhirnya mengalir. Hujan menguyur tubuhku, seakan dia mengerti suasana hatiku saat ini. Aku masih mematung ditempat ini. Hari yang tidak akan pernah kulupakan sepanjang hidupku. Perasaan cinta ini seketika berubah menjadi benci. “aku membencimu Kim Hyura” desisku tertahan.

FLASHBACK END

 

Entah sudah berapa lama suasana hening ini terjadi, kami masih saja bergumul dengan pikiran masing-masing. Bayangan masa lalu itu seketika menyeruak ke dalam pikiranku. “apa yang sudah kulakukan??” pikirku. Kenapa aku memperlakukan Yu Hee seperti itu. aku sama saja seperti Hyura kalau seperti ini.

“aku tidak mau oppa kecewa…menyesali perbuatan oppa…” katanya, akhirnya dia memulai pembicaraan, menghilangkan keheningan yang terjadi..

“oppa aku sayang oppa dan Yu hee…” katanya, membuat air mataku mengalir.

“mianhaeyo…”  kataku lirih.

“oppa, aku sedih melihat Yu hee selalu melamun…akhir-akhir ini dia terlihat pucat, dan kau tahu Yu hee tidak mau berbicara denganku…bahkan menatapku pun dia tidak mau…” katanya. Air mataku seakan tidak bisa berhenti mengalir, aku tahu aku menyesal. Aku sudah melakukan kesalahan besar.

“oppa lebih baik segera temui Yu hee…sebelum terlambat…” ucapnya, dia sudah duduk disampingku. Membimbing kepalaku untuk kepelukannya.

“kau bisa menanggis sepuas-puasnya…” katanya sambil mengusap kepalaku. Aku sudah melakukan kesalahan besar.

“oppa nampaknya aku harus pulang…” katanya sambil beranjak pergi.

“ne…gomawo….” Kataku sambil mengantarkan kepergiannya.

Aku segera beranjak dari sana, aku ingin pergi keluar untuk menenangkan hati dan pikiranku. Semoga saja semuanya bisa kembali seperti semula.

 

YU HEE P.O.V

Sudah hampir seminggu aku pergi, aku sangat merindukannya. Sedang apa dia disana?? Setiap hari aku tidak bisa berhenti memikirkan. Tapi ada yang aneh dengan tubuhku. Entah akhir-akhir ini aku merasa sangat mual, sering terasa pusing. Aku berjalan gontai menuju kamar mandi, hari ini aku berencana pergi keluar untuk mencari udara segar. Sudah hampir seminggu aku berdiam diri dikamar dan sudah minggu juga aku tidak berbicara dengan Hyura onnie.

Aku keluar kamar, dirumah ini terasa sangat sepi. Ketika aku melewati kamar Hyura onnie, pintu kamarnya sedikit terbuka. Aku tidak begitu memperdulikannya, tetapi ketika dia mengatakan Leeteuk oppa membuatku tertegun. Aku menghentikan langkahku, ada perasaan dalam hatiku ingin mengetahui apa yang mereka bicarakan.

“ne oppa…” katanya dengan nada manjanya.

“ne oppa aku tunggu di café…” katanya lagi, nampaknya mereka ingin bertemu. Aku tidak tahu ternyata selama ini mereka berhubungan dibelakangku. Katanya mereka bertengkar tapi mengapa tadi mereka begitu dekat. Mungkin dengan kepergianku dapat menyatukannya kembali. Dadaku terasa sangat sesak, air mataku mulai mengalir sudah jelas yang terjadi.

Hatiku begitu sakit menerima semua kenyataan ini, aku segera kembali kedalam kamar. Merapihkan semua pakaian yang aku punya. Segera aku pergi dari sana, aku tidak tahan tinggal dengan Hyura onnie. Aku segera memacu mobilku meninggalkan apartement itu.

Aku sejujurnya sudah tidak kuat menjalani semua ini. Badanku begitu lemas, aku sudah tidak memiliki semangat lagi. Aku memutuskan untuk berhenti ditaman. Aku melihat banyak anak kecil yang sedang bermain. Aku senang melihat wajah-wajah polos mereka. Aku melihat ada seorang anak kecil yang menghampiriku.

“nuna, lihat oemmaku tidak…” katanya sambil menanggis.

“nuna tidak melihatnya….tadi oemmamu dimana..” tanyaku dan menyuruhnya duduk disebelahku. Dia hanya mengelengkan kepalanya.

“namamu siapa??” tanyaku.

“taemin…..” jawabnya sambil terisak oleh tangisannya.

“lebih baik kau tunggu disini dengan nuna… nanti nuna belikan ice cream” kataku membujuknya untuk menghentikan tangisannya.

“ne nuna…” katanya aku segera membelikannya ice cream. Dia segera melahap ice cream, aku senang melihatnya. Ketika kami sedang asyik bercanda ria tiba-tiba ada seorang wanita memanggil anak ini.

“taemin…” teriaknya, taeminpun  segera berlari menuju wanita itu.

“oemma…” katanya. Ternyata itu oemmanya aku segera tersenyum pada wanita itu.

“mianhaeyo…sudah merepotkan” kata wanita itu sambil membungkukan badannya padaku.

“ne…gwenchana” kataku.

“taeminn… pamit dulu dengan nuna…” kata wanita itu dan taeminpun menghampiriku yang sedang duduk.

“nuna..aku pulang dulu ya…nanti traktir ice cream lagi ya…” katanya dengan wajahnya polosnya.

“ne…” jawabku. Setidaknya melihat wajah polos taemin bisa membuat hatiku sedikit terhibur.

“sedang apa kau disini…” sapa seseorang dari arah belakang. Aku segera membalikan tubuhku dan aku melihat yesung oppa…”

“oppa…” kataku.

“sedang apa kau disini…??” Tanyanya lagi sambil duduk disampingku.

“tidak sedang apa-apa…” jawabku.

“sendirian saja, tidak dengan Leeteuk hyung…” tanyanya membuatku menatapnya. apa mereka belum tahu apa yang sedang terjadi denganku dengan Leeteuk oppa.

“oppa belum tahu…” kataku dengan suara yang lirih.

“tahu apa??” tanyanya.

“biar leeteuk oppa yang cerita…” kataku sambil beranjak pergi, tapi kepalaku terasa pusing dan badanku terasa limbung, semua nampak seperti gelap. Dan brukkkk…. Aku sudah tidak sadar apa yang terjadi setelah itu.

***

Aku mencoba membuka mataku, terasa sangat berat. Aku melihat sudah ada dokter dan yesung oppa disampingku. Aku melihat dokter itu tersenyum padaku.

“chukkahamnida noona….” Katanya.

“kau sedang mengandung…sudah 3 bulan..chukkae…” katanya sambil memberikan selamat padaku. Aku hanya bisa tersenyum kecil.

“chukka…” kata yesung oppa ketika dokter itu meninggalkan kami.

“mianhaeyo aku belum bisa menghubungi Leeteuk hyung…handphonenya tidak dapat dihubungi…” sambungnya. Tiba-tiba air mataku mengalir, kenapa saat seperti ini aku harus mengetahui bahwa diriku hamil.

“kenapa kau menanggis??” tanyanya.

“oppa jangan beritahu Leeteuk oppa ya…” kataku disela isak tanggisku.

“waeyo??” Tanyanya heran.

“sebenarnya aku sudah berpisah dengan Leeteuk oppa…oppa jangan cerita dengan siapa-siapa dulu sebelum Leeteuk oppa sendiri yang menceritakannya…” kataku.

“kenapa bisa seperti ini…” tanyanya tidak percaya dengan perkataanku.

“nanti aku ceritakan, sekarang aku ingin pulang…” kataku sambil mencoba berdiri.

“kau sekarang tinggal dimana??” tanyanya.

“nee oppa…dirumahku…” jawabku singkat.

“biar oppa yang antarkan…” katanya sambil memapahku.

Sepanjang perjalanan aku menceritakan apa yang terjadi denganku dan Leeteuk oopa.  Aku juga meminta yesung oppa tidak memberitahukan keberadaanku. Aku sekarang tinggal dirumah yang hanya aku yang mengetahuinya. Rumahnya terletak dipinggiran kota Seoul. Sebenarnya Leeteuk oppa juga mengetahuinya tapi hanya sebatas tahu.

“kau tidak apa-apa tinggal disini sendirian…” katanya sambil membukakan pintu untukku.

“ne oppa…” kataku.

“lebih baik oppa pulang sekarang sudah malam…” kataku diapun pamit pulang. aku menunggu dia hingga mobilnya benar-benar tidak terlihat.

Aku ingin membesarkan buah hatiku dengan Leeteuk oppa. Aku masih mencintainya, walaupun sudah tidak bersama tapi aku akan memiliki anak dari Leeteuk oppa. Aku akan menyayanginya sepenuh hati.

 

LEETEUK P.O.V

Hari ini aku sudah bertemu dengan Hyura, kami merencanakan agar aku bisa kembali bertemu dengan Yu hee. aku sudah menanti hari itu tiba. Aku segera mengendarai mobilku menuju dorm. Setibanya didorm aku lihat member yang lain sedang berkumpul diruang tengah. Ketika aku memasuki ruangan, aku langsung menempatkan diri duduk disebelah ryeowook.

“hyungg, mau menginap disini??” Tanya Donghae.

“ne…” kataku sambil merebahkan kepalaku disofa.

Aku merasa tubuhku sangat lelah, menjalani aktivitasku yang begitu padat. aku merogoh kantung celanaku, aku melihat hapeku mati. Aku segera menyalahkan hapeku, nampak ada pesan suara. Yesung?? Ada apa. Aku segera mendengar pesan suaranya. Ada hal penting apa?? Aku segera mencarinya , nampak yesung sedang tidak ada didorm. Tiba-tiba aku melihat yesung nampak baru pulang segera aku bertanya.

“yesung, ada apa??” tanyaku.

“gwenchana….” Jawabnya singkat, matanya menatapku tajam kemudian berjalan menuju kamarnya.

“ada apa dengan yesung…??” tanyaku pada yang lain. Tapi mereka hanya mengelengkan kepala.

Aku merasa sangat lelah, aku berjalan menuju kamarku…aku mencoba memejamkan mataku, tapi wajah Yu hee menghiasi pikiranku. Apakah aku sudah tidak sabar menunggu saat aku bertemu dengannya nanti. Akupun akhirnya bisa tertidur.

***

Malam ini aku tidur sangat lelap, hampir semua rasa capeku hilang dalam semalam. Aku mencoba bangun, aku langsung mengingat wajah Yu hee. “kenapa seperti baru jatuh cinta saja??” gumamku, sambil tertawa kecil. ketika aku berjalan menuju kamar mandi, handphoneku berdering.

“yeboseyo…” kataku.

“oppa…” terdengar suara diseberang sangat berat. Hyura ada apa dengannya.

“waeyo Hyura??” tanyaku khawatir.

“Yu hee semalam tidak pulang…dia tidak ada disini oppa…” katanya aku tahu dia sedang menangis.

“jinjjayo??” tanyaku menyakinkan.

“ne oppa…” katanya.

“ya sudah nanti aku akan kesana…” kataku sambil bergegas.

Aku segera memaju mobilku menuju apartemen Hyura. Aku melihat pintunya terbuka, aku melihat Hyura nampak sangat sedih. Aku segera menghampirinya.

“oppa…” katanya. Aku segera menuju kamar Yu hee. aku melihat isi lemarinya, nampaknya dia pergi dari sini. Aku segera menghampiri Hyura lagi.

“kenapa dia bisa pergi??” tanyaku. Dia hanya mengelengkan kepala. Aku hanya menunduk mengetahui hal ini. Aku segera pergi meninggalkan tempat ini, aku berusaha mencarinya. Aku harus bisa bertemu dengannya.

Hari sudah malam, aku pulang. didorm begitu sepi. Hanya ada yesung yang nampak sibuk dengan kegiatannya. Aku menghampirinya. Ketika aku duduk disampingnya, dia lalu menghentikan aktivitasnya.

“waeyo??” tanyaku.

“mollayo…” jawabnya. Dia kembali menatapku tajam, sebenarnya kenapa dia?

“apa hyung masih tidak ingin bicara…” tanyanya membuatku tertegun. Aku hanya bisa diam.

“lebih baik aku meninggalkan hyung sendiri, supaya hyung bisa tenang.” Katanya.

 

AUTHOR P.O.V

Beberapa minggu setelah Leeteuk mengetahui kepergian Yu hee. Akhirnya Leeteuk memberitahukan member yang lain tentang hubunganku dengan Yu hee. diantara mereka nampak simpatik mendengar cerita Leeteuk.

Sudah beberapa bulan Leeteuk mencari keberadaan Yu hee, member yang lainpun sudah ikut menolong mencarinya tapi tidak juga ada hasilnya. Hari ini Leeteuk  tidak ingin kemana-mana, Leeteuk hanya bisa berdiam diri dirumah. Setelah mengetahui Yu hee pergi kehidupannya menjadi berantakan. Leeteuk sulit konsen mengurus SuperJunior, sehingga Hankyung pergi meninggalkan SuperJunior, Kibum juga harus sibuk dengan kegiatan syutingnya dan vakum di SuperJunior dan terakhir yang paling menyedihkan Kangin harus berangkat wamil.

Leeteuk semakin merasakan kesepian, Leeteuk duduk sendirian diruang tengah. Leeteuk mengingat kejadian saat Leeteuk masih bersama dengan Yu hee. semua begitu terasa sangat indah pekiknya, setiap hari Leeteuk merasa hatinya semakin hampa. Leeteuk tertegun menatap cincin pernikahannya dengan Yu hee, sebelum dia pergi dia meninggalkan ini. Leeteuk masih menyimpannya dengan rapi. Ketika Leeteuk masih terkurung dengan kenangan itu. ada seseorang yang mengetuk pintu rumahnya. Leeteuk masih tidak bergeming dari tempatnya, Leeteuk enggan membukakan pintunya. Cukup lama orang itu mengetuk pintunya, tapi ketika Leeteuk  mulai beranjak untuk membukakan pintunya. Suara ketukan itu sudah tidak ada. Hanya ada suara langkah kaki yang menjauh. Leeteuk tetap membukakan pintu.

Leeteuk hanya bisa  melihat punggung badannya saja. seorang yeoja. Leeteuk semakin penasaran.

“nugu??” kata Leeteuk. Yeoja itu terdiam, dia tidak segera berbalik.

“nugguuu??” Tanya Leeteuk lagi sambil mendekati yeoja itu.

“oppa…” terdengar suara yeoja itu sambil berbalik.

“Yu Heee~ …” teriak leeteuk ketika yeoja itu berbalik, dia begitu mengenal yeoja yang sedang menggendong bayi itu.

“kau kemana saja??” Tanya leeteuk. Yu hee masih saja terdiam. Leeteuk memperhatikan bayi yang sedang digendong Yu hee. kemudian dia mempersilahan yeoja itu masuk.

“oppa…” kata Yu hee. leeteuk nampak begitu senang melihat yu hee datang.

“oppa aku datang kesini hanya ingin menunjukan Yoori padamu oppa…” kata Yu hee.

“Yoori …” kata Leeteuk sambil mengerutkan dahi tanda tidak mengerti maksudnya.

“nee…dia adalah anakmu oppa…aku hanya ingin kau mengetahui anakmu…nanti dia juga akan mengetahui ayahnya…” kata yu hee sebelum leeteuk berkata lalu yu hee memotongnya.

“hanya sebatas tahu saja oppa…setelah inipun aku pergi…” sambungnya. Leeteuk mendekat padanya mencoba melihat bayi yang nampak tenang berada dipelukan Yu hee. leeteuk nampak tersenyum, wajahnya nampak mirip dengan Leeteuk.

“jadi sebelum kau pergi dari sini, kau sedang hamil…” kata Leeteuk.

“ne oppa…hamil 3 bulan…” kata Yu hee.

Tiba-tiba suasana menjadi hening………

 

LEETEUK P.O.V

Suasana menjadi begitu hening, aku masih bercanda dengan Yoori yang nampak sangat manis. Aku senang ternyata Yu hee masih mengingatnya. Aku tidak ingin dia pergi lagi.

“oppa mian aku harus pergi…” katanya sambil beranjak pergi.

“waeyo??” tanyaku. Dia tidak menjawab, dia langsung meninggalkanku. Aku hanya terpaku melihat kepergiannya. Akupun tersadar, aku tidak boleh kehilangan dia untuk kedua kalinya.

Aku mengejarnya yang hendak melewati pintu rumahku.

“Yu hee tunggu…” kataku sambil menahannya. Aku memegang tangannya.

“Yu hee tetaplah disini…jangan tinggalkan aku lagi…” pintaku. Dia tetap terdiam, aku terus memintanya. Aku langsung memeluknya.

“mianhaeyo jagi……mianhaeyooo~” kataku terasa mukaku memanas.

“aku sudah berdosa dengan Yoori tidak mengurusnya sewaktu kamu hamil…aku ingin mengurusnya bersama…” sambungku.

“Yoori pasti senang kalau kita tinggal bersama…”kataku lagi sambil membalikan badannya. Aku melihat dia sudah menanggis.

“saranghaeyo…jeomal saranghae…” kataku sambil memeluknya dan Yoori.

“kita akan tinggal bersama Yoori, bersama oemma dan appa..” kataku.

Beberapa tahun kemudian..

Sekarang Yoori sudah dapat berjalan, aku sangat bahagia bisa tinggal bersama dengan orang-orang yang aku sayang. Walaupun beberapa bulan setelah dia kembali, sikap Yu hee masih sangat dingin padaku. Aku tahu dia menyetujui kembali karena Yoori. tapi akhir-akhir ini sikapnya sudah mulai berubah. Aku senang melihat perubahannya ini. Aku tidak akan berfikir bodoh, menyamakannya dengan Hyura. Dia sangat berbeda. Aku begitu mencintainya. Aku tidak akan mengulang kesalahanku dimasa lalu.

Aku sungguh bahagia. Hari ini aku menyempatkan pulang lebih awal, karena besok aku harus konser ke Jepang dan seminggu aku disana. Aku harus memuaskan hariku bersama Yu hee dan Yoori sebelum pergi. Aku melihat Yoori sudah tertidur pulas, aku segera menuju kamarku dengan Yu hee.

Betapa terkejutnya ketika aku memasuki kamar, aku melihat Yu hee hanya berbalut handuk yang sangat pendek. Aku melihatnya mulai menurunkan handuknya, hatiku langsung berdebar melihatnya seperti itu. aku sudah lama tidak melihatnya seperti itu. aku menghampirinya aku memeluknya dari belakang. Dia yang tidak berbalut apapun, aroma sabun mandi menyeruak dari tubuhnya.

Dia nampaknya sangat terkejut, melihatku. Dia mencoba melepaskan pelukanku, tapi aku semakin mempererat pelukanku.

“oppa…lepaskan” katanya.

“molla, nampaknya Yoori sudah ingin punya adik…” kataku dengan senyum nakal.

“dasar oppa nakal…” katanya.

“oppa….~” teriaknya, aku hanya bisa tertawa melihatnya seperti itu………

 

THE END

 

Mian ffnya gaje.. aduh…mian jeongmal mianhae kalau masih banyak slah ketik…

Buat chinguku (wuri)…semoga suka ya…

mian juga kalau ceritanya gak nyambung atau kepanjangan…mohon komentnya yua…sedikit kritik dan sarannya.. gamsahamnida…^.^

 

Twitter:@occie_makie

Author: Occie YeHyuk

7 responses »

  1. Yey~ada ff nya yeobo*teukie*
    tapi syg,part akhir x g dcritain,hehe

    teukie,knp km menelantarkan yu hee pas hamil?Kejam#dlempar k laut ama bini teuk yg lain

    nice,author.Bkin ff yg cast x teukie lgi yah!

  2. ff’y bgs…
    syg gak dceritain gmn YuHee’y menjalani kehamilan smpe melahirkan..
    trus yesung’y gmn? msh marah ato gak?
    pkok’y like this..^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s