Cake Of Love Part 6

Standar

Author : Hye Ri

Cerita Sebelumnya :

Kami melewati ruang tata boga. Aku memperlambat langkahku. Sunny dan Soo Young berjalan mendahului. Mereka malah asyik ngobrol. Sepertinya pembicaraan mereka sekarang beralih ke Donghae, gebetan Soo Young.

Aku berhenti begitu berada di depan ruang tata boga. Aku melihat orang yang sedang sering aku pikirkan [tiba-tiba]. Dia sedang dikerubungi yonbae-yonbaenya. Dia tersenyum sambil terus mengaduk adonan di dalam mangkuk. Benar-benar berbeda dengan Kyuhyun yang tadi.

Dia manis juga. Benar kata Soo Young. Dia terlihat keren, manis, dan cakep di mataku sekarang. Pantas saja banyak fans-nya. Manis gitu. Ups ! Kenapa denganku ? Kenapa tiba-tiba aku jadi berpikir begini ? Kenapa sejak aku makan kuenya aku jadi suka memikirkannya dan sekarang malah memujinya ? Kenapa tiba-tiba muncul perasaan ini ? Kenapa di mataku dia jadi terlihat berbeda ? Kenapa antara hati dan logikaku tentangnya jadi berbeda ? Kenapa hatiku terasa senang melihatnya tapi logikaku justru membencinya ? Apa yang terjadi padaku ? Apa aku…

“Tidak mungkin. Aku tidak mungkin menyukainya. Jelas-jelas aku benci padanya.” Aku memejamkan mata dan mencoba menghilangkan pertanyaam-pertanyaan yang muncul di kepalaku barusan. Aku melihat ke dalam lagi.

Aku melihat Yoo Yi tiba-tiba menghampirinya. Ekspresinya langsung berubah ketika melihatnya datang. Hatiku jadi memanas tiba-tiba.

Aigoo, aku ini kenapa ? Kenapa hatiku marah waktu Yoo Yi mendekatinya ? Apa aku cemburu ? Ya Tuhan, kenapa denganku ? Apa aku….

“Aniyo ! Tidak Seohyun. Kau tidak menyukainya. Kau tidak bisa.”

“Seohyun ah ~” panggil Soo Young dan Sunny yang ternyata sudah berada jauh di depanku. Aku menoleh sebentar ke dalam lagi dan melihat mereka berdua lalu segera berlari menghampiri kedua sahabatku.

“Kau ngapain tadi berdiri di sana ? Nyari Kyuhyun sunbae ya ?” Tebak Sunny asal. Aku mengelak.

“Ih, ngapain ? Orang aku penasaran aja kok di dalam ribut banget. Sudahlah, kajja !” Aku menarik mereka.

Cake of Love Part 6

Aku membasuh mukaku. Sunny dan Soo Young sepertinya sedang mengobrol dengan seseorang di luar toilet. Aku masih mau di sini. Aku membasuh wajahku sekali lagi lalu memandang wajahku yang sudah basah di kaca. Bulir-bulir air masih mengalir dan menetes dari wajahku. Aku diam sejenak. Berpikir lagi.

“Kenapa sih, kau suka memasuki pikiranku ? Kenapa sih, aku jadi suka memikirkanmu setelah memakan kuemu kemarin ? Kenapa sih, kita mesti bertemu dengan tidak baik ? Kenapa sih, kita harus bertemu ? Baru dua hari kau masuk dalam kehidupanku sebagai Cho Kyuhyun yang menyebalkan dan kejam, kenapa aku sudah memikirkanmu seperti ini ? Kau selalu membenciku. Aku juga selalu membencimu. Tapi semakin aku mencoba untuk lebih membencimu, hatiku tidak terima. Aku ini kenapa ? Hhhah !” Aku menghela napas panjang sambil menunduk melihat lubang wastafel. Kemudian memandang ke kaca lagi memastikan kalau aku tidak terlihat terlalu stress. Aku berjalan keluar toilet.

“Ah, ini Seohyun ah. Seohyun ah, ini Im Yoona yang tadi kuceritakan padamu. Yoona ssi, dia ini Seohyun yang jadi korban kekejaman Kyuhyun sunbaemu itu.” Soo Young memperkenalkanku dengan Yoona. Anaknya manis di mataku. Dia mengangguk.

“Annyeong haseyo.” Sapanya

“Anyyeong haseyo.” Balasku. Soo Young berkata lagi.

“Seohyun ah, kamu kan udah kenal sama Yoona. Besok-besok kalau mau minta cerita-cerita soal si Kyuhyun sunbae itu, langsung tanya dia saja.”

“Sillyehamnida,” potong Yoona, “Seohyun ssi, apa kau menyukai Kyuhyun sunbae ? Aku cuma bertanya saja lho.”

Aku mengelus tengkukku. Dan sambil menyatukan alisku, aku menggeleng. Dia seperti menghembuskan napas lega. Aku semakin menautkan alisku.

“Yoona ssi, suka sama Kyuhyun ?” tanyaku pelan-pelan. Dia tersenyum. Manis sekali. Awalnya kukira dia akan menjawab iya, ternyata dia justru menggeleng.

“Aniyo. Aku tidak bisa suka sama Kyuhyun sunbae.” Jawabnya singkat. Aku jadi tambah penasaran. Kami berjalan meninggalkan toilet dan dia melanjutkannya sambil berjalan.

“Waeyo ?” Tanyaku, Sunny, dan Soo Young berbarengan.

“Kyuhyun sunbae punya banyak fans. Aku sudah pernah berhadapan dengan beberapa fansnya. Aku jadi tahu kalau Kyuhyun sunbae itu fansnya ada yang ganas juga. Aku pernah nyaris disakiti gara-gara ada berita Kyuhyun sunbae nembak aku. Padahal, itu tidak pernah terjadi. Ternyata itu kerjaan seseorang yang terobsesi sama Kyuhyun sunbae tapi nggak suka sama aku. Banyak yang bilang kalau aku itu cari muka di depan Kyuhyun sunbae, soalnya aku selalu mendekati Kyuhyun sunbae. Maksudku ya jelas untuk diajari masak. Tapi banyak orang salah persepsi.” Cerita Yoona. Pandangannya jadi sedih. Aku jadi merasakan perasaan tidak enak. Refleks, aku merangkul dan mengelus lengannya simpati.

“Kalau boleh tanya, kau tahu siapa yang melakukan itu padamu ? Maksudku yang memfitnahmu.” tanyaku penasaran. Dia menoleh kepadaku dan di matanya tersirat pandangan yang menyatakan kau-ingin-tahu padaku. Aku mengangguk saja. Dia menghela napas.

“Yoo Yi Unnie…”

JDEEENG !!!

Aku kaget. Benar-benar kaget. Yoo Yi ? Yeoja yang disukai Kyuhyun itu ? Aku tidak bisa tinggal diam. Aku mungkin membenci Kyuhyun *walau aku nggak tahu sebenarnya perasaanku bagaimana padanya*, tapi aku tidak bisa terima namja sepertinya mendapatkan gadis seperti Yoo Yi. Oke, Kyuhyun itu memang sangat menyebalkan, tapi aku tahu kalau dia itu sebenarnya baik dan tulus. Aku tidak akan rela Kyuhyun bersama dengan Yoo Yi itu.

“Aiissh ! Seohyun ! Kenapa sih kau begitu memikirkannya ? Dia kasian, kau tidak rela, kau tidak mau dia bersama yeoja itu. Lantas, dia siapamu memang ? Sadar Seohyun, sadar !!!” Aku menghakimi batinku sendiri.

Yoona melanjutkan lagi, “Tapi, Seohyun ah, kau jangan bilang ke siapa-siapa ya. Aku takut kalau nanti malah aku atau kau yang disakitinya lagi. Jujur saja, aku takut padanya. Dia selalu memandang kami *aku dan yonbae yeoja lainnya* dengan tatapan tidak suka. Asal, kau tahu, Yoo Yi Unnie itu suka menyakiti kami para yonbae yeoja. Tapi didepan Kyuhyun sunbae, dia langsung berubah menjadi sangat baik. Kurasa, justru dialah yang cari muka didepan Kyuhyun sunbae.”

Aku terdiam memikirkan penjelasannya barusan. Aku jadi semakin tidak rela orang seperti Kyuhyun itu mendapat yeojachingu yang bersifat seperti Yoo Yi. Sudah kubilang, walau dia sangat menyebalkan, tapi jelas terlihat dia orang yang baik sebenarnya. Aku saja yang memang membencinya. Aku menghela napas.

Kami melewati ruang tata boga lagi. Sudah tidak seramai sebelumnya. Dan lagi-lagi, aku berhenti tepat di depan pintunya yang terbuka dan kulihat Kyuhyun yang sedang berdua dengan Yoo Yi *aku tidak yakin, tapi kurasa iya*. Mereka membelakangiku. Sekilas aku melihatnya tersenyum penuh arti pada Yoo Yi dan Yoo Yi (yang berada sangat dekat dengannya) tertawa renyah. Dimatanya, gadis itu pasti terlihat manis. Tapi, aku tidak suka padanya. Gadis itu jahat. Dan Kyuhyun tidak pantas bersamanya.

“Kenapa denganku ? Kenapa aku justru marah pada Yoo Yi dan tidak terima jika ia bersama manusia kejam itu ? Apa yang salah padaku ? Aku bingung !” Aku terus bertanya dalam hati. Kurasa kue Kyuhyun yang kumakan itu mengandung mantra atau apa yang bisa membuatku jadi seperti ini.

“Hhhh !” Aku mendesah.

“Hiya ! Seohyun ah ! Kau ngapain berhenti di situ ?” Suara nyaring Soo Young mengejutkanku. Aku gelagapan. Aigoo~ bikin alasan apa nih ?

Aku bergegas menuju mereka. Sunny geleng-geleng.

“Seohyunnie, kau ini kenapa sih ? Setiap kita melewati ruangan itu, kau selalu berhenti dan memandang ke dalamnya. Itu ruang tata boga, kan ? Kau ingin masuk ekstra tata boga ? Atau kau…” Sunny menggantungkan kalimatnya. Aku mengantisipasi kalimat lanjutan yang ingin dia katakana. Tapi perasaanku tidak enak,

“Kau mencari Kyuhyun sunbae, ya ? Jawab aku, Seo Joo Hyun !” Sunny mulai berlagak detektif. Aku mengelak.

“Cih ! Mwo ? Mencarinya ? Ngapain ? Aku kan benci padanya. Buat apa juga aku mencarinya ? Nggak ada untungnya buat aku. Yang ada, melihatnya malah bikin sial.” Alasanku. Mereka menganggukan kepala mengerti *entah memang mengerti, atau tidak peduli*. Phuh ! Aku menghembuskan napas lega. Mereka tidak merasakan keganjilan apapun. Haha ! Kau hebat Seohyun.

“Tapi, benci itu sebenarnya perasaan cinta yang sangat besar, lho. Orang yang mengatakan benci kepada orang lain, sebenarnya ia mencintainya. Tapi, dialihkan dengan perasaan marah dan selalu menjelek-jelekannya. Semakin sering ia bilang benci, semakin kuat rasa bencinya, semakin besar rasa cintanya. Kata buku sih begitu. Jadi, jangan terlalu benci pada orang lain, karena itu berarti kau sangat mencintai orang itu, namun dengan pengungkapan dan perasaan yang berbeda. Hati-hati lho, dari benci bisa jadi suka.” Yoona tiba-tiba nyeletuk. Aku tersentak.

“A…, aa, aku tidak menyukainya kok. Lagian aku juga tidak benci-benci amat sama dia. Aa~ sudahlah ! Jangan dibahas lagi. Oh iya, Yoona ssi, sebenarnya suka sama siapa nih ?” Tanyaku menggodanya. Dia langsung tertunduk dan wajahnya memerah. Aku, Sunny, dan Soo Young semakin gencar menggodanya.

“Ja ! Siapa ya ? Aku jadi penasaran, Uri Yoona suka sama siapa sih ? Hmmm…” Soo Young menyenggol lengan Yoona yang tertunduk malu. Aku dan Sunny tertawa saja. Dia semakin menunduk menyembunyikan wajah merahnya.

“Aa~ kenapa tiba-tiba kalian bertanya padaku soal itu ? Aku kan jadi malu. Aniyo, aniyo ! Aku tidak mau bilang ah. Kalian kok gitu sih ? Jangan begitu donk.” Rengeknya malu-malu. Aku dan yang lainnya semakin ngakak.

“Sudah, bilang saja. Kami tidak akan mengatakannya pada siapapun.” Aku terus mendorongnya. Sunny dan Soo Young mengiyakan. Dia mengangkat wajahnya.

“Jinjachi ?”

“Jinjayo.” Aku membentuk tanda V dengan jariku. Berjanji tidak akan membocorkan tentang ini semua.

“Aku…,” katanya, “suka sama….,” dia berhenti. Aku dan kedua sahabatku menunggu dengan tidak sabar. Habisnya seru banget sih.

“Sama Presiden Perwakilan Murid…”

“Presiden ?! Ketua OSIS ? The Magnificent Choi Si Won itu ? OMO !!!” Sunny langsung heboh. Aku dan Soo Young ikut-ikutan heboh. Yoona jadi ikut heboh juga menenangkan kami.

“Omona ! Ka…, kau serius ?” Soo Young mengguncang badan Yoona. Aku menganga. Ternyata,

“Kau suka sama Si Won sunbae ? Bukannya dia juga punya banyak fans ya?” tanyaku. Sunny berdecak.

“Ck! Nggak bisa sama yang pertama, sama yang kedua deh jadinya. Bukannya hampir sama populernya ya ?” Sunny ikut komentar.

“Yah, sainganmu banyak dong ? Tapi, kau pantas-pantas saja sama Si Won sunbae. Dia kan dingin dan pendiam. Kau ramah dan menyenangkan. Bisa jadi pasangan yang cocok, tuh. Yoona ssi, HWAITING !!!” Aku mengepalkan tanganku mencoba memberinya semangat. Dia tersenyum.

“Wah, biar banyak saingan dan seperti mimpi bisa sama manusia dingin penuh kuasa itu, tapi tetap berjuang ya. Kami mendukungmu. Bagus deh, yang peting bukan sama…”

“Donghae sunbae !!!” Teriakku berbarengan dengan Sunny memotong kaliamt Soo Young yang sekarang manyun. Kami jadi tertawa lagi.

“Yang penting juga bukan sama si Gwiyeo Ki Bum sunbae juga. Haha !” Sunny mengerjap-kerjapkan matanya. Soo Young menjitaknya. Aku komentar.

“ Bukannya kamu suka sama sunbae berisik si Sungminnie itu ya?”

Wajah Sunny langsung berubah.

“MWO ??? Apa katamu ??!! SEOHYUNNIE !!! AWAS KAU YA !!!” Dia nyaris memukulku jika saja aku tidak langsung lari menghindarinya. Kamipun berkejaran di bawah sinar matahari yang sedang sangat cerah hari ini.

Tawa kami menggema ke mana-mana

Aku memutuskan pulang lebih awal hari ini. Bukan karena di rumah tidak ada orang *kurasa Appa dan Eomma juga sudah pulang.*, aku ingin mengunjungi suatu tempat dulu sebelum pulang. Soo Young dan Sunny agak heran juga sebenarnya. Biasanya, aku yang selalu pulang akhir dan pulang telat. Sampai mereka kesal sendiri dengan kebiasaan ngaretku yang membuat mereka jadi pulang sore juga.

“Tapi kenapa hari ini pulang lebih awal ? Biasanya kau yang selalu pulang terakhir sampai-sampai aku dan Sunny harus pulang lebih sore karena menunggumu selesai latihan. Ada apa sih ?” Soo Young protes. Aku cuma mengankat bahuku dan menghela napas. Aku meyakinkan mereka.

“Nggak ada apa-apa kok. Aku cuma harus pulang cepat saja. Rumah kan kosong. Banyak yang harus kukerjakan. Mian ya. Neomu mian. Sudah ya ! Annyeonghi gyeseyo.” Aku bergegas meninggalkan mereka yang masih setengah hati melihat kepergianku dan setengahnya lagi bingung melihat sikapku hari ini. Aku melambai sambil sedikit berlari. Mereka membalas lambaianku walaupun masih dengan tampang bingung dan aneh. Tau ah ! Bodo amat, kataku dalam hati. Yang penting sekarang cepat-cepat ke café, hihi =).

Bisku yang sudah hampir 10 menit aku tunggu, akhirnya datang juga. Dengan langkah riang, aku memasukinya dan segera memilih bangku paling depan yang kosong. Dan kebetulan sekali dekat jendela. Tidak lupa sebelumny aku menggesek kartu berlanggananku di mesin dekat sopir.

Tidak tahu mimpi apa aku semalam, tapi aku merasa senang sekali bisa ke café itu lagi. Padahal mengingat kejadian yang kualami kemarin, rasanya tidak mungkin kalau aku ingin sekali ke tempat itu. Tapi entah kenapa, aku justru sangat ingin ke sana. Aku ingin bertemu dengan adiknya. Hye Ri.

Aku tersenyum terus sepanjang perjalanan. Hwaaa ! Jadi ingin cepat-cepat sampai.

“Akhirnya sampai. Kenapa perasaanku senang banget sih ? Aku mau coba first snow lagi, ah. Gara-gara si Kyuhyun itu, aku jadi nggak bisa menghabiskan first snowku yang kemarin. Sudahlah ! Kajja !” Kataku riang. Aku terus bernyanyi lagu First Snownya Super Junior sambil melangkahkan kakiku menuju café itu *aku harus menyebrang dulu.*

Ada bunyi bel begitu aku masuk dan seorang pelayan yang masih keliahatan seperti anak  kuliahan, kurasa, menghampiriku. Dia mungkin juga seperti Hye Ri yang kerja Part Time. Yeoja di hadapanku sekarang ini tidak terlalu tinggi. Malah masih lebih tinggi aku. Se-Sunny lah kira-kira. Wajahnya imut dan manis. Apa semua yang bekerja di sini imut dan manis-manis ya ?

“Eoseo Oseyo.” Sapanya sambil sedikit membungkukan badannya. Aku juga membungkuk. Dia mengajakku ke sebuah meja dekat jendela *hehe, tahu saja aku suka duduk dekat jendela.*

“Iri anjeuseyo. Mu eoseul deusigesseoyo? (silahkan duduk di sini. Mau pesan apa?)” tanyanya sopan. Tanpa pikir panjang lagi aku langsung memesan kue itu.

“First snow-nya satu. Minumnya cappuccino saja. Gamsahamnida.” Pesanku. Wajah pelayan itu langsung berubah *walau tidak terlalu terlihat sih*.

“Joesonghamnida. Stock First Snow-nya barusan saja habis. Ada pesanan lain mungkin?” tanyanya lagi. Aku menghela napas kecewa.

“Aku kan kesini buat makan first snow. Huft !” gumamku. “Confetti Almonade deh.” Akhirnya pilihanku jatuh pada kue yang biasa kumakan di sini sama Sunny dan Soo Young. Pelayan yang kubilang manis itu segera mencatat pesananku.

“Ne. Pesanan anda tidak akan lama.” Dan pelayan itupun berlalu. Aku menghela napas lagi.

“Nggak jadi makan first snow deh. Aisshh !! Jinja seulpheoyo.” Aku menyanggah kepalaku. Tiba-tiba seseorang sudah berdiri di depanku. Aku mendongak dan sedikit terkejut meihat orang itu.

“Hye Ri ah ? Kau tidak… ?” Aku mengamatinya dari kepala sampai kaki. Ternyata memang benar Hye Ri, adiknya Kyuhyun yang jauh berbeda dengan kakaknya itu. Dia tersenyum memperlihatkan deretan giginya.

“Unnie, annyeong haseyo.” Dia membungkukan badan. Aku mengangguk. Dia menunjuk kursi di seberang kursiku meminta persetujuan untuk duduk di situ. Aku mengangguk.

“Jal jinaesseoyo ?” tanyaku basa-basi. Dia tersenyum lagi dan mengangguk.

“Ne, jal jinaesseoyo. Unnie juga baik kan ?” tanyanya. Aku mengangguk lalu tertawa kecil. Dia ikut tertawa.

Hari ini, dia tidak memakai seragam cafe seperti kemarin. Dia memakai dress panjang selutut berwarna oren pastel dengan renda dibagian bawahnya dan vest coklat pastel yang menutupi bagian bahunya. Dia juga memakai boots coklat dengan pita dibagian atasnya. Lucu sekali. Dia keliahatan seperti membawa sebuah kotak makan berbentuk spongebob.

“Kau tidak kerja ? Kenapa pakaianmu seperti ini ? Itu, kotak spongebob isinya apa ?” Aku memberondong pertanyaan padanya. Dia malah menggeleng.

“Aku sedang istirahat. Shift-ku tadi pagi dari jam 8 sampai jam 11. Terus nanti sore dari jam 3 sampai jam 6. Makanya sekarang aku bisa nemuin Unnie. Oh iya, Unnie udah mesen makan ?” tanyanya. Aku mengangguk lesu.

“Nggak kebagian first snow ya ? Jadinya mesen apa ?”

“Kok kamu tau aku kehabisan first snow ?” aku malah balik nanya. Jelas saja, gimana nggak kaget Hye Ri bisa tahu aku kehabisan first snow. Dia kan baru datang.

Gadis kelas 3 SMP ini malah terkekeh.

“Aku kan kerja di sini juga. Unnie lupa ya ? Aku tahu lah kalau first snow stocknya habis. Sama Unnie yang tadi, Seohyun Unnie pesen kue apaan ?”

“Confetti Almonade sama cappucino. Confetti itu kue kesukaanku dan pasti aku pesen kalau main ke sini sama sahabat-sahabatku. Habis enak banget sih.” Kataku. Dia tersenyum makin lebar.

“Aku juga suka Confetti. Tapi, aku tahu Unnie sekarang beralih ke First Snow kan ?”

“Iya sih. Habisnya, rasanya enak banget. Sayang, aku nggak kebagian. Aku sampai mau nangis waktu makan first snow saking enaknya. Tekstur sama rasa cake-nya sempurna. Oppamu keren ya ?” pujiku. Dia mengedikkan bahunya.

“Molla. Banyak yang bilang Oppaku keren. Padahal biasa aja sih. Oh iya,”

Dia membuka kotak spongebobnya. Ada sebuah cake di dalamnya. Itu…,

“Itu… ?”

Dia mengangguk.

“Aku sengaja menyisihkan sepotong first snow untuk Unnie. Aku yakin sekali Unnie akan ke sini lagi. Waktu aku tahu stock first snow tinggal beberapa potong, aku langsung menyelinap ke dapur dan mengambil sepotong. Tenang aja. Aku nggak nyuri kok. Aku udah mbayar kue ini tadi. Yang njaga kasir itu Unnieku. Jadinya gampang aku lapornya.

“Unnie mu ?”

“Iya. Yang tadi melayani Seohyun Unnie juga Unnie ku. Tapi Unnie ku yang kedua. Yang menjaga kasir itu baru Unnie ku yang pertama. Yang pertama namanya Joo Yeon Unnie dan Unnieku yang barusan namanya Taeyon Unnie” Jelasnya. Aku teringat sesuatu. Aku coba memberikat beberapa pertanyaan yang menjurus ke arah situ.

“Ooh. Berarti kau, Oppamu, dan Unniemu semua bekerja di sini ?”

“Keureuchi !” Jawabnya mantap.

“Appa dan Eommamu juga kan ?”

“Ne.” Jawabnya lagi masih dengan mantapnya.

“Nama margamu Cho kan ?”

“Yup !”

“Dan Oppamu bernama Cho Kyuhyun, penerus cafe ini sebagai usaha keluargamu. Keureucho ?”

“Ne, keureuchi ! Eh ?” Dia kelihatan bingung. “Kok Unnie tahu semuanya ?”

 

Aku tersenyum.

“Tentu saja. Aku bahkan sangat mengenal Oppamu.”

…..to be countinue…..

 

Wah, Cake of Love Part 7 udah hampir muncul…………………………..

Keep on this site ya…………

Saranghae chingu v ^>^ v

7 responses »

  1. annyeong chingudeul…
    Aku reader baru disini, tp trtarik sm smw news dan fanficnya.

    Ngebut baca ni fanfic dr part 1 smpe part 6. Ayo lanjut part 7!

  2. “Tentu saja. Aku bahkan sangat mengenal Oppamu.”

    aigoo~ Seohyunnnn sangat mengenak Kyu yaaa??? ^_^

    ayo lanjut lanjut lanjut… ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s