Maried!!!!!!!!!!!

Standar

AUTOR : shina

Ini ff ku yang pertama ku buat bersama teman baikku yang sama punya hobi nulis, semoga bikin semua nggak bosen dengan ff ku yang nggak pernah nyambung ini, makasih balqis yang udah bantu ngedit*hehehe*

*****

Aku park chaeri harus menikah dengan namja yang bernama Ryewook itu karena hutang budi antara orangtuaku dan orangtuanya, kami yang dulunya sering bertegur sapa ketika dia masih berpacaran dengan seorang yeoja yang dicintainya yaitu Yuri. Kami menikah sudah sekitar 10 bulan yang lalu tapi kami tidak akan mungkin saling cinta ku fikir dulu begitu, tapi ternyata aku salah ketika Ryewook dan member lain di SM berkumpul kadang aku cemburu melihat kedekatan mereka di tempat latihan, Ryewook tidak pernah peduli dengan perasaanku tapi teman-temannya di super junior sangat baik padaku.

________

Chaeri pov

Hari ini aku memasak makan malam seperti biasanya karena ini memang tugasku, tidak ada yang istimewa saat kami berkumpul karena dia hanya diam membisu dan bicara seperlunya. ”Aku sudah selesai aku duluan ya, mataku sudah mengantuk” ucapnya singkat dan bergegas masuk kamar. Aku membereskan piring-piring kotor dan mencucinya, setelah selesai membereskan semua aku pergi tidur. Kadang aku berfikir ingin cerai darinya tapi dia tidak pernah mau setuju, aku memikirkan banyak hal agar bisa terlepas dari jeratan ini.

________

Ryewook pov

Matahari pagi sudah bersilau aku lihat chaeri sudah tidak ada di sampingnya, dia pasti sudah menyiapkan sarapan untukku sebelum aku pergi ke tempat latihan, aku bergegas menuju kamar mandi untuk mandi. Setelah mandi aku menuju ruang makan yang telah tersedia berbagai macam makanan. ”Ada latihan pagi ini” tanyanya yang sibuk mengambilkan aku nasi.

“Ne, aku latihan seharian ini persiapan untuk launching album baru. apa kau tidak mengajar lagi”

“Aniyo, hari ini aku harus mengajari anak-anak belajar membaca bersama nicole” ucapnya sambil memberikan nasi di mejaku.

“Nanti aku pulang terlambat, kau tidak usah menyiapkan makan malam untukku, aku ada acara bersama member snsd dan shinee”

“oke oppa, oppa kenapa kau tidak mau menceraikan aku, aku tau oppa masih mencintai yuri eoni” kata itu keluar lagi dari mulutnya.

“Apa tanggapan orang tentangku kalau aku sampai bercerai setelah 10 bulan menikah, baiklah jika kau mengizinkan aku menikahinya aku akan menikahinya secepatnya” ucapku yang membanting sumpit dan pergi keluar.

________

Chaeri pov

Dia berkata kasar denganku setelah aku bicara supaya dia mau menceraikan aku, aku tau kata-kataku ini mungkin keterlaluan tapi aku juga lelah jika hanya dijadikan pelampiasan saja. Kulirik jam sudah menunjukkan pukul 7.00am aku bersiap untuk berangkat mengajar di sebuah Taman kanak-kanak. Aku menghabiskan waktuku disini bersama Nicole teman ku bekerja disini supaya aku tidak kesepian.

“Bu guru chaeri aku sudah dapat menggambar bulan dan bintang” ucap salah satu muridnya.

“Kau memang anak yang pandai” ucapku sambil mengelus rambut bocah kecil itu.

“Kau tidak ingin punya anak yang lucu seperti mereka itu, aku saja ingin punya anak lagi. Habis hyuri ingin punya adik” ucap Nicole yang duduk disampingku.

“Kau enak menikah dengan key yang juga mencintaimu, sedangkan aku dan Ryewook dia sama sekali tidak mencintaiku, dia hanya mencintai yuri dari member snsd” ucapku sambil menghela nafas. ”Aku juga ingin mempunyai anak yang aku lahirkan tapi kalau dengannya aku tidak mau, jika aku mempunyai anak dengannya aku tidak mungkin bisa lepas darinya”

“Aku tau pernikahan kalian karena hutang budi orangtua kalian, tapi apa kalian tidak bisa berfikir secara dewasa. Kalau kalian bercerai kasihan orangtua kalian” Nicole menasehatiku sambil menepuk pundakku.

________

Ryewook pov

Aku datang ke tempat SM untuk latihan, disana semua member sudah latihan dengan grup masing-masing, yuri datang menyambutku dan langsung memelukku, semua member super junior dan shinee memperhatikan yuri yang memelukku. ”Ada apa yuri” ucapku melepas pelukkanku karena risih banyak mata yang memperhatikan. ”Bogoshipo oppa”

“Ne, aku tau. Tapi ini di Management malu dilihat member yang lain”

“Ne oppa, tapi nanti kita jadi makan malam di luarkan” ucapnya dengan wajah kecewa. ”Ne” jawbku singkat.

Kemudian aku bergabung dengan member super junior yang sedang mengajari kyuhyun yang koreonya ketinggalan beberapa gerakan.

“Apa istrimu tau kalau kau masih berhubungan dengan yuri noona” celetuk Donghae dengan tatapan sinis. Aku mengangguk. ”Kau benar-benar gila wookie, apa kau tidak kasihan dengannya walau bagaimanapun dia itu sudah menjadi istrimu” lanjutnya.

“Aku tau itu hyung, tapi dia juga tau kalau aku masih mencintai yuri, dia juga terus meminta aku menceraikannya”

“Itu karena kau pabo, apa kau tidak sadar dia itu sudah mengurusimu selama ini, kau tau dia itu juga korban sama sepertimu. Jangan egois begini kau merasa kau sendiri yang terluka tapi kau tidak tau kan bagaimana tersiksanya dia harus hidup menderita dengan namja pabo sepertimu” sahut siwon yang bersandar dengan kaki selonjor di samping kangin.

“Bagaimanapun aku hanya mencintai yuri dan akan tetap menikahinya walau tanpa persetujuan chaeri, aku tidak peduli” gertakku membuat para member melihatku.

“Kau pasti akan menyesal melakukan ini pada chaeri, karena yuri bukan wanita seperti yang kau fikirkan” ucap heecul yang kemudian pergi menarik siwon dan eunhyuk.

“Semua terserah padamu, kami hanya memberitau saja. Kami ini keluargamu kami tidak mau pernikahanmu berantakan” ucap shindong menepuk pundakku yang kemudian ikut pergi bersama yang lain.

________

Autor pov

Malam ini yuri dan Ryewook ada disebuah PUP untuk bersenang-senang saja. Ryewook minum banyak sekali hingga dia mabuk berat, mungkin karena banyak konflik yang dia jalani hingga membuatnya depresi.”oppa kau sudah mabuk”

“Aku masih ingin minum chagi, aku ingin bersenang-senang saja”

“Aku antar kau pulang, aku tidak mau ada wartawan yang melihat kita disini karena bisa merusak reputasi kita”

Yuri memaksa Ryewook untuk pulang dan mengantarkan Ryewook pulang ke apartementnya, sekalian dia ingin memberitau istri Ryewook kalau dialah wanita yang dicintai Ryewook.

________

Chaeri pov

Jam menunjukkan 23.45pm tapi mobil Ryewook belum juga terdengar dia pulang aku menunggunya dengan mata mengantuk berat dan tertidur di sofa, pukul 00.15 terdengar pintu di gedor keras dengan segera aku membuka pintu, aku tersentak kaget ketika melihat suamiku dengan keadaan mabuk. ”Tolong bantu aku memapahnya” ucapnya yang membuatku langsung membantunya.

“Kenapa dia bisa jadi begini, apa member lain juga seperti ini” tanyaku setelah meletakkannya ditempat tidur.

“Dia hanya denganku tanpa ada member lain, apa dia membohongimu” jawab yeoja bernama yuri itu penuh selidik padaku, tapi aku membalasnya dengan senyumku. ”Aniyo, aku hanya menebak saja mungkin kalian sesama member sedang kumul bersama” bohongku.

“Sudah larut aku langsung pulang,tolong jaga dia”

“Sebaiknya kau menginap saja, tidak baik seorang wanita pulang sendirian”

“Kenapa kau baik padaku, padahal aku ini orang yang sudah merampas suamimu”

“Aku ini bukan malaikat yang bisa membalas semua perbuatanmu, aku tau oppa mencintaimu dan kau juga begitu”

“Itu sudah berlalu, tapi aku akan tetap merampasnya. Aku ingin kau dan anakmu nanti dicampakkan seperti wookie oppa mencampakkanku dulu” ucap yuri yang kemudian berlalu pergi.

Aku segera mengganti pakaian wookie yang berbau alkohol, dan mengambil kain lap untuk mengelap tubuhnya yang bau alcohol, bau alcohol itu membuat perut mual saja. Setelah selesai aku memejamkan mataku disampingnya tapi dia menarikku dan memelukku dengan erat hingga aku tidak bisa bernafas.”Oppa sadar”

“Yuri,, sarangheyo,, aku mencintaimu…”

Dia benar-benar mencintai yuri, aku tidak bisa terus seperti ini.

________

Autor pov

Setelah pertengkarannya dengan chaeri masalah perceraian itu Ryewook jarang bertegur sapa dengan chaeri, setelah sarapan dia pergi tanpa pamit dan pulang selalu larut malam kadang sampai mabuk lagi, ini tidak hanya berlangsung 1 atau 2 hari tapi sudah 1 bulan. Hari ini juga sama Ryewook pergi tanpa pamit lagi. ”Kenapa dia begitu sih?” ucap chaeri sambil mencuci piring.

________

Chaeri pov

Aku berangkat bekerja dengan suasana yang senang karena di tempat bekerja aku bisa menemukan tempat yang membuatku melupakan masalahku. Disini ada anak-anak kecil yang membuatku selalu tertawa dan ada sahabatku Nicole yang selalu menjadi teman berbagiku. Hari ini Nicole membawa hyuri kesekolah agar bisa bermain dengan anak TK yang lain. ”Anakmu lucu cole, mirip dengan key”

“Tentu saja chaeri, bagaimana hubunganmu dengan wookie” Tanya Nicole yang duduk disampingku sambil memperhatikan putrinya.

“Tidak ada yang berubah semenjak malam itu, aku juga tidak mau mengungkit kejadian itu apalagi membahasnya menyapa saja aku malas” jawabku sekenanya.

“Bagaimanapun kau tidak boleh membiarkan rubah itu merebut wookie darimu, bagaimana nanti nasibmu dan anakmu” balasnya terlalu jauh tanpa fikir panjang.

“Jangan ngawur, aku itu tidak mungkin hamil karena selama ini ini dia sering memaksaku tapi nyatanya aku tidak hamil, semoga saja aku tidak hamil karena itu akan membuatku sulit lepas darinya” tukasku setengah kaget.

“Mau sampai kapan kalian keras kepala seperti ini, selama ini tuhan mungkin belum mengizinkanmu hamil, jika nanti kau hamil jangan lupa kasih tau aku karena hamil muda itu menyiksa” sergahnya menahan tawa.

“Semoga saja aku tidak hamil, aku tidak mau hamil dengan orang yang tidak mencintaiku” balasku tidak mau kalah membuatnya makin tertawa.

“Terserah kau saja, tapi kulihat kau sedikit berubah akhir-akhir ini. jika kau merasa capek, lemas tiba-tiba atau mual-mual coba kau cek dengan testpack”

________

Ryewook pov

Hari ini aku pergi dengan yuri kesebuah mall yang ada di pusat perbelanjaan kota. Aku merasa lelah mengikutinya seperti ini aku jadi kangen dengan chaeri, saat aku melihat yuri masuk ke sebuah toko pakaian tanpa sengaja aku melihat chaeri sedang makan siang bersama Nicole dan suaminya serta member shinee yang lainnya. ”Oppa kau lihat apa, ayo masuk” ajak yuri.

“Ne” aku melangkah mengikuti yuri dan melepaskan pandanganku tadi.

________

chaeri pov

Pukul 23.15pm Ryewook pulang dengan keadaan mabuk lagi, dengan telaten aku memapah dan membaringkannya di tempat tidur dan mengganti pakaian bau alcohol dengan pakaian baru yang bersih dari lemari. Tiba-tiba dia menarik ku kedalam pelukannya dan mencium bibirku penuh nafsu dapat kurasakan bau alcohol masih ada di dalam mulutnya yang membuatku mual tanpa bisa ditahan, dengan sedikit kekuatan yang kumiliki aku melepas ciuman itu dan berlari kekamar mandi untuk muntah ”hooeeekkk” setelah merasa baikan aku pergi tidur disamping Ryewook.

Pagi ini chaeri merasa badannya lemas sekali, tapi dia tetap bergegas menuju kamar mandi untuk mandi. Dia teringat kata-kata Nicole dan segera mencari testpack yang dia simpan dilaci, setelah menemukannya dia bergegas masuk kamar mandi. Dia tidak sabar menunggu hasil itu dan kagetlah dia ketika garis itu bergaris dua yang menunjukkan dia positif hamil. Air matanya langsung keluar diapun terduduk lemas di kamar mandi. ”Ini tidak mungkin, maafkan eomma baby bukan eomma tidak mengharapkanmu, tapi appamu tidak mungkin mau menerimamu karena dia tidak mencintai eomma, tanpa cinta mana mungkin appa menyayangimu baby” setelah puas menumpahkan tangisnya chaeri mandi dan bergegas masak.

Ryewook pov

Aku bangun dan menuju kulkas yang ada didapur untuk mengambil minum, tapi kulihat chaeri berbeda hari ini dia nampak tak semangat seperti biasanya, ”oppa aku sudah buatkan sarapan cepat mandi”

“Ne” jawabku yang langsung menuju kamar mandi, disana kutemukan testpack yang jatuh dilantai, aku mengambilnya dan aku lihat garis tebal dua menandakan itu positif. ”Apa ini milik chaeri, tidak mungkin aku telah melakukan itu malam itu, argggghhh” teriak ku bingung. Setelah mandi dan memakai pakaian panjang yang senada dengan jas ku, aku menuju ruang makan. ”Chaeri aku mau kopi” pintaku yang duduk dimeja makan.

“Ne, sebentar” jawabnya dari dapur. Ketika membawa cangkir itu kulihat dia agak pucat dan tiba-tiba menjatuhkan cangkir itu “praaaakkkk” dia juga ikut pingsan dan aku langsung menangkapnya.

________
Chaeri pov

“arggghhhh” kudengar dia berteriak dikamar mandi, tapi aku cuek saja. Lima menit kemudian dia sudah rapi dan duduk dimeja makan. ”Chaeri aku mau kopi” pintanya. ”Ne, sebentar” jawabku yang masih ada di dapur. Tiba-tiba kepalaku pusing sekali semua seperti berputar, aku membawa cangkir itu menuju dia, tapi kepalaku benar-benar sakit aku tidak kuat menahannya dan ”praaakkk” aku menjatuhkan cangkit itu dan semua menjadi gelap.

Aku membuka mataku, aku mengumpulkan seluruh kesadaranku dimana aku sekarang. Ada sebuah tangan yang memegangku pingsan tadi  membuatku benar-benar lemas ”Kau sudah sadar chaeri” Tanya Ryewook memegang lenganku.

“Aku tidak apa-apa oppa” jawabku sambil mencoba duduk, dia membantuku duduk.

“Kau istirahat saja, aku tadi sudah menghubungi Nicole kalau kau tidak mengajar hari ini”

“Gomawo oppa, kau sudah perhatian padaku”

“Aku tidak mau anakku nanti berfikir kalau appanya tidak sayang padanya. Kau istirahatlah aku pergi dulu jaga anakku baik-baik, aku sudah membeli bubur untukmu jangan lupa dimakan” ucapnya yang begitu lembut dan bergegas pergi, tapi darimana dia tau kalau aku hamil.

Aku berjalan menuju ruang makan dan kulihat ada bubur yang dibelikan Ryewook oppa untukku, aku memakannya tapi beberapa suapan perutku sudah mual dan aku segera lari ke kamar mandi ”hooeeekkksss” aku lemas terus muntah seharian ini, jadi ibu hamil benar-benar menderita.

________

Ryewook pov

Aku sampai di tempat latihan sungguh kesiangan karena ini sudah jam 11.36, member suju sudah memberondongku dengan berbagai pertanyaan. ”Darimana saja kau” Tanya sungmin ketika aku datang.

“kau jalan dengan yuri lagi sampai menelantarkan kami disini 4 jam” sahut yang lainnnya.

“Aniyo, istriku tadi pingsan sewaktu aku mau berangkat, jadi aku tunggu dia sadar dulu” jawabku langsung menggertak dan mereka seketika menatapku.

“Kenapa tidak bilang sih, seharusnya kau bilang jadi kami tidak perlu menunggumu dan kau juga bisa merawatnya” sergah siwon.

“Chaeri sudah baikan hanya capek, mungkin bawaan dari janinnya” ucapku kelepasan.

“Jadi sebentar lagi kami akan jadi paman, semoga dia tampan seperti aku, hahaha” ucap kyuhyun dengan wajah jahilnya.

“Enak saja, appanya itu kan aku kenapa kau yang semangat” sindir Ryewook.

“Aku hanya bercanda, nanti kami semua kerumahmu ya. Aku ingin mengucapkan selamat untuk chaeri noona”

“Ne, terserah kalian pokok jangan mengganggunya”

“Aku senang sekarang kau sudah tidak egois lagi, segera akhiri hubunganmu dengan yuri, jangan sampai istrimu tau kau masih berhubungan dengan member snsd itu” sergah donghae sinis.

“Secepatnya aku akan memutuskannya hyung, aku harus jadi appa yang bertanggung jawab untuk anakku” ucapku bersikap bijaksana*Ryewook so sweet*

“aku salut padamu saeng”

Dengan keyakinan yang mantap aku datang mencari yuri ditempat latihannya, saat aku masuk di ruangan latihannya kudapati dia sedang bermesraan dengan member ss501 yaitu kim hyun joong, dia Nampak kaget dengan kedatanganku. Kemudian dia menarikku keluar dari ruangan itu. ”Oppa kenapa tiba-tiba datang, apa ada hal penting” ucapnya. ”Ne” jawabku.

“tentang apa?! Apa kau punya kabar baik untukku”

“Aku sepertinya tidak bisa meneruskan ini lagi, kita putus saja”

“Apa kau mencintai gadis pabo itu, aku tau cepat atau lambat kau akan memutuskanku demi gadis pabo itu” sinisnya padaku.

“Tapi dia tetap istriku yuri”

“Aku tau, dan kau juga bodoh mau meninggalkannya. Asal kau tau aku itu tidak mencintaimu aku hanya ingin balas dendam padanya. Aku itu sudah 5 bulan pacaran dengan kim hyun joong” ucapnya berlalu meninggalkanku. ”Aku ini memang pabo menelantarkan chaeri demi dia, padahal chaeri sudah begitu setia menjagaku selama ini” ucapku menyesali diri, kemudian aku pamit pulang pada member suju yang ingin ikut kerumahku.

________

Chaeri pov

Seharian ini aku terus saja mual-mual dan muntah padahal makanan yang kumakan hanya sedikit sekali, aku tidak bisa makan karena perutku yang tidak bisa diajak kompromi, ”Baby jangan menyiksa eomma begini” ucapku sambil mengelus perutku yang masih rata. Hp yang kupegang bergetar kulihat nama Wookie tertera dilayar hp ku. ”Yeoboseo oppa” ucapku lemas. ”Kau ada dimana” tanyanya. ”Dikamar mandi perutku mual terus sampai tidak bisa makan” jawabku. ”Ya sudah kau tunggu aku pulang, sebentar lagi aku pulang”. Hp yang ku pegang terlepas dari tanganku begitu saja karena tubuhku yang lemas sehingga aku terduduk tak berdaya dikamar mandi, mataku sudah sayup tak mampu terbuka lebar, tak berapa lama ada tangan yang mengangkatku dari kamar mandi dan semua terasa gelap.

________

Ryewook pov

Aku menelpon chaeri ketika dijalan bersama member yang lain yang ingin datang mengucapkan selamat pada chaeri, kudengar suara chaeri seperti orang yang lemas tak berdaya, tiba-tiba hp yang dipegangnya pun jatuh. Aku semakin khawatir dengan keadaannya. Ketika sampai dirumah kudapati chaeri lemas dikamar mandi aku segera mengangkatnya dan menidurkannya dikamar. Aku memegang erat tangannya teman-temanku hanya diam sibuk dengan fikiran masing-masing. ”Sungmin ambilkan air dingin untuk mengompresnya” perintah kibum seolah mirip dokter. Sungmin menuruti perintah kibum dan sesegera mungkin mengambilkan air es untuk mengompres. ”Apa yang akan kau lakukan pada noona” Tanya hankyung penuh selidik.

“Tenang, ini cara ampuh untuk membuatnya tidak kaget dengan bawaan orang hamil, istriku dulu juga seperti ini. dia hanya butuh relaxe untuk adaptasi apalagi dengan makanan” jawabnya seperti dokter beneran sambil mengompres dahi chaeri .”Yakin ini akan mujaraf, apa tidak sebaiknya kita bawa kerumah sakit saja” sergah heecul. Beberapa saat kemudian chaeri membuka matanya dan merasakan ada banyak manusia dirumahnya. ”Noona apa yang kau rasakan?” Tanya kibum yang duduk disamping chaeri bersama Ryewook. ”Mual” jawabnya.

“Banyaklah makan sayur dan buah, itu akan baik untuk kesehatan kalian”

“Yang sudah jadi appa memang berpengalaman, aku jadi ingin segera menikah saja” tukas Donghae dengan wajah imutnya.

“Huft,, aku yang bakal jadi appa. Kenapa kalian yang ribet ya” ucap Ryewook dengan wajah polos dan semua yang ada disana tertawa mendengar pernyataan Ryewook.

________

Autor pov

8 bulan sudah kehidupan yang dijalani chaeri berlangsung normal, tapi suatu hari ada seseorang yang datang disaat semua sudah terlambat, siang terik ini chaeri sedang dirumah saat pintu rumah diketuk.”Apa wookie oppa sudah pulang jam segini” chaeri berjalan mendekati pintu dan betapa kagetnya melihat seorang namja yang dulu pernah mengisi hatinya, ”Chaeri bogoshipo” ucap namja itu yang langsung memeluk chaeri. ”Young saeng, lepaskan aku darimana kau tau rumahku” ucapku melepas pelukan young saeng dan kulihat Ryewook oppa melihat ini dan melangkahkan kakinya untuk pergi. ”Oppa” teriakku melihat Ryewook pergi dan aku segera mengejarnya dengan perutku yang buncit, sehingga menyulitkanku berlari. Perutku sakit hingga aku terduduk dilantai karena tidak mampu mengejar langkah kakinya, kulihat darah berceceran dikakiku, young saeng merengkuhku tapi aku tepis dengan sisa kekuataku, kurasakan ada tangan kekar yang mengangkatku. ”Jangan sentuh istriku, pabo” bentaknya sambil membawaku kemobilnya, dia memasangkan sabuk pengaman sebelum meluncurkan mobilnya menuju rumah sakit, kurasakan banyak cairan yang keluar dari selangkanganku sehingga membuatku lemas tak berdaya. Ryewook oppa kadang melihatku sambil memegang tanganku erat, sesampai di rumah sakit aku dibawa ke ruangan yang tidak aku kenal. ”Bayinya akan lahir tapi harus dioperasi karena posisi bayinya tidak normal” ucap dokter itu. ”Selamatkan mereka dok” ucap Ryewook dengan wajah khawatir.

“Ne, tuan. Kami akan berusaha sebaik mungkin”

Tak lama kemudian kudengar bayi menangis, aku ingin melihatnya tapi Ryewook oppa menahan kepalaku kuat sekali hingga aku tidak bisa melihat anakku .”Dia masih dibersihkan nanti kau bisa melihatnya” ucapnya aku hanya menggangguk lemah dan tak sadarkan diri. ”Chaeri” itu kalimat yang terakhir kudengar sebelum aku pingsan.

Matahari menyilaukan mataku dan kudengar suara sayu-sayup ramai disekitarku, kulihat ada eommaku dan eomma Ryewook sedang menggendong anakku. ”Kau sudah bangun chaeri, lihatlah anakmu tampan sekali” ucap eommaku ketika aku mencoba duduk dibantu Ryewook oppa.

“Aku ingin melihatnya” pintaku dan langsung saja eomma Ryewook menyerahkannya padaku. ”Tampan”

“Tentu, appanya kan memang tampan, dia akan jadi penyanyi seperti appanya” ucap Ryewook dengan senyum lebar dipipinya.

“Aku ingin dia jadi actor saja, biar dia ngetop daripada appanya”

“Ne, aku akan beri nama dia kim Riwook ( chaeri dan Ryewook ), semoga dia jadi anak yang terkenal seperti appanya, tapi jangan jadi pengecut aku tidak mau anakku begitu”

“hahahaha..” semua yang ada diruangan itu tertawa.

Tuhan terima kasih kau sudah menghadirkan baby ini untuk hidup kami, malaikatku terima kasih berkat kehadiranmu hidup eomma dan appa jadi membaik.. happy ending deh?!

13 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s