Ye-Won (Your Maid) Part 5

Standar

I’m back dengan lanjutannya….

Silakan dibaca ya..

Siwon POV

Aku sudah bersiap ke kampus, dan ketika aku sarapan Kim ahjussi memberikan sesuatu padaku, sebuah amplop dan sebuah kertas kecil.

Siwon anakku..

Saengil chukkahamnida..

Maafkan appa, tidak bisa menemanimu hari ini,

Tapi appa berjanji akan pulang secepat mungkin dan merayakannya bersama, OK?

Itu uang cash untuk mentraktir teman-temanmu.

Heh? Sekarang aku ulang tahun? Bahkan aku tidak ingat. Tapi appa.. ah.. Dengan ini berarti sudah tiga kali aku melewati ulang tahunku sendiri. Aku ingin sekali memotong kue dan menyuapi appa sebagai orang yang paling kusayangi dalam hidupku. Tapi selalu saja tidak sempat. Ya sudah lah.. Aku mengambil amplop itu, isinya uang. Dalam jumlah yang banyak. Cih!! Dia kira ini cukup untuk membayar semua kasih sayang yang tidak dia berikan padaku?

Mana Yesung hyung? Tiba-tiba saja dia muncul dari arah dapur membawa dua kotak bekal. Haha.. Sejak waktu itu aku selalu menyuruh Ahjumma untuk menyiapkan dua bekal setiap hari. Agar Yesung yang kecil ini tidak kekurangan gizi lagi.

“Hyung…” panggilku saat kami ada di dalam mobil. Yesung hyung menoleh ke arahku yang sedang mengemudikan mobil. “Kau tau sekarang hari apa?” tanyaku. Ah.. Bodoh. Mana mungkin dia tau ulang tahunku..

“Hari ulang tahunmu kan?” katanya. Jadi dia ingat? Tapi kenapa dari tadi dia malah tidak memberi selamat sedikitpun? Menyebalkan.

“Kau tidak berniat memberiku selamat? Jangankan memberi kado, Saengil chukka saja tidak kau ucapkan. Hyung macam apa..”

“Saengil chukkahamnida Tuan Muda..” katanya memotong ucapanku. Aku menarik napas panjang.

“Semakin hari kau semakin meyebalkan saja Yesung!” kataku, lalu dia terkikik.

“Mau pergi ke suatu tempat?” katanya, aku menoleh skeptis.

“Kemana? Jangan aneh-aneh!!”

Begitu Yesung membuka gerbang, segerombolan anak-anak kecil mengerubunginya seperti semut mengerubungi gula. Aku hanya terheran-heran di belakangnya, untuk apa dia membawaku ke panti asuhan seperti ini?

“Hyung.. Dia siapa?” tanya seorang anak laki-laki berusia sekitar tujuh tahun sambil menunjukku.

“Oh.. Itu Siwon hyung.. Dia temanku.. Dia sekarang akan main bersama kita..” anak-anak itu bersorak kegirangan. Sedangkan aku ternganga. Bermain dengan anak kecil sebanyak ini? Kacau. Aku tidak suka anak-anak!

Yesung segera ditarik ke tempat antah berantah oleh anak-anak itu, dan aku mematung sendiri. Apa yang harus aku lakukan?

“Siwon!!!” panggil Yesung. Aku segera menyusulnya daripada aku sendiri seperti anak hilang.

Yesung bermain dengan anak-anak itu, dan aku juga ikut bersamanya. Anak-anak ini ternyata sangat menyenangkan. Kami bercerita, bermain bola, berlari-lari dengan gembira. Ketika tiba waktu makan siang, kami mengantarkan anak-anak itu ke ruang makan dan bertemu dengan pengurus panti. Yesung sepertinya sudah sangat akrab dengan wanita berusia sekitar lima puluh tahunan bermarga Oh itu.

Yesung lalu memperkenalkanku padanya, dan dia sedikit bercerita tentang panti asuhan ini. Aku sangat terkejut ketika dia mengatakan bahwa anak-anak ini, anak-anak yang sangat enerjik dan ceria ini sebenarnya menderita penyakit yang parah. Aku tidak percaya. Mereka begitu bersemangat.. Mana mungkin di dalam tubuh mereka ada sesuatu yang jahat menggerogoti mereka dan dapat memperpendek umur mereka?

Aku melihat ke arah Yesung. Dia hanya tertunduk, mungkin dia sedih dengan kenyataan ini. Siapa yang tidak akan miris mendengar semua cerita seperti ini? Aku kira hanya ada di sinetron atau film saja, tapi ternyata ada di dunia nyata dan aku sedang menghadapinya sekarang.

Setelah makan siang usai, kami dibawa oleh Pengurus Oh untuk melihat bakat anak-anak ini. Aku sangat tersentuh mendengar alunan biola yang dimainkan oleh salah satu anak perempuan berusia dibawah sepuluh tahun yang duduk di atas kursi roda. Namanya Kim HyoSun. Anak ini menderita kanker tulang, dan sekarang dia lumpuh. Dokter bilang dia tidak akan bisa bertahan lebih lama lagi.

Di sampingku, Yesung yang juga melihat kehebatan dan ketegaran HyoSun meneteskan air matanya. Ah.. Dia begitu baik, mudah tersentuh. Melihatnya seperti ini aura yang dia pancarkan adalah aura malaikat. Aku suka.. Hei!! Choi Siwon apa yang sedang kau pikirkan!!

“Kau lihat mereka Siwon?” tanya Yesung, kemudian aku mengangguk. “Aku membawamu ke sini, karena aku ingin kau merasakan hal yang sama denganku. Kita ini sama.. Maksudku, nasib kita hampir sama. Ayahku setengah mati membenciku, dan ayahmu selalu tidak punya waktu untukmu. Ibuku sudah meninggal bahkan sebelum aku sempat melihat wajahnya, dan ibumu selingkuh dengan pria lain. Sama kan? Yang aku rasakan setiap kali melihat mereka adalah, rasa terimakasih. Karena mereka telah membuatku sadar kalau aku lebih beruntung daripada mereka. Kami memang sama-sama tidak bisa menikmati kasih sayang orang tua, tapi setidaknya aku punya appa, dan aku tidak menderita penyakit yang parah.” Benar. Aku tertunduk, aku belum pernah berpikir seperti ini sebelumnya.

“Tuan besar sangat menyayangimu, Siwon.. Hanya saja dia tidak sempat menunjukkannya lewat cara yang kau mau. Dia tidak lupa dengan ulangtahunmu kan? Aku tau, dia sangat ingin membuatmu bahagia. Kau pikir selama ini untuk apa dia menyuruhku selalu mengikutimu? Karena dia menyayangimu. Dia selalu ingin tau tentang apa saja yang kau lakukan dalam satu hari.” Benarkah? Apa Yesung hyung tidak bohong? Selama ini aku selalu mengira aku hanya beban bagi appa. Hanya sebuah tanggung jawab yang harus sia jaga. Tapi dengan kata-kata Yesung ini…

“Aku, sejujurnya.. Sangat ingin memiliki appa seperti appamu. Walaupun dia tidak punya waktu untuk menunjukkannya, tapi dia sangat menyayangimu. Tapi dalam kasusku.. Appaku punya sangat banyak waktu untuk menyayangiku, tapi yang dia lakukan hanyah membenciku..” entah mengapa aku meneteskan airmata.

Yesung hyung lalu menghapus airmata yang mengalir ke pipiku. Orang ini… siapa sebenarnya dia? Kenapa dia bisa membolak-balikkan perasaanku seperti ini?

“Sayangi appamu selagi masih ada waktu..” katanya sambil megelus pipiku. Dia.. menyentuh bagian paling sensitif dari Choi Siwon. Dia sudah hampir menang.. Memenangkan hati Tuan Muda.

“Dan selagi masih ada waktu.. apa boleh aku menyayangimu?” Tangan Yesung hyung berhenti mengelus pipiku. Dia lalu menurunkan tangannya, dan menatap kosong ke lantai.

“Kenapa hyung?” tanyaku, tapi dia hanya diam. Apa aku membuat kesalahan? Apa dia tidak menyukaiku? Ya Tuhan.. Dia marah padaku?

“Tidak apa-apa. Tapi.. let’s not talk about it..” jawabnya pelan. Ini penolakan? Dia menolakku kan? Choi Siwon baru saja ditolak? Ini tidak benar. Tapi sudahlah, masih banyak waktu untuk berusaha. Yang jelas aku senang ada di dekatnya. Aku senang.. bisa menyayanginya.

“Mi.. Mianhae..” katanya lagi, kali ini dengan nada bersalah. Aku lalu tertawa.

“Hahaha, hyung.. kenapa harus meminta maaf? Jangan minta maaf atas apa yang hatimu rasakan hyung.. Itu sama saja seperti minta maaf atas kebenaran.” Dia mengangguk. Orang ini… ah!! Kim Yesung, kau membuatku gila..

“Mari pulang..” ajak Yesung, aku lalu mengangguk. Suatu hari, Kim Yesung.. Aku pasti akan mendengarmu mengatakan cinta padaku..

YeSung POV

Aku mati-matian mengontrol hatiku untuk tidak melewati batas. Dia mengatakan bahwa dia menyukaiku, dan bagaimana bisa aku megelak kalau aku juga merasakan hal yang sama padanya? Tapi posisiku sekarang sangat tidak menguntungkan.. Aku tidak mungkin menerimanya, tidak karena dendam appaku pada keluarganya.

Kemarin malam appaku menceritakan semuanya. Menceritakan cerita dalam sudut pandangnya. Dari cerita itu, Tuan Besar Choi terdengar sangat jahat, namun hatiku mengatakan bahwa Tuan Choi adalah orang yang sangat baik. Penyayang dan dermawan.

“Ibumu.. adalah saudara sepupu dekat dari keluarga Choi. Ibumu dulu sangat mencintaiku, dia bahkan tergila-gila padaku. Keluarga besar Choi menentangnya, dan yang paling bersikeras itu adalah ayah dari Choi Siwon. Sampai suatu hari mereka menemukan bahwa ibumu hamil, dan mereka menjauhkannya dariku. Berbulan-bulan lamanya kami tidak pernah bertemu. Dan suatu hari, Tuan Besar Choi membawa seorang bayi ke rumah ini dan memberikannya padaku. Bayi itu adalah kau.. Dan kenyataan pahit yang mengikuti kedatanganmu adalah.. Ibumu mati bunuh diri karena anaknya diambil secara paksa dari tangannya.” Perkataan appa terngiang-ngiang di telingaku. Air mataku menetes walaupun sudah aku tahan. Haruskah aku percaya pada cerita konyol ini?

Jadi kesendirianku selama ini adalah karena Tuan Besar? Benarkah?

“Tuan besar selama ini baik padamu karena merasa bersalah pada sepupunya. Dia tidak memecatku karena kau adalah anakku. Jadi Yesung, sudah semestinya kau membalas apa yang terjadi pada appa dan ummamu karena Tuan Besar Choi. Pikirkan itu, Yesungie.. Dan kalau kau tidak bersedia,, jangan salahkan aku bila aku yang akan turun tangan.” Aku begidik ngeri saat kata-kata appa terulang di benakku. Bagaimana ini? Aku harus bagaimana?

“Kau menangis hyung?” tanya Siwon padaku. Aku segera menghapus airmataku dan tersenyum palsu kepadanya.

“Aku hanya teringat anak-anak tadi..” kataku bohong. Siwon.. Mana mungkin aku mampu menyakitimu? Menyakiti orang yang… aku sayangi??

“Jangan menangis hyung.. Aku tidak suka melihat airmata, apalagi yang keluar dari matamu.. Sudahlah..” aku tersenyum padanya, dan dia balas senyum padaku. Dibalik sikap dinginnya, dia adalah anak yang mengharapkan kasih sayang.. Dibalik keangkuhannya, dia memiliki hati yang baik,, aku rasanya ingin sekali menjadi sandaran baginya… Ah.. Choi Siwon.. Kau menyiksaku lagi, dengan cara yang berbeda dari yang dulu..

TBC

Komen yahh…

9 responses »

  1. hhhmmmm…

    pendek!
    masih penasaran!
    appa bohong ga sih?
    Yesung nangis! Yeobo ngusap matanya… cemburuuuuuuuuuuu…
    hiks hiks hiks T_T

    Rani… kau menyiksaku >.<
    lanjutannya duuunnn…
    salam kenal.. Cece imnida… ^_^

    • iya gtw knp part 1 n part 2 nya gbs dkomen hp… smpe part 1 di re-publish…
      tapi yokyuwon (a.k.a yol) bilang bisa.. aneh😦
      jadi cb d PC aja komennya ya… gomawo ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s